BAB 10 - DATA COLLECTION METHOD
Bonifasius Briantoni
7F / 06
Sumber Data
Data menurut cara perolehannya dibagi menjadi dua yaitu data sumber primer
dan data sumer sekunder. Data primer diperoleh dari tangan pertama oleh
peneliti yang berkaitan dengan variable minat untuk tujuan spesifik studi,
contohnya responden individu, kelompok fokus, dan panel yang secara khusus
telah ditentukan oleh peneliti. Sedangkan data sekunder mengacu pada
informasi yang dikumpulkan dari sumber yang telah ada, contohnya
catatan/dokumentasi perusahaan, publikasi pemerintah, analisis industri oleh
media, situs web, internet.
Sumber Data Primer
Focus Group
Kelompok yang terdiri dari 8-10 anggota dengan seorang moderator yang
memimpin diskusi, anggota dipilih berdasar keahlian mereka dalam satu topik
yang akan dibahas. Bertujuan untuk mendapat kesan, interpretasi, dan opini
responden dari para anggota,
Focus Group hanya memberikan informasi kualitatif, tidak kuantitatif. Kelompok
fokus digunakan untuk studi eksplorasi, membuat generalisasi berdasar
informasi yang dihasilkan, dan mengadakan survei sampel.
Panel
Berbeda dengan fokus grup, panel dengan sekelompok orang yang sama
bertemu untuk membahas topik lebih dari satu kali, dengan tetap
mempertahankan susunan orang yang lalu.
Panel terdiri dari dua jenis. Panel Statis adalah anggota yang sama berada dalam
satu panel selama periode waktu yang diperpanjang. Panel dinamis adalah
anggota panel berganti dari waktu ke waktu saat berbagai fase studi
berlangsung.
Unobtrusive Sources
Ukuran umum (yang tidak langsung tampak) berasal dari sumber primer yang
tidak melibatkan orang. Contohnya banyaknya botol minuman merk tertentu di
tempat sampah memberikan ukuran tingkat konsumsinya, catatan asuransi
memberikan informasi tentang kelahiran, pernikahan, kematian, dll.
Sumber Data Sekunder
Data sekunder mengacu pada informasi yang dikumpulkan ileh seseorang, dan
bukan peneliti yang melakukan studi mutakhir. Contoh sumber data sekunder
adalah buku dan majalah, publikasi pemerintah mengenai indikator ekonomi,
data sensus, ikhtisar statistik, bass data, media, laporan tahunan perusahaan,
dan sebagainya.
Research Method for Business Uma Sekaran
Page 1
Keuntungan yang diperoleh ketika mencari sumber data sekunder adalah
penghematan waktu dan biaya memperoleh informasi. Tetapi data sekunder juga
mempunyai kekurangan dalam hal menjadi usang dan tidak memenuhi
kebutuhan spesifik dari situasi atau keadaan tertentu.
Data Collection Method
Ada beberapa metode pengumpulan data, masing-masing dengan kelebihan dan
kekurangannya. Masalah yang diteliti dengan penggunaan metode yang tepat
akan meningkatkan nilai penelitian.
Interviewing
Terdiri dari metode wawancara terstruktur dan tidak terstruktur.
Unstructured
Disebut tidak terstruktur karena pewawancara tidak memasuki situasi
wawancara dengan urutan pertanyaan yang terencana untuk ditanggapi kepada
responden
Structured Interview
Wawancara terstruktur adalah wawancara yang diadakan ketika diketahui pada
permulaan informasi apa yang diperlukan, dengan kata lain pewawancara telah
memiliki daftar pertanyaan yang telah disiapkan sebelumnya.
Tips for Interview
Wawancara harus bebas dari bias, sementara penyebab bias bisa ada pada
pewawancara, orang yang diwawancara dan situasi.
Pewawancara dapat menyebabkan bias karena kepercayaan dan hubungan yang
baik tidak terjadi dengan orang yang diwawancara. Orang yang diwawancara
dapat menyebabkan bias ketika tidak menyampaikan data yang sebenarnya,
melainkan memberikan informasi yang diinginkan oleh pewawancara. Situasi
juga berpengaruh untuk membuat bias terutama ketika nonpartisipan terjadi,
ketika responden tidak cakap menjadi yang diwawancara, ketika tingkat
kepercayaan dan hubungan yang dibangun dan keadaan tempat wawancara.
Terdapat teknik bertanya yang dibahas. Pertama, corong, diawali dengan
pertanyaan terbuka untuk memperoleh ide. Kedua, pertanyaan tidak bias.
Ketiga, mengklarifikasi persoalan. Keempat, membantu responden untuk
memikirkan keseluruhan persoalan. Kelima, membuat catatan.
Face to face and Telephone Interviews
Kelebihan wawancara tatap muka adalah peneliti dapat menyesuaikan
pertanyaan sesuai kebutuhan, mengklarifikasi keraguan dan memastikan bahwa
respon dipahami dengan tepat. Kekurangan wawancara tatap muka adalah
keterbatasan geografis dan suber daya yang dapat menghalangi wawancara.
Kelebihan wawancara telepon adalah mendapatkan banyak responden dalam
waktu ringkas, dari pandangan peneliti. Dapat menghilangkan ketidaknyamanan
dalam menghadapi wawancara, dari sudut pandang responden. Kekurangan
wawancara telepon adalah
Research Method for Business Uma Sekaran
Page 2
Computer assisted Interview
Akurasi pengumpulan data sangat meningkat karena peranti lunak dapat
diprogram untuk mengurangi respons yang tidak sampai (offbase) atau diluar
kisaran (out of range). Terdapat dua tipe program wawancara dengan bantuan
komputer, yaitu CATI (computer assisted telephone interviewing) yang digunakan
oleh organisasi penelitian dan dapat memperoleh data dari orang di seluruh
dunia karena PC dihubungkan dengan sistem telepon. Yang kedua adalah CAPI
( Computer Assisted Personal Interviewing) dimana dapat menggunakan
komputer sendiri untuk menjalankan program dan memasukkan respon sehingga
mengurangi kesalahan dalam merekam.
Kelebihan penggunaan peranti lunak adalah dimudahkannya pekerjaan
pewawancara terkait dengan aktivitas penulisan, pengkodean, dan tabulasi
sehingga mempermudah dalam pembuatan index dan pencarian.
Questionnaires and Questionnaire Design
Kuesioner adalah daftar pertanyaan tertulis yang dirumuskan sebelumnya yang
akan responden jawab, dengan alternatif yang didefinisikan dengan jelas.
Personally Administered Questionnaires and Mail Questionnaires
Pemberian kuesioner secara pribadi bila survei terbatas pada suatu daerah lokal.
Keuntungan utama secara pribadi adalah pengumpulan semua respon secara
lengkap dalam waktu relatif singkat.
Kuesioner surat memiliki kelebihan dalam pencakupan daerah geografis yang
luas. Kekurangannya adalah tingkat pengembalian yang rendah dan tidak dapat
mengklarifikasi keraguan dari responden.
Guidelines for Questionnaires Design
Prinsip desain kuesioner bisa difokuskan pada tiga bidang, yaitu susunan kata,
prencanaan variable akan dikategorikan, diskalakan, dan dikodekan setelah
respon diterima, dan terakhir berkaitan dengan penampilan desain kuesioner.
Prinsiple of Wording
Prinsip susunan kata mengacu pada faktor:
Isi dan tujuan pertanyaan, tujuan masing-masing pertanyaan sebaiknya
dipertimbangkan dengan hati-hati sehingga variable bisa diukur secara
memadai dan tanpa ada pertanyaan yang tidak berguna
Susunan Kata dan Bahasa, sebaiknya disesuaikan dengan tingkat
pemahaman responden.
Tipe Bentuk Pertanyaan, terdiri dari pertanyaan terbuka (memungkinkan
responden menjawab dengan cara mereka), pertanyaan tertutup ( pilihan
jawaban sudah disediakan peneliti ), pertanyaan yang disusun secara
positif dan negatif.
Principle of Measurement
Prinsip pengukuran perlu diperhatikan untuk memastikan bahwa data yang
diperoleh adalah tepat untuk menguji hipotesis. Bila mungkin skala interval dan
rasio digunakan dalam perbandingan.
Research Method for Business Uma Sekaran
Page 3
General Appearance of the Questionnaire
Kuesioner yang atraktif dan rapi dengan pendahuluan yang tepat, instruksi dan
kumpulan pertanyaan yang dipersiapkan dengan baik dan adanya alternatif
respon akan memudahkan responden untuk menjawab.
Terdapat elemen yang harus dipenuhi, yaitu:
Pendahuluan yang baik
Secara jelas mengungkapkan identitas peneliti dan menyampaikan tujuan
survey.
Instruksi yang diatur dengan baik dan penjajaran pertanyaan yang rapi
Pertanyaan disusun secara logis dan rapi dalam bagian yang tepat dan
diberikan instruksi bagaimana cara menjawabnya.
Penting untuk mencoba terlebih dulu instrumen yang telah dibuat untuk
memastikan bahwa pertanyaan dipahami oleh responden (tidak ada ambiguitas)
dan tidak ada masalah dengan susunan kata atau pengukuran.
Electronic Questionnaires Design and Surveys
Kelebihannya mudah untuk disebarkan, bisa menjangkau secara global, sangat
murah, pengiriman cepat, responden bisa menjawab kapan saja. Kelemahannya
harus mampu menggunakan komputer dan memiliki akses ke fasilitas.
Observational Studies
Berbeda dengan wawancara dan kuesioner yang mengungkap respon dari
subjek, orang juga dapat diamati (diobservasi) dalam lingkungan kerja mereka,
aktivitas perilaku, atau minat mereka. Peneliti dapat menjadi pengamat
nonpartisipan atau partisipan dalam mengumpulkan data observasional.
Participant and Nonparticipant Observation
Observasi Nonpartisipan memungkinkan peneliti mengumpulkan data yang
diperlukan tanpa menjadi bagian integral dari sistem organisasi. Observasi
Partisipan berarti peneliti memasuki organisasi atau lingkungan penelitian dan
menjadi bagian tim kerja.
Structured and Unstructured Observation
Studi observasional terstruktur adalah pengamat mempunyai kumpulan kategori
aktivitas atau fenomena yang telah direncanakan sebelumnya untuk dipelajari.
Format untuk merekam observasi dapat didesain dan ditentukan secara khusus
untuk tiap studi agar sesuai dengan tujuan penelitian.
Studi observasional tidak terstruktur adalah mengobservasi peristiwa
sebagaimana adanya, biasanya menjadi bagian rencana dalam studi kualitatif.
Dalam hal ini pengamat akan mencatat secara praktis semua yang diobservasi.
Projective Tests
Penggalian ide dan pemikiran responden yang berada di bawah alam sadar agar
dapat muncul ke permukaan oleh profesional terlatih dilakukan dengan
penelitian motivasional. Penelitian motivasional dapat dilakukan dengan teknik
asosiasi kata, penyelesaian kalimat, thematic apperception test, tes inkblot dan
sebagainya.
Research Method for Business Uma Sekaran
Page 4
Tes asosiasi kata dengan cara meminta responden dengan cepat untuk
mengasosiasikan sebuah kata. Thematic Apperception test (TAT) meminta
responden untuk menjalin sebuah cerita di seputar gambar yang ditunjukkan. Tes
inkblot menggunakan noda tinta berwarna yang akan diinterpretasikan oleh
responden yang menjelaskan apa yang mereka lihat dalam beragam pola dan
warna.
Multimethods and Multisources of Data Collection
Mengumpulkan data melalui multimetode dan dari berbagai sumber akan
menambah keketatan penelitian, hal itu perlu untuk mengurangi efek bias dari
masing-masing metode pengumpulan data. Data yang diperoleh dari beberapa
metode dan sumber menunjukkan tingkat kesamaan, maka akan memiliki
keyakinan yang lebih kuat mengenai ketepatan data.
Setting Wherefrom Data are Collected
Data bisa dikumpulkan dengan berbagai metode dalam lingkungan sehari-hari
dan data juga bisa diperoleh dari situasi lab buatan dimana variabel dikontrol
dan dimanipulasi, data juga bisa dikumpulkan di rumah responden atau juga di
jalan.
International Dimensions of Surveys
Peneliti dalam melakukan penelitian lintas budaya harus bisa menelusuri
persamaan dan perbedaan respon perilaku dan sikap karyawan pada berbagai
tingkat di kebudayaan yang berbeda.
Persoalan tertentu perlu diperhatikan dalam penyusunan instrumen untuk
mengumpulkan data dari beberapa negara, salah satunya adalah bahasa.
Penting untuk memastikan bawa penerjemahan instrumen ke dalam bahasa lokal
dilakukan secara akurat sesuai dengan bahasa asli.
Managerial Advantage
Dapat mengetahui bagaimana mengutarakan pertanyaan yang tidak bias untuk
mendapatkan jenis respon yang bermanfaat. Sebagai sponsor penelitian, kita
dapat memutuskan tingkat kecanggihan data yang ingin diperoleh berdasarkan
kompleksitas data yang akan diperoleh. Dapat juga menilai pertanyaan yang
baik dan buruk yang dipakai untuk survei dengan kepekaan pada variasi budaya.
Ethics in Data Collection
Terdapat beberapa etika yang harus dijaga ketika mengumpulkan data, hal
tersebut berkaitan dengan sponsor penelitian, pengumpul data, dan pemberi
data. Sponsor memastikan bahwa studi dilakuukan untuk tujuan organisasi,
bukan untuk pribadi. Mereka harus menghormati kerahasiaan data yang
dikumpulkan oleh peneliti dan tidak meminta respon individu dan kelompok
diungkapkan kepada mereka.
Etika dan Peneliti
Research Method for Business Uma Sekaran
Page 5
1. Merahasiakan informasi dari responden
2. Peneliti tidak boleh mengemukakan hal yang tidak benar mengenai sifat
penelitian kepada subjek. Tujuan penelitian harus dijelaskan kepada
subjek.
3. Tidak menanyakan informasi pribadi, jika diperlukan harus disertai dengan
alasan yang spesifik dan memperhatikan kepekaan yang tinggi.
4. Tidak boleh melanggar harga diri dan kehormatan subjek.
5. Tidak boleh ada paksaan untuk merespon survei.
6. Peengamat nonpartisipan harus sedapat mungkin tidak mencampuri.
7. Dalam studi lab, subjek harus diberitahu sepenuhnya mengenai alasan
eksperimen.
8. Subjek tidak boleh dihadapkan pada situasi yang mengancam mereka
secara fisik atau mental.
9. Tidak boleh ada penyampaian yang salah dalam melaporkan data yang
dikumpulkan selama penelitian.
Etika dan Responden
1. Subjek setelah menyetujui pilihan untuk berpartisipasi dalam studi harus
bekerja sama sepenuhnya dalam tugas-tugas yang diberikan.
2. Responden juga wajib menyapaikan respon secara benar dan jujur.
Research Method for Business Uma Sekaran
Page 6