0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
90 tayangan17 halaman

Perancangan Pisau Pemotong Es Batu

Dokumen tersebut membahas perancangan mesin penyerut es batu, meliputi perancangan pisau, analisis gaya dan daya yang dibutuhkan mesin, serta perhitungan komponen utama seperti puli, poros, dan diameter poros. Tujuan perancangan adalah untuk mendapatkan daya yang dibutuhkan mesin sebesar 0,5 HP dengan kecepatan 1450 RPM.

Diunggah oleh

Anonymous lFAeOrX
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
90 tayangan17 halaman

Perancangan Pisau Pemotong Es Batu

Dokumen tersebut membahas perancangan mesin penyerut es batu, meliputi perancangan pisau, analisis gaya dan daya yang dibutuhkan mesin, serta perhitungan komponen utama seperti puli, poros, dan diameter poros. Tujuan perancangan adalah untuk mendapatkan daya yang dibutuhkan mesin sebesar 0,5 HP dengan kecepatan 1450 RPM.

Diunggah oleh

Anonymous lFAeOrX
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB III

PERANCANGAN DAN PEMBAHASAN


A. Perancangan pisau
Pisau ialah alat yang digunakan untuk memotong sebuah benda. Pisau
terdiri dari dua bagian utama, yaitu bilah pisau dan dudukan pisau. Bilah pisau
terbuat dari stainless steel baja yang tepinya dibuat tajam, tepi yang tajam ini
disebut mata pisau. Dudukan pisau biasanya tersambung dengan mata pisau
untuk bisa memotong atau menyerut benda atau bahan padat,misalnya
[Link] perancangan pisau ini panjang pisau yang kami tentukan adalah 76
mm, dengan lebar pisau 30 mm, pisau pemotong terbuat dari bahan baja
perkakas (stainless steel), dan sudut potong pisau yang kami tentukan yaitu 300.

Gambar 3.1. Pisau Pemotong


1. Analisa Gaya Potong dan Torsi Pemotong
Sebelum pembuatan mesin dilakukan percobaan awal mengetahui
besarnya gaya potong pada es batu. Hasil percobaan akan mendapatkan gaya
potong rata-rata. Gaya potong rata-ratanya 15 kg.f. Setelah itu dapat dihitung
besarnya gaya potong pisau menggunakan rumus, dengan menganalisa proses
pemotongan yang akan dilakukan:
Fp = F rata-rata . Z.............................................([Link],1992)
Dimana :
Fp = gaya potong pisau [N]
Z = jumlah pisau
Fp = F rata-rata . Z
22

= 15 kg.F . 1
= 15 kg.F
Fp = 15 kg.F
Fp = 147,15 [N]
2. Analisa Daya
Daya yang dibutuhkan mesin penyerut es batu dapat dikelompokan
menjadi dua, Daya penyerut es batudan Daya momen inersia.
1. Daya penyerut es batu
a. Menentukan kecepatan pisau
Menentukan kecepatan keliling pisau dapat dihitung dengan cara sebagai
berikut :
Vp =

( Lp+ Dpp ) n2
.......................................(sularso,Hal 166)
60.100

Dimana :
Vp = kecepatan pisau (m/s)
dpp = Diameter poros pisau 108 (mm)
lp = panjang pisau 76 (mm)
n2 = 447,79 rpm
sehingga: Vp =

( Lp+dpp ) n 2
60 x 100

Vp =

( 1,9+10,8 ) 447,79
60.100

Vp = 17,85cm/s
Vp = 0,1785 m/s
2. Daya potong
Setelah didapatkan gaya potong dan kecepatan keliling pisau, daya
pemotongan dapat dihitung dengan cara sebagai berikut :
Ppot = Fp . Vp
Dimana : P pot = daya pemotongan (watt)
Sehingga : P pot = Fp . Vp
23

P pot = 147,15 N . 0,1785 m/s


P pot = 26,26 watt
Tabel 3.1. Massa Jenis suatu bahan
Nama zat

dalam kg/m3

dalam gr/cm3

Air (4 derajat Celcius)

1.000 kg/m3

1 gr/cm3

Alkohol

800 kg/m3

0,8 gr/cm3

Air Raksa

13.600 kg/m3

13,6 gr/cm3

Aluminium

2.700 kg/m3

2,7 gr/cm3

Besi

7.874 kg/m3

7,87 gr/cm3

Emas

19.300 kg/m3

19,3 gr/cm3

Kuningan

8.400 kg/m3

8,4 gr/cm3

Perak

10.500 kg/m3

10,5 gr/cm3

Platina

21.450 kg/m3

21,45 gr/cm3

Seng

7.140 kg/m3

7,14 gr/cm3

Udara (27 derajat

1,2 kg/m3

0,0012 gr/cm3

Celcius)
Es

920 kg/m3

0,92 gr/cm3

Sumber : Dari internet ([Link]


3. Daya Momen Inersia
a. Momen inersia dudukan pisau
Menentukan momen inersia pada dudukan pisau dihitung dengan rumus
sebagai berikut :
Ipi =

1
mpi .
2

Lp2

Dimana :
I pi = momen inersia dudukan pisau (kg.m2)
mpi= massa dudukan pisau (kg)
= massa jenis dudukan pisau (7,9 x 103 kg/m3)
24

mpi =

2
d .t
4
mpi = 7,9 x 103.

kg
m3

3,14
. (0,18 m)2 . 0,005 m
4

mpi = 1,004 kg
1
mpi . r 2
2

Sehingga : Ipi =
Ipi =

1
( 1,004 kg ) . ( 0,09 m)2
2

Ipi =4,06 x 10 -3 (kg.m2)


b. Momen inersia poros
Menentukan momen inersia pada poros dihitung dengan rumus
sebagai berikut :
Ipo =

1
mpo .
2

Rpo2

Dimana:
I po = momen inersia poros (kg.m2)
mpo= massa poros (kg)
Rpo= radius poros (m)
mpo =

2
d .l
4

mpi = 7,9 x 10 3

kg
m3

3,14
4

. (0,019 m)2 . 0,3 m

mpi = 0,67 kg

Sehingga : Ipo =
Ipo =

1
mpo .
2

Rpo2

1
( 0,67 kg ) .9,5 10 -3 m2
2

Ipo = 3,18 x 10 -3 (kg.m2)


4. Kecepatan sudut
25

Setelah memperoleh momen inersia pada poros dan pisau maka


kecepatan sudut yang dihasilkan dapat ditentukan sebagai berikut :
.n2
30

dimana :
= kecepatan sudut (rad/s)
n2 = putaran (rpm)

. 447,79
30

= 46,86 rad/s

5. Percepatan sudut
Setelah memperoleh kecepatan sudut maka percepatan sudut yang
dihasilkan dapat diperoleh dengan rumus sebagai berikut:

Dimana : t = waktu yang diperlukan agar putaran motor listrik konstan


t = 5 sekon
sehingga :

46,86 rad /s
5s

= 9,37 rad/s2

6. Torsi Inersia Poros dan dudukan Pisau


Setelah memperoleh percepatan sudut maka torsi inersia pisau dan torsi
inersia poros dapat ditentukan sebagai berikut :
a. Torsi inersiadudukan pisau
Tpi =

Ipi .
g

Dimana : Tpi = Torsi inersia dudukan pisau


Ipi = inersia pisau
g = percepatan gravitasi (m/s2)

Tpi =

4,06 x 103 kg . m 2 . 9,37 rad / s2


9,81 m/s 2
26

Tpi = 3,87 x 10-3 Kg.f.m


Tpi = 3,87 [Link]
b. Torsi inersia poros
Tpo =

Ipo .
g

Dimana : Tpo = Torsi inersia poros


Ipo = inersia poros
g = percepatan gravitasi (m/s2)
sehingga:
Tpo =

3,18 x 103 kg .m2 .9,37 rad /s 2


9,81 m/s2

Tpo = 3,03 x 10-3 Kgf.m


Tpo = 3,03 [Link]
7. Daya Inersia Poros dan daya dudukanPisau
Setelah diketahui torsi inersia pada pisau dan poros maka daya inersia
dapat ditentukan dengan rumus sebagai berikut :
a. Daya inersia dudukan pisau
Pipi =

Tpi. n 2
5 .........................(Sularso, Kiyokatsu Suga. 1983: hal
9,74 .10

7)
Dimana : Pipi = daya inersia dudukan pisau (kw)
Tpi = Torsi inersia dudukan pisau
n2 = jumlah putaran (rpm)
sehingga:
Pipi =

Tpi. n 2
5
9,74 .10

Pipi =

3,87 x 103 kgf . mm . 447, 79 rpm


9,74 .105

Pipi = 296,5 watt


b. Daya inersia poros
27

Tpi. n 2
......................(Sularso, Kiyokatsu Suga. 1978: hal
9,74 .105

Pipo =
7)

Dimana : Pipo = daya inersia pisau (kw)


Tpo = Torsi inersia pisau
n2 = jumlah putaran (rpm)
sehingga:
Pipo =

Tpi . n 2
9,74 .105

Pipo =

3,03 kgf . mm . 447,79 rpm


9,74 .105

Pipo = 232,1 watt


8. Daya Total = Pipi + Pipo + Ppot
= 296,5 + 232,1 + 26,26
= 554,86 watt
= 0,554 kw
= 0,4 HP
B. Daya PerencanaanMotor
P d = fc . P 3
Dimana : pd = daya perencanaan
Fc = 1,2
P3 = daya total motor (HP)
Sehingga : Pd = fc . p3
Pd = 1,2 . 0,4 HP
Pd = 4,8 HP
Jadi daya motor yang digunakan adalah 0,5 [HP], dengan putaran 1450
[rpm]
C. Perhitungan Komponen Utama-utama Mesin
1. Perencanaan Puli
28

Pada rancangan ini puli dan sabuk yang digunakan untuk


mentransmisikan daya dan putaran dari poros penggerak yang diteruskan ke
poros yang digerakkan untuk memutar dudukan [Link] penyerut
es batu ini adalah 1450 rpm. Data-data pada mesin yang dirancang :
1. Puli penggerak 63
2. Puli yang digerakkan 204
Dengan mengabaikan slip pada sabuk maka jumlah putaran pada masingmasing puli adalah :
n1 = 1450 (rpm)
n2 = 447,79 (rpm)
dp = 63
Dp =
Sehingga:

n1
=i=
n2

Dp
.....................(Sularso, Kiyokatsu Suga. 1978:
dp

hal 166)
Dimana : i = perbandingan reduksi
n1= putaran puli penggerak
n2= putaran puli yag digerakkan
dp = diameter puli penggerak
DP = diameter puli yang digerakkan
jadi diameter puli yang digunakan :
d2 =

d1 xn1
n2

d2 =

63 x 1450
447,79

d2 = 204 mm
2. Perencanaan Poros dan perhitungan poros
Poros merupakan salah satu bagian terpenting dari setiap mesin.
Diketahui panjang poros adalah 300 mm. Pada perancangan ini bahan yang
29

dipilih untuk poros adalah S30C dengan kekuatan tarik = 48 kg/mm 2


( lampiran 2 ).
Daya yang ditransmisikan P (Kw)
P = 0,5 HP
= 0,368 Kw
Putaran poros penggerak (n1) = 1450 rpm
Putaran poros yang digerakkan (n2) = 447,79 rpm
Faktor koreksi, fe = 1,2 (lampiran 1)
Daya rencana, Pd = P . Fc.............................................(Sularso,1983, hal 11)
= 0,368 Kw . 1,2
= 0,44 Kw
Momen rencana
T = 9,74 X 105.

Pd
.......................................................(Sularso,1983, hal
n2

7)
Dimana :
T1 = momen puntir
pd = faktor koreksi
n1 = putaran motor
T = 9,74 X 105 .

0,44
447,79

= 957,05 [Link]
Gaya gaya pembebanan pada poros
a. Tegangan geser yang di izinkan
dapat dihitung :
=

...........................................................(Sularso, 1983, hal :


Sf 1. Sf 2

8)
dimana :
= Tegangan tarik bahan S55C ( 66 kg/mm2)
Sf1 = faktor keamanaan untuk bahan ( 6,0 ) ( Sularso, hal 8 )
30

Sf2 = faktor keamanaan untuk konsentrasi tegangan alur pasak dan


kekerasan
( 2,0 ) ( sularso, hal 8 )
Sehingga : =

66
6 .2

= 5,5 kg/mm2
300

190

Bearing 1

Puli penggerak A

Bearing 2

W dudukan pisau

CD
v

120mm

60mm

RCV

RAV

200mm
RBV

RDV
Gambar 3.2. Free Body Diagram (FBD) Vertikal
RSV =15KN/M

Q =10KN/M

AB
v
31

0,12m

0,06
RAV

RBV

MB = 0
RAV . 0,06 10. 0,18 . 0,09 -15 . 0,18 = 0
0,06RAV= 0,162+2,7
RAV =

2,862
0,06

RAV= 47,7 KN
MA = 0
-RBV.0,06+ 10. 0,06 . 0,03- 10. 0,12- 15 . 0,12 = 0
-0,06RBV =0,018-3(-2,982)
RBV=

2,982
0,06

RBV= 49,7 KN
V= 0
10. 0,18+[Link] RBV = 0

Q =1OKN/M

D
v

32

0,16m
RCV
RDV
MD = 0
RCV. 0,16- 10. 0,16 .0,08 = 0
0,128
0,16

RCV =

RCV = 0,8 KN/M

MC = 0
RDV. 0,16 10 . 0,16 . 0,08 = 0
0,16RDV = 0,128
0,128
0,16

RDV =

RDV = 0,8 KN/M


V = 0
10 .0,16 RCV . RDV = 0
b. Diameter poros
Untuk menghitung diameter poros dapat digunakan rumus:
Ds =[

1
5
. Kt Cb .T 3 ..............................................(Sularso 1983, hal

8)
Dimana:
= tegangan geser ( 4 kg/ mm2)
33

Kt = faktor koreksi karena puntiran dan tumbukan ringan (3,0)


Cb = faktor koreksi karena beban dan tumbukan ringan (2,3)

Sehingga : Ds =[

. Kt Cb .T 3

=[

5
5,5

. 3 .2,3 . 957,05 3

= 18,2 mm
Poros yang dirancang aman karena poros yang dirancang sebesar 19 mmlebih
besar dari hasil teoritis yaitu 18,2 mm

3. Perancangan Sabuk
Jarak yang jauh antara dua buah poros sering tidak memungkinkan
transmisi langsung dengan roda gigi. Dalam hal demikian, cara transmisi atau
daya yang lain dapat diterapkan yaitu dengan menggunakan sabuk.
Dari pemilihan puli yang digunakan maka, sabuk yang digunakan
adalah sabuk V . Karena putaran pada puli motor adalah 1450 (rpm)
dengan daya 440 (watt) atau 0,44 (Kw). Sesuai tabel diagram pemilihan
sabuk jenis-V maka, sabuk yang digunakan pada perancangan mesin ini
adalah sabuk V dengan tipe A .
12,5 mm
9,
0
m
40

Gambar [Link] tipe A


a. Kecepatan Linier Sabuk
34

v=

.dp. n1
.. ( Sularso, Elemen Mesin; hal 166 )
60.100
Dimana:

v=kecepatan linier sabuk ( m /s)dp=diameter pulli penggerak 63 mm n=putaran pulli pada motor 1

v=

.dp. n1 3,14.63 [ mm ] .1450 [ rpm ]


=
=4,78 [ m /s]
60.1000 60.100

b. Panjang Keliling Sabuk (L)


L=2c+

1
( dp+Dp ) + (Dp-dp ) 2 ..(Sularso, Elemen Mesin, 1997; hal. 170)
2
4c

Dimana:
c = jarak sumbu poros puli perencanaan 117,45mm

dp = diameter puli pada motor 63 mm


Dp = diameter puli pada poros reduksi 204 mm

L= 2c+

1
( dp+Dp ) + (Dp-dp ) 2
2
4c

= 2 ( 117,45 ) mm+

3,14
1
2
( 204+63 ) +
(204-63) =234,9+419,19+42,31 =696,4 mm
2
4 (117,45 )

c. Besar Sudut Kontak padaSabuk


Untuk menentukan besar sudut kontak yang terjadi pada sabuk yaitu
dengan menggunakan rumus di bawah ini.
=180

57( Dpdp)
......................(Sularso, Kiyokatsu Suga. 1978: hal
C

166)
Dimana:
= Sudut kontak ( )
Dp = Diameter pulley penggerak (mm)
dp = Diameter pulley yang digerakkan (mm)
C = Jarak sumbu poros pulley perencanaan 117,45( mm)
35

Sehingga:
=180

57( Dpdp)
C

=180

57(63204)
117,45

=111,5
d. Tegangan pada Sabuk
Tegangan sabuk dapat diketahui dengan rumus :
d=2. . o ..................................(Suhariyanto, Syamsul Hadi. 2004, hal

60)
Dimana :
o = tegangan awal
-

Untuk belt datar : o

Untuk V-belt :

= 18 kgf/cm2
= 12 kgf/cm2

= faktor tarikan

Untuk belt datar : o

Untuk V-belt :

= 0,5 0,6
= 0,7 0,9

Sehingga:
d=2. . o
d

= 2 . 12 kgf/cm2 . 0,8

= 19,2 kgf/cm2

= 1,92 kgf/m2

4. PemilihanBantalan
Pembebanan yang terjadi pada bantalan poros pisau penyerut es batu
ini adalah pada saat dudukan pisau penyerut berputar menyerut es batu, dari
proses perancangan poros diperoleh gaya akibat putaran pisau penyerut
sebesar 15 N, sedangkan untuk beban aksialnya adalah [Link] poros
36

dudukan pisau adalah 1450 rpm,umur bantalan yang direncanakan Lhaadalah


sebesar 2000 jam. Bantalan 1 sama dengan bantalan 2 yaitu d= 19
mm,panjang jarak antara kedua bantalan(lo) adalah 50 mm. Dari lampiran 7
nomor bantalan yang sementara dipilih adalah 6204Z,dengan kapasitas
nominal dinamis spesifik C=1000kg, dan kapasitas nominal statis spesifik Co
=635 kg (lampiran 7).Dari data-data diatas,maka dapat dihitung beberapa hal
dibawah ini yang merupakan proses perencanaan bantalan:
a. Beban eqivalen bantalan
Menurut sularso (2002) yang dimaksud dengan beban eqivalen
adalah suatu beban dengan besar tertentu hingga memberikan umur yang
sama dengan umur yang diberikan oleh beban dan kondisi putaran
[Link] perhitungan beban eqivalen bantalan adalah sebagai
berikut :
Pe=[Link]+[Link]......................................(Sularso, 1983, hal 135)
Dari tabel yang terdapat pada lampiran 7 didapatkan :
X=0,56
V=1
Y=1,71
Fr=beban radial=15 [N]
Fa=beban aksial=0[kg]
Sehingga :
Pe=0,56.1. 15+1,71.0
=8,4 [N]
b. Umur nominal bantalan,untuk bantalan bola:
Fn=

33,3 1 /3

.....................................................(Sularso,1983, hal 136)


n

33,3 1 /3

447,79

37

= 0,42
Faktor umur :
F n = fa

C
Pe

= 0,42

1000
8,4

= 50
Ukur nominal, Lh adalah:
Lh=500 fn3
=500x 503
= 62.500.000 jam
Lh perhitungan Lha yang di rencanakan, maka untuk bantalan 6204Z
aman digunakan.
Jadi bantalan yang digunakan untuk mesin penyerut es batu adalah
bantalan gelinding jenis bola terbuka dengan nomor bantalan 6204Z.

38

Anda mungkin juga menyukai