PENGERTIAN SENI RUPA
Seni Rupa adalah salah satu bagian kesenian yang penerapannya berbentuk dua atau tiga dimensi
karena memiliki panjang dan lebar, serta volume. Seni rupa merupakan ungkapan gagasan dan
perasaan manusia yang diwujudkan melalui pengolahan media dan penataan elemen serta
prinsip-prinsip desain.
Seni rupa adalah seni yang cara pengungkapannya diwujudkan dalam bentuk rupa, yang meliputi
unsur garis, warna, bidang, tekstur, gelap terang, dan titik. Seni rupa merupakan realisasi dari
sebuah imajinasi yang tanpa batas dan tidak ada batasan dalam sebuah karya seni. Sehingga
dalam berkarya seni tidak akan kehabisan ide dan imajinasi.
Lebih jauh tentang seni, ya seni sangat mempengaruhi kehidupan manusia saat ini. Bisa kita
bayangkan jika hidup tanpa seni, pasti tidak akan berawarna dan tentunya membosankan. Dan
itulah salah satu fungsi seni, yakni untuk memuaskan hati manusia akan keindahan yang bisa
menyemangati hati dan pikiran. Seni rupa sendiri juga begitu, seperti batik yang coraknya
melambangkan sesuatu dan memiliki makna tersendiri.
UNSUR-UNSUR SENI RUPA
Membahas dan mengapresiasi sebuah karya seni atau seni rupa tak lepas dari dua
hal penting, yaitu unsur seni rupa dan prinsip dasar seni rupa. Dalam uraian berikut
akan disajikan secara singkat apa itu unsur-unsur seni rupa dan prinsip dasar seni
rupa.
Unsur-unsur Seni Rupa
Seni rupa dibangun oleh sejumlah unsure yang membentuk kesatuan yang padu
sehingga karyanya dapat dinikmati secara utuh.
Unsur-unsur dasar karya seni rupa adalah unsur-unsur yang digunakan untuk
mewujudkan sebuah karya seni rupa. Unsur-unsur ini diantaranya antara lain adalah
titik, garis, bidang, bentuk, ruang, warna, tekstur, dan gelap terang.
1). Titik
Titik adalah unsur seni rupa yang paling dasar. Titik dapat melahirkan suatu wujud
dari ide-ide atau gagasan yang kemudian akan melahirkan garis, bentuk, atau
bidang. Teknik lukisan yang menggunakan kombinasi berbagai variasi ukuran dan
warna titik dikenal dengan sebutan Pointilisme.
2). Garis
Menurut jenisnya, garis dapat dibedakan menjadi garis lurus, lengkung, panjang,
pendek, horizontal, vertikal, diagonal, berombak, putus-putus, patah-patah, spiral
dan Iain-Iain. Kesan yang ditimbulkan dari macam-macam garis dapat berbedabeda, misalnya garis lurus berkesan tegak dan keras, garis lengkung berkesan
lembut dan lentur, garis patah-patah berkesan kaku, dan garis spiral berkesan
lentur.
Garis dapat juga memberikan kesan watak tertentu sehingga dapat digunakan
sebagai perlambangan, seperti:
- Garis tegak melambangkan keagungan, kestabilan;
- Garis miring mengingatkan pada kegoncangan, tidak stabil, gerak;
- Garis tegas, kuat, terpatah-patah mengesankan kekuatan;
Garis halus, melengkung-lengkung berirama mengesankan kelembutan,
kewanitaan.
Sedangkan menurut wujudnya garis dapat dibedakan menjadi:
Garis nyata, merupakan garis yang dihasilkan dari coretan atau goresan
lengkung.
- Garis semu, merupakan garis yang muncul karena adanya kesan balans pada
bidang, warna atau ruang
3). Bidang
Bidang merupakan pengembangan garis yang membatasi suatu bentuk sehingga
membentuk bidang yang melingkupi dari beberapa sisi. Bidang mempunyai sisi
panjang dan lebar, serta memiliki ukuran.
4). Bentuk
Bentuk juga dapat dikelompokkan menjadi dua macam, yaitu:
a. Bentuk geometris
Bentuk geometris merupakan bentuk yang terdapat pada ilmu ukur meliputi:
- Bentuk kubistis, contohnya kubus dan balok.
- Bentuk silindris, contohnya tabung, kerucut, dan bola.
b. Bentuk nongeometris
Bentuk nongeometris berupa bentuk yang meniru bentuk alam, misalnya manusia,
tumbuhan, dan hewan.
5). Ruang
Ruang dapat digolongkan menjadi dua, yaitu: Ruang dalam bentuk nyata, misalnya
ruangan pada kamar, ruangan pada patung. Ruang dalam bentuk khayalan (ilusi),
misalnya ruangan yang terkesan dari sebuah lukisan.
6). Warna
Kesan yang timbul oleh pantulan cahaya pada mata disebut warna. Warna dapat
dikelompokkan menjadi tiga, yaitu:
Warna pokok atau primer, yaitu warna yang tidak berasal dari warna apapun,
meliputi warna merah, kuning, dan biru.
Warna sekunder merupakan campuran dari warna primer.
Contoh:
merah + kuning : jingga
biru + kuning
: hijau
merah + biru
: ungu
Warna tertier merupakan hasil campuran antara warna primer dan warna sekunder.
Contoh:
kuning + hijau : kuning kehijau-hijauan
biru + ungu
: ungu kebiruan
jingga + merah : jingga kemerahan
Selain jenis-jenis warna di atas terdapat pula warna netral, yaitu warna putih dan
hitam.
7). Tekstur
Tekstur adalah sifat dan keadaan suatu permukaan bidang atau permukaan benda
pada sebuah karya seni rupa. Setiap benda mempunyai sifat permukaan yang
berbeda. Tekstur dibedakan menjadi tekstur nyata dan tekstur semu. Tekstur nyata
adalah nilai raba yang sama antara penglihatan dan rabaan. Sedangkan tekstur
semu adalah kesan yang berbeda antara penglihatan dan perabaan.
8). Gelap Terang
Suatu objek bisa memiliki intensitas cahaya yang berbeda pada setiap bagiannya.
Demikian pula pada karya seni rupa. Seperti lukisan pemandangan alam. Adanya
perbedaan intensitas cahaya akan menimbulkan kesan mendalam.
Unsur-unsur seni rupa ada 6 sebagai berikut:
1. Garis
Garis merupakan unsur utama dalam karya seni rupa. Dalam ilmu matematika, garis
didefinisikan sebagai kumpulan titik yang berangkai. Bentuk garis ini bermacam-macam, ada
garis lurus, garis lengkung, garis patah-patah, garis terputus-putus.
Garis dapat juga memberikan kesan watak tertentu sehingga dapat digunakan sebagai
perlambangan. Kesan watak dari garis ini misalnya:
- Garis tegak melambangkan keagungan, kestabilan.
- Garis miring mengingatkan pada kegoncangan, tidak stabil, gerak.
- Garis tegak, kuat, terpatah-patah mengesankan kekuatan.
- Garis halus,melengkung-lengkung berirama mengesankan kelembutan, kewanitaan.
2. Bidang
Bidang terbentuk dari satu atau sekumpulan garis yang membentuk bidang tertutup. Bidang
terbentuk pula karena adanya perpotongan beberapa garis pada pangkalnya. Garis-garis ini
akan membentuk garis keliling yang saling berhubungan dan bersambungan satu sama lain
sehingga membentuk bidang.
Bidang dapat pula dibentuk oleh goresan sesuatu yang berukuran besar seperti goresan kuas
cat pada permukaan kanvas atau dinding.
3. Bentuk
Bentuk merupakan wujud yang dibentuk oleh sekumpulan garis dan bidang. Bentuk ini
terdiri atas dua kelompok besar, yakni bentuk geometris dan bentuk organis.
- Bentuk geometris yaitu bentuk-bentuk tertentu yang terukur dan dapat didefinisikan,
seperti lingkaran, bola, bujur sangkar, tabung, limas, dan sebagainya. Sering juga
dikatakan sebagai bentuk mutlak atau murni.
- Bentuk organis yaitu bentuk alamiah yang sudah mengalami perkembangan, tidak lagi
terukur dan sukar didefinisikan, misalnya bentuk pohon, orang atau kuda.
4. Warna
Warna merupakan unsur penting dalam seni rupa karena selain dapat menimbulkan kesan
keindahan dan menyenangkan, warna juga dapat memberi kesan bermacam-macam pada diri
sipemandang. Warna dapat memberikan kesan jauh dan dekat (perspektif), dapat
menimbulkan rasa sejuk, hangat dan yang lainnya. Selain itu, warna juga dapat dijadikan
perlambangan.
Secara teoritis, warna-warna yang ada di alam ini dibangun oleh tiga warna pokok yang
dinamakan sebagai warna primer. Warna-warna primer ini terdiri atas warna magenta
(merah), cyan (biru), dan yellow (kuning). Percampuran antara warna-warna primer akan
menghasilkan warna-warna sekunder, warna tersier, dan seterusnya.
5. Komposisi
Secara sederhana, komposisi dapat didefinisikan sebagai cara penempatan objek gambar
secara serasi di atas bidang gambar sehingga tidak menimbulkan kesan kaku, melelahkan,
dan membingungkan. Komposisi juga dapat diartikan sebagai tata susun yang didasarkan
kepada pertimbangan rasional, pertimbangan estetika, serta nilai-nilai ekspresi senimannya.
Untuk membuat karya seni yang baik, seorang pelukis perlu memahami kaidah-kaidah
komposisi yang terdiri atas kesatuan dan keserasian, keseimbangan, pusat perhatian, irama,
kontras dan proporsi.
6. Tekstur
Tekstur adalah kesan halus atau kasarnya sesuatu permukaan benda. Pada sebuah gambar,
tekstur ini ditampilkan melalui teknik goresan alat gambar pada bidang gambar secara khas.
Benda yang terbuat dari kayu, logam, kaca atau gerabah, memiliki rasa permukaan (tekstur)
yang berbeda. Bagaimana menggambarkan kasarnya pot bunga dari gerabah, halusnya poci
keramik, dengan alat pensil misalnya, perlu dilatih dan dipelajari.
Secara teoritis, terdapat dua macam tekstur, yakni tekstur taktil dan tekstur visual. Tekstur
taktil adalah tekstur nyata yang dapat dirasakan dengan menyentuhnya. Misalnya: tekstur
kulit jeruk, cetakan embose, dan sebagainya. Tekstur visual adalah tekstur pura-pura atau
tekstur simulasi yang timbul akibat ilusi rangkaian gambar.
Seni rupa dibagi menjadi tiga cabang yaitu:
1. Seni rupa murni
Seni rupa murni adalah seni yang tercipta bebas tanpa mempertimbangkan segi fungsi dan
kegunaannya tetapi lebih mengutamakan fungsi keindahan. Contoh karya seni rupa murni,
yaitu:
- Seni lukis adalah karya seni yang proses pembuatannya dilakukan dengan memulaskan
berbagai warna pada permukaan (penyangga) seperti kertas, kanvas, atau dinding.
- Seni kaligrafi adalah seni menulis dengan indah dengan pena sebagai hiasan.
- Seni patung adalah benda tiga dimensi karya manusia yang diakui secara khusus sebagai
suatu karya seni.
2. Desain
Desain adalah merupakan pola rancangan yang menjadi dasar pembuatan suatu benda.
Contoh aneka macam desain, yaitu:
- Desain arsitektur adalah seni dan ilmu dalam merancang bangunan. Dalam artian yang
lebih luas, arsitektur mencakup merancang dan membangun keseluruhan lingkungan
binaan, mulai dari level makro yaitu perencanaan kota, perancangan perkotaan, arsitektur
lansekap, hingga ke level mikro yaitu desain bangunan, desain perabot dan desain
produk.
Desain grafis adalah suatu bentuk komunikasi visual yang menggunakan gambar untuk
menyampaikan informasi atau pesan seefektif mungkin. Desain grafis dapat merujuk
kepada proses pembuatan, metoda merancang, produk yang dihasilkan (rancangan). Seni
desain grafis mencakup kemampuan kognitif dan keterampilan visual, termasuk di
dalamnya tipografi, ilustrasi, fotografi, pengolahan gambar, dan lain-lain.
Desain industri adalah seni terapan dimana estetika dan usability (kemudahan dalam
menggunakan suatu barang) suatu barang disempurnakan. Desain industri menghasilkan
kreasi tentang bentuk, konfigurasi, atau komposisi garis atau warna atau garis dan warna
atau gabungannya, yang berbentuk 3 atau 2 dimensi, yang memberi kesan estetis, dapat
dipakai untuk menghasilkan produk, barang, komoditas industri atau kerajinan tangan.
Sebuah karya desain dianggap sebagai kekayaan intelektual karena merupakan hasil buah
pikiran dan kreatifitas dari pendesainnya, sehingga dilindungi hak ciptanya oleh
pemerintah melalui Undang-Undang No. 31 tahun 2000 tentang Desain Industri. Kriteria
desain industri adalah baru dan tidak melanggar agama, peraturan perundangan, susila,
dan ketertiban umum. Jangka waktu perindungan untuk desain industri adalah 10 tahun.
Desain interior adalah merupakan sebuah profesi di bidang kreatif dengan solusi teknik
yang diterapkan kedalam struktur yang dibangun, untuk mencapai lingkungan
interiornya. Solusi ini fungsional, diantaranya untuk meningkatkan kualitas kehidupan
dan budaya penghuni serta memunculkan kesan estetika dalam rumah yang menarik.
3. Kriya
- Kriya adalah cabang seni yang menekankan pada keterampilan tangan yang tinggi dalam
proses pengerjaannya. Kriya dibagi menjadi beberapa bagian, yaitu:
- Kriya tekstil adalah barang-barang yang dihasilkan dari proses menenun barang-barang
tekstil meliputi segala hal yang dibuat dengan cara ditenun dan dirajut seperti kain,
pakaian, perlengkapan rumah tangga dan lain-lain
- Kriya kayu yaitu kerajinan yang menggunakan bahan dari kayu yang dikerjakan atau
dibentuk menggunakan tatah ukir kayu yang biasanya digunakan adalah kayu jati,
mahoni, waru, sawo, nangka dan lain-lain. Contohnya mebel, relief dan lain-lain.
- Kriya keramik adalah kerajinan yang menggunakan bahan baku dari tanah liat yang
melalui proses sedemikian rupa (dipijit, butsir, pilin, pembakaran dan glasir) sehingga
menghasilkan barang atau benda pakai dan benda hias yang indah. Contohnya gerabah,
piring dan lain-lain.
Karya seni rupa menurut wujudnya dapat dikelompokkan menjadi dua macam, yakni :
1. Seni Rupa Dua Dimensi
Seni rupa dua dimensi adalah karya seni rupa yang mempunyai dua ukuran, yakni panjang
dan lebar. Karya seni rupa ini hanya dapat dihayati ataupun dilihat dari satu arah yaitu dari
depan. Contohnya: seni lukis, seni ilustrasi, seni batik seni grafik, sketsa dan lain-lain.
2.
Seni Rupa Tiga Dimensi
Seni rupa tiga dimensi adalah karya seni rupa yang memiliki tiga ukuran panjang, lebar dan
tinggi atau tebal (mempunyai volume). Karya seni rupa ini dapat dinikmati atau dihayati dari
beberapa arah pandang.
Contohnya: seni patung, seni kriya, seni bangunan, seni dekorasi, seni taman dan lain-lain.
Seni Rupa Kontemporer
Salah satu perkembangan seni rupa adalah seni rupa kontemporer. Perbedaannya adalah
pengaruh terhadap modernisasi yang bersifat modern atau sesuai dengan kondisi tertentu (up to
date). Karya seni yang diciptakan ridak terikat oleh aturan-aturan atau aliran tertentu.
Contohnya : lukisan kontemporer yang mendeskripsikan situasi pada waktu yang dilalui tanpa
terikat kaidah-kaidah tertentu.
Seni rupa memiliki ranah yang luas di negeri kita, hal ini dikarenakan seni budaya Indonesia
yang begitu luas untuk dieksplorasi dan dimanfaatkan oleh para seniman-seniman berbakat.
Pengertian Seni Rupa
Seni rupa adalah cabang seni yang membentuk karya seni dengan media yang bisa ditangkap
mata dan dirasakan dengan rabaan. Kesan ini diciptakan dengan mengolah konsep garis, bidang,
bentuk, volume, warna, tekstur, dan pencahayaan dengan acuan estetika.
Seni rupa dibedakan ke dalam tiga kategori, yaitu seni rupa murni atau seni murni, kriya, dan
desain. Seni rupa murni mengacu kepada karya-karya yang hanya untuk tujuan pemuasan eksresi
pribadi, sementara kriya dan desain lebih menitikberatkan fungsi dan kemudahan produksi.
Secara kasar terjemahan seni rupa di dalam Bahasa Inggris adalah fine art. Namun sesuai
perkembangan dunia seni modern, istilah fine art menjadi lebih spesifik kepada pengertian seni
rupa murni untuk kemudian menggabungkannya dengan desain dan kriya ke dalam bahasan
visual arts
Bidang seni rupa
[Link] rupa murni
Seni lukis adalah salah satu cabang dari seni rupa. Dengan dasar pengertian yang sama,
seni lukis adalah sebuah pengembangan yang lebih utuh dari menggambar. Melukis adalah
kegiatan mengolah medium dua dimensi atau permukaan dari objek tiga dimensi untuk mendapat
kesan tertentu. Medium lukisan bisa berbentuk apa saja, seperti kanvas, kertas, papan, dan
bahkan film di dalam fotografi bisa dianggap sebagai media lukisan. Alat yang digunakan juga
bisa bermacam-macam, dengan syarat bisa memberikan imaji tertentu kepada media yang
digunakan.
Seni grafis adalah cabang seni rupa yang proses pembuatan karyanya menggunakan
teknik cetak, biasanya di atas kertas. Kecuali pada teknik Monotype, prosesnya mampu
menciptakan salinan karya yang sama dalam jumlah banyak, ini yang disebut dengan proses
cetak. Tiap salinan karya dikenal sebagai 'impression'. Lukisan atau drawing, di sisi lain,
menciptakan karya seni orisinil yang unik. Cetakan diciptakan dari permukaan sebuah bahan ,
secara teknis disebut dengan matrix. Matrix yang umum digunakan adalah: plat logam, biasanya
tembaga atau seng untuk engraving atau etsa; batu digunakan untuk litografi; papan kayu untuk
woodcut/cukil kayu. Masih banyak lagi bahan lain yang digunakan dalam karya seni ini. Tiaptiap hasil cetakan biasanya dianggap sebagai karya seni orisinil, bukan sebuah salinan. Karyakarya yang dicetak dari sebuah plat menciptakan sebuah edisi, di masa seni rupa modern masingmasing karya ditandatangani dan diberi nomor untuk menandai bahwa karya tersebut adalah
edisi terbatas.
Seni patung adalah cabang seni rupa yang hasil karyanya berwujud tiga dimensi.
Biasanya diciptakan dengan cara memahat, modeling (misalnya dengan bahan tanah liat) atau
kasting (dengan cetakan).
Seni instalasi (installation = pemasangan) adalah seni yang memasang, menyatukan, dan
mengkontruksi sejumlah benda yang dianggap bisa merujuk pada suatu konteks kesadaran
makna tertentu. Biasanya makna dalam persoalan-persoalan sosial-politik dan hal lain yang
bersifat kontemporer diangkat dalam konsep seni instalasi ini. Seni instalasi dalam konteks
visual merupakan perupaan yang menyajikan visual tiga dimensional yang memperhitungkan
elemen-elemen ruang, waktu, suara, cahaya, gerak dan interaksi spektator (pengunjung pameran)
sebagai konsepsi akhir dari olah rupa
Seni pertunjukan (Bahasa Inggris: performance art) adalah karya seni yang melibatkan
aksi individu atau kelompok di tempat dan waktu tertentu. performance biasanya melibatkan
empat unsur: waktu, ruang, tubuh si seniman dan hubungan seniman dengan penonton.
Meskipun seni performance bisa juga dikatakan termasuk di dalamnya kegiatan-kegiatan seni
mainstream seperti teater, tari, musik dan sirkus, tapi biasanya kegiatan-kegiatan seni tersebut
pada umumnya lebih dikenal dengan istilah 'seni pertunjukan' (performing arts). Seni
performance adalah istilah yang biasanya mengacu pada seni konseptual atau avant garde yang
tumbuh dari seni rupa dan kini mulai beralih ke arah seni kontemporer.
Seni Keramik adalah cabang seni rupa yang mengolah material keramik untuk membuat
karya seni dari yang bersifat tradisional sampai kontemporer. Selain itu dibedakan pula kegiatan
kriya keramik berdasarkan prinsip fungsionalitas dan produksinya. Venus of Dolni Vestonice
adalah karya keramik tertua yang pernah ditemukan.
Seni film
Seni koreografi
Seni fotografi
2. Desain
Arsitektur adalah seni dan ilmu dalam merancang bangunan. Dalam artian yang lebih
luas, arsitektur mencakup merancang dan membangun keseluruhan lingkungan binaan, mulai
dari level makro yaitu perencanaan kota, perancangan perkotaan, arsitektur lansekap, hingga ke
level mikro yaitu desain bangunan, desain perabot dan desain produk. Arsitektur juga merujuk
kepada hasil-hasil proses perancangan tersebut
Disain grafis adalah suatu bentuk komunikasi visual yang menggunakan gambar untuk
menyampaikan informasi atau pesan seefektif mungkin. Dalam disain grafis, teks juga dianggap
gambar karena merupakan hasil abstraksi simbol-simbol yang bisa dibunyikan. disain grafis
diterapkan dalam disain komunikasi dan fine art. Seperti jenis disain lainnya, disain grafis dapat
merujuk kepada proses pembuatan, metoda merancang, produk yang dihasilkan (rancangan),
atau pun disiplin ilmu yang digunakan (disain). Seni disain grafis mencakup kemampuan
kognitif dan keterampilan visual, termasuk di dalamnya tipografi, ilustrasi, fotografi, pengolahan
gambar, dan tata letak
Desain industri (bahasa Inggris: Industrial design) adalah seni terapan di mana estetika
dan usability (kemudahan dalam menggunakan suatu barang) suatu barang disempurnakan.
Desain industri menghasilkan kreasi tentang bentuk, konfigurasi, atau komposisi garis atau
warna atau garis dan warna atau gabungannya, yang berbentuk 3 atau 2 dimensi, yang memberi
kesan estetis, dapat dipakai untuk menghasilkan produk, barang, komoditas industri atau
kerajinan tangan. Sebuah karya desain dianggap sebagai kekayaan intelektual karena merupakan
hasil buah pikiran dan kreatifitas dari pendesainnya, sehingga dilindungi hak ciptanya oleh
pemerintah melalui Undang-Undang No. 31 tahun 2000 tentang Desain Industri. Kriteria desain
industri adalah baru dan tidak melanggar agama, peraturan perundangan, susila, dan ketertiban
umum. Jangka waktu perlindungan untuk desain industri adalah 10 tahun
Desain Interior
Desain Busana
[Link]
Kriya tekstil
Kriya kayu
Kriya keramik
Kriya rotan
A. Pengertian Seni Rupa
Seni rupa adalah cabang seni yang membentuk karya seni dengan media yang bisa ditangkap
mata dan dirasakan dengan rabaan. Kesan ini diciptakan dengan mengolah konsep garis, bidang,
bentuk, volume, warna, tekstur, dan pencahayaan dengan acuan estetika.
B. Cabang Cabang Seni Rupa
BAB II
1.
A. Pengelompokan Seni Rupa
Berdasarkan tujuan pembuatan karya seni rupa, kita mengenal adanya karya seni rupa sebagai
berikut:
1.
Karya seni rupa yang dibuat dengan tujuan religius
Karya-karya seni rupa yang dibuat dengan tujuan ini ditunjukan sebagai bentuk pengabdian yang
tulus kepada aspek dan nilai religi yang dianut senimannya. Pada masyarakat paganisme dahulu,
karya-karya seni patung banyak dibuat sebagai bentuk pengabdian kepada dewa-dewa yang
dianut kaum tersebut.
2.
Karya seni rupa yang dibuat dengan tujuan magis
Karya seni rupa jenis ini dibuat untuk menumbuhkan nuansa atau kesan magis (sihir). Pada
masyarakat primitif serta kelompok masyarakat yang menganut sekte tertentu, sering membuat
patung untuk tujuan seperti ini.
3.
Karya seni rupa yang dibuat dengan tujuan simbolis
Karya seni rupa jenis ini dibuat sebagai perlambangan nilai-nilai yang dianut oleh suatu bangsa,
kelompok tertentu, atau organisasi. Bangsa Indonesia memiliki simbol yang dikenal di manamana, yakni simbol burung garuda. Setiap organisasi, termasuk sekolah, pemerintah kabupaten,
dan sejenisnya memiliki logo tertentu yang dijadikan simbol.
4.
Karya seni rupa yang dibuat dengan tujuan estetis
Karya seni rupa jenis ini dibuat untuk memenuhi kebutuhan batin semata, yakni hanya dinikmati
sebagai karya seni secara utuh. Karya ini dibuat sebagai hiasan dan dekorasi.
5.
Karya seni rupa yang dibuat dengan tujuan komersial
Sesuai dengan tujuannya, karya seni rupa jenis ini dibuat untuk menghasilkan uang. Artinya,
karya seni rupa yang dibuat diperjual belikan secara terbuka. Tujuan akhir dari pembuatan karya
seni rupa jenis ini adalah memperoleh keuntungan.
Seni rupa merupakan hasil interpretasi dan tanggapan pengalaman manusia dalam bentuk visual
dan rabaan. Seni rupa berperanan dalam memenuhi tujuan-tujuan tertentu dalam kehidupan
manusia maupun semata-mata memenuhi kebutuhan estetik. Karya seni rupa dapat menimbulkan
berbagai kesan (indah, unik, atau kegetiran) serta memiliki kemampuan untuk membangkitkan
pikiran dan perasaan. Dengan memahami makna tentang bentuk-bentuk seni rupa, akan
diperoleh rasa kepuasan dan kesenangan.
Seni rupa dapat dibedakan menjadi seni rupa murni, seni kriya, dan desain. Jenis-jenis seni rupa
ini menunjukkan proses pembuatan dan bentuk karya yang dihasilkan, serta nama pembuatnya,
yaitu seniman, kriyawan, dan desainer. Seni murni menekankan pada ungkapan pikiran dan
perasaan, meliputi seni lukis, seni patung, dan seni grafis. Seni kriya menekankan pada
keterampilan teknik pembuatan karya, dengan hasil berupa karya kriya fungsional dan
nonfungsional. Seni kriya menggunakan berbagai teknik dan media tertentu, misalnya kriya
kayu, kriya logam, dan kriya tekstil. Desain menunjukkan proses pembuatan karya yang maksud
dan tujuannya telah ditentukan lebih dahulu. Karya desain merupakan rancangan gambar, benda,
atau lingkungan yang didasarkan pada persyaratan-persyaratan tertentu. Seniman atau kriawan
dapat bekerja secara mandiri, sedangkan desainer bekerja untuk keperluan klien.
Pembelajaran seni rupa di sekolah mengembangkan kemampuan siswa dalam berkarya seni yang
bersifat visual dan rabaan. Pembelajaran seni rupa memberikan kemampuan bagi siswa untuk
memahami dan memperoleh kepuasan dalam menanggapi karya seni rupa ciptaan siswa sendiri
maupun karya seni rupa ciptaan orang lain.
Melalui pengalaman berkarya, siswa memperoleh pemahaman tentang berbagai penggunaan
media, baik media untuk seni rupa dwimatra maupun seni rupa trimatra. Dalam berkarya seni
rupa, siswa belajar menggunakan berbagai teknik tradisional dan modern untuk mengeksploitasi
sifat-sifat dan potensi estetik media. Melalui seni rupa, siswa belajar berkomunikasi melalui
gambar dan bentuk, serta mengembangkan rasa kebanggaan dalam menciptakan ungkapan
pikiran dan perasaannya.
Dalam pembelajaran seni rupa, peranan seni murni, kriya, maupun desain bersifat saling
melengkapi dan saling berkaitan. Pembelajaran seni rupa dapat dilakukan dengan pendekatan
studio, misalnya studio seni lukis, seni patung, seni grafis, dan kriya. Pembelajaran seni rupa
dapat juga dipisahkan menjadi kegiatan pembelajaran seni rupa murni, kriya, dan desain.
Materi pokok seni rupa meliputi aspek apresiasi seni, berkarya seni, kritik seni, dan penyajian
seni. Apresiasi seni rupa berarti mengenal, memahami, dan memberikan penghargaan atau
tanggapan estetis (respons estetis) terhadap karya seni rupa. Materi apresiasi seni pada dasarnya
adalah pengenalan tentang konsep atau makna, bentuk, dan fungsi seni rupa. Materi pelajaran
seni pada pendidikan Dasar dan Menengah meliputi pengenalan terhadap budaya lokal, budaya
daerah lain, dan budaya mancanegara, baik yang bercorak primitif, tradisional, klasik, moderen,
maupun kontemporer. Selain pengenalan bentuk-bentuk seni rupa, materi apresiasi juga meliputi
pengenalan tentang latar belakang sosial, budaya, dan sejarah di mana karya seni rupa dihasilkan
serta makna-makna dan nilai-nilai pada seni rupa tersebut.
Pembahasan konsep seni rupa meliputi struktur bentuk dan ungkapan (ekspresi) dalam seni
murni dan hubungan bentuk, fungsi, dan elemen estetik dalam seni rupa terapan. Pembahasan
tentang media seni rupa meliptui ciri-ciri media, proses, dan teknik pembuatan karya seni rupa.
Selain itu, apresiasi seni juga perlu memberikan pemahaman hubungan antara seni rupa dengan
bentuk-bentuk seni yang lain, bidang-bidang studi yang lain, serta keberadaan seni rupa,
kerajinan, dan desain sebagai bidang profesi.
Berkarya seni rupa pada dasarnya adalah proses membentuk gagasan dan mengolah media seni
rupa untuk mewujudkan bentuk-bentuk atau gambaran-gambaran yang baru. Untuk membentuk
gagasan, siswa perlu dilibatkan dalam berbagai pendekatan seperti menggambar, mengobservasi,
mencatat, membuat sketsa, bereskperimen, dan menyelidiki gambar-gambar atau bentuk-bentuk
lainnya. Selain itu, siswa juga perlu dilibatkan dalam proses pengamatan terhadap masalah
pribadi, realitas sosial, tema-tema universal, fantasi, dan imajinasi.
BAB III
PEMBAHASAN
A. Pengertian Seni Rupa
Sadarkah bila di sekitar kita banyak sekali karya seni rupa? Berbagai gambar pada buku, iklan,
atau kain, lukisan, anyaman tikar atau kursi rotan, desain kamar dan taman, ataupun patung yang
menghiasi rumah dan jalan merupakan hasil gagasan manusia yang dicipta dalam rangka
memenuhi [Link] yang pada kegiatan penciptaannya memerlukan koordinasi antara
mata dan tangan ini disebut seni rupa. Seni rupa adalah ungkapan gagasan atau perasaan estetis
dan bermakna yang diwujudkan melalui media titik, garis, bidang, bentuk, warna, tekstur, dan
gelap terang yang ditata dengan prinsip-prinsip tertentu.
Seni rupa yang sering kalian lihat di kehidupan sehari-hari itu, dibagi dua menurut kegunaannya.
Yakni seni rupa murni dan seni rupa terapan. Disebut seni rupa murni karena karya seni ini
mengutamakan fungsi keindahan atau hanya untuk dinikmati nilai atau mutu seninya dengan
indera penglihatan.
Sedangkan seni rupa terapan merupakan karya seni rupa yang mengutamakan fungsi pakainya
selain juga dinikmati mutu seninya. Seni rupa terapan dapat dibedakan menjadi dua, yakni seni
kriya/kerajinan tangan seperti ukiran, anyaman, keramik, topeng, serta batik, dan desain seperti
ragam hias, produk, interior, eksterior.
Berdasarkan wujud atau dimensinya, karya seni rupa dapat dibedakan menjadi dua, yakni karya
seni rupa dua dimensi dan karya seni rupa tiga dimensi. Disebut karya seni rupa dua dimensi
(dwimatra) karena wujud karyanya berupa bidang atau memiliki ukuran panjang dan lebar saja.
Sehingga, karya seni rupa dua dimensi hanya dapat dilihat dari satu sisi. Contoh karya seni rupa
dua dimensi adalah gambar atau lukisan. Sedangkan karya seni rupa tiga dimensi (trimatra)
wujud karyanya memiliki ukuran panjang, lebar, dan tinggi, atau memiliki ruang (volume).
Karya seni rupa tiga dimensi dapat dinikmati dari berbagai sisi.
Perkembangan keilmuan seni rupa dalam beberapa tahun terakhir mengalami perluasan kea rah
wahana besar yang kita kenal sebagai sebagai budaya rupa (visual culture). Lingkup
sesungguhnya tidak hanya cabang-cabang seni rupa yang kita kenal saja, seperti lukis, patung,
keramik, grafis dan kriya, tetapi juga meliputi kegiatan luas dunia desain dan kriya (kerjainan)
multimedia, fotografi.
Seni rupa dalam Bahasa Inggris adalah fine art. Namun sesuai perkembangan dunia seni modern,
istilah fine art menjadi lebih spesifik kepada pengertian seni rupa untuk kemudian
menggabungkannya dengan desain dan kriya ke dalam bahasa visual arts.
Bidang seni rupa dibedakan ke dalam tiga kategori, yaitu seni rupa murni, kriya dan desain. Seni
rupa murni mengacu kepada karya-karya yang hanya untuk tujuan pemuasan eksresi pribadi,
sementara kriya dan desain lebih menitikberatkan fungsi dan kemudahan produksi.
B. Macam-Macam Seni Rupa
1. Seni Lukis
Karya seni dua demensi yang bisa mengungkapkan pengalaman atau perasaan si pencipta.
Pelukis yang sedang sedih akan tercipta karya yang bersifat susah, sedangkan pelukis yang
sedang gembira akan tercipta karya yang riang. Karya tersebut terlihat pada goresan, garis-garis
danpewarnaan.
2. Seni Illustrasi
Kata Illustrasi berasal dari Bahasa Inggris (Illustrare) artinya menghias, menerangkan atau
menjelaskan dengan gambar. Contoh : gambar illustarsi pada buku Biologi, fisika, inggris, dll.
3. Seni Reklame
Reklame berasal dari Bahasa Latin (Re dan Clamo) artinya berteriak berulang-ulang. Tujuannya
untuk mempengaruhi, mengajak, menghimbau orang lain. Contoh : iklan, spanduk, poster, dll.
4. Seni Grafik (mencetak)
Suatu karya yang dihasilkan melalui cetak-mencetak dari klise. Contoh : sablon, klise photo.
5. Seni Patung
Karya seni tiga demensi yang bisa mengungkapkan pengalaman atau perasaan si pencipta.
6. Seni Bangun (arsitektur)
Karya seni tiga demensi yang mempunyai nila estetik. Contoh : rumah, monument, jembatan. Dll
7. Seni Dekorasi
Karya seni yang bertujuan menghias suatu ruangan agar lebih indah.
Contoh : Interior (dalam ruang : kamar, ruang pertemuan, panggung, dll)
Eksterior (luar ruang : taman, kebun)
8. Seni Ukir (pahat)
Karya seni terapan dua demensi yang cara pembuatannya dengan cara di ukir. Contoh : kursi
ukir. Ukir gaya Jepara, gaya Bali, Gaya Yogyakrta, gaya Cirebon, gaya Surakarta, dll.
9. Seni Kerajinan
Karya seni terapan yang biasanya untuk hiasan dan cenderamata. Contoh : kipas, gelang, cincin.
10. Seni Mode
Karya ini merupakan seni tata busana/pakaian.
11. Seni Fotografi (Potret)
Fotografi merupakan media yang digunakan untuk mengabadikan suatu moment penting.
Dengan media fotografi segala peristiwa dan pengalaman bisa kita pelajari untuk masa depan
yang lebih baik lagi.
C. Pembelajaran Seni Rupa di Sekolah Dasar
Pembelajaran seni rupa di sekolah mengembangkan kemampuan siswa dalam berkarya seni yang
bersifat visual dan rabaan. Pembelajaran seni rupa memberikan kemampuan bagi siswa untuk
memahami dan memperoleh kepuasan dalam menanggapi karya seni rupa ciptaan siswa sendiri
maupun karya seni rupa ciptaan orang lain.
Melalui pengalaman berkarya, siswa sekolah dasar memperoleh pemahaman tentang berbagai
penggunaan media, baik media untuk seni rupa dwimatra maupun seni rupa trimatra. Dalam
berkarya seni rupa, siswa belajar menggunakan berbagai teknik tradisional dan modern untuk
mengeksploitasi sifat-sifat dan potensi estetik media. Melalui seni rupa, siswa belajar
berkomunikasi melalui gambar dan bentuk, serta mengembangkan rasa kebanggaan dalam
menciptakan ungkapan pikiran dan perasaannya.
Materi pokok seni rupa meliputi aspek apresiasi seni, berkarya seni, kritik seni, dan penyajian
seni. Apresiasi seni rupa berarti mengenal, memahami, dan memberikan penghargaan atau
tanggapan estetis (respons estetis) terhadap karya seni rupa. Materi apresiasi seni pada dasarnya
adalah pengenalan tentang konsep atau makna, bentuk, dan fungsi seni rupa. Apresiasi seni rupa
dapat mencakup materi yang lebih luas, yaitu pengenalan seni rupa dalam konteks berbagai
kebudayaan.
Materi pelajaran apresiasi seni pada pendidikan Dasar meliputi pengenalan terhadap budaya
lokal, budaya daerah lain, dan budaya mancanegara, baik yang bercorak primitif, tradisional,
klasik, moderen, maupun kontemporer. Selain pengenalan bentuk-bentuk seni rupa, materi
apresiasi juga meliputi pengenalan tentang latar belakang sosial, budaya, dan sejarah di mana
karya seni rupa dihasilkan serta makna-makna dan nilai-nilai pada seni rupa tersebut.
Pembelajaran seni rupa di Sekolah Dasar memiliki kompetensi dasar sebagai berikut :
1. Siswa mampu menggunakan kepekaan inderawi dan intelektual dalam memahami,
mempresentasi tentang keragaman gagasan, teknik, materi dan keahlian berkarya seni
rupa dua dimensi (berukuran bidang) dan tiga dimensi (berukuran ruang/isi) baik
karya seni Nusantara maupun mancanegara.
2. Siswa mampu menggunakan rasa estetika dalam mempersepsi, memahami,
menanggapi, merefleksi, menganalisis, dan mengevaluasi karya seni rupa Nusantara
dan mancanegara sesuai dengan konteks sosial dan budaya.
3. Siswa mampu berekspresi karya seni rupa dengan beragam teknik dan media seni
rupa Nusantara dan mancanegara.
4. Siswa mampu mengkomunikasikan gagasan, teknik, materi, dan keahlian berkarya
seni rupa Nusantara dan mancanegara melalui kegiatan pameran dan pagelaran.
Pembelajaran seni rupa bertujuan agar peserta didik memiliki kemampuan sebagai berikut :
1.
2.
3.
4.
Memahami konsep dan pentingnya seni budaya dan keterampilan
Menampilkan sikap apresiasi terhadap seni budaya dan keterampilan
Menampilkan kreativitas melalui seni budaya dan keterampilan
Menampilkan peran serta dalam seni budaya dan keterampilan dalam tingkat lokal, regional,
maupun global.
D. Pendidikan Seni Rupa di Sekolah Dasar
Pendidikan seni rupa adalah upaya untuk mengembangkan kepribadian seseorang dalam
rangka mempersiapkan menjadi warga masyarakat yang mandiri dan bertanggung jawab
melalui kegiatan yang bersangkut paut dengan pernyataan perasaan keindahan lewat
media garis, warna, tekstur, bidang, volume, dan ruang atau dengan perkataan lain
melalui kegiatan pembelajaran dalam bidang lukis/gambar, seni cetak, seni patung, seni
kerajinan desain dan seni bangunan/desain lingkungan.
Pendidikan seni rupa di SD yang merupakan pondasi dasar seharus kita mulai dari akar budaya
nilai-nilai tradisi daerah setempat. Setiap daerah memiliki karakteristik yang bervariasi. Dengan
nilai-nilai tradisi akan memberikan nuansa karya anak bangsa yang sangat berpotensi untuk
ditumbuhkembangkan pada anak usia SD. Imagi anak usia SD amatlah longgar dan diberi
fasilitas yang memadai. Nilai-nilai seni tradisi perlu disentuhkan dalam pendidikan seni pada
anak usia SD saat ini. Sebab saat ini seni tradisi sudah tidak dilirik oleh para pendidik pada
umumnya. Hal ini sudah saat seni tradisi secara bertahap diberikan pada anak-anak usia
pendidikan dasar. Oleh karena itu diperlukan para pendidik seni untuk peduli dan mau berinovasi
serta berkreasi dalam menggali nilai tradisi yang sangat adiluhung untuk pembelajaran seni rupa
saat ini. Saya kira guru seni rupa khususnya amat sangat strategis mendisain dan merancang
pembelajaran seni pada tingkat pendidikan dasar. Dengan berkolaborasi antar pendidik seni rupa
secara bersama-sama akan memberikan nuansa baru untuk seni rupa anak SD.
Salah satu fungsi sekolah dasar sebagai sarana sosialisasi bagi para siswanya, juga sebagai
tempat membina
agar
lulusannya memiliki kemampuan yang
meningkatkan kemampuan kognitif dan kemampuan lainnya untuk
bermanfaat
untuk
dapat memecahkan
masalah yang dihadapi dalam kehidupan saat ini dan masa mendatang. Sejalan dengan rumusan
tujuan pendidikan sekolah dasar yang mencakup peningkatan motivasi siswa untuk untuk
meneruskan belajar pada jenjang yang
lebih
tinggi dan memperoleh dasar keterampilan,
pengetahuan dan teknologi yang bermanfaat bagi siswa, dan mengolah emosi siswa agar
memperoleh kematangan guna mewujudkan kesiapan belajar. Sesuai dengan tujuan tersebut
maka pengembangan program pendidikan harus memperhatikan kebutuhan siswa secara
individual atau kelompok
dan kebutuhan masyarakat. Dengan demikian pendekatan belajar
melalui materi muatan lokal perlu dikembangkan selain muatan inti program. Proses
pembelajaran di sekolah dasar lebih menekankan pada penemuan fakta dan gejala
E. Konsep Pendidikan Seni Rupa Sekolah Dasar
Pendidikan Seni Rupa sesungguhnya merupakan istilah yang relatif baru digunakan dalam dunia
persekolahan. Pada mulanya digunakan istilah menggambar. Penggunaan istilah pengajaran
menggambar ini berlangsung cukup lama hingga kemudian diganti dengan istilah Pendidikan
Seni rupa. Materi pelajaran yang diberikan tidak hanya menggambar tetapi juga beragam bidang
seni rupa yang lain seperti mematung, mencetak, menempel dan juga apresiasi seni. Tujuan
pengajaran menggambar di sekolah adalah untuk menjadikan anak pintar menggambar melalui
latihan koordinasi mata dan tangan.
Pendidikan seni merupakan sarana untuk pengembangan kreativitas anak. Pelaksanaan
pendidikan seni dapat dilakukan melalui kegiatan permainan. Tujuan pendidikan seni dapat
dilakukan melalui kegiatan permainan. Tujuan pendidikan seni bukan untuk membina anak-anak
menjadi seniman, melainkan untuk mendidik anak menjadi kreatif. Seni merupakan aktifitas
permainan, melalui permainan kita dapat mendidik anak dan membina kreativitasnya sedini
mungkin. Dengan demikian dapat dikatakan seni dapat digunakan sebagai alat pendidikan.
Pendidikan Seni Rupa adalah mengembangkan keterampilan menggambar, menanamkan
kesadaran budaya lokal, mengembangkan kemampuan apreasiasi seni rupa, menyediakan
kesempatan mengaktualisasikan diri, mengembangkan penguasaan disiplin ilmu Seni Rupa, dan
mempromosikan gagasan multikultural.
Jenis karya seni rupa antara lain :
1.
Menggambar/Melukis
Kegiatan menggambar/melukis di SD dapat diterapkan dalam berbagai cara dari mulai
pembuatan shet,pengembangan shet,menjadikan karya karya lukis atau gambar ,menggambar
dengan skema,memindahkan gambar denagan bantuan kisi-kisi,dan menggambar ekspresi
dengan cara memberikan gambaran kepada siswa bagaimana seorang maestro menggarap karya
mereka dari awal sampai akhir.
2. Membentuk
Teknik membentuk sangat beraneka ragam,diantaranya :
a. Disambungkan Membutsir
Membutsir adalah membuat karya tiga dimensi dari bahan yang lunak dengan cara diremasremas dengan tangan pada saat tanah masih dalam keadaan [Link] yang biasa digunakan
adalah tanah dan [Link] membutsir dengan tangan yang diremas-remaskan tetapi sering
juga menggunakan alat yang disebut sudip.
b.
Memahat
Membentuk dengan jalan membuang bahan yang tidak dipergunakan dengan cara
[Link] bahan ada peringkat pahat yang khusus .Media yang dapat dipakai antara lain
kayu,batu es,[Link] yang dibuat dari bahan yang disambung-sambung.
c. Cor (Menuang)
Proses menuang menggunakan bahan cair yang dituangkan pada alat acuan yang berbentuk
[Link] menjadi keras dikeluarkan dari acuan/[Link] cair ini dibuat dari
semen,plastic ,karet dan gips.
d. Merakit
Membuat karya dengan cara menyambung-nyambung beberapa bagian atau potongan bahan.
Caranya disebut merakit,hasilnya disebut [Link] bahan disambungkan dengan cara
dilas, dipatri, disekrup atau dengan cara yang lain.
e.
Mencetak
Mencetak adalah proses memperbanyak suatu gambar atau naskah dengan menggunakan teknik
tertentu diantaranya cetak datar,cetak tinggi,cetak dalam,cetak saring,cetak copy,dan cetak
dengan pintu out.
f. 3M (Menggunting, Menempel, Melipat)
Karya rupa 3M ini merupakan proses manipulasi lembaran kertas menjadi suatu bentuk tiga
[Link] Jepang teknik seperti ini disebut teknik origami.
F. Metode Pembelajaran Seni Rupa di Sekolah Dasar
1. Strategi Penataan
Strategi penataan berkaitan dengan rancangan menata urutan materi pembelajaran dari yang
mudah ke yang sulit, dari konkrit ke abstrak.
2. Strategi penyampaian
Strategi penyampaian berkaitan dengan media pembelajaran atau alat bantu pembelajaran untuk
menyampaikan materi yang telah dikemas.
3. Stategi pengelolaan
Strategi pengelolaan berkaitan dengan kegiatan pengelolaan kelas selama pembelajaran
dilaksanakan.
G. Model Pembelajaran Seni Rupa di Sekolah Dasar
1. Model Terkait
Model terkait adalah model pembelajaran terpadu yang paling sederhana karena menekankan
pada hubungan secara eksplisit tentang konsep atau prinsip,atau pokok bahasan atau ketrampilan
atau tugas,atau sikap dalam suatu bidang [Link] pembelajaran SR-KT terpadu keterkaitan
dalam substansial material [Link] terkait dalam SR-KT terpadu dapat dimodifikasikan
berdasarkan jenis matra substansial [Link] keterkaitan dan besr bobot materi masingmasing
substansial
materi
yang
terkait.
Keunggulan Model Terkait :
a. Paling sederhana sehingga paling mudah di rancang dan dilaksanakan
b. Terjadi interalisasi karena adanya pengembangan konsep-konsep inti secara terus-menerus
c. Memudahkan proses transfer gagasan-gagasan dalam pemecahan masalah.
d. Siswa lebih mudah dalam mendapatkan gambaran-gambaran mengenai suatu ketrampilan
tertentu.
Kelemahan Model Terkait :
a.
Model terkait pada intinya adalah mengaitkan antara prinsip,konsep ketrampilan dan tugas
atau sikap pada suatu bidang kajian [Link] ini menyebabkan SR-KT tetap terpisah dan
keterpaduan tidak Nampak walaupun hubungan telah dirancang secara eksplisit dalam suatu
disiplin mata kajian.
b. Fokus pembelajaran masih bersifat sempit karena usaha-usaha untuk memadukan gagasangagasan dalam suatu bidang studi dapat membatasi usaha mengembangkan hubungan yang lebih
menyeluruh dengan bidang studi lain.
2. Model Terjala
Merupakan pembelajaran terpadu yang menggunakan pendekatan tematik. Model ini
menekankan hubungan antara dua atau lebih mata pelajaran melalui tema. Pada pembelajaran
senirupa terpadu, model terjala ini dapat memadukan secara intra bidang studi (seni music, tari)
dan inter bidang studi (senirupa, music, tari, matematika, ips, ipa dll).
Keunggulan :
a.
Melalui pendekatan tematik, pembelajaran terpadu model ini memiliki kekuaatn
komprehensif yang tinggi.
b. Membangun motivasi siswa melalui kegiatan pemilihan dan pengembangan tema
c. Meningkatkan kemampuan wawasan guru tentang suatu konsep secara komprehensif
Kelemahan:
a. Membutuhkan waktu yang lama dalam merancang pembelajaran
b. Ketrampilan seni rupa yang diperoleh siswa kurang optimal
c. Guru memerlukan kemampuan mengevaluasi proses dan produk pembelajaran agar
perncanaan dan pelaksanaan pembalajaran dapat tercapai secara optimal
3. Model Terpadu
Model terpadu merupakan pembelahjaran terpadu yang menggunakan tema yang diangkat dari
adanya tumpang tindih tentang konsep ketrampilan dan sikap dalam kurikulum yang berlaku dari
berbagai mata pelajaran atau mata kajian.
Keunggulan :
a. Mampu membangun motivasi siswa
b. Mampu mengembangkan aspek sikap pada dampak pengiring dalam pembelajaran
c. Menghemat waktu
d. Memiliki kekuatan komprehensif yang tinggi
Kelemahan :
a.
Membutuhkan kurikulum yang mengacu pada keterpaduan serta kebijakan-kebijakan
pendukung dalam system evaluasi pembelajaran
b. Membutuhkan waktu, tenaga dan pikiran dalam merancang model pembelajaran terpadu
c. Model terpadu merupakan pembelajaran terpadu yang paling rumit.
BAB IV
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dengan adanya pendidikan seni di Sekolah Dasar anak dapat mengembangkan
keterampilan berkarya serta cita rasa keindahan dan kemampuan menghargai seni.
Pendidikan seni di Sekolah Dasar dilaksanakan melalui mata pelajaran Kerajinan
Tangan dan Kesenian (Kertangkes) mempunyai tujuan: (1) mengembangkan kemampuan
dan ketrampilan siswa melalui penelaahan jenis, sifat, fungsi, alat, bahan, proses dan
teknik dalam membuat berbagai produk teknologi serta seni yang berguna bagi
kehidupan manusia, (2) mengembangkan kemampuan intelektual, imajinatif, ekspresi,
kepekaan kreatif, keterampilan, dan mengapresiasi terhadap hasil karya seni dan
keterampilan
dari
berbagai
menumbuhkembangkan
sikap
wilayah
Nusantara
profesional,
dan
kooperatif,
mancanegara,
toleransi,
dan
(3)
kepemimpinan,
kekaryaan, dan kewirausahaan.
Pembelajaran keterampilan seni rupa berfokus pada pembinaan praktik pengalaman
studio atau aspek psikomotorik. Pembelajaran ini lebih diwarnai oleh latihan berolah
seni rupa baik dalam bentuk latihan dasar (pengenalan alat, bahan teknik) maupun
latihan penciptaan. Untuk siswa Sekolah Dasar, dalam berkarya mempunyai tema yang
bervariasi, mulai dari makhluk luar angkasa, binatang, atau pemandangan yang
dianggap menarik untuk di apresiasikan.
B. Saran
Kami menyadari dalam pembuatan makalah ini masih banyak kekurangan dan jauh dari
kesempurnaan. Penulis juga membuka kesempatan bagi kritik dan saran yang membangun dan
mengembangkan makalah ini. Karena pada hakikatnya ilmu pengetahuan akan terus menerus
berkembang sesuai dengan perkembangan zaman.
Prinsip-prinsip Seni Rupa
Terdapat beberapa prinsip dalam menyusun komposisi suatu bentuk karya seni
rupa, yaitu:
Kesatuan (unity)
Kesatuan adalah pertautan bagian-bagian dalam sebuah karya seni rupa. Kesatuan
merupakan prinsip yang utama di mana unsur-unsur seni rupa saling menunjang
satu sama lain dalam membentuk komposisi yang bagus dan serasi. Untuk
menyusun satu kesatuan setiap unsur tidak harus sama dan seragam, tetapi unsurunsur dapat berbeda atau bervariasi sehingga menjadi susunan yang memiliki
kesatuan.
Keselarasan (harmony)
Keselarasan adalah hubungan kedekatan unsur-unsur yang berbeda baik bentuk
maupun warna untuk menciptakan keselarasan.
Penekanan (kontras)
Penekanan adalah kesan yang diperoleh karena adanya dua unsur yang
[Link] yang mencolok pada warna, bentuk, dan ukuran akan
memberikan kesan yang tidak monoton.
Irama (rhytm)
Irama adalah pengulangan satu atau beberapa unsur secara teratur dan terusmenerus. Susunan atau perulangan dari unsur-unsur rupa yang diatur, berupa
susunan garis, susunan bentuk atau susunan variasi warna. Perulangan unsur yang
bentuk dan peletakannya sama akan terasa statis, sedangkan susunan yang
diletakkan bervariasi pada ukuran, warna, tekstur, dan jarak akan mendapatkan
susunan dengan irama yang harmonis.
Gradasi
Gradasi adalah penyusunan warna berdasar kantingkat perpaduan berbagai warna
secara berangsur-angsur.
Proporsi
Proporsi atau kesebandingan yaitu membandingkan bagian-bagian satu dengan
bagian lainnya secara keseluruhan. Misalnya membandingkan ukuran tubuh dengan
kepala, ukuran objek dengan ukuran latar, dan kesesuaian ukuran objek satu
dengan objek lainnya yang dekat maupun yang jauh letaknya.
Komposisi
Komposisi adalah menyusun unsur-unsur rupa dengan mengorganisasikannya
menjadi susunan yang bagus, teratur, dan serasi.
Keseimbangan (balance)
Keseimbangan adalah kesan yang didapat dari suatu susunan yang diatur
sedemikian rupa sehingga terdapat daya tarik yang sama pada tiap-tiap sisi
susunan.
PRINSIP-PRINSIP SENI RUPA & MACAM-MACAM SENI
23.41 elman firmansyah 1 comment
I. PRINSIP-PRINSIP SENI RUPA
Di dalam Unsur-unsur Seni Rupa kita mengenal adanya garis, raut, warna,
tekstur, ruang, dan gelap terang. Unsur-unsur ini dalam perwujudannya secara total
dalam karya seni perlu di atur, di susun, atau di tata. Cara pengaturan,
penyusunan, atau pengorganisasian unsur-unsur Seni Rupa sehingga menjadi
bentuk karya Seni Rupa di sebut sebagai Prinsip-prinsip Seni Rupa. Prinsip memiliki
pedoman kata asas, sehingga prinsip Seni Rupa dapat disebut pula asas Seni Rupa/
desain. Upaya pengaturan, penyusunan, pengorganisasian adalah persoalan
KOMPOSISI. Dengan demikian, sebutan singkat prinsip atau asas Seni Rupa/Desain
adalah KOMPOSISI. Dalam berbagai buku tentang estetika dan juga Seni Rupa
sering dinyatakan bahasan prinsip desain itu secara (...............) akan tetapi secara
umum kesamaan bahasan tentang prinsip Desain adalah Kesatuan, Keseimbangan,
Irama, Penekanan, Proporsi, dan Keselarasan.
1. Prinsip Keseimbangan/Balance
adalah berkenaan dengan kualitas bobot atau kesan berat ringannya suatu karya.
Keseimbangan dapat dibuat secara formal atau dengan istilah yang lazim disebut
setangkep (jawa) atau simetris. Keseimbangan dapat di buat pula secara informal
atau asimetris dan keseimbangan radial atau memancar.
2. Prinsip Kesatuan/Unity : Prinsip ini dapat tercapai apabila terpenuhi prinsip
keseimbangan, irama, penekanan, proporsi, dan keselarasan. Teori-teori Psikologi
Gestalt tentang kedekatan, ketertutupan dan kesamaan dapat membantu
terpenuhinya prinsip kesatuan dalam karya Seni Rupa.
3. Prinsip Irama : Prinsip ini di timbulkan dari kesan gerak dari unsur yang melekat
pada karyanya yang dapat diupayakan melalui pengulangan, pergantian,
perubahan ukuran, dan gerak mengalun.
4. Centre of Interst:
Di sebut juga prinsip dominasi, atau pusat perhatian, atau klimak adalah upaya
penampilan pada bagaian tertentu dari karya Seni Rupa yang menarik perhatian
dengan cara pengaturan posisi, perbedaan ukuran, perbedaan warna, atau unsur
lain, dan pengaturan arah unsur-unsur.
5. Prinsip Proporsi atau Perbandingan :
Adalah upaya pengaturan yang berkenaan dengan ukuran antara bagian satu
dengan bagian lainnya. Besar kecil, luas, sempit, panjang pendek, atau tinggi
rendah adalah persoaalan Proporsi. Dalam Seni Rupa prinsip proporsi ini digunakan
untuk mempertimbangkan perbandingan bidang kertas atau kanvas dengan objek
yang digambar atau di lukis. Prinsip perbandingan lebih menekankan pada varisasi
atau keragaman ukuran unsur yang satu dengan unsur yang lain dalam satu
kesatuan yang utuh.
6. Prinsip Keselarasan :
Lazim disebut dengan prinsip Harmoni atau Keserasian adalah timbul dengan
adanya kesamaan, kesesuaian, dan tidak adanya pertentangan. Dalam Seni Rupa
prinsip Keselarasan dapat dibuat dengan cara menata unsur-unsur yang mungkin
sama, sesuai dan tidak ada yang berbeda secara mencolok.
1. Seni Rupa
Seni rupa merupakan salah satu cabang kesenian. Seni rupa memiliki wujud pasti
dan tetap yakni dengan memanfaatkan unsur rupa sebagai salah satu wujud yang
diklasifikasikan ke dalam bentuk gambar, lukis, patung, grafis, kerajinan tangan,
kriya, dan multimedia.
Kompetensi dasar yang harus dicapai bidang seni rupa adalah meliputi kemampuan
memahami dan berkarya lukis, kemampuan memahami dan membuat patung,
kemampuan memahami dan berkarya grafis ,kemampuan memahami dan
membuat kerajinan tangan, serta kemampuan memahami dan berkarya atau
membuat sarana multimedia. Terminologi in pada dasarnya telah ditetapkan
sebagai kecakapan seseorang yang mampu menguasai bidang kerupawanan.
Seni rupa telah mengakar mulai zaman animisme dan dinamisme hingga jaman
melenium. Seni Rupa menjadi salah satu bagian cabang seni yang secara
performatif mempresentasikan wujud yang kasat mata. Ilusi tentang wujud dapat
diserap dan dirasakan ke dalam klasifikasi bentuk seperti telah disebut pada bagian
atas. Representasi bentuk seni rupa dipertimbangkan secara sinergis melalui
perhelatan media yang digunakan sebagai dasar perwujudan rupa. Secara
kontekstual seni rupa merupakan wujud mediasi bentuk kasat mata yang dekat ke
arah perlambang gambar, lukis, patung, kerajinan tangan kriya dan multimedia.
berhubungan dengan unsur cabang kesenian.
Contoh :