ELECTRICIAN Jurnal Rekayasa dan Teknologi Elektro
182
RANCANG BANGUN SISTEM PENYIRAMAN TANAMAN SECARA OTOMATIS
MENGGUNAKAN SENSOR SUHU LM35 BERBASIS MIKROKONTROLER ATMega8535
Oleh:
Emir Nasrullah, Agus Trisanto, Lioty Utami
JurusanTeknik Elektro Universitas Lampung
Jl. Prof. Dr. Sumantri Brojonegoro No.1 Bandar Lampung
ABSTRAK - Selama ini, penyiraman tanaman dilakukan
secara manual. Akan tetapi, terkadang kita tidak punya
cukup waktu untuk menyiram tanaman. Oleh sebab itu kita
membutuhkan suatu alat yang dapat membantu meringankan
kegiatan menyiram tanaman dalam bentuk sistem yang
dapat bekerja secara otomatis. Dengan menggunakan alat ini
diharapkan penyiraman tanaman dapat dilakukan pada
waktu dan saat yang tepat.
Penelitian ini dilakukan dengan membuat suatu perangkat
sistem penyiraman tanaman secara otomatis menggunakan
mikrokontroler ATMega 8535 sebagai pengendali utama
dan sensor suhu LM35. Sistem ini juga menggunakan Real
Time Clock (RTC) 1307 sebagai pewaktu, serta Liquid
Crystal Display (LCD) sebagai penampil. Sistem
penyiraman tanaman yang telah dibuat dapat menyiram
tanaman secara otomatis. Apabila suhu yang terdeteksi
termasuk ke dalam kategori melebihi batas yang telah
ditentukan, maka sistem dapat langsung bekerja menyiram
tanaman secara otomatis. LCD menampilkan waktu saat ini
serta nilai suhu udara di sekitar tanaman yang akan disiram.
Kata kunci: suhu, mikrokontroler, sensor, RTC, LCD.
ABSTRACT - During the time, plants watering is done
manually. But, sometimes we dont have more time watering
the plants. Therefore, we need a tool that can help us to do
that. A tool as system that can work automatically. By using
this tool, we hope watering plants can be done in the correct
moment and time. This research is done by developing an
automatically plants watering system using microcontroller
ATMega8535 as the main controller and suhue sensor
LM35. This system also uses Real Time Clock (RTC) 1307
as timer, and Liquid Crystal Display (LCD) as display.
The plants watering system can watering the plants
automatically. When the detected temperature comes into
the category limit that has been determined, system can
work automatically watering the plants. LCD will displays
real time and air temperature value surroundings the plants.
Keywords: Temperature, microcontroller, sensors,
RTC, LCD
A. Pendahuluan
Sistem penyiraman tanaman seecara otomatis
umumnya menggunakan sensor suhu untuk
mendeteksi kondisi suhu pada daerah yang akan
disiram. Apabila suhu dikategorikan melebihi
batas minimum yang telah diatur pada program,
yaitu 25C pada pagi hari dan 27C pada sore
hari, maka sistem akan langsung bekerja. Selain
Volume 5, No. 3, September 2011
itu, sistem juga menggunakan Real Time Clock
(RTC) yang menunjukkan waktu serta timer yang
diatur untuk menentukan lamanya penyiraman
tanaman.
Penggunaan
sensor
suhu
pada
sistem
dimaksudkan agar penyiraman dilakukan pada
kondisi suhu yang tepat. Tinggi rendahnya suhu
menjadi salah satu faktor yang menentukan
tumbuh kembang, reproduksi dan juga
kelangsungan hidup tanaman. Pada umumnya
suhu yang baik bagi tumbuhan adalah antara 22C
sampai dengan 37C. Suhu yang lebih atau kurang
dari batas normal tersebut dapat mengakibatkan
pertumbuhan yang lambat atau berhenti.
B. Tinjauan Pustaka.
I. Suhu dan Kelembaban.
Hubungan suhu dan kelembaban udara sangat
berkaitan. Apabila suhu udara berubah, maka
kelembaban udara pun turut berubah. Semakin
sedikit volume air pada tanah dapat menyebabkan
suhu udara meningkat. Hal ini dikarenakan
kandungan air dalam tanah dan di udara tidak
dapat mempertahankan suhu dan kelembaban.
Oleh karena itu, penambahan volume air sangat
erat hubungannya dengan ketersediaan air dalam
tanah.
Kadar air dalam udara dapat mempengaruhi
pertumbuhan serta perkembangan tumbuhan.
Tempat yang lembab menguntungkan bagi
tumbuhan di mana tumbuhan bisa mendapatkan
air lebih mudah serta berkurangnya penguapan
yang akan pembentukan sel yang lebih cepat.
II. Sensor Suhu LM35
Sensor jenis ini digunakan untuk mengukur suhu
di suatu daerah. LM35 merupakan sensor suhu
yang hasilnya cukup linier. LM35 tidak
memerlukan kalibrasi eksternal ataupun timing
khusus. Sensor ini mempunyai karakteristik yang
ELECTRICIAN Jurnal Rekayasa dan Teknologi Elektro
linear yaitu pada +10.0 mV/C. Gambar IC LM35
dengan kemasan plastik terdapat pada Gambar 1.
Sensor suhu LM35 langsung terkalibrasi
mendeteksi suhu dalam derajat Celcius. Berikut
ini merupakan spesifikasi dari sensor suhu LM35 :
- Range deteksi -55C sampai dengan +150C
- Dioperasikan pada tegangan 4 sampai dengan 30
VDC.
Gambar 1. Sensor suhu LM35
III. Mikrokontroler ATMega8535.
Mikrokontroler merupakan perangkat semi
konduktor yang terdiri dari mikroprosesor, input
output, dan memori yang terdapat dalam satu
kemasan chip sehingga mikrokontroler dapat
berfungsi sebagai pengontrol dalam suatu sistem.
Dunia mikroelektronika saat ini telah mengalami
perkembangan yang sangat pesat. Perkembangan
terakhir, yaitu generasi AVR (Alf and Vegards
Risc processor), memiliki arsitektur RISC 8 bit, di
mana semua instruksi dikemas dalam kode 16 bit
(16 bits word) dan sebagian besar instruksi di
eksekusi dalam 1 (satu) siklus clock, berbeda
dengan instruksi MCS51 yang membutuhkan 12
siklus clock. Hal ini disebabkan arsitektur kedua
jenis mikrokontroler ini berbeda. AVR
berteknologi RISC (Reduced Instruction Set
Computing), sedangkan seri MCS51 berteknologi
CISC (Complex Instruction Set Computing). Oleh
karena itu, dalam penelitian ini dipergunakan
salah satu AVR produk Atmel, yaitu
ATMega8535. Selain karena mudah didapat dan
murah, ATMega8535 juga memiliki fasilitas yang
lengkap. EEPROM (Electrically Erasable
Programmable Read Only Memory) adalah salah
satu dari tiga tipe memori pada AVR (dua yang
lain adalah memori flash dan SRAM). EEPROM
tetap dapat menyimpan data saat tidak dicatu daya
dan juga dapat diubah saat program berjalan. Oleh
karena itu, EEPROM sangat berguna untuk
menyimpan informasi, seperti nilai kalibrasi,
nomor ID, dan juga password .
Konfigurasi pin ATMega8535 diantaranya adalah
sebagai berikut:
Volume 5, No. 3, September 2011
183
a. VCC : pin yang berfungsi sebagai pin masukan
catu daya.
b. GND : pin ground.
c. Port A (PA0-PA7) : pin I/O dua arah dan pin
masukan catu daya.
d. Port B (PB0-PB7) : pin I/O dua arah dan pin
fungsi khusus, yaitu timer/counter, komparator
analog, dan SPI.
e. Port C (PC0-PC7) : pin I/O dua arah dan pin
fungsi khusus, yaitu TWI, komparator analog, dan
timer oscilator.
f. Port D (PD0-PD7) : pin I/O dua arah dan pin
fungsi khusus, yaitu komparator analog, interupsi
eksternal, dan komunikasi serial.
g. RESET : pin yang digunakan untuk mereset
mikrokontroler.
h. XTAL1 dan XTAL2 : pin masukan clock
eksternal.
i. AVCC : pin masukan tegangan untuk ADC.
j. AREF : pin masukan tegangan referensi ADC.
IV. Motor Servo.
Motor servo adalah motor dengan sistem closed
feedback di mana posisi motor akan
diinformasikan kembali ke rangkaian kontrol yang
ada di dalam motor servo. Motor ini terdiri dari
sebuah motor, serangkaian gear, potensiometer
dan rangkaian kontrol.
Potensiometer berfungsi untuk menentukan batas
sudut putaran servo. Sedangkan sudut dari sumbu
motor servo diatur berdasarkan lebar pulsa yang
dikirim melalui kaki sinyal dari kabel motor.
Motor servo biasanya hanya bergerak mencapai
sudut tertentu saja dan tidak kontinyu seperti
motor DC maupun motor stepper. Walau
demikian, untuk beberapa keperluan tertentu,
motor servo dapat dimodifikasi agar bergerak
kontinyu.
Gambar 2. Motor Servo
V. Liquid Crystal Display (LCD)
Liquid Crystal Display (LCD) adalah modul
penampil yang banyak digunakan karena
184
Nasrullah,E., et al: Rancang Bangun Sistem Penyiraman Tanaman Otomatis
tampilannya menarik. LCD merupakan kristal cair
pada layar yang digunakan sebagai tampilan
dengan memanfaatkan listrik untuk mengubahubah bentuk kristal-kristal cairnya sehingga
membentuk tampilan angka dan atau huruf pada
layar.
LCD yang paling banyak digunakan saat ini ialah
LCD M1632 karena harganya cukup murah. LCD
M1632 merupakan modul LCD dengan tampilan
2x16 (2 baris x 16 kolom) dengan konsumsi daya
rendah. Modul tersebut dilengkapi dengan
mikrokontroler yang didesain khusus untuk
mengendalikan LCD.
Ada dua tipe utama dari tampilan LCD, yaitu
numerik (biasa digunakan pada jam dan
kalkulator) dan teks alphanumerik (biasa
digunakan pada photocoupler dan mobile
telephone).
LCD yang umum, ada yang panjangnya hingga 40
karakter (2x40 dan x40), dimana kita
menggunakan DDRAM untuk mengatur tempat
penyimpanan karakter tersebut.
Gambar 3. Susunan alamat pada LCD
VI. Sistem Kendali on-off
Sistem penyiraman tanaman secara otomatis
menggunakan sensor suhu LM35 berbasis
mikrokontroler ATMega8535 ini merupakan
sistem kendali on-off. Pada sistem kendali onoff
ada dua keadaan yang akan dihasilkan output,
yaitu keadaan on atau keadaan off.
Sebagai contoh, mikroprosesor dapat digunakan
sebagai pengendali sistem kendali on-off. Secara
umum
sistem
kendali
on-off
berbasis
mikroprosesor dapat digambarkan seperti blok
diagram pada Gambar 4 berikut.
Tranduser digunakan untuk mengkonversi besaran
tertentu menjadi tegangan yang umumnya berupa
sinyal analog. Agar sinyal analog yang dihasilkan
tranduser ini dapat terbaca oleh mikroprosesor,
maka sinyal analog tersebut harus diubah dahulu
menjadi sinyal digital. Tranduser digunakan untuk
mengkonversi besaran tertentu menjadi tegangan
yang umumnya berupa sinyal analog. Agar sinyal
analog yang dihasilkan tranduser ini dapat terbaca
Volume 5, No. 3, September 2011
oleh mikroprosesor, maka sinyal analog tersebut
harus diubah dahulu menjadi sinyal digital.
Gambar 4. Sistem kendali on-off berbasis mikroprosesor.
Rangkaian elektronika yang dapat mengkonversi
sinyal analog menjadi sinyal digital adalah ADC.
Data yang telah dikonversi oleh ADC akan diolah
lebih
lanjut
oleh
mikroprosesor
untuk
meng"on"kan atau meng"off"kan plant. Adapun
fungsi driver pada sistem kendali berbasis
mikroprosesor adalah sebagai penguat untuk
meng"on"kan atau meng"off"kan sistem yang
umumnya mempunyai tegangan dan catu daya
yang besar sehingga dapat dikendalikan oleh
mikroprosesor yang mempunyai tegangan
keluaran yang kecil, yaitu umumnya 5 volt.
C. Metode Penelitian
I. Tahapan Perancangan Penelitian.
1. Perancangan blok diagram sistem.
Perancangan blok diagram ini dilakukan dengan
tujuan untuk mempermudah realisasi sistem yang
akan dibuat.
2. Implementasi rangkaian, dengan tahap-tahap
sebagai berikut:
a. Menyusun rangkaian dari masing-masing blok
diagram.
b. Menentukan komponen yang akan digunakan
dalam rangkaian.
c. Merangkai dan uji coba rangkaian dari masingmasing blok diagram.
d. Menggabungkan rangkaian dari setiap blok
dalam papan percobaan (project board) dan
dilakukan uji coba.
e. Membuat program dengan menggunakan
bahasa Basic (Basic Language), kemudian
memasukkan program yang telah dibuat ke dalam
mikrokontroler.
f. Merangkai komponen pada Printed Circuit
Board (PCB).
3. Pengujian alat.
Bertujuan untuk mengetahui tingkat keberhasilan
alat yang dibuat.
4. Analisis dan Simpulan.
ELECTRICIAN Jurnal Rekayasa dan Teknologi Elektro
Data-data yang diperoleh dianalisis untuk
kemudian diambil simpulan.
5. Pembuatan laporan.
Pada tahap ini dilakukan penulisan atas data-data
yang diperoleh dari hasil pengujian alat, analisis
dan simpulan.
ATMega
8535
Motor Servo
Plant
Keran
Sensor LM35
Gambar 6. Blok diagram sistem kendali penyiram
tanaman otomatis.
Mulai
Menentukan spesifikasi
rangkaian keseluruhan
Merancang blok diagram
Menentukan rangkaian dan komponen
Uji coba rangkaian per blok diagram
Tidak
Isyarat
Masukan
185
Berhasil?
Ya
Membuat program
Jika isyarat masukan yang diberikan telah sesuai,
maka ATMega8535 akan memberikan instruksi
(perintah) kepada motor servo untuk membuka
keran sehingga menghasilkan isyarat keluaran
sesuai dengan yang diinginkan, yaitu menyiram
tanaman melalui rotary sprinkler. Pada blok
diagram sistem kendali ini terdapat feedback
(umpan balik) dari output (isyarat keluaran)
proses. Hal ini dimaksudkan bahwa penyiraman
akan dihentikan apabila telah mencapai batas
waktu yang telah ditentukan dan akan kembali
lagi ke proses awal.
Menggabungkan hardware dan software
III. Perancangan Sistem
Uji coba rangkaian
Tidak
Berhasil?
Realisasi di PCB
Uji coba keseluruhan
Berhasil?
Sensor
LM35
LCD
16x2
Ya
Driver motor
Servo
Mikrokontroler
ATMega 8535
RTC
DS1307
Tidak
Ya
Motor Servo
Selesai
Gambar 5. Diagram alir perancangan dan realisasi
alat.
II. Perancangan Blok Diagram
Gambar 6 menunjukkan gambaran umum blok
diagram sistem kendali penyiraman tanaman
otomatis. Dari Gambar 6 dapat dijelaskan bahwa
isyarat masukan yang diberikan akan dikendalikan
oleh pengendali, dalam hal ini mikrokontroler
ATMega8535. Isyarat masukan berupa hasil
deteksi sensor suhu LM35 serta waktu
penyiraman yang telah diatur pada timer.
Timer
Volume 5, No. 3, September 2011
Keran
Gambar 7. Blok diagram perancangan sistem.
Dari Gambar 7 dapat dijelaskan bahwa sistem ini
akan bekerja apabila waktu telah menunjukkan
pukul 07.00 atau 17.00 (sesuai dengan yang telah
ditentukan pada timer), dan pada saat yang
bersamaan sensor suhu LM35 mendeteksi bahwa
suhu di sekitar daerah atau lahan tempat tanaman
yang akan disiram melebihi batas suhu normal.
Hasil deteksi sensor LM35 dan timer menjadi
isyarat
masukan
bagi
Mikrokontroler
ATMega8535.
186
Nasrullah,E., et al: Rancang Bangun Sistem Penyiraman Tanaman Otomatis
Kemudian Mikrokontroler ATMega8535 akan
memproses instruksi tersebut dan memberikan
isyarat keluaran sekaligus sebagai isyarat masukan
data kepada LCD serta driver motor servo. LCD
akan menampilkan Real Time Clock serta nilai
suhu hasil deteksi sensor LM35. Driver motor
akan
memperkuat
sinyal
keluaran
dari
mikrokontroler untuk dapat menggerakkan motor
servo. Motor servo inilah yang kemudian akan
membuka keran dan menggerakkan rotary
sprinkler untuk menyiram tanaman dalam jangka
waktu yang telah diatur pada timer, yaitu selama
satu menit. Setelah bekerja selama satu menit,
maka motor servo akan menutup keran dan sistem
akan kembali lagi ke proses awal.
Pada sistem penyiraman tanaman otomatis ini
sensor suhu LM35 digunakan sebagai pendeteksi
suhu daerah sekitar tanaman yang akan disiram.
Suhu yang dapat dideteksi oleh sensor suhu LM35
memiliki rentang antara -55C sampai dengan
+150C. Sensor LM35 dapat langsung
dihubungkan pada rangkaian pengendali tanpa
menggunakan rangkaian pengkondisi sinyal
secara terpisah.
Gambar 8. Susunan pin sensor LM35.
IV. Perancangan Perangkat Keras
1. Rangkaian Pengendali
Rangkaian pengendali sistem penyiraman
tanaman otomatis ini dirancang dengan
menggunakan software DipTrace. Bahasa
pemrograman menggunakan bahasa C yang dibuat
dengan software Codevision kemudian diunduh ke
rangkaian melalui In-System Programming (ISP)
Downloader. Sebagai pengendali utamanya sistem
ini menggunakan mikrokontroler seri AVR, jenis
ATMega8535. Mikrokontroler ATMega8535
memiliki 40 buah pin masukan/luaran. Jumlah pin
masukan/luaran yang digunakan untuk sensor
suhu LM35 sebanyak 1 pin masukan/luaran , 1 pin
masukan/luaran digunakan untuk motor servo, 11
pin masukan/luaran digunakan untuk LCD, 5 pin
masukan/luaran digunakan untuk push button.
Pada sistem penyiraman tanaman otomatis ini
mikrokontroler ATMega8535 melakukan fungsi
sebagai berikut :
a. Mengirimkan perintah kepada sensor suhu
LM35 untuk mendeteksi suhu daerah sekitar
tanaman yang akan disiram.
b. Menerima data suhu hasil deteksi dari sensor
suhu LM35.
c. Memberikan Pulse Width Modulation (PWM)
ke driver motor untuk menggerakkan motor servo
pada kondisi tertentu untuk membuka dan
menutup keran.
d. Mengirimkan perintah kepada LCD untuk
menampilkan
data
yang
terdapat
pada
mikrokontroler, yaitu berupa Real Time Clock,
nilai suhu, serta pengaturan timer.
2. Sensor Suhu LM35
Volume 5, No. 3, September 2011
Dari Gambar 8 dapat dilihat bahwa sensor suhu
LM35 memiliki 3 pin yang terdiri dari pin GND
(ground), tegangan keluaran (Vout), serta
tegangan masukan (+Vs).
[Link] Modulasi Lebar Pulsa (PWM).
Sistem ini menggunakan sebuah motor servo
sebagai penggerak keran air, yaitu membuka dan
menutup keran sesuai dengan isyarat masukan
yang diterima dari mikrokontroler ATMega8535.
Motor servo yang digunakan adalah motor servo
standard Ping Parallax.
Gambar 9. Motor Servo Standard.
Untuk menggerakkan motor servo digunakan
metoda Pulse Width Modulation (PWM). PWM
adalah metoda untuk mengatur kecepatan
perputaran motor dengan cara mengatur
prosentase lebar pulsa high terhadap perioda dari
suatu sinyal persegi dalam bentuk tegangan
periodik yang diberikan ke motor sebagai sumber
daya. Semakin besar perbandingan waktu sinyal
high dengan perioda sinyal, maka semakin cepat
motor berputar. Posisi perubahan jaraknya
ELECTRICIAN Jurnal Rekayasa dan Teknologi Elektro
187
mencapai 900 (450) atau bisa juga mencapai
perubahan 1800 (900). Kabel yang umumnya
terdapat pada motor servo ini terdiri dari 3 warna,
yaitu merah, hitam, dan putih (atau kuning). Kabel
merah menunjukkan tegangan supply +5 V, hitam
menunjukkan tegangan 0 volt, dan putih (atau
kuning) adalah posisi sinyal.
Gambar 11. Rangkaian skematik LCD.
Gambar 10. Gerak motor servo berdasarkan pulsa.
Posisi sinyal adalah pemberian pulsa antara nilai
0.75 dan 2.25 ms, diulang setiap kira-kira 18ms
(jadi ada pendekatan 50 pulsa per detik ). Dengan
pulsa 1 ms, motor servo akan berputar ke arah
Counter Clock Wise (CCW). Dengan pulsa 1.5
ms, servo akan berputar ke arah centre atau
tengah. Dan dengan 2 ms, servo akan berputar ke
arah Clock Wise (CW). Gambar 10 menunjukkan
pergerakan servo berdasarkan masukan pulsa.
4. Liquid Crystal Display (LCD)
LCD digunakan sebagai penampil data yang
terdapat pada mikrokontroler, yaitu berupa Real
Time Clock, nilai suhu, serta pengaturan timer.
Waktu dan nilai suhu yang ditampilkan adalah
waktu dan nilai suhu saat ini. Selain waktu dan
nilai suhu juga dapat dilihat pilihan pengaturan
untuk Real Time Clock serta timer 1 dan timer 2
pada LCD.
Volume 5, No. 3, September 2011
V. Perancangan Perangkat Lunak.
Bahasa pemrograman yang digunakan pada sistem
penyiraman tanaman otomatis ini adalah bahasa
C. Fungsi perangkat lunak yang dibuat adalah
sebagai berikut :
1. Mengirimkan perintah kepada sensor suhu
LM35 untuk mendeteksi suhu udara di sekitar
tempat tanaman yang akan disiram.
2. Menerima data suhu hasil deteksi dari sensor
suhu LM35.
3. Memberikan Pulse Width Modulation (PWM)
ke driver motor untuk menggerakkan motor servo
pada kondisi tertentu untuk membuka dan
menutup keran.
4. Mengirimkan perintah kepada LCD untuk
menampilkan
data
yang
terdapat
pada
mikrokontroler, yaitu berupa Real Time Clock,
nilai suhu, serta pengaturan timer.
Program yang telah dibuat menggunakan software
Codevision kemudian diunduh kedalam rangkaian
pengendali
utama
melalui
In-System
Programming (ISP) Downloader.
D. HASIL DAN PEMBAHASAN
I. Realisasi Perangkat Keras
Hasil dari perancangan perangkat keras sistem
penyiraman
tanaman
secara
otomatis
menggunakan sensor suhu LM35 ditunjukkan
pada gambar berikut:
188
Nasrullah,E., et al: Rancang Bangun Sistem Penyiraman Tanaman Otomatis
dan hasilnya dapat langsung dilihat pada
multimeter digital yang digunakan. Pada pin A0,
ketika diberikan logika high nilai yang terbaca
adalah 4,53 volt dan ketika diberikan logika low
nilai yang terbaca adalah 0.07 mvolt. Sedangkan
pada pin C7, ketika diberikan logika high nilai
yang terbaca adalah 4,57 volt dan ketika diberikan
logika low nilai yang terbaca adalah 0.07 mvolt.
Dengan demikian dapat dilihat bahwa nilai yang
didapat
telah
sesuai
dengan
datasheet
mikrokontroler ATMega8535, sehingga dapat
digunakan pada rangkaian.
Gambar 12. Rangkaian input dan pengendali utama.
a. Pengujian Rangkaian Power Supply
Gambar 13. Skematik Power Supply dengan keluaran 5V DC.
Masukan rangkaian DC 5 volt bersumber dari
tegangan AC 220 volt yang disearahkan dengan
menggunakan 4 buah dioda. Gambar 13 adalah
skematik Power Supply dengan keluaran 5V DC
yang merupakan rangkaian penyearah DC 5 volt.
Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui
besarnya tegangan dan arus yang dihasilkan
apakah dapat mencatu rangkaian mikrokontroler
secara keseluruhan dan dapat menggerakkan
motor servo. Untuk mengetahui arus dan tegangan
yang dibutuhkan oleh beban maka dipasang
resistor sebagai analogi beban.
b. Pengujian Pengendali Utama
Pengujian terhadap pengendali utama bertujuan
untuk mengetahui apakah
mikrokontroler
ATMega8535 yang digunakan pada rangkaian
dapat bekerja dengan baik atau tidak. Cara
pengujiannya adalah dengan mengecek setiap pin
input dan output yang ada pada mikrokontroler
tersebut. Selain itu juga dilakukan pengujian
terhadap
pin
dari
mikrokontroler
yang
dihubungkan dengan konektor LCD, motor servo,
dan sensor LM35.
Pengukuran dilakukan dengan cara memberikan
logika high dan low pada pin yang akan diukur
Volume 5, No. 3, September 2011
c. Pengujian Sensor Suhu LM35
Sensor suhu LM35 adalah komponen elektronika
yang memiliki fungsi untuk mengubah besaran
suhu menjadi besaran listrik dalam bentuk
tegangan. Sensor Suhu LM35 yang dipakai dalam
penelitian ini berupa komponen elektronika yang
diproduksi oleh National Semiconductor. LM35
memiliki keakuratan tinggi dan kemudahan
perancangan jika dibandingkan dengan sensor
suhu yang lain. LM35 juga mempunyai keluaran
impedansi yang rendah dan linieritas yang tinggi
sehingga dapat dengan mudah dihubungkan
dengan rangkaian kendali khusus serta tidak
memerlukan penyetelan lanjutan. Meskipun
tegangan sensor ini dapat mencapai 30 volt akan
tetapi yang diberikan ke sensor adalah sebesar 5
volt, sehingga dapat digunakan dengan catu daya
tunggal dengan ketentuan bahwa LM35 hanya
membutuhkan arus sebesar 60 A hal ini berarti
LM35 mempunyai kemampuan menghasilkan
panas (self-heating) dari sensor yang dapat
menyebabkan kesalahan pembacaan yang rendah
yaitu kurang dari 0,5 C pada suhu 25 C.
Pengujian sensor LM35 ini dilakukan setelah
terpasang pada rangkaian. Pada saat rangkaian
diletakkan pada suatu ruangan, maka sensor suhu
akan mendeteksi suhu ruangan tersebut. Data suhu
hasil pengujian dapat langsung dilihat pada LCD.
Berdasarkan hasil pengujian yang telah dilakukan,
dapat diketahui bahwa suhu ruangan yang diuji
pada malam hari berkisar antara +23C sampai
dengan +26C. Sedangkan suhu ruangan yang
diuji pada siang hari berkisar antara +26C sampai
dengan +28C.
d. Pengujian Motor Servo
Pengujian motor servo dilakukan untuk
mengetahui apakah motor servo dapat berputar
ELECTRICIAN Jurnal Rekayasa dan Teknologi Elektro
sesuai dengan yang diinginkan dan layak untuk
digunakan. Pengujian pada motor servo dilakukan
dengan cara memberikan program pada
mikrokontroler terlebih dahulu. Program tersebut
merupakan program untuk memberikan perintah
kepada driver motor servo agar memutar motor
servo ke posisi 900. Pada sistem yang dibuat,
program ini digunakan untuk membuka keran
pada waktu yang telah ditetapkan. Setelah
dilakukan pengujian motor servo dapat berputar
dengan baik.
Kemudian motor servo juga diuji dengan
menggunakan program yang bertujuan untuk
memberikan perintah kepada driver motor servo
agar memutar motor servo ke posisi 00. Pada
sistem yang dibuat, program ini digunakan untuk
menutup keran ketika proses penyiraman tanaman
telah selesai dilakukan.
Setelah dilakukan pengujian motor servo dapat
berputar dengan baik. Oleh karena motor servo
dapat memutar ke posisi 900 maupun 00 dengan
baik, maka motor servo dapat digunakan pada
perancangan sistem penyiraman tanaman secara
otomatis ini. Waktu yang digunakan untuk
melakukan pemutaran adalah sekitar 0.5 detik.
e. Pengujian RTC DS1307
DS1307 adalah IC serial Real Time Clock (RTC)
di mana alamat dan data ditransmisikan secara
serial melalui sebuah jalur data dua arah I2C. Oleh
karena menggunakan jalur data I2C, maka hanya
memerlukan dua buah pin saja untuk komunikasi.
Pin yang digunakan yaitu pin untuk data (SDA)
dan pin untuk sinyal clock (SCL).
Untuk mengaktifkan DS1307 cukup dengan
menggunakan program sebagai berikut.
void read_rtc(void){
unsigned char i, tmp_data,y;
i2c_start();
i2c_write(RTC_ADDR);
i2c_write(0);
i2c_stop();
i2c_start();
i2c_write(RTC_ADDR | 1);
void write_rtc(unsigned char alamat, unsigned
char data){
i2c_start();
i2c_write(RTC_ADDR);
i2c_write(alamat);
if (alamat < 7)
i2c_write(dec2bcd(data));
else
Volume 5, No. 3, September 2011
189
i2c_write(data);
i2c_stop();
}
unsigned char read_nvram(unsigned char
alamat){
unsigned char tmp_data;
i2c_start();
i2c_write(RTC_ADDR);
i2c_write(alamat);
i2c_stop();
i2c_start();
i2c_write(RTC_ADDR | 1);
tmp_data = i2c_read(0);
i2c_stop();
return tmp_data;
}
f. Pengujian Liquid Crystal Display (LCD)
Liquid Crystal Display (LCD) pada sistem
penyiraman tanaman secara otomatis ini
digunakan untuk menampilkan data atau informasi
yang telah diprogram pada mikrokontroler, yaitu
berupa Real Time Clock, nilai suhu, serta
pengaturan timer. Tampilan pada menu adalah
untuk memudahkan pengguna dalam memberikan
pengaturan terkait dengan Real Time Clock (RTC)
dan timer. Parameter pengujian LCD pada sistem
penyiraman tanaman ini adalah berdasarkan
fungsi LCD itu sendiri, yaitu untuk menampilkan :
a. Bentuk tampilan awal yang diberikan pada
LCD, yaitu real time clock dan suhu.
Ketika power supply dinyalakan, maka
pada LCD akan langsung menampilkan
tampilan seperti yang terlihat pada Gambar
14.
Gambar 14. Tampilan Awal LCD.
b. Tampilan dari LCD untuk menu pilihan.
Ada 5 push button yang berfungsi sebagai media
melakukan pilihan. Pilihan awal berupa :
- Atur Waktu Saat ini
Gambar 15. Pilihan Atur Waktu Saat ini.
190
Nasrullah,E., et al: Rancang Bangun Sistem Penyiraman Tanaman Otomatis
Mulai
- Atur Timer 1
Mengatur
Timer 1
Tidak
Timer 1 on
AND
Suhu > 250C?
Gambar 16. Pilihan Atur Timer 1.
- Atur Timer 2
Ya
Driver motor
menggerakkan
Motor servo 900
Membuka keran
Gambar 17. Pilihan Atur Timer 2.
Tidak
Timer 1 off?
- Keluar
Ya
Driver motor
menggerakkan
Motor servo 00
Menutup keran
Gambar 18. Pilihan Keluar.
II. Realisasi Perangkat Lunak
Realisasi perangkat lunak pada sistem penyiraman
tanaman secara otomatis ini adalah dengan cara
memprogram
pengendali
utama,
yaitu
mikrokontroler ATMega8535. Program pada
pengendali utama berupa perintah yang diberikan
kepada sensor suhu LM35, LCD serta driver
motor servo sesuai dengan fungsinya masingmasing. Bahasa pemrograman yang digunakan
adalah bahasa C.
Sistem yang telah dibuat ini telah diatur untuk
dapat melakukan penyiraman tanaman secara
otomatis sebanyak dua kali dalam satu hari. Hal
ini dikarenakan sistem ini menggunakan dua
fungsi timer yang dapat diatur sesuai dengan
keinginan pengguna. Fungsi timer 1 digunakan
untuk mengatur waktu penyiraman pertama, dan
fungsi timer 2 digunakan untuk mengatur waktu
penyiraman kedua.
Mematikan
piranti?
Tidak
Ya
Akhir
Gambar 19. Diagram Alir Cara Kerja Sistem
untuk Waktu Penyiraman Pertama.
Adapun cara penggunaan alat penyiraman
tanaman secara otomatis ini adalah sebagai
berikut :
1. Atur waktu saat ini.
Menu ini digunakan untuk mengatur tanggal,
bulan dan tahun sesuai dengan waktu saat ini.
Selain itu, juga untuk mengatur jam, menit dan
detik yang juga sesuai dengan waktu saat ini.
Waktu telah diatur dalam format 24 jam.
Pengaturan dapat dilakukan dengan cara memilih
menu yang ditampilkan pada LCD. Penentuan
pilihan dilakukan dengan menggunakan push
button. Terdapat 5 push button pada rangkaian
yang dapat digunakan untuk proses pengaturan
dan pemilihan menu.
2. Tentukan nilai timer 1.
Timer 1 digunakan untuk menentukan waktu
penyiraman pertama yang akan dilakukan oleh
Volume 5, No. 3, September 2011
ELECTRICIAN Jurnal Rekayasa dan Teknologi Elektro
sistem. Nilai timer 1 dapat ditentukan sesuai
dengan keinginan. Pada penelitian ini timer 1 on
telah diatur pada pagi hari, yaitu jam 07, menit 00,
serta detik 00. Kemudian kita juga dapat mengatur
timer 1 off sebagai batas waktu penyiraman
tanaman. Pada penelitian ini timer 1 off telah
diatur pada jam 07, menit 01, serta detik 00. Hal
ini berarti bahwa penyiraman tanaman yang
dilakukan oleh sistem ini untuk waktu penyiraman
pertama adalah selama satu menit. Pada waktu
penyiraman pertama ini, sistem hanya akan
bekerja apabila suhu di sekitar tempat tanaman
yang akan disiram lebih dari 250C.
191
1. Kalau pada timer 1, waktu penyiraman diatur
pada pagi hari, maka pada timer 2 ini waktu
penyiraman dapat diatur untuk sore hari. Pada
tugas akhir ini timer 2 on telah diatur pada jam 17,
menit 00, serta detik 00. Sedangkan timer 2 off
telah diatur pada jam 17, menit 01, serta detik 00.
Hal ini berarti bahwa penyiraman tanaman yang
dilakukan oleh sistem ini untuk waktu penyiraman
kedua adalah selama satu menit. Pada waktu
penyiraman pertama ini, sistem hanya akan
bekerja apabila suhu di sekitar tempat tanaman
yang akan disiram lebih dari 27 0C.
Setelah melakukan langkah-langkah di atas, maka
sistem dapat bekerja sesuai dengan keinginan
pengguna.
Mulai
Mengatur
Timer 2
E. Simpulan
Tidak
Timer 2 on
AND
Suhu > 270C?
Ya
Driver motor
menggerakkan
Motor servo 900
Membuka keran
Tidak
Timer 2 off?
Ya
Driver motor
menggerakkan
Motor servo 00
Menutup keran
Mematikan
piranti?
Tidak
Ya
a. Telah dapat direalisasikan sebuah sistem
penyiramanan
tanaman
secara
otomatis
menggunakan sensor suhu LM35 berbasis
mikrokontroler ATMega8535.
b. Sistem penyiraman tanaman menggunakan
sensor suhu LM35 ini merupakan sistem otomatis
yang dapat menyiram tanaman pada waktu yang
telah ditentukan.
c. Sistem hanya bekerja ketika pada waktu yang
telah ditentukan nilai suhu udara di sekitar
tanaman yang akan disiram lebih besar dari suhu
yang telah diatur, yaitu 250C untuk penyiraman
pagi hari dan 270C untuk penyiraman sore hari.
d. Pengguna dapat mengatur waktu penyiraman
tanaman dengan memilih langsung dari menu
yang telah tersedia pada rangkaian dan dapat
melihat tampilannya pada LCD.
e. Sensor LM35 yang digunakan merupakan
sensor suhu yang mempunyai respon agak lambat.
f. Waktu pengeksekusian motor servo untuk
membuka atau pun menutup keran adalah selama
0,5 detik.
Akhir
Gambar 20. Diagram Alir Cara Kerja Sistem
untuk Waktu Penyiraman Kedua.
3. Tentukan nilai timer 2.
Timer 2 digunakan untuk menentukan waktu
penyiraman kedua yang akan dilakukan oleh
sistem. Pengaturan timer 2 ini dapat dilakukan
dengan cara pengaturan yang sama dengan timer
Volume 5, No. 3, September 2011
DAFTAR PUSTAKA
[1] Arifin, Hadi Susilo dan Nurhayati HS Arifin.
2005. Pemeliharaan Taman. Edisi Revisi.
Penerbit Penebar Swadaya, Jakarta.
[2] Hasan, B.J. 1988. Dasar-dasar Agronomi.
Rajawali Press. Jakarta.
[3] Martin, Jeff., dkk. 2005. BASIC Stamp Syntax
and Reference Manual. California, USA :
192
Nasrullah,E., et al: Rancang Bangun Sistem Penyiraman Tanaman Otomatis
Parallax, Inc.
[4] Tinder, Richard F. 1991. Digital Engineering
Design, A Modern Approach. Prentice Hall
International Editions.
[5] Universitas Lampung. 2007. Format Penulisan
Karya Ilmiah. Universitas Lampung.
Bandar Lampung.
[6] Wardhana, Lingga. 2006. Mikrokontroler AVR
Seri ATMega8535. C.V. Andi Offset.
Yogyakarta.
[7] [Link]
[8] [Link]
[9][Link]
ve_ electronics/download_files/artikel/[Link]
[10][Link]
[Link]
[11][Link]
pdf/L/C/D/-/[Link]
[12][Link]
[Link]
[13][Link]
pdf/[Link]
[14][Link]
pdf/[Link]
[15][Link]
htm.
Volume 5, No. 3, September 2011