PROGRAM KOPERASI SEKOLAH
SMP ISLAM AL HILAL BEKASI
TAHUN PELAJARAN
2016 / 2017
Jl. Makrik nomor 86 Rawa Lumbu Bekasi
KATA PENGANTAR
Koperasi sekolah termasuk salah satu bentuk koperasi khusus,
karena sangat berperan dalam membentuk siswa untuk memelihara dan
mengembangkan rasa tanggung jawab, disiplin, setia kawan dan jiwa
demokrasi serta sebagai sarana untuk belajar dan mempraktikan ilmu
yang telah dipelajari dalam pelajaran ekonomi dan koperasi maka dari itu
koperasi sekolah jika dikelola dengan baik dapat membentuk peran siswa
supaya berjiwa wirausaha kerena koperasi juga sebagai sarana untuk
latihan berorganisasi dan berusaha.
Periode orde baru dan periode reformasi kehidupan
perkoperasian di Indonesia dapat berlangsung secara terus menerus
berkembang dan berkesinambungan. Salah satu yang turut
mengembangkan koperasi adalah berkembangnya sumber daya
perkoperasian dan pemerhati koperasi serta praktisi koperasi melalui
pendidikan perkoperasian yang perlu diterapkan sejak dini. Pendidikan
perkoperasian tersebut dapat dilaksanakan melalui lembaga- lembaga
pendidikan dengan mendirikan koperasi sekolah di tingkat SD, SMP, SMA.
Koperasi sekolah didirikanpada jenjang pendidikan SD, SMP, SMA, Koperasi
dilingkungan perguruan tinggi disebut koperasi mahasiswa ( KOPMA ) .
Semoga dengan adanya kegiatan Koperasi di SMP Islam Al Hilal
dapat membantu meringankan keperluan baik primer ,sekunder bahkan
mungkin [Link] dapat mengefisienkan kinerja di lingkungan SMP
Islam Al Hilal
BAB I
Pendahuluan
1. Latar Belakang
Berlandaskan UUD pasal 33 ayat 1, mengandung cita-cita untuk
menemgangkan perekonomian yang berdasarkan kekeluargaan. Dalam UU nomor
25 tahun 1992 berisi tentang pedoman bagi pemerintah
dan masyarakat mengenai
cara-cara menjalankan kopersai, termasuk
koperasi sekolah
Koperasi sekolah sangat membantu bagi para siswa untuk mengembangkan
potensinya dalam bidang ekonomi dan sebagai latihan bertanggung jawab dan
kemandirian siswa.
Koperasi didirikan berdasarkan surat keputusan bersama antara Depertemen
Transmigrasi dan Koperasi denganh Depertemen Pendidikan dan Kebudayaan
tanggal 16 Juli 1972 Nomor
0102/U/1983. Kemudian
275/SKPTS/Mentranskop dan Nomor
diterangkan lebih lanjut dalam surat Keputusan Mentri
Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Koperasi Nomor 633/SKPTS/Men/1974. Menurut
surat keputusan tersebut, yang dimaksud dengan koperasi
sekolah yang
didirikan di sekolah-sekolah SD, SMP, SMA, Madrasah, dan Pesantren.
2. Rumusan Masalah
a. Apakah koperasi sekolah itu ?
b. Apa tujuan, ciri-ciri, prinsip, jenis-jenis koperasi sekolah ?
c. Bagaimana sumber modal koperasi sekolah ?
d. Bagaimana pendirian kioperasi sekolah ?
e. Bagaimana sisa hasil usaha ?
BAB II
ISI
1. PENGERTIAN KOPERASI
Menurut UU No. 17 Tahun 2012 tentang perekonomian yang dimaksaud dengan
koperasi adalah badan hukum yang didirikan oleh orang perseorangan atau badan hukum
koperasi, dengan pemisahan kekayaan para anggotanya sebagai modal untuk menjalankan
usaha, yang memenuhi aspirasi dan kebutuhan bersama di bidang ekonomi, sosial
dan
budaya sesuai dengan nilai dan prinsip koperasi.
Koperasi Sekolah ialah koperasi yang didirikan oleh para siswa sebagai tempat
pendidikan dan latihan berkoperasi di sekolah. Koperasi Sekolah tidak berbentuk badan
hokum, tetapi mendapat pengakuan sebagai perkumpulan koperasi dari Kantor
Departemen
Koperasi.
2. PERTIMBANGAN KOPERASI SEKOLAH
a. Menunjang program pembangunan pemerintah di sector perkoperasian melalui
program pendidikan sekolah.
b. Menumbuhkan koperasi sekolah dan kesadaran berkoperasi di kalangan siswa.
c. Membina rasa tanggung jawab, disiplin, setia kawan, dan jiwa koperasi.
d. Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan berkoperasi agar berguna kelak di
masyarakat,
e. Membantu kebutuhan para siswa dan mengembangkan kesejahteraan siswa di
dalam dan luar sekolah.
Kerja sama koperasi berlandaskan individualitas dan solidaritas. Nilai individualis
tidak dikobarkan untuk tujuan kerja sama, tetapi untuk isi mengisi dan
dikembangkan.
3. TUJUAN KOPERASI SEKOLAH
Tujuan didirikan Koperasi sekolah yaitu :
a. Memasyarakatkan koperasi melalui pendidikan ekonomi dan koperasi di sekolah
b. Menanamkan dan mendidik kesadaran hidup bergotong-royong dan setia kawan di
antara para siswa.
c. Menunjang program pembangunan pemerintah di sector perkoperasian melalui
program pendidikan koperasi di sekolah.
d. Mendidik para siswa agar menjadi Warga Negara
4. JENIS JENIS KOPERASI SEKOLAH
a. Koperasi simpan pinjam ( KSP ), adalah koperasi yang memiliki usaha tunggal
yaitu, menampung simpanan anggota dan melayani peminjaman. Anggota yang
menabung ( menyimpan ) akan mendapatkan imbalan jasa dan bagi peminjam
dikenakan jasa. Besarnya jasa bagi penabung dan peminjam ditentukan melalui
rapat anggota. Dari siniah kegiatan usaha koperasi dapat dikatakan dari, oleh dan
untuk anggota
b. Koperasi serba usaha ( KSU ), adalah koperasi yang bidang usahanya bermacammacam. Misalnya, unit usaha simpan pinjam, unit pertokoan untuk melayani
kebutuhan sehari hari anggota juga masyarakat, unit produksi, unit wartel.
c. Koperasi konsumsi adalah koperasi yang bidang usahanya menyediakan
kebutuhan sehari hari anggota. Kebutuhan yang dimaksud misalnya kebutuhan
makanan, pakaian, perabot rumah tangga.
d. Koperasi produksi, koperasi produksi adalah koperasi yang bidang usahanya
membuat barang ( memproduksi ) dan menjual secara bersama sama. Anggota
koperasi ini pada umumnya sudah memiliki usaha dan melalui koperasi para
anggota mendapatkan bantuan modal dan pemasaran.
5. CIRI CIRI KOPERASI SEKOLAH
a. Bentuknya badan usaha yang tidak berbadan hukum
b. Anggotanya siswa siswa sekolah tersebut.
c. Keanggotaanya selama kita masih menjadi siswa
d. Koperasi sekolah dibuka pada waktu istirahat
e. Sebagai latihan dan praktik berkoperasi.
f. Melatih disiplin dan kerja.
g. Menyediakan perlengkapan pelajar.
h. Mendidik siswa hemat menabung
i. Tempat menyelenggarakan ekonomi dan gotong royong.
6. PERANAN DARI KOPERASI SEKOLAH.
a. Menunjang pendidikan sekolah ke arah kegiatan kegiatan praktis guna mencapai
kebutuhan ekonomis di kalangan siswa.
b. Mengembangkan rasa tanggung jawab, disiplin, setia kawan dan jiwa demokratis
pada siswa.
c. Sebagai tempat memperdalam pengetahuan berkoperasi
d. Sebagai tempat untuk melatih keterampilan berkoperasi seperti praktik
pembukuan dan akutansi, praktik adminstrasi, praktik tata niaga, dan lain lain.
e. Memenuhi kebutuhan ekonomi para siswa, misalnya penyediaan alat tulis
menulis, baju, seragam, makanan dan sebagainya .
7. PRINSIP KOPERASI SEKOLAH
Menurut UU No. 25 tahun 1992 pasal 5 disebutkan prinsip koperasi sekolah, yaitu
:
a. Keanggotaan bersifat sukarela dan terbuka
b. Pengeloaan dilakukan secara demokratis
c. Pembagian sisa asil usaha ( SHU ) diakukan secara adil sebanding dengan
besarnya jasa usaha masing masing anggota ( andil anggota tersebut dalam
d.
e.
f.
g.
koperasi )
Pemberian balas jasa yang terbatas terhadap modal
Kemandirian
Pendidikan perkoperasian
Kerjasama antar koperasi
8. PERANGKAT ORGANISASI KOPERASI SEKOLAH
a. Rapat anggota koperasi sekolah
Rapat anggota merupakan pemegang kuasa tertinggi di dalam koperasi
sekolah. Rapat anggota diadakan paling sedikit setahun sekali.
b. Pengurus koperasi sekolah
Ketentuan kepengurusan koperasi sekolah sebagai berikut :
1. Koperasi sekolah dipimpin oleh pengurus dari kalangan anggota koperasi
sekolah yang dipimpin oleh pengurus dari kalangan anggota koperasi sekolah
yang dipilih rapat anggota.
2. Umumnya bendahara dan pengawas dipilih dari kalangan siswa/murid anggota
koperasi
3. Pengawas dan bendahara bertanggung jawab kepada pimpinan / kepada
sekolah .
Pengurus koperasi sekolah terdiri atas :
1). Para siswa anggota koperasi
2). Jumlah anggota atau pengurus 5 orang dan sekurang kurangnya 3 orang.
3). Kepala sekolah dapat menunjuk beberapa orang guru untuk ikut serta
menjadi pengurus koperasi sekolah dengan ketentuan sebanyak-banyaknya
sepertiga dari jumlah anggota pengurus yang dipilih oleh para anggota.
c. Pengawas koperasi sekolah
Pengawas pada koperasi sekolah dipilih oleh dan dari anggota dalam rapat
anggota.
Pengawas koperasi sekolah dapat ditunjuk dari kalangan guru ataupun pihak
pihak lain yang bersedia menjalankan perannya. Tugas dan wewenang serta
tanggung jawab pengawas sama dengan pengawas koperasi pada umumnya.
Berikut ini kekhususan pengawas.
1). Mengawasi usaha pengelolaan koperasi sekolah.
2). Menyampaikan laporan hasil pengawasannya kepada rapat anggota.
9. SUMBER PERMODALAN KOPERASI SEKOLAH
a. Modal koperasi sekolah diperoleh dari :
1. Simpanan anggota
2. Cadangan
3. Pinjaman
4. Bantuan dari pemerintah dan pihak lain
5. Sisa hasil usaha yang tidak dibagi.
b. Modal yang diperoleh dari simpanan anggota ialah :
1. Simpanan pokok
2. Simpanan wajib
3. Simpanan wajib khusus
4. Simpanan sukarela
c. Pinjaman dapat diperoleh dari :
1. Pemerintah atau dari sekolah yang bersangkutan
2. Orang tua murid/BP3
3. Koperasi lain, dan
4. Lembaga perkreditan, misalnya dari bank
10. SELISIH HASIL USAHA ( SHU )
Sisa Hasil Usaha ( SHU ) Koperasi seringkali diartikan keliru oleh pengelola
koperasi. SHU
Koperasi dianggap sama saja dengan deviden sebuah PT, padahal
terminology SHU jelas, bahwa SHU adalah Sisa dari Usaha koperasi yang
diperoleh setelah kebutuhan anggota terpenuhi.
Dalam Manajemen koperasi Sisa hasil usaha (SHU) memang diartikan sebagai selisih
dari seluruh pemasukan atau penerimaan total (total revenue [TR]) dengan biayabiaya atau biaya total (total cost[TC]) dalam satu tahun buku. Bahkan dalam jika
ditinjau pengertian SHU dari aspek legalistik, menurut UU No.25/1992, tentang
perkoperasian, Bab IX, pasal 45 adalah sebagai berikut:
1. SHU koperasi adalah pendapatan koperasi yang diperoleh dalam satu tahun
buku dikurang dengan biaya, penyusutan dan kewajiban lain termasuk pajak
dalam tahun buku yang bersangkutan.
2. SHU setelah dikurangi dengan cadangan dibagikan kepada anggota sebanding
jasa usaha yang dilakukan oleh masing masing anggota dengan koperasi,
serta digunakan untuk keperluan pendidikan perkoperasian dan keperluan
koperasi, sesuai dengan keputusan rapat anggota.
3. Besarnya pemupukan modal dana cadangan ditetapkan dalam rapat anggota.
4. Pengertian diatas harus dipahami bahwa SHU bukan deviden seperti PT tetapi
keuntungan usaha yang dibagi sesuai dengan aktifitas ekonomi anggota
koperasi, maka besarnya SHU yang diterima oleh setiap anggota akan
berbeda, tergantung besarnya partisipasi modal dan transaksi anggota
terhadap pembentukan pendapatan koperasi. Artinya, semakin besar transaksi
( usaha dan modal ) angggota dengan koperasinya, maka semakin besar SHU
yang akan diterima. Hal ini berbeda dengan perusahaan swasta, dimana
dividen yang dimiliki. Hal ini merupakan salah satu pembeda koperasi dengan
badan usaha lainnya.
Penghitungan SHU bagian anggota dapat dilakukan apabila beberapa
informasi dasar diketahui sebagai berikut :
1. SHU total koperasi pada satu tahun buku
2. Bagian ( persentase) SHU anggota
3. Total simpanan seluruh anggota
4. Total seluruh transaksi usaha ( volume usaha atau omzet ) yang bersumber
5.
6.
7.
8.
dari anggota
Jumlah simpanan per anggota
Omzet atau volume usaha per anggota
Bagian ( persentase ) SHU untuk simpanan anggota
Bagian ( persentas ) SHU untuk transaksi usaha anggota.
Prinsip dasar :
1. SHU yang sudah diperoleh dibagi berdasarkan ketentuan yang ada di
AD / ART
2. SHU untuk anggota dibagi berdasarkan besarnya transaksi, seinnga
semakin besar transaksi seseorang anggota, dia akan semakin besar
mendapatkan SHU, demikian sebaliknya.
3. Untuk memudahkan proporsi transaksi, maka diperlukan konversi
nilai transaksi kedalam point sebagai SHU
4. Besarnya nilai tiap point SHU diperoleh dari ( = ) nilai total SHU yang
dibagi untuk anggota, dibagi ( / ) dengan total point yang dikeluarkan
dari semua transaksi.
5. Nilai SHU tiap anggota adalah ( = ) jumlah point yang dimiliki
seseoarang anggota, dikali ( x ) nilai tiap point SHU
6. Konversi niai transaksi dengan jumlah point sangat tergantung dengan
propors margin ( tingkat keuntungan dari transaksi tersebut ). Semakin
rigid ( detail ) semakin adil, namun akan rumit adminstrasinya, kecuali
seudah computerized. Maka, rapat anggota dapat memutuskan diawal
dengan klasifikasi nilai dan atau jenis transaksi barang / jasa pada
beberapa klarifikasi saja .
11. PENDIRIAN KOPERASI
Cara untuk mendirikan koperasi sekolah pada dasarnya tidak jauh berbeda dengan
pendirian koperasi pada umumnya. Berikut ini langkah-langkah pendirian koperasi
sekolah.
a. Tahap persiapan
Dalam tahap persiapan yang dilakukan adalah membentuk panitia pendirian
koperasi sekolah oleh kepala sekolah yang bersangkutan. Panitia tersebut dipilih
dari sesiwa yang didampingi oleh guru pembimbing. Berikut ini tugas panitia
pembentukan koperasi sekolah.
1). Mempersiapkan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga
2). Menentukan waktu dan acara
3). Membuat undangan.
b. Kantin dan kafetaria
Hal- hal yang perlu diperhatikan dalam pembentukan panitia sebagai berikut :
1). Panitia pendiri terdiri atas tiga orang siswa dan dua orang guru.
2). Panitia pendiri yang berasal dari siswa dapat dipersiapkan menjadi pengurus.
3). Mempersiapkan konsep anggaran dasar sesuai dengan pedoman yang sudah
dipesiapkan.
4). Rapat pembentukan cukup dihadiri dari perwakilan dari tiap kelas.
5). Meminta petunjuk teknis pelaksanaan rapat pembentukan ke Dinas kopersai
oleh PKM di daerah setempat.
c. Tahap pelaksanaan
Apabila dalam rapat pembentukan, pengurus sudah terbentuk maka pengurus
tersebut harus membuat surat permohonan pengakuan kepada Kepala Dinas
Koperasi dan PKM
kabupaten/kota setempat dengan dilampiri:
1) akta pendirian,
2) berita acara pendirian koperasi sekolah,
3) daftar hadir peserta rapat pembentukan,
4) neraca awal, dan
5) daftar susunan pengurus dan pengawas.
Setelah diterimanya surat permohonan pengakuan tersebut, maka Kantor
Dinas Koperasi dan PKM setempat akan memberikan surat tanda terima dokumen
tersebut
beserta nomor dan tanggalnya. Tanggal tersebut mempunyai arti
penting, sebab 6 bulan setelah tanggal tersebut koperasi sekolah harus sudah
diakui. Kemudian pihak Dinas Koperasi melakukan peninjauan ke tempat
koperasi tersebut. Apabila sudah memenuhi syarat, maka Departemen Koperasi
akan memberikan pengesahan atas berdirinya koperasi sekolah tersebut. Dengan
demikian, koperasi sekolah tersebut telah resmi didirikan.
12. Pendiri Koperasi Sekolah
a. Dasar keputusan
Koperasi didirikan berdasarkan surat keputusan bersama antara Departemen
Transmigrasi dan Koperasi dengan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan
tanggal 16 Juli 1972 Nomor 275/SKPTS/Mentranskop dan Nomor 0102/U/1983.
Kemudian diterangkan lebih lanjut dalam surat Keputusan Menteri Tenaga Kerja ,
Transmigrasi, dan Koperasi Nomor 633/SKPTS/Men/1974. Menurut surat
keputusan tersebut, yang dimaksud dengan koperasi sekolah adalah koperasi yang
didirikan di sekolah-sekolah
SD, SMP, SMA, Madrasah, dan Pesantren.
b. Landasan Pokok.
Landasan pokok dalam perkoperasian Indonesia bersumber pada UUD 1945 pasal
33 ayat (1). Pasal ini mengandung cita-cita untuk mengembangkan perekonomian
yang berasas kekeluargaan. Peraturan yang lebih terperinci tertuang dalam
Undang-Undang Nomor 25 Tahun 1992. Undang-undang ini berisi pedoman bagi
pemerintah dan masyarakat mengenai cara-cara menjalankan koperasi, termasuk
koperasi sekolah. Koperasi tidak berbadan hukum. Pengurus dan pengelola
koperasi sekolah dilakukan oleh para siswa di bawah bimbingan kepala sekolah
dan guru-guru, terutama guru bidang studi ekonomi dan koperasi. Tanggung
jawab ke luar koperasi sekolah tidak dilakukan oleh pengurus koperasi sekolah,
melainkan oleh kepala sekolah. Pembinaan terhadap koperasi sekolah
dilaksanakan bersama antara Kantor Menteri Negara Koperasi Usaha Kecil dan
Menengah, serta Departemen Pendidikan Nasional. Koperasi sekolah tidak
berbadan hukum seperti koperasi-koperasi lainnya karena siswa atau pelajar pada
umumnya belum mampu melakukan tindakan hukum. St 7:40 PM 1/9/2014atus
koperasi sekolah yang dibentuk di sekolah merupakan koperasi terdaftar, tetapi
tetap mendapat pengakuan sebagai perkumpulan koperasi. Pendirian Koperasi
Sekolah Koperasi sekolah diharapkan menjadi sarana bagi pelajar untuk belajar
melakukan usaha kecil-kecilan, mengembangkan kemampuan berorganisasi,
mendorong kebiasaan untuk berinovasi, belajar menyelesaikan masalah, dan
sebagainya. Untuk itu dalam mendirikan koperasi sekolah diperlukan
pertimbangan agar yang diharapkan. Untuk itu dalam mendirikan koperasi
sekolah, diperlukan pertimbangan-pertimbangan agar selaras dengan apa yang
diharapkan
BAB III
PENUTUP
1. KESIMPULAN
Koperasi sekolah adalah koperasi yang didirikan di sekolah
yang anggotaanggotanya terdiri dari siswa. Mereka dilatih untuk
mengembangkan
ketrampilannya dan bersikap tanggung jawab.
Landasan pokok koperasi sekolah
yaitu: UUD 1945 pasal 33 ayat 1.
Modal koperasi sekolah di dapat dari modal
sendiri dan modal dari
pihak luar. Lapangan Usaha Koperasi sekolah berada
dalam
lingkungan sekolah yang usahanya meliputi sektor ekonomi yang
dapat
memenuhi kebutuhan para siswa sekolah. Dengan adanya
koperasi sekolah, siswa
mudah mendapatkan keperluan sekolah
dengan harga yang terjangkau.
2. KATA PENUTUP
Demikian yang dapat kami paparkan mengenai materi pokok bahasan dalam makalah ini,
tentunya masih banyak kekurangan dan kelemahannya, karena terbatasnya pengetahuan dan
kekurangannya rujukan atau referensi yang ada hubungannya sengan judul Makalah ini.
Kami banyak berharap para pembaca yang budiman dusi memberikan kritik dan saran
yang membangun kepada penulis demi sempurnanya makalah ini dan penulisan makalah di
kesempatan-kesempatan berikutnya. Semoga makalah ini berguna bagi kami pada khususnya
juga para pembaca yang budiman pada umumnya.