0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
58 tayangan13 halaman

Perencanaan Spillway dalam Teknik Sipil

Dokumen tersebut merupakan laporan perencanaan bangunan pelimpah (spillway) pada bendung yang mencakup perencanaan penampang mercu, saluran transisi, saluran peluncur, dan bangunan peredam energi berdasarkan analisis hidrolis."
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
58 tayangan13 halaman

Perencanaan Spillway dalam Teknik Sipil

Dokumen tersebut merupakan laporan perencanaan bangunan pelimpah (spillway) pada bendung yang mencakup perencanaan penampang mercu, saluran transisi, saluran peluncur, dan bangunan peredam energi berdasarkan analisis hidrolis."
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Universitas Diponegoro

Fakultas Teknik
Teknik sipil

Laporan
Perencanaan Bangunan Sipil
Bendung

6.1 Perencanaan Bangunan Pelimpah (SPILLWAY)


6.1.1

Tinjauan Umum
Bangunan pelimpah (Spillway) berfungsi untuk mengalirkan air banjir yang masuk ke

dalam embung agar tidak membahayakan keamanan tubuh embung. Adapun bagian-bagian dari
bangunan pelimpah yang akan kita rencanakan ialah :
a.
b.
c.
d.
e.

Penampang mercu pelimpah


Saluran transisi
Saluran peluncur
Bangunan perendam energi
Cek stabilitas bangunan pelimpah

6.1.2 Mercu Bangunan Pelimpah


Tahapan dalam merencanakan penampang mercu pelimpah adalah :
a. Menentukan kedalaman saluran pengarah
b. Menghitung kedalaman kecepatan pada saluran pengarah
c. Menghitung koordinat penampang mercu pelimpah
d. Analisis hidrolis mercu pelimpah

[Link] Kedalaman Saluran Pengarah


Saluran pengarah pada aliran yang dimaksud adalah aliran air senantiasa salam
kondisi hidrolika yang baik dengan mengatur kecepatan alirannya agar tidak melebihi 4
m/det, sehingga aliran akan bersifat helisoidal dan kapasitas alirannya akan menurun.
Disamping itu aliran helisoidal tersebut akan mengakibatkan peningkatan beban
hidrodinamis pada bangunan pelimpah tersebut.

Lasita Taraditya
Sorna Monika Z
Jodan Panretta Diwani

21010112130077
21010112140089
21010112140244

Galih Anggrian Prihadianto21010112140276


Ahmad N. Z
21010112140265
Prahasdipta Satya Dwi K. 21010112130187

Page 88

Universitas Diponegoro
Fakultas Teknik
Teknik sipil

Laporan
Perencanaan Bangunan Sipil
Bendung

Dari analisis data sebelumnya di mana didapat :


Elevasi mercu spillway = 119 m
Ketinggian air di atas mercu (H) = 4 m, elevasi 123 m
Qout yang melewati spillway (Q) = 119,2 m/det
Lebar ambang mercu (b) = 7 m
Maka :
W = 1/5. 4
W = 0,8 m (minimal)
Maka diambil W = 5 m (berdasarkan analisa hidrologi naraca air)

[Link] Kedalaman Kecepatan Aliran


Dipakai tipe bendung pelimpah dengan Ambang Ogee. Dari analisis data
sebelumnya, maka hasil perhitungannya adalah:
Debit, lebar mercu dan tinggi muka air di atas mercu bendung
Dari hasil flood routing didapatkan :
Q = Qout lewat spillway = 119,2
L = lebar mercu bendung = 7 m
H = tinggi tekanan air di atas mercu bendung = 4 m
Bef = B = 15 m
kedalaman saluran pengarah = 1,5 m
tinggi tekanan air total diukur dari dasar saluran pengarah:
H total = 1,5 + 4 = 5,5 m
Kecepatan pada saluran pengarah 0,9 m/s
Lasita Taraditya
Sorna Monika Z
Jodan Panretta Diwani

21010112130077
21010112140089
21010112140244

Galih Anggrian Prihadianto21010112140276


Ahmad N. Z
21010112140265
Prahasdipta Satya Dwi K. 21010112130187

Page 89

Universitas Diponegoro
Fakultas Teknik
Teknik sipil

Laporan
Perencanaan Bangunan Sipil
Bendung

Diasumsikan nilai hd pada saluran pengarah = 10,5 m

V=

Jadi tinggi kecepatan aliran :

hv =

He = 10,5 + 0,03 = 10,53 m Htotal


Jadi nilai hd = 10,5 m diterima.
[Link] Penampang Mercu Pelimpah
Untuk merencanakan permukaan ambang ogee dipakai metode yang dikembangkan
oleh Civil Engineering Department U.S. Army atau bias disebut rumus lengkung
Harold.
Rumus lengkung Harold:

Dimana :
X = jarak horizontal dari titik tertinggi mercu bendung ketitik
dipermukaan mercu disebelah hilir
Y = jarak vertical dari titik tertinggi mercu bendung ketitik
dipermukaan
mercu disebelah hilir
Lasita Taraditya
Sorna Monika Z
Jodan Panretta Diwani

21010112130077
21010112140089
21010112140244

Galih Anggrian Prihadianto21010112140276


Ahmad N. Z
21010112140265
Prahasdipta Satya Dwi K. 21010112130187

Page 90

Universitas Diponegoro
Fakultas Teknik
Teknik sipil

Laporan
Perencanaan Bangunan Sipil
Bendung

Hd = tinggi tekanan rencana


TABEL TABULASI LENGKUNG AMBANG
X

Hd

0
0,5
1
1,5
2
2,5
3
3,5
4
4,5
5
5,5
6

Y'
1,6

0,000

1,6

0,093

1,6

0,335

1,6

0,710

1,6

1,209

1,6

1,827

1,6

2,559

1,6

3,404

1,6

4,358

1,6

5,419

1,6

6,585

1,6

7,855

1,6

9,227

Elevas
i
112,5
112,4
07
112,0
72
111,3
62
110,1
53
108,3
26
105,7
67
102,3
63
98,00
5
92,58
6
86,00
1
78,14
6
68,91
9

Analisis hidrolis mercu pelimpah


Di titik A :
- kecepatan aliran V = 0,9 m/det (V1)
- tinggi tekanan kecepatan aliran hvA = 0,03 m
- tinggi aliran hd A = 4 m
Di titik B :
- Kecepatan aliran pada titik B :
Vb =

Lasita Taraditya
Sorna Monika Z
Jodan Panretta Diwani

21010112130077
21010112140089
21010112140244

Galih Anggrian Prihadianto21010112140276


Ahmad N. Z
21010112140265
Prahasdipta Satya Dwi K. 21010112130187

Page 91

Universitas Diponegoro
Fakultas Teknik
Teknik sipil

Laporan
Perencanaan Bangunan Sipil
Bendung

= 13,5 m/dt
hv =

= 9,25 m

- Elevasi muka air pada titik B :


Q=VxA
119,2 = 13,5 x (30 x hd)
hd = 6,5 m
Hb = 6,5 + 4 = 10,5 m
- Froude number pada titik B adalah :
Fr =
-

=1,69

Mencari ketinggian d2

Analisis hidrolis hilir sungai


So = 0,001
Q100 = 119,2
B = 15 m

Asumsikan Nilai V = 3,69 m/s

A = 15. H

Lasita Taraditya
Sorna Monika Z
Jodan Panretta Diwani

21010112130077
21010112140089
21010112140244

Galih Anggrian Prihadianto21010112140276


Ahmad N. Z
21010112140265
Prahasdipta Satya Dwi K. 21010112130187

Page 92

Universitas Diponegoro
Fakultas Teknik
Teknik sipil

Laporan
Perencanaan Bangunan Sipil
Bendung

Q = 119,5 m3/s ~ Q100 = 119,2 m3/s


Maka asumsi V = 3,69 m/s..OK!
Nilai H sungai = 2,15 m
Elevasi muka air sungai = elevasi dasar sungai + H = +112,5 + 2,15 = +114,65
Analisis Hidrolis Saluran
Q100 = 119,2 m3/s
So = 0,025
L = 190 m
B = 20 m
Asumsikan Nilai V = 3,34 m/s

A = 20 H

Q = 119,5 m3/s ~ Q100 = 119,2 m3/s


Maka V = 3,34 m/.OK!
Elevasi dasar hilir saluran
Elevasi dasar hulu saluran
Elevasi Muka Air hulu saluran
Elevasi Dasar Kolam Olak

Lasita Taraditya
Sorna Monika Z
Jodan Panretta Diwani

21010112130077
21010112140089
21010112140244

= elevasi muka air sungai H


= + 114,65 2,15 m = +112,5
= Elevasi dasar hilir saluran + ( S x L)
= +112,5 + (0,025 x 56,5)
= +114
= elevasi dasar hulu saluran + H
= +114 + 1,78 = +115,78
= Elevasi Muka air hulu saluran d2
= +114 3,4 = +110,6
Galih Anggrian Prihadianto21010112140276
Ahmad N. Z
21010112140265
Prahasdipta Satya Dwi K. 21010112130187

Page 93

Universitas Diponegoro
Fakultas Teknik
Teknik sipil

Laporan
Perencanaan Bangunan Sipil
Bendung

Fr1 = 3,02 ~ Aliran Kritis


Fr2 = 0,3 ~ aliran Sub Kritis
Fr1 > Fr 2 maka terjadi perpindahan aliran dari kritis ke sub kritis sehingga di butuhkan
bangunan peredam energy

[Link] Saluran Transisi


Saluran transisi direncanakan agar debit banjir rencana yang akan disalurkan
tidak menimbulkan air terhenti (back water) dibagian hilir saluran samping dan
memberikan kondisi yang paling menguntungkan, baik pada aliran didalam saluran
transisi tersebut maupun pada aliran permulaan yang akan menuju saluran peluncur.
Bentuk saluran transis ditentukan seperti pada gambar berikut :

Dengan ketentuan tersebut diatas dan keadaan topografi yang ada dimana
b1 = 40 m,
b2 = 20 m
[Link] Saluran Peluncur
Pada perencanaan bangunan pelimpah antara tinggi mercu dengan bangunan
peredam energi diberi saluran peluncur (flood way). Saluran ini berfungsi untuk
mengatur aliran air yang melimpah dari mercu dapat mengalir dengan lancar tanpa
hambatan-hambatan hidrolis. Adapun syarat yang harus dipenuhi dalam merencanakan
saluran peluncur diantaranya :
1. Agar air yang melimpah dari saluran mengalir dengan lancer tanpa
hambatan-hambatan hidrolis.
Lasita Taraditya
Sorna Monika Z
Jodan Panretta Diwani

21010112130077
21010112140089
21010112140244

Galih Anggrian Prihadianto21010112140276


Ahmad N. Z
21010112140265
Prahasdipta Satya Dwi K. 21010112130187

Page 94

Universitas Diponegoro
Fakultas Teknik
Teknik sipil

Laporan
Perencanaan Bangunan Sipil
Bendung

2. Agar konstruksi saluran peluncur cukup kukuh dan stabil dalam menampung
semua beban yang timbul.
3. Agar gaya konstruksi diusahakan seekonomis mungkin.
Saluran peluncur dalam perencanaan ini dibentuk sebagai berikut :
a.
b.
c.

Tampak atas lurus.


Penampang melintang berbentuk segi empat.
Kemiringan diatur sebagai berikut :
20 tahap pertama dengan kemiringan = 0,25 dengan lebar saluran = 10 m,
kemudian 15 m tahap kedua dengan kemiringan = 0,25 tetapi penampang melebar
dari 10 m menjadi 15 m.

Bagian yang berbentuk terompet pada ujung saluran peluncur bertujuan agar
aliran dari saluran peluncur yang merupakan alira super kritis dan mempunyai
kecepatan tinggi, sedikit demi sedikit dapat dikurangi akibat melebarnya aliran
dan aliran tersebut menjadi semakin stabil.

Lasita Taraditya
Sorna Monika Z
Jodan Panretta Diwani

21010112130077
21010112140089
21010112140244

Galih Anggrian Prihadianto21010112140276


Ahmad N. Z
21010112140265
Prahasdipta Satya Dwi K. 21010112130187

Page 95

Universitas Diponegoro
Fakultas Teknik
Teknik sipil

Laporan
Perencanaan Bangunan Sipil
Bendung

6.1.3 Bangunan Peredam Energi


Guna meredusir energi aliran air dari saluran peluncur spillway, maka diujung
hilir saluran tersebut dibuat suatu bangunan yang disebut peredam energi pencegah
gerusan (scour protection stilling basin).

Lasita Taraditya
Sorna Monika Z
Jodan Panretta Diwani

21010112130077
21010112140089
21010112140244

Galih Anggrian Prihadianto21010112140276


Ahmad N. Z
21010112140265
Prahasdipta Satya Dwi K. 21010112130187

Page 96

Universitas Diponegoro
Fakultas Teknik
Teknik sipil

Laporan
Perencanaan Bangunan Sipil
Bendung

[Link] Dimensi kolam olakan


Ukuran panjang kolam olakan tergantung pada bilangan Froude aliran yang
akan melintasi kolam tersebut dan elevasi muka air hilir.

[Link] Gigi-gigi pemencar aliran, gigi-gigi benturan dan ambang ujung hilir kolam
olakan
Gigi-gigi pemencar aliran yang berfungsi sebagai pembagi berkas aliran
terletak di ujung saluran sebelum masuk ke dalam kolam olakan. Sedangkan gigigigi benturan yang berfungsi sebagai penghadang aliran serta mendeformir
loncatan hidrolis menjadi pendek terletak pada dasar kolam olakan. Adapun
ambang ujung hilir kolam olakan dibuat rata tanpa bergerigi.

Grafik Penentuan Gigi Benturan dan Ambang Hilir Kolam Olak

Lasita Taraditya
Sorna Monika Z
Jodan Panretta Diwani

21010112130077
21010112140089
21010112140244

Galih Anggrian Prihadianto21010112140276


Ahmad N. Z
21010112140265
Prahasdipta Satya Dwi K. 21010112130187

Page 97

Universitas Diponegoro
Fakultas Teknik
Teknik sipil

Laporan
Perencanaan Bangunan Sipil
Bendung

[Link] Tinggi jagaan


Tinggi jagaan pada bangunan pelimpah (spillway) dihitung dengan
menggunakan rumus sebagai berikut :
Fb = C . V . d
atau
Fb = 0,6 + 0,037 . V.
Fb minimal = 0,5 s/d 0,6 m di atas permukaan aliran
Di mana :
Fb = tinggi jagaan
C = koefisien = 0,1 untuk penampang saluran berbentuk persegi panjang dan 0,13
untuk penampang berbentuk trapesium
V = kecepatan aliran (m/det)
d = kedalaman air di dalam saluran (m)

Fb = 0,6 + 0,037 . V.

= 0,6 + 0,037*3* (3,1^(1:3)) = 0,76

Diambil 2 m, untuk keamanan karena bendung jenis rock fill.

Lasita Taraditya
Sorna Monika Z
Jodan Panretta Diwani

21010112130077
21010112140089
21010112140244

Galih Anggrian Prihadianto21010112140276


Ahmad N. Z
21010112140265
Prahasdipta Satya Dwi K. 21010112130187

Page 98

Universitas Diponegoro
Fakultas Teknik
Teknik sipil

Laporan
Perencanaan Bangunan Sipil
Bendung

[Link] Analisis Stabilitas Bangunan Pelimpah


Bangunan pelimpah dicek stabilitasnya terhadap rembesan akibat tampungan air
embung. Perhitungan stabilitas bangunan pelimpah ditinjau dengan dua kondisi yaitu
pada kondisi air normal dan pada kondisi air melimpah.
1. Pada Kondisi Air Normal
Rembesan & Tekanan Air Tanah di Bawah Pelimpah Kondisi Muka Air
Normal
Dari penyelidikan tanah pada lokasi bangunan pelimpah pondasi
bangunan pelimpah terletak pada lapisan lempung, sedikit berpasir, sangat
keras. Dari KP-06 Standar Perencanaan Irigasi, harga aman untuk jenis tanah
tersebut, Cw= 1,6. Karena Cw > Cw batas maka struktur bangunan pelimpah
pada saat kondisi muka air normal aman terhadap rembesan.

Lasita Taraditya
Sorna Monika Z
Jodan Panretta Diwani

21010112130077
21010112140089
21010112140244

Galih Anggrian Prihadianto21010112140276


Ahmad N. Z
21010112140265
Prahasdipta Satya Dwi K. 21010112130187

Page 99

Universitas Diponegoro
Fakultas Teknik
Teknik sipil

Laporan
Perencanaan Bangunan Sipil
Bendung

2. Pada Kondisi Air Banjir

Rembesan & Tekanan Air Tanah di Bawah Pelimpah Kondisi Muka Air
Banjir

Angka rembesan (Cw) = ( Lv + Lh)/ Hw = 1,72


Dari penyelidikan tanah pada lokasi bangunan pelimpah pondasi bangunan
pelimpah terletak pada lapisan lempung, sedikit berpasir, sangat keras. Dari
KP-06 Standar Perencanaan Irigasi, harga aman untuk jenis tanah tersebut,
Cw=1,6
Karena Cw > Cw batas maka struktur bangunan pelimpah pada saat kondisi
muka air aman terhadap rembesan.

Lasita Taraditya
Sorna Monika Z
Jodan Panretta Diwani

21010112130077
21010112140089
21010112140244

Galih Anggrian Prihadianto21010112140276


Ahmad N. Z
21010112140265
Prahasdipta Satya Dwi K. 21010112130187

Page 100

Anda mungkin juga menyukai