0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
128 tayangan8 halaman

Pentingnya Media Relations dalam PR

Media relations merupakan aktivitas komunikasi public relations untuk menjalin hubungan baik dengan media massa dalam rangka mendapatkan publikasi organisasi yang maksimal dan berimbang. Kegiatan media relations meliputi penyelenggaraan acara seperti konferensi pers, kunjungan wartawan, resepsi pers, serta pembuatan siaran pers untuk wartawan. Tujuannya adalah membangun citra positif organisasi dan mempengaruhi pendapat publik melalui media.

Diunggah oleh

Toni Nugroho
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
128 tayangan8 halaman

Pentingnya Media Relations dalam PR

Media relations merupakan aktivitas komunikasi public relations untuk menjalin hubungan baik dengan media massa dalam rangka mendapatkan publikasi organisasi yang maksimal dan berimbang. Kegiatan media relations meliputi penyelenggaraan acara seperti konferensi pers, kunjungan wartawan, resepsi pers, serta pembuatan siaran pers untuk wartawan. Tujuannya adalah membangun citra positif organisasi dan mempengaruhi pendapat publik melalui media.

Diunggah oleh

Toni Nugroho
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Mediia Relation

Saat ini kita berada dalam era informasi dimana media massa mempunyai peranan yang
sangat besar dalam kehidupan kita. Pratyaksa (2012 : 3) menjelaskan fungsi media massa
antara lain menginformasikan (to inform), mendidik (to educate), menghibur (to entertain),
mempengaruhi (to influence), memberikan respon sosial (to social responsibility), dan
penghubung (to linkage). Transfer pengetahuan, transfer informasi, bahkan komunikasi dapat
dilakukan dengan menggunakan media massa. Media massa yang kita ketahui yaitu media
cetak (koran, majalah), media elektronik (televisi dan radio), serta media baru (internet dan
media sosial). Selain itu, media massa juga mempunyai peran yang sangat besar dalam
membangun nama baik dan nama besar seseorang maupun organisasi, salah satunya adalah
institusi pendidikan. Penggunaan media massa merupakan salah satu strategi paling efektif
dalam menjangkau masyarakat luas. Sekali mengirimkan pesan melalui media massa, maka
pesan tersebut akan diterima oleh masyarakat secara luas. Salah satu kegiatan perusahaan
dalam memberikan informasi kepada publik atau masyarakat untuk memperoleh dukungan
dan kepercayaan publik adalah kegiatan media relations. Media relations merupakan kegiatan
membina hubungan baik dengan kalangan pers yang mengelola media cetak (surat kabar dan
majalah), media elektronik (radio dan televisi), dan media massa online (newspaper
online, magazine online, radio digital, televisi digital).
Morissan (2010 : 9-10) mengatakan bahwa setiap organisasi atau perusahaan tidak bisa
dipisahkan dari publiknya. Publik humas terdiri dari publik internal dan publik eksternal.
Publik internal merupakan mereka yang terlibat dalam pekerjaan internal perusahaan
misalnya karyawan. Sedangkan publik eksternal, yaitu orang-orang yang berada di luar
organisasi misalnya konsumen, investor, masyarakat sekitar dan sebagainya. Organisasi atau
perusahaan harus selalu berhubungan dengan khalayaknya sehingga dibutuhkan media massa
yang dapat menjadi perantara. Oleh karena itu, Public Relations (PR) harus bisa membuka
ruang dalam menjembatani komunikasi antara organisasi dan publik, sehingga seorang
praktisi PR harus mengerti hubungan antara kedua belah pihak. Frank Jefkins dalam
Morissan (2010 : 8) memberikan batasan PR, yaitu sesuatu yang merangkum keseluruhan
komunikasi yang terencana, baik itu ke dalam maupun ke luar antara suatu organisasi dengan
semua publiknya rangka mencapai tujuan-tujuan spesifik yang berlandaskan pada saling
pengertian. Menurutnya, PR pada intinya senantiasa berkenaan dengan kegiatan penciptaan
pemahaman melalui pengetahuan, dan melalui kegiatan-kegiatan tersebut diharapkan akan
muncul suatu dampak yakni perubahaan yang positif.

Media relations adalah aktivitas komunikasi public relations/humas untuk menjalin


pengertian dan hubungan baik dengan media massa dalam rangka pencapaian publikasi
organisasi yang maksimal serta berimbang. (Wardhani, 2008 : 9)
Mengelola relasi yang baik dengan media menjadi sangat penting untuk menunjang
kegiatan PR. Bahkan dibanyak organisasi, ukuran keberhasilan kegiatan PR seringkali
didasarkan pada jumlah pemberitaan yang disiarkan media massa. (Iriantara, 2005 : 80)
Menarik menyimak pernyataan mantan PRO Universitas Winconsin-River Fall, Barbara
Averill (1997), media relations hanyalah salah satu bagian dari public relations, namun ini
bisa menjadi perangkat yang sangat penting dan efisien. Begitu kita bisa menyusun pesan
yang bukan saja diterima tetapi juga dipandang penting oleh media lokal, maka kita sudah
membuat langkah besar menuju keberhasilan program. (Iriantara, 2005:28)
Lesly (1991 :7) menjelaskan definsi media relations sebagai hubungan dengan media
komunikasi untuk melakukan publisitas atau merespon kepentingan media terhadap
organisasi. Yosal Iriantara dalam bukunya Media Relations menyimpulkan bahwa media
relations merupakan bagian dari PR eksternal yang membina dan mengembangkan hubungan
baik dengan media massa sebagai sarana komunikasi antara organisasi dan publiknya untuk
tujuan organisasi. (Iriantara, 2005 : 32)
Manfaat Media Relations
Reputasi perusahaan atau organisasi sedikit banyak bergantung pada seberapa baik
hubungan yang terjalin antara perusahaan atau organisasi dan insan pers. Peluncuran produk
baru maupun informasi penting yang berkenaan dengan kebijakan sangat memerlukan peran
media massa. Melalui pemberitaan media massa tersebut diharapkan agar publik dapat
menerima serta memahami setiap langkah yang diambil oleh perusahaan atau organisasi.
Media massa membutukan berita, sedangkan perusahaan atau organisasi memerlukan sarana
untuk menyampaikan informasi. Sebuah hubungan yang saling memiliki kebergantungan satu
dengan lain. Sebuah hubungan yang sederhana, namun jika tidak tepat dalam mengelola akan
memberikan akibat yang buruk. Hubungan dengan media yang buruk akan menyulitkan
disaat perusahaan tengah berada dalam situasi krisis. (Fariani dan Aryanto, 2009 : 41)
Media massa atau pers itu mempunyai kekuatan yang dahsyat. Sampai-sampai
Napoleon Bonaparte pernah mengatakan jika media dibiarkan saja, saya tidak akan bisa

berkuasa lebih dari tiga bulan ini membuktikan bahwa media mempunyai kekuatan yang
besar. (Nurudin, 2008:51)
Media memiliki kekuatan untuk membentuk pendapat umum atau yang biasa disebut
opini publik. Menurut Leonard [Link], dalam Sunarjo, 1984, pengertian opini publik adalah
sikap orang-orang mengenai sesuatu soal, dimana mereka merupakan anggota dari sebuah
masyarakat yang sama. Definisi ini menyebutkan bahwa opini publik itu berhubungan erat
dengan sikap manusia yaitu sikap secara pribadi maupun sebagai anggota kelompok. Doob
lebih jauh mengungkapkan bahwa yang membentuk opini publik adalah sikap pribadi
seseorang ataupun sikap kelompoknya,karena sikap ditentukan oleh pengalamannya, yaitu
pengalaman dari dan dalam kelompok itu pula. (Adrianto dan Soemirat, 2002 : 103-104)
Media massa mempunyai peranan yang sangat besar dalam mempengaruhi masyarakat
baik pengaruh positif maupun negatif. Seorang PR dapat menggunakan media massa dalam
mempengaruhi masyarakat untuk membangun citra yang positif dari perusahaan dan
membangun opini publik. Ada lima prinsip dasar yang menjadi pedoman praktisi public
relations atau humas dalam berhubungan dengan media massa yakni :
1.

Memperhatikan tenggat waktu (deadline) media massa.

2.

Jengan pernah berbicara bohong, bicara benar atau diam.

3.

Mengembangkan kedekatan dan hubungan akrab dengan media.

4.

Menjadi nara sumber yang berharga.

5.

Jangan membuka pertengkaran yang tak perlu. (Iriantara, 2005:92)

Bentuk Kegiatan Media Relations


Darmastuti (2012 : 180-186) menyebutkan bentuk kegiatan media relations dapat
dikelompokkan menjadi dua, yaitu kegiatan dalam bentuk acara (event) dan tulisan.
1. Press conference
Menurut penjelasan Darmastuti (2012 : 181) press conference merupakan sebuah
pertemuan para jurnalistik yang sengaja berkumpul untuk mendapatkan informasi
yang berhubungan dengan topik-topik yang sedang hangat dibicarakan.
2. Journalist tour
Journalist tour adalah suatu kegiatan mengajak media ikut serta melakukan
kunjungan ke tempat-tempat tertentu. Dengan adanya kunjungan tersebut selain

membina hubungan baik dengan wartawan juga dapat menambah wawasan para
wartawan.
3. Media gathering
Kegiatan media gathering

dilaksanakan

dengan

mengajak

wartawan

untuk

berkumpul, silahturahmi bersama, makan bersama. Pada saat media gathering sedang
berlangsung, mereka dapat saling bertukar informasi terbaru baik informasi tentang
perusahaan atau yang lainnya. Hal ini sesuai dengan penjelasan Darmastuti (2012 :
181) bahwa resepsi pers merupakan acara kumpul-kumpul para jurnalis dalam kondisi
santai dan menyenangkan serta biasanya dilakukan secara informal.
4. Press release
Press release adalah kegiatan media relations dalam bentuk tulisan yang dilakukan
setiap sebuah oraganisasi melakukan suatu kegiatan kepada media. Menurut
penjelasan. Warren K. Agee dkk. dalam Darmastuti (2012, h. 183) memberikan
pengertianpress release sebagai sebuah berita yang disusun oleh sebuah organisasi
yang menggambarkan kegiatannya.
Strategi Media Relations
1. By serving the media
Sebuah perusahaan/organisasi dintuntut melayani media dengan menjaga silahturahmi
yang baik, mengadakan acara yang melibatkan media, berkolaborasi dengan media
dalam mengadakan suatu acara sekaligus menyediakan narasumber yang dibutuhkan
oleh wartawan dalam menulis berita. Darmastuti (2012 : 156) menjelaskan
seorang PR dituntut untuk memberikan pelayanan kepada media massa sesuai yang
dibutuhkan oleh media massa tersebut. Dalam pelaksanaan hal-hal seperti media
gathering, mengirimkan press release secara reguler kepada media yang telah menjadi
partner, serta selalu bersedia menjawab apa yang ditanyakan oleh media ketika isu-isu
terkait perusahaan/organisasi bermunculan. Hal ini sesuai dengan penjelasan
Darmastuti (2012 : 156) pelayanan kepada media massa dapat berupa menyiapkan
jawaban serta memberikan jawaban maupun informasi yang dibutuhkan media massa,
serta memberikan salinan pers (press release). Yuniarti (2013 : 4) juga menjelaskan
membuat siaran pers untuk wartawan merupakan salah satu cara yang dilakukan
oleh Public relations dalam mencapai tujuan yang sebenarnya yakni memberikan
informasi dan mempengaruhi target audience. Menjawab pertanyaan-pertanyaan
wartawan juga hanya merupakan salah satu bagian dari aktivitas media relations.

2. By establishing a reputations for reliability


Selanjutnya adalah strategi PR menegakkan reputasi perusahaan supaya perusahaan
tetap dapat dipercaya. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah membangun
kepercayaan melalui media massa.
Untuk membangun citra yang baik, media massa berperan sebagai penentu apakah
perusahaan/organisasi akan dipandang baik oleh masyarakat atau tidak. Hal ini tidak
terlepas dari peran media sebagai corong informasi perusahaan/organisasi kepada
masyarakat. Oleh sebab itu, perlu menjalin silahturahmi yang baik dengan media dan
menganggapnya sebagai teman agar hubungan baik dengan media dapat tercipta.
Darmastuti (2012 : 158) menjelaskan cara lain untuk membentuk reputasi adalah
memberikan klarifikasi ketika perusahaan atau organisasi sedang mengalami suatu
permasalahan.
3. By supplying good copy
Strategi ketiga adalah dengan menyediakan naskah informasi yang baik. Naskah
informasi yang dikirimkan perusahaan/organisasi kepada media adalah press
release. Press release biasa dilengkapi dengan penguat seperti dokumentasi dan
foto. Press release biasa diberikan pada saat ada acara kepada wartawan dalam bentuk
cetak atau melalui e-mail.
Hal ini sesuai dengan penjelasan Darmastuti (2012 : 158) naskah informasi yang baik
bisa diberikan berdasarkan data-data yang sebenarnya dan disertai gambar atau
foto. Press release yang dikirimkan oleh perusahan berisi tentang acara-acara,
penghargaan yang diraih dengan menyebutkan siapa, penghargaan apa dan dalam
rangka apa dan sebagainya. Selain berisi fakta-fakta itu, press release juga disertai
dengan keterangan-keterangan tambahan diluar acara yang sedang berlangsung.
Darmastuti (2012 : 212) juga menjelaskan bahwa sebuah release harus menjawab
pertanyaan : siapa, apa, di mana, mengapa, dan kapan.
4. By cooperating in providing material
Karena kerja praktisi humas sangat berkaitan erat dengan wartawan, maka dua pihak
itu harus bekerja sama dengan baik. Seperti yang dijelaskan oleh Darmastuti (2012 :
158) bahwa strategi ini untuk menciptakan kerja sama yang baik antara PR dan media.

Kerjasama ini dapat terjadi melalui hubungan baik yang sudah terbina dengan baik
sehingga PR sudah mengerti bagaimana media massa yang dituju mengangkat suatu
isu, melalui sudut pandang seperti apa dan sebagainya. Hal ini akan meminimalkan
perbaikan atau revisi yang berulang kali.
5. By providing verification facilities
Perusahaan/organisasi harus menyediakan fasilitas berupa media kit yang berisi press
release, brosur atauflyer, profil perusahaan dan souvenir untuk wartawan. Kemudian
untuk fasilitas lain bisa berupa seperti akses internet atau media room. Darmastuti
(2012 : 159) menjelaskan tujuan strategi ini adalah agar para pekerja media merasa
nyaman dalam bekerja atau ketika meliput perusahaan. Yunarti (2013 : 15)
menjelaskan pelayanan menjadi hal yang utama yang dilakukan oleh seorang
PR apabila berhubungan dengan wartawan. Pelayanan tersebut akan mengakibatkan
wartawan betah untuk berinteraksi dengan PR yang bersangkutan, dan dapat
memenuhi kebutuhan wartawan saat peliputan. Pelayanan yang dimaksud adalah
berupa pelayanan fasilitas dan informasi.
6. By building personal relationship with the media
Strategi berikutnya adalah strategi membangun hubungan secara personal
antara PR dengan media massa. Sesuai dengan penjelasan Darmastuti (2012 : 159),
membangun hubungan baik dengan wartawan melalui sms, e-mail atau media sosial
untuk menyapa dan menanyakan kabar.
Faktor

kunci

keberhasilan

hubungan media

relations yang

dilakukan

oleh

perusahaan/organisasi adalah komunikasi. Komunikasi antarpersonal menjadi penting


ketika kita ingin membangun sebuah hubungan yang baik. Ketika wartawan datang
meliput acara pada perusahaan/organisasi, mereka melayani dan mendampingi
wartawan selama liputan dan komunikasi tetap dilanjutkan setelah acara selesai.
Seperti yang dijelaskan oleh Darmastuti (2012 : 159) dasar membangun hubungan
baik dengan media adalah saling terbuka dan saling menghormati.
Media harus dijadikan sebagai teman karena nama baik oleh perusahaan/organisasi
juga bergantung pada media. Jika tidak menjalin hubungan yang baik dengan mereka,
maka opini yang terbentuk di masyarakat akan jelek dan merugikan bagi

perusahaan/organisasi. Darmastuti (2012 : 160) mengatakan ini adalah faktor saling


mengerti dan saling menghormati antara profesi PR dan wartawan.
Pernyataan narasumber internal itu ditambahkan oleh narasumber ahli, dimana
keterbukaan terhadap media ada batasannya, informasi apa yang boleh dibuka dan
tidak boleh. Namun jangan menjadikan perusahaan kita tertutup terhadap media
karena akan membawa dampak yang buruk.
Tujuan media relations bagi organisasi, yaitu :
1. Untuk memperoleh publisitas seluas mungkin mengenai kegiatan serta langkah
lembaga/organisasi yang baik untuk diketahui umum.
2. Untuk memperoleh tempat dalam pemberitaan media (liputan, laporan, ulasan tajuk
yang wajar, obyektif dan seimbang) mengenai hal-hal yang menguntukan
lembaga/organisasi.
3. Untuk memperoleh umpan balik dari masyarakat mengenai upaya dan kegiatan
lembaga/organisasi.
4. Untuk melengkapi data/informasi bagi pimpinan lembaga organisasi bagi keperluan
pembuatan penilaian (assesment) secara tepat mengenai situasi atau permasalahan
yang mempengaruhi keberhasilan lembaga/perusahaan.
5.

Mewujudkan hubungan yang stabil dan berkelanjutan yang dilandasi oleh rasa saling
percaya dan menghormati. (Rachmadi, 1882 : 56)
(Wardhani, 2008 : 13)

Daftar Pustaka
Darmastuti, R. (2012). Media Relations : Konsep, Strategi & Aplikasi. Yogyakarta: C.V Andi
Offset.
Fariani, Silvia Rita dan Widodo Aryanto. (2009). Panduan Praktisi PR. Jakarta: Elex Media
Komputindo.
Iriantara, Yosal. (2005). Public Relations: Konsep, Pendekatan, dan [Link]:
Simbiosa Rekatama Media.
Morissan.

(2010). Manajemen

Public

Relations:

Strategi

Menjadi

Humas

Profesional. Jakarta: Kencana.


Nurudin. (2008). Hubungan Media Konsep dan Aplikasi. Jakarta:Raja Grafindo Persada.
Pratyaksa, I. G. (2012). Peranan Media Massa dan Opini Publik dalam Membangun Isu-isu
Kontroversial. Jurnal Ilmiah Ilmu Agama dan Sosial Budaya.
Soemirat, Soleh dan Adrianto, Elvinaro. (2002). Dasar-Dasar Public [Link].
Remaja Rosdakarya.
Yuniarti, T. (2013). Strategi Media Relations Public Relations PT Lippo Cikarang,
Tbk. Jurnal Makna, 1-18.
Wardhani, Diah. (2008). Media Relations: Sarana Membangun Reputasi Organisasi. Jakarta:
Graha Ilmu.

Anda mungkin juga menyukai