Sensor Suhu
Seperti namanya, sensor ini tentunya digunakan untuk mendeteksi suhu. Terdapat 4
jenis utama sensor suhu yang umum digunakan, yaitu thermocouple (T/C) resistance
temperature detector (RTD), termistor dan IC sensor. Thermocouple pada intinya terdiri dari
sepasang transduser panas dan dingin yang disambungkan dan dilebur bersama, dimana
terdapat perbedaan yang timbul antara sambungan tersebut dengan sambungan referensi yang
berfungsi sebagai pembanding. Resistance Temperature Detector (RTD) memiliki prinsip
dasar pada tahanan listrik dari logam yang bervariasi sebanding dengan suhu. Kesebandingan
variasi ini adalah presisi dengan tingkat konsisten/kestabilan yang tinggi pada pendeteksian
tahanan. Platina adalah bahan yang sering digunakan karena memiliki tahanan suhu,
kelinearan, stabilitas dan reproduksibilitas. Termistor adalah resistor yang peka terhadap
panas yang biasanya mempunyai koefisien suhu negatif, karena saat suhu meningkat maka
tahanan menurun atau sebaliknya. Jenis ini sangat peka dengan perubahan tahan 5% per C
sehingga mampu mendeteksi perubahan suhu yang kecil. Sedangkan IC Sensor adalah sensor
suhu dengan rangkaian terpadu yang menggunakan chipsilikon untuk kelemahan
penginderanya. Mempunyai konfigurasi output tegangan dan arus yang sangat linear.
Biasanya sensor ini banyak dipasang pada alat detektor asap yang digunakan untuk melacak
adanya kebakaran.
Pengertian Sensor Suhu dan Jenis-jenisnya Sensor Suhu atau Temperature Sensors adalah
suatu komponen yang dapat mengubah besaran panas menjadi besaran listrik sehingga dapat
mendeteksi gejala perubahan suhu pada obyek tertentu. Sensor suhu melakukan pengukuran
terhadap jumlah energi panas/dingin yang dihasilkan oleh suatu obyek sehingga
memungkinkan kita untuk mengetahui atau mendeteksi gejala perubahan-perubahan suhu
tersebut dalam bentuk output Analog maupun Digital. Sensor Suhu juga merupakan dari
keluarga Transduser.
Contoh peralatan-peralatan listrik maupun elektronik yang menggunakan Sensor Suhu
diantaranya seperti Thermometer Suhu Ruangan, Thermometer Suhu Badan, Rice Cooker,
Kulkas, Air Conditioner (Pendingin Ruangan) dan masih banyak lagi.
Jenis-jenis Sensor Suhu (Temperature Sensors)
Saat ini, terdapat banyak jenis Sensor Suhu dengan karakteristik yang berbeda-beda sesuai
dengan aplikasinya. Berikut ini beberapa jenis Sensor Suhu yang sering ditemukan dalam
rangkaian elektronika ataupun peralatan listrik beserta penjelasan singkatnya :
1. Thermostat
Thermostat adalah jenis Sensor suhu Kontak (Contact Temperature Sensor) yang
menggunakan prinsip Electro-Mechanical. Thermostat pada dasarnya terdiri dari dua jenis
logam yang berbeda seperti Nikel, Tembaga, Tungsten atau aluminium. Dua Jenis Logam
tersebut kemudian ditempel sehingga membentuk Bi-Metallic strip. Bi-Metallic Strip tersebut
akan bengkok jika mendapatkan suhu tertentu sehingga bergerak memutuskan atau
menyambungkan sirkuit (ON/OFF).
Thermostat sering digunakan pada peralatan listrik seperti Oven, Seterika dan Water
[Link] Thermostat
2. Thermistor
Thermistor adalah komponen elektronika yang nilai resistansinya dipengaruhi oleh Suhu.
Thermistor yang merupakan singkatan dari Thermal Resistor ini pada dasarnya terdiri dari 2
jenis yaitu PTC (Positive Temperature Coefficient) yang nilai resistansinya akan meningkat
tinggi ketika suhunya tinggi dan NTC (Negative Temperature Coefficient) yang nilai
resistansinya menurun ketika suhunya meningkat tinggi.
Thermistor yang dapat mengubah energi listrik menjadi hambatan ini terbuat dari bahan
keramik semikonduktor seperti Kobalt, Mangan atau Nikel Oksida yang dilapisi dengan kaca.
Keuntungan dari Thermistor adalah sebagai berikut :
Memiliki Respon yang cepat atas perubahan suhu.
Lebih murah dibanding dengan Sensor Suhu jenis RTD (Resistive Temperature Detector).
Rentang atau Range nilai resistansi yang luas berkisar dari 2.000 Ohm hingga 10.000 Ohm.
Memiliki sensitivitas suhu yang tinggi.
Thermistor (PTC/NTC) banyak diaplikasikan kedalam peralatan Elektronika seperti Voltage
Regulator, sensor suhu kulkas, pendeteksi kebakaran, Sensor suhu pada Otomotif, Sensor
suhu pada Komputer, sensor untuk memantau pengisian ulang Baterai pada ponsel, kamera
dan [Link] PTC dan NTC
3. Resistive Temperature Detector (RTD)
Resistive Temperature Detector atau disingkat dengan RTD memiliki fungsi yang sama
dengan Thermistor jenis PTC yaitu dapat mengubah energi listrik menjadi hambatan listrik
yang sebanding dengan perubahan suhu. Namun Resistive Temperature Detector (RTD) lebih
presisi dan memiliki keakurasian yang lebih tinggi jika dibanding dengan Thermistor PTC.
Resistive Temperature Detector pada umumnya terbuat dari bahan Platinum sehingga disebut
juga dengan Platinum Resistance Thermometer (PRT).
Keuntungan dari Resistive Temperature Detector (RTD)
Rentang suhu yang luas yaitu dapat beroperasi di suhu -200C hingga +650C.
Lebih linier jika dibanding dengan Thermistor dan Thermocouple
Lebih presisi, akurasi dan [Link] RTD (resistive temperature detector)
4. Thermocouple (Termokopel)
Thermocouple adalah salah satu jenis sensor suhu yang paling sering digunakan, hal ini
dikarenakan rentang suhu operasional Thermocouple yang luas yaitu berkisar -200C hingga
lebih dari 2000C dengan harga yang relatif rendah. Thermocouple pada dasarnya adalah
sensor suhu Thermo-Electric yang terdiri dari dua persimpangan (junction) logam yang
berbeda. Salah satu Logam di Thermocouple dijaga di suhu yang tetap (konstan) yang
berfungsi sebagai junction referensi sedangkan satunya lagi dikenakan suhu panas yang akan
dideteksi. Dengan adanya perbedaan suhu di dua persimpangan tersebut, rangkaian akan
menghasilkan tegangan listrik tertentu yang nilainya sebanding dengan suhu sumber panas.
Keuntungan Thermocouple adalah sebagai berikut :
Memiliki rentang suhu yang luas
Tahan terhadap goncangan dan getaran
Memberikan respon langsung terhadap perubahan [Link] Thermocouple
Selain jenis-jenis Sensor suhu diatas, Sensor Suhu atau Temperature Sensor juga dapat
dibedakan menjadi dua jenis utama berdasarkan Hubungan fisik Sensor suhu dengan Obyek
yang akan dirasakan suhunya. Berikut ini adalah 2 jenis utama tersebut.
Untuk lebih jelas mengenai Thermocouple, silakan baca : Pengertian Termokopel
(Thermocouple) dan Prinsip Kerjanya
Contact Temperature Sensor
Sensor Suhu jenis contact adalah Sensor suhu yang memerlukan kontak (hubungan) Fisik
dengan objek yang akan dirasakan perubahan suhunya. Sensor suhu jenis ini dapat digunakan
untuk memantau suhu benda padat, cair maupun gas.
Non-Contact Temperature Sensor
Sensor Suhu jenis Non-Contact adalah Sensor suhu yang dapat mendeteksi perubahan suhu
dengan menggunakan konveksi dan radiasi sehingga tidak memerlukan kontak fisik langsung
dengan obyek yang akan diukur atau dideteksi suhunya.
Sensor Suhu adalah komponen yang biasanya digunakan untuk merubah panas menjadi listrik
untuk mempermudah dalam menganalisa besarannya. Untuk membuatnya ada dua cara yaitu
dengan menggunakan bahan logam dan bahan semikonduktor. Cara ini digunakan karena
logam dan bahan semikonduktor bisa berubah hambatannya terhadap arus listrik tergantung
pada suhunya. Pada logam semakin besar suhu maka nilai hambatan akan semakin naik,
berbeda pada bahan semikonduktor, semakin besar suhu maka nilai hambatan akan semakin
turun. Ada empat macam sensor suhu antara lain; Thermokopel, Thermistor, RTD (Resistance
Temperature Detectors), dan IC LM 35. Tentunya tiap jenis alat tersebut mempunyai fungsi
dan cara kerja yang berbeda-beda.
Gambar Sensor Suhu
Sensor Suhu
Jenis yang pertama adalah Thermokopel, alat ini berfungsi sebagai sensor suhu rendah dan
tinggi antara 3000F sampai 30000F. Alat ini dibentuk dari dua buah penghantar yang jenisnya
berbeda seperti besi dan konstantan yang dililit bersamaan. Sensor suhu ini digunakan oleh
Johan Seebeck pada tahun 1820 dengan namanya Efek Seebeck. Berikutnya ada Thermistor,
atau bisa disebut juga dengan Thermal Resistor atau Thermal Sensitive Resistor. Alat ini
berfungsi untuk mengubah suhu menjadi hambatan listrik yang berbanding terbalik dengan
berubahnya suhu. Semakin tinggi suhu maka semakin kecil hambatan listriknya. Thermistor
biasanya terbuat dari bahan oksida logam campuran, kromium, kobalt, tembaga, besi, atau
nikel. Thermistor memiliki tiga bentuk antara lain; butiran, keping, dan batang.
Yang ketiga adalah RTD atau Resistance Temperature Detectors. Alat ini fungsinya adalah
untuk mengubah suhu menjadi hambatan listrik yang sebanding dengan perubahan suhu.
Semakin tinggi suhu, maka hambatan listriknya semakin besar. RTD adalah sensor suhu yang
terbuat dari kumparan kawat platinum pada papan pembentuk isolator. Alat yang terakhir
adalah IC LM 35, fungsinya untuk mengubah suhu menjadi tegangan tertentu yang sesuai
dengan perubahan suhu. Alat ini paling terkenal karena mudah diaplikasikan dalam
kehidupan sehari-hari. Alat ini biasanya digunakan pada sistem monitor rumah kaca atau
sensor suhu ruang pada laboratorium kimia.
Demikian penjelasan singkat mengenai sensor suhu, semoga artikel kali ini dapat berguna dan
bermanfaat bagi anda semua. Baca juga artikel menarik lainnya, seperti Sensor Ultrasonik,
Sensor Jarak, Sensor Cahaya, Sensor Suara, Sensor Tekanan, Rangkaian Booster Antena TV,
Pengertian Dioda dan Fungsi Dioda.
Sensor Gas merupakan sebuah alat untuk membaca keberadaan bermacam jenis gas dalam
suatu tempat, biasanya sensor ini di gunakan dalam sebuah sistem keselamatan. Jenis alat
sensor ini di gunakan untuk membaca kebocoran gas dan menghubungkan kepada sebuah
sistem pengaturan untuk menutup segala proses yang menyebabkan atau mengalami
kebocoran gas tersebut. Sensor gas juga dapat membunyikan alarm agar di ketahui oleh
pangawas yang berada di sekitar kebocoran gas tersebut terjadi agar para pekerja yang berada
di area tersebut dapat segera mengadakan evakuasi sehingga mencegah sesuatu hal yang lebih
buruk. Alat ini sangat penting untuk menghindari kejadian-kejadian yang dapat mengancam
nyawa pekerja maupun hewan atau tumbuhan yang berada di sekitar area tersebut, karena
beberapa jenis gas bisa sangat membahayakan.
Sensor Gas
Sensor gas dapat membaca segala jenis gas yang mematikan, seperti gas yang mudah
terbakar, gas beracun, gas yang dapat menimbulkan ledakan, dn jika adanya gejala
pengurangan oksigen. Sensor ini dapat kita temui di berbagai jenis perusahaan dan tempat,
seperti tambang minyak dan sebagainya, alat ini juga mungkin terdapat di stasiun pemadam
kebakaran. Biasanya alat ini menggunakan batere untuk beroperasi. Alat ini mengirimkan
sinyal peringatan menggunakan suara atau gambaran, seperti sinar lampu flashlight ataupun
alarm yang bersuara nyaring saat terdapat konsentrasi gas yang dapat membahayakan bagi
area tersebut. Saat alat ini merasakan konsentrasi gas yang membahayakan melebihi level
yang telah di atur pada alat tersebut, alarm atau sinyal akan diaktifkan. Pada awalnya,
detektor diproduksi untuk mendeteksi hanya satu jenis gas, tetapi alat sensor modern dapat
mendeteksi beberapa gas beracun atau mudah terbakar, atau bahkan kombinasi dari kedua
jenis.
Sensor gas dapat di golongkan dari cara pengerjaannya (semikonduktor, oksidasi, katalis,
infrared, dan lain sebagainya). Ada dua jenis sensor gas, yaitu sensor gas portable dan sensor
gas yang terpasang. Jenis sensor yang pertama merupakan alat sensor yang dapat di gunakan
selagi berkeliling, yang biasanya di pasang di saku, sabuk atau topi pegawai. Jenis sensor ke
dua yaitu alat sensor yang telah terpasang, biasanya alat sensor ini di pasang di dekat ruang
control, dan biasanya dapat membaca lebih dari satu jenis gas yang berbahaya.
Sensor Cahaya adalah salah satu alat yang digunakan dalam bidang elektronika, alat ini
berfungsi untuk mengubah besaran cahaya menjadi besaran listrik. Alat ini memungkinkan
kita untuk melakukan pendeteksian cahaya dan kemudian untuk melakukan perubahan
terhadapnya menjadi sinyal listrik dan dipakai dalam sebuah rangkaian yang memakai cahaya
sebagai pemicunya. Cara kerja dari alat ini adalah mengubah energy dari foton menjadi
electron, umumnya satu foton dapat membangkitkan satu electron. Alat ini mempunyai
kegunaan yang sangat luas salah satu yang paling popular adalah pada kamera digital.
Beberapa komponen yang biasanya digunakan dalam rangkaian sensor cahaya adalah Light
Dependent Resistor, Photodiode, dan Photo Transistor.
Gambar Sensor Cahaya
Sensor Cahaya
Salah satu komponen yang menggunakan sensor cahaya adalah Light Dependent Resistor
(LDR), adalah suatu komponen elektronika yang memiliki hambatan yang dapat berubah
sesuai perubahan intensitas cahaya, resistensi dari LDR akan menurun jika ada penambahan
intensitas cahaya yang [Link] dasarnya komponen ini merupakan suatu resistor
yang memiliki nilai resistensi bergantung pada jumlah cahaya yang jatuh pada permukaan
sensor tersebut. LDR dapat dibuat dari semikonduktor beresistensi tinggi yang tidak
dilindungi dari cahaya. Jika cahaya yang mengenainya memiliki frekuensi yang cukup tinggi,
foton yang diserap oleh semikonduktor akan menyebabkan electron memiliki energy yang
cukup untuk meloncat ke pita konduksi. Elektron bebas yang dihasilkan (dan pasangan
lubangnya) akan mengalirkan listrik, sehingga menurunkan resistensinya.
Komponen yang menggunakan sensor cahaya berikutnya adalah Photo Transistor /
fototransistor, secara sederhana adalah sebuah transistor bipolar yang memakai kontak
(junction) base-collector yang menjadi permukaan agar dapat menerima cahaya sehingga
dapat digunakan menjadi konduktivitas transistor. Secara lebih detail Photo Transistor
merupakan sebuah benda padat pendeteksi cahaya yang memiliki gain internal. Hal ini yang
membuat foto transistor memiliki sensivitas yang lebih tinggi dibandingkan photodiode / foto
diode, dalam ukuran yang sama. Alat ini dapat menghasilkan sinyal analog maupun sinyal
gigital. Photo Transistor sejenis dengan transistor pada umumnya, bedanya pada Photo
Transistor dipasang sebuah lensa pemfokus sinar pada kaki basis untuk memfokuskan sinar
jatuh pada pertemuan pn
[Link]