Model-model implementasi kurikulum secara konseptual menurut Miller & Seller
dapat disebutkan sebagai berikut: Concer-Based Adoption Models (CBAM),
The
Inovations
Independence
Profile
(TORI)
Models,
dan
Model. Ketiga
Trust
model
Opening
tersebut,
Realization
berkaitan
dengan
pandangan bahwa implementasi kurikulum pada dasarnya mengandung sesuatu
yang baru atau memiliki dimensi inovasi, terutama dibandingkan dengan kurikulum
yang pernah ada. Lebih jelasnya akan dijelaskan berikut ini:
Concer-Based Adoption Model dikembangkan oleh Hall dan Loucks pada tahun
1978. Model implementasi kurikulum ini mengidentifikasi berbagai tingkatan
perhatian guru terhadap suatu pembaharuan dan bagaimana guru mengadakan
pembaharuan di dalam kelas. Walaupun bersifat deskriptif, tetapi model ini dapat
membantu pengembang kurikulum dan para guru mengembangkan strategi-strategi
implementasi. Model ini disebut juga transaction models.
The Inovations Profile Model dikembangkan oleh Leithwood pada tahun 1982,
yang juga berfokus pada guru. Model implementasi kurikulum ini, memungkinkan
para guru dan pengembang kurikulum untuk mengembangkan suatu gambaran
(profile), hambatan-hambatan dalam melakukan perubahan, serta berupaya untuk
mengatasi hambatan tersebut. Model Leithwood ini tidak hanya bersifat deskriptif,
tetapi juga memberikan strategi-strategi bagi guru untuk mengatasi hambatanhambatan dalam implementasi. Kedua model di atas dapat digunakan dalam
implementasi program yang memiliki orientasi beragam, serta kedua model ini
paling sering digunakan dalam orientasi kurikulum transaksional (transaction
curriculum).
Trust Opening Realization Independence (TORI) Model dikembangkan oleh
Gobb
pada
tahun
1978,
yang
didasarkan
kepada
orientasi
kurikulum
transformasional (transformation curriculum). Model implementasi kurikulum
ini memfokuskan pada perubahan pribadi dan sosial. Model TORI ini memberikan
suatu skala yang membantu para guru mengidentifikasi seberapa besar lingkungan
sekolah dapat menerima dan mengimplementasikan suatu inovasi (termasuk dalam
implementasi kurikulum); serta memberikan panduan untuk memudahkan
implementasi perubahan.
Senada dengan hal tersebut Ornstain dalam Hasan mengemukakan bahwa terdapat
beberapa model implementasi kurikulum, yaitu:
Overcoming Resistance to Change Model (Model ORC). Model implementasi
kurikulum ini, didasarkan pada asumsi yaitu sukses atau gagalnya usaha perubahan
secara organisasi yang direncanakan. Implementasi inovasi di sekolah dan lembaga
pendidikan, dapat dikelompokan menjadi empat tahap : (a) Unrellated Concern:
pada level ini guru tidak merasakan hubungan antar mereka disarankan perubahan.
(b) Personal Concern: pada tahap ini reaksi individual; pada inovasi berkaitan
dengan
situasi
personal.
Berkonsentrasi
pada
bagaimana
program
baru
dibandingkan dengan program yang sedang berjalan, khususnya pada apa yang dia
lakukan. (c)Task-Related Concern: berkaitan dengan manfaat aktual inovasi kelas.
(4) Impact-Relatde Concern: ketika reaksi pada tahap ini, guru lebih berpusat
pada bagaimana inovasi bisa mempengaruhi lainnya dalam hal ini organisasi
keseluruhan. Guru tertarik dalam hal bagaimana program baru dapat memengaruhi
siswa, lembaga dan masyarakat.
Organization Divelopment Model (OD) merupakan pengembangan organisasi
digunakan untuk memberi makna pendekatan yang lebih khusus untuk membawa
perubahan dan perbaikan dalam suatu organisasi. Model OD memandang proses
implementasi sebagai proses interaktif yang terjadi. Tugas dari implementasi tidak
pernah berakhir dimana selalu ada ide baru untuk membawa program baru, material
baru dan metode yang diharapkan untuk muncul.
Educational
parts,
ini,memandang
unit,
implementasi
and
loop. Model
dari
sudut
implementasi
keorganisasian,
kurikulum
organisasi
bisa
menciptakan kondisi-kondisi yang secara signifikan memengaruhi individu dalam
menerima inovasi dan cara mereka dilibatkan dalam pengimplementasiannya.
Program baru yang sedang diimplementasikan di sekolah memberikan kesempatan
bagi semua pihak terkait seperti peserta didik, guru, ketua, dan kepala sekolah.
Bagaimanapun, implementasi sukses akan membutuhkan energi, waktu dan
kesabaran.
Educational Change Model. Model implementasi kurikulum ini, memandang
bahwa efektivitas dalam memanfaatkan implementasi tergantung seberapa baik
orang menyerap keseluruhan konsep implementasi. Setiap orang yang ingin
menerapkan kurikulum yang baru perlu memahami karakteristik perubahan perlu
dipertimbangkan.
Model-model implementasi kurikulum tersebut, menawarkan berbagai macam
model implementasi yang dikembangkan oleh guru. Model ORC misalnya
menekankan pentingnya manajemen guru dan pemimpin. Model OD menekankan
adanya perubahan dan perbaikan dalam suatu organisasi.
Referensi Makalah
Kepustakaan:
Posner George J, Analyzing the Curriculum (New York: McGraw Hill, 1992).
Oemar Hamalik,Implementasi Kurikulum (Bandung: Yayasan al-Madani Terpadu
2007). . M. Sadirman,Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar (Jakarta:
Rajawali Press, 1998).