1
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1. Sejarah Kuadran Kyosaki
Robert Toru Kiyosaki (lahir 8 April 1947; umur 69 tahun) adalah seorang
investor, usahawan, penulis dan motivator. Kiyosaki menjadi terkenal karena
buku yang ditulisnya berjudul Rich Dad, Poor Dad. Buku ini merupakan bagian
dari seri buku-buku dan material lain tentang motivasi. Ia telah menulis 15 buku
yang secara akumulatif telah terjual lebih dari 26 juta buah. Meski ia memulai
penerbitan bukunya dengan menerbitkan sendiri, buku-bukunya kemudian
diterbitkan oleh Warner Books, sebuah divisi dari Hachette Book Group USA,
penerbit buku yang cukup terkenal di Amerika Serikat. Pada saat ini, buku-buku
barunya diterbitkan oleh perusahaan penerbitan miliknya yaitu "the Rich Dad
Press imprint". Tiga dari bukunya yaitu Rich Dad Poor Dad, Rich Dad's
CASHFLOW Quadrant, dan Rich Dad's Guide to Investing, telah menjadi 10
buku terlaris secara berkesinambungan di The Wall Street Journal, USA Today
serta New York Times. Buku Rich Kid Smart Kid yang diterbitkan pada 2001,
diterbitkan dengan maksud membantu orangtua merancangkan keuangan bagi
anaknya. Dia telah membuat tiga macam papan permainan "Cashflow" berikut
perangkat lunaknya, baik bagi anak-anak maupun dewasa. Ia juga memiliki kaset
dan piringan magnetik kompak bagi seri "Rich Dad"-nya. Selain itu ia juga
menerbitkan buletin bulanan.
Sebuah generasi keempat Jepang-Amerika, Robert Kiyosaki dilahirkan dan
dibesarkan di Hawai. Dia adalah putra dari almarhum pendidik Ralph H. Kiyosaki
(1919-1991). Setelah lulus dari Hilo High School, ia memasuki US Merchant
Marine Academy di New York, lulus pada tahun 1969 sebagai perwira dek. Dia
kemudian bertugas di Korps Marinir sebagai pilot helikopter tempur selama
Perang vietnam, di mana ia dianugerahi Medali Angkatan Udara. Kiyosaki keluar
dari Korps Marinir pada tahun 1974 dan mendapat pekerjaan menjual mesin
fotokopi untuk Xerox Corporation. Pada tahun 1977, Kiyosaki memulai sebuah
perusahaan yang memperkenalkan dompet "surfer" berbahan nilon dan Velcro
untuk pertama kalinya kepada pasar. Perusahaan ini cukup berhasil pada awalnya
tapi akhirnya bangkrut. Pada awal 1980-an, Kiyosaki memulai bisnis T-shirt
Universitas Sriwijaya
berlisensi untuk Heavy metal band rock. Sekitar 1996-1997 ia meluncurkan
CASHFLOW Technologies, Inc yang mengoperasikan dan memiliki merk dagang
Rich Dad (dan Cashflow) brand.
Sebagian besar dari ajaran-ajaran Kiyosaki fokus pada menghasilkan
pendapatan pasif dengan cara investasi peluang, seperti real estate dan bisnis,
dengan tujuan untuk bisa mendukung diri sendiri hanya dari investasi semacam
itu. Sejalan dengan hal ini, Kiyosaki mendefinisikan "aset" sebagai hal-hal yang
menghasilkan cash inflow, seperti sewa properti atau bisnis-dan "kewajiban"
sebagai hal-hal yang menggunakan uang tunai, seperti rumah, mobil, dan begitu
di. Kiyosaki juga berpendapat bahwa keuangan leverage (keuangan) sangat
penting untuk menjadi kaya. Kiyosaki menekankan apa yang disebutnya "melek
keuangan" sebagai sarana untuk mendapatkan kekayaan. Dia mengatakan bahwa
kecakapan hidup seringkali paling baik dipelajari melalui pengalaman dan bahwa
ada pelajaran penting yang tidak diajarkan di sekolah. Dia mengatakan bahwa
pendidikan formal terutama bagi mereka yang ingin menjadi karyawan atau
wiraswasta, dan bahwa ini adalah sebuah ide "Era Industri." Dan menurut
Kiyosaki, dalam rangka untuk memperoleh kebebasan finansial, seseorang harus
menjadi pemilik bisnis atau investor, guna menghasilkan pendapatan pasif.
Kiyosaki berbicara sering dari apa yang ia sebut "The Cashflow Quadrant",
alat konseptual yang bertujuan untuk menggambarkan bagaimana semua uang di
dunia diperoleh. Digambarkan dalam sebuah diagram, konsep ini mensyaratkan
empat kelompok, dibagi dengan dua garis (satu vertikal dan satu horisontal). Pada
masing-masing empat kelompok ada surat yang mewakili sebuah cara di mana
seorang individu mungkin memperoleh pendapatan. Huruf adalah sebagai berikut.
1.
'E': Employee atau Karyawan, pegawai negeri - Bekerja untuk orang lain.
2.
'S': Self-employed atau karyawan profesional seperti dokter, pengacara,
akuntan,dan pekerja seks - Di mana seseorang memiliki keahlian setingkat
diatas employee.
Universitas Sriwijaya
3.
'B': Business owner Pemilik Bisnis Besar seperti pimpinan perusahaan]] Di mana seseorang memiliki sebuah "sistem" untuk membuat uang, bukan
pekerjaan untuk menghasilkan uang.
4.
'I': Investor - Menginvestasikan atau menanamkan uang pada suatu bidang
yang menghasilkan pemasukan lebih besar.
Robert Kiyosaki memberikan paradigma baru bagi dunia intelektual, bisnis
dan Sumber Daya Manusia di Indonesia. Ia memberikan pemahaman yang bagi
banyak kalangan cukup menyentak, yaitu bahwa mencari uang bisa dilakukan
dengan sejumlah cara selain menjadi pegawai. Empat kuadrannya memberikan
gambaran jelas bagaimana uang bisa diperoleh. Kiyosaki juga memberikan
inspirasi pada munculnya profesi baru di Indonesia: Motivator.
1.2. Bagian-bagian Kuadran Kyosaki
Kuadran pekerjaan menurut Robert T Kiyosaki ada 4 yaitu :
1.
Employee
employee adalah pekerja kantoran yang diupah oleh suatu perusahaan, pada
kuadran ini umumnya penghasilan sama dengan pengeluaran, di mana
employee jarang melakukan saving. anda bekerja untuk orang lain, dimana
anda telah terikat untuk bekerja dengan waktu tertentu dan dengan
penghasilan yang tertentu juga
2.
Self Employee
self employee adalah pekerjaan yang merupakan profesi atau keahlian yang
biasanya dipelajari melalui jenjang pendidikan dan bisa juga yang timbul
karena bakat. contoh : dokter, penulis, penyanyi, musisi, artis dan lain
sebagainya yang memerlukan skil atau keahlian khusus dan membutuhkan
waktu panjang untuk belajar. anda bekerja untuk diri anda sendiri, dimana
anda tidak terikat secara waktu dan penghasilan, tetapi anda harus bekerja
semakin keras (menghabiskan lebih banyak waktu), untuk memperoleh
penghasilan yang lebih besar.
3.
Business
adalah orang yang menciptakan lapagan pekerjaan untuk dirinya dan orang
lain. pekerjaan ini disebut bisnis atau wirausaha. contoh: pengusaha catering,
Universitas Sriwijaya
pengusaha konveksi, pengusaha pertanian dan lain sebagainya yang
membutuhkan pengalaman dan modal tentunya. anda bisa mendapatkan
penghasilan dari sistem, dimana dalam sistem ini orang lain bekerja untuk
anda. jadi anda tidak terikat waktu, tetapi penghasilan tak terbatas.
4.
Investor
Investor adalah orang yang memiliki pendapatan tanpa dia harus bekerja
(passive income), orang tersebut hanya memberikan kekayaannya sebagai
modal untuk ditanamkan pada suatu usaha sehingga usaha itu menghasilkan,
dan investor menikmati keuntungannya tanpa harus bekerja . contoh: jual
beli saham yang sudah memiliki modal yang besar dari awal. anda
mendapatkan penghasilan dengan menanam modal, sehingga uang bekerja
untuk anda.
1.3. Ciri-ciri Setiap Kuadran T. Kyosaki
Ciri-ciri di setiap kuadran T. Kyosaki yaitu;
1. Mental E (Employee)
a.
Enggan meningkatkan diri
b.
Tidak mampu menunda kenyamanan.
c.
Menunggu disuruh
d.
Kurang Inisiatif
e.
Berusaha bekerja cerdas saja alias malas
f.
Kalau menjadi atasan, cenderung ngebos (tidak memanage)
g.
Cenderung memikirkan dirinya sendiri
2. Mental S (Self Employed)
a. Setingkat lebih baik dibandingkan mental E.
b. Mampu menunda kenyamanan.
c. Berusaha meningkatkan diri.
d. Berusaha berinisiatif.
e. Berusaha bekerja keras dan cerdas.
Universitas Sriwijaya
f. Mampu bekerja mandiri, namun sulit bekerja dalam tim.
g. Tidak mampu mendelegasikan pekerjaan.
h. Kalau menjadi atasan, kurang mampu mengelola dan tidak mampu
mengajari/mendidik bawahannya sehingga berakibat tidak tercipta kerja
tim yang bersinergi.
i.
Cenderung memikirkan kesuksesan dirinya sendiri.
3. Mental B (Business owner)
a. Setingkat lebih baik dibandingkan S.
b. Mampu menunda kenyamanan.
c. Berusaha keras meningkatkan diri
d. Berusaha keras berinisiatif
e. Berusaha bekerja keras dan cerdas
f. Mampu bekerja mandiri dan mampu bekerja dalam tim
g. Mampu mendelegasikan pekerjaan (dalam arti segala sesuatunya tetap
berjalan dengan baik, walau pun dirinya tidak ada untuk sementara waktu).
h. Kalau menjadi atasan, mampu mengelola dengan baik, dan mampu
mengajari/mendidik bawahannya sedemikian rupa sehingga tercipta kerja
tim yang bersinergi dan berkembang.
i.
Mampu memimpin tim dan mengontrol tim terus-menerus sehingga dapat
mencapai sasaran/tujuan timnya.
j.
Cenderung memikirkan kesuksesan bawahannya, atasannya, koleganya,
timnya, dsb, dibandingkan memikirkan kesuksesan dirinya sendiri.
k. Senantiasa berusaha agar segala sesuatunya tidak bergantung pada dirinya
atau pada person/orang, melainkan bergantung pada sistem.
l.
Jujur, dermawan, rendah hati, dan amanah (bertanggung jawab).
4. Mental I (Investor)
a. Setingkat lebih baik dibandingkan B.
b. Semua yang ada di B juga ada pada I, ditambah dengan mampu
menciptakan/membentuk sistem (software, hardware, dan humanware)
Universitas Sriwijaya
sedemikian rupa sehingga sistem tersebut dapat berjalan dan berkembang
sendiri.
BAB 2
PEMBAHASAN
2.1. Empat Kuadran, 2 Sumber Penghasilan
Memang benar ada empat kuadran yang berbeda, namun secara global,
keempat kuadran ini dapat kita ringkas menjadi dua kuadran besar saja, yaitu
kuadran kiri dan kuadran kanan. Kuadran kiri mewakili Employee dan Self
Employee atau Small Business. Sedangkan kuadran kanan adalah Big Business
dan Investor.
1. Left Quadrant/Kuadran Kiri
a. E(Employee) Mereka adalah Pegawai/Karyawan (mereka yang bekerja pada
orang lain). Yang dimaksud Pegawai disini adalah Karyawan dari tingkatan
paling rendah sampai paling tinggi.
b. S(Self-Employed) Mereka adalah para pekerja lepas,(mereka selalu ingin
menjadi
bos
bagi
diri
mereka
sendiri).Konsultan,Pengacara,Dokter
praktek,Arsitek,Pemilik Toko,Pemilik small-business,dsb masuk dikuadran
ini.
Coba kita lihat untung ruginya jika kita berada di Left Quadrant ini:
Universitas Sriwijaya
Gambar diatas terlihat pola 1. Anda bekerja untuk memperoleh
Income(Penghasilan), setelah memperoleh income tentunya kita mempunyai
impian atau cita-cita.
Cara kerja pada Pola I ini, tidak salah, banyak orang menempuh Pola
ini,tapi.. beresiko menurut Robert Kiyosaki. Ilustrasinya seperti ini, Anda udah
pasti Bekerja (baik Anda sebagai Employe atau sebagai Self-Employed),tetapi
tiba-tiba terjadi hal yang tidak diinginkan dalam hidup [Link]
kecelakaan atau dipecat dari tempat Anda bekerja atau usaha Anda bangkrut
(bagi Self-Employed atas singkatnya hal-hal tidak seharusnya terjadi, tetapi
terjadi pada Anda. Kalau sudah begini bagaimana dengan penghasilan Anda?
apakah Anda masih tetap punya penghasilan? Bagaimana dengan keluarga
Anda? Bagaimana dengan cita-cita Anda? atau apakah Anda mau membanting
tulang seumur hidup Anda? Bagaimana kalau terjadi krisis ekonomi? Ingat,
perekonomian dunia saat ini saling berkaitan, jika terjadi resesi disuatu negara,
negara yang lain ikut menerima dampaknya.
2. Right Quadrant/Kuadran Kanan (Pola 2)
a. B(Business Owner) Mereka adalah pemilik [Link] mempekerjakan
uang,artinya mereka tidak bekerja untuk uang tetapi uang mereka bekerja
untuk [Link] tidak bekerja sekeras Employee apalagi [Link] selalu punya
waktu
[Link]
hidup untuk
menikmati hidup.
b.
I (Investor) Pekerjaan mereka berinvestasi,mereka tidak punya masalah
dengan [Link] selalu berfikir untuk menciptakan lapangan pekerjaan.
Universitas Sriwijaya
Pola kerja, dipola II terlihat seperti ini
Mereka bekerja untuk Aset. Seseorang yang telah berhasil membangun Asetnya
tidak perlu takut lagi kehilangan pekerjaan,karena Asetnya akan mendatangkan
Penghasilan baginya secara terus-menerus (royality), tidak peduli dia ikut
bekerja atau tidak.
2.2. Tiga Jenis Sistem Bisnis menurut Kyosaki
Menurut Robert Kiyosaki,ada 3 Sistem Usaha yang masuk kategori Kuadran
B ini, yaitu;
1. Perusahaan Bersistem.
Perusahaan bersistem ini biasanya bermula dari Perusahaan small
business,tetapi karena didukung ke-uletan dan kerja keras pemiliknya dalam
waktu yang panjang serta didukung sistem yang baik,akhirnya perusahaan ini
menjadi perusahaan raksasa/konglomerasi. Seperti misalnya Lippo Group,Sinar
Mas Group, Matahari Tbk, HM Sampoerna, Unilever Tbk, dan lain sebagainya.
2. Franchising / Waralaba.
Saat ini sistem waralaba ini sudah menjadi tren pasar (Para Pakar Ekonomi
meramalkan Sistem ini akan booming di tahun 2010).Seperti kita lihat misalnya
yang produk luar McDonalds,KFC,CFC..dan masih banyak [Link] lebih
Universitas Sriwijaya
menggembirakan sudah cukup banyak Pengusaha Lokal yang mengadopsi sistem
ini,seperti misalnya AlfaMart,IndoMart,bahkan Bakso Malang [Link]
Pendidikan Bisnis juga udah ada,seperti misalnya Memprogram Pikiran Bawah
Sadar dengan pikiran yang mendukung Kesuksesan Oleh [Link](Partner
Kerja BootCamp Community),dan masih banyak lagi..Usaha Waralaba ini punya
sistem yang baik,dan siapa saja bisa membeli Lisensinya,tetapi juga dengan modal
yang tidak sedikit,selain pengetahuan dan skill yang memadai.
3. Network Marketing / Personal Franchise (Waralaba Pribadi).
Sistem ini di Indonesia belum banyak dikenal,meski sebetulnya sudah
sangat digandrungi di Negara-negara maju. Robert Kiyosaki menyarankan Sistem
ini.
2.3. Motif Dasar Masing-masing Kuadran
Salah satu kebenaran yang seringkali kita lupakan adalah manusia itu
berbeda-beda. Artinya tidak semua orang nyaman dengan kuadran yang
ditempatinnya saat ini. Mungkin anda lebih cocok berada di kuadran S daripada di
kuadran B. Bagi beberapa orang, kuadran E adalah kuadran terbaiknya. Dan
hanya sedikit orang yang mampu menikmati berada di kuadran I.
Berbicara mengenai kuadran terbaik kita tidak mungkin lepas dari karakter
dasar kita. Mengetahui kelebihan dan kekurangan kita adalah salah satu syarat
untuk mengetahui kuadran terbaik kita. Artikel-artikel yang saya tulis tentang
karakter manusia bisa membantu anda untuk lebih mengenal diri anda sendiri.
Sediakan waktu untuk membacanya sepaya anda mendapatkan manfaat terbaik
dari teori The Cashflow Quadrantnya Robert Kiyosaki.
Motif dasar kuadran Employee (E) adalah RASA AMAN, JAMINAN,
DAN KESTABILAN. Mereka lebih mementingkan ketiga hal ini daripada
memikirkan seberapa besar uang yang bisa mereka hasilkan dengan keahlian
mereka. Mereka memang ditaktirkan menjadi pegawai sejati. Jangan berpikiran
Universitas Sriwijaya
10
bahwa pegawai tidak bisa kaya, CEO adalah seorang pegawai, Manajer atau
presiden direktur juga seorang pegawai loh.
Motif dasar kuadran S (Self-employee atau Small-business) adalah
KEBEBASAN, KESEMPURNAAN, DAN TANTANGAN. Kelompok ini
adalah orang-orang yang memiliki keahlian tinggi, standar tinggi, idealisme
tinggi, dan juga ego yang tinggi ! Mereka bisa seorang pegawai atau seorang
pemilik usaha. Mereka adalah seorang profesional berpendidikan tinggi.
Motif dasar kuadran B (Big -business atau Business-owner) dan (I) Investor
adalah KAYA, TERHORMAT, DAN SUKSES. Mereka adalah orang yang
bersemangat tinggi, tak kenal menyerah, dan tidak pernah puas. Mereka selalu
ingin lebih dan lebih lagi. Seorang B merancang sistem terbaik yang bisa
mengalirkan uang ke kantongnya terus menerus. Seorang I mampu melihat dan
merasakan prospek bisnis yang menghasilkan keuntungan terbesar. Mereka yang
berada dalam kelompok ini memiliki keahlian tinggi dan dilahirkan sebagai
pemimpin alami. Karena itu jumlahnya sedikit, dan ini merupakan jawaban atas
pertanyaan mengapa lebih banyak orang miskin daripada orang kaya. Apalagi
orang super kaya, jumlahnya lebih sedikit lagi.
2.4. Pemilihan Kuadran yang Tepat
Apa motif dasar anda dalam bekerja ? Rasa amankah ? Kebebasankah ?
Atau Kekayaan ? Mungkin kita semua kesulitan untuk memahami motif dasar
bekerja. Semua orang ingin jadi orang kaya. Mengapa saya ingin jadi orang
kaya ? Supaya bisa menikmati hidup ini, supaya bisa membeli apa yang saya
inginkan, supaya bisa keliling dunia, dan supaya bisa nganggur di rumah, tidur
seharian, dan bikin anak yang banyak. Sejujurnya, jawaban di atas tidak
menjelaskan motif dasar saya. Jawaban tadi adalah jeritan hati kita atas nasib kita
yang tidak berubah. Jadi karyawan aman tapi penghasilannya dijatah. Mau coba
usaha sendiri tapi takut gak jalan. Sampai titik ini kita dihadapkan pada kebutuhan
hidup dan kehilangan motif dasar kita. Saya mengatakan kondisi ini
pengangguran tersembunyi. Kita bekerja supaya bisa tetap hidup, kita tidak
Universitas Sriwijaya
11
menikmati pekerjaan kita, kita terikat dengan kebutuhan minimal untuk bisa
melanjutkan kehidupan. Dari hati kita yang terdalam kita merasakan
ketidakpuasan. Kita tidak menyukai pekerjaan kita namun kita terpaksa
menjalaninya.
Orang yang sukses adalah orang yang mencintai pekerjaannya. Dengan kata
lain, kesuksesan adalah milik semua orang yang bekerja dengan senang hati. Salah
satu kriterianya adalah kerelaan untuk mengerjakannya tanpa dibayar sesen pun.
Bandingkan dengan hobby anda ! Mengapa anda rela mengeluarkan uang yang
biasanya cukup banyak untuk hobby ini ? Bagi orang lain yang hobbynya gak
sama dengan anda, dia akan terheran-heran dengan jumlah uang dan waktu yang
anda dedikasikan untuknya.
Jika saat ini anda terdampar di kuadran yang salah, segera ubah haluan anda.
Kembalilah ke tempat di mana seharusnya anda berada. Jika kuadran anda saat ini
sudah benar namun anda mau berpindah kuadran lainnya maka rencanakan
dengan benar. Pindah kuadran tidak segampang pindah pekerjaan karena masingmasing kuadran memiliki aturan dan membutuhkan keahlian tertentu.
2.5. Cara Berpindah Kuadran
Ada dua cara untuk berpindah kuadran. Cara pertama lebih mudah karena
setahap demi setahap. Misalkan saat ini kita berada di kuadran E, kemudian
pindah ke kuadran S, lalu B dan terakhir I. Cara kedua membutuhkan semangat
tinggi dan keterampilan karena langsung loncat ke kuadran lainnya. Dari kuadran
E ke kuadran B, atau dari kuadran S ke kuadran I.
Sayangnya persentase kegagalan dengan cara kedua ini cukup tinggi. Cara
pertama jauh lebih aman namun membutuhkan waktu yang cukup lama. Robert
Kiyosaki membutuhkan waktu 15 tahun untuk berpindah dari kuadran E ke
kuadran I. Cara yang digunakannya adalah cara pertama. Jika orang sekelas
Robert Kiyosaki menggunakan cara pertama maka kita seharusnya tidak mencoba
cara kedua ! Resiko dan tingkat stressnya terlalu tinggi. Taruhannya adalah umur
Universitas Sriwijaya
12
kita. Memang kekayaan bisa lebih cepat didapatkan namun kita juga cepat tua.
Kebanyakan mikir soalnya. Orang yang menggunakan cara kedua dan sukses
benar-benar ada. Mereka orang. dengan anugerah khusus dan dilindungi dewi
Fortuna. Contohnya adalah Bill Gates, Mark Zuckerberg (Facebook), dan Sergey
Brin (Google).
Berpindah kuadran lebih dari berpindah pekerjaaan. Pindah kuadran berarti
berpindah dunia. Apa yang berlaku di kuadran kiri tidak bisa diterapkan di
kuadran kanan. Kuadran kiri membutuhkan keahlian personal. Sementara kuadran
kanan membutuhkan keahlian manajerial dan kepemimpinan. Jika anda tidak
memiliki jiwa kepemimpinan maka kuadran maksimal yang bisa anda raih adalah
kuadran S dan mungkin menjadi tamu di kuadran I.
Kepemimpinan bisa dipelajari, namun membutuhkan waktu yang lama.
Kepemimpinan berhubungan dengan manusia. Dan manusia itu beragam, berbeda,
dan unik. Seorang S sejati sulit diatur namun hasil kerjanya sempurna. Seorang E
mudah diatur, jumlahnya banyak, namun hasilnya rata-rata. Seorang B harus
mengetahui dan bisa bekerjasama dengan mereka. Yang lebih sulit lagi, Business
Owner harus membuat sistem untuk mengatur bisnisnya sekaligus orangorangnya. Membuat sistem tidak mudah, apalagi menjalankannya. Selalu ada cela
dalam sistem, sistem juga harus berubah seiring dengan situasi yang ada, sistem
harus fleksibel terhadap perubahan, dan sistem harus diawasi.
Jangan pernah meremehkan kerusakan sistem karena akibatnya fatal.
Kuadran B tergantung dari sistem, hidup matinya ditentukan olehnya ! Sementara
kuadran E dan kuadran S tergantung pada kemampuan individunya. Ini perbedaan
mendasar kuadran kiri dan kuadran kanan. Sistem tidak begitu penting di kuadran
kiri namun sangat penting bagi kuadran kanan.
Berpindah kuadran bisa dilakukan semua orang tapi belum tentu cocok bagi
beberapa orang. Jika menjadi kaya adalah keinginan anda maka ada banyak cara
kok. Pindah kuadran adalah salah satu diantara 1001 cara. Alasan mengapa pindah
kuadran itu sulit karena membutuhkan perubahan mental, fisik, emosional dan
spiritual, dan hal ini benar-benar tidak nyaman. Contohnya adalah cara
Universitas Sriwijaya
13
memandang masa depan. Kuadran kiri melihat setahun sampai lima tahun
kedepan sedangkan kuadran kanan melihat hingga sepuluh sampai lima puluh
tahun kedepan.
Lantas bagaimana cara menjadi kaya tanpa perlu berpindah kuadran ?
Carilah sesuatu yang anda sukai dan kerjakan dengan serius. Jika saat ini anda
tidak bisa mengerjakannya secara full time, lakukan secara part time sampai anda
bisa mengerjakannya secara full time.
2.6. Keamanan dan Kebebasan
Alasan utama banyak orang mencari keamanan pekerjaan adalah
karena itulah yang diajarkan kepada mereka, baik di rumah maupun di sekolah.
Jutaan orang terus mengikuti saran itu. Banyak di antara kita telah terkondisi
dari kecil untuk berpikir tentang
keamanan pekerjaan, bukannya keamanan
finansial atau kebebasan
finansial. Dan karena kebanyakan dari kita hanya belajar sedikit, atau sama
sekali tidak, tentang uang baik dirumah maupun
di sekolah, maka wajar
kalau banyak di antara kita yang semakin erat berpegang
keamanan
pekerjaan, bukannya
pada gagasan
berusaha meraih kebebasan. Jika
memperhatikan Cashflow Quadrant, Anda akan melihat bahwa sisi kiri
dimotivasi oleh rasa aman, dan sisi kanan dimotivasi oleh kebebasan.
2.7. Tiga Dimensi Kehidupan
Terdapat tiga dimensi kehidupan yang berkaitan dengan kuadran Kyosaki
atau Cashflow Quadrant, yaitu:
1. Kebebasan Finansial.
Hal-hal apakah yang ingin Anda lakukan bila uang bukan lagi menjadi
masalah? Bagaimana dengan Membangun rumah. Memberi pendidikan yang
terbaik buat? Membeli kendaraan pribadi? Pergi ketanah Suci? Memberi
sumbangan/membangun panti asuhan? Traveling keliling dunia? Kebebasan
finansial menganggap bahwa uang bukan sesuatu yang penting yang harus dicari.
Universitas Sriwijaya
14
2. Kebebasan Waktu.
Hal-hal apa yang ingin Anda lakukan apabila waktu bukan lagi menjadi
masalah? Memiliki pilihan setiap harinya untuk melakukan hal-hal yang Anda
sukai? Tidak terikat oleh pekerjaan di kantor? Mengantarkan putra/putri Anda
kesekolah? Jalan-jalan sekeluarga disaat orang lain harus pergi ketempat kerja?
Mengunjungi
keluarga/orang-orang
yang
Anda
cintai
kapanpun
ingin
mengunjungi? Merasakan sebagai orang bebas yang tidak harus bekerja untuk
siapapun dan tidak terikat oleh siapapun? Kebebasan waktu menyatakan bahwa
kebahagiaan akan dicapai apabila memiliki banyak waktu untuk melakukan
aktivitas yang kita sukai.
3. Kebebasan Spiritual.
Ketika kita sukses di kuadran B(Business Owner) kita juga akan mendapat
penghargaan. Anda bisa mengaktualisasikan diri Anda, menjadi seseorang seperti
yang Anda inginkan. Anda menjadi Pahlawan dan saluran berkah bagi orang lain.
Anda bisa menjadi pembicara di seminar-seminar sukses untuk menceritakan
pengalaman Anda dalam membangun bisnis Anda. Anda bisa mengunjungi
tempat-tempat Suci atau membangun tempat Ibadah. Anda bisa menjadi seseorang
yang Anda inginkan untuk menjadi. Kebebasan spiritual adalah mereka yang
melakukan aktivitas yang diinginkan, tanpa adanya penekanan.
Universitas Sriwijaya
15
BAB 3
PENUTUP
3.1.
Kesimpulan
a. Pengalaman dan pendidikan
Jika pertama-tama sukses sebagai seorang B, Anda
akan
mendapat
kesempatan yang lebih baik untuk berkembang menjadi seorang I
yang
kuat.
menanam
modal
di
B.
Jika
pertama-tama
mengembangkan naluri bisnis yang mantap, Anda akan menjadi investor
yang
lebih
baik.
Anda akan bisa lebih baik mengenali B lain yang
bagus. Investor sejati menanam
modal pada B yang sukses dengan
sistem bisnis yang stabil. Sangat berisiko untuk berinvestasi pada seorang
E atau S yang tidak mengetahui perbedaan antara sebuah sistem
dengan sebuah produk. atau yang tidak mempunyai
ketrampilan
kepemimpinan yang baik.
b. Cash Flow. Jika memiliki bisnis yang berjalan baik, Anda
berarti mempunyai waktu luang dan uang untuk menopang
fluktuasi kuadran I.
Universitas Sriwijaya