Sesar (Faults)
Sesar atau patahan adalah rekahan pada batuan yang telah mengalami
pergeseran melalui bidang rekahnya. Sesar (fault) dapat berbentuk satu
bidang diskrit yang planar atau membentuk suatu zona (fault zone) yang
terdiri dari banyak bidang-bidang sesar yang sejajar dan saling berhubungan
(net-work)
Pengamatan Sesar
Peta topografi / foto udara / landsat / slar
Pengamatan lapangan
Penyelidikan bawah permukaan
Ciri-Ciri Kenampakan Sesar
Kelurusan-kelurusan bentang alam (gawir, lembah, jalur vegetasi, rona)
Ketidakselarasan bentang alam (pembelokan sungai yang tajam)
Bidang / jalur sesar (bidang, gawir, jalur hancuran / terbreksikan, gouge,
milonit dsb)
Sumber air, daerah rawa-rawa dan jeram
Penyimpangan pada arah struktur (hilangnya lapisan, berhenti secara
mendadak dan adanya perulangan dsb)
Unsur Struktur Sesar
Slickenside atau slickenline adalah bukti pergerakan (slip) pada bidang
sesar. Istilah striation atau fault grooves sering juga digunakan
Sesar membagi batuan menjadi dari dua blok yang tersesarkan yaitu:
Hanging-wall untuk blok yang terletak diatas bidang sesar
Footwall untuk blok yang terletak dibawah bidang sesar
Sesar diklasifikasikan berdasarkan bidangnya menjadi high-angle fault (>45)
dan low-angle fault (<45)
Berdasarkan pergerakan relatif (slip) sesar dibagi menjadi :
Dip-slip jika pergerakan paralel dengan kemiringan bidang sesar
Strike-slip jika pergerakan paralel dengan strike bidang sesar
Oblique-slip jika pergerakan membentuk sudut pada bidang sesar
Oblique-slip vector dapat didefinisikan sebagai komponen strike-slip
ditambah dip-slip atau komponen horizontal ditambah vertikal
Dip-slip dapat didefinisikan sebagai penjumlahan antara komponen vertikal
dan horizontal atau throw dan heave
Sesar dapat dibagi berdasarkan pergerakan relatif blok sepanjang bidang
sesar, yaitu:
Sesar normal (Normal Fault) jika hanging wall relatif turun terhadap footwall
Sesar naik (Reverse Fault) jika Hangingwall relatif naik terhadap footwall
Sesar geser (Strike-slip fault) dinamakan berdasarkan pergerakan blok
didepan bidang sesar. Sinistral bila blok didepan bidang sesar bergerak kekiri
dan dextral apabila blok didepan bidang sesar bergerak kekanan
SESAR NORMAL
Sesar turun / normal adalah satu bentuk rekahan pada lapisan bumi yg
memungkinkan satu blok batuan bergerak relatif turun terhadap blok lainnya.
Ciri-Ciri:
Diukur dari horizontal, fault plane-nya berorientasi pada kemiringan 30-90
derajat .
Pergerakannya memiliki komponen horizontal maupun vertikal.
Terjadi karena adanya tensional stress dan sebagai hasil dari
pergerakan hanging wall yang bergerak relatif turun terhadap footwall.
Batuan muda akan berada di bawah batuan tua.
Contoh Sesar Normal :
Pandangan Struktur Di Dalam Pergerakan Sesar Normal
Garis jurus (stike line) dapat didefinisikan sebagai sebuah garis horizontal
yang terletak pada suatu struktur bidang. Sebuah garis jurus pada suatu
struktur bidang dapat dibayangkan sebagai perpotongan antara bidang
horizontal imajiner dengan struktur bidang tersebut.
Jurus suatu struktur bidang pada lokasi tertentu adalah sudut antara garis
jurus dengan utara sebenarnya. Dengan kata lain, jurus adalah sudut antara
garis horizontal pada suatu struktur bidang dengan utara sebenarnya
Throw (loncatan vertikal) adalah jarak yang diukur pada bidang vertikal dari
slip/separation
Heave (loncatan horizontal) adalah jarak yang diukur pada bidang horizontal
Footwall adalah blok tubuh batuan yang terletak dibawah bidang sesar
Hangingwall adalah blok tubuh batuan yang terletak di atas bidang sesar
Pergerakan Sesar
Separation (pergeseran relatif semu)
Jarak tegak lurus antara bidang yang terpisah oleh sesar dan diukur pada
bidang sesar. Komponen dari separation dapat diukur pada arah tertentu,
umumnya sejajar jurus atau arah kemiringan bidang sesar.
Slip (pergeseran relatif sebenarnya)
Pergeseran relatif sebenarnya pada sesar, diukur dari blok satu ke blok yang
lain pada bidang sesar dan merupakan pergeseran titik-titik yang
sebelumnya berimpit. Totalpergeseran disebut juga Net slip.
BRITTLE FAULTS
Jika proses pergeseran ini terjadi di bagian atas dari kerak bumi dimana
temperaturnya rendah dan kemudian diberikan gaya ekstensional, batuan
akan terdeformasi secara brittle menjadi sebuah sesar normal. Di level yang
lebih bawah daripada kerak dimana temperaturnya lebih tinggi daripada
temperature kerak, akan mengakibatkan deformasi ductile mengakibatkan
lapisan batuan mengalami penipisan dan stretching.
Brittle Faults dan Ductile Shear Zones
Pada gambar di atas dua bagian kerak bergerak relatif satu sama lain. Dalam
kedalaman yang dangkal dimana temperaturnya rendah, jika tebentuk sesar,
akan terjadi deformasi brittle. Komposisi batuan akan terpotong oleh sesar,
seperti yang terlihat pada gambar.
Brittle Faults dan Ductile Shear Zones
Di bagian bawah dari kerak bumi dimana temperaturnya tinggi, akan terjadi
deformasi ductile. Hal ini mengindikasikan bahwa pada suatu deformasi
terdapat transisi gradual dari zona brittle di bagian atas dari kerak bumi,
menuju zona ductile, dimana intensitas temperaturnya bertambah seiring
kedalaman.
DETACHMNENT FAULT
Ciri-ciri:
Diukur dari horizontal, fault plane-nya berorientasi pada kemiringan 30
derajat.
Pergerakannya lebih cenderung horizontal daripada vertical dikarenakan
sudut fault plane yang kecil.
Terjadi karena adanya stress tensional.
Detachment sering terdapat pada hi-grade metamorphic rock di footwallnya.
Karena temperatur yang tinggi ini, sesar cenderung lebih ductile dan
bergerak pada kemiringan yang relatif kecil.
GRABENS DAN HORSTS
Graben adalah blok yang bergerak kebawah yang kedua sisinya terikat oleh
sesar normal yang nonparallel.
Horst adalah blok yang terangkat keatas yang dikedua sisinya terikat oleh
sesar normal yang non-parallel.
Half Graben
Half graben terjadi ketika sesar yang saling pararel berada di sisi yang
bersebelahan dari blok yang terbangun, tetapi blok tersebut memliliki
kemiringan karena bergerak turun dalam sebuah graben. Half graben ini
memiliki kedalaman di arah yang sama, diantara fault yang saling berotasi.
SESAR LISTRIC
Ciri-Ciri :
Pergerakan sesarnya halus
Merupakan bentuk kedua dari sesar yang berezim ekstensional
Sesar listrik didefinisikan sebagai sesar normal yang melengkung di bagian
permukaan sesar yang melekuk keatas.
Dip dari sesar listrik ini berkurang seiring bertambahnya kedalaman.
Sesar ini juga terdapat di zona ekstensional yang yang detachment fracturenya lebih mengikuti bentuk lengkungan daripada planar. Blok hanging wall
dapat berotasi dan meluncur sepanjang fault plane (contoh: slump) atau
dapat juga tertarik dari fault utamanya, dan meluncur hanya sepanjang
bagian yang dip-nya rendah.
PANDANGAN GEOMETRI DI DALAM PERGERAKAN SESAR NORMAL
Dihubungkan dengan prinsip tegasan utama (pelajari prinsip kekandasan
batuan), pola kekar-kekar ini akan mengikuti prinsip tegasan (1, 2, 3).
1 merupakan stress terbesar yang mempengaruhi pergerakan sesar.
2 merupakan stress yang tegak lurus dengan 1 yang memiliki magnitude
kecil (atau bahkan 0) yang tidak terlalu berpengaruh terhadap pergerakan
sesar.
3 merupakan stress gaya yang tegak lurus dengan 1 dan 2 yang
merupakan hasil dari tekanan yang diberikan oleh 1.
Beberapa contoh yang dipakai sebagai analisis pergerakan sesar misalnya :
Hubungan antara tegasan utama dan pola kekar gerus yang berpasangan
atau bsesar mendatar utama.
Hubungan antara sesar atau jalur sesar dengan struktur kekar (tension gash
dan shear) atau lipatan minor yang menyertai.
Hubungan antara dan pola keterakan (strain ellips) di dalam jalur sesar.
Untuk mempermudah dalam memperoleh gambaran tiga dimensi, gambaran
pada tampak peta diuraikan sebagai unsur-unsur geometri bidang atau garis.
Bidang gambar dapat dianggap sebagai bidang bantu (auxillary plane).
SESAR NAIK (Reverse & Thrust)
Pergerakan yang terjadi pada sesar naik melepaskan tegasan dengan cara
ekspansi ke arah atas kerak bersamaan dengan pemendekan secara
horizontal, pergerakan berupa reverse slip dimana hanging wall bergerak
relative naik terhadap footwall, dan sesar berupa sesar naik/reverse fault,
sesar ini telah lama disebut sebagai thrust, atau lebih spesifik sebagailowangle thrust fault, untuk membedakannya dengan up thrust atau high-angle
thrust, yang terbentuk dari rejim tegasan berbeda.
Gambar 8.5 Pergeseran semu ke bawah dan ke atas dari sesar normal dan
sesar naik
Keterdapatan umum :
Daerah dengan pengaruh tekanan pergunungan lipatan yang muda
Daerah dengan endapan cekungan yang tebal (back-arc basin)
Sifat-sifat dan gejala di lapangan
Kebanyakan sesar naik mempunyai kemiringan sesar <45^o sampai
mendekati horizontal atau sering disebut sebagai low-angle fault.
Bidang sesarnya merupakan zona kompleks dan jarang merupakan bidang
yang halus (smooth) dengan jalur sesar kebanyakan berupa garis lengkung.
Sesar naik dicirikan oleh pola sesar ganda sub-parallel fault, dengan bidang
sesar masing-masing searah (subparallel) dengan sumbu lipatan.
Adanya batuan yang lebih tua menumpang ke batuan yang lebih muda.
Adanya seretan (drag) akibat dari pergerakan blok-blok sesar yang
menunjukkan gejala yang relatif naik.
Gejala naik umumnya berasosiasi dengan lipatan dan mempunyai hubungan
erat dengan pembentukan lipatan. Adapun jenis lipatannya adalah lipatan
simetris atau lipatan rebah dengan posisi bidang sesar pada sayap yang
curam.
Perulangan dari beberapa lapisan.
LIPATAN (FOLD)
Definisi :
hasil perubahan bentuk volume dari suatu bahan yang ditunjukkan sebagai
lengkungan pada unsur garis bidang di dalam bahan tersebut.
Lipatan merupakan deformasi ductile; inhomogeneous; perubahan geometri
berupa perubahan bentuk (distorsi) dan perputaran (rotasi).
Antiklin adalah lipatan berbentuk konveks (cembung) ke atas, Sinklin adalah
lipatan yang konkave (cekung) ke atas.
Kejadian lipatan :
Pembentukan lipatan terjadi melalui proses :
Buckling : karena proses penekanan lateral dari suatu bidang planar, proses
pelengkungan terjadi pada kedua sisi selama pemandekan.
Bending : karena pengaruh gaya vertikal pada suatu lapisan.
Geometri lapatan :
- Fold axis (sumbu lipatan/hinge line) : Garis maksimum pelengkungan pada
suatu permukaan bidang yang terlipat.
- Axial plane (bidang sumbu) : Bidang yang dibentuk melalui garis-garis
sumbu pada satu lipatan. Bidang ini tidak selalu berupa bidang lurus (planar),
tetapi dapat melengkung lebih umum dapat disebutkan sebagai Axial surface.
- Fold limb (sayap lipatan) : Secara umum merupakan sisi-sisi dari bidang
yang terlipat, yang berada diantara daerah pelengkungan (hinge-zone) dan
batas pelengkungan (inflection line).
Sejumlah lipatan dengan skala berbeda-beda dapat saling menumpuk
membuat apa yang dinamakan anticlinoria dan synclinoria : maksudnya pada
struktur ini, antiklin dan sinklin terbentuk dari lipatan2 kecil yang saling
menumpuk.
Kasus khusus dalam perlipatan yang elibatkan perlapisan miring antara lain :
perlipatan monoklin dan homoklin (sama/ sejenis).
Klasifikasi :
Penamaan Lapisan Berdasarkan Orientasi :
Hinge lines terletak pada bidang sumbu, tetapi trendnnya hanya akan sejajar
pada strike bidang sumbu kalau hinge line tersebut horizontal. Jika hinge line
tidak horizontal maka kita mengatakan lipatannya menujam (plunging fold).
Cara lain untuk mengukur geometri perlipatan adalah dengan menggunakan
sudut dalam sayap (interlimb angle).
Klasifikasi Lipatan Berdasarkan Perlapisan :
Salah satu cara untuk mengkuantifikasi bentuk lipatan adalah dengan
membuat diagram dip isogon. Dip isogon adalah garis yang menghubungkan
titik dengan kemiringan yang sama pada sayap lipatan yang berbeda.
Klasifikasi Kinematika Geometri :
Lipatan Cylindrical
Merupakan suatu lipatn dimana permukaannya dapat dibuat atau
digambarkan dengan membuat garis sejajar dalam tiga dimensi. Garis ini
akan sejajar dengan hinge line dan dinamakan sebagai sumbu lipatan.
Hanya lipatan silinderis (Cylindrical) yang mampunyai sumbu lipatan,
sehingga cara praktis untuk mengenal lipatan silinderis adalah dengan
menplot datanya di stereonet, semua lingkaran besar akan berpotongan
disatu titik.
Jenis-jenis lipatan silindris :
Lipatan Sejajar (Paralel Fold) : Tebal lapisan yang diukur tegak lurus bidang
perlapisan bersifat tetap atau konstan, jenis khusus lipatan sejajar :
Lipatan Consentrik, mempunyai pusat lingkaran yang sama dan jari-jari
lingkaran menurun ke arah pusat lingkaran.
Lipatan Kink, tidak mempunyai satu pusat lingkaran, dicirikan oleh sumbu
yang sayap dan sudut lurus.
Lipatan Silmilar, dicirikan tebal lapisan yang sejajar sumbu tetap.
Lipatan Non-Syilindrical
Merupakan lipatan yang bentuk lipatannya berubah terhadap sumbu, jenis
khusus lipatan ini adalah :
Lipatan Conical : Permukaan jenis lipatan ini adalah kerucut
Lipatan Sheath : Lipatan khusus yang terbentuk dalam lingkungan strain
yang tinggi seperti shear zones dan milonit (Zona sesar berupa serbuk
baerbutir halus)
Lipatan Terlipat
Model Kinematik lapisan
Model kinematik perkembangan lipatan dapat dibagi menjadi lima jenis :
Pelengkungan Gaussian (berlaku untuk satu lapisan) : merupakan kebalikan
dari pelengkungan jari (C = 1/r_curvatur), terdapat pelengkungan utama
(pelengkungan maksimum dan minimum). Hasil perkalian pelengkungan
maksimum dan minimum dikenal sebagai Gaussian Curvature
(C_gauss=C_max C_min), secara umum dapat diartikan apabila melipat
lapisan horizontal pada arah tertentu, akan lebih sulit untuk melipat lagi pada
arah berlainan.
Bucling : Berlaku pada perlipatan untuk satu lapisan atau perlapisan yang
mempunyai nilai kekuatan cohesive yang tinggi antar lapisannya. Bukti
geologi yang umum dijumpai pada lapisan-lapisan terlipat secara buckling
adalah : vein, boudind, sesar normal, dll.
Shear Sejajar Perlapisan, terdapat dua jenis komponen dibedakan tebal
perlapisannya. Flexural Slip (memiliki ketebalan pasti) dan flexural flow (tebal
lapisannya tipis sekali).
Shear Oblique
Aliran pasif pure shear
Lipatan Kink (Kink Fold)
Merupakan jenis khusus dari flexural slip diamana garis sumbunya (fold
hinges) mempunyai perlengkungan yang tak berhingga.
FRACTURE
Percobaan dari deformasi brittle menghasilkan dua jenis fractures; extension
fracture (mode I) dan shear fracture (mode II). Dimana kedua jenis fracture
ini berbeda dalam hal relative orientasi terhadap sumbu utama stress
minimum (3) dan sejajar terhadap sumbu utama stress (1) serta
pergerakannya relative normal terhadap bidang permukaan fracture.
Extension fracture adalah tension fracture apabila stress minimum (3)
bersifat tensile seperti dalam kasus unaxial tension.
Shear fracture terbentuk dalam regime compressi dengan sudut lebih kecil
dari 45 terhadap sumbu utama stress (1), serta pergerakannya relative
sejajar terhadap permukaan fracture.
Extensional fracture dibagi 2 :
-uniaxial tension
-triaxial compression
Kriteria Untuk Tension Fracture
Tesile fracture terjadi apabila stress dalam hal ini tensile (stress negative atau
3) melewati atau sama dengan kekuatan regangan atau tensile straight (T0)
dari materi dalam hal ini batuan.
n = T0 ; =normal stress yang diperlukan untuk membuat fracture
the Griffith law of failure :
c = 4T0N- T02
c ; harga shear stress kritis yang diperlukan untuk pecah (patah)
T0 ; kekuatan tensile
N ; Normal tensile
Kriteria Untuk Shear Fractures
Terbentuk dalam kondisi kompresi, untuk mengamati pembentukannya
percobaan deformasi batuan di laboratorium dilakukan secara kompresi.
Dimana onto batuan ditekan/kompresi (1) pada harga confining pressure
(3) yang berbeda-beda. Hasil percobaan diamati secara grafis dengan
menggunakan diagram mohr.
Hukum fracture Coulomb
c = 0 + tan (0)
c ; harga shear kritis yang diperlukan untuk pecah (patah)
0 ; cohesive strength
; sudut geser dalam (angle internal friction)
tan ; coefficient of internal friction
N ; normal stress.
Hukum Coulomb untuk fracture digunakan untuk meramal kondisi dimana
suatu shear fracture akan terbentuk dalam kompresi.
Hukum yang menggambarkan kondisi dimana fracture yang ada dalam
batuan akan bergerak adalah Byerlees Law yaitu modifikasi dari hukum
Coulomb, dimana fungsi kohesinya dihilangkan sehingga persamaannya
menjadi :
c = tan (0).
SESAR GESER MENDATAR
Pergerakan sepanjang sesar geser terjadi dengan pelepasan tegasan secara
lateral pada arah sumbu tegasan normal terkecil dan pemendekan pada arah
sumbu tegasan normal terbesar, pergerakan yang terjadi berupa strikeslip/pergeseran. Anderson (1951) menamakan sesar ini sebagai sesar
transcurrent/ transcurrent fault, kemudian istilah wrech fault yang digunakan
oleh Kennedy diterima penggunaannya. Flaws dan tear faults merupakan
sinonim yang kurang lebih sama artinya.
Lipatan dan thrust diakibatkan oleh suatu bidang tegasan sebelumnya dan
berbeda atau rejim yang sebelumnya membentuk wrench fault. Pada dataran
yang seperti itu, sumbu lipatan dan thrust fault terpotong secara oblique oleh
sesar wrench, sumbu lipatan dan thrusts berada pada arah sumbu tegasan
normal menengah dari orientasi tegasan sebelumnya dimana relief tegasan
ke arah atas dan tidak berdampingan seperti pada rejim wrench terakhir.
Perubahan rejim tegasan seperti ini biasa terdapat di mountain-built belts
sebagai bentukan orogenic. Contoh luar biasa dari wrench faulting dapat
ditemukan di Northwest Highlands di Skotlandia dan Jura Mountain di
Perancis. Sesar Semangko di Sumatra dan San Andreas Fault di California
merupakan wrench fault terbesar di dunia.
Sifat Sifat Umum
Panjang, lurus atau lengkung - lebar, sepanjang jejaknya
Kemiringan terjal / curam yang beragam
Lebar, jalur teranyam dengan gouge / mylonit dan gores garis horizontal
Berukuran panjang dan arahnya hampir lurus mudah dikenal di foto udara
Sembul dan terban yang tidak sistematis
Lipatan lipatan seretan yang menunjam dan merencong
Tataan stratigrafi yang saling menindih dan tidak sama
Merupakan jalur peka erosi
Yang berukuran besar, mempunyai jumlah pergeseran yang besar : San
Andreas 500 km dan Semangko 25 100 km
Di atas permukaan, jalur penggerusan / pelenturan - lebar beberapa ratus
ribu meter
Pembentukan depresi dan pembubungan pembubungan akibat
pentimpangan pada arah secara merencong
Struktur penyerta; rekahan, lipatan, struktur bentuk bunga (flower structure)
Struktur Penyerta Pada Sesar Mendatar
(Secara teoritis terbentuk pada saat yang bersamaan)
Lipatan merencong (en echelon fold)
Umumnya yang pertama terbentuk
Sejajar poros panjang elip keterakan
Jalur sesar sesar mendatar ; proses yang terjadi di bagian yang dalam,
batuan dasar akan terlibat sesar merambat ke atas melalui sedimensedimen tertutup
Sub-tipe : a. Parallel
b. Convergent
c. Divergent
Sesar turun / rekahan tarikan tegak lurus poros lipatan
Sepanjang sesar-sesar mendatar (dextral dan sinistral)
Cara Mempelajari Sesar Mendatar
Studi mekanisme gempa
Pergeseran bentuk geologi yang teramati
Pergeseran dari titik-titik atau bentuk lainnya yang diperoleh dengan cara
rekonstruksi
Bentuk- bentuk struktur yang pasti diakibatkan oleh gejala sesar mendatar
Sifat- sifat jalur sesar yang telah terbukti sebagai diakibatkan oleh sesar
mendatar
Pencerminan topografi dari gejala sesar mendatar pencerminan
Hubungan secara regional yang menunjukkan ke arah sesar mendatar
Jenis Sesar Mendatar Utama
Sesar Transform
Sesar transform adalah sesar yang tegak yang berakhir secara mendadak
pada bentuk struktur lainnya. Sesar tersebut memotong serta menggeser
pematang samudra; gejala strike slip hanya terbatas pada sebagian sesar
yang terdapat di antara kedua penampang itu saja. Sekelompok sesar yang
terdapat di lantai samudra dan tidak terdapat kesamaannya di benua.
Memotong pematang dan menggesernya dengan arah mendatar yang
berlawanan dengan arah pergeseran pematang (King P.B, 1967)
Sesar Utama di Indonesia
(Sesar Sumatra, Sesar Palu - Koro, Sesar Sorong)
Perbedaan Antara Sesar Transform Sesar Jurus Mendatar
Sesar Transform Sesar Jurus - Mendatar
Khusus di lantai (kerak) samudra Khusus di kerak benua
Slip dan separation berlawanan arah Slip dan separation berarah sama
Pergeseran sepanjang pematang tetap konstan walaupun slip terus berjalan
Pergeseran akan meningkat dengan meningkatnya slip
Kegempaan hanya sebagian Terdapat pada setiap batas sesar dan pada
ujung sesar
Slip berakhir secara tiba-tiba pada ujung pematang Slip berakhir secara
berangsur
Gerakan secara menerus Gerakan secara ellipsoid
Sejajar dengan arah transform Menyilang
Hanya sedikit menimbulkan deformasi pada lempeng Banyak menimbulkan
deformasi
Jenis Sesar berdasarkan Sifat Pergesran Relatif Sebenarnya
Strike slip fault adalah pergeseran relatif semu searah dengan jurus bidang
sesar, yang terdiri dari :
Strike left slip fault (sinitral)
Jika kita berdiri di suatu blok dari suatu sesar maka akan terlihat jejak
pergeseran sebenarnya pada blok yang lain bergeser ke arah kiri
Strike right slip fault (dextral)
Jika kita berdiri di suatu blok dari suatu sesar maka akan terlihat jejak
pergeseran sebenarnya pada blok yang lain bergeser ke arah kanan
Status Sesar
Penyajian struktur sesar dalam peta tergantung dari status (tingkat
keabsahannya)
Pasti adalah bukti-bukti cukup, arah, dan jenis pergeseran dapat ditentukan
Ditafsirkan / diperkira bukti- bukti cukup, arah, dan atau jenis pergeseran
sebenarnya sebelum dapat ditentukan
Diduga bukti kurang, gejala ada, belum pasti tentang ada tidaknya
Strike-Slip Fault System
Structural pattern of dextral simple shear couple
Local structures formed as a result of fault temination
Local transpression and transtention on a branching strike-slip fault system
Flower structures
Formataion of strike-slip duplexes
(Park, 1989)
Near Las Vegas, Nevada
Oblique Slip Fault
Oblique slip fault adalah pergeseran miring relatif sebenarnya terhadap
bidang sesar. Untuk penamaan sesar ini dipakai kombinasi istilah dip slip
dan strike slip seperti di bawah ini.
Normal left slip fault
Normal right slip fault
Reverse right slip fault
Reverse right slip fault
Vertical oblique slip fault
DAFTAR PUSTAKA
Sapiie, Benyamin dan Harsolumakso, Agus H. 2008. Prinsip Dasar Geologi
Struktur. Bandung: ITB.
Slide Kuliah Geologi Stuktur Program Studi Teknik Geologi ITB.
[Link]
zx=98acb7b33a33745