Spesifikasi dan Pemeliharaan Casing
Spesifikasi dan Pemeliharaan Casing
( Pipa Selubung )
CASING
CSING
LAPISAN
PRODUKTIVE
Disusun Oleh :
IR. KASWIR BADU
KATA PENGANTAR
Buku ini memberikan pengertian tentang casing yang digunakan untuk sumur
minyak dan gas bumi.
Pada buku ini dijelaskan tentang spesifikasi casing, nama dan fungsi casing,
perawatan dan pemeliharaan serta pemeriksaan casing, dan perencanaan
rangkaian casing.
Sehingga buku ini dapat merupakan buku pegangan bagi mahasiswa yang
sedang mempelajari teknik pemboran, kursus-kursus, maupun para personil
yang bekerja pada operasi pemboran.
Selain dari itu buku ini dapat merupakan bahan persiapan bagi pekerja
pemboran dan workover untuk menempuh ujian Sertifikasi Tenaga Teknik
Pemboran.
Sebetulnya masalah casing masih banyak yang harus dibicarakan. Karena
keterbatasan waktu penulis baru dapat menyelesaikan sebagian.
Mudah-mudahan Allah Yang Maha Kuasa memberikan waktu dan kesempatan
kepada penulis untuk melanjutkannya dimasa mendatang.
Penulis sangat menyadari bahwa tulisan ini belum sempurna. Untuk itu
penulis mengharapkan kritikan yang membangun dari pembaca. Semoga
tulisan ini bermanfaat bagi pembaca dan bagi diri penulis sendiri.
Cepu, Juli 1985
Hormat dari penulis
ii
PENGUMUMAN
Bersama ini kami khabarkan bahwa telah terbit Buku-buku Teknik Pemboran
sebagai berikut:
1. Teknik Pencegahan Semburan Liar ( Well Control ) Jilid I
2. Teknik Pencegahan Semburan Liar ( Well Control ) Jilid II
3. Teknik Pencegahan Semburan Liar ( Well Control ) Jilid III
4. Teknik Pencegahan Semburan Liar ( Well Control ) Jilid IV
5. Teknik Pencegahan Semburan Liar ( Well Control ) Jilid V
6. Teknik Pencegahan Semburan Liar ( Well Control ) Jilid VI
7. Teknik Pencegahan Semburan Liar ( Well Control ) Latihan Soal-soal dan
Kuncinya
8. Peralatan Pencegahan Semburan Liar ( BOP ) Jilid I
9. Lumpur Pemboran Jilid I
[Link] Pemboran Jilid II
[Link] Pemboran Jilid I
[Link] Pemboran Jilid II
[Link] Pemboran Jilid I
[Link] Pemboran Jilid II
[Link] Teknik Pemboran Jilid I
[Link] Teknik Pemboran Jilid II
[Link] Teknik Pemboran Jilid III
[Link] Jilid I
[Link] Jilid II
[Link] Jilid II
[Link] Jilid I
[Link] Lurus (Straight Hole Drilling) Jilid I
[Link] Berarah (Directional Drilling) Jilid I
[Link] Lumpur (Mud Loss)
[Link] Terjepit (Pipe Sticking)
[Link] Lepas Pantai (Offshore)
[Link] Soal Teknik Pemboran
iii
iv
DAFTAR ISI
Halaman
KATA
PENGANTAR
DAFTAR
ISI
DAFTAR
iv
GAMBAR
vi
DAFTAR
TABEL
vii
I.
PENDAHULUAN
. 1
II.
SPESIFIKASI
CASING
2
2.1.
Diameter
Luar
.
2.2.
Berat
Nominal
.
2.3.
Jenis
Sambungan
.. 6
2.4.
Grade
7
2.5.
Length
Range
..
III.
NAMA
DAN
FUNGSI
CASING
.. 10
3.1.
Conductor
Casing
10
3.2.
Surface
Casing
..
3.3.
Intermediate
11
Casing
13
3.4.
Production
Casing
.
IV.
PEMELIHARAAN
DAN
16
4.1.
Saat
4.2.
PEMERIKSAAN
Transportasi
..
Pemindahan
16
Di
Di
Tempat
Saat
CASING
4.3.
15
Penyimpanan
17
Persiapan
Pemasangan
Casing
.. 18
V.
GAYA-GAYA
YANG
DIDERITA
.
5.1.
CASING
19
Tension
Load
19
5.2.
External
Pressure
5.3.
20
Internal
Pressure
22
v
KEKUATAN
CASING
6.1.
23
Joint
Strength
.. 23
6.2.
Collapse
Resistance
.. 25
6.3.
Internal
Yield
VII.
PERENCANAAN
RANGKAIAN
30
Pressure
29
CASING
7.1
Analisa
Joint
Load
.. 31
7.2.
Analisa
Terhadap
7.3.
Analisa
Terhadap
.
7.4.
Pressure
Internal
Pressure
32
33
Perencanaan
External
Combination
Casing
34
DAFTAR
PUSTAKA
37
vi
DAFTAR GAMBAR
Halaman
Gambar 1
Gambaran
Sebatang
2
Casing
Gambar 2
3
Gambar 3
4
Gambar 4
Lumpur
. 11
Gambar 5
Casing
.. 12
Gambar 6
Gambaran
..
Gambar 7
Saat
Terjadi
13
Tinggi
Gambar 8
:
:
Hole
Completion
15
Peroforated
Gambar 10 :
14
Open
..
Gambar 9
Completion
16
Joint
Load
.
Gambar 11 :
Pressure
Pressure
22
..
Gambar 14 :
21
Internal
..
Gambar 13 :
20
External
..
Gambar 12 :
Kick
Yang
26
Combination
Menggantung
Casing
35
String
vii
DAFTAR TABEL
Halaman
Tabel 1
Joint
8
Tabel 2
8
Tabel 3
Strength
Tabel 4
Collapse
Resistance
.
Tabel 5
25
Konstanta
Koreksi
.
Tabel 6
24
Internal
..
28
Yield
29
Pressure
1
I.
PENDAHULUAN
Untuk menjaga casiang agar mempunyai kekuatan yang tetap atau tidak
banyak perubahan kekuatannya, maka casing harus dirawat sedemikian
rupa, baik waktu menaik turunkan pada kendaraan pengangkut maupun
selama perjalanan di atas kendaraan pengangkut.
Ditempat penyimpanan casing juga harus ditata dengan rapi dan dijaga agar
tidak terbentur dengan benda keras.
Di dalam lubang gsing menderita gaya-gaya yang dapat menyebabkan
casing gagal menjalankan fungsinya. Oleh sebab itu casing yang dipasang
harus direncanakan
2
sedemikian rupa agar casiang tidak rusak. Selain dari itu perencanaan casing
harus pula memikirkan prinsip ekonomis, mengingat harga casing sangat
mahal.
II.
SPESIFIKASI CASING
Casing atau pipa selubung terbuat dari besi baja, yang umumnya mempunyai
berat jenis 65,5 ppg, yang dipakai untuk menyelubungi casinag.
Satu batang casing terdiri dari:
-
Thread (ulir)
L
COUPLING
PIN
BODY
BOX
3
Spesifikasi dari casing adalah sebagai berikut:
a. Diameter luar
b. Berat Nominal
c. Sambungan
d. Grade
e. Length Range
2.1. Diameter Luar
Diameter luar atau cut side diameter (OD) harus disebutkan untuk suatu
casing. Parameter lain yang sangat erat hubungannya dengan diameter luar
adalah diameter dalam atau inside diameter (ID) dan tebal casing (t).
Hubungan antar OD dan t adalah sebagai berikut:
OD = ID = 2 t
(1)
Gambaran diameter luar dalam dan tebal casing dapat dilihat dari gambar 2.
OD
ID
4
Selain dari itu dinyatakan juga diameter coupling dari drift diameter.
Diameter coupling berhubungan dengan diameter lubang sumur yang akan
dipasang casing, dan clearance. Clearance adalah jarak antar dinding sumur
dengan coupling.
Secara matematis dinyatakan bahwa :
dh = dc + 2a .. (2)
Di mana :
dh
diameter lubang
dc
diameter coupling
clearance
COUPLING
a
ID
dh
5
Drift diameter adalah diameter maksimum suatu benda yang dapat
dimasukkan ke dalam casing. Ini ada yang menyebutnya ukuran sablon.
Parameter ini berguna untuk pertimbangan diameter bit untuk pemboran
selanjutnya setelah casing terpasang. Karena untuk membor selanjutnya bit
atau mata bor masuk ke dalam casing yang sudah terpasang tersebut. Begitu
juga kalau ke dalam casing harus diturunkan peralatan-peralatan untuk
workover (kerja ulang) dikemudian hari. Diameter peralatan yang diturunkan
itu harus disesuaikan dengan drift diameter casing yang sudah terpasang.
Diameter benda yang akan dimasukkan harus lebih kecil dari drift diameter
casing yang terpasang.
2.2. Berat Nominal
Berat Nominal dari pipa selubung merupakan berat rata-rata badan dan
coupling per satu satuan panjang.
Satuan yang sering digunakan adalah lbs per foot (lbs/ft) atau kg per meter
(kg/m). Sehingga berat nominal dikatakan juga pounder. Kegunaan dari berat
nominal ini adalah untuk menghitung berat rangkaian casing.
Berat casing dapat kita hitung dengan rumus :
W = BN X L . (3)
Dimana:
W
berat casing, lb
BN
panjang casing, ft
BJ
7
2.3.1. Round Thread and Coupling
Sambungan ini merupakan thread ( ulir ) dan coupling. Jenis sambungan ini
mempunyai delapan sampai sepuluh ulir per inch. Bentuk ulir seperti huruf
V.
Ada dua macam jenis sambungan round thread and coupling ini, yaitu:
-
Long Thread and Coupling mempunyai kekuatan tarikan yang lebih besar dari
Short Thread and Coupling.
2.3.2. Buttress Thread and Coupling
Jenis sambungan ini mempunyai lima ulir per inch dan ulirnya berbentuk
trapesium.
Kalau dibandingkan dengan round thread and coupling, buttress thread and
coupling lebih kuat.
2.3.3. Extreme Line Casing
Jenis sambungan ini mempunyai ulir yang menyatu dengan body casing,
ulirnya berbentuk trapesium, dan jenis sambungan ini mempunyai lima ulir
per inch.
2.4 Grade
Grade casing menyatakan mutu bahan pembuat casing itu. Grade casing
yang diberi standard oleh API (American Petroleum Institute) adalah sebagai
berikut:
Angka yang dinyatakan oleh setiap grade menunjukkan harga yield strength
minimum dari bahan casing:
8
Tabel 1 Grade dan Minimum Yield Strength
Grade
F 25
H - 40
J 55
N 80
P 110
Dari segi mutu dan harganya dan urutan di atas, grade yang terbaik adalah P
110.
II.5.
Length Range
Interval panjang, ft
16 25
25 34
Lebih dari 34
Grade J-55.
Contoh soal:
Berapakah tebal casing 9 5/8 OD, 9.083ID?
Penyelesaian
Dari rumus 1,
ID = OD 2t
Jadi
OD - ID
t=
--------2
t=
9 5/8 9.083
----------------2
0.271 in
Contoh soal.
Casing 9 5/8 OD, 9.083 ID, diameter coupling 9.7 inch, berada dalam
lubang dengan clearance 1 inch. Berapakah diameter lubang?
Penyelesaian.
Dari rumus 2,
Dh = Dc + 2a
9.7 + 2 (1)
= 11.7 in
10
III.
conductor casing
surface casing
intermediate casing
production casing.
kita
ketahui
dalam
membor
digunakan
lumpur
yang
11
COMPUTER
CASING
SUMUR
PENDUDUK
FORMASI YANG
MUDAH RUNTUH
SEMEN
FORMASI
AIR TAWAR
12
CONDACTOR
CASING
SEMEN
semen
FORMASI
BERTEKANAN
TINGGI
SURFACE
CASING
13
BOP STACK
CONDACTOR
CASING
SEMEN
semen
SURFACE
CASING
FORMASI BERTEKANAN
TINGGI
yang
berfungsi
untuk
menutup
formasi-formasi
yang
akan
14
Gambaran intermediate casing menutup formasi bertekanan tinggi dapat
dilihat pada gambar 7.
CONDUCTOR
CASING
SEMEN
SURFACE
CASING
FORMASI BERTEKANAN
TINGGI
INTERMADIATE
CASING
CASING
15
untuk
diproduksikan,
maka
dipasang
casing.
Casing
ini
dinding lubang
casing
semen
tubing
PACKER
LAPISAN PRODUKTIF
DINDING LUBANG
SEMEN
PRODUCTION CASING
TUBING
PACKER
LUBANG PERFORASI
LAPISAN
PRODUKTIF
Metal protector
Plastic protector
Rubber protector
Casing yang akan dipasang atau yang akan diturunkan ke dalam lubang
harus diperiksa terlebih dahulu, yaitu:
a.
b.
Casing harus tidak ada yang rusak pada body (badan casing)
maupun couplingnya.
Diperiksa apakah ada yang kena benturan barang yang keras
atau tidak.
c.
Apakah casing cukup lurus, dan juga apakah tidak ada yang
collapse.
d.
e.
f.
Persiapan
peralatan
penyemenan
yang
akan
diturunkan
g.
Casing shoe
Casing Collar
Scratcher
Centralizer
Hydraulic hose
Power Unit
Torque gauge
Sleep.
19
V.
tension load
external pressure
internal pressure
blaxial stress
Panjang casing, ft
BN
Gambaran joint load yang diderita casing dapat dilihat pada gambar 10.
BN
20
JL
21
Karena external pressure dianggap adalah tekanan hydrostatik dibelakang
casing, maka casing yang paling menderita adalah casing yang berada di
dasar lubang.
Gambaran external pressure yang diderita oleh casing dapat dilihat pada
gambar 11.
External pressure yang diderita casing dapat ditentukan dengan persamaan
sebagai berikut:
P
ext
0.052
BJ
(5-2)
Di mana:
P ext :
Panjang casing, ft
BJ
Contoh.
Casing 7OD 23lb/ft dipasang sampai 3000 ft. Berat jenis lumpur didalam
lubang adalah 10 ppg. Berapakah external pressure terbesar yang dirasakan
casing?
LUMPU
R
BJ
D
CASING
DINDING
LUBANG
Pext
GB 11 EXTERNAL PRESSURE
22
Penyelesaian
External pressure terbesar yang dirasakan casing,
P ext =
0.052 x L x BJ
0.052 x 3000 x 10
1560 psi
casing
internal pressure
Tekanan, psi
KEKUATAN CASING
Joint strength
Collapse resistance
casing putus
casing collapse
casing bursting
diameter luar
berat nominal
jenis sambungan
grade
24
Joint strength dari beberapa buah casing untuk Round thread and coupling,
dapat dilihat pada tabel 3.
Tabel 3
Joint Strength
OD
BN
Inch
Lb / ft
17.00
20.00
23.00
26.00
29.00
32.00
35.00
38.00
23.90
32.30
36.00
40.00
43.50
47.00
53.30
9 5/8
F 25
S
118
H - 40
S
160
191
J 55
N 80
110
L
254
300
345
344
395
400
460
520
578
635
688
602
681
756
831
900
442
477
462
521
606
670
727
841
875
952
1100
185
279
318
Contoh
Berapakah harga joint strength casing 7OD, 26 lb/ft, J-55, LT & C?
Penyelesaian
Dari tabel 3, Joint strength casing 7OD, 26 lb/ft, J-55, LT&C adalah 395000 lb.
Kalau Joint strength lebih kecil dari Joint Load, maka casing akan putus.
25
6.2. Collapse Resistance
Collapse resistance casing tergantung kepada:
-
diameter luar
berat nominal
grade
Collapse resistance dari casing 7OD, 9 5/8OD, dapat dilihat pada tabel 4.
Tabel 4. Collapse resistance
OD
BN
P 110
Inch
7
lb/ft
17.00
20.00
23.00
26.00
29.00
32.00
35.00
38.00
23.90
32.30
36.00
40.00
43.50
47.00
53.30
9 5/8
1100
1370
11920
2500
3290
4060
4300
5320
6370
7400
8420
9080
7220
9220
10700
12180
13130
3530
4280
4900
6110
4760
6120
8830
860
1320
1710
2220
2770
26
Contoh
Berapakah harga collapse resistance casing 7OD, 26 lb/ft, J-55?
Penyelesaian
Dari tabel 4,collapse resistance casing 7OD, 26 lb/ft, J-55 adalah 4060 psi.
Kalau collapse resistance casing lebih kecil dari external pressure, maka
casing akan collapse.
Collapse
resistance
casing
akan
berkurang
harganya,
apabila
casing
Pcc
BN
L
GB. 13
Collapse
resistance
casing
yang
dikoreksi
oleh
beban
casing
yang
menggantung pada titik yang kita amati dapat dicari dengan persamaan
sebagai berikut:
Pc
Pcc = -------------
( K - 3W ) W } .. (5 3)
K
Dimana:
Pc
Pcc
psi
casing yang
menggantung pada titik yang kita amati, psi
dapat
dilihat pada tabel 5, lbs
W
amati, lbs.
Contoh soal:
a. Berapakah harga konstanta koreksi pada tabel & untuk casing 7OD, 26
lb/ft, N-80?
b. Casing 7OD, 26lb/ft, N-80, 9000 ft. Berapakah collapse resistance casing
yang dikoreksi pada kedalaman 3000 ft?
28
Tabel 5.
OD
in
7
9 5/8
Konstanta Koreksi ( K )
BN
lb / ft
17.00
20.00
23.00
26.00
29.00
32.00
35.00
38.00
32.30
H-40
491
575
913
1132
1283
1436
1584
1729
1863
1857
2078
2292
2503
2696
36.00
40.00
43.50
47.00
53.50
1025
1333
1489
1947
2135
2307
2643
3090
3339
3825
Penyelesaian
a. Harga konstanta koreksi pada tabel 5 untuk casing 7OD, 26lb/ft, N-80
adalah 1283000 lb.
b. Casing 7od, 26lb/ft, N80, 9000 ft. Pada kedalaman 3000 ft, casing yang
menggantung adalah sepanjang 6000 ft.
Berat casing yang menggantung,
W = 6000 ft x 26 lb/ft = 156000 lb.
Collapse resistance casing 7OD, 26lb/ft. N-80 yang dicari dari tabel 4 adalah
5320 psi.
Collapse resistance casing yang dikoreksi pada kedalaman 3000 ft adalah:
29
5320
Pcc
----------- {
1283000
=
4553 psi
----------------------------
(5-3)
OD/t
Dimana
OD
tebal, inch
Ym
BN
lb/ft
17.00
20.00
23.00
26.00
29.00
32.00
35.00
38.00
9 5/8
29.30
32.30
36.00
40.00
43.50
47.00
53.50
F-25
1440
P-110
9960
11220
1260
14850
1280
2270
2560
3520
3950
5720
6330
6870
7930
8700
9440
10900
Contoh
Berapakah internal yield casing 9 5/8OD, 40 lb/ft, N-80?
Penyelesaian
Internal yield casing 9 5/8OD, 40 lb/ft, N-80 adalah 5270 psi
Bila internal Yield Pressure casing lebih kecil dari internal pressure yang
dideritanya maka casing akan pecah (bursting).
VII.
prinsip teknis
prinsip ekonomis
Prinsip teknis adalah casing direncanakan agar dia tidak rusak selama
pemasangan casing maupun selama umur sumur. Jadi casing yang dipasang
tidak akan:
-
putus
collapse
pecah.
31
Jadi dalam perencanaan casing-casing yang dipasang tidak akan rusak dan
harus semurah mungkin, mengingat casing merupakan barang yang mahal.
Untuk itu harus dianalisa mengenai:
-
joint load
external pressure
internal pressure
(7-2)
1,6s/d 2.0
Contoh soal
Periksa menurut analisa tension load casing 7OD, 26lb/ft
(7-4)
Penyelesaian
a.
Pc min = 0.052 x L x BJ x Nc
= 0.052 x 8100 x 10.5 x 1.1
= 4864.86 psi
Pilih casing pada tabel 4, yang mempunyai harga collapse resistance yang
lebih besar sedikit dari 4864.86 psi. Ternyata dipilih casing 7OD, 26 lb/ft, N80.
33
c. Joint strength dari casing yang dipilih adalah 460000 lb. Joint strength
minimum yang harus dipunyai adalah:
Fj min = JL x Nj
= 8100 ft x 26 lb/ft x 2
= 421200 lb
Ternyata Fj masih lebih besar dari Fj min, sehingga casing yang dipilih
dapat dipasang sampai ke permukaan.
7.3 Analisa Terhadap Internal Pressure
Agar casing tidak bursting atau pecah, maka dipilih casing yang mempunyai
internal yield pressure lebih besar dari internal pressure.
Secara matematis dinyatakan casing yang dipilih harus mempunyai:
Pi > P int . (7-1)
Dimana :
Pi : internal yield pressure, psi
Atau casing yang dipilih harus mempunyai internal yield pressure minimum.
Pi min = Pint x Ni . (7-6)
Dimana Ni
berkisar 1.0
s/d 1.125
Soal:
Casing 7OD direncakan dipasang sampai 9000 ft. Ni = 1.0
Pada
kedalaman
10000
ft
terdapat
formasi
bertekanan
tinggi
yang
Gambaran dari combination casing string dapat dilihat pada gambar 14.
Combination casing dapat direncanakan secara:
-
Grafis
Section II
Ls
II
LI
Section I
Ls
= LS1 LS2
LI
= panjang section I
LS1
LS2
Dimana:
36
Setting depth section II dapat dicari sebagai berikut:
Pc II
* LS II = -------------------0.052 x BJ x Nc
* W I = ( LS1 LS2) x BN1
Pc II
* Pcc II = ---------------- {
( (K II) - 3 ( W I) ) - W I}
K II
Pcc II
* LS II = ----------------0.052 x BJ X Nc
*Teruskan mencari W I dan Pcc II seperti diatas. Hal ini dilakukan secara
berulang-ulang sampai didapat harga Pcc II yang sama.
e. Tentukan panjang section II.
Caranya sama dengan langkah d. Akan tetapi dasarnya tentu setelah
dipilih casing section III, yang lebih lemah dari section II.
37
DAFTAR PUSTAKA
1. Allen, T.O.; Robert A.P. ;
Production Operation< OGCI, Tulsa
2. Bambang, T:
Teknik Pemboran I & II, Patra, Teknik Perminyakan ITB, Bandung, 1978
3. Brantly, J.E. :
Rotary Drilling, Hand Book, Palmer Publ., New York, 1961
4. Kaswir Badu :
Pipa Selubung, PPT MIGAS, Cepu, 1991
5. Kaswir Badu :
Teknik Penyemenan, PPT MIGAS, Cepu, 1991
6. Neal J. Adams :
Drilling Engineering, A Complete Well Planning Approach, PennWell
Books,
Tulsa Oklahoma, 1985