0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
71 tayangan7 halaman

Peningkatan Kualitas Permukiman Kumuh

Konsep penataan atau perbaikan kualitas pemukiman kumuh (Slum Upgrading) adalah salah satu strategi penanggulangan kemiskinan masyarakat di perkotaan (RMK), yang mulai populer diperkenalkan di negara-negara berkembang pada sekitar tahun 1990-an. Pada masa itu, kota-kota di Asia, Afrika dan Amerika Latin menghadapi persoalan pelik dari urbanisasi, dan penggusuran meningkat tajam, yang membuat masalah kemiskinan menjadi kompleks. Pendekatan pemberdayaan ekonomi dinilai tidak cukup memecahkan akar persoalan kemiskinan. Bahkan, cenderung menjadi perangkap bagi orang miskin maupun pengelola program pengentasan kemiskinan. Pada akhirnya, pendekatan holistik dan terpadu menjadi tuntutan yang tidak bisa dielakkan. Pendekatan ini kemudian dijadikan paradigma baru pengembangan kota yang berkeadilan sosial (sustainable of the city). PBB melalui UN Habitat juga merekomendasikan konsep ini sebagai alternatif penyelesaian sengketa tata ruang dan pemukiman kota.

Diunggah oleh

TengkuAhmadFauzan
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
71 tayangan7 halaman

Peningkatan Kualitas Permukiman Kumuh

Konsep penataan atau perbaikan kualitas pemukiman kumuh (Slum Upgrading) adalah salah satu strategi penanggulangan kemiskinan masyarakat di perkotaan (RMK), yang mulai populer diperkenalkan di negara-negara berkembang pada sekitar tahun 1990-an. Pada masa itu, kota-kota di Asia, Afrika dan Amerika Latin menghadapi persoalan pelik dari urbanisasi, dan penggusuran meningkat tajam, yang membuat masalah kemiskinan menjadi kompleks. Pendekatan pemberdayaan ekonomi dinilai tidak cukup memecahkan akar persoalan kemiskinan. Bahkan, cenderung menjadi perangkap bagi orang miskin maupun pengelola program pengentasan kemiskinan. Pada akhirnya, pendekatan holistik dan terpadu menjadi tuntutan yang tidak bisa dielakkan. Pendekatan ini kemudian dijadikan paradigma baru pengembangan kota yang berkeadilan sosial (sustainable of the city). PBB melalui UN Habitat juga merekomendasikan konsep ini sebagai alternatif penyelesaian sengketa tata ruang dan pemukiman kota.

Diunggah oleh

TengkuAhmadFauzan
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Konseppenataanatauperbaikankualitaspemukimankumuh(SlumUpgrading)adalahsalah

satu strategi penanggulangan kemiskinan masyarakat di perkotaan (RMK), yang mulai populer
[Link],kotakotadi
Asia, Afrika dan Amerika Latin menghadapi persoalan pelik dari urbanisasi, dan penggusuran
meningkattajam,[Link]
[Link],cenderungmenjadi
[Link],
[Link]
dijadikanparadigmabarupengembangankotayangberkeadilansosial(sustainableofthecity).PBB
melaluiUNHabitatjugamerekomendasikankonsepinisebagaialternatifpenyelesaiansengketatata
ruangdanpemukimankota.
Pada konsep ini, permukiman informal ditingkatkan secara bertahap, diinformalkan dan
dijadikan bagian dari kota, melalui perluasan jasa pelayanan ekonomi, sosial, kelembagaan dan
[Link]
bicaratentangairbersih,drainase(goronggorong)atauperumahan,tapilebihbanyakmemberikan
perhatianpadabagaimanamenggerakankegiatansosialekonomi,kelembagaandankomunitasagar
kehidupan masyarakat dapat terangkat. Kegiatan ini perlu ditangani secara bersamasama dengan
pihakpihakyangterlibatbaikwargapenghuni,kelompokmasyarakat,pengusahadanpemerintah
(tingkat pusat dan daerah). Salah satu komponen utama dalam peningkatan permukiman kumuh
adalah dengan meningkatkan status tanah atau status administrasi permukiman sehingga dapat
menjadibagiandarikota.
Alasanutamapeningkatanpermukimankumuhadalahagarmasyarakatmempunyaihakdasar
untuk hidup dengan martabat dan dalam kondisi yang layak. Meskipun kebanyakan masyarakat
permukimankumuhadalahmigran,bukanalasanuntuktidakmemberikanpeluanghidupyangbaik.
Ditingkatyanglain,menjadiperhatiankotauntukmeningkatkanpermukimankumuhdanmencegah
[Link],
makapemerintahdapatkehilangankendaliataspenduduktersebutdanpermukimankumuhtersebut
menjadi daerah dengan tingkat kejahatan tinggi dan kemungkinan penularan penyakit yang
[Link]

Meningkatkanketerlibatanmasyarakatdalamkotatermasukmengatasimasalahillegalitas,
hambatan mengakses jasa pelayanan kota, akses ke kredit dan perlindungan sosial bagi

kelompokmasyarakatrentan
Mendorong pengembanganekonomi peningkatanpermukimankumuh dapat mendorong
sumberdayaekonomiyangada

Menjawabisukotatentangpenurunankualitaslingkungan,peningkatansanitas,penarikan

investasidanmenurunkantingkatkejahatan
Meningkatan kualitas kehidupan. Peningkatan permukiman kumuh meningkatkan kualitas
kehidupan komunitas dan kota secara keseluruhan dengan memberikan kejelasan status

kewargakotaan,peningkatkankualitashidup,meningkatkankeamanandankepastiantinggal.
Meningkatkanpenyediaanhunianbagimasyarakatmiskindenganketerlibatanmasyarakat
merupakancarapalingefektifkarenadapatdilakukandalamskalabesardenganbiayarendah.
DiAsiadanPasifik,adaduaorganisasiyangcukupterkenalmemperjuangkanhakhakatas

perumahan,danbermitradenganUNHabitat,yakniACHR (AsianCoalitiononHousingRigths)
berkedudukandiBangkok,danCOHRE(CentreonHousingRightsandEvictions)berkedudukandi
Pnom Penh. Selain itu adalah HIC, Habitat International Coalition, sebuah jaringan global yang
[Link]
Tenggara,termasukUPC(UrbanPoorConsortium)Jakartasaatinisedangmengembangkanprogram
ACCA(AsianCoalitionforCommunityAction).Proyekinimenfasilitasirakyatmiskinkotauntuk
membuat skema perbaikan (upgrade) perumahan dan infrastruktur secara partisipatif. Para pegiat
proyekinimeyakinibahwacaracarapenataanpemukimanyangalternatif(progresif)danadilinibisa
menjadimasukanmaupunmodelpemerintahkotadalammengembangkankebijakanpenataanruang
dimasadepan.
Konsep penataan kampung mencakup pengertian perbaikan kualitas pemukiman kumuh
(slumupgrading),yangmencakupaspeksosial,ekonomi,ekosistemdaninfrastrukturdarisebuah
[Link],sebuahperencanaanpenataankampungmemerlukananalisisyangcermat
[Link]
[Link]
mengenai hal ini adalah penataan pemukiman di bantara Kali Code Yogyakarta. Berkat dedikasi
RomoMangunwijaya,sertadukunganakademisidanpemerintahdaerah,wargayangbermukimdi
bantaranKaliCodedapatmenikmatitatakampungyangjauhlebihbaik,danmanusiawidibandingkan
[Link]
kampungyangdirinciolehUNHabitat,seperti:

Pertama, legalisasi status kepemilikan terhadap situs lahan dan perumahan, termasuk

regularisasiterhadapperjanjiansewauntukmenjaminmasaperbaikan.
Kedua, penyediaan atau perbaikan pelayanan teknis, misalnya air bersih, limbah dan

pengelolaanlimbahcair,sanitasi,listrik,trotoarjalan,peneranganjalan.
Ketiga, penyediaan atau perbaikan infrastruktur sosial seperti sekolah, klinik, pusat

komunitas,tamanbermain,kawasanhijau.
Keempat,perbaikanlingkunganfisik,termasukrehabilitasi/peningkatanstokperumahanyang
ada.

Kelima, jika dianggap perlu, pembangunan unit rumah baru termasuk dalam skema up

grading.
Keenam, desain ulang rencana pembangunan pemukiman, termasuk, penataan ulang situs

lahandanpolajalansesuaidengankebutuhaninfrastruktur.
Ketujuh,perubahankerangkakebijakanatauperaturanyanglebihsesuaidengankebutuhan
dankesempatanyangtersediabagiorangmiskin.

Program
Adapun beberapa contoh program peningkatandanperbaikan kualitas permukimankumuh (Slum
Upgrading)yangadadiIndonesiaadalah
1. KampungImprovementProgram(KIP)Indonesia
Program KampungImprovement Program (KIP) dipelopori Indonesia di kota Jakarta dan
Surabayapadatahun1969danmenjadiprogramnasionaldikotakotaIndonesiadengandukungan
Bank Dunia. Pada awalnya dilakukan secara topdown tapi dalam perkembangannya semakin
melibatkanmasyarakatdalamprosespengambilankeputusan.DiJakartalebihdari500kampungyang
meliputi 3.8 jutapendudukdiperbaiki melalui KIP. Namunkritik utama terhadap KIPdi Jakarta
[Link]
[Link]
Surabaya, program KIP berhasil dikembangkan menjadi KIP Komprehensif yang melibatkan
masyarakatmelaluipendekatanTriDaya(sosial,ekonomidanfisiklingkungan)danmengupayakan
ijin bangunan dan sertifikasi tanah. Pemerintah Daerah Surabaya bekerja sama dengan Institut
Teknologi Sepuluh November Surabaya (ITS) dalam pengembangan konsep dan program ini.
Keterlibatan masyarakat diwujudkan dalam bentuk pengorganisasian Dewan atau Badan
[Link]
berhasilmendapatpenghargaaanTheAgaKhanAwardforArchitecture(1986),theUNEPAward
(1990),theHabitatAward(1991).ProgramKIPSurabayabanyakditiruolehkotadannegaralain,
sepertiPekalongan,[Link].
ProgramKIPdiIndonesiamasihdilanjutkandiSurabaya.
Ditingkatnasionalprogramsemacaminidiadopsidenganberagamnamatergantungkemasan
proyekdandonormisalnyaPeningkatanKualitasKampung,BedahKampung,NUSSP,P2KPdsb
yang dilakukan oleh instansi penerima bantuan. Belum ada kebijakanstrategi dan rencana aksi
[Link]
untuk program peningkatan kualitas permukiman kumuh menjadi semakin besar setelah otonomi
daerah. Beberapa kota berhasil melakukan program peningkatan permukiman kumuh dengan
pendekatanyangkomprehensifdanmensinergikansumberdayayangadamisalnyaSurabaya,Solo

dan Pekalongan. Bahkan kota Pekalongan dan Solo sudah pernah mendapatkan predikat Good
PracticedaripanitiaDubaiAwardforBestPracticesinImprovingtheLivingEnvironmenttahun
2008.
2. ProgramBaanMankong,Thailand
Community Organizations Development Institute (CODI) adalah organisasi publik
independenyangdibentukpemerintahThailand(dibawahKementerianPembangunanSosial)pada
tahun 2000 dengan menggabungkan Urban Community Development Office (UDCO) dan Rural
DevelopmentFund(RDF).MenurutSomsookBoonyabancha,DirekturEksekutifCODI(20002009),
CODIjustrubelajardariprogramKIPIndonesiadanmengembangkannyasesuaidengankebutuhan
dan budaya masyarakat Thailand. Program Baan Mankong, yang berarti secure housing atau
perumahan aman, diluncurkan pada tahun 2003. Program ini menempatkan komunitas dan
jaringannyasebagaipusatdariprosespengembangansolusiyangkomprehensifuntukmasalahtanah
[Link]
denganpengelolaanprogramberbasismasyarakat,dimanamasyarakatmenjadipelaksanakegiatan
yang mereka rencanakan dan prakarsai, dengan dukungan dari sistem jaringan komunitas, LSM,
akademisidaninstitusipendidikan.Ada5strategiyangditerapkandalamprogramBaanMankong:1)
peningkatanpermukimankumuhyangdisebutinsitu,2)reblockingataulandreadjustment,3)land
sharingdimanaadaperjanjiansewaatauperjanjianpemanfaatantanahantarapemiliktanahdengan
masyarakat,4)rekonstruksiataupembangunankembalidan5)[Link]
digunakan6pendekatanyaitu:
Proyekujicobayangdapatmenjadipercontohandandikunjungimerekayanginginbelajardari

pengalamanproyektersebut.
Pengembanganpusatpembelajarandibeberapakotayangsudahberhasilmelakukanpeningkatan

kualitaspermuimankumuh
Peresmianproyekyangdapatdikunjungidandilihatbanyakorang
Pertukaranpengalamanantarpelakupembangunanpermukimankumuh

BestPractice
Adapuncontohpenerapanpenataandanpeningkatankualitaspermukimankumuh(SlumUpgrading)
dibeberapawilayahadalah
1. KawasanPercontohan,OPPKarachi
Salahsatu model penataan kampung yangbanyakdirujuk para perencana kota dan LSM
adalahProyekPercontohanKawasanOrangi(OrangiPilotProject).Orangiadalahpemukimanyang
terbesardariKarachi,Pakistan,yangberpenghasilanrendah.Pendudukperumahansekitar1jutajiwa.
Berkat inisiatif dari sebuah LSM berbasis lokal yang menggagas Orangi Pilot Project (OPP),
penduduk meningkatkan akses mereka terhadap layanan lingkungan, perawatan kesehatan dan
kesempatankerjalebihdarisatudekade.Padatahun1980,OPPmulaibekerjamenyelesaikanprogram

sanitasiyangmurah,kemudianpadatahun1993berhasildiinstalasisalurandrainasepemukimanyang
melayanilebihdari70.000daritotalsekitar94.000rumahtangga.
Setelah keberhasilan program sanitasi, upayaupaya masyarakat lainnya dikembangkan,
termasuk kesehatan dasar dan program keluarga berencana, program kredit untuk usaha keluarga
kecil,programrenovasiperumahanyangmurah,programpeningkatankondisifisikdanakademikdi
sekolah,programpemberdayaanperempuan,[Link]
[Link]
bahwaorangorangyangterorganisirdalamkelompokkelompokkecildapatmembantudirimereka
sendiri, dan bahwa jika organisasi sosial dan ekonomi dalam masyarakat diperkuat, layanan dan
kondisimaterialakansemakinmembaik.
DalamOrangi,wargaterorganisirdalamkelompokkelompok20sampai40keluargayang
tinggaldisepanjangjalanyangsamadanumumnyasalingmengenaldanpercayasatusamalain.
Setiap kelompok dipilih seorang manajer program, yang secara resmi menerapkan OPP untuk
melakukanbantuanasistensi,mengumpulkanuang(menabung),menerimaperalatandanpekerjaan
konstruksi secara terorganisir. Meskipun miskin, penduduk Orangi termotivasi tidak hanya untuk
membayar perbaikan sistem pembuangan limbah, tetapi juga untuk memikul tanggung jawab
[Link]
suatu investasi yang signifikan, dan dengan kesadaran bahwa buruknya fasilitas sanitasi akan
[Link],antara80dan90persendaripekerjaan
yangdiperlukanuntukmembangunsistemsaluranpembuangandilaksanakanolehwarga,sementara
pemerintah Karachi hanya bertanggung jawab untuk penyediaan saluran utama dan tanaman
pengobatandanpenghijauan.
OPPberhasilsecaradrastismengurangibiayakonstruksidenganmenyederhanakandesain
[Link],teknologisanitasitidakhanyaterjangkau,tetapijugamudah
[Link]
pembuanganakanditata,danmemastikanpembangunansistemyangkoherendanbisaditerapkan.
[Link]
rincimendahuluikegiatan,danprosesimplementasiterusmenerusditinjausehinggadapatdilakukan
penyesuaianyangdiperlukan.
2. RenovasiKampungStrenkali,Surabaya
Penerapan konsep alternatif penataan pemukiman warga di sepanjang bantaran Kali Mas
WonokromoatauStrenKalidiSurabayatidakterlepasdarimodelyangdikembangkanolehRomo
[Link]
tahunawal2000an,ketikaprogramNormalisasiKaliMasdicanangkanolehpemerintahJawaTimur

membawa dampak buruk penggusuran paksa di beberapa titik pemukiman dan sektor informal
sepanjangKaliMas.
Padatahun2002,UrbanPoorConsortium(UPC)JakartadanJaringanRakyatMiskinKota
(Uplink Indonesia) memulai dengan melakukan pemetaan, pendataan dan pengembangan konsep
alternatif penggusuran atau pun relokasi. Secara terorganisasi, warga membentuk Paguyuban,
[Link](aliansi)
pendukung di tingkat lokal, nasional dan internasional. Di tingkatan lokal dan nasional, UPC
memobilisasidukungandariOrnop,KomnasHAM,Akademisi(sosiolog,ekolog,arsitek,planolog,
hidrolog)untukmenyusunkonsepalternatifyangmeyakinkanpemdaJatim.Selamakuranglebih5
tahun,wargastrenkalimengkampanyekanRenovasiYes,RelokasiNo.
Dengan dukungan berbagai pihak itu, advokasi politik di birokrasi (Kimpraswil) dan
parlemen di tingkat lokal dan nasional, menghasilkan sebuahRancangan Perda (Ranperda) untuk
[Link](Pansus),Ranperdatersebutakhirnyadisahkanoleh
Mendagri.Modelrenovasipemukimanwargastrenkalimeliputi8kelurahanyangdihunisekitar926
[Link],beberapa
pemukimansudahdigusurolehPemerintahKotasepertidiJagir,limakelurahanyangteroganisasi
[Link]
wargamenatapemukimannyasendirisecaraswadaya.
Saat ini Paguyuban Warga Stren Kali Surabaya melalui UPC Jakarta bekerjasama dalam
program ACCA (Asia Coalition for Community Action). Skema program tersebut memberikan
stimulankepadawargauntukmerenovasirumahdengansistimdanabergulir,pembangunanbalai
warga, pengembanganteknologi pengelolaan air bersih, pengelolaan sampahkomunal danrumah
tangga,sertapembangunaninfrastrukturdalamskalakecil.

DaftarPustaka:
COHRE,HumanRigthsandSlumUpgrading:GeneralIntroductionandCompilationofCaseStudies,
2005

Paguyuban Warga Stren Kali, Renovasi, Sebuah Usulan Alternatif Warga Stren Kali,
PresentasiPansus,Mei2007
Winayati. 2010. Menuju Kota Bebas Kumuh. Dalam
[Link] Diakses
padahariSenin,02Maret2015

[Link]

Common questions

Didukung oleh AI

Perbedaan antara metode top-down dan berbasis masyarakat terletak pada siapa yang mengatur dan menjalankan proyek. Metode top-down biasanya diatur oleh pemerintah atau lembaga donor, tanpa banyak melibatkan masyarakat setempat. Dalam program penataan kampung di Indonesia seperti KIP, awalnya menggunakan metode ini tapi semakin melibatkan masyarakat. Di Thailand, program Baan Mankong menggunakan pendekatan berbasis masyarakat di mana komunitas dan jaringannya menjadi pusat pengembangan solusi, memungkinkan pengelolaan yang lebih sesuai dengan kebutuhan lokal .

Upaya revitalisasi kampung di sepanjang Kali Mas di Surabaya mencerminkan kebutuhan akan pendekatan alternatif dalam penataan karena proyek normalisasi sungai mengakibatkan penggusuran paksa. Model ini melibatkan warga dalam pembentukan Paguyuban dan advokasi politik, sehingga mereka dapat menata pemukimannya sendiri secara swadaya. Dukungan dari berbagai pihak dan tekanan politik menghasilkan kebijakan yang mendukung penataan kampung secara manusiawi tanpa relokasi paksa .

Prinsip dasar dalam penataan kampung yang dipromosikan oleh UN Habitat dan diterapkan di Kali Code termasuk legalisasi status kepemilikan lahan, perbaikan pelayanan teknis (seperti sanitasi dan listrik), penyediaan infrastruktur sosial (seperti sekolah dan klinik), perbaikan lingkungan fisik, dan jika perlu, pembangunan unit rumah baru. Selain itu, ada desain ulang rencana pembangunan pemukiman dan perubahan kebijakan yang lebih sesuai dengan kebutuhan masyarakat miskin .

Strategi program Baan Mankong mencakup peningkatan permukiman kumuh secara in-situ, reblocking atau penyesuaian lahan, land sharing antara pemilik tanah dan masyarakat, rekonstruksi, serta relokasi. Pendekatan ini berfokus pada partisipasi komunitas dan mengutamakan solusi yang sesuai dengan konteks lokal, berupaya menggantikan perencanaan top-down dengan pengelolaan berbasis masyarakat .

Faktor utama yang mendukung keberhasilan program perbaikan permukiman kumuh di Surabaya meliputi keterlibatan masyarakat melalui pengorganisasian Dewan atau Badan Pemberdayaan Masyarakat, dukungan dari institusi pendidikan seperti ITS, serta pendekatan komprehensif Tri-Daya yang mencakup aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan fisik. Program ini juga berhasil mendapatkan pengakuan internasional, yang mendorong replikasi di kota dan negara lain .

Pendekatan partisipatif meningkatkan efektivitas program Slum Upgrading dengan melibatkan masyarakat dalam proses pengambilan keputusan dan pengembangan solusi, seperti yang terlihat dalam program ACCA yang menfasilitasi rakyat miskin kota untuk membuat skema perbaikan perumahan dan infrastruktur. Partisipasi ini membuat program lebih sesuai dengan kebutuhan lokal dan membangun rasa kepemilikan sehingga masyarakat lebih termotivasi untuk berkontribusi dan memelihara hasil perbaikan .

Model Orangi Pilot Project menunjukkan pentingnya peran masyarakat dalam proyek penataan perumahan kumuh melalui keterlibatan aktif mereka dalam perencanaan dan pelaksanaan, seperti pembayaran dan perawatan sistem pembuangan limbah. Masyarakat terorganisir dalam kelompok-kelompok yang mengelola proyek, menunjukkan bahwa keberhasilan programa sangat bergantung pada kapasitas mereka untuk bekerja sama berdasarkan kepercayaan dan kebutuhan yang dirasakan .

Manfaat dari konsep penataan atau perbaikan kualitas pemukiman kumuh (Slum Upgrading) termasuk meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam kota dengan mengatasi masalah illegalitas dan hambatan mengakses layanan kota, mendorong pengembangan ekonomi, menjawab isu penurunan kualitas lingkungan, meningkatkan kualitas hidup komunitas dan kota, serta meningkatkan penyediaan hunian dengan keterlibatan masyarakat. Semua ini meningkatkan kualitas hidup dan memberikan kejelasan status kewarganegaraan serta meningkatkan keamanan .

Kota-kota perlu mencegah pembentukan permukiman kumuh baru dan meningkatkan yang sudah ada untuk menjaga kendali sosial dan ekonomi, mencegah peningkatan kejahatan, penyakit, dan berbagai masalah sosial lainnya yang dapat berdampak pada seluruh kota. Selain itu, peningkatan permukiman kumuh dapat memperbaiki kualitas hidup, dan memberikan akses terhadap layanan yang layak bagi penduduk, serta mendorong pembangunan ekonomi .

Urban Poor Consortium dan Jaringan Rakyat Miskin Kota berperan dalam pemetaan, pendataan, dan penyusunan konsep alternatif untuk menggantikan penggusuran paksa di Strenkali. Mereka memfasilitasi pembentukan Paguyuban Warga dan bekerja sama dengan warga dan berbagai aliansi untuk advokasi kebijakan yang mengedepankan renovasi pemukiman dibanding relokasi, yang pada akhirnya diadopsi dalam Rancangan Perda .

Anda mungkin juga menyukai