MAKALAHMANAJEMENRANTAIPASOKAN
"FaktorPendorongdanPenghambatSCM"
Untukmemenuhisalahsatutugas
MatakuliahManajemenRantaiPasokan
DosenPembina:MuthiaRozaLinda,SE,M.M
Disusunoleh:
REANTONIFERNANDES
1307093
MANAJEMENS1
FAKULTASEKONOMI
UNIVERSITASNEGERIPADANGKATA PENGANTAR
Puji dan syukur saya panjatkan kehadirat Allah SWT, karena atas rahmat dan
hidayah-Nya maka makalah Manajemen Rantai Pasokan ini dapat diselesaikan dengan
baik dan tepat pada waktunya. Makalah ini akan membahas tentang Faktor
PendorongdanPenghambatSCM.
Adapun tujuan dari pembuatan makalah ini adalah untuk memenuhi tugas mata
kuliah Manajemen Rantai Pasokan. Pemakalah berharap makalah ini dapat membantu
dan melengkapi pembahasan pada bab perkuliahan kali ini. Akhir kata, semoga makalah
ini dapat bermanfaat dan pemakalah meminta maaf apabila terdapat kesalahan pada
penulisan makalah.
DAFTAR ISI
Kata Pengantar.............................................................................................................................
Daftar Isi......................................................................................................................................
Bab I Pendahuluan.......................................................................................................................
[Link] Belakang Masalah...........................................................................................................
[Link] Penulisan......................................................................................................................
[Link] Masalah....................................................................................................................
[Link] Penelitian....................................................................................................................
Bab II Pembahasan ......................................................................................................................
[Link] Rantai Pasokan ....................................................................................................
B. Faktor Pendorong Manajemen Rantai Pasokan ......................................................................
C. Faktor Penghambat Manajemen Rantai Pasokan .................................................................
Bab III Penutup..........................................................................................................................
[Link]............................................................................................................................
[Link] ................................................................................................................................
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Pada saaat ini persaingan dalam industri distributor makin ketat. Salah satu hal
yang membuat perusahaan distributor bertahan adalah penyediaan produk yang tepat
bagi konsumen di waktu yang tepat, dan dalam biaya ekonomis. Ketersediaan produk
dan harga jual yang ekonomis hanya dapat terjadi jika ada koordinasi yang baik antara
perusahaan retail dengan pihak-pihak dalam rantai suplainya. Koordinasi antara pihakpihak dalamrantai suplai tidak hanya melibatkan koordinasi persediaan saja, tetapi juga
informasi tentang pasar yang berguna bagi perencanaan perusahaan.
Dalam organisasi, rantai pasokan mengacu pada berbagai bidang fungsional,
meliputi inbound dan outbound transportasi, pergudangan, pengadaan barang, dan
penyediaan barang. Peramalan, perencanaan produksi dan penjadwalan, pemrosesan
order, dan layanan pelanggan semua adalah bagian dari proses ini juga. Yang penting
juga adalah mewujudkan sistem informasi yang sangat diperlukan untuk memerantai
semua kegiatan ini. Setiap usaha bisnis selalu membutuhkan pihak lain agar usahanya
dapat berjalan dengan baik. Kemitraan dengan pihak lain umumnya terjadi dalam hal
penyediaan bahan baku atau pasokan material atau barang untuk diolah atau dijual
kepada konsumen akhir.
Manajemen Rantai Pasok atau yang dikenal dengan istilah Supply Chain
Management (SCM) sangat penting dalam kaitannya dengan kemudahan pelanggan.
Pelanggan memperlukan produk atau barang tersebut secara cepat. Oleh karena itu,
penting untuk mengolah rantai pasokan agar pelanggan tidak kesulitan dan selalu
memperoleh barang.
1.2 Tujuan
Adapun tujuan dari pembuatan ini adalah :
1. Dapat mengetahui pendorong supply chain management.
2. Dapat mengetahui hambatan supply chain management.
1.3 Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian pada latar belakang diatas maka permasalahan dalam penulisan
ini adalah sebagai berikut :
1. Apa saja pendorong supply chain management ?
2. Apa saja hambatan supply chain management ?
1.4 Manfaat Penulisan
Adapun manfaat penulisan makalah ini adalah :
1. Bermanfaat sebagai suatu proses belajar dalam membuat makalah.
BAB II
PEMBAHASAN
1.1 Kajian Teori
1.1.1 Manajemen Rantai Pasokan
Manajemen Rantai Pasokan (Supply chain management) adalah sebuah
proses payung di mana produk diciptakan dan disampaikan kepada konsumen
dari sudut struktural. Sebuah supply chain (rantai pasokan) merujuk kepada
jaringan yang rumit dari hubungan yang mempertahankan organisasi dengan
rekan bisnisnya untuk mendapatkan sumber produksi dalam menyampaikan
kepada konsumen. (Kalakota, 2000, h197)
Tujuan yang hendak dicapai dari setiap rantai suplai adalah untuk
memaksimalkan nilai yang dihasilkan secara keseluruhan (Chopra, 2001, h5).
Rantai suplai yang terintegrasi akan meningkatkan keseluruhan nilai yang
dihasilkan oleh rantai suplai tersebut..
1.1.2
Pendorong Supply Chain Management
Rantai Pasok adalah upaya-upaya yang dilakukan oleh perusahaan secara
terintegrasi untuk meningkatkan efesiensinya melalui mata rantai supplier yang
terkait, mulai dari supplier awal (raw material supplier) hingga pelanggan akhir
(end customer). Upaya ini dilakukan dengan meningkatkan komunikasi dan
kerjasama yang lebih baik dalam setiap kaitan rantai perusahaan, yang terlibat
dalam penciptaan produk.
Untuk meningkatkan dan mencapai rantai pasok yang efektif, perusahaan
harus mengambil keputusan secara individu atau kolektif sehubungan dengan
aksi perusahaan dalam 5 (lima) pendorong utama rantai pasok, yaitu:
[Link] Produksi
Perusahaan menggunakan proses produksi terus-menerus apabila
di dalam perusahaan terdapat urutan-urutan yang pasti sejak dari bahan
mentah sampai proses produksi akhir. Proses produksi terputus-putus
apabila tidak terdapat urutan atau pola yang pasti dari bahan baku sampai
dengan menjadi produk akhir atau urutan selalu berubah. Penentuan tipe
produksi didasarkan pada faktor-faktor seperti:
1) volume atau jumlah produk yang akan dihasilkan,
2) kualitas produk yang diisyaratkan,
3) peralatan yang tersedia untuk melaksanakan proses.
Berdasarkan pertimbangan cermat mengenai faktor-faktor
tersebut ditetapkan tipe proses produksi yang paling cocok untuk setiap
situasi produksi.
[Link] Persediaan
Persediaan ada dalam rantai pasokan karena ketidakcocokan
antara pasokan dan permintaan. Ketidakcocokan juga disengaja di sebuah
toko ritel di mana persediaan dalam rantai pasokan untuk meningkatkan
jumlah permintaan yang dapat dipenuhi dengan memiliki produk siap dan
tersedia ketika pelanggan menginginkannya. Peran lain persediaan adalah
untuk mengurangi biaya dengan memanfaatkan skala ekonomi yang
mungkin ada selama produksi dan distribusi. Persediaan diadakan di seluruh
rantai pasokan dalam bentuk bahan baku, barang dalam proses, dan barang
jadi.
Persediaan adalah sumber utama biaya dalam rantai pasokan dan
memiliki dampak besar pada respon. Selain itu, Persediaan juga memiliki
dampak yang signifikan pada waktu aliran material dalam rantai pasokan.
Persediaan memainkan peran signifikan dalam kemampuan rantai pasokan
untuk mendukung strategi bersaing perusahaan. Jika strategi bersaing suatu
perusahaan membutuhkan tingkat responsif yang sangat tinggi, sebuah
perusahaan dapat mencapai respon ini dengan menempatkan sejumlah besar
persediaan dekat dengan pelanggan. Sebaliknya, perusahaan juga dapat
menggunakan persediaan untuk menjadi lebih efisien dengan mengurangi
persediaan melalui penebaran terpusat. Komponen keputusan persediaan:
1. Siklus Persediaan
Siklus Persediaan adalah jumlah rata-rata persediaan digunakan
memenuhi permintaan antara penerimaan dan pengiriman pemasok.
Ukuran siklus persediaan adalah hasil dari produksi, transportasi, atau
pembelian bahan dalam jumlah besar.
2. Persediaan Pengaman
Persediaan pengaman adalah persediaan dalam permintaan yang
melebihi harapan. Ini dilakukan sebagai upaya melawan ketidakpastian.
Karena ketidakpastian permintaan
dapat
melebihi
harapan dan
persediaan perusahaan. Perusahaan menyediakan persediaan pengaman
untuk keselamatan permintaan yang apabila tiba-tiba tinggi, dalam
waktu yang tidak tertentu.
3. Persediaan musiman
Persediaan musiman dibangun untuk melawan variabilitas
prediksi permintaan. Perusahaan menggunakan persediaan musiman
untuk menyimpan persediaan di periode permintaan rendah dan menjual
persediaan untuk periode permintaan tinggi, karena mereka tidak akan
memiliki kapasitas untuk memproduksi semua yang diminta di setiap
musim produk.
4. Tingkat ketersediaan produk
Tingkat ketersediaan produk permintaa yang diminta disajikan
dalam
persediaan.
Tingkat
tinggi
ketersediaan
produk
akan
meningkatkan tingkat responsif tetapi juga meningkatkan biaya karena
banyaknya jumlah persediaan. Sebaliknya, tingkat rendah ketersediaan
produk menurunkan biaya penyimpanan persediaan.
[Link] Transportasi
Transportasi memiliki dampak besar pada kedua aspek yaitu respon
dan efisiensi. Transportasi yang lebih cepat memungkinkan rantai pasokan
menjadi lebih responsif. Jenis transportasi perusahaan juga mempengaruhi
persediaan dan fasilitas lokasi dalam rantai pasokan.
1) Desain jaringan transportasi
Jaringan transportasi adalah koleksi model transportasi, lokasi,
dan rute produksi yang
akan dikirim. Sebuah perusahaan harus
memutuskan apakah transportasi dari sumber pasokan akan langsung ke
titik permintaan atau akan melalui perantara. Akhirnya, perusahaan juga
harus memutuskan pada model transportasi apa yang akan digunakan.
2) Pilihan moda transportasi
Moda transportasi adalah cara di mana produk dipindahkan dari
satu lokasi ke lokasi lain dalam jaringan rantai pasokan. Perusahaan
dapat memilih antara udara, darat, dan laut, sebagai model transportasi
untuk produk. Informasi barang juga dapat dikirim melalui internet.
Setiap model memiliki karakteristik yang berbeda terhadap kecepatan,
ukuran pengiriman, biaya pengiriman, dan fleksibilitas perusahaan
memimpin untuk memilih salah satu modus tertentu atas yang lain.
[Link] Informasi
Informasi sangat mempengaruhi setiap bagian dari rantai pasokan,
sebagai berikut:
1) Informasi berfungsi sebagai koneksi antara berbagai tahap rantai
pasokan, yang memungkinkan mereka untuk mengkoordinasikan dan
memaksimalkan jumlah rantai pasokan.
2) Informasi juga penting untuk operasi sehari-hari dari setiap tahap
dalam rantai pasokan. Misalnya, sistem penjadwalan produksi
menggunakan informasi pada permintaan untuk membuat jadwal
yang memungkinkan pabrik untuk menghasilkan produk yang tepat
dengan cara yang efisien. Sebuah sistem manajemen gudang
menggunakan Informasi untuk membuat visibilitas persediaan
gudang itu. Perusahaan kemudian dapat menggunakan informasi ini
untuk menentukan apakah pesanan baru bisa didapatkan.
3) Sebagai Peran dalam strategi kompetitif
Informasi merupakan pendorong penting yang telah digunakan
perusahaan untuk menjadi baik lebih efisien dan lebih responsif.
teknologi informasi yang merupakan bukti bahwa informasi dapat
meningkatkan perusahaan.
Keputusan kunci lain melibatkan informasi apa yang paling
berharga dalam mengurangi biaya dan meningkatkan respon dalam rantai
pasokan. Keputusan ini akan bervariasi tergantung pada struktur rantai
suplai dan segmen pasar yang digunakan.
[Link] Lokasi
Lokasi memutuskan di mana perusahaan akan mencari fasilitas
dan tempat yang
merupakan bagian besar dari desain rantai pasokan.
Perusahaan juga harus mempertimbangkan sejumlah isu yang terkait dengan
berbagai karakteristiknya dari daerah setempat di mana fasilitas terletak. Ini
termasuk faktor ekonomi makro, kualitas pekerja, biaya pekerja, biaya
fasilitas, ketersediaan infrastruktur, kedekatan dengan pelanggan, lokasi
fasilitas lain yang perusahaan, pengaruh pajak, dan faktor-faktor strategis
lainnya.
Menurut Cahyono (2010 : 3) keunggulan kompetitif dari supply
chain management adalah bagaimana ia mampu mengelola aliran barang
atau produk dalam suatu rantai pasokan supply chain management, atau
dengan kata lain bagaimana jaringan kegiatan produksi dan distribusi dari
suatu perusahaan dapat bekerjasama untuk memenuhi tuntutan konsumen.
Adapun tujuan utama dari SCM adalah penyerahan atau pengiriman produk
secara tepat waktu demi memuaskan konsumen, mengurangi biaya,
meningkatkan segala hasil dari seluruh supply chain, mengurangi
waktumemusatkan kegiatan perencanaan dan distribusi. David Bovet dalam
Cahyono (2010 :5) mengindikasikan semakin meningkatnya bidang SCM
disebabkan oleh enam faktor, yaitu :
1. Costumer demand, muncul akibat desakan konsumen yang sangat
tinggi dalam semua tingkatan yang tentunya dapat memuaskan
keinginan konsumen.
2. Globalisasi, yang diindikasikan dengan ketidakadaannya batas antar
daerah maupun antar negara, dan perkembangan transportasi dan
telekomunikasi,
memudahkan
membuat
dalam
adanya
mengakses
sistem
SCM
keperluan
yang
perusahaan
dapat
dan
penyampaian produk perusahaan kepada konsumen akhir.
10
3. Competition,
tingkat
persaingan
tidak
hanya
terjadi
antara
perusahaan dengan perusahaan, namun lebih faktual lagi antar supply
chain dengan supply chain yang lain.
4. Communication and technology information, semakin berkembang
dengan pesatnya yang cenderung dapat mendukung pelaksanaan
supply chain management.
5. Government regulation, tentang perdagangan bebas akan semakin
berpengaruh terhadap aktivitas SCM.
6. Environment, dengan semakin meningkatnya tuntutan akan produk
yang ramah lingkungan, mengkoordinasikan perusahaan untuk dapat
mengakses berbagai sumber daya alam sebagai raw material secara
lebih efektif.
1.1.3
Hambatan Supply Chain Management
SCM merupakan sesuatu yang sangat kompleks sekali, dimana banyak
hambatan yang dihadapi dalam implementasinya, sehingga dalam
implementasinya memang membutuhkan tahapan mulai tahap perancangan
sampai
tahap
evaluasi
dan
continuous
improvement.
Selain
itu
implementasi SCM membutuhkan dukungan dari berbagai pihak mulai dari
internal dalam hal ini seluruh manajemen puncak dan eksternal, dalam hal
ini seluruh partner yang ada.
Berikut ini merupakan hambatan-hambatan yang akan dialami dalam
implementasi
SCM
yang
semakin
menguatkan
argument
bahwa
implementasi SCM memang membutuhkan dukungan berbagai pihak
(Chopra & Meindl 2001):
[Link] Incerasing Variety of Products.
Sekarang konsumen seakan dimanjakan oleh produsen, hal
ini kita lihat semakin beragamnya jenis produk yang ada di pasaran.
11
Hal ini juga kita lihat strategi perusahan yang selalu berfokus pada
customer (customer oriented). Jika dahulu produsen melakukan
strategi dengan melakukan pembagian segment pada customer, maka
sekarang konsumen lebih dimanjakan lagi dengan pelemparan
produk menurut keinginan setiap individu bukan menurut keinginan
segment tertentu. Banyaknya jenis produk dan jumlah dari yang tidak
menentu dari masing-masing produk membuat produsen semakin
kewalahan dalam memuaskan keinginan dari konsumen.
[Link] Decreasing Product Life Cycles.
Menurunnya daur hidup sebuah produk membuat perusahan
semakin kerepotan dalam mengatur strategi pasokan barang, karena
untuk
mengatur
pasokan
barang
tertentu
maka
perusahaan
membutuhkan waktu yang tertentu juga. Daur hidup produk diartikan
sebagai umur produk tersebut dipasaran.
[Link] Increasingly Demand Customer.
Supply chain management berusaha mengatur (manage)
peningkatan permintaan secara cepat, karena sekarang customer
semakin menuntut pemenuhan permintaan yang secara cepat walau
pun permintaan itu sangat mendadak dan bukan produk yang standart
(customize).
[Link] Fragmentation of Supply Chain Ownership.
Hal ini menggambarkan supply chain itu melibatkan banyak
pihak yang mempunyai masing-masing kepentingan, sehingga hal ini
mebuat Supply chain mangement semakin rumit dan kompleks.
[Link] Globalization.
Globalisasi membuat supply chain semakin rumit dan
kompleks karena pihak-pihak yang terlibat dalam supply chain
tersebut mencakup pihak-pihak di berbagai negara yang mungkin
mempunyai lokasi diberbagai pelosok dunia.
12
BAB III
KESIMPULAN
SCM adalah suatu konsep atau mekanisme untuk meningkatkan produktivitas
total perusahaan dalam rantai suplai melalui optimalisasi waktu, lokasi dan aliran
kuantitas bahan. Manufakturing, dalam penerapan supply chain management (SCM),
perusahaan-perusahaan
diharuskan
mampu
memenuhi
kepuasan
pelanggan,
mengembangkan produk tepat waktu, mengeluarkan biaya yang rendah dalam bidang
persediaan dan penyerahan produk, mengelola industri secara cermat dan fleksibel.
Dalam supply chain terdapat pendorong dan penghambat supply chain.
Adapun pendorong supply chain yaitu produksi, persediaan, transportasi, informasi dan
lokasi. Sedangkan hambatan dalam supply chain yaitu Incerasing Variety of Products,
Decreasing Product Life Cycles, Increasingly Demand Customer, Fragmentation of
Supply Chain Ownership, dan Globalization.
13
DAFTAR PUSTAKA
Baiquni, Idham. 2013. Drivers dan Metrics dalam Rantai Pasokan. Access online 4
September 2016. [Link]
Denny, Bagus. 2009. Supply Chain Management-SCM Definisi. Access online 4
September 2016. [Link]
Triyudanto, Amrizal. 2012. Supply Chain Mangement-SCM-Manajemen. Access
online 4 September 2016. [Link]
14