MENGGUNAKAN GLASGOW COMA SCALE (GCS)
A. Definisi
Skala koma Glaslow adalah system penilaian terstandarisasi yang digunakan untuk menilai
tingkat kesadaran pada pasien dengan gangguan kesadaran. GCS adalah perhitungan angka
dari kognitif, perilaku, dan fungsi neurologis (Jacob et al., 2013: 171).
B. Tujuan
Tujuan penilaian status kesadaran dalam Jacob, et al. (2013: 171) antara lain:
1. Memantau pasien dengan dugaan atau didiagnosis cedera kepala.
2. Memantau tingkat kesadaran pada pasien apapun yang mengalami
penurunan kesadaran.
C. Indikasi
Semua pasien yang mengalami penurunan kesadaran (Jacob et. al.2013: 171).
D. Kontra Indikasi
-
E. Prosedur
No
Langkahlangkah
1. a. Jelaskan
prosedurnya
kepada
pasien/Keluar
ga.
b. Pertahankan
posisi
nyaman
pasien.
2
Nilai respon
secara
kuantitatif
melalui tabel
Skala Koma
Glasgow (lihat
petunjuk di
bawah).
Jumlahkan skor
pada bagian
bawah tabel
pada setiap
pemeriksaan
(eyes, verbal,
motoric).
Beri kesimpulan
status
kesadaran
pasien secara
kualitatif (lihat
petunjuk di
bawah).
5.
Dokumentasika
n dengan akurat
dan laporkan
bila ada
perubahan.
Total
Nil
ai
Dilakukan
Tidak
Memuas
Memuas
kan
kan
Tidak
dilakuk
an
Tota
l
Nilai
Penilaian status kesadaran secara kuantitatif menggunakan GCS
Kateg
ori
Respo
n
Mata
Verbal
Motorik
Rangsangan
yang Sesuai
Perawat
mendekati
pasien
Memberi
perintah verbal
Nyeri
Pertanyaan
verbal dengan
pasien
Perintah verbal
Nyeri
(penekanan pada
proksimal kuku)
Respon Pasien
skor
Membuka mata spontan
4
Membuka
mata
terhadap
panggilan nama atau perintah
Mata tidak membuka terhadap
rangsangan perintah verbal,
tetapi membuka bila diberi
rangsangan nyeri
Mata tidak membuka terhadap
rangsangan apapun
Tidak dapat diperiksa
(untestable)
Orientasi baik, fasih, identifikasi
diri, tempat, tahun, dan bulan
dengan benar
Bingung, lancar tetapi
mengalami disorientasi pada
satu atau lebih kalimat.
Penggunaan kata-kata yang
tidak sesuai atau tidak teratur,
tidak dapat mempertahankan
kecakapan bicara
Suara tidak teratur
Tidak ada suara, bahkan dengan
rangsangan nyeri yang kuat
Tidak dapat diperiksa
(untestable)
Mematuhi perintah
Dapat melokalisasi nyeri, tidak
patuh tetapi ada usaha untuk
menyingkirkan rangsangan yang
menyakitkan
Penarikan ekstremitas secara
fleksi, fleksi lengan sebagai
respon terhadap nyeri tanpa
postur fleksi yang abnormal
Fleksi abnormal, fleksi dan
pronasi siku-lengan, tangan
mengepal
Ekstensi abnormal, ekstensi
lengan pada siku disertai
adduksi dan rotasi internal
3
2
1
U
5
4
3
2
1
U
6
5
3
2
lengan-bahu
Tidak ada respon
Tidak dapat diperiksa
(untestable)
1
U
Penilaian status kesadaran secara kualitatif
Status
Kesadaran
Compos mentis
(skor GCS 14-15)
Apatis (skor GCS
12-13)
Delirium(11-12)
Samnolen(Skor
GCS 11-12))
Stupor
(Skor
GCS 8-10)
Koma (Skor GCS
<5)
Kondisi Pasien
Kesadaran penuh, pasien dapat menjawab semua
pertanyaan tentang keadaan sekelilingnya.
Pasien mengalami sedikit penurunan kesadaran,
segan untuk berhubungan dengan sekitarnya
sikapnya acuh tak acuh.
Pasien gelisah, disorientasi (orang, tempat, waktu)
memberontak, berteriak-teriak, berhalusinasi,
kadang berkhayal.
Kesadaran pasien menurun, respon psikomotor
yang lambat, mudah tertidur, namun kesadaran
dapat pulih biladirangsang (mudah dibangunkan)
tetapi jatuh tertidur lagi, mampu memberi
jawaban verbal.
Keadaan seperti tertidur lelap, tetapi ada respon
terhadap nyeri.
Pasien tidak bisa dibangunkan, tidak ada respon
terhadap rangsangan (tidak ada respon kornea
maupun reflek muntah, mungkin juga tidak ada
respon pupil terhadap cahaya).