0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
249 tayangan4 halaman

Profil dan Strategi PT Philips Indonesia

PT Philips didirikan pada 1891 oleh dua bersaudara di Belanda. Saat ini Philips memiliki bisnis kesehatan, penerangan, dan gaya hidup konsumen. Philips memosisikan dirinya sebagai produsen lampu pertama dan terkemuka di Indonesia dengan berbagai varian produk.

Diunggah oleh

Rara Ayu Ramadhona
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
249 tayangan4 halaman

Profil dan Strategi PT Philips Indonesia

PT Philips didirikan pada 1891 oleh dua bersaudara di Belanda. Saat ini Philips memiliki bisnis kesehatan, penerangan, dan gaya hidup konsumen. Philips memosisikan dirinya sebagai produsen lampu pertama dan terkemuka di Indonesia dengan berbagai varian produk.

Diunggah oleh

Rara Ayu Ramadhona
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

PT Philips

1. Profile perusahaan
Royal Philips Electronics dari Belanda adalah pemimpin global di
bidang kesehatan, lighting, dan gaya hidup konsumen, layanan yang
menyesuaikan dengan kebutuhan konsumen, dan produk inovatif. Philips
berkantor pusat di Belanda dengan jumlah karyawan sebanyak 134,200 orang di
lebih dari 60 negara di dunia. Dengan penjualan sebesar EUR 27 miliar di tahun
2007.
Perusahaan ini didirikan pada 1891 oleh dua bersaudara Gerard dan
Anton Philips (1874-1951) di Eindhon, Belanda. Produk pertamanya ialah bola
lampu dan alat elektronok lainnya. Pabrik pertamanya kini menjadi museum.
Pada 1920-an, perusahaan ini mulai memproduksi produk lain, dan pada 1939
pisau cukur listrik pertamanya, Philishave, diperkenalkan. Philips memasarkan
alat cukurnya di AS dengan nama Nurelco. Philips memperkenalkan tape
compact audio cassette, yang dengan ramai sukses melalui percobaan mereka
mengatur standar untuk VCR, V200 gagal di muka persaingan dari Betamax
dan khususnya standar VHS.
Kegiatan perniagaan pertama Philips dengan Indonesia untuk
pencahayaan dimulai pada tahun 1895. Pada tahun 1940, pabrik lampu Philips
didirikan di Surabaya. Philips Indonesia hadir untuk melayani pasar lokal,
menginformasikan dan mempromosikan produk dan layanan Philips serta
menyediakan dukungan logistik bagi para distributor resmi Philips. Philips
merupakan produk bola lampu yang paling popular dan paling banyak
digunakan dibanding produk lain yang sejenis.
Saat ini Philips memiliki beberapa sektor bisnis:

Healthcare, termasuk di dalamnya sistem medis yang profesional dan


perlengkapan kesehatan personal, seperti:
- CT scan
- Clinical Informatics

Cardiology Informatics (IntelliSpace Cardiovascular, Xcelera)


Enterprise Imaging Informatics (IntelliSpace PACS, XIRIS)
IntelliSpace family of solutions
Imaging Systems (Cardio/Vascular X-Ray, Computed Tomography
(CT), Fluoroscopy, Magnetic Resonance Imaging (MRI), Mobile C-

Arms, Nuclear Medicine, dll)


- Diagnostic ECG
- Defibrillators
Lighting, termasuk di dalamnya pabrik lampu, komponen dan sistem

pencahayaan profesional, serta solusi pencahayaan personal, seperti:


- Luminaires
- Floodlights
- automotive lighting
- lamps
- Lighting control systems
- lighting electronics
Consumer Lifestyle, termasuk di dalamnya Consumer electronics, domestic
appliances, dan personal care, seperti:
- Audio products
- Hi-fi systems
- Wireless speakers
- Radio systems
- Docking stations
- Headphones
- DJ mixers
- Alarm clock

2. Strategi Pemasaran
a. Segmentasi
Segmentasi pemasaran yang menjadi target dari produk Bola Lampu Philips
adalah golongan menengah keatas, karena memang produk Philips ini
harganya relative mahal tetapi mempunyai kualitas yang sebanding dari
harga yang ditetapkan oleh PT Philips. Selain itu demografi, penjualan
produk lampu philips ditujukan untuk para penduduk di Negara maju
maupun berkembang yang mulai memberikan perhatian lebih terhadap
penerangan guna memenuhi kebutuhan pokok masyarakat. Philips tidak
menetapkan wilayah sasaran geografik. Dapat melayani semua segmen
pasar. Untuk mendukung keberadaan barang lampu Philips banyak
menyebar dipasar-pasar eceran dibandingkan pedagang besar. Namun,
Philips tidak membagi segmentasinya ke dalam kelas-kelas secara spesifik.
b. Targetting

Targetting konsumen produk Bola Lampu yakni seluruh instansi


pemerintahan, industry, rumah tangga, perdagangan, pendidikan, jasa, dan
lain sebagainya di Indonesia yang mempunyai daya beli yang
mementingkan kualitas dan jaminan keamanan. Strategi pemasaran yang
dilakukan adalah dengan pendesainan produk yang memenuhi kepuasan
konsumen (customer satisfaction). Pada saat awal melaksanakan Launching
Product, Philips mempromosikan produknya dengan pesan bahwa philips
memberikan proses penerangan yang lebih terang dibanding brand sejenis
dari perusahaan yang berbeda dan memberikan jenis produk yang lebih
murah tetapi lebih tahan lama dibanding produk serupa dari perusahaan lain.
Selain itu strategi pemasaran yang dilakukan oleh produk bola lampu
Philips adalah memperkuat Brand Image yang inovatif membuat terobosan
baru bahwa lampu tidak selalu berbentuk bulat. Oleh karena itu, Philips
membuat produk pengembangan yang inovatif sebagai life cycle product
dengan menghadirkan produk lampu Philips yang beraneka ragam sesuai
dengan selera konsumen sehingga konsumen tidak merasa jenuh/bosan
dengan bentuk yang lama. Meski demikian, bentuk lampu philips yang
berbeda dari terdahulu belum bisa merubah perilaku konsumen secara penuh
yang selama ini sudah mendarah daging menggunakan produk yang lama
yaitu bola lampu bulat sehingga Philips tidak meninggalkan produk yang
lama khususnya di indonesia. Meski demikian, Pasar Philips untuk produkproduk rumah tangganya adalah masyarakat umum di berbagai negara,
sedangkan untuk alat-alat medis mereka membidik pasar rumah sakit dan
klinik-klinik kesehatan di berbagai negara. Philips menargetkan bahwa
produknya akan sukses di berbagai negara di dunia. Philips ingin produknya
diterima dan dianggap sebagai produk lokal di suatu negara dan konsumen
memberikan persepsi bahwa Lampu Philips salah satu produk yang sangat
inovatif dalam bidang penerangan.
c. Possitioning
Possitioning lampu Philips adalah Lampu pertama dan terkemuka di
Indonesia dengan berbagai macam varian, model, fungsi dan kemasan. PT
Philips menggunakan strategi Individual branding dimana Philips digunakan
sebagai brand lampu. Serta dalam pengembangan produk, philips
menggunakan sistem line extension, yakni dengan menyediakan beraneka

ukuran, model atau spesifikasi khas yang masing-masing dirancang untuk


melayani suatu segmen pasar atau cara penerapan tertentu, merupakan suatu
senjata persaingan yang ampuh dalam perlombaan merebut pasar. Dari
contoh produk yang tersedia, lampu Philips memberikan manfaat
penerangan yang lebih baik dan tahan lama. Lampu philips cenderung lebih
unggul dibandingkan merek sejenis pada unsur umur lampu tersebut yang
lebih panjang dan lebih terang yang pada akhirnya perilaku konsumen
sebagai pengguna bola lampu tersebut. Namun, Philips sebelumnya dikenal
sebagai perusahaan yang kolot dan tidak trendi sehingga ingin merubah
image dan memperkenalkan kepada orang banyak bahwa produk mereka
kini memiliki teknologi modern dan berkualitas. Sebelumnya, slogan yang
digunakan Philips adalah Lets make things better, namun pada 2004
Philips memperkenalkan slogan baru kepada konsumen, yaitu "Sense and
Simplicity. Slogan ini dirancang untuk menggambarkan produk yang
mudah digunakan dan indah bentuknya (easy to use and easy in the eyes).
Sumber:
Wikipedia. (2013). Philips, [Link]/wiki/Philips. (Maret, 25).
Philips. (2015). Company Profile|Philips, [Link]/a-w/aboutphilips/company-profile. (Maret, 25)
Elda Primastya, Kadek. (2013). Analisis 4P dan STP Bola Lampu Philips,
[Link]/doc. (Maret, 25)

Anda mungkin juga menyukai