JOBSHEET I
Penyesuai Tegangan (Transformator)
A. TUJUAN
1. Siswa dapat menjelaskan kondisi transformator dengan
OHM Meter
2. Siswa dapat mengukur tegangan pada terminal sekunder
dengan tegangan sekunder lain.
B. DASAR TEORI
Transformator merupakan suatu alat magnetoelektrik
yang sederhana, andal, dan efisien, untuk mengubah tegangan
arus bolakbalik dari satu tingkat ke tingkat yang lain. Dalam
bidang elektronika, transformator digunakan sebagai gandengan
impedansi antara sumber dan beban, untuk memisahkan satu
rangkaian yang lain, dan untuk menghambat arus searah dengan
tetap mengalirkan arus bolak-balik antara rangkaian. Kesimpulan
trafo adalah sebuah komponen elektronika yang mampu
mengubah (menaikkan dan menurunkan) tegangan listrik sesuai
dengan tegangan yang dibutuhkan.
Setiap kompoenen harus dalam
kondisi
baik
jika
digunakan, maka cara mengetahui transformator dalam keadaan
baik adalah: Jika lilitan primer dan sekunder tidak berhubungan,
maka nilai hambatan primernya pada tegangan 110 Volt adalah
setengah (1/2) dari tegangan 220 Volt dan nilai hambatan
sekundernya, jika 12 Volt 3 Ampere adalah 1,3 Ohm, dan nilai
hambatan pada lilitan sekunder 32 Volt 3 Ampere = 4,2 Ohm.
Gambar 3.1 adalah gambar trafo yang memiliki 2 lilitan
Sekunder, yaitu sekunder 3 Ampere dan Sekunder 500mA.
Prim
Sekunder
CT
Sekunder
Gambar 3.1 Skema Transformator
C. LEMBAR PRAKTIKUM
1. Alat dan Bahan
Alat :
AVO Meter analog atau digital
1 buah
Bahan :
Modul Trainer Power Supply Regulasi
1 buah
Kabel jumper
secukupnya
2. Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3)
K3 untuk Siswa
a. Pastikan meja kerja pada saat praktikum terkondisi
b. Kondisi tangan sebelum praktikum harus dalam kondisi
kering
c. Hati-hati dalam penggunaan peralatan praktikum
d. Periksa kondisi alat dan bahan sebelum digunakan
praktikum
e. Gunakanlah
peralatan
praktikum
sesuai
dengan
fungsinya
f. Bacalah dan pahami petunjuk pratikum pada lembar
kegiatan belajar (Jobsheet).
K3 untuk Trainer
a. Kalibrasi terlebih dahulu
alat
ukur
yang
akan
digunakan
b. Pastikan polaritas selektor AVO meter sesuai dengan
yang diukur
c. Pastikan tegangan masukan catu daya sesuai yang
dibutuhkan
(220V) sesuai dengan trafo primer yang
digunakan
d. Periksalah komponen modul trainer Power Supply
Regulasi sebelum digunakan
e. Sebelum menghidupkan trainer hubungi instruktur
pendamping untuk mengecek kebenaran rangkaian.
D. LANGKAH PERCOBAAN
Sekunder 3A
Sekunder 500mA
Gambar 3. 2 Bagian Transformator
Primer
TP
TP4
32V
18V
12V
3
A
12V
18V
32V
TP1
TP1
TP
0V
6V
500m
A
12V
9V
TP1
Gambar 3.3 Rangkaian Transformator
a. Siapkan semua alat dan bahan yang akan digunakan
b. Perhatikan Gambar 3.3, lalu pahami rangkaian
Gambar 3.4 berikut:
Gambar. 3.4 Konektifitas Transformator (Ohm Meter)
c. Lakukan pengukuran dengan selektor AVO meter
analog pada Ohm. Keadaan ketika saklar power OFF
pada rangkaian Transformator.
d. Letakkan probe pada TP yang ada pada bagian trafo
primer, dan letakkan probe pada TP yang ada pada
bagian sekunder untuk mengukur keadaan trafo.
Catat hasilnya pada Tabel 1.1
e. Lakukan langkah yang sama dengan langkah d,
sampai Tabel 1.1 terpenuhi.
Gambar 3.2 Konektifitas Tegangan Transformator
f. Hubungkan kabel AC dengan sumber tegangan 220
V (langkah ini digunakan untuk Tabel 1.2)
g. Perhatikan penempatan probe merah (+) dan probe
hitam (ground) saat pengukuran menggunakan AVO
meter analog/digital
h. Untuk tabel 1.2, mengukur tegangan antara output
lilitan sekunder.
i. Aktifkan saklar power (ON). Letakkan selektor AVO
meter pada ACV
j. Letakkan probe AVO meter pada TP bagian sekunder
sesuai petunjuk Tabel 1.2.
k. Ukur sesuai dengan urutan Tabel 1.2. Catat hasilnya
pada Tabel 1.2
l. Ulangi langkah i sampai Tabel 1.2 terpenuhi
[Link] data hasil percobaan yang telah dilakukan
E. HASIL PERCOBAAN
Tabel 1.1 Data Hasil Pengukuran Kondisi Baik
Tranformator
NO
TEST POINT
Sekunder
12 Volt 3A
Primer
220 Volt
2
3
4
5
220 Volt
0 220 Volt
220 Volt
-
10
11
6 Volt 500mA
CT
-
12 Volt 3 A
12 Volt 3A 18
Volt 3A
12 Volt 3A 12
Volt 3A
18 Volt 3A 6
Volt 500mA
9 Volt 500mA
12 Volt 500mA
9 Volt 500mA
6 Volt 500mA 9
Volt 500mA
() tak terhingga
() tak terhingga
77,8
CT
() tak terhingga
2
/ AVO
CT
-
1,2
3,6
() tak terhingga
CT
-
1,2
() tak terhingga
1,4
Catatan : Data tabel 1.1 hasil pengukuran adalah transformator
dalam kondisi baik, jika data yang didapat mendekati tabel maka ada
faktor komponen atau faktor AVO meter. Jika berbeda jauh dan tidak
sesuai dengan data tabel 1.1 maka kondisi trafo bocor/rusak.
Tabel 1.2 Data Hasil Pengukuran Tegangan pada setiap
Test Point (TP)
N
O.
SEKUND
ER
TEST POINT
12V ==> CT
2
3
18V ==> CT
4
5
32V ==> CT
6
7
8
12V ==> 18V
9
10
11
12
3A
12V ==> 32V
13
14
15
16
18V ==> 32V
17
18
19
20
12V ==> 12V
18V ==> 18V
21
32V ==> 32V
TP6 ==>
TP7
TP8 ==>
TP7
TP5 ==>
TP7
TP9 ==>
TP7
TP4 ==>
TP7
TP10 ==>
TP7
TP6 ==>
TP5
TP8 ==>
TP5
TP6 ==>
TP9
TP8 ==>
TP9
TP6 ==>
TP4
TP8 ==>
TP4
TP6 ==>
TP10
TP8 ==>
TP10
TP5 ==>
TP4
TP9 ==>
TP4
TP5 ==>
TP10
TP9 ==>
TP10
TP6 ==>
TP8
TP5 ==>TP9
TP4 ==>
TP10
V(AC)/
AVO
TEOR
I
11,9V
12V
11,8V
12V
17,9V
18V
17,9V
18V
34V
32V
34V
32V
5,5V
6V
32,2V
30V
32V
30V
5,2V
6V
19,8V
20V
47V
44V
47V
44V
20V
20V
13,5V
14V
49V
50V
49V
50V
13,5V
14V
25V
39,5V
24V
36V
64V
64V
22
0V ==> 6V
23
0V ==> 9V
24
25
26
27
500m
A
0V ==> 12V
6V ==> 9V
6V ==> 12V
9V ==> 12V
TP11
TP12
TP11
TP13
TP11
TP14
TP12
TP13
TP12
TP14
TP13
TP14
==>
5,9V
6V
9V
9V
12,3V
12V
5,9V
6V
2,5V
3V
2,5V
3V
==>
==>
==>
==>
==>
F. ANALISIS
1. Bagaimana keadaan transformator dalam keadaan baik?
Keadaan tranformator dalam keadaan baik:
a. Lilitan primer dan sekunder tidak berhubungan, bila
diukur dengan OHM meter Sekunder 3A (tegangan
berapapun) dan Sekunder 500mA (tegangan berapapun)
= tak terhingga ohm meternya /tak bergerak,
b. Sekunder 12 Volt 3 Ampere disambungkan dengan 18
Volt 3 Ampere = 1,2 ohm (Ohm meter bergerak),
c. Sekunder 12 Volt 500 mA disambungkan denga CT = tak
terhingga,
d. Untuk transformator memunyai 2 Lilitan sekunder maka
sekunder 1 dan 2 tidak terhubung jika diukur dengan
Ohm meter,
e. Bila tidak sesuai dengan pengukuran tersebut maka trafo
dalam keadaan bocor atau rusak.
2. Bagaimana tegangan sekunder transformator ketika
disambungkan dengan CT?
Bila transformator disambungkan dengan CT maka hasil
pengukurannya adalah tegangan mendekati dengan
tegangan input yang di sambungkan dengan CT.
3. Bagaimana tegangan sekunder transformator jika
disambungkan dengan tegangan lain?
Transformator sekunder jika disambungkan dengan
tegangan yang lain maka teganganya ditambahkan. Bila
12 Volt disambungkan dengan 18 Volt maka output
tegangannya adalah 30 Volt.
G. KESIMPULAN
Trafo adalah sebuah komponen elektronika yang
mampu mengubah (menaikkan dan menurunkan) tegangan
listrik sesuai dengan tegangan yang dibutuhkan.
Menggunakan transformator harus mengetahui komponen
tersebut layak digunakan atau tidak, dengan cara
mengeceknya dengan AVO meter dengan selektor ke OHM
meter dan dalam rangkaian OFF.
H. TUGAS
1. Bagaimana langkah-langkah cara mengetahui
transformator dalam keadaan baik?
2. Berapa nilai tahanan dari, a dan b analisa hasil dari kedua
tegangan tersebut!
a. 12 Volt 3A disambungkan dengan 12 Volt 3A?
b. 32 Volt 3A disambungkan dengan 32 Volt 3A?
I. KUNCI JAWABAN
1. Langkah-langkah cara mengetahui transformator dalam
keadaan baik :
a. Siapkan trafo dan AVO meter,
b. Selektor ke OHM meter,
c. Sesuaikan konektor AVO meter (jika menggunakan
trafo special 3A, 500mA) sesuai dengan perintah
pada tabel ini :
NO
TEST POINT
Sekunder
12 Volt 3A
Primer
220 Volt
2
3
4
5
220 Volt
0 220 Volt
220 Volt
-
6 Volt 500mA
CT
-
12 Volt 3
12 Volt 3A
Volt 3A
12 Volt 3A
Volt 3A
18 Volt 3A
() tak terhingga
() tak terhingga
77,8
CT
() tak terhingga
2
/ AVO
A
18
CT
12
1,2
3,6
() tak terhingga
10
11
Volt 500mA
9 Volt 500mA
12 Volt 500mA
9 Volt 500mA
6 Volt 500mA 9
CT
1,2
() tak terhingga
1,4
Volt 500mA
d. Selektor hitam ke TP salah satu bagian trafo primer
dan selektor merah ke TP salah satu bagian trafo
sekunder. Sesuaikan pengukuran pada tabel
e. Bila pengukuran tidak sesuai dengan data pada tabel
maka trafo tersebut bocor/rusak.
2. Nilai tahanan dari
a. 12 Volt 3A disambungkan dengan 12 Volt 3A = 3,6
(mendekati)
b. 32 Volt 3A disambungkan dengan 32 Volt 3A = 9,2
(mendekati)
Analisa dari nilai tahanan diatas adalah semakin
besar nilai tegangan yang disambungkan maka besar
juga nilai tahanannya.
J. DAFTAR PUSTAKA
Komponen elektronika transformator.2011.([Link]) (online)
diakses 15 Februari 2016
Mismail, Budiono Ir Prof. 2011. Dasar Teknik Elektro. Malang: UB Press.
K. RUBRIK PENILAIAN
No
Soa
l
1.
Kriteria Jawaban
Siswa mampu menjawab 5 langkah-langkah cara mengetahui kondisi baik
transformator, tepat, jelas, urut, dan sesuai dengan dasar teori dan dengan
tabel pembuktian
Siswa mampu menjawab 4 langkah-langkah cara mengetahui kondisi baik
transformator, jelas, urut, dan sesuai dengan dasar teori + tabel pembuktian
Siswa mampu menjawab 3 langkah-langkah cara mengetahui kondisi baik
transformator, jelas, urut, dan sesuai dengan dasar teori + tabel pembuktian
Siswa mampu menjawab 2 atau 1 langkah-langkah cara mengetahui kondisi
baik transformator, jelas, urut, dan sesuai dengan dasar teori + tabel
pembuktian
Siswa mampu menjawab 5 langkah-langkah cara mengetahui kondisi baik
transformator, kurang jelas tidak sesuai dengan dasar teori + tabel
pembuktian
Siswa mampu menyebutkan tabel pembuktian langkah cara mengetahui
Skor
50
40
30
25
20
15
kondisi baik transformator
Siswa mampu menyebutkan saja tanpa tabel pembuktian langkah-langkah
cara mengetahui kondisi baik transformator
Siswa tidak menjawab
Siswa mampu mengukur nilai tahanan a dan b, dan menganalisa dengan
tepat, jelas, sesuai dengan dasar teori
Siswa mampu mengukur nilai tahanan a dan b, dengan benar, tetapi tidak
menganalisa hasilnya
Siswa mampu mengukur nilai tahanan salah satu dari a dan b, menganalisa
dengan tepat, jelas sesuai dengan dasar teori
Siswa mampu mengukur nilai tahanan a dan b, dan menganalisa tetapi tidak
sesuai dengan dasar teori
Siswa tidak menjawab
10
5
30
25
20
10
0
10