Konseppenataanatauperbaikankualitaspemukimankumuh(SlumUpgrading)adalahsalah
satu strategi penanggulangan kemiskinan masyarakat di perkotaan (RMK), yang mulai populer
[Link],kotakotadi
Asia, Afrika dan Amerika Latin menghadapi persoalan pelik dari urbanisasi, dan penggusuran
meningkattajam,[Link]
[Link],cenderungmenjadi
[Link],
[Link]
dijadikanparadigmabarupengembangankotayangberkeadilansosial(sustainableofthecity).PBB
melaluiUNHabitatjugamerekomendasikankonsepinisebagaialternatifpenyelesaiansengketatata
ruangdanpemukimankota.
Pada konsep ini, permukiman informal ditingkatkan secara bertahap, diinformalkan dan
dijadikan bagian dari kota, melalui perluasan jasa pelayanan ekonomi, sosial, kelembagaan dan
[Link]
bicaratentangairbersih,drainase(goronggorong)atauperumahan,tapilebihbanyakmemberikan
perhatianpadabagaimanamenggerakankegiatansosialekonomi,kelembagaandankomunitasagar
kehidupan masyarakat dapat terangkat. Kegiatan ini perlu ditangani secara bersamasama dengan
pihakpihakyangterlibatbaikwargapenghuni,kelompokmasyarakat,pengusahadanpemerintah
(tingkat pusat dan daerah). Salah satu komponen utama dalam peningkatan permukiman kumuh
adalah dengan meningkatkan status tanah atau status administrasi permukiman sehingga dapat
menjadibagiandarikota.
Alasanutamapeningkatanpermukimankumuhadalahagarmasyarakatmempunyaihakdasar
untuk hidup dengan martabat dan dalam kondisi yang layak. Meskipun kebanyakan masyarakat
permukimankumuhadalahmigran,bukanalasanuntuktidakmemberikanpeluanghidupyangbaik.
Ditingkatyanglain,menjadiperhatiankotauntukmeningkatkanpermukimankumuhdanmencegah
[Link],
makapemerintahdapatkehilangankendaliataspenduduktersebutdanpermukimankumuhtersebut
menjadi daerah dengan tingkat kejahatan tinggi dan kemungkinan penularan penyakit yang
[Link]
Meningkatkanketerlibatanmasyarakatdalamkotatermasukmengatasimasalahillegalitas,
hambatan mengakses jasa pelayanan kota, akses ke kredit dan perlindungan sosial bagi
kelompokmasyarakatrentan
Mendorong pengembanganekonomi peningkatanpermukimankumuh dapat mendorong
sumberdayaekonomiyangada
Menjawabisukotatentangpenurunankualitaslingkungan,peningkatansanitas,penarikan
investasidanmenurunkantingkatkejahatan
Meningkatan kualitas kehidupan. Peningkatan permukiman kumuh meningkatkan kualitas
kehidupan komunitas dan kota secara keseluruhan dengan memberikan kejelasan status
kewargakotaan,peningkatkankualitashidup,meningkatkankeamanandankepastiantinggal.
Meningkatkanpenyediaanhunianbagimasyarakatmiskindenganketerlibatanmasyarakat
merupakancarapalingefektifkarenadapatdilakukandalamskalabesardenganbiayarendah.
DiAsiadanPasifik,adaduaorganisasiyangcukupterkenalmemperjuangkanhakhakatas
perumahan,danbermitradenganUNHabitat,yakniACHR (AsianCoalitiononHousingRigths)
berkedudukandiBangkok,danCOHRE(CentreonHousingRightsandEvictions)berkedudukandi
Pnom Penh. Selain itu adalah HIC, Habitat International Coalition, sebuah jaringan global yang
[Link]
Tenggara,termasukUPC(UrbanPoorConsortium)Jakartasaatinisedangmengembangkanprogram
ACCA(AsianCoalitionforCommunityAction).Proyekinimenfasilitasirakyatmiskinkotauntuk
membuat skema perbaikan (upgrade) perumahan dan infrastruktur secara partisipatif. Para pegiat
proyekinimeyakinibahwacaracarapenataanpemukimanyangalternatif(progresif)danadilinibisa
menjadimasukanmaupunmodelpemerintahkotadalammengembangkankebijakanpenataanruang
dimasadepan.
Konsep penataan kampung mencakup pengertian perbaikan kualitas pemukiman kumuh
(slumupgrading),yangmencakupaspeksosial,ekonomi,ekosistemdaninfrastrukturdarisebuah
[Link],sebuahperencanaanpenataankampungmemerlukananalisisyangcermat
[Link]
[Link]
mengenai hal ini adalah penataan pemukiman di bantara Kali Code Yogyakarta. Berkat dedikasi
RomoMangunwijaya,sertadukunganakademisidanpemerintahdaerah,wargayangbermukimdi
bantaranKaliCodedapatmenikmatitatakampungyangjauhlebihbaik,danmanusiawidibandingkan
[Link]
kampungyangdirinciolehUNHabitat,seperti:
Pertama, legalisasi status kepemilikan terhadap situs lahan dan perumahan, termasuk
regularisasiterhadapperjanjiansewauntukmenjaminmasaperbaikan.
Kedua, penyediaan atau perbaikan pelayanan teknis, misalnya air bersih, limbah dan
pengelolaanlimbahcair,sanitasi,listrik,trotoarjalan,peneranganjalan.
Ketiga, penyediaan atau perbaikan infrastruktur sosial seperti sekolah, klinik, pusat
komunitas,tamanbermain,kawasanhijau.
Keempat,perbaikanlingkunganfisik,termasukrehabilitasi/peningkatanstokperumahanyang
ada.
Kelima, jika dianggap perlu, pembangunan unit rumah baru termasuk dalam skema up
grading.
Keenam, desain ulang rencana pembangunan pemukiman, termasuk, penataan ulang situs
lahandanpolajalansesuaidengankebutuhaninfrastruktur.
Ketujuh,perubahankerangkakebijakanatauperaturanyanglebihsesuaidengankebutuhan
dankesempatanyangtersediabagiorangmiskin.
Program
Adapun beberapa contoh program peningkatandanperbaikan kualitas permukimankumuh (Slum
Upgrading)yangadadiIndonesiaadalah
1. KampungImprovementProgram(KIP)Indonesia
Program KampungImprovement Program (KIP) dipelopori Indonesia di kota Jakarta dan
Surabayapadatahun1969danmenjadiprogramnasionaldikotakotaIndonesiadengandukungan
Bank Dunia. Pada awalnya dilakukan secara topdown tapi dalam perkembangannya semakin
melibatkanmasyarakatdalamprosespengambilankeputusan.DiJakartalebihdari500kampungyang
meliputi 3.8 jutapendudukdiperbaiki melalui KIP. Namunkritik utama terhadap KIPdi Jakarta
[Link]
[Link]
Surabaya, program KIP berhasil dikembangkan menjadi KIP Komprehensif yang melibatkan
masyarakatmelaluipendekatanTriDaya(sosial,ekonomidanfisiklingkungan)danmengupayakan
ijin bangunan dan sertifikasi tanah. Pemerintah Daerah Surabaya bekerja sama dengan Institut
Teknologi Sepuluh November Surabaya (ITS) dalam pengembangan konsep dan program ini.
Keterlibatan masyarakat diwujudkan dalam bentuk pengorganisasian Dewan atau Badan
[Link]
berhasilmendapatpenghargaaanTheAgaKhanAwardforArchitecture(1986),theUNEPAward
(1990),theHabitatAward(1991).ProgramKIPSurabayabanyakditiruolehkotadannegaralain,
sepertiPekalongan,[Link].
ProgramKIPdiIndonesiamasihdilanjutkandiSurabaya.
Ditingkatnasionalprogramsemacaminidiadopsidenganberagamnamatergantungkemasan
proyekdandonormisalnyaPeningkatanKualitasKampung,BedahKampung,NUSSP,P2KPdsb
yang dilakukan oleh instansi penerima bantuan. Belum ada kebijakanstrategi dan rencana aksi
[Link]
untuk program peningkatan kualitas permukiman kumuh menjadi semakin besar setelah otonomi
daerah. Beberapa kota berhasil melakukan program peningkatan permukiman kumuh dengan
pendekatanyangkomprehensifdanmensinergikansumberdayayangadamisalnyaSurabaya,Solo
dan Pekalongan. Bahkan kota Pekalongan dan Solo sudah pernah mendapatkan predikat Good
PracticedaripanitiaDubaiAwardforBestPracticesinImprovingtheLivingEnvironmenttahun
2008.
2. ProgramBaanMankong,Thailand
Community Organizations Development Institute (CODI) adalah organisasi publik
independenyangdibentukpemerintahThailand(dibawahKementerianPembangunanSosial)pada
tahun 2000 dengan menggabungkan Urban Community Development Office (UDCO) dan Rural
DevelopmentFund(RDF).MenurutSomsookBoonyabancha,DirekturEksekutifCODI(20002009),
CODIjustrubelajardariprogramKIPIndonesiadanmengembangkannyasesuaidengankebutuhan
dan budaya masyarakat Thailand. Program Baan Mankong, yang berarti secure housing atau
perumahan aman, diluncurkan pada tahun 2003. Program ini menempatkan komunitas dan
jaringannyasebagaipusatdariprosespengembangansolusiyangkomprehensifuntukmasalahtanah
[Link]
denganpengelolaanprogramberbasismasyarakat,dimanamasyarakatmenjadipelaksanakegiatan
yang mereka rencanakan dan prakarsai, dengan dukungan dari sistem jaringan komunitas, LSM,
akademisidaninstitusipendidikan.Ada5strategiyangditerapkandalamprogramBaanMankong:1)
peningkatanpermukimankumuhyangdisebutinsitu,2)reblockingataulandreadjustment,3)land
sharingdimanaadaperjanjiansewaatauperjanjianpemanfaatantanahantarapemiliktanahdengan
masyarakat,4)rekonstruksiataupembangunankembalidan5)[Link]
digunakan6pendekatanyaitu:
Proyekujicobayangdapatmenjadipercontohandandikunjungimerekayanginginbelajardari
pengalamanproyektersebut.
Pengembanganpusatpembelajarandibeberapakotayangsudahberhasilmelakukanpeningkatan
kualitaspermuimankumuh
Peresmianproyekyangdapatdikunjungidandilihatbanyakorang
Pertukaranpengalamanantarpelakupembangunanpermukimankumuh
BestPractice
Adapuncontohpenerapanpenataandanpeningkatankualitaspermukimankumuh(SlumUpgrading)
dibeberapawilayahadalah
1. KawasanPercontohan,OPPKarachi
Salahsatu model penataan kampung yangbanyakdirujuk para perencana kota dan LSM
adalahProyekPercontohanKawasanOrangi(OrangiPilotProject).Orangiadalahpemukimanyang
terbesardariKarachi,Pakistan,yangberpenghasilanrendah.Pendudukperumahansekitar1jutajiwa.
Berkat inisiatif dari sebuah LSM berbasis lokal yang menggagas Orangi Pilot Project (OPP),
penduduk meningkatkan akses mereka terhadap layanan lingkungan, perawatan kesehatan dan
kesempatankerjalebihdarisatudekade.Padatahun1980,OPPmulaibekerjamenyelesaikanprogram
sanitasiyangmurah,kemudianpadatahun1993berhasildiinstalasisalurandrainasepemukimanyang
melayanilebihdari70.000daritotalsekitar94.000rumahtangga.
Setelah keberhasilan program sanitasi, upayaupaya masyarakat lainnya dikembangkan,
termasuk kesehatan dasar dan program keluarga berencana, program kredit untuk usaha keluarga
kecil,programrenovasiperumahanyangmurah,programpeningkatankondisifisikdanakademikdi
sekolah,programpemberdayaanperempuan,[Link]
[Link]
bahwaorangorangyangterorganisirdalamkelompokkelompokkecildapatmembantudirimereka
sendiri, dan bahwa jika organisasi sosial dan ekonomi dalam masyarakat diperkuat, layanan dan
kondisimaterialakansemakinmembaik.
DalamOrangi,wargaterorganisirdalamkelompokkelompok20sampai40keluargayang
tinggaldisepanjangjalanyangsamadanumumnyasalingmengenaldanpercayasatusamalain.
Setiap kelompok dipilih seorang manajer program, yang secara resmi menerapkan OPP untuk
melakukanbantuanasistensi,mengumpulkanuang(menabung),menerimaperalatandanpekerjaan
konstruksi secara terorganisir. Meskipun miskin, penduduk Orangi termotivasi tidak hanya untuk
membayar perbaikan sistem pembuangan limbah, tetapi juga untuk memikul tanggung jawab
[Link]
suatu investasi yang signifikan, dan dengan kesadaran bahwa buruknya fasilitas sanitasi akan
[Link],antara80dan90persendaripekerjaan
yangdiperlukanuntukmembangunsistemsaluranpembuangandilaksanakanolehwarga,sementara
pemerintah Karachi hanya bertanggung jawab untuk penyediaan saluran utama dan tanaman
pengobatandanpenghijauan.
OPPberhasilsecaradrastismengurangibiayakonstruksidenganmenyederhanakandesain
[Link],teknologisanitasitidakhanyaterjangkau,tetapijugamudah
[Link]
pembuanganakanditata,danmemastikanpembangunansistemyangkoherendanbisaditerapkan.
[Link]
rincimendahuluikegiatan,danprosesimplementasiterusmenerusditinjausehinggadapatdilakukan
penyesuaianyangdiperlukan.
2. RenovasiKampungStrenkali,Surabaya
Penerapan konsep alternatif penataan pemukiman warga di sepanjang bantaran Kali Mas
WonokromoatauStrenKalidiSurabayatidakterlepasdarimodelyangdikembangkanolehRomo
[Link]
tahunawal2000an,ketikaprogramNormalisasiKaliMasdicanangkanolehpemerintahJawaTimur
membawa dampak buruk penggusuran paksa di beberapa titik pemukiman dan sektor informal
sepanjangKaliMas.
Padatahun2002,UrbanPoorConsortium(UPC)JakartadanJaringanRakyatMiskinKota
(Uplink Indonesia) memulai dengan melakukan pemetaan, pendataan dan pengembangan konsep
alternatif penggusuran atau pun relokasi. Secara terorganisasi, warga membentuk Paguyuban,
[Link](aliansi)
pendukung di tingkat lokal, nasional dan internasional. Di tingkatan lokal dan nasional, UPC
memobilisasidukungandariOrnop,KomnasHAM,Akademisi(sosiolog,ekolog,arsitek,planolog,
hidrolog)untukmenyusunkonsepalternatifyangmeyakinkanpemdaJatim.Selamakuranglebih5
tahun,wargastrenkalimengkampanyekanRenovasiYes,RelokasiNo.
Dengan dukungan berbagai pihak itu, advokasi politik di birokrasi (Kimpraswil) dan
parlemen di tingkat lokal dan nasional, menghasilkan sebuahRancangan Perda (Ranperda) untuk
[Link](Pansus),Ranperdatersebutakhirnyadisahkanoleh
Mendagri.Modelrenovasipemukimanwargastrenkalimeliputi8kelurahanyangdihunisekitar926
[Link],beberapa
pemukimansudahdigusurolehPemerintahKotasepertidiJagir,limakelurahanyangteroganisasi
[Link]
wargamenatapemukimannyasendirisecaraswadaya.
Saat ini Paguyuban Warga Stren Kali Surabaya melalui UPC Jakarta bekerjasama dalam
program ACCA (Asia Coalition for Community Action). Skema program tersebut memberikan
stimulankepadawargauntukmerenovasirumahdengansistimdanabergulir,pembangunanbalai
warga, pengembanganteknologi pengelolaan air bersih, pengelolaan sampahkomunal danrumah
tangga,sertapembangunaninfrastrukturdalamskalakecil.
DaftarPustaka:
COHRE,HumanRigthsandSlumUpgrading:GeneralIntroductionandCompilationofCaseStudies,
2005
Paguyuban Warga Stren Kali, Renovasi, Sebuah Usulan Alternatif Warga Stren Kali,
PresentasiPansus,Mei2007
Winayati. 2010. Menuju Kota Bebas Kumuh. Dalam
[Link] Diakses
padahariSenin,02Maret2015
[Link]