MATERI
FAST DECOUPLE
Disusun Oleh :
Abdullah Fatih F. (03.2012.1.06929)
Fakultas Teknik Industri
Jurusan Teknik Elektro
Institut Teknologi Adhitama Surabaya
2014
Metode Fast Decouple : Metode yang dipergunakan dalam perhitungan aliran daya
dengan bantuan program komputer. Perhitungan aliran daya dilakukan dengan bantuan
program yang ditulis dalam bahasa Matlab. Dalam perhitungan aliran daya ada beberapa
kondisi yang dilakukan pada sistem, dengan menaikkan dan menurunkan beban pada tiap
bus, melakukan perubahan tap transformator, pemberian kapasitor shunt, perubahan
perbandingan antara R dan X serta bagaimana pengaruhnya terhadap tegangan dan sudut
phasa.
Dengan memberikan kondisi-kondisi seperti perubahan pembebanan, perubahan tap
transformator, pemberian kapasitor shunt, variasi R dan X akan mempengaruhi aliran daya
sistem, berupa perubahan magnitude tegangan dan sudut phasa pada tiap bus beban (Bus PQ)
dan perubahan sudut phasa pada tiap bus beban (Bus PQ) dan perubahan sudut phasa pada
tiap bus pembangkit (Bus PV)
Langkah-Langkah penyelesaian analisa aliran daya dengan menggunakan
Metoda Fast Decouple
Perhitungan dimulai dengan membentuk impedansi jaringan (Zij) dengan rumus
Dimana :
Zij
Rij
Xij
= Impedansi jaringan antara bus ke i dan bus ke j
= Resistansi jaringan antara bus ke i dan bus ke j
= Reaktansi jaringan antara bus ke i dan bus ke j
Kemudian dibentuk admitansi jaringan
Dimana :
dan
Selanjutnya dibentuk dengan susunan sebagai berikut :
1. Matriks admitansi bus [Y], matriks tersebut dipisah menjadi komponen
matriks [G] dan matriks [B].
2. Matriks [BP] dan matriks [BQ],
Matriks [BP] dibentuk dengan menghilangkan kolom dan baris yang menunjukkan
slack bus dari matriks [B]. Sedangkan matriks [BQ] dibentuk dengan menghilangkan
kolom dan baris yang menunjukkan bus pembangkit dari matriks [BP].
3. Matriks [BP]-1 dan Matriks [BQ]-1.
Selanjutnya dihitung daya terjadwal pada setiap bus dengan rumus :
Pjad = Pgenerator Pbeban
Qjad = Qgenerator Qbeban
Proses iterasi dicari daya terhitung dengan rumus
Mismatch power dihitung dengan persamaan dibawah ini :
Selanjutnya dihitung perubahan sudut fasa () dan magnitude tegangan (V)
dengan rumus :
Dimana :
i
= perubahan sudut fasa bus ke i
|Vi| = perubahan magnitude tegangan bus ke i
BPIN = elemen matriks [BP]-1
BQIN = elemen matriks [BQ]-1
Sudut fasa dan magnitude tegangan tiap bus yang baru dicari dengan rumus :
Daya pada slack bus dihitung setelah konvergensi tercapai, rumusnya yaitu :
Dimana :
Pi = Daya aktif pada slack bus
Qi = Daya reaktif pada slack bus
Persamaan untuk menghitung aliran daya antar bus :
Dimana :
Sij
Pij
Qij
Vi
Vj
Vij
Yij
Ycij
=
=
=
=
=
=
=
=
Aliran daya kompleks dari bus i ke bus j
Aliran daya aktif dari bus i ke bus j
Aliran daya reaktif dari bus i ke bus j
Tegangan vector di bus i
Tegangan vector di bus j
Tegangan vector antara bus i dan bus j
Admitansi antara bus i dan bus j
Admitansi line charging antara bus i dan bus j
Persamaan rugi rugi daya antar bus :
Dimana :
Sij (losses)
Sij
Sji
= Rugi rugi daya kompleks dari bus i ke bus j
= Daya kompleks dari bus i ke bus j
= Daya kompleks dari bus j ke bus i