0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
80 tayangan36 halaman

Sistem Transportasi di Hotel Harris Cokroaminoto

Dokumen tersebut merangkum hasil observasi sistem transportasi vertikal pada Hotel Harris & Pop Cokroaminoto. Hotel ini menggunakan lift jenis double decker merk KONE yang dapat menghubungkan 4 lantai. Lift dioperasikan menggunakan sistem hidrolik dengan kapasitas 13 orang dan beban 1000kg. Material interior lift menggunakan keramik dan vinyl pada dinding.

Diunggah oleh

Eka Prasetya
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
80 tayangan36 halaman

Sistem Transportasi di Hotel Harris Cokroaminoto

Dokumen tersebut merangkum hasil observasi sistem transportasi vertikal pada Hotel Harris & Pop Cokroaminoto. Hotel ini menggunakan lift jenis double decker merk KONE yang dapat menghubungkan 4 lantai. Lift dioperasikan menggunakan sistem hidrolik dengan kapasitas 13 orang dan beban 1000kg. Material interior lift menggunakan keramik dan vinyl pada dinding.

Diunggah oleh

Eka Prasetya
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Bangunan gedung atau rumah pada umumnya merupakan bangunan yang
dipergunakan oleh manusia untuk melakukan kegiatan, dalam melakukan kegiatan tersebut
harus terdapat fasilitas pada bangunan yang dapat menunjang tercapainya unsur nyaman bagi
pengguna, keselamatan, kondisi komunikasi dan mobilitas bangunan , dan juga kesehatan.
Sistem transportasi adalah bagian yang tidak dapat dipisahkan dari bangunan gedung,
oleh karena itu perencanaan sistem transportasi haruslah dilakukan bersamaan dan sesuai
dengan tahapan-tahapan perencanaan gedung itu sendiri, dalam rangka menunjang sirkulasi
pergerakan manusia dalam melakukan aktifitas di dalamnya.
Pada umumnya sistem transportasi pada bangunan dibagi menjadi dua. Pertama
adalah sistem transportasi mekanis (elevator, eskalator, travellator, dll). Kedua adalah sistem
transprtasi non mekanis (tangga, ramps, dll).
Untuk mendalami pemahaman pada materi sistem utilitas bangunan khususnya sistem
transportasi non mekanis maka dalam tugas 2 Mata kuliah Sains bangunan dan Utilitas ini
dilakukan observasi sebuah bangunan Hotel, yaitu HARRIS & POP Hotel Cokroaminoto
.
1.2 Rumusan Masalah
1. Bagaimana Sistem transportasi vertikal pada HARRIS & POP Hotel Cokroaminoto?
2. Bagaimana cara kerja sistem transportasi vertikal pada HARRIS & POP Hotel
Cokroaminoto?
3. Komponen apa saja yang bekerja pada sistem transportasi vertikal pada HARRIS &
POP Hotel Cokroaminoto?
Tujuan Penelitian

1.3.

1. Tujuan Umum
Untuk mengetahui system transportasi mekanis yang digunakan dalam HARRIS
& POP Hotel Cokroaminoto

2. Tujuan Khusus

SAINS BANGUNAN DAN UTILITAS II | 1

Untuk mengetahui bagian dari system transportasi mekanis serta mengetahui


jenis, estetika maupun cara kerja yang digunakan dalam HARRIS & POP Hotel
Cokroaminoto
[Link] Penelitian
1. Manfaat Teoritis
Untuk mengetahui system transportasi mekanis yang digunakan dalam HARRIS
& POP Hotel Cokroaminoto
2. Manfaat Praktis
Diharapkan bermanfaat bagi mahasiswa secara umum, khususnya Mahasiswa
Arsitektur Universitas Udayana untuk dapat menggunakan makalah ini sebagai acuan
untuk melakukan penyusunan makalah lain.

SAINS BANGUNAN DAN UTILITAS II | 2

BAB II
METODE DAN OBJEK
2.1 Metode Penelitian
1.
2.
3.
4.

Survei lokasi bangunan yang digunakan


Pencarian data-data yang diperlukan
Pencarian sumber-sumber literature
Penyusunan makalah berdasarkan sumber-sumber dan hasil survei yang didapat

2.2. Objek Observasi


1. Nama Obyek : HARRIS & POP Hotel Cokroaminoto
2. Peta Lokasi

LOKASI

(Gambar 1. Lokasi Harris Dan Pop Hotel Cokro)


Sumber : [Link]

SAINS BANGUNAN DAN UTILITAS II | 3

lokasi Harris dan Pop hotel yaitu di Cokroaminoto selatan Denpasar tepatnya di Jl.
H. O. S. Cokroaminoto 23 - 25, Kota Denpasar, Bali. Depan bangunan Pertamina dan
3.
4.
5.
6.

dealer Yamaha Agung Center.


Tahun di bangun
: Hotel ini di bangun sejak awal bulan Januari tahun 2012
Pemilik Proyek
: Pemilik hotel ini adalah Luki Tanu berasal dari kota Bandung.
Luas Lahan
: 5.818,300 m2
Luas bangunan

a. Gedung Harris

: 1,484 m2

b. Gedung Pop

: 851 m2

7. Jumlah Lantai
a. Gedung Harris

: 4 Lantai

b. Gedung Pop

: 4 Lantai

8. Team perencanan dan pelaksana proyek :


Proyek Pop dan Harris ini di rancang oleh konsultan struktur, arsitektur dan
konsultan M/E. Untuk desain arsitekturnya di rancang oleh konsultan yang bernama
Bruno Caron Architectes dan proyek arsiteknya di kerjakan oleh konsultan PT.
ANGGARA ARCHITEAM, Strukturnya di desain oleh konsultan EKAMITRA
TALENTAMA Pt dan utilitasnya di desain oleh konsultan PT. MITRA INTI
PRANATA. Proyek tersebut dikerjakan oleh kontraktor dan konsultan pengawas
diantaranya :
A. PT. Nusa Raya Cipta Tbk adalah perusahaan yang bergerak di bidang kontraktor
struktur dan arsitektur
B. PT. Promaco Cipta Bersma adalah perusahaan yang bergerak di bidang
pengawasan
C. PT. Alkon Nusa adalah perusahaan yang bergerak di bidang kontraktor utilitas

2.3. Foto Foto Hasil Observasi


SAINS BANGUNAN DAN UTILITAS II | 4

(Gambar 2 Tampak Depan Harris Hotel)


Sumber : Dokumentasi Pribadi

(Gambar 3. Tampak Depan Pop Hotel)


Sumber : Dokumentasi Pribadi

SAINS BANGUNAN DAN UTILITAS II | 5

(Gambar 4. Interior Lobby)


Sumber : Dokumentasi Pribadi

SAINS BANGUNAN DAN UTILITAS II | 6

BAB III
DATA DAN PEMBAHASAN
3.1. Data Hasil Observasi

(Gambar 5. Layout Harris Dan Pop Hotel Cokro)


Sumber : Hasil Observasi
SAINS BANGUNAN DAN UTILITAS II | 7

(Gambar 6. Denah Lantai 1 Harris Dan Pop Hotel Cokro)


Sumber : Hasil Observasi

SAINS BANGUNAN DAN UTILITAS II | 8

(Gambar 7. Denah Lantai 2 Harris Dan Pop Hotel Cokro)


Sumber : Hasil Observasi

SAINS BANGUNAN DAN UTILITAS II | 9

(Gambar 8. Denah Lantai 3 Harris Dan Pop Hotel Cokro)


Sumber : Hasil Observasi

SAINS BANGUNAN DAN UTILITAS II | 10

(Gambar 9. Denah Lantai 4 Harris Dan Pop Hotel Cokro)


Sumber : Hasil Observasi

SAINS BANGUNAN DAN UTILITAS II | 11

3.2. Sistem Transportasi pada Hotel Harris :

(Gambar 10. Letak Lift Harris Hotel Lantai 1)


Sumber : Hasil Observasi

SAINS BANGUNAN DAN UTILITAS II | 12

(Gambar 11. Letak Lift Harris Hotel Lantai 2)


SAINS BANGUNAN DAN UTILITAS II | 13

Sumber : Hasil Observasi

SAINS BANGUNAN DAN UTILITAS II | 14

(Gambar 12. Letak Lift Harris Hotel Lantai 3)


Sumber : Hasil Observasi

(Gambar 13. Letak Lift Harris Hotel Lantai 4)


Sumber : Hasil Observasi
SAINS BANGUNAN DAN UTILITAS II | 15

Lift pada Haris Hotel terletak di dekat lobby. Lift ini mampu menghubungkan lantai 1 sampai
lantai 5.
1. Jenis Lift : Elevator Double Decker
Jenis Lift ini merupakan alternatif lain yang dapat digunakan untuk mengatasi

banyaknya antrian penumpang akibat waktu tunggu yang lama.


Sistem kerja dari sistem ini adalah menggunakan sistem ganjil-genap. Dimana
lift ganjil hanya akan melayani penumpang ke lantai bernomor ganjil saja.

Begitu pula lift genap


Lift ini berjalan secara bersama-sama (tidak bisa mendahului satu dengan yang
lain)
([Link]

VERTIKAL#download)
Merk Lift : KONE
2. Dimensi Elevator : 2m x 2m
3. Material dalam Lift dan Ruang Tunggu Lift

(Gambar 14. Tampak Depan Ruang Tunggu Lift)


Sumber : Dokumentasi Pribadi
Dapat dilihat pada elemen dasar menggunakan material keramik berwarna krem
dengan dimensi 40cm x 40cm

SAINS BANGUNAN DAN UTILITAS II | 16

Pada elemen samping ditempeli dengan stiker vinyl bermotif kayu untuk memberi

kesan alami dan juga menarik dibandingkan dengan menggunakan cat dinding
4. Hubungan Lift dengan Ruang Sekitarnya
Berdasarkan Letaknya lift ini terletak disebelah barat lobby tepatnya disamping
tempat penitipan barang dan berhadapan dengan Ruang ME dan Boutique.
Secara teknis peletakkan lift sudah sesuai karena terletak didekat dengan ruang

ME sehingga jika terjadi kerusakan lebih cepat untuk ditangani


Berdasarkan Keamanan letak lift yang hampir terpusat ditengah hotel membuat

tindak criminal yang sering terjadi dapat di minimalisirkan.


Berdasarkan Estetika lift pada Harris Hotel ini sudah membuat beberapa
perbedaan dari sisi penggunaan material

3.3. Sistem Transportasi pada Pop Hotel :

SAINS BANGUNAN DAN UTILITAS II | 17

(Gambar 15. Letak Lift Pop Hotel Lantai 1)


Sumber : Hasil Observasi
SAINS BANGUNAN DAN UTILITAS II | 18

(Gambar 16. Letak Lift Pop Hotel Lantai 2)


Sumber : Hasil Observasi

SAINS BANGUNAN DAN UTILITAS II | 19

(Gambar 17. Letak Lift Pop Hotel Lantai 3)


Sumber : Hasil Observasi

SAINS BANGUNAN DAN UTILITAS II | 20

(Gambar 18. Letak Lift Pop Hotel Lantai 4)


Sumber : Hasil Observasi

SAINS BANGUNAN DAN UTILITAS II | 21

Lift yang digunakan pada Pop Hotel relatif sama dengan lift yang digunakan pada
Harris Hotel
1. Jenis Lift : Elevator Double Decker
Jenis Lift ini merupakan alternatif lain yang dapat digunakan untuk mengatasi

banyaknya antrian penumpang akibat waktu tunggu yang lama.


Sistem kerja dari sistem ini adalah menggunakan sistem ganjil-genap. Dimana
lift ganjil hanya akan melayani penumpang ke lantai bernomor ganjil saja.

Begitu pula lift genap


Lift ini berjalan secara bersama-sama (tidak bisa mendahului satu dengan yang
lain)
([Link]

VERTIKAL#download)
Merk Lift : KONE
2. Dimensi Elevator : 2m x 2m
3. Material dalam Lift dan Ruang Tunggu Lift

(Gambar 19. Lift pada Pop Hotel)


Sumber : Dokumentasi Pribadi

Pada Elemen dasar menggunakan keramik ukuran 60cm x 60cm dengan

warna abu-abu dan plin keramik yang juga berwarna abu-abu


Dapat dilihat pada elemen samping difinishing dengan cat dinding warna

putih
Pada elemen atas menggunakan plafond gypsum berwarna putih

SAINS BANGUNAN DAN UTILITAS II | 22

5. Hubungan Lift dengan Ruang Sekitarnya


Berdasarkan Letaknya lift ini terletak disebelah selatan pantry, lift ini tidak
terlihat jika berada pada receptionist namun jika turun dari lift di lantai 2 atau
selanjutnya akan lebih mudah menjangkau kamar-kamar karena letak lift terpusat
3.4.

Kapasitas Dari Lift pada Harris dan Pop Hotel

(Gambar 20. Kapasitas Maksimal Lift Harris dan Pop Hotel)


Sumber : Dokumentasi Pribadi
Dapat dilihat dari gambar diatas jumlah maksimal untuk orang dalm lift yaitu 13
orang dan beban maksimal yang mampu ditampung yaitu 1000kg.

3.5.

Sistem Elevator ( Lift )


Pada Harris dan Pop Hotel masing masing terdapat lift penumpang double decker

dengan transportasi naik dan turun. Kedua lift tersebut menggunakan sistem yang sama
sebagai transportasi vertikal yaitu menggunakan sistem hdirolik untuk cara kerja lift.
Gambar di bawah merupakan gamabr lift pada Hotel Poop dan Haris

SAINS BANGUNAN DAN UTILITAS II | 23

(Gambar 21. Lift pada Pop Hotel)

(Gambar 22. Lift pada Harris Hotel)

Sistem transportasi vertikal ( elevator ) pada Pop Dan Haris Hotel menggunakan
sistem Hidrolik Elevators. Sistem yang dipergunakan ini yaitu menempatkan mesin
penggerak elevator pada lantai basement. Mesin pengerak lift berupa pendorong seperti
piston. Sistem ini memang sudah umum dipergunakan dan hanya terbatas pada bangunan
yang memiliki 4- 6 lantai. ([Link]

SAINS BANGUNAN DAN UTILITAS II | 24

(Gambar 23. Skema Kerja Lift dengan Sistem Hidrolik)


Sumber : [Link]
Kecepatan lift jenis ini mencapai 150 feet/menit. Lift ini tidak menggunakan ruang
mesin diatas ruang melainkan ruang mesin berada di bawah lift. Tenaga penggerak
menggunakan piston dan katup elektronik untuk mengatur keluaran oli yang menaikkan
piston. Tenaga penggerak piston inilah yang menjadi tenaga penggerak lift. Yang membuat
lift dapat naik serta turun
Pada kedua sisi kereta lift, pada bagian kiri dan kanan terdapat sliding gide yang
berfungsi sebagai pemandu reil.
([Link]
3.6.

Metode Penentuan Kebutuhan Lift


1. Waktu Perjalanan Bolak-Balik Lift (Round Trip Time)

SAINS BANGUNAN DAN UTILITAS II | 25

Waktu yang diperlukan lift berjalan bolak-balik dari lantai terbawah hingga teratas
(dalam zone), termasuk waktu berhenti, pemumpang keluar masuk lift dan pintu
membuka dan menutup di setiap lantai tingkat, dengan kapasitas m orang, dirinci
sebagai berikut :
1. Penumpang masuk lift di lt dasar = 1.5*m detik/orang
2. Pintu lift menutup di lantai dasar = 2 detik
3. Pintu lift membuka dan menutup di setiap lantai = (n-1)*2 detik
4. Penumpang keluar per lantai = {(n-1)*m}/{(n-1)*1.5} detik = 1.5*m detik
5. Perjalanan bolak balik lift (dasar ke atas) = (2(n-1)*h)/s detik
6. Pintu lift membuka di lantai dasar = 2 detik
dengan,
h = tinggi lantai ke lantai (m)
m = kapasitas lift (orang)
n = jumlah lantai/zone (buah)
s = kecepatan lift (m/s)
Jumlah = T = ((2h+4s)(n-1)+s(3m+4))/s detik
2. Average Arrival Interval (AAI dalam detik)
Waktu tunggu rata rata yang diperlukan dalam satuan detik.
Standard AAI yang berlaku umum,

gedung kantor mewah 25 ~ 35 detik


gedung kantor komersial 25 ~ 35 detik
gedung kantor instansi 30 ~ 40 detik
hotel berbintang 40 ~ 60 detik
hotel resort 60 ~ 90 detik
rumah sakit 40 ~ 60 detik
apartement kelas mewah 50 ~ 70 detik
apartment kelas menengah 60 ~ 80 detik
apartment kelas biasa 80 ~ 120 detik
gedung sekolah / kuliah 40 ~ 90 detik

3. Handling Capacity (HC dalam %)


Batas kemampuan maksimum kereta dalam mengangkut sejumlah orang tiap 5 menit
pertama saat jam-jam padat (rush hour) yang dihitung dalam %.
Standard HC (%) dalam 5 menit yang berlaku umum,

gedung kantor mewah 10 ~ 12 %


SAINS BANGUNAN DAN UTILITAS II | 26

3.7.

gedung kantor komersial 11 ~ 13 %


gedung kantor instansi 14 ~ 17 %
hotel berbintang 8 ~ 10 %
hotel resort 6 ~ 8 %
rumah sakit 10 %
apartement kelas mewah 5 ~ 7 %
apartment kelas menengah 6 ~ 8 %
apartment kelas biasa 10 ~ 11 %
gedung sekolah / kuliah 2,5 ~ 25 %
([Link]

Komponen Elevator
1. Komponen Kerja Elevator
A. Ruang mesin ( Machine Room )

(Gambar 24. Komponen Lift Hidrolik)


Sumber : [Link]
Ruang mesin adalah ruang terpenting, dimana ruang tersebut terjadinya
semua proses pengoperasian elevator berlangsung secara keseluruhan. Didalam
ruang mesin terdapat beberapa alat penggerak elevator. Ruang mesin pada sistem
hidrolik elevator terletak di bagian bawah lift.
B. Motor penggerak
Motor penggerak elevator pada lift di poop dan harris hotel memiliki
asupan daya tegangan bolak-balik (Ac) dari PLN yang sangat berperan dalam
pelaksanaan kerja elevator, motor penggerak ini mempunyai kemampuan putar
SAINS BANGUNAN DAN UTILITAS II | 27

antara 50 putaran per menit sampai dengan 210 putaran per menit. Dengan
kapasitas tegangan motor 7.5 KW dan menggunakan arus maksimal 25 Ampere.
Motor penggerak pada lift ini dilengkapi dengan rem magnet ( magnetic
brake ) yang berfungsi menahan motor ketika kereta elevator telah sampai pada
lantai yang dituju, pergerakan cepat atau lambatnya elevator diatur oleh PLC
(Programable Logic Control) .Motor penggerak dalam menarik dan menurunkan
elevator menggunakan tali baja ( rope ) yang melingkar pada puli mesin
( sheave ), lebih jelas mengenai pembahasan motor listrik yang dipakai oleh
elevator akan di jelaskan pada bab IV.
C. Governoor

(Gambar 25. Governoor)


Sumber : [Link]
Governor

adalah komponen penggerak utama dalam elevator, didalam

governoor ini terdapat saklar yang berfungsi untuk menonaktifkan semua


rangkaian sehingga otomatisasi elevator mati dan tidak berfungsi. Selain saklar
juga terdapat pengait rem, pengait rem ini berfungsi untuk menghentikan kawat
selling dan kawat selling ini menarik rem yang ada di kereta elevator.
D. Panel Controler

SAINS BANGUNAN DAN UTILITAS II | 28

(Gambar 26. Panel Controler)


Sumber : Dokumentasi Pribadi
Panel ini adalah tempat control elevator secara otomatis, panel ini terdapat
inverter motor dan program logic control yang berfungsi untuk mengatur geraknya
elevator.
E. Ruang Luncur
Ruang luncur ini adalah tempat dimana elevator beroperasi berbentuk
lorong vertikal, disinilah elevator menjangkau tiap-tiap [Link] ruang
luncur ini terdapat beberapa komponen utama yang tak kalah pentingnya
dibandingkan dalam ruang mesin.

F. Kereta

SAINS BANGUNAN DAN UTILITAS II | 29

(Gambar 27. Kereta lift )


Sumber : Dokumentasi Pribadi
Kereta elevator beroperasi pada ruang luncur dan menapak pada rail di
kedua sisinya, pada sisi kanan dan kiri terdapat pemandu rail ( sliding guide )
yang berfungsi memandu atau menapaki rail.
G. Sliding Guide

( Gambar 28. Sliding Guide)


Sumber : [Link]
Rail di kedua sisi, pada sisi kanan dan kiri terdapat pemandu rail ( sliding
guide ) yang berfungsi memandu atau menapaki rail. Selain pemandu rail ( sliding
guide ) juga terdapat karet peredam ( Silencer Rubber ) yang berfungsi untuk
mengurangi kejutan ketika elevator berhenti maupun mulai start, selain itu pula
terdapat pendeteksi beban ( Switch Overload ) yang terdapat dibawah kereta
SAINS BANGUNAN DAN UTILITAS II | 30

elevator. Pada pintu kereta elevator juga terdapat sensor gerak ( Safety Ray ) dan
sensor sentuh ( Safety Shoe ) yang terpasang pada pintu kereta dan berfungsi
supaya untuk penumpang elevator tidak terjepit pintu elevator, didalam kereta
elevator juga terdapat tombol-tombol pemesanan lantai ( Floor Button ) yang akan
dituju oleh pengguna elevator.
H. Sensor Kedekatan ( Proximity )
Kereta elevator memiliki pintu otomatis yang digerakkan oleh motor stepper
yang bekerja berdasarkan sinyal digital yang asalnya dari sensor kedekatan (
Proximity ) yang berfungsi menentukan level atau tidaknya lantai, setelah lantai
dinyatakan level atau rata maka motor stepper akan membuka pintu secara
otomatis.
I. Saklar Pintu
Saklar pintu atau sering disebut dengan door contact adalah salah satu
komponen yang termasuk penting dalam pengamanan elevator, cara kerja dari
saklar pintu ( Door Contact ) ini adalah saklar dihubungkan kabel saklar pintu (
Door Contact ) tiap-tiap lantai secara seri.
Apabila salah satu pintu dibuka secara sengaja maka elevator tidak akan
bekerja, ini dikarenakan untuk keselamatan pengguna elevator atau bagian
perawatan elevator.

Saklar pintu ( Door Contact )


Saklar pintu ( door contact ) ini termasuk dalam komponen pengaman elevator.

Kunci pintu ( Door Lock )


Berfungsi untuk mengunci pintu agar pintu tidak dapat dibuka dari luar

Saklar batas atas ( final up ) dan bawah ( Final Down )


Saklar batas atas dan bawah berfungsi untuk mengamankan kereta elevator
terhadap kemungkinan terjadinya kelebihan kecepatan.

J. Bobot imbang ( Counterweight )

SAINS BANGUNAN DAN UTILITAS II | 31

(Gambar 29. Counterweight)


Sumber : Dokuemntasi Pribadi
Bobot Imbang atau Counterweight biasanya terpasang dibelakang atau
disamping kereta elevator, bobot dari bobot imbang ini harus sesuai dengan
ketentuan yang ada. Faktor-faktor yang menentukan berapa berat dari bobot
imbang ini diantaranya harus memperhitungkan berat kereta, kapasitas penuh pada
kereta dan faktor keseimbangan. Pada elevator di Pop dan Haris hotel ini kapasitas
lift adlah 13 orang dengan bobot maksimal 1000kg.
([Link]

2. Komponen Pengaman Safety Device Pada Elevator


A. Cirduit braker
Memutuskan sumber (aliran) listrik dari panel induk (sub panel) ke panel
control lift dan Menjaga peralatan elektronik dari lift jika terjadi arus lebih (over
current).

B. Governoor

SAINS BANGUNAN DAN UTILITAS II | 32

Memutuskan power/aliran listrik ke control panel lift jika governor


mendeteksi terjadinya over speed (kecepatan lebih) pada traffict lift (putaran roda
pulley governoornya).
Menjepit sling governor (catching).Secara mekanik bandul governor akan
menjepit sling governor (rope governor) dan dengan terjepitnya sling ini,maka
sling ini akan menarik safety wedge pada unit safety gear/safety wedge yang
terletak di bawah car lift dan akan mencengkaram rail untuk melakukan
pengereman secara paksa terhadap lift.
C. Final limit switch
Merupakan double proteksi untuk menghentikan operasi lift jika limit
switch (upper) gagal beroperasi.
D. Limit switch (upper/bagian atas)
Berfungsi menjaga lift beroperasi melewati batas travel lantai tertingginya.
E. Emergency exit (manhole)
Penumpang dapat di tolong/evakuasasi dari dalam sangkar melalui
manhole ini pada saat [Link] ini hanya dapat di buka dari sisi luar
bagian [Link] pintu ini terbuka lift otomatis akan berhenti.
F. Emergency light (lampu emergency)
Lampu emergency akan menyala secara otomatis jika terjadi pemdaman
sumber [Link] ini dapat bertahan rata-rata sampai dengan 15 menit.
G. Safety gear/safety wedge
Melakukan pengereman (menjepit) terhadap rail jika governor mendeteksi
terjadinya over speed.
H. limit switch (Lower/bagian bawah)
Menjaga lift beroperasi melewati batas travel lantai terendahnya.
I. Final limit switch (lower/bagian bawah)
Merupakan double proteksi untuk menghentikan opersi lift jika limit swich
gagal beroperasi.

SAINS BANGUNAN DAN UTILITAS II | 33

J. Lubang kunci pintu luar


Terletak di sisi sebelah atas dari pintu luar lift yang memungkinkan untuk
di buka jika ingin melakukan pertolongan darurat pada penumpang jika terjadi
emergency.
K. Door lock switch
Mencegah pintu terbuka pada saat lift sedang beroperasi (running).Pintu
hanya dapat di buka setelah sangkar berhenti.
L. Interphone
Penumpang dapat berkomunikasi dengan petugas teknisi (building
maintenance) di ruang mesin,ruang control atau ruang security jika terjadi
pemdaman listrik atau hal emergency.
M. Safety shoe
Mendeteksi gangguan pada saat pintu akan menutup dan membuka
kembali jika mendeteksi [Link] dapat di gunakan secara bersamaan
safety shoe ini.
N. Weighing Device (pendeteksi beban)
Memberikan / mengaktifkan buzzer alarm pada saat weighing device ini
mendeteksi beban sangkar yang [Link] weighing device ini aktif pintu lift
akan tetap terbuka sampai dengan sangkar di kurang bebannya.
O. Apron
Mencegah penumpang terjatuh ke dalam hoistway (ruang luncur lift) pada
saat penumpang mencoba keluar ketika lift berhenti tidak level.
P. Buffer
Buffer berfungsi Jika sangkar atau counterweight (beban penyeimbang)
bergerak kea arah paling bawah,buffer akan mengurangi terjadinya shock
(guncangan).
([Link]

SAINS BANGUNAN DAN UTILITAS II | 34

BAB IV
PENUTUP

4.1.

Kesimpulan
Lift atau Elevator merupakan angkutan transportasi vertikal dalam bangunan
bertingkat yang digunakan untuk mengangkut orang atau barang. Lift umumnya
digunakan di gedung-gedung bertingkat tinggi
Pada objek studi kali ini sistem elevator yang dipergunakan adalah sistem hidrolik
elevator . Sistem yang dipergunakan ini yaitu menempatkan mesin penggerak elevator
pada lantai basement. Mesin pengerak lift berupa pendorong seperti piston.
Pada Sistem hidrolik elevator ini terdapat beberapa komponen. Komponen tersebut
terdiri dari Komponen Pengaman Safety Device Pada Elevator dan juga komponen kerja
elevator.

4.2.

Saran
Sistem kerja dari transportasi vertikal hendaknya mampu dimengerti oleh mahasiswa
sebaik mungkin. Tidak hanya sebatas pada macam macam sistem kerjanya melainkan
juga pada komponen komponen yang bekerja pada sistem tersebut sehingga nantinya
dapat diaplikasikan di kemudian hari.

SAINS BANGUNAN DAN UTILITAS II | 35

DAFTAR PUSTAKA

[Link]
Diakses Tanggal 12 Mei 2016 ( Pukul 08:30)

[Link]
Diakses Tanggal 12 Mei ( Pukul 10:57)
[Link]
Diakses Tanggal 12 Mei ( Pukul 11.05)

[Link]
Diakses Tanggal 12 Mei ( Pukul 21.15)
[Link]
Diakses Tanggal 12 Mei ( Pukul 21.15)
[Link]
Diakses Tanggal 12 Mei ( Pukul 21.15)
[Link]
Diakses Tanggal 12 Mei ( Pukul 21.15)

SAINS BANGUNAN DAN UTILITAS II | 36

Anda mungkin juga menyukai