0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
46 tayangan5 halaman

Panduan Bantuan Hidup Dasar untuk Mahasiswa

1. Dokumen ini membahas tentang Satuan Acara Pembelajaran (SAP) mata kuliah Pendidikan Dalam Keperawatan (PDK) mengenai Bantuan Hidup Dasar (BHD). 2. SAP ini berisi tujuan, materi, metode, dan evaluasi pembelajaran BHD yang mencakup pengertian, tujuan, dan langkah-langkah melakukan BHD. 3. Mahasiswa akan diajarkan tentang BHD melalui ceramah, tanya jawab, dan praktek

Diunggah oleh

LENNY
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
46 tayangan5 halaman

Panduan Bantuan Hidup Dasar untuk Mahasiswa

1. Dokumen ini membahas tentang Satuan Acara Pembelajaran (SAP) mata kuliah Pendidikan Dalam Keperawatan (PDK) mengenai Bantuan Hidup Dasar (BHD). 2. SAP ini berisi tujuan, materi, metode, dan evaluasi pembelajaran BHD yang mencakup pengertian, tujuan, dan langkah-langkah melakukan BHD. 3. Mahasiswa akan diajarkan tentang BHD melalui ceramah, tanya jawab, dan praktek

Diunggah oleh

LENNY
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.

SATUAN ACARA PEMBELAJARAN (SAP)

BANTUAN HIDUP DASAR


MK : PENDIDIKAN DALAM KEPERAWATAN (PDK)
PEMBIMBING : SYAIFUL GUNARDI, Skep, Ns.

OLEH :

LENNY INDRA
NPM : 08150100004

SEKOLAH TINGGI ILMI KESEHATAN INDONESIA MAJU


(STIKIM) JAKARTA
2016

SATUAN ACARA PEMBELAJARAN


Mata Kuliah
Topik
Sasaran
Waktu
Tempat

: Pendidikan Dalam Keperawatan (PDK)


: BHD
: Mahasiswa
: Sabtu, 27 Agustus 2016
: Ruang Kelas

1.

Standar Kompetensi
:
Mampu menjelaskan tentang BHD

2.

Kompetensi Dasar
:
a. Mengetahui pengertian BHD
b. Mengetahui tujuan dilakukan BHD
c. Melakukan tindakan BHD (Langkah-langkah melakukan BHD)

3.

Pokok Bahasan

4.

Sub Pokok Bahasan


:
a. Pengertian BHD
b. Tujuan BHD
c. Langkah-langkah BHD

5.

Waktu

: 15 menit

6.

Bahan/Alat

: LCD, phantom

7.

Metode

: Ceramah, tanya jawab, praktek

8.

Persiapan
:
a. Pengertian BHD
b. Tujuan dilakukan BHD
c. Cara melakukan BHD (Langkah-langkah melakukan BHD)

9.

Kegiatan

: Edukasi Bantuan Hidup Dasar

PROSES
Pendahuluan

Penyajian

PROSES

TINDAKAN
Kegiatan Pembelajaran
Memberikan
salam
pembuka dan perkenalan
diri

Menjelaskan tujuan
Menjelaskan
pengertian
BHD, Tujuan BHD, Cara
melakukan BHD
Memberi pertanyaan

TINDAKAN
Kegiatan Pembelajaran

Kegiatan Peserta
Membalas salam

WAKTU
2 menit

Mendengarkan
Mendengarkan

10 menit

Memberi
Kegiatan Peserta

WAKTU

Penutup

10. Materi

kepada
peserta
untuk
penjelasan
dan
menjelaskan tentang BHD
belajar aktif
Memberi
kesempatan Menanyakan
hal
kepada
peserta
untuk
yang belum jelas
bertanya
Menjawab pertanyaan
Mendengarkan
jawaban
Menyimpulkan
hasil Mendengarkan
3 menit
penyuluhan
hasil kesimpulan
Memberikan
salam
dan
ikut
penutup
menyimpulkan
Membalas salam
: Terlampir

11. Evaluasi
:
a. Mengajukan pertanyaan lisan
Tes Awal : Apa itu BHD?
Tes Akhir : Langkah-langkah BHD, praktek?
b. Observasi
Respon tingkah laku peserta saat diberi pertanyaan, apakah diam atau
menjawab (benar atau kurang tepat)
Peserta antusias atau tidak
Peserta mengajukan pertanyaan atau tidak
12. Referensi

: AHA 2015

MATERI

: BANTUAN HIDUP DASAR

A. Pengertian BHD
Bantuan Hidup Dasar adalah Serangkaian usaha awal untuk mengembalikan fungsi
pernafasan dan atau sirkulasi pada seseorang yang mengalami henti nafas dan atau
henti jantung (cardiac arrest).
B.

Tujuan dilakukan BHD


1. Mencegah berhentinya sirkulasi atau berhentinya penafasan
2. Memberikan bantuan eksternal terhadap sirkulasi dan ventilasi pada pasien yang
mengalami henti jantung atau henti nafas melalui Resusitasi Rantung Paru (RJP)

C.

Langkah-Langkah BHD
1. Amankan lokasi kejadian
2. Mengecek kesadaran korban (dengan menepuk bahu dan memnaggil korban),
jika tidak ada reaksi, teriaklah untuk mendapat pertolongan terdekat (Aktifkan
sistem tanggap darurat melalui perangkat bergerak (jika tersedia)
3. Perhatikan nafas apakah berhenti atau tersengal dan periksa denyut jantung
(secara bersamaan) apakah denyut benar-benar teraba dalam 10 detik
a. Bernafas Normal, ada denyut : aktifkan sistem tanggapan darurat (jika belum
dilakukan), kembali pada korban, pantau hingga tenaga medis tiba.
b. Bernafas tidak normal, ada denyut : Berikan nafas buatan, 1 nafas buatan setiap
3-5 detik atau sekitar 12-20 kali/menit, periksa denyut tiap 2 menit, jika denyut
hilang lakukan kompresi (CPR)
4. Jika Tidak bernafas, tidak ada denyut lakukan kompresi 30 : 2
5. Penolong berlutut disamping korban, ditempat yang keras dan datar (jika
ditempat tidur angkat kasur dan pasang backboard (papan resusitasi)
6. Membuka Jalan nafas (Airway), Gunakan head tilt-chin lift untuk membuka jalan
nafas pada pasien tanpa ada trauma kepala dan leher dan gunakan jaw trust untuk
suspek cedera servikal
7. Nafas bantuan (Breathing)dengan rasio 30 compresi, 2 ventilasi
8. Ulangi kegiatan 5 siklus atau sekitar 2 menit
9. Jika korban sadar miringkan dengan posisi mantap sampai bantuan datang.

D. RJP diberikan dengan High-Quality CPR (AHA, 2015)


1. Rate at least 100-120 x/ min
Kecepatan kompresi adekuat 100 120 x / menit.
2. Compression depth at least 2 inches (5 cm)
Kedalaman pada dewasa 2 inch (5 cm )
3. Allow complete chest recoil after each compression
Memungkinkan recoil penuh setelah dilakukan kompresi
4. Minimize interruptions in chest compression
Minimalkan jeda sat kompresi tidak lebih dari 10 detik
5. Avoid excessive ventilation
Hindari memberikan ventilasi yang berlebihan pada saat memerikan nafas buatan.
E.

RJP dihentikan
1. Kembalinya sirkulasi dan ventilasi spontan
2. Ada yang lebih bertanggung jawab
3. Penolong lelah atau sudah lebih dari 30 menit tidak ada respon
4. Adanya DNAR

5. Tanda kematian yang ireversibel


F.

RJP tidak dilakukan/DNAR (Do Not Attempt Resescitation)


1. Tanda kematian (rigor mortis)
2. Sebelumnya dengan fungsi vital yang sudah sangat jelek dengan terapi
maksimum
3. Bila menolong korban akan membahayakan penolong

G. Komplikasi RJP
1. Nafas Buatan menimbulkan : inflasi gaster, regurgitasi dan mengurangi volume
atau hiper ventilasi.
2. Bila terjadi inflasi gaster perbaiki jalan nafas, hidari tidal volum yang besar dan
laju nafas yang cepat.
3. Fraktur iga dan sternum (sering terjadi terutama pada orang tua)
4. RJP tetap dilakukan walaupun terasa ada fraktur iga (posisi tangan salah)
2. Laserasi hati dan limpa posisi tangan yang terlalu rendah akan menekan prosesus
xipoideus kearah hepar/ limpa

Anda mungkin juga menyukai