BAB XII.
SPESIFIKASI TEKNIS
SPESIFIKASI TEHNIS FINISHING ARSITEKTUR
PERENCANAAN PEMBANGUNAN MASJID
KAMPUS IV UNIVERSITAS AHMAD DAHLAN (UAD)
TAHUN ANGGARAN 2013
Pemberi Tugas
Proyek
Lokasi
Bangunan
Tahun Anggaran
: Universitas Ahmad Dahlan (UAD)
: Pembangunan Kampus IV UAD
: Ring Road Selatan Tamanan - Bantul
: Masjid
: 2013
FINISHING ARSITEKTUR
Pekerjaan &
Lokasi
Lantai
Lantai.1
Hall &
[Link]
Center
Homogeneous tile
800X800 (Polished)
Parquet kayu jati solid
80X200X15
Bahan Parquet kayu jati bebas mata.
dipasang memakai Lem kayu, Finishing
PU UPL (Anti gores)
Keramik tile 333X333
Matt
Type KW1, SNI, sekwalitas Roman.
dipasang
memakai spesi+Bonding
agent (Adhesive pasta) lem keramik,
Lemkra, AM,MU dan sejenis.
Stage
Toilet
Tangga
Ramp
Bahan Finishing
Homogeneous tile
300X800mm + step
nozing 60x800mm
(Unpolished)
Keramik 400x400
(unpolished rocktile)
Floor Hardener
Halaman Parkir
Bawah podium
Minaret
Lantai.2
Podium,
Tangga Podium
Floor Hardener
Granit Bakar, Rumput
Granit 1200x1200
Keterangan
Type KW1, SNI, sekwalitas Indogress,
Granito.
dipasang
memakai
spesi+Bonding agent (Adhesive pasta)
lem keramik, Lemkra, AM,MU dan
sejenis.
Type KW1, SNI, sekwalitas Indogress,
Granito.
dipasang
memakai
spesi+Bonding agent (Adhesive pasta)
lem keramik, Lemkra, AM,MU dan
sejenis.
Type KW1, SNI, sekwalitas Roman.
dipasang
memakai spesi+Bonding
agent (Adhesive pasta) lem keramik,
Lemkra, AM,MU dan sejenis.
Screed beton finishing trowel Floor
hardener Epoxy resin
Screed beton finishing trowel Floor
hardener Epoxy resin
Type KW1, SNI, ex Import, sebelum
pemasangan lantai Permukaan Granit
bagian belakang dilapisi resin sampai
merata, spesie yang digunakan sejenis
semen instant (Adhesive pasta) lem
keramik, Lemkra, AM, MU dan sejenis.
Lantai.2
Hall & Locker
Masjid/[Link]
Granit 1200x1200
Granit 600x1200mm +
200x600mm
Type KW1, SNI, ex Import, sebelum
pemasangan lantai Permukaan Granit
bagian belakang dilapisi resin sampai
merata, spesie yang digunakan sejenis
semen instant (Adhesive pasta) lem
keramik, Lemkra, AM, MU dan sejenis.
Type KW1, SNI, ex Import, sebelum
pemasangan lantai Permukaan Granit
bagian belakang dilapisi resin sampai
merata, spesie yang digunakan sejenis
semen instant (Adhesive pasta) lem
keramik, Lemkra, AM, MU dan sejenis.
Type
KW1,
SNI,
sekwalitas
Roman.
dipasang memakai spesi+Bonding agent
(Adhesive pasta) lem keramik, Lemkra,
AM,MU dan sejenis.
Mihrab &
Ruang alat
Granit 1200x1200
Toilet
Keramik tile 333X333
Matt
Tangga Hall
Granite tile Bakar+
step nozing
300X1200mm
Lantai.3
Hall Masjid &
Locker
Masjid/[Link]
Granit 1200x1200
Granit 600x1200mm +
200x600mm
Type KW1, SNI, ex Import, sebelum
pemasangan lantai Permukaan Granit
bagian belakang dilapisi resin sampai
merata, spesie yang digunakan sejenis
semen instant (Adhesive pasta) lem
keramik, Lemkra, AM, MU dan sejenis
Type KW1, SNI, ex Import, sebelum
pemasangan lantai Permukaan Granit
bagian belakang dilapisi resin sampai
merata, spesie yang digunakan sejenis
semen instant (Adhesive pasta) lem
keramik, Lemkra, AM, MU dan sejenis.
Type KW1, SNI, ex Import, sebelum
pemasangan lantai Permukaan Granit
bagian belakang dilapisi resin sampai
merata, spesie yang digunakan sejenis
semen instant (Adhesive pasta) lem
keramik, Lemkra, AM, MU dan sejenis.
Type KW1, SNI, ex Import, sebelum
pemasangan lantai Permukaan Granit
bagian belakang dilapisi resin sampai
merata, spesie yang digunakan sejenis
semen instant (Adhesive pasta) lem
keramik, Lemkra, AM, MU dan sejenis.
Type
KW1,
SNI,
sekwalitas
Roman.
dipasang memakai spesi+Bonding agent
(Adhesive pasta) lem keramik, Lemkra,
AM,MU dan sejenis.
Toilet
Keramik tile 333X333
Matt
Tangga darurat
Keramik tile
300X300Matt
Type
KW1,
SNI,
sekwalitas
Roman.
dipasang memakai spesi+Bonding agent
(Adhesive pasta) lem keramik, Lemkra,
AM,MU dan sejenis.
Pekerjaan
&
Bahan Finishing
Lokasi
Dinding (Wall)
Lantai.1
Hall, [Link]
bata lapis
Center & Stage Dinding
perporate gypsum
+cat acrylic
Perpustakaan
Tempered glass 10 mm
[Link]
Tempered glass 10 mm
Panasap glass warna
hijau
tebal=10 mm
[Link]
[Link]
Kantor
Toilet
Clearglass frameless
t=10 mm
Granit alam
acoustic panel
Panasap Glass hijau
t=10mm
Bata kedap air
(trasram) lapis keramik
333mm x 500mm
Sunblasting glass
cubical system
tebal=10 mm
Tangga
Granit alam
Panasap glass warna
hijau tebal=10 mm
Beton + cat acrylic
Bata + plester aci +
cat
Bata + plester aci +
cat
Granit alam pasang
kering
Lantai.2
Podium &
gerbang
Faade
samping
kanan+kiri
Masjid &
Mihrab
Jendela
Ruang alat
Toilet
Granit pasang
kering
Kerawang
aluminium cor
kedalaman krawang
20cm
Granit alam
Panasap glass
warna hijau
tebal=10 mm
Bata kedap air
(trasram) lapis
keramik 333mm x
500mm (roman
w50592 canossa
Type KW1, SNI, ex Import,
lapisan dinding digunakan
sistim pemasangan kering,
Sebelum pekerjaan dimulai
kontraktor diharuskan
membuat shop drawing
Motif kerawang bahan cor
aluminium diberi rangka besi
hollow 100X100 t=2,3mm
Type KW1, SNI, ex Import,
lapisan dinding digunakan
sistim pemasangan kering,
Sebelum pekerjaan dimulai
kontraktor diharuskan
membuat shop drawing
dark beige) & list
keramik 75 x
333mm (roman
listello himalaya
brown), h =
1575mm
Sunblasting glass
cubical system
tebal=10 mm
Bata + plester aci +
cat acrylic
Tangga
Granit alam pasang
kering
Panasap glass
warna hijau
tebal=10 mm
Lantai.3
Hall & Locker
Beton + cat acrylic
Bata + plester aci +
cat acrylic
Granit
Panasap glass
warna hijau
tebal=10 mm
Masjid/[Link]
t
Granit
Kerawang bahan
aluminium cor
kedalaman krawang
20cm
Sunblasting glass
cubical system
tebal=10 mm
Toilet
keramik 333mm x
500mm (roman
w50592 canossa
dark beige) & list
keramik 75 x
333mm (roman
listello himalaya
brown), h =
1575mm
Beton + cat acrylic
Tangga
Pekerjaan &
Lokasi
Plafond
(LangitLangit)
Bahan Finishing
Wood
panel
perforated
Gypsum t=9mm+ list
profil
Kalsiboard, t=6mm
Beton ekspos dilapisi
cat acrylic
Keterangan
Atap
Penutup Atap
Dak
beton+Waterproofing
Kaca
2x5mm
Kubah masjid
Penutup
metal
Atap
Kusen
Kaca
Kusen
Jendela
dan
laminated
Rangka pipa galvanis
4:
- Besi
hollow
galvanise
15x35
mm
- Plat
zincalum
tebal
0.5
mm,
Finishing powder
coating
gold
colour
/warna
emas
-Zincalum coated AZ 100 0,4mm
TCT
Metal roof zincalum -Polyurethene 30 mm (38-40
warna
powder kg/m3)
coating, t=0,4mm
- Lapis Rock wool (80kg/m3)
Boltless
seaming -Aluminium foil dobel
system /Klip lock
- Jaring kawat galvanis (wire
mesh M4 150mm)
Kusen
Aluminium
Pintu warna
Powder coating
Accessories
Handle & pengunci
Patch fitting, engsel
pintu type floor hinge
Engsel
bouven
jendela
&
Door
closer
dan
engsel pintu toilet
Hand Railling
Stainless steel
\
Closet duduk
Closet jongkok
Sekualitas TOTO C 704 L/ SW
784 JP
TOTO CE 9
TOTO CE 6
Urinoir
TOTO UW 447 JT1M TX500U
Wastafel
TOTO LW961CJ
Shower
TOTO TX488S
SHOWER FITTING :
TOTO TX405SD
Single faucet
TOTO T2BQ13N
Paper holder
TOTO TX720ACRB
Jet washer
TOTO THX20NBPIV
Floor drain
TOTO TX1BV1
AUSTINDO SMARTDRAIN 80MM
OUTLET 15 MM COVER
Kitchen faucet
TOTO TX603KCS
Sink
ROYAL KITCHEN SINK CLAUDIA
SB 88
P=79,5 CM , L=50,5 CM
Cermin
CERMIN L= 100 CM
P= LIHAT GAMBAR
Shop holder
TOTO S156N
Grab bar
Grab bar for difable
BAB II
PEKERJAAN SIPIL
PASAL 1.
PEMBERSIHAN LAPANGAN
1.
Lingkup Pekerjaan
a.
Pekerjaan ini meliputi penebangan pohon hingga
bersih sampai ke akar-akarnya, pembersihan semak-semak,
pekerjaan tanah / pengupasan tanah lapisan atas (tanah
humus), berikut penyediaan tenaga, bahan-bahan dan peralatan
yang memadai sehingga dapat dicapai hasil yang memuaskan.
b. Apabila dalam pekerjaan persiapan ini terdapat kerusakan milik
pemberi tugas, maka pemborong bertanggungjawab mengganti
kerugian yang ditimbulkannya.
2.
Pekerjaan Pembersihan tanama/pohon
a. Pemborong wajib meninjau lokasi site, dan pohon yang tumbuh
di lokasi site dan mengganggu dalam setting-out agar ditebang
dan dibersihkan sampai ke akar-akarnya, hingga tidak ada yang
tersisa dan masih terpendam di dalam tanah.
b. Jika dalam penebangan pohon tersebut diperlukan peralatan
khusus, maka pemborong perlu menyediakan peralatan
tersebut.
c. Pohon yang tumbuhnya tidak berada pada lokasi/denah
bangunan agar tetap dibiarkan tumbuh/dipertahankan apa
adanya, sepanjang tidak mengganggu kegiatan.
3.
Pengupasan Tanah Lapisan Atas
1. Pekerjaan tanah meliputi penggalian dan pemindahan dari tanah
bagian permukaan, tanah liat, tumbuh-tumbuhan dan semua
benda-benda yang tidak diperlukan.
2. Penggalian
sampai
pada
permukaan-permukaan
yang
dikehendaki sesuai dengan yang tertera pada gambar-gambar
kerja.
3. Pengurugan dengan bahan-bahan yang telah disetujui sampai
kepada ketinggian yang direncanakan.
4. Tanah lapisan atas / lapisan tanah rabuk adalah bagian lapisan
dari tanah pada permukaan yang ada yang terdiri atau ditandai
oleh akar-akar tanaman, atau organisme lainnya yang mana
menurut pendapat Pengawasdapat mengakibatkan gangguan
pada stabilitas konstruksi yang akan dilaksanakan, harus
dibuang sedalam rata-rata 20 cm dan harus diurug sebagai
lapisan permukaan.
5. Bilamana ditemukan lapisan tanah rabuk lebih dari 20 cm maka
penggalian harus sedalam lapisan tersebut, dan kemudian
dilaksanakan pengurugannya sebagai lapisan permukaan,
dengan ketentuan dari Menejemen Konstruksi, dan biaya akibat
kelebihan penggalian ini merupakan tanggungan Pemborong
dan bukan termasuk dalam pekerjaan tambah.
6. Sesudah pembersihan site, permukaan tanah, tanah liat,
tanaman-tanaman lainnya, maka dapat dimulai pekerjaan
galian.
7. Tanah rabuk yang tidak berguna harus disingkirkan dan diangkut
keluar dari halaman. Penyingkiran dan pengangkutan di atas
merupakan tanggung jawab Pemborong.
8. Setiap biaya yang diakibatkan oleh pekerjaan di atas ini harus
dimasukkan harga borongan.
4.
Pemagaran Proyek
Kontraktor wajib membuat pagar keliling dari seng yang masih
baru, dengan kerangka kayu, dicat dengan warna yang ditentukan
kemudian. Biaya pembuatan pagar ini menjadi tanggungan
Kontraktor.
PASAL 2.
PENGUKURAN, PEMASANGAN BOUWPLANK DAN PENENTUAN
PEIL
1. Letak tugu patok dasar ditentukan oleh Pengawasbersama dengan
Perencana.
2. Tugu patok dasar dibuat dari beton bertulang, berpenampang 20 x
20 cm2, tertancap kuat ke dalam tanah sedalam 1 m dengan
bagian yang muncul di atas muka tanah secukupnya untuk
memudahkan pengukuran selanjutnya, tugu dibuat permanen,
tidak bisa dirubah, diberi tanda yang jelas dan dijaga keutuhannya
sampai ada instruksi tertulis dari Pengawasuntuk membongkarnya.
3. Papan untuk bouwplank adalah kayu meranti ukuran 2/20 diserut
halus bagian atas, dipasang 100 cm dari tepi bangunan.
4. Papan bouwplank dipasang pada patok yang kuat, tertancap di tanah
sehingga tidak bisa digerak-gerakkan atau dirubah.
5. Tinggi sisi atas papan patok ukur harus sama satu sama yang lain,
kecuali dikehendaki lain oleh Manajer Konstruksi
6. Setelah selesai pemasangan papan ukur, Pemborong harus
melaporkan kepada Pengawasuntuk dimintakan persetujuannya,
serta harus menjaga dan memelihara keutuhan serta ketetapan
letak papan patok ukur sampai tidak diperlukan lagi dan dibongkar
atas persetujuan Konsultan Pengawas.
7. Pemborong bertanggung jawab atas ketepatan serta kebenaran
persiapan bouwplank/setting out pekerjaan sesuai dengan referensi
ketinggian dan benchmarks yang diberikan Pengawas secara
tertulis, serta bertanggung jawab atas level, posisi, dimensi serta
kelurusan seluruh bagian pekerjaan serta pengadaan peralatan,
tenaga kerja yang perlu untuk itu.
8. Bilamana suatu waktu dalam proses pembangunan ternyata ada
kesalahan dalam hal tersebut di atas, merupakan tanggung jawab
Pemborong serta wajib memperbaiki kesalahan tersebut dan
akibat-akibatnya, kecuali bila kesalahan tersebut disebabkan
referensi tertulis dari Konsultan Pengawas.
9. Pengecekan setting-out atau lainnya oleh Manajer Konstruksi atau
wakilnya tidak menyebabkan tanggung jawab Pemborong menjadi
berkurang. Pemborong wajib melindungi semua bench-marks dll.
hal yang perlu pada setting out pekerjaan ini.
10. Sebelum memulai pekerjaan galian Pemborong harus memastikan
peil-peil dari halaman dengan baik, seteliti mungkin sesuai dengan
titik-titik atau garis-garis contour yang ditentukan di dalam gambar
kerja.
11. Bila ditemukan hal-hal yang menyangsikan dari peil-peil ini, maka
Pemborong harus memberikan laporan tertulis kepada Konsultan
Pengawas
PASAL 3.
PEKERJAAN TANAH (GALIAN DAN URUGAN dan anti rayap)
1.
Pekerjaan Galian.
a. Segala pekerjaan galian dilaksanakan sesuai dengan panjang,
dalam, pemiringan dan lengkungan sesuai dengan kebutuhan
konstruksinya atau sebagaimana ditunjukkan dalam gambar.
b. Bilamana tanah yang digali ternyata baik untuk digunakan
sebagai lapisan permukaan atau pembatas maka tanah ini perlu
diamankan dahulu untuk penggunaan tersebut di atas.
c. Tanah/galian yang tidak berguna harus disingkirkan dan diangkut
ke luar dari halaman. Penyingkiran dan pengangkutan di atas
merupakan tanggung jawab Pemborong atau bilamana perlu
memindahkan tanah-tanah atau bahan yang tidak dipakai atau
kelebihan-kelebihan tanah yang digunakan untuk urugan atau
sebagaimana yang diinstruksikan oleh Konsultan Pengawas
2.
Persiapan Untuk Urugan
a. Permukaan tanah yang sudah diambil lapisan atasnya, harus
digilas sehingga kepadatannya mencapai 90% dari kepadatan
maksimum sampai kedalaman 15 cm.
b. Di atas permukaan tanah yang telah dipadatkan tersebut, baru
dapat dilakukan pengurugan tanah.
3.
Pengurugan
a. Semua bahan-bahan yang akan digunakan untuk urugan atau
urugan kembali dengan sirtu harus dengan persetujuan
Konsultan Pengawas.
b. Pengurugan harus dilakukan sampai diperoleh peil-peil yang
dikehendaki, sebagaimana dibutuhkan konstruksi atau sesuai
dengan yang tertera dalam gambar kerja.
4.
Pemadatan
a. Hanya bahan-bahan yang telah disetujui yang dapat digunakan
untuk pengurugan dan harus dilakukan lapis demi lapis dengan
tebal sebesar-besarnya 20 cm.
b. Setiap lapis harus ditimbris dan dipadatkan, dan sedapatdapatnya dilakukan dengan mesin giling (tumbuk) atau stamper
dengan menambahkan air dan disetujui Konsultan Pengawas.
5.
6.
Pemiringan tanah
Pemborong diharuskan memelihara segala tanggul-tanggul dan
pemiringan-pemiringan tanah yang ada dan bertanggung jawab
atas segala stabilitas dari tanggul-tanggul ini sampai batas periode
kestabilan dan harus mempersiapkan segala sesuatunya atas
tanggungan sendiri untuk menjaga terhadap hal tersebut di atas.
Pemeriksaan Penggalian dan Pengurugan
a. Galian dan urugan harus terlebih dahulu diperiksa oleh Manajer
Konstruksi sebelum memulai dengan tahap selanjutnya. Dalam
hal pengurugan, Manajer Konstruksi akan segera menunjukkan
bagian-bagian tanah mana yang dipadatkan yang harus siap
dilaksanakan pengujian pemadatannya.
b. Pengurugan bagi pondasi atau struktur lainnya yang tercakup
atau tersembunyi oleh tanah tidak boleh dilaksanakan sebelum
diadakan pemeriksaan oleh Konsultan Pengawas.
7.
Pengendalian hama dan Rayap.
Sebelum dilakukan pengurgan kembali pekerjaan galian, seluruh
galian sekeliling tepi luar bangunan, harus dilakukan penyemprotan
anti rayap hingga rata. Penyemprotan dengan menggunakan
LENTREK 400 EC, Basilium 500+ dengan pengencer minyak.
Penyemprotan harus dilakukan oleh perusahaan khusus dengan
jaminan sekurang kurangnya 5 tahun.
PASAL 4.
PEKERJAAN BETON KONSTRUKSI
1.
Ketentuan Umum
a. Persyaratan-persyaratan Konstruksi beton, istilah teknik dan
atau syarat-syarat pelaksanaan pekerjaan beton secara umum
menjadi satu kesatuan dalam persyaratan teknis ini. Di dalam
segala hal yang menyangkut pekerjaan beton dan struktur beton
harus sesuai dengan standard-standard yang berlaku, yaitu:
a). Tata-cara
perencanaan struktur beton untuk bangunan
Gedung (SNI 03-2847-2002).
b). Peraturan Umum Beton Indonesia (PUBI, 1982),
c). Standard Industri Indonesia (SII),
d). Peraturan Pembebanan Indonesia untuk Gedung, 1983.
e). Peraturan Perencanaan Tahan Gempa Untuk Gedung
(PPTGUG, 1983),
f). American Society of Testing Material (ASTM).
b Pelaksana wajib melaksanakan pekerjaan ini dengan ketepatan
dan presisi tinggi, sebagaimana tercantum di dalam persyaratan
teknis ini, gambar-gambar rencana, dan atau instruksi-instruksi
yang dikeluarkan oleh Konsultan Pengawas.
c. Semua material yang digunakan di dalam pekerjaan ini harus
merupakan material yang kualitasnya teruji dan atau dapat
dibuktikan memenuhi ketentuan yang disyaratkan.
d. Kontraktor wajib melakukan
pengujian beton yang akan
digunakan di dalam pekerjaan ini.
e. Seluruh material yang oleh Pengawas dinyatakan tidak
memenuhi syarat harus segera dikeluarkan dari lokasi proyek
dan tidak diperkenankan menggunakan kembali.
2.
3.
Lingkup Pekerjaan
Lingkup pekerjaan yang diatur di dalam persyaratan teknis ini
meliputi seluruh pekerjaan beton/struktur beton yang sesuai
dengan gambar rencana :
a. Pekerjaan beton/struktur beton yang sesuai dengan gambar
rencana, termasuk di dalamnya pengadaan bahan, upah,
pengujian dan peralatan-bantu yang berhubungan dengan
pekerjaan tersebut.
b. Pengadaan,
detail,
fabrikasi
dan
pemasangan
semua
penulangan (reinforcement) dan bagian-bagian dari pekerjaan
lain yang tertanam di dalam beton.
c. Perancangan, pelaksanaan dan pembongkaran acuan beton,
penyelesaian dan perawatan beton, dan semua jenis pekerjaan
lain yang menunjang pekerjaan beton.
Bahan-bahan
a.
Semen
Semen yang digunakan adalah Semen Portland Tipe I dan
merupakan hasil produksi dalam negeri satu merk. Semen harus
disimpan sedemikian rupa hengga mencegah terjadinya
kerusakan bahan atau pengotoran oleh bahan lain. Penyimpanan
semen harus dilakukan di dalam gudang tertutup, sedemikian
rupa sehingga semen terhindar dari basah atau kemungkinan
lembab, terjamin tidak tercampur dengan bahan lain.
Urutan penggunaan semen harus sesuai dengan urutan
kedatangan semen tersebut di lokasi pekerjan.
b. Agregat Kasar
Agregat untuk beton harus memenuhi seluruh ketentuan berikut
ini :
a. Agregat beton harus memenuhi ketentuan dan persyaratan
dari SII 0052-80 tentang "Mutu dan Cara Uji Agregat Beton".
Bila tidak tercakup di dalam SII 0052-80, maka agregat
tersebut harus memenuhi ketentuan ASTM C23 "Specification
for Concrete Aggregates".
b. Atas persetujuan Menejemen Konstruksi, agregat yang tidak
memenuhi persyaratan butir a., dapat digunakan asal disertai
bukti bahwa berdasarkan pengujian khusus dan atau pemakaian nyata, agregat tersebut dapat menghasilkan beton yang
kekuatan, keawetan, dan ketahanannya memenuhi syarat.
c.
Di dalam segala hal, ukuran besar butir nominal
maksimum agregat kasar harus tidak melebihi syarat - syarat
berikut :
seperlima jarak terkecil antara bidang samping dari cetakan
beton.
sepertiga dari tebal pelat.
3/4 jarak bersih minimum antar batang tulangan, atau
berkas batang tulangan.
Penyimpangan dari batasan-batasan ini diijinkan jika menurut
penilaian Tenaga Ahli, kemudahan pekerjaan, dan metoda
konsolidasi beton adalah sedemikian hingga dijamin tidak akan
terjadi sarang kerikil atau rongga.
c. A i r
Air yang digunakan untuk campuran beton harus memenuhi
ketentuan-ketentuan berikut ini:
a. Jika mutunya meragukan harus dianalisis secara kimia dan
dievaluasi mutunya menurut tujuan pemakaiannya.
b. Harus bersih, tidak mengandung lumpur, minyak dan benda
terapung lainnya, yang dapat dilihat secara visual.
c. Tidak mengandung benda-benda tersuspensi lebih dari 2
gram/liter.
d. Tidak mengandung garam-garam yang dapat larut dan dapat
merusak beton (asam-asam, zat organik, dan sebagainya) lebih
dari 15 gram/liter. Kandungan clorida (Cl) tidak lebih dari 500
ppm dan senyawa sulfat (sebagai SO3) tidak lebih dari 100
ppm.
e. Jika dibandingkan dengan kuat tekan adukan yang
menggunakan air suling, maka penurunan kekuatan adukan
beton dengan air yang digunakan tidak lebih dari 10 %.
d. Baja Tulangan
Baja tulangan yang digunakan harus memenuhi ketentuanketentuan berikut ini.
a. Tidak boleh mengandung serpih-serpih, lipatan-lipatan, retakretak, gelombang-gelombang, cerna-cerna yang dalam, atau
berlapis-lapis.
b. Hanya diperkenankan berkarat ringan pada permukaan saja .
c. Untuk tulangan dengan simbol D (tarik/tekan lentur) harus
digunakan baja tulangan deform (BJTD 40), dengan jarak
antara dua sirip melintang tidak boleh lebih dari 70 % diameter
nominalnya, dan tinggi siripnya tidak boleh kurang dari 5 %
diameter nominalnya.
d. Tulangan dengan simbol dipakai BJTP 24 (polos) dengan fy
= 240 Mpa, dan untuk tulangan dengan dengan simbol D
memakai BJTD 40 (deform) dengan fy = 400 Mpa bentuk ulir.
e. Kualitas dan diameter nominal dari
baja tulangan yang
digunakan harus dibuktikan dengan sertifikat pengujian
laboratorium, yang pada prinsipnya menyatakan nilai kuat leleh dan berat per meter panjang dari baja tulangan
dimaksud.
f. Diameter nominal baja tulangan (baik deform/BJTD) yang
digunakan harus ditentukan dari sertifikat pengujian tersebut
dan harus ditentukan dari rumus :
d = 4.029 B , atau
12.47 G
d=
dimana :
d = diameter nominal dalam mm,
B = berat baja tulangan (N/mm)
G = berat baja tulangan (kg/m)
g. Toleransi berat batang contoh yang diijinkan di dalam pasal ini
sebagai berikut :
DIAMETER TULANGAN
TOLERANSI BERAT
BAJA TULANGAN
YANG DI IJINKAN
7%
< 10 mm
6%
10 mm < <16 mm
5%
16 mm < < 28 mm
4%
> 28 mm
e. Pembesian
1.
Percobaan dan Pemeriksaan (Test and Inspections)
Setiap pengiriman harus berasal dari pemilihan yang disetujui dan
haras disertai surat keterangan Percobaan dari pabrik.
Setiap jumlah pengiriman 20 ton baja-tulangam harus diadakan
pengujian periodik minimal 4 contoh yang terdiri dari 3 benda uji
untuk uji tarik, dan 1 benda uji untuk uji lengkung untuk setiap
diameter batang baja tulangan. Pengambilan contoh baja
tulangan akan ditentukan oleh Pengawas Lapangan.
Semua pengujian tersehatan di atas meliputi uji tarik dan
lengkung, harus dilakukan di laboratorium lembaga Uji Konstruksi
atau laboratorium lainya direkomendasi oleh Pengawas Lapangan
dan minimal sesuai dengan SII-0136-84 salah satu standard uji
yang dapat dipakai adalah ASTM A-615. Semua biaya pengetesan
tersebut ditanggung oleh Kontraktor.
Segala macam kotoran, karat, cat, minyak atau bahan-bahan lain
yang merugikan terhadap kekuatan rekatan harus dibersihkan.
Tulangan harus ditempatkan dan dipasang cermat dan tepat dan
diikat dengan [Link] baja. lunak.
Sambungan mekanis harus ditest. dengan percobaan tarik.
Sebelum pengecoran beton, lakukan pemeriksaan dan
persetujuan dari pembesian, termasuk jumlah, ukuran, jarak,
selimut, lokasi dari sambungan dan panjang penjangkaran dari
penulangan baja oleh Pengawas Lapangan.
Sertifikat :
Untuk mendapatkan jaminan atas kualitas atau mutu baja
tulangan, maka pada saat pemesanan baja tulangan kontraktor
harus menyerahkan sertifikat resmi dari Laboratorium. Khusus
ditujukan untuk keperluan proyek ini.
2.
Bahan-bahan / Produk
a. Tulangan
Tulangan yang digunakan berulir mutu BJTD-40 (400 Mpa),
sesuai dengan SII 0136-84 dan tulangan polos mutu BJTP-24,
sesuai dengan SII 0136-84 seperti dinyatakan pada gambargambar [Link] polos dengan diameter lebih kecil 13
mm harus baja lunak dengan tegangan leleh 2400
kg/[Link] ulir dengan diameter lebih besar atau sama
dengan 13 mm harus baja tegangan tarik tinggi, batang berulir
dengan tegangan leleh fy = 400 Mpa
b. Penunjang/Dudukan Tulangan (Bar Support)
Dudukan tulangan haruslah tahu beton yang dilengkapi dengan
kawat pengikat yang ditanan atau batang kursi tinggi sendiri
(Individual High Chairs).
d. Bolstern, kursi spacers, dan perlengkapan-perlengkapan lain
untuk mengatur jarak.
1. Gunakan besi dudukan tulangan menurut rekomendasi CRSI,
kecuali diperlihatkan lain pada gambar
Jangan memakai kayu, bata atau bahan-bahan lain
yang ridak direkomendasi.
2. Untuk pelat di atas tanah, pakai penunjang dengan lapisan
pasir atau horizontal rumers dimana bahan dasar tidak akan
langsung menunjang batang kursi (chairs legs). Atau pakai
lantai kerja yang rata.
3. Untuk beton ekspose, dimana batang-batang penunjang
langsung
berhubungan/mengenai
cetakan,
sediakan
penunjang dengan jenis hot-dip-galvanized atau penunjang
yang dilindungi plastik.
5. Kawat PengikatDibuat dari baja lunak dan tidak disepuh
seng.
3.
Jaminan Mutu
Bahan-bahan harus dari produk yang sama seperti yang telah
disetujui oleh Pengawas [Link] dari percobaan
(percobaan giling atau lainnya) harus diperlihatkan untuk semua
tulangan
yang
dipakai:
Percobaan-percobaan
ini
harus
memperlihatkan hasil-hasil dan semua komposisi kimia dan sifatsifat fisik.
4.
Persiapan Pekerjaan/Peralatan Tulangan
Pembenglolaan dan pembentukan.
Pemasangan tulangan dan pembengkokan harus sedemikian rupa
sehingga posisi dari tulangan sesuai dengan rencana dan tidak
mengalami
perubahan
bentuk
maupun
tempat
selama
pengecoran berlangsung.
Pembuatan dan pemasangan tulangan sesuai dengan
peratuaran yang disyaratkan. Toleransi pembuatan dan
pemasangan tulangan disesuaikan dengan persyaratan PBI 1971
atau A.C.I. 315.
5.
Pengiriman, Penyimpanan dan Penanganannya
Pengiriman tulangan ke lapangan dalam kelompok ikatan
ditandai dengan etiket/label yang mencantumkan ukuran batang,
panjang dan tanda pengenal.
Pemindahan tulangan harus hati-hati untuk mengindari
kerusakan. Gudang di alas tanah harus kering, daerah yang bagus
saluran-salurannya, dan terlindung dari lumpur, kotoran, karat
dsb.
6.
Pelaksanaan Pemasangan Tulangan, Pembengkokan dan
Pemotongan Persiapan
a. Pembersihan
Tulangan harus bebas dari kotoran, lemak, kulit giling (mill steel)
dan karat lepas, serta bahan-bahan lain yang mengurangi daya
lekat. Bersihkan sekali lagi tonjolan pada tulangan atau pada
sambungan konstruksi untuk menjamin rekatannya.
b. Pemilihan/seleksi
Tulangan yang berkarat harus ditolak dari lapangan.
Pemasangan Tulangan
a. Umum
Sesuai dengan yang tercantum pada gambar dan Kaordinasi
dengan bagian lain dan kelancaran pengadaan bahan serta
tenaga perlu diadakan untuk mengindari keterlambatan.
Adakan/berikan
tambahan
tulangan
pada
lubang-lubang
(openings) / bukaan.
b. Pemasangan
Tulangan harus dipasang sedemikian rupa diikat dengan kawat
baja, hingga sebelum dan selama pengecoran tidak berubah
tempatnya.
1. Tulangan pada dinding dan kolom-kolom beton harus
dipasang pada posisi yang benar dan untuk menjaga jarak
bersih digunakan spacers/penahan jarak.
2.
Tulangan pada balok-balok footing dan pelat harus ditunjang
untuk memperoleh lokasi yang tepat selama pengecoran beton
dengan penjaga jarak, kursi penunjang dan penunjang lain
yang diperlukan.
3.
Tulangan-tulangan yang langsung di atas tanah dan di atas
agregai (seperti pasir, kerikil) dan pada lapisan kedap air harus
dipasang/ditunjang hanya dengan tahu beton yang mutunya
paling sedikit sama dengan beton yang akan dieor.
4.
Perhatian khusus perlu dicurahkan terhadap ketepatan tebal
penutup beton. Untuk itu tulangan harus dipasang dengan
penahan jarak yang terbuat dari beton dengan mutu paling
sedikit sama dengan mutu beton yang akan dicor, Penahanpenahan jarak dapat berbentuk blok-blok persegi atau gelanggelang yang harus dipasang sebanyak minimum 4 buah setiap
m^2 cetakan atau lantai kerja. Penahan-penahan jarak ini
harus tersebar merata.
5.
Pada pelat-pelat dengan tulangan rangkap, tulangan atas
harus ditunjang pada tulangan bawah oleh batang-batang
penunjang atau ditunjang langsung pada cetakan bawah atau
lantai kerja oleh blok-blok beton yang tinggi. Perhatian khusus
perlu dicurahkan terhadap ketepatan letak dari tulangantulangan pelat yang dibengkok yang harus melintasi tulangan
balok yang berbatasan.
c. Toleransi pada Pemasangan Tulangan
1. Terhadap selimut beton (selimut beton) : 6 mm
2. Jarak terkecil pemisah antara batang : 6 mm
3. Tulangan atas pada pelat dan balok :
- balok dengan tinggi sama atau lebih kecil dari 200 mm : 6
mm
- balok dengan tinggi lebih dari 200 mm tapi kurang dari 600
mm: 12 mm
- balok dengan tinggi lebih dari 600 mm : 12 mm
- panjang batang : 50 mm
4. Toleransi pada pemasangan lainnya sesuai SNI 2002
d. Pembengkokan Tulangan, Sesuai Dengan SNI 2002.
1. Batang tulangan tidak boleh dibengkok atau diluruskan dengan
cara-cara yang merusak tulangan itu.
2. Batang tulangan yang diprofilkan, setelah dibengkok dan
diluruskan kembali tidak boleh dibengkok lagi dalam jarak 60 cm
dari bengkokan sebelumnya.
3. Batang tulangan yang tertanam sebagian di dalam beton tidak
boleh dibengkokkan atau diluruskan di lapangan, kecuali apabila
ditentukan di dalam gambar-gambar rencana atau disetujui oleh
perencana.
4. Membengkok dan meluruskan batang tulangan harus dilakukan
dalam keadaan dingin, kecuali apabila petnanasan dilajutkan
oleh perencana.
5. Apabila pemanasan diijinkan, batang tulangan dari baja lunak
(polos atau diprofilkan) dapat dipanaskan sampai kelihatan
merah padam tetapi tidak boleh mencapai suhu lebih dari 850
oC.
6. Apabila batang tulangan dari baja lunak yang mengalami
pengerjaan dingin dalam pelaksanaan ternyata mengalami
pemanasan di atas 100 0 C yang bukan pada waktu las, maka
dalam perhitungan-perhitungan sebagai kekuatan baja hams
diambil kekuatan baja tersebut yang tidak mengalami
pengerjaan dingin.
7. Batang tulangan dari baja keras tidak boleh dipanaskan, kecuali
diijinkan oleh perencana.
8. Batang tulangan yang dibengkok dengan pemanasan tidak boleh
didinginkan dengan jalan disiram dengan air.
9. Menyepuh batang tulangan dengan seng tidak boleh dilakukan
dalam jarak 8 kali diameter (diameter pengenal) batang dari
setiap bagian dari bengkokan.
e. Toleransi pada Pemotongan dan Pembengkokan Tulangan.
1. Batang tulangan harus dipotong dan dibengkok sesuai dengan
yang ditunjukkan dalang gambar-gambar rencana dengan
toleransi-toleransi yang disyaratkan oleh perencana. Apabila tidak
ditetapkan oleh perencana, pada pemotongan dan pembengkokan
tulangan ditetapkan toleransi-toleransi seperii tercantum dalam
ayat-ayat berikut.
2. Terhadap panjang total batang lurus yang dipotong menurun
ukuran dan terhadap panjang total dan ukuran intern dari batang
yang dibengkok ditetapkan toleransi sebesar 25 mm, kecuali
mengenai yang ditetapkan dalam ayat (3) dan (4). Terhadap
panjang total batang yang diserahkan menurut sesuatu ukuran
ditetapkan toleransi sebesar + 50 mm dan - 25 mm.
3. Terhadap jarak turun total dari batang yang dibengkok
ditetapkan toleransi sebesar 6 mm untuk jarak 60 cm atau
kurang dan sebesar 12 mm untuk jarak lebih dari 60 cm.
4. Terhadap ukuran luar dari sengkang, lilitan dan ikatan-ikatan
ditetapkan toleransi sebesar 6 mm.
f. Panjang Penjangkaran dan panjang penyaluran.
1. Baja tulangan mutu U-24 (BJTP-24)
Panjang penjangkaran = 30 diameter dengan kait
Panjang penyaluran
= 30 diameter dengan kait
2.
Baja tulangan mutu U-40 (BJTD-40)
Panjang penjangkaran
= 40 diameter tanpa kait
Panjang penyaluran
= 40 diameter tanpa kait
3.
Penyambungan tidak boleh diadakan pada titik dimana terjadi
tegangan terbesar.
Sambungan untuk tulangan atas pada balok dan pelat beton
harus diadakan di tengah bentang, dan tulangan bawah pada
tumpuan. Sambungan harus ditunjang dimana memungkinkan.
4.
Ketidak-lurusan rangkaian tulangan kolom tidak boleh melampaui
perbandingan 1 terhadap 10.
5.
Standard Pembengkokan
Semua standar pembengkokan harus sesuai dengan SNI 03-28472002 (Tata Cara Penghitungan Struktur Beton untuk Bangunan
Gedung), kecuali ditentukan lain.
7.
Beton dan Adukan Beton Struktur
a. Sebelum memulai pekerjaan beton struktur, Kontraktor harus
membuat trial mix design dengan tujuan untuk mendapatkan
proporsi campuran yang menghasilkan kuat tekan target beton
seperti yang disyaratkan.
b. Kuat tekan target beton yang disyaratkan di dalam pekerjaan ini
(fc) tidak boleh kurang dari 20 Mpa. Kuat tekan ini harus
dibuktikan dengan sertifikat pengujian dari Laboratorium Bahan
Bangunan yang telah disetujui Konsultan Pengawas.
c. Beton harus dirancang proporsi campurannya agar menghasilkan kuat tekan rata-rata (f'cr) minimal sebesar : f'cr = f'c +
1,64 Sr, dengan Sr adalah standar deviasi rencana dari benda
uji yang nilainya dengan nilai standar deviasi statistik dikalikan
dengan faktor berikut:
JUMLAH BENDA
UJI
< 15
FAKTOR PENGALI
dikonsultasikan dengan
Menejemen Konstruksi
15
20
25
> 30
1.16
1.08
1.03
1
d. Benda uji yang dimaksud adalah silinder beton dengan
diameter 150 mm dan tinggi 300 mm, yang untuk setiap 10 m3
produksi adukan beton harus diwakili minimal dua buah benda
uji. Tata cara pembuatan benda uji tersebut harus mengikuti
ketentuan yang terdapat di dalam standar Metoda Pembuatan
dan Perawatan Benda Uji Beton di Laboratorium (SK SNI M-621990-03).
e. Jika hasil uji kuat tekan beton menunjukkan bahwa kuat tekan
target beton yang dihasilkan tidak memenuhi syarat, maka
proporsi campuran adukan beton tersebut tidak dapat
digunakan, dan Kontraktor (dengan persetujuan Menejemen
Konstruksi) harus membuat proporsi campuran yang baru,
sedemikian hingga kuat tekan target beton yang disyaratkan
dapat dicapai.
f. Setiap ada perubahan jenis bahan yang digunakan, Pelaksana
wajib melakukan trial mix design dengan bahan-bahan tersebut,
dan melakukan pengujian laboratorium untuk memastikan
bahwa kuat tekan beton yang di hasilkan memenuhi kuat tekan
yang disyaratkan.
g. Untuk kekentalan adukan, setiap 5 m3 adukan beton harus
dibuat pengujian slump, dengan ketentuan sebagai berikut:
Bagian Konstruksi
[Link]
Fondasi/Poer
b. Kolom Struktur
c. Balok-balok
d. Pelat Lantai
Nilai Slump (mm)
100 - 120
100 - 120
100 - 120
100 - 120
h. Apabila ada hal-hal yang belum tercakup di dalam persyaratan
teknis ini, Pelaksana harus mengacu pada seluruh ketentuan
yang tercakup di dalam Bab 5, Tata Cara Pembuatan Rencana
Campuran Beton Normal (SK SNI T-15-1990-03).
8.
Pengadukan dan Alat-aduk
a. Pelaksana wajib menyediakan peralatan dan perlengkapan yang
memiliki ketelitian cukup untuk menetapkan dan mengawasi
jumlah takaran masing-masing bahan beton. Seluruh peralatan,
perlengkapan dan tata cara pengadukan harus mendapatkan
persetujuan Menejemen Konstruksi
b. Pengaturan pengangkutan dan cara penakaran yang dilakukan,
harus mendapatkan persetujuan PengawasSeluruh operasi harus
dikontrol/diawasi secara kontinyu oleh Menejemen Konstruksi
c. Pengadukan harus dilakukan dengan mesin aduk beton (batch
mixer atau portable continous mixer). Sebelum digunakan,
mesin aduk ini harus benar-benar kosong, dan harus dicuci
terlebih dahulu bila tidak digunakan lebih dari 30 menit.
d. Selain ketentuan tersebut di dalam butir 5.c. di atas, maka
pengadukan beton di lapangan harus mengikuti ketentuan
berikut ini :
Harus dilakukan di dalam suatu mesin-aduk dari tipe yang
telah disetujui Menejemen Konstruksi
Mesin-aduk harus berputar pada suatu kecepatan yang
direkomendasikan oleh pabrik pembuat mesin-aduk tersebut.
Pengadukan harus diteruskan sedikitnya 1,5 menit setelah
semua material dimasukkan ke dalam drum aduk, kecuali jika
dapat
dibuktikan/ditunjukkan
bahwa
dengan
waktu
pengadukan yang menyimpang dari ketentuan ini masih
dapat dihasilkan beton yang memenuhi syarat.
9.
Pengangkutan Adukan
a. Pengangkutan beton dari tempat pengadukan ke tempat
penyimpanan akhir (sebelum di tuang), harus sedemikian hingga
tercegah terjadinya pemisahan (segregasi) atau kehilangan
material.
b. Alat angkut yang digunakan harus mampu menyediakan beton
di tempat penyimpanan akhir dengan lancar, tanpa
mengakibatkan pemisahan bahan yang telah dicampur dan
tanpa hambatan yang dapat mengakibatkan hilangnya
plastisitas beton antara pengangkutan yang berurutan .
10.
Penempatan beton yang akan dituang
a. Beton yang akan dituang harus ditempatkan sedekat mungkin
ke cetakan akhir untuk mencegah terjadinya segregasi karena
penanganan kembali atau pengaliran adukan.
b. Pelaksanaan penuangan beton harus dilaksanakan dengan suatu
kecepatan penuangan sedemikian hingga beton selalu dalam
keadaan plastis dan dapat mengalir dengan mudah ke dalam
rongga di antara tulangan.
c. Beton yang telah mengeras sebagian dan/atau telah dikotori
oleh material asing, tidak boleh dituang ke dalam cetakan.
d. Beton setengah mengeras yang ditambah air atau beton yang
diaduk kembali setelah mengalami pengerasan tidak boleh
dipergunakan kembali.
e. Beton yang dituang harus dipadatkan dengan alat yang tepat
secara sempurna dan harus diusahakan secara maksimal agar
dapat mengisi sepenuhnya daerah sekitar tulangan dan barang
yang tertanam dan ke daerah pojok acuan.
11.
Perawatan Beton
a. Jika digunakan dengan kekuatan awal yang tinggi, maka beton
tersebut harus dipertahankan di dalam kondisi lembab paling
sedikit 72 jam, kecuali jika dilakukan perawatan yang
dipercepat.
b. Jika tidak digunakan semen dengan kekuatan awal yang tinggi,
maka beton harus dipertahankan dalam kondisi lembab paling
sedikit 168 jam setelah penuangan, kecuali jika dilakukan
perawatan dipercepat sebagaimana disebutkan di dalam pasal
5., Tata Cara Pembuatan Rencana Campuran Beton Normal (SK
SNI T-15-1990-03).
12.
Cetakan Beton
Persyaratan Umum
Kecuali ditentukan lain pada gambar atau seperti terperinci disini,
Cetakan dan Perancah untuk pekerjaan beton harus memenuhi
persyaratan dalam SNI-2002, NI-2, ACI 347, ACI 301, ACI 318.
Kontraktor harus terlebih dahulu mengajukan perhitunganperhitungan serta gambar-gambar rancangan cetakan dan
perancah untuk mendapatkan persetujuan Pengawas Lapangan
sebelum pekerjaan tersebut dilaksanakan. Dalam gambar-gambar
tersebut harus secara jetas terlihat konstruksi cetakan/acuan,
sambungan-sambungan serta kedudukan serta sistem rangkanya,
pemindahan dari cetakan serta perlengkapan untuk struktur yang
aman.
a. Di dalam segala hal, cetakan beton (termasuk penyangganya)
harus direncanakan sedemikian rupa hingga dapat dibuktikan
bahwa penyangga dan cetakan tersebut mampu menerima
gaya-gaya yang diakibatkan oleh penuangan dan pemadatan
adukan beton.
b. Cetakan harus sesuai dengan bentuk, ukuran dan batas-batas
bidang dari hasil beton yang direncanakan, serta tidak bocor dan
harus cukup kaku untuk mencegah terjadinya perpindahan
tempat atau kelongsoran dari penyangga.
c. Permukaan cetakan harus cukup rata dan halus serta tidak boleh
ada lekukan, lubang-lubang atau terjadi lendutan. Sambungan
pada cetakan diusahakan lurus dan rata dalam arah horisontal
maupun vertikal; terutama untuk permukaan beton yang tidak
difinish (expossed concrete).
d. Kecuali beton fondasi, cetakan dibuat dari multipleks dengan
ketebalan minimal 12 mm.
e. Kontraktor harus melakukan upaya-upaya sedemikian hingga
penyerapan air adukan oleh cetakan dapat dicegah.
f. Tiang-tiang penyangga harus direncanakan sedemikian rupa
agar dapat memberikan penunjang seperti yang dibutuhkan
tanpa adanya "overstress" atau perpindahan tempat pada
beberapa bagian konstruksi yang dibebani. Struktur dari tiang
penyangga harus cukup kuat dan kaku untuk menunjang berat
sendiri dan beban-beban yang ada di atasnya selama
pelaksanaan.
g. Sebelum penulangan, cetakan harus diteliti untuk memastikan
kebenaran letaknya, kekuatannya dan tidak akan terjadi
penurunan dan pengembangan pada saat beton dituang,
permukaan cetakan harus bersih terhadap segala kotoran, dan
diberi form oil unuk mencegah lekatnya beton pada cetakan.
Untuk menghindari lekatnya form oil pada bajatulangan, maka
pemberian form oil pada cetakan harus dilakukan sebelum
tulangan terpasang.
h. Cetakan beton dapat dibongkar dengan persetujuan tertulis dari
Menejemen Konstruksi, atau jika umur beton telah melampaui
waktu sebagai berikut :
Bagian sisi balok
48 jam ( dengan 35 % fc)
Balok tanpa beban konstruksi
7 hari ( dengan 70 % fc)
Balok dengan beban konstruksi
21 hari ( dengan 95 %
fc)
Pelat lantai/atap/tangga
21 hari ( dengan 95 % fc)
g Pada bagian konstruksi yang terletak di dalam tanah, cetakan
harus dicabut sebelum pengurugan dilakukan.
. Lingkup Pekerjaan
1. Pekerjaan-pekerjaan yang tennasuk
Bab ini termasuk perancangan, pelaksanaan dan pembongkaran
dari semua cetakan beton serta penunjang untuk semua beton cor
seperti diperlukan dan diperinci berikut ini.
2. Pekerjaan yang berhubungan
Pekerjaan Pembesian
Pekerjaan Beton
. Referensi-Referensi
Pekerjaan yang terdapat pada bab ini, kecuali ditentukan lain pada
gambar atau diperinci berikut, harus mengikuti peraturan-peraturan,
standard-standard atau spesifikasi terakhir sebagai berikut :
1. PBI-1971 NI-2
Peraturan Beton Bertulang Indonesia 1971
2. SII
Standard Industri Indonesia
3. ACI-301
Specification for Structural Concrete Build'
4. ACI-318
Building Code Requirement for Reinforced
Concrete
5. ACI-347
Recommended Practice for Concrete
Formwork
13.
Pengangkutan dan Pencoran
a. Perletakan pengadukan dan pencoran harus diatur sedemikian
rupa hingga memudahkan dalam pelaksanaan pencoran .
b. Waktu antara pengadukan dan pencoran tidak boleh lebih dari 1
jam. Pencoran harus dilakukan sedemikian rupa untuk
menghindari terjadinya pemisahan material dan perubahan letak
tulangan.
c. Adukan tidak boleh dijatuhkan secara bebas dari ketinggian lebih
dari 1,5 m, cara penuangan dengan alat-alat bantu seperti
talang, pipa, chute, dan sebagainya harus mendapat
persetujuan Pengawas
d. Pelaksana harus memberitahukan Pengawasselambat-lambatnya
2 hari sebelum pencoran beton dilaksanakan.
14.
Pemadatan Beton
a. Pemadatan
beton
harus
dilakukan
dengan
penggetar
mekanis/mechanical
vibrator
dan
tidak
diperkenankan
melakukan penggetaran dengan maksud untuk mengalirkan
beton.
b. Pemadatan ini harus dilakukan sedemikian rupa hingga beton
yang dihasilkan merupakan massa yang utuh, bebas dari
lubang-lubang, segregasi atau keropos .
c. Pada daerah penulangan yang rapat, penggetaran dilakukan
dengan alat penggetar yang mempunyai frekuensi tinggi untuk
menjamin pengisian beton dan pemadatan yang baik.
d. Alat penggetar tidak boleh disentuhkan pada tulangan terutama
pada tulangan yang telah masuk pada beton yang telah mulai
mengeras.
15.
Beton Siap Pakai (Ready Mix Concrete)
Pemborong boleh menggunakan beton siap pakai (ready mix
concrete) dengan ketentuan sebagai berikut:
a. Volume penggunaan ready mix concrete harus disetujui oleh
Pengawasdengan senantiasa berpedoman pada ketentuan
teknis yang diberlakukan bagi pekerjaan beton.
b. Apabila di dalam ready mix concrete tersebut diberikan zat
tambah (additive) maka selain harus mengikuti ketentuan di
dalam Spesifikasi Bahan Tambahan untuk Beton SK SNI S-181990-03, pabrik pembuatnya harus menyertakan sertifikat/surat
keterangan yang menyatakan jenis dan konsentrasi bahan
tambah tersebut per m3 adukan beton. Selain itu, di dalam hal
penggunaan bahan tambah ini, harus disebutkan pula di dalam
sertifikat tersebut batas waktu toleransi beton tersebut masih
dapat digunakan, dan ketentuan ini mengikat bagi Kontraktor
dan Menejemen Konstruksi, khususnya di dalam penentuan
boleh atau tidaknya ready mix concrete tersebut digunakan.
c. Kecuali jika disebutkan secara khusus didalam RKS ini, maka
terhadap ready mix concrete harus selalu diadakan pengujian
kualitas, yaitu:
c.1 Pengujian kekentalan adukan (slump), yang dilakukan 3 kali
setiap 5 m3 adukan, yaitu: di awal kedatangan, di tengahtengah, dan di akhir penuangan. Nilai slump yang
digunakan untuk evaluasi adalah nilai slump rata-ratanya.
Jika nilai slump yang diperoleh tidak sesuai dengan
ketentuan yang terdapat di dalam butir 4.e., maka adukan
yang digunakan dianggap tidak memenuhi syarat, dan
tidak boleh digunakan.
c.2 Pengujian kuat tekan beton, yang dilakukan secara acak
dengan ketentuan sebagai berikut:
c.2.1 Untuk setiap 10 m3 adukan beton, minimal harus
dibuat 2 buah benda uji berupa silinder beton dengan
diameter 150 mm dan tinggi 300 mm, seperti
ketentuan yang tercantum di dalam butir 4.d.
Di dalam segala hal, pembuatan benda uji ini harus
dilakukan dengan sepengetahuan Menejemen
Konstruksi
c.2.2 Terhadap kedua benda uji tersebut harus dilakukan
pengujian kuat tekan. Jadi, untuk setiap 10 m3
adukan beton harus diwakili oleh satu nilai kuat tekan
beton yang diperoleh dari kuat tekan rata-rata kedua
benda uji tersebut di dalam butir c.2.1., setelah
dikonversikan kekuatannya ke kuat tekan beton umur
28 hari.
c.2.3 Pengawasharus selalu melakukan evaluasi statistik
secara periodik terhadap kuat tekan beton ini,
berdasarkan ketentuan yang berlaku di dalam Tata
Cara Pembuatan Rencana Campuran Beton Normal
(SK SNI T-15-1990-03).
c.2.4 Jika hasil evaluasi statistik tersebut di dalam pasal
c.2.3. memperlihatkan kuat tekan beton yang lebih
rendah dari yang disyaratkan, maka Pengawasharus
menghentikan
pekerjaan
beton
yang
sedang
dilaksanakan. Di dalam hal ini Pengawasharus segera
melakukan koordinasi dengan pihak yang terkait
d. Ketentuan-ketentuan yang berlaku bagi site mix concrete
seperti: tata cara evaluasi kuat tekan beton, pengangkutan
adukan,
perawatan beton, cetakan beton, pencoran,
pemadatan beton, dan sambungan konstruksi, tetap berlaku
untuk penggunaan ready mix concrete.
PASAL 5.
PEKERJAAN BETON PRAKTIS
1.
Lingkup Pekerjaan
Bagian ini meliputi pengadaan bahan-bahan, peralatan, tenaga
kerja dan jasa-jasa lain sehubungan dengan pekerjaan kolom
praktis dan bagian lain sesuai dengan gambar-gambar dan
persyaratan teknis ini.
2.
Pengendalian Pekerjaan
Kecuali ditentukan lain, maka semua pekerjaan beton harus
mengikuti ketentuan-ketentuan seperti tertera dalam: ASTM C150,
ASTM C 33, SII - 0051 - 74, SII - 0013 - 81, dan SII - 0136 - 84.
3.
Bahan-bahan
Bahan-bahan / material yang digunakan berupa agregat kasar,
agregat halus, PC, dan sebagainya sesuai dengan yang dipakai
pada
beton
konstruksi.
Demikian
juga
mengenai
cara
penyimpanan.
PASAL 6.
PEMASANGAN PIPA DAN LAIN-LAIN DALAM BETON
1. Penempatan saluran / pemipaan harus sedemikian rupa sehingga
tidak mengurangi kekuatan struktur dengan memperhatikan
persyaratan SK-SNI T-15-1991-03.
2. Tidak diperkenankan untuk menanam pipa dan lain-lain dalam
bagian struktur beton bila tidak ditunjukkan secara detail dalam
gambar. Dalam beton perlu dipasang selongsong pada tempattempat yang dilewati pipa.
3. Bila tidak ditentukan secara detail atau ditunjukkan dalam gambar,
tidak dibenarkan untuk menanam saluran listrik dalam struktur
beton.
4. Apabila dalam pemasangan pipa-pipa, saluran listrik, bagian-bagian
yang tertanam dalam beton dan lain-lain terhalang oleh adanya baja
tulangan
yang
terpasang,
maka
Pemborong
harus
mengkonsultasikan hal ini dengan Menejemen Konstruksi
5. Tidak dibenarkan untuk membengkokkan atau menggeser atau
memindahkan baja tulangan tersebut dari posisinya untuk
memudahkan dalam melewatkan pipa-pipa saluran tersebut tanpa
ijin tertulis dari Menejemen Konstruksi
6. Semua bagian atau peralatan yang ditanam dalam beton seperti
angkur-angkur, kait dan pekerjaan lain yang ada hubungannya
dengan pekerjaan beton, harus sudah dipasang sebelum pencoran
dilaksanakan.
7. Bagian-bagian atau peralatan tersebut harus dipasang dengan tepat
pada posisinya dan diusahakan agar tidak bergeser selama pencoran
beton dilakukan.
8. Pemborong
utama
harus
memberitahukan
serta
memberi
kesempatan kepada pihak lain untuk memasang bagian / peralatan
tersebut sebelum pencoran beton dilaksanakan.
9. Rongga-rongga kosong atau bagian-bagian yang harus tetap kosong
pada benda atau peralatan yang akan ditanam dalam beton, yang
mana rongga tersebut harus tidak terisi beton, harus ditutupi dengan
bahan lain yang mudah dilepas nantinya setelah pelaksanaan
pencoran beton.
PASAL 7.
CACAT-CACAT PEKERJAAN
1. Bila penyelesaian pekerjaan, bahan yang digunakan atau keahlian
dalam pengerjaan setiap bagian pekerjaan tidak memenuhi
persyaratan-persyaratan yang tercantum dalam persyaratan teknis,
maka bagian pekerjaan tersebut harus digolongkan sebagai cacat
pekerjaan.
2. Semua pekerjaan yang digolongkan demikian harus dibongkar dan
diganti sesuai dengan yang dikehendaki oleh Menejemen Konstruksi
3. Seluruh pembongkaran dan pemulihan pekerjaan yang digolongkan
cacat tersebut serta semua biaya yang timbul akibat hal itu
seluruhnya menjadi beban Pemborong.
PASAL 8.
PEKERJAAN PONDASI BATU KALI
1.
Lingkup Pekerjaan
Lingkup Pekerjaan Pondasi meliputi : pondasi batu kali pada pagar,
dan pada bagian-bagian sebagaimana ditunjukkan dalam gambar
kerja.
2.
Umum
1. Pondasi pasangan batu harus diukur di lapangan dan
dilaksanakan sesuai dengan ukuran dan ketinggian seperti
tercantum pada gambar-gambar.
2. Sebelum pondasi dipasang, terlebih dulu dibuat profil-profil
pondasi dari bambu atau kayu pada setiap pojok galian yang
bentuk dan ukurannya sesuai dengan penampang pondasi.
3. Permukaan dasar galian harus ditimbun dengan pasir urug
setebal minimal 10 cm, disiram dan diratakan.
3.
Bahan
Batu kali pecah yang digunakan harus batu pecah berkualitas
terbaik dan merupakan bahan setempat, padat, bersih, tanpa retakretak dan kekurangan-kekurangan lain yang mempengaruhi
kualitas.
4.
Adukan
a.
Pasangan batu untuk pondasi harus dilaksanakan dengan
adukan 1 PC : 4 pasir.
b.
Untuk kepala pondasi digunakan adukan kedap air dengan
campuran 1 PC : 2 pasir, setinggi 20 cm, dihitung dari permukaan
pondasi ke bawah.
c. Adukan harus membungkus batu kali pada bagian tengah
sedemikian rupa sehingga tidak ada bagian pondasi yang
berongga/tidak padat.
5.
Variasi dari Kedalaman Pondasi
Variasi pada kedalaman pondasi dapat diizinkan atau diperintahkan
oleh Menejemen Konstruksi, bila kondisi pada suatu bagian
membutuhkan perubahan tersebut. Tanpa izin tertulis dari
Pengawasmaka perubahan kedalaman atau lebar pondasi tidak
diperbolehkan.
PASAL 9.
PEKERJAAN PONDASI SETEMPAT / FOOTPLAT
1. Lingkup Pekerjaan
Lingkup Pekerjaan Pondasi meliputi: pondasi footplat pada bangunan
welcome area dan diorama Dayu, dan pada bagian-bagian
sebagaimana ditunjukkan dalam gambar kerja.
2. Peil bawah fondasi
Elevasi peil bawah fondasi dihitung dari muka tanah asli, jadi
kedalaman fondasi tiang pancang kayu adalah sampai pada tanah
keras dari muka tanah asli. Jika Elevasi 0.00 diperhitungkan
sebagai referensi, maka tanah urug harus diperhitungkan dalam
menentukan tanah elevasi dasar fondasi.
3. Variasi dari Kedalaman Pondasi
Variasi pada kedalaman pondasi dapat diizinkan atau diperintahkan
oleh Pengawas, bila kondisi pada suatu bagian membutuhkan
perubahan tersebut. Tanpa izin tertulis dari Pengawas maka
perubahan kedalaman atau lebar pondasi tidak diperbolehkan.
Kedalaman fondasi struktur ditentukan dari muka tanah asli
dilapangan.
PASAL 10.
PEKERJAAN STRUKTURAL BAJA
1.
Lingkup Pekerjaan
a) Bagian ini meliputi pengadaan bahan, tenaga, peralatan dan
perlengkapan serta pemasangan dari semua pekerjaan baja,
untuk struktur dan rangka atap seperti yang terlihat dalam
gambar.
b) Pekerjaan ini mencakup segala sesuatu yang dibutuhkan untuk
pelaksanaan konstruksi baja pada atap secara lengkap sesuai
dengan gambar dan persyaratan teknis ini.
A. FABRIKASI BAJA
1. Bahan-bahan
a. Umum
Semua bahan baja harus memenuhi standar yang
ditetapkan dalam Spesifikasi Teknis ini, kecuali bila
ditentukan lain.
Semua bahan baja harus baru dan bebas dari cacat yang
mempengaruhi kekuatan, keawetan tau penampilan dan
harus dari kualitas terbaik, dan harus memenuhi standar
yang berlaku.
b. Baja
Baja profil harus dari mutu Bj. 37 dengan kekuatan leleh
minimal 2.400 kg/cm2 dan tegangan dasar 1.600 kg/cm2.
c. Baut dan mur
Baut dan mur yang digunakan adalah baut mutu tinggi
type ASTM A 325 dengan tegangan leleh 6.400 Kg/cm2
dan tegangan dasar 4.200 Kg/cm2.
d. Kawat las
Semua bahan pekerjaan pengelasan harus memenuhi
standar AWS dan kawat las harus memenuhi ketentuan
berikut :
Kekuatan
leleh bahan
dasar
Jenis las
Sama atau
kurang dari
25,4
kg/mm2
Fillet weld
dan
penetrasi
penuh
groove weld
Lebih dari
25,4
kg/mm2
Fillet weld
dan
penetrasi
penuh
Bahan pengisi
Metal pengisi
dengan
hidrogen
rendah
E 70XX
E 70XX
Bila bahan dasar metal dari kekuatan leleh yang berbeda
dilas bersama, metal pengisi harus dipilih berdasarkan
bahan dasar metal yang memiliki kekuatan leleh lebih
tinggi.
e. Angkur
Angkur harus terbuat dari baja bulat mutu Bj. 40 dengan
diameter dan panjang sesuai Gambar Kerja.
2.
Lingkup Pekerjaan
a. Pekerjaan ini meliputi pengangkutan, pengadaan, fabrikasi
dan pemeriksaan baja struktur di pabrik atau lapangan,
seperti ditunjukkan dalam Gambar Kerja dan/atau
Spesifikasi Teknis ini.
b. Standar Rujukan :
American Society for Testing and Materils (ASTM)
American Institute of Steel Construction (AISC)
American Welding Society (AWS)
Steel Structures Painting Council (SSPC)
Standar Industri Indonesia (SII)
Peraturan Perencanaan Bangunan Baja Indonesia-1983
c. Sertifikat pabrik yang mencakup dimensi, unsur kimia,
bahan, data pengujian benturan, perlakuan panas dan
dimensi semua jenis baja yang akan digunakan, harus
diserahkan kepada Pengawas Lapangan untuk disetujui
sebelum memulai fabrikasi.
d. Sebelum pengadaan bahan, semua daftar pemesanan
harus dibuat oleh Kontraktor dan diserahkan kepada
Pengawas Lapangan untuk disetujui.
e. Pengiriman dan Penyimpanan
1)
Semua bahan baja yang didatangkan harus
dilengkapi dengan sertifikat pabrik asli.
2)
Semua bahan baja harus diangkut dengan
hati-hati agar tidak menimbulkan goresan atau
tekukan.
3)
Bahan-bahan
harus
disimpan
tanpa
bersentuhan dengan tanah dan pada lokasi yang
mencegah timbulnya karat.
f.
Pemeriksaan dan Pengujian
Pengawas Lapangan berhak memeriksa bahan dan
fabrikasi semua bahan yang berkenaan dengan Spesifikasi
Teknis dan Gambar Kerja dan memastikan ukuran, jumlah
dan toleransi fabrikasi.
Pemeriksaan dan pengujian pada bahan, pengelasan dan
penyelesaian akhir harus sesuai dengan standar yang
berlaku untuk bahan-bahan tersebut.
3.
Syarat syarat Pelaksanaan
1. Prosedur Umum
a. Kontraktor
harus
menyerahkan
Gambar
Detail
Pelaksanaan
kepada Pengawas Lapangan untuk
disetujui, sebelum fabrikasi. Data-data berikut harus
tercakup dalam Gambar Detail Pelaksanaan.
Spesifikasi bahan
Nomor penandaan
Daftar bagian bahan
Detail Fabrikasi
Detail pengelasan
Pengecatan
Detail dan lokasi penyambungan
b. Persetujuan Gambar Detail Pelaksanaan oleh Pengawas
Lapangan
tidak
membebaskan
Kontraktor
dari
tanggung jawab memperbaiki kesalahan.
c. Perubahan terhadap Gambar Detail Pelaksanan yang
telah disetujui tidak diijinkan tanpa persetujuan tertulis
dari Pengawas Lapangan.
d. Perubahan yang dilaksanakan Kontraktor untuk
kemudahan harus dengan persetujuan Pengawas
lapangan dan atas biaya Kontraktor.
e. Cuaca
Pekerjaan tidak diijikan dilanjutkan, bila menurut
pendapat Pengawas Lapangan, cuaca tidak akan
membantu menghasilkan pekerjaan yang baik, atau
kondisi
tidak
memungkinkan
dilakukannnya
pemeriksaan.
2. Standar Pelaksanaan
a. Pengerjaan
harus
bertaraf kelas
satu, semua
pekerjaan ini harus diselesaikan bebas dari puntiran,
tekukan dan hubungan terbuka. Semua bagian harus
mempunyai ukuran yang tepat sehingga dalam
memasang tidak akan memerlukan
pelat pengisi
kecuali bila gambar detail penunjukkan hal tersebut.
b. Semua detail dan hubungan harus dibuat dengan
teliti
dan
dipasang
dengan
hati-hati
untuk
menghasilkan tampak yang rapi sekali.
c.
Kontraktor diharuskan mengambil
ukuran-ukuran
sesungguhnya di tempat pekerjaan dan tidak hanya
dari gambar-gambar kerja untuk memasang pekerjaan
pada tempatnya, terutama pada bagian-bagian yang
terhalang oleh benda lain, atau kap yang sudah
terpasang sebelumnya.
d. Setiap bagian pekerjaan yang buruk yang tidak
memenuhi ketentuan di atas, akan ditolak dan harus
diganti atas biaya pemborong.
e. Pekerjaan yang selesai harus bebas dari puntiranpuntiran, bengkokan-bengkokan
dan sambungansambungan yang terbuka.
f.
Konstruksi baja yang telah dikerjakan harus segera
dilindungi terhadap karat akibat pengaruh-pengaruh
udara, hujan dan lain-lain dengan cara yang memenuhi
persyaratan.
g. Sebelum bagian-bagian dari konstruksi dipasangkan
dimana semua bagian yang perlu sudah diberi
lubang dan sudah dibersihkan dari tahi besi, maka
bagian-bagian itu harus diperiksa dalam keadaan dicat.
h. Sebelum pekerjaan dimulai
kontraktor diwajibkan
membuat DETAIL GAMBAR KERJA (SHOP-DRAWING)
untuk disetujui oleh Manajemen Konstruksi.
i. Penyambungan dan pemasangan.
1). Pengelasan harus dilaksanakan dengan hati-hati.
Logam yang dilas harus bebas dari retak dan lainlain cacat yang mengurangi kekuatan sambungan
dan permukaannya harus halus. Permukaanpermukaan yang dilas harus sama dan rata serta
kelihatan teratur. Las-las yang menunjukkan
cacat harus dipotong dan dilas kembali atas
biaya kontraktor.
2). Pekerjaan las harus dilakukan di dalam bengkel,
pekerjaan las yang dilakukan di lapangan harus
sama kualitasnya dengan pekerjaan
las yang
dilakukan
di dalam bengkel, dan tidak
diperkenankan melakukan pekerjaan las dalam
keadaan basah atau hujan.
3). Untuk penyambungan las lumer permukaan yang
akan dilas harus bebas dari kotoran minyak, cat
dan lain-lain. Cara pengelasan harus dilakukan
menurut persyaratan yang berlaku atau disetujui
oleh Manajemen Konstruksi. Las yang dipakai
yaitu las sudut dengan tebal las sesuai gambar
dan las tumpul.
4). Mutu las minimal harus sama dengan mutu dari
profil yang bersangkutan. Bila diperlukan akan
dilakukan
pengujian
mutu
las.
Pekerjaan
pengelasan yang akan tampak harus dihaluskan
sehingga sama dengan permukaan sekitarnya.
5). Macam las yang dipakai adalah las lumer (las
dengan busur listrik). Tebal las sudut 3,5 mm atau
sesuai gambar struktur dan panjang las sesuai
petunjuk pada gambar struktur.
6).
Kekuatan dari bahan las yang dipakai paling
kecil sama dengan kekuatan
baja propil yang
dipakai Kelas E-60 atau grade SAW-I sesuai ASTM-A
233.
7). Manajemen Konstruksi berhak
mengadakan
pengujian
terhadap hasil pengelasan oleh ahli
dari Balai Penelitian
bahan-bahan menurut
standard yang berlaku di Indonesia atas biaya
kontraktor, jika pekerjaan penyambungan dinilai
meragukan.
j. Pemasangan di tempat pembangunan.
1). Kontraktor berkewajiban untuk menjaga supaya
lapangan untuk menumpuk barang-barang yang
telah diserahkan
kepadanya, tetap
baik
keadaannya dan jika perlu untuk menyokong
bagian-bagian konstruksi yang
harus diangkut
diberi
kayu
penutup
sandar-sandar
dan
sebagainya.
2). Baut-baut.
Sambungan
baut
harus menggunakan
baut
hitam. Lubang untuk sambungan baut harus
dibuat dengan bor atau pons (tidak boleh dengan
las) dengan toleransi tidak lebih dari 1mm
terhadap diameter baut.
3). Untuk
konstruksi
kap sebelumnya
harus
diberikan lawan lendut ( kontra zeeg ) sebesar
1/600 kali panjang bentangan.
4). Bagian-bagian
profil
baja
harus
diangkat
sedemikian rupa sehingga tidak terjadi puntiranpuntiran,
bila perlu digunakan ikatan-ikatan
sementara untuk mencegah timbulnya tegangan
yang melewati tegangan
yang diijinkan, dan
ikatan sementara tersebut dibiarkan terpasang
sampai pemasangan seluruh konstruksi selesai.
5). Pengelasan di atas harus dilaksanakan pada saat
konstruksi telah dalam keadaan diam dan bebas
dari beban penutup atap.
[Link] dan menyelesaikan penggiran-pinggiran
bekas irisan, gilingan, masakan dan lain-lain.
1) Bagian-bagian bekas irisan harus benar-benar
datar, lurus dan bersih,
sekali-kali
tidak
diperbolehkan bekas-bekas jalur, beram-beram dan
lain-lain.
2) Bila bekas pemotongan / pembakaran dengan
mesin dibolehkan pinggiran-pinggiran bekas irisan,
maka bagian tersebut harus dibuang sekurangkurangnya selebar 2,5 mm, sudah tidak nampak
lagi jalur-jalur.
3) Bagian
konstruksi yang
berfungsi
sebagai
pengisi tidak perlu membuang bekas-bekas
potongan.
l. Meluruskan, memadatkan dan melengkungkan.
1) Melengkungkan dalam keadaan dingin hanya boleh
dilakukan pada bagian non struktural, untuk
melengkungkan harus digunakan gilingan - gilingan
lengkung.
Melengkungkan pelat dalam keadaan dingin
menurut suatu jari - jari tidak boleh kurang dari 3
kali tebal pelat, demikian juga
untuk batangbatang di bidang dan badannya.
2) Melengkungkan batang-batang menurut jari-jari
yang kecil harus dilakukan dalam keadaan panas.
3) Melengkungkan dalam keadaan panas harus
dilakukan segera setelah
bahannya dipanaskan
menjadi merah tua.
4) Melengkungkan dan memukul dengan martil tidak
boleh dilakukan, bilamana bahan yang dipanaskan
tidak lagi menyinarkan cahaya.
m. Menembus, mengebor dan meluaskan lubang
1). Pada keadaan akhir, diameter lebar untuk baut
yang dibubut dengan tepat dan sebuah baut
hitam yang tepat
boleh berbeda masing masing sebanyak 1 mm, dari pada diameter batang
baut-baut itu.
2). Untuk lubang-lubang dalam bagian konstruksi yang
disambung-kan dan yang harus dijadikan satu
dengan alat penyambung di bor sekaligus sampai
diameter sepenuhnya, dan apabila ternyata tidak
sesuai, maka perubahan - perubahan lubang
tersebut di
bor
atau diluaskan dan
penyimpangannya tidak boleh melebihi 0,5 mm.
3). Semua lubang - lubang sebelum pemasangan
harus diberam dan tidak boleh dilakukan dengan
mempergunakan besi-besi pengerut.
n. Baut Hitam
1). Baut yang dipergunakan untuk konstruksi harus
mempunyai
ukuran
sesuai
dengan yang
tercantum dalam gambar.
2). Pemasangan baut harus lurus dan benar-benar
kokoh serta mempunyai kekokohan yang merata
antara satu dan lainnya.
3). Baut angker pada balok ring beton yang sudah ada
harus dipasang dengan cara di bor. Pengeboran
harus diperhitungkan letaknya dengan teliti agar
tidak mengenai tulangan balok ring yang sudah
terpasang. Setelah baut angker dipasang, lubang
bor harus diisi penuh dengan cara di grouting
dengan pompa grouting. Dalam hal dianggap perlu,
maka sebagai bahan grouting harus digunakan
bahan POLIMER yang jenisnya akan ditentukan oleh
Konsultan Pengawas atau Perencana.
4.
[Link] pekerjaan - pekerjaan baja dengan cara
pengecatan. Pengecatan baja menggunakan meni
besi dua kali, warna akan ditentukan kemudian.
Pelaksanaan pekerjaan
a. Umum
1). Kontraktor harus memberitahukan kepada Pengawas
Lapangan 1 (satu) minggu sebelum memulai pekerjaan
fabrikasi, seperti penutupan bagian sisi struktur utama.
2). Bahan baja harus dari ukuran, bentuk dan konstruksi
seperti ditunjukkan atau ditentukan dalam Gambar
Kerja.
3). Sebelum fabrikasi, semua pengukuran yang diperlukan
harus dilakukan dan diperiksa sesuai prosedur
pengendalian kualitas yang ditetapkan AISC.
Kecuali ditentukan lain, bahan-bahan harus difabrikasi
sesuai metode yang efisien.
4). Kontraktor bertanggung jawab untuk memperbaiki
kesalahan dan kelalaian dalam pembuatan detail, tata
letak dan fabrikasi atas biaya kontraktor.
b. Lokasi fabrikasi
Baja struktur harus difabrikasi dan dirakit di bengkel
kontraktor atau dilokasi
yang disetujui Pengawas
Lapangan.
c. Pengelasan
1) Pengelasan harus dilaksanakan oleh yang ahli las yang
ditetapkan dalam AWS. Catatan hasil pengujian dan
sertifikasi ahli las harus diberikan kepada Pengawas
Lapangan atas permintaannya.
Keahlian khusus diperlukan untuk pengelasan satu sisi
dari las tabung penetrasi sambungan penuh tanpa alas
bagian belakang.
2) Setiap ahli las dan operator pengelasan harus
dilengkapi dengan kapur warna atau nomor untuk
menandai hasil kerjanya pada setiap jarak tidak lebih
dari 1 meter.
Semua bagian yang tidak diberi tanda dengan jelas
akan ditolak oleh Pengawas Lapangan.
3) Sebelum memulai pekerjaan pengelasan, Kontraktor
harus membuat prosedur pengelasan berbagai bagian
struktur dengan jelas seperti detail sambungan dalam
Gambar Kerja, sesuai dengan standar AWS.
4) Spesifikasi prosedur pengelasan harus diserahkan
Kontraktor kepada Pengawas Lapangan untuk diperiksa
dan disetujui sebelum memulai pekerjaan pengelasan
setiap sambungan yang akan digunakan.
Prosedur
pengelasan
termasuk
pemanasan
pendahuluan dan metoda pengawasan lainnya yang
direncanakan. Hanya prosedur yang disetujui yang
boleh digunakan.
5) Pengawas Lapangan berhak meminta dilakukannya
radiography test/x-ray test pada bagian-bagian tertentu
dari baja struktur. Semua biaya radiography test/x-ray
test menjadi tanggung jawab Kontraktor.
d. Sambungan baut
1) Diameter lubang
Semua lubang untuk sambungan baut harus memiliki
diameter 1,5 mm lebih besar dari diameter baut yang
akan digunakan, kecuali bila ditentukan lain.
2) Baut
Lubang baut harus rata sehingga baut dapat dipasang
tanpa merusak ulir. Kepala baut dan mur harus berada
tepat terhadap baja.
Baut tak berulir yang akan meneruskan gaya harus
diberi ulir sampai panjang sedemikian rupa sehingga
tidak lebih dari satu ulir masih berada dalam batang
struktur.
Panjang baut harus sedemikian rupa sehingga ujung
baut muncul tidak lebih dari 6,35 mm di luar mur.
Kepala baut dan mur harus diputar kuat terhadap
permukaan bidang dengan alat pengencang.
Kepala baut harus dipukul dengan palu ketika mur
dikencangkan. Setelah pengencangan, mur harus
disikat dan dicat.
3) Pembuatan lubang
Semua lubang harus dibor pada sudut tegak lurus
dengan permukaan baja dan tidak boleh dilebarkan
dengan pembakaran. Pelebaran lubang dilakukan
dengan kikir dengan persetujuan Pengawas Lapangan.
Lubang harus dibersihkan tanpa mengkasarkan
pinggiran. Sisa-sisa pengeboran harus disingkirkan
dengan alat pembuat kemiringan sebesar 0,15875 cm.
Semua lubang harus dibor dan dikikir seperlunya
sebelum pemberian lapisan pelindung.
4) Perkuatan lubang
Bila lubang disediakan untuk sambungan dengan
peralatan atau untuk kabel dan pemipaan, dan akan
mempengaruhi batang struktur, batang dimaksud harus
diberi perkuatan yang memadai sesuai petunjuk
Pengawas Lapangan.
e. Pemotongan, pelurusan dan pengguntingan
Pelurusan,
pemotongan
dengan
pembakaran
dan
pengguntingan
harus dilakukan dengan berhati-hati
menggunakan alat mekanis. Semua pinggiran harus bersih
dari kerak. Setiap pinggiran lereng yang rusak harus
diperbaiki sesuai toleransi minimal.
f. Toleransi fabrikasi
Lokasi setiap batang sangat penting dalam desain struktur.
Setiap batang harus ditempatkan dengan tepat sesuai
petunjuk Gambar Kerja, dalam batas toleransi fabrikasi
standar AISC.
g. Ikatan angin dan diafragma sementara
Kontraktor dapat menggunakan ikatan angin ataupun
pengaku sementara, atas biayanya, selama masa
pelaksanaan pekerjaan.
B. PEMASANGAN BAJA STRUKTUR
1. Lingkup Perkerjaan
Pekerjaan ini meliputi pemasangan baja struktur. Spesifikasi ini
menggambarkan
semua
pekerjaan,
bahan-bahan
dan
perlengkapan yang diperlukan untuk pemasangan baja
struktur.
2. Standar/Rujukan
a. American Society for Testing and Mateials (ASTM)
b. American Institute of Steel Construction (AISC)
c. American Welding Society (AWS)
d. Steel Structures Painting Council (SSPC)
e. Standar Industri Indonesia (SII)
f. Spesifikasi Teknis ini mengenai Fabrikasi Baja Struktur
g. Spesifikasi Teknis Pasal 12 Pengecatan
3. Prosedur Umum
a. Gambar Detail Pelaksanaan
Gambar Detail Pelaksanaan dan daftar bahan yang
dibutuhkan harus diserahkan kepada Pengawas Lapangan
sebelum memulai pemasangan baja struktur, untuk
diperiksa dan disetujui.
b. Urutan pekerjaan
1) 30 (tiga puluh) hari sebelum pemasangan baja struktur
dimulai,
Kontraktor
harus
menyusun
jadwal
pemasangan
dan
prosedur
pemasangan
serta
perhitungan penumpu untuk lancarnya pemasangan,
untuk disetujui Pengawas Lapangan.
2) Peralatan untuk pemasangan harus berkualitas baik,
berjumlah cukup, berkualitas baik dan berkapasitas
cukup sehingga pekerjaan dapat berjalan lancar.
Jadwal harus mencakup pemeriksaan selesainya
pemasangan dan penempatan. Prosedur pemasangan
harus memperhitungkan tindakan yang akan diambil
bila terjadi cuaca buruk pada saat pemasangan.
c.
Pengangkatan/pick up
1). Kontraktor bertanggung jawab atas kekuatan dari
struktur atau bagian dari struktur tersebut diangkat
atau dipindahkan. Kontraktor harus melaksanakan
analisa struktur untuk menjamin bahwa pekerjaan
dapat dilaksanakan tanpa merusak kekuatan ataupun
bentuk struktur tersebut.
2). Kontraktor harus menyerahkan metoda pengangkatan
untuk disetujui Pengawas Lapangan. Bahan tambahan
dan biaya fabrikasi yang diperlukan untuk menahan
beban yang diakibatkan oleh alternatif metoda
pengangkatan harus disediakan oleh Kontraktor tanpa
tambahan biaya kepada Pengawas Lapangan/Pemilik
Proyek.
4. Bahan Bahan
1. Angkur, baut, mur dan pengencang
Angkur, baut, mur dan pengencang lainnya harus sesuai
ketentuan pekerjaan struktur baja.
Tipe dan ukuran harus sesuai dengan Gambar Kerja dan
Gambar Detail Pelaksanaan yang telah disetujui.
2. Kawat las
Jenis kawat las harus
Spesifikasi Teknis ini.
memenuhi
ketentuan
dalam
3. Adukan encer
Adukan encer untuk mengisi lubang angker, landasan pelat
dasar dan lainnya seperti ditunjukkan dalam Gambar Kerja.
4. Cat dasar dan cat akhir
Cat dasar dan cat akhir untuk seluruh permukaan baja
struktur permukaan baja struktur harus memenuhi
ketentuan Spesifikasi Teknis pasal 12.
5. Pelaksanaan Pekerjaan
1. Toleransi pemasangan
a.
Kontraktor harus mendirikan bangunan pada lokasi
yang telah ditentukan dengan terlebih dahulu melihat
dan memperhitungkan lokasi serta kondisi lapangan
yang ada, dan membuat laporan tertulis yang ditujukan
kepada Pengawas Lapangan, yang mencakup segala
kondisi yang akan menghalangi pelaksanaan baja
struktur, dengan tetap memperhatikan toleransitoleransi yang disyaratkan dalam AISC.
b.
Semua baja struktur harus didirikan dengan toleransi
yang sesuai dengan Spesifikasi Teknis ini dan AISC,
kecuali bila disebutkan lain. Semua batang-batang yang
dipasang harus ditopang dengan penyangga selama
pemasangan baja struktur dilaksanakan. Semua
penyangga sementara yang diperlukan dalam pekerjaan
ini harus diperhitungkan dengan kondisi pembebanan
yang ada selama pemasangan.
2. Pengencangan baut
1) Sebelum pekerjaan pemasangan dimulai, semua
pekerjaan yang berhubungan dengan baut, hubunganhubungan, penjajaran, harus sudah selesai. Bahanbahan dan peralatan-peralatan yang diperlukan untuk
pekerjaan ini harus pula telah disiapkan pada tempat
yang semestinya.
2) Baut harus dikencangkan dengan calibrated torque
wrench sampai baut tersebut mampu memikul gayagaya yang diperhitungkan padanya.
3. Pemasangan adukan encer
Pemasangan adukan encer harus sesuai Spesifikasi Teknis
pasal 6, pada tempat-tempat seperti ditunjukkan dalam
Gambar Kerja dan/atau sesuai petunjuk Pengawas
Lapangan.
4. Perlindungan baja
Setiap lapisan pada permukaan baja yang tergores, hilang
atau rusak selama pengangkutan/pemasangan dan lainnya,
harus diperbaiki dengan cara sesuai ketentuan Spesifikasi
Teknis pasal PENGECATAN.
5.
Perubahan-perubahan dan Tambahan
a. Perubahan-perubahan dan bagian-bagian atau tambahantambahan pada detail, atau keduanya beserta uraian yang
menyebabkannya harus diberikan beserta gambar kerja untuk
disetujui.
b. Perubahan-perubahan yang disetujui, pengganti-pengganti dan
penambahan yang perlu untuk bagian-bagian dari pekerjaan
harus dikoordinasikan oleh Pemborong tanpa tambahan biaya.
6.
Pengujian Mutu Pekerjaan
a. Pemasangan harus dengan toleransi yang diijinkan/tertera dalam
standar-standar yang telah disetujui.
b. Bila toleransi tersebut tidak tercantum dalam standar, maka
toleransi akan diberikan oleh Menejemen Konstruksi
c. Pemasangan baja dengan toleransi yang tidak disetujui akan
ditolak.
d. Pengawasmempunyai
hak untuk memeriksa pekerjaan di pabrik
pada saat yang dikehendaki, dan tidak ada pekerjaan yang boleh
dikirim ke lapangan sebelum diperiksa dan disetujui Menejemen
Konstruksi
e. Setiap pekerjaan yang kurang baik atau tidak sesuai dngen
gambar atau spesifikasi akan ditolak dan apabila terjadi
demikian, harus diperbaiki dengan segera, dan biaya untuk hal
ini menjadi beban Kontraktor.
7.
Persyaratan Pengujian
a. Semua bahan yang dipergunakan dalam pekerjaan baja harus
dimungkinkan untuk diperiksa atau ditest baik workshop
lapangan maupun pada Lembaga/Instansi yang berwenang
untuk menguji (DPMB, LIPI, dsb.).
b. Untuk profil-profil yang tersusun dari pelat (built up) harus
diadakan pengujian non destructive testing. Apabila dalam
pengujian non destructive testing timbul keraguan mengenai
mutu baja, mutu pengelasan, maka Pengawasberhak untuk
meminta diadakan pengujian destructive testing.
c. Semua biaya pengujian ini ditanggung oleh Kontraktor.
Non Destructive Testing .
Pada metoda ini bertujuan untuk melihat kualitas dari las
yang harus dilakukan sebagai berikut :
1. Pemeriksaan visual; pemeriksanaan ini harus dilakukan
pada semua bagian dari struktur baja.
2. Pemeriksaan dengan X-Ray; Pemeriksaan ini dilakukan
pada sambungan las antara web dan flens pada profil dari
pelat tersusun dan penglasan dengan full penetration.
Untuk memeriksa sambungan pada pembuatan dari pelat
tersusun dilaksanakan secara random dengan jumlah 5%
dari banyak pengelasan.
Non Destructive Testing .
1. Pengujian las antara web dan flens; Metoda dan prosedur
pengujian berdasarkan JIS G 3353 (1978) yang secara
prinsip dapat digambarkan sebagai berikut :
Profil yang dipotong memanjang minimum 30 m
30 m (min)
Bagian dari flens diberi beban tarik melalui tumpuan A dan B.
11 =
FLENS
B
A
1,5
TEBAL
Pembebanan dilakukan
sampai terjadi retak
pada bagian web dan
flens.
2. Pengujian tarik pada elemen profile (test pice).
Metoda dan prosedur pengujian mengikuti JIS Z 2202
(1980) dan JIS Z 2241 (1980).
Elemen yang akan diuji diambil pada bagian flens dari
profil.
Bentuk dan ukuran dari test piece mengikuti pengujian nomor 1A dari
JIS Z 2201 :
T
L
P
Width
W
Gauge Length
Thickness
L
Parallel Length
P
Radius of Fillet
R
40
200
Thickness of material
200 approx
25 (min)
*. Mutu yang disyaratkan adalah BJ 37.
Referensi dan Standar-Standar
Semua pekerjaan yang tercantum dalam bab ini, kecuali tercantum
dalam gambar atau diperinci, harus memenuhi edisi terakhir dari
peraturan, standard dan spesifikasi berikut ini :
a. SNI 03-6861-2002
Tentang Beton Bertulang Indonesia
b. SNI-2847-2002
Tatacara Penghitungan Struktur Beton
untuk Bangunan Gedung
c. PUBI - 1982
Persyaratan Umum Bahan Bangunan di
Indonesia
d. ACI - 304 AC1 304. IR-92,
State-of-the Art Report on Preplaced
Aggregate Conc. for Structural and
Mass
Concrete, Part 2
ACI 304.2R-91,
Placing
Concrete
by
Pumping
Methods,
Part 2
e. ASTM - C94
Standard Specification for Ready-Mixed
Concrete ASTM - C33
Standard Specification for Concrete
Aggregates
f. ACI - 318
Building Code Requirements for
Reinforced Concrete
g. ACI - 301
Specification for Structural
Concrete of
Building
ACI - 212 ACI [Link]-63,
Admixture for Concrete, Part 1
h. ACI 212.2R-71,
Guide for Use of Admixture in Concrete,
Part 1
i. ASTM - C 143
Standard Test Method for Slump of
Portland
Cement Concrete
j. ASTM - C231
Standard Test Method for Air Content of
Freshly
Mixed Concrete by the Pressure Method
k. ASTM - C171
Standard Specification for Sheet Materials
for Curing Concrete
l. ASTM - C 172
Standard Method of Sampling Freshly
Mixed
Concrete
m. ASTM - C31
Standard Method of Making and Curing
Concrete Test Specimens in the
Field
n. ASTM - C42
Standard Method of Obtaining and
Testing Drilled Cares and Sawed
Beams
of Concrete
o. ASTM - C309
p. ASTM - D1752
q. ASTM - D1751
Standard Specification for Liquid
Membrane Forming
Compounds
for
Curing
Concrete
Standard Specification for Performed
Spange Rubberand Cork Expansion
Joint Fillers for Concrete Paving and
Structural Construction
Standard Specification for Performed
Expansion Joint Fillers for Concrete
Paving and Structural
Construction
r. SII
s. ACI - 315
t. ASTM - A185
Reinforcement.
u. ASTM - .A 165
(Non- extruding and Resilient
Bituminous Types)
Standard Industri Indonesia
Manual of Standard Practice for
Reinforced Concrete
Standard Specification for Welded Steel
Wire Fabric for Concrete
Standard Specification for Deformed
and Plain Billet Steel Bars for
Concrete
Reinforcement, Grade 40,
deformed for
reinforcing bars. Grade 40, for
stirrups
and ties.
BAB III
PEKERJAAN ARSITEKTUR
PASAL 1
PEKERJAAN PASANGAN
1.
Lingkup pekerjaan meliputi penyediaan bahan,
pekerjaan, perapihan dan pekerjaan pasangan bata.
pelaksanaan
2. Persyaratan bahan
Batu bata :
a.
Batu bata yang akan digunakan harus baru, terbuat dari tanah
yang baik sesuai dengan persyaratan-persyaratan dalam
SH-0285-84 dengan ukuran kurang lebih 24 x 10 x 4,5 cm,
berkualitas baik atau telah diperiksa/disetujui Pengawas.
b.
Batu bata harus berkekuatan tekan /compressive strength
sebesar 30 kg/cm2, dan bisa menahan gaya horizontal/shear
strength sebesar 1,7 kg/cm2.
c.
Batu bata harus matang, bila direndam air akan tetap utuh,
tidak pecah atau hancur
d.
Batu bata yang pecah/retak tidak dibenarkan digunakan untuk
dipasang, kecuali untuk melengkapi, misalnya sudut.
e.
Sebelum dipasang batu bata. harus direndam air hingga jenuh
air.
f.
Ukuran-ukuran bata harus seragam dan dapat disesuaikan
berdasarkan tebal dinding akhir yang disyaratkan dalam gambar
kerja.
Portland Cement
a. Mutu/kwalitas harus sama dengan PC yang digunakan untuk
konstruksl beton, tidak keras, tidak mengandung butiran dan tidak
adanya gejala-gejala membatu.
b. Pemakaian semen di dalam satu adukan tidak dibenarkan lebih
dari satu merk.
c. Untuk bahan bangunan ramuan adukan menggunakan semen
(berdasarkan kwalitas yang ditetapkan dalam SKSNI-1991).
d. Semen yang datang dl tempat pekerjaan/lapangan harus disimpan
dalam gudang yang lantainya kering dan minimum 30 cm lebih
tinggi dari permukaan tanah sekitarnya.
Pasir Pasang
Pasir yang digunakan harus bersih, bebas dari segala macam
kotoran, baik dari bahan organis dan alkalis maupun lumpur, tanah
karang, garam./basa dan sebagainya sesuai dengan syarat-syarat
dalam PBI 1971.
Jenis Adukan
a.
Adukan untuk pasangan kedap air adalah 1 bagian semen
pc dan 2 bagian pasir pasang (trasram)
b.
Adukan untuk pasangan dinding biasa (di atas trasram)
adalah 1 bagian semen pc dan 4 bagian pasir pasang.
3. Pelaksanaan Pembuatan Adukan
a. Adukan harus dibuat dengan menggunakan mesin pengaduk
(molen) sesuai kapasitas yang dibutuhkan, semen dan pasir harus
dicampur dalam keadaan kering, yang kernudian diberi air sesuai
persyaratan sampai didapat campuran yang baik.
b. Adukan vang sudah mongering/kering tidak boleh dicampur
dengan adukan yang baru.
c. Untuk membuat campuran spesi jenis semen mortal
utama/lemkra harus menggunakan mixer pengaduk sesuai
dengan petunjuk yang dikeluarkan pabrik.
4. Pelaksanaan
Pasangan batu bata yang dilaksanakan harus rata, tegak dan lajur
penaikannya diukur tepat dengan tiang lot, setiap pemasangan tidak
boleh lebih dari 1,00 m baru boleh dilanjutkan setelah betul-betul
mengeras. Sebelum dipasang batu bata harus direndam dalam
air/direndam terlebih dahuiu. Pada proses pemasangan dinding bata
agar sudah diperhitungkan adanya fasilitas conduit/sparing yang
harus tertanam didalam pasangan batu bata. Rangka penguat
berupa, kolom praktis dan ringbalk dari beton dipasang untuk setiap
luas dinding maksimun 12 m2 dan disetujui Pengawas.
5. Perlindungan
Sesuai jam kerja, seluruh lajur pasangan batu bata yang belum
selesai, harus ditutup (dilindungi) dengan kertas semen, atau dengan
cara-cara lain yang disetujui oleh Direksl. Untuk dinding-dinding yang
sudah kering (berumur 6 jam keatas) harus disiram dengan air bersih
setiap pagi, atau sesuai dengan persyaratan.
PASAL 2
PEKERJAAN PLESTERAN
1.
Llngkup pekerjaan meliputi pekerjaan plesteran dan acian pada
dinding bangunan (yang terdiri dari pasangan batu bata dan Beton),
yang dinyatakan dalam gambar.
2.
Persyaratan bahan.
Semen dan pasir (Iihat pasal 1)
Air
a. Air yang digunakan harus bersih dan bebas dari segala macam
campuran atau larutan minyak, asam garam/basa dan bahan
organis lainnya.
b. Air yang digunakan tersebut harus sesuai persyaratan yang sudah
ditentukan.
3.
Daerah Plesteran/Spesi
Daerah plesteran (spesi) antara lain pada bata trasram 1 : 2 , Batu
bata dan pasangan paving di atas jembatan serta spesi 1 : 4, kolom
beton 1 : 3 diatas elevasi 0.00 dan pada daerah yang disesuaikan
dengan gambar.
4.
Pelaksanaan Pekerjaan Plesteran.
a. Tebal plesteran harus berkisar setebal I s/d 2 cm, tebal pasangan
bata jadi max. 15 cm.
b. Sebelum pekerjaan plesteran dimulal terlebih dahulu permukaan
pasangan batu bata dan beton dibasahl atau disiram air terlebih
dahulu.
c. Semua siar permukaan dinding batu bata hendaknya dikerok
sedalam kira-kira 1 cm agar plesteran dapat lebih merata.
5. Adukan Plesteran
a. Semua jenis bahan plesteran harus diaduk sesuai persyaratan
jenis campuran yang disetujul Pengawas.
b. Plesteran harus rata vertikal dan horizontal.
c. Ketebalan plesteran merupakan lapisan dengan permukaan kasar
untuk mencapai bidang rata dan lebih teliti setelah itu baru
pengacian.
d. Sebelum Pemborong melanjutkan pekerjaan plesteran, maka
Pemborong diwajibkan membuat contoh bidang plesteran.
e. Setelah diplester selanjutnya permukaan plesteran tersebut diacl
(semen dan air) hingga halus.
6. Perbaikan Bidang Plesteran.
a. Bilamana Pengawas mendapatkan bidang plesteran yang tidak
memenuhi syarat misalnya tidak rata, tidak siku dan lain-lain
maka Pemborong harus, memperbaiki pekerjaan tersebut.
b. Bagian-bagian yang diperbalki harus dibobok secara teratur dan
plesteran hasil perbalkan barus rata dengan sekitamya.
PASAL 3
PEKERJAAN KUSEN PINTU DAN JENDELA ALUMMIUM
1.
Semua pekerjaan kusen pintu dan kusen jendela aluminium
harus
dikerjakan
menurut
instruksi
pabrik/produsen
dan
standar-standar antara lain:
The Alumunium Association (AA)
Architectural Aluminium Manufactures Association
(AAMA)
American Society for Testing Materials (ASTM)
2.
Aluminium yang akan digunakan adalah produksi Alcan,
Aleksindo, Indal, YKK atau produksi dalam negeri yang baik (sesual
Sll extrusi 0695-82 dan SH jendela 0649-82). Alloy 6063 T5/Billet
yang digunakan harus aslinya (tidak terbuat dari bahan scrap/sisa).
Anodizing terdiri, dari
Lapisan pertama anodic oxide film tebal 10 micron
Lapisan kedua resin film tebal 12 micron
3. Seluruh pekerjaan aluminium memiliki syarat-syarat teknis sebagai
berikut:
Kusen Aluminium powder coating oven pabrik.
Ukuran profil
45 mm x 100 mm
Beban angin
100 kg/m2
Tebal profil minimal
1.35 mm
4. Contoh
Kecuali ditentukan lain, maka semua contoh harus disertakan dan
contoh extrusion tidak kurang dari 30 x 30 cm. Dengan ketebalan
seperti yang ditentukan untuk proyek tersebut. Contoh (Mock up)
harus dengan ukuran 1 : 1.
5. Pekerjaan Pelaksanaan
a. Pekerjaan pembuatan/penyetelan dan pemasangan kusen
aluminium beserta kaca harus dilaksanakan oleh pemborong
alumunium yang ahli dalam bidangnya.
b. Untuk mendapat ukuran yang tepat, pemborong aluminium harus
datang ke lapangan dan melakukan pengukuran
c. Untuk mendapat hasil yang baik, pembuatan/penyetelan kosen
alumunium harus dilakukan di pabrik secara masimal dan
dilapangan tinggal pasang
d. Antara tembok/kolom/beton dan kusen aluminium harus diisi
dengan sealen" yang elastis
e. Pemasangan kaca pada kusen aluminium harus diisi karet gasket
Semua detail pertemuan harus halus, rata dan bersih dari goresan
serta cacat yang mempengaruhi permukaan aluminium
f. Sambungan-sambungan vertical maupun horizontal, sambungan
sudut maupun silang, demikian juga pengkombinasian profil-profil
alumimum harus dipasang sempurna
g. Fixing accessoris seperti skrup assembling dan engsel-engsel
harus terbuat dari bahan-bahan tahan karat.
h. Kaca tidak boleh bergetar dan diberi tanda setelah terpasang.
i. Sebelum pemasangan kusen aluminium harus dilindungi plastik
pelindung terlebih dahulu, pelindung plastik tersebut boleh dibuka
setelah finishing pengecatan dinding.
6. Hubungan Dengan Material Lain
Apabila aluminium berhubungan dengan besi, maka besi harus
dilapis dengan zinc chromate + bitumen.
7. Garansi (Jaminan)
Pemborong wajib memberikan garansi bahan selama. 5 tahun.
dan garansi pemasangan selama 10 tahun, terhitung sejak
selesainya masa perawatan
Garansi bahan sebagai perlindungan kemungkinan terjadinya
cacat pewarnaan akibat dari proses powder coating yang tidak
sempurna dan lain-lain, sedang garansi pemasangan sebagai
perlindungan kemungkinan terjadinya kebocoran udara & air
akibat dari aplikasi yang tidak sempurna.
PASAL 4
PEKERJAAN PLAFOND GYPSUM, KALSIBORD, GYPSUM
PARVORATED DAN AKUSTIK PANEL
[Link] pekerjaan
Yang dimaksud dengan pekerjaan plafond dan pelapis dinding adalah
sebuah pekerjaan di atas ruangan yang berfungsi sebagal berikut
a. Pembatas ketinggian;
b. Penutup segala. macam bentuk yang berada di bawah atap atau
plat beton,
c. Peredam hawa panas.
Pekerjaan ini meliputi pemasangan rangka penutup plafond dan
penempatan lubang-lubang untuk titik lampu yang diperlukan.
[Link]. bahan
Bahan:
1. Jenis Bahan
Gypsum, Kalsibord, Gypsum
Parvorated, Akustik Panel
2.
Ketebalan
9 mm
3.
Mutu Bahan
4.
5.
Pola Ukuran
Penggantung
Buatan dalam negeri produksi
Jayaboard merek Jayabell atau
produksi Knauf
Sesuai gambar dan ruangan
Galvanized wired rod M5 drat + U
clamp channel K4-TB.C
6.
Rangka
7.
Lis pinggir
Main tee, cross tee, wall trim 40 x
40 mm pengukur tebal 1,5 mm,
rangka pembagi besi hollow
galvanis 40 x 40
Untuk rangka dinding utama
menggunakan besi hollow galvanis
40x80 tebal 1.6mm sedangkan
rangka pembagi menggunakan
besi hollow galvanis 40x40 tebal
1.6mm .
8.
Finish
Lis gypsum costum profil siku
10x10 tebal 2cm.
Cat interior produk ICI Dulux,
Mowilex, Jotun.
Pengendalian seluruh pekerjaan ini harus memenuhi persyaratan
pada NI-5 dan memenuhi SII-0404/81.
[Link] penunjang
Perlu disiapkan alat untuk pelaksanaan pekerjaan plafon antara lain :
a.
b.
c.
d.
e.
Alat Bantu steger;
Waterpas;
Benang;
Meteran.
Theodolit
[Link]-syarat pelaksanaan
a. Rangka langit-langit hollow dengan penggantung galvanized wire
rod diameter 4,5 mm. yang dilengkapi dengan mur dan klem,
penggantung-penggantung terikat kuat pada beton, dinding atau
rangka baja yang ada.
b. Rangka langit-langit dipasang setelah sisi bagian bawah diratakan,
pemasangan sesuai dengan pola yang ditunjukkan/disebutkan
dalam gambar dengan memperlihatkan modul pemasangan
penutup langit-langit yang dipasangnya.
c. Bidang pemasangan bagian rangka langit-langit harus rata, tidak
cembung, kaku dan kuat, kecuali bila dinyatakan lain, misal
permukaan merupakan bidang miring/tegak sesuai dengan yang
ditunjukkan dalam gambar.
d. Bahan penutup langit-langit adalah gypsum dengan mutu bahan
seperti yang telah dipersyaratkan dengan pola pemasangan
sesuai dengan yang ditunjukkan dalam gambar.
e. Jarak pemasangan antara unit-unit penutup langit-langit harus
presisi dan tidak kelihatan atau sesuai yang ditunjukkan dalam
gambar.
f. Hasil pemasangan penutup, langit-langit harus rata, tidak
melendut.
g. Seluruh pertemuan antara permukaan langit-langit dan dinding
dipasang list profil dari gypsum dengan bentuk dan ukuran sesuai
gambar.
h. Khusus untuk pemasangan rangka pelapis dinding
Gypsum
Parvorated rangka hollow galvanized dilengkapi dengan disekrup
dan difisher ukuran S.12 pada dinding yang ada.
[Link] pelaksanaan
1. Pada umumnya pemasangan plafond :
a. Tentukan peil plafond pada dinding atau lisplank;
b. Waterpaskan ketingglan tersebut pada seluruh batas pasangan
plafond.
c. Pasang rangka plafond pada dinding atau lisplank dengan
menggunakan baut.
d. Tentukan arah tulangan pokok dan pasang tulangan pokok tiap
120 cm dengan rangka hollow
e. Selanjutnya pasangan tulangan pembagi, yang terbuat dari
rangka hollow dengan jarak tiap 60 cm;
f. Rangka plafond yang sudah siap ditutup, digantung dengan root
atau hollow dalam kondisl lurus dan waterpas;
g. Gypsum yang sudah terpasang di compon dan dicat.
2. Pada umumnya pemasangan dinding Gypsum Parvorated :
a. Tentukan jarak pelapis dari dinding ke pelapis dinding (Gypsum
Parvorated) disesuaikan rangka yang digunakan.
b. Pasang rangka pelapis dinding dengan menggunakan fisher
ukuran S.12
c.
d. Selanjutnya pasangan rangka utama arah vertikal per jarak
120cm, yang terbuat dari rangka hollow galvanis, sedangkan
rangka pembagi arah vertikal dari rangka hollow galvanis dengan
jarak tiap 120cm dan rangka pembagi arah horisontal dari rangka
hollow galvanis dengan jarak tiap 60cm.
e. Gypsum Parvorated yang sudah terpasang di compon dan dicat.
PASAL 5
PEKERJAAN KERAMIK LANTAI
f. Persyaratan Umum
Sebelum pekerjaan finishing lantai dilakukan, Pemborong wajib
mengadakan pengecekan kembali peil lantai dan kemiringannya
disesuaikan dengan gambar kerja dan persyaratan teknis yang sudah
ditentukan.
g. Lingkup, pekerjaan meliputi semua tenaga kerja, penyediaan
bahan, persiapan pemasangan, pembersihan lantai yang akan
dikerjakan dan pelaksanaan pemasangan.
h. Pelaksanaan Pekerjaan Pemasangan.
a.
Pekerjaan pemasangan granitile 80 x 80 maupun
homogeneoustile 60X60 keramik lantal 40/40 di pasang pada
ruang sesuai rencana dan finishing schedule pada gambar
rencana. Ruang Pantri, keramik lantal 30/30 di pasang pada lantai
selasar, keramik lantai 20/20 dipasang pada lantai KM/WC dan
lapis meja pantry, keramik 30/60 di pasang pada dinding KM/WC,
Pantry dan dinding wastafel, plint keramik 10/40, dan Plint
keramik 10/30 dipasang pada dinding sesual ukuran keramik
lantai, harus dikerjakan secara bagai spesi dipakai lem MU atau
Lemkra presisi, rata, rapih, kuat, dan mempunyai permukaan yang
tidak bergelombang, serta didapatkan Nat-Nat yang lurus dan
tegak lurus.
b.
Khusus untuk geranit alam sebelum dipasang
permukaan bagian belakang terlebih dahulu dilapisi resin.
c.
Didalam
pemasangan
harus
menggunakan
rentangan benang yang diukur dengan water pass dan
dipindahkan pada setiap keramik/granit.
d.
Peil lantai yang diinginkan harus diperiksa
betul-betul bila terdapat hal-hal yang berbeda dengan rencana
yang disetujui, maka pelaksanaan pekerjaan ini harus segera
dilaporkan kepada Pengawas untuk dicarikan jalan keluarnya.
e.
Pelaksanaan pemasangan keramik dilaksanakan
dengan adukan 1 ps : 4psr.
f.
Pekerjaan finishing lantai baru dapat dimulai
setelah seluruh pekerjaan
g.
plafond dan dinding selesai dikerjakan.
h.
Pola pemasangan keramik bila tidak jelas
terdapat pada gambar keria harus ditanyakan kepada pengawas
untuk mendapat penjelasan.
i.
Nat antara keramik dibuat sekecil mungkin dan
diisi dengan semen berwarna sama dengan dasar keramik yang
dipakai.
j.
Keramik sebelum dipasang harus direndam dalam
air hingga tidak muncul gelembung-gelembung udara kemudian
ditiriskan sampai tidak ada lagi air yang menetes.
k.
Selesai pemasangan ruangan harus bebas dari
beban berat serta kegiatan lain.
l.
Sedapat
mungkin
pemotongan
dihindarkan
jangan terjadi potongan lebih kecil dari setengah ukuran, kecuali
tercantum dalam gambar Potongan dilakukan tanpa bergerigi.
m.
Pemasangan keramik wajib memperhatikan nilai
estetikanya. Tidak diharuskan untuk membasahi lantai dengan air
secara terus menerus selama satu minggu dan lantai ditutup
dengan lembaran plastik untuk mendapatkan hasil yang
sempurna.
i. Hasil akhir yang dapat diterima:
a. Lantai keramik/granit yang dipasang harus, sesuai dengan contoh
yang sudah disetujui pengawas.
b. Permukaan lantai harus rata dan tidak bergelombang.
c. Garis-garis siar harus lurus dan saling tegak lurus.
d. Pengawas berhak untuk menolak bidang keramik yang telah
terpasang apabila tidak memenuhi persyaratan di atas dan resiko
penolakan adalah menjadi tanggung jawab Pemborong.
PASAL 6
PEKERJAAN KERAMIK/GRANIT DINDING
Sebelum memulai pekerjaan keramik/granit, pelaksanaan harus lebih
dahulu memahami bahwa semua kegiatan yang bersangkut paut
dengan pekedaan keramik/granit ini harus didasarkan pada : spesifikasi,
risalah lelang (aanwijzing), gambar bestek yang dicap untuk
pelaksanaan yang sebelumnya sudah diperbandingkan dengan gambar
kontrak, gambar kerja (shop drawinng), serta instruksi pengawas.
[Link]
a. Mempelajari Gambar
Yang pertama-tama dilakukan untuk secara cepat dapat
memahaml gambar adalah dengan membuat sketsa denah
bangunan keseluruhan dengan skala 1:100 yang menggambarkan
: posisi dinding yang akan dilapisi keramik/granit, tebal finish
dinding, letak kusen pintu/jendela, letak sparing-spaning, jarak
dinding as ke as.
b. Mempelajari Spesifikasi/Risalah Lelang
Melengkapi sketsa di atas dengan data dari spesifikasi risalah
lelang mengenai :
Spesifikasi keramik/granit jenis,ukuran dan wama
keramik/granit
Spesifikasi bahan perekat; campuran, jenis, dan tebal spesi,
jenis/dosis additive, serta jenis pengisi Nat.
c. Membuat Perhitungan
Berdasarkan gambar dan spesifikasi dihitung keperluan bahan,
tenaga dan alat yang akan diperlukan.
Keperluan bahan, dihitung berdasarkan luas pasangan
keramik/granit.
Dengan
analisa
diperoleh,
volume
keramik/granit, dan baban perekatnya (semen dan pasir, bila
berupa adukan semen dan pasir), volume additive, serta
volume bahan pengisi nat.
Keperluan tenaga, dihitung berdasarkan kapasitas tukang
pasang yang kita tentukan dari pengalaman proyek-proyek
terdahulu yang sejenis.
Mandays tukang pasang dihitung dengan rumus : mandays =
volume Pasangan/kapasitas. Jumlah tukang pasang dihitung
berdasarkan mandays dibagi jumlah hari yang direncanakan
untuk menyelesaikan pekerjaan. Jumlah kenek (untuk pasang
dan aduk) dihitung berdasarkan kelompok tukang pasang,
sedangkan jumlah kenek angkut berdasarkan jarak dan
kelompok tukang pasang.
Keperluan alat, dihitung berdasarkan pengalaman dari
proyek-proyek terdahulu. Adapun alat-alat yang diperlukan
antara lain; molen kecil, hoist, steger/tangga kerja, bak aduk,
gerobag, dolak, ember, sekop/cangkul, ayakan pasir, drum air,
slang plastik, jidar, siku-siku, pahat, kape, palu, meteran,
waterpas, benang, unting-unting, kampak, pisau potong
keramik/granit, lap/pel/majun/spon, alas penampung adukan
yang jatuh, alat pengaman.
d. Membuat Bagian Kerjaa (schedule) harian
Supaya pelaksanaan pekedaan tiap hari terarah dan dapat
dimonitor hasilnya, perlu dibuat bagan kerja harian yang
merupakan sasaran (target) yang akan dicapal per hari. Tuliskan
volume, kapasitas dan mandays, tentukan durasi, hitung jumlah
keperluan tenaga tukang per hari, kemudian tentukan waktu
mulai dan waktu selesai.
e. Membuat Gambar Pelengkap Pelaksanaan
Untuk mempermudah pelaksanaan di lapangan nanti, buatlah
gambar pelengkap pelaksanaan yang menggambarkan:
Denah ruangan
Bukaan dinding ruangan lengkap dengan potongan-potongan
yang menunjukkan letak finish dinding, hubungan. plafond
dengan pasangan keramik/granit dinding, lantai dengan
dinding. Dijelaskan juga mengenai pola keramik/granit, lebar
nat, posisi kusen pintu/jendela, sparing, pipa listrik/alatalatnya,
fire/alat-alatnya, sound system, security system, posisi kaca
muka.
f. Persiapan Pelaksanaan
Langkah terakhir sebelum betul-betul memulal pekerjaan
plesteran adalah : penyortiran bahan (menurut wama, ukuran,
cacat), seleksi tukang, pembebasan lokasi, pemeriksaan
kebenaran sipatan yang ada, penerangan kerja, air keria,
menyediakan penampung spesi yang jatuh, kesiapan alat-alat
kerja, menyediakan bak sampah dan alat pembersih.
[Link]
Kerjakan plesteran kasar sesuai pedoman pelaksanaan, setebal
batas garis finish dikurangi tebal keramik/granit dan adukan
perekatnya.
Dari pembuatan shop drawing didapat pola pemasang
keramik/granit. Tarik benang untuk jalur kepala arah vertikal 2
jalur selebar keramik, dan arah horizontal 2 jalur setinggi
keramik yang merupakan tempat dimulainya pemasangan
keramik/granit berdasarkan pola. pemasangan.
Pasang jalur kepala keramik ke arah horizontal maupun vertikal
dengan jarak maksimum 2 m atau kelipatan ukuran
keramik/granit mengikuti benang benang pertolongan. Untuk
bidang luar, pemasangan kepala arah vertikal-horisontal
disesuaikan dengan batas masing-masing lantai atau sesuai
spek.
Pemasangan keramik tiap-tiap lapis agar mengikuti benang
pertolongan dari kepala. Semua pemasangan dilakukan dengan
terlebih dahulu melekatkan spesi penempel (5-8 mm),
sepanjang kurang lebih dari 1 m pada jalur keramik/granit yang
akan dipasang, kemudian keramik satu persatu dilekatkan
dengan menumbuk sehingga permukaan keramik/granit
menjadi rata dengan tarikan benang.
Pengerokan nat sedalam tebal keramik/granit dan bidang
keramik langsung dibersihkan.
Setelah pasangan keramik/granit berumur tiga hari atau sesuai
spek,
dilaksanakan pengisian nat dengan pasta semen atau sesuai
spek dan langsung dibersihkan.
Pembersihan tempat kerja dilakukan setiap hari.
Sebelum pelaksanaan plesteran secara serentak dilaksanakan,
dibuat contoh cara pelaksanaan pada bidang tertentu dengan
mengikuti prosedur di atas. Hasil yang telah disetujul harus dipakai
sebagai pedoman untuk pelaksanaan selanjutnya.
[Link] (MONITORING)
Catat hasil kerja dan jumlah tenaga. kerja setiap hari, kernudian
dievaluasi untuk perencanaan hari berikutnya sesuai dengan formulir
standar.
PASAL 7
PEKERJAAN PERLENGKAPAN SANITASI
1. Lingkup Pekerjaan
Meliputi semua pekerja, peralatan dan bahan-bahan yang digunakan
dan berhubungan untuk pekerjaan sanitasi sesuai dengan gambar
kerja dan RKS
a. Khusus untuk fitting-fitting, stop kran dan perlengkapan sanitasi
fixture lainnya, pemborong harus memberikan contoh sesuai yang
ditentukan dalam RKS untuk disetujui Pemilik Proyek / pengawas
b. Pekerjaan perlengkapan sanitasi tidak dapat terlepas, dari
pekerjaan mekanikal plumbing
2. Bahan-bahan
a. Sanitasi fixture harus, dilengkapi fitting-fitting, stop kran dan
perlengkapannya
b. Barang yang dipakal adalah dari produksi TOTO atau
dan
mempunyai permukaan yang halus, licin dan mengkilap dari
bahan keramik
c. Perlengkapan sanitasi diantaranya sebagai berikut :
- Floor drain
- Clean out
- Cermin
- Fixtures
: SAN EI / TOTO dari bahan stainless steel
dengan lobang pembuangan yang garis
tengahnya 10 cm
: dari bahan stainless steel
: tebal 5 mm (ukuran disesualkan gambar)
: stainless steeI bowl TOTO closed
jongkok/duduk warna Putih, american
standart
KIA warna putih
3. Pekerjaan Persiapan
a. Pada saat pekerjaan plesteran dilaksanakan, pemborong harus
menentukan letak kelos-kelos kayu untuk pemasangan kloset
jongkok/duduk
b. Pernborong wajib memeriksa tempat-tempat yang akan dipasang
perlengkapan sanitasi dan memasang kelos-kelos kayu yang
belum terpasang, memeriksa instalasi air yang akan dihubungkan
dengan perlengkapan saniitasi.
4. Pekerjaan Pelaksanaan
a. Perlengkapan sanitasi yang ditanam kelantai harus dengan cara
yang baik sambungan-sambungannya kokoh
b. Sambungan harus dilaksanakan dengan baik tanpa kebocoran
c. Pemasangan perlengkapan sanitasi harus rapih, tidak miring
d. Selesai pemasangan. perlengkapan sanitasi wajib dilaksanakan
final test dan disaksikan Pengawas
e. Biaya pengujian, pemeriksaan dan kerusakan material adalah
tanggung jawab pemborong
PASAL 8
PEKERJAAN LOGAM ARSITEKTUR
1. Lingkup Pekerjaan
Pada bagian ini meliputi pengadaan dan. pemasangan bahan dan
logam-logam arsitektur seperti yang dijelaskan dalam gambar dan
atas petunjuk Pengawas
2. Pengendalian Pekerjaan
Seluruh pekerjaan ini harus mengikuti dan sesuai dengan standar
sebagai berikut :
NI - 3 - 1970
SH - 0161 - 77
SIl - 0193 - 78
BS - 1387 - Steel tubes
3. Bahan-bahan
Pemborong harus menyerahkan contoh-contoh bahan yang akan
digunakan, untuk mendapat persetujuan dari Pengawas.
4. Pengerjaan
Pengerjaan harus bertaraf kelas satu Semua bahan yang akan
tampak bila memakai las, harus diratakan dan. difinish sehingga
sama dengan permukaan sekitamya. Semua pengikat-pengikat lain
seperti clip keeling dan lain-lain yang tampak, harus sama dalam
finish dan wama dengan bahan yang [Link]-lubang untuk
baut dan sekrup harus dibor atau dipuch.
PASAL 9
PEKERJAAN PENGGANTUNG DAN PENGUNCI
1. Lingkup Pekerjaan
Meliputl semua pekerjaan, peralatan dan bahan yang diperlukan
untuk pekerjaan kunci dan alat penggantung lengkap dengan
accessoriesnya seperti tercanturn di dalam gambar.
2. Bahan-bahan
a.
b.
c.
d.
e.
Kunci 2 (dua) slag harus berkotak baja dengan
finish akan ditentukan kemudian, baut-baut dan ungkitnya harus
dari kuningan. Tiap kuncl harus mempunyai 3 anak kunci yang
berselaput nikel dijadikan satu dengan ring dari kawat baja.
Type-type kunci harus sesual dengan fungsi
ruangannya
Engsel dipasang sekurang-kurangnya 3 buah
untuk setiap daun pintu dengan menggunakan sekrup kembang
dengan warna yang sama dengan engselnya, jumlah engsel yang
dipasang harus diperhitungkan menurut beban berat daun pintu.
Tiap engsel memikul beban maksimum 20 kg.
Khusus untuk engsel jendela dipakai frictionstay
ukuran 8 inch.
Handle
jendela
menggunakan
rambuncis
produksi Kenari Djaya, YKK, Dekson.
3. Jenis Kunci
Normal key dipakai produk SES, KEND, FINO, Dekson dalam negeri,
system dipasang pada seluruh pintu.
4. Pelaksanaan
a.
semua kuncl, engsel harus dilindungi dan
dibungkus plastik atau tempat aslinya setelah dicoba.
Pemasangan dilakukan setelah bangunan selesai dicat.
b.
Sekrup-sekrup harus cocok dengan barang yang
dipasang, jangan memukul sekrup, cara. pengokohan hanya
diputar sampai ujung. Sekrup yang rusak waktu dipasang harus
dicabut kembali dan diganti
c.
Engsel untuk pintu kayu dipasang 30 cm dari
tepi atas dan bawah, sedangkan engsel ketiga dipasang di
tengah-tengah
d.
Semua kunci tanam harus terpasang dengan
kuat pada rangka daun pintu dipasang setinggi 90 cm dari lantal
atau sesuai gambar.
PASAL 10
PEKERJAAN PENGECATAN
1. Lingkup pekerjaan
Pengecatan dinding dilakukan. pada bagian luar dan dalam serta
pada seluruh detail yang disebutkan/ ditunjukkan dalam gambar.
2. Bahan bahan
a.
Semua bahan cat yang digunakan adalah :
Produk Lokal Merek Mowilex, ICI Dulux dan Jotun.
Cat dinding dalam/ interior produk : ICI Dulux, Mowilex dan Jotun
Cat dinding luar/ exterior produk : ICI-Weathershield, Mowilex
Weathercoat dan Jotun Weathershield
- Primer
- Undercoat
interval
: 1 lapis Dulux , A 931 - 1050 interval 2 jam
: 1 lapis Acrylic Wall Filler A 931-49001
2 jam
- Cat akhir exterior : 2 lapis Dulux A 918 setebal 2x30 micron,
interval 2 jam, semua lapis sehingga.
dicapai
permukaan yang merata & sama tebal
b.
Sifat-sifat umum
-
Tahan terhadap pengaruh cuaca
Tahan terhadap gesekan dan mudah diberslhkan
Mengurangi Pori-Pori dan tembus uap air
Tidak berbau
Daya tutup tinggi
c. Cat yang digunakan berada. dalam kaleng yang masih disegel
dalam kemasan 2.5 kg atau 25 kg, tidak pecah atau bocor dan
mendapat persetujuan Pemilik Proyek atau Pengawas. Pengiriman
cat harus disertakan sertifikat dan agen/distributor yang
menyatakan bahwa cat yang dikirim dijamin keasliannya.
Pemborong bertanggung jawab, babwa warna dan bahan cat
adalah tidak palsu dan sesual dengan RKS.
d.
Warna
Selambat-lambatnya 2 (dua) minggu sebelum pekerjaan
pengecatan, pemborong mengajukan daftar bahan pengecatan
kepada Pengawas.
Pemborong menyiapkan bahan dan bidang pengecatan untuk
dijadikan contoh, atas biaya pemborong. Pencampuran wama atau
pemesanan dan pembuatan warna khusus harus disiapkan dari
pabrik dan memiliki sertifikat laboratorium untuk pembuatan dan
pencampurannya.
e.
Pekerjaan Persiapan
Sebelum
pekerjaan
pengecatan
dilaksanakan,
langit-langit dan lantai telah selesai dikerjakan.
pekerjaan
Selanjutnya diadakan persiapan sebagai berikut
-
Dinding atau bagian yang akan dicat telah selesai dan
disetujui oleh Pengawas
- Bagian yang retak-retak, pecah atau kotoran-kotoran yang
menempel dibersihkan
- Menunggu keringnya dinding atau baglan yang akan dicat
karena masih basah dan lembab
- Menyiapkan dan mengadakan pengecatan untuk contoh
warna
Pemborong harus mengatur waktu sedemikian rupa sehingga.
terdapat urutan-urutan yang tepat mulai dari pekerjaan dasar
sampai dengan pengecatan akhir.
Semua pekerjaan pengecatan harus menglkuti petunjuk dari
pabrik pembuat cat tersebut.
f.
Pekerjaan Pengecatan
Pengecatan tembok luar atau tembok dalam
Tembok yang akan dicat harus
mempunyal cukup waktu untuk mengering, setelah
permukaan tembok kering maka persiapan dilakukan
dengan membersihkan permukaan tembok tersebut
terhadap pengkristalan/pengapuran (efflorescene) yang
biasanya terdapat pada tembok baru, dengan amplas
kemudian dengan lap sampai benar-benar bersih.
Selanjutnya
dilapis
tipis
dengan plamur
Pada bagian-bagian dimana
banyak reaksi dengan alkali dan rembesan air harus diberi
lapisan wall sealer
Setelah
kering
permukaan
tersebut diamplas lagi sampai halus
Kemudlan dicat dengan
lapisan pertama
Bagian-bagian yang masih
kurang baik, diberi plamur lagi dan diamplas halus setelah
kering
Pengecatan logam dan baja
Bersihkan
debu,
minyak,
gemuk dan kotoran lainnya dengan white spirit atau solvent
Untuk baja galvanise, amplas
dengan kertas amplas ukuran 360 sebelum diprimer
Oleskan 1 (satu) lapis Metal
Primer Chromate A540 -49020 produksi Vinilex atau setaraf
Setelah primer kering (kurang
lebih 6 jam), bersihkan dari debu dan kotoran lainnya,
kemudian dimulal dengan cat dasar A543 -101 produksi
Vinilex atau setaraf
Setelah cat dasar kering
(kurang lebih 6 jam), teruskan dengan cat akhir A 365
produksl Vinilex atau setaraf
Bahan-bahan
logam
yang
tertanam di dalam pasangan atau beton tidak diijinkan
untuk dimeni.
Pengecatan kayu
Semua permukaan kayu yang
berhubungan dengan plesteran diberi dasar meni
Permukaan kayu yang akan
dicat harus diamplas kemudian diplamur bila. terdapat
retak, celah atau lobang. Kemudian permukaan kayu yang
telah diplamur diratakan
Permukaan kayu yang kecil
harus diberi 2 lapisan plamur yang tIpIs
Pekerjaan pengecatan dengan
kwas untuk bidang kecil dan semprot untuk bidang luas
Hasil pengecatan harus mulus,
tidak menggelembung atau cacat-cacat lainnya
PEKERJAAN MELAMIN
Melamin dilakukan pada bagian luar kayu.
Bahan melamin :
Produk Impra dan Ultran dengan komposisi sesuai petunjuk pabrik.
Cara
1.
2.
3.
pemakaian :
Permukaan kayu diamplas sampai halus.
Dilapis woodfiler, setelah kering diamplas.
Pewarnaan tiga kali.
PASAL 11
PEKERJAAN PENUTUP ATAP
4. Lingkup pekerjaan
Termasuk material, tenaga kerja, peralatan dan hal lain seperti
transportasi yang diperlukan untuk mendapatkan hasil yang baik.
5. Persyaratan bahan
a. Jenis penutup atap adalah Metal Roof spandeck/utomodeck roof U672 tebal 0,5mm klip lock (botless clip system) motif dan warna
disetujui Pengawas.
b. Untuk penyerap bunyi dan panas Penutup Atap Metal Roof
dilengkapi dengan lapisan poly urethene tebal 2 +glass wool 2
berat 80 kg/m3 +shine foil satu lapis+wire mesh M5 15
6. Peralatan penunjang
- Alat Bantu; steger dan benang.
7. Cara pelaksanaan
a. Pemasangan metal roof harus dilaksanakan oleh aplikator yang
berpengalaman dan mempunyai sertifikat dari pabrik.
b. Pasang KL65 clip ( pengunci) dengan skrup anti karat diatas
gording baja yang lurus dan water pass sesuai petunjuk yang
dikeluarkan pabrik
c. Pasang Penutup atap Metal roof Spandeck atau Utomodeck
d. Lapisi bagian bawah atap dengan Polyurethene(PU) setebal rata2
2
e. Pasang Peredam Glass wool/Rockwool tebal 2 dengan kepadatan
80kg/m3 + shine foil satu lapis + jaring wiremesh galvanis m5-15
PASAL 12
PEKERJAAN WATERPROOFING
1. Lingkup pekerjaan
Pekerjaan yang dimaksud meliputi dak beton, lantai KM, serta
bagianbagian yang dinyatakan dalam gambar.
2. Persyaratan bahan
Bahan harus sesuai dengan standar yang
ditentukan seperti NJ-3, ASTM-828, ATME, TAPP-1-083 dan 407.
Jenis bahan yang digunakan Sika, Fosfroc untuk
talang plat atap dan type coating plat atap.
Memiliki
karakteristik
fisik,
kimiawi
dan
kepadatan yang merata serta konstan. Kedap air dan uap
termasuk pada bagian yang overlap. Perlindungan terhadap
waterproofing menggunakan screed (perbandingan 1 PC : 3 PSR).
3. Persyaratan Pelaksanaan
a. Persiapan Permukaan
Permukaan plat beton yang akan diberi
lapisan waterproofing harus benar-benar bersih, bebas dari
minyak, debu serta tonjolan-tonjolan tajam yang permanen dari
tumpahan atau cipratan aduk dan dalam kondisi kering (baik
dalam arti kata kering leveling screed maupun kering permukaan).
Semua pertemuan 90 derajat atau sudut
yang lebih tajam harus dibuat tumpul, yaitu menutup sepanjang
sudut tersebut dengan aduk kedap air I PC:3 PSR atau seperti
tercantum dalam gambar kerja.
Dalam
leveling
screed
digunakan
campuran kedap air 1 PC : 3 PSR dibentuk menggunakan benang
waterpas. arah kemiringannya (Arah kemiringan menuju ke
lubang-lubang talang dan floordrain sebesar 1 derajat)
Khusus lapisan screed pada bagian atap
dan talang beton harus menggunakan tulangan susut finemesh
yang terpasang di tengah ketebalan screed dan dipasang harus
didatarkan terlebih dahulu sehingga tidak melengkung.
Screed dipasang mengikuti pola-pola yang
sudah tertentu dan diratakan permukaannya (dihaluskan) dengan
menggunakan roskam, digosok sedemikian rupa dengan roskam
tadi sehingga gelembung-gelembung udara yang terperangkap di
dalam adukan screed dapat keluar.
Dalam kondisi setengah kering, screed
tadi langsung ditaburi semen sambil digosok lagi dengan roskam
besi sehingga merata. Setelah lapisan screed kering, tidak boleh
diaci.
Setelah kering udara kurang lebih 24 jam,
screed baru ini harus dilindungi dari kemungkinan pecah-pecah
rambut dengan jalan menutupi permukaan atasnya dengan
goni-goni rami yang sudah dibasahi air terlebih dahulu dan dijaga
kondisi basahnya.
Waktu yang diperlukan untuk keringnya
screed ini minimal tujuh (7) hari dalam kondisi cuaca cerah. Untuk
cuaca buruk (hujan tidak termasuk dalam perhitungan waktu
pengeringan screed),
b. Lapisan Waterproofing
Lapisan Waterproofing harus dipasang
mulai dari titik terendah ke arah titik tertinggi.
Overlap antara lapisan minimum 65 mm
dan/ atau sesuai spesifikasi pabrik.
Pemasangan langsung dari gulungan
dengan seksama merata, ditekan dengan roller secara menerus
sehingga tidak terdapat gelembung udara. Roller mempunyal
berat kira-kira 35 kg. Dan lebar 70 cm. Di atas sepanjang delatasi,
pelapisan waterproofing dua kali.
Pelaksanaan waterproofing ini, harus
dilindungi dari sengatan matahari dengan menggunakan
tenda-tenda.
Waterproofing yang sudah dipasang tidak
boleh terinjak-injak apalagi oleh sepatu. atau alas kaki yang
tajam. Kontraktor harus melindungi dan melokalisir daerah yang
sudah terpasang waterproofing ini.
Pada
daerah
listplank
beton,
waterproofing harus dipasang mengikuti bentuk listplank.
Kontraktor harus menghentikan pekerjaan
apabila teriadi huian dan melanjutkan kemball setelah lokasi
benar-benar kering.
c. Perbaikan Lapisan Waterproofing
Bagian dari lapisan waterproofing di atas
kebocoran disobek secukupnya. Lekatnya potongan lapisan
waterproofing baru. sejauh minimal 150 mm ke segala arah
dihitung dari celah/ sobekan.
Pekerjaan
ini
dilaksanakan
setelah
pengujian, dan permukaan harus kering betul.
d. Lapisan Pelindung
Setelah waterproofing terpasang, maka. di
atas permukaan diberi pelindung screed (perbandingan 1 PC : 3
PSR), setebal 3 cm dengan menggunakan tulangan susut
finemesh yang terletak di tengah-tengah adukan screed.
Untuk mengatur jarak/ tebal screed, harus
menggunakan beton decking setebal 1,5 cm, setiap jarak 0,5 in.
Permukaan screed ini dihaluskan dengan
roskam pada saat kondisi screed setengah kening dengan jalan
menaburkan semen dan menggosongkan sehingga licin.
Setelah
semua
pemasang
lapisan
waterproofing dan sebelum pelaksanaan lapisan pelindung,
kontraktor melaksanakan, pengujian kebocoran terutama untuk
permukaan horizontal plat atap. Cara pengujian adalah dengan
menuangkan air ke area yang tertutup lapisan waterproofing
hingga ketinggian air minimum 50 mm dan dibiarkan selama 3 x
24 jam.
Beri tanda bagian-bagian yang tidak
sempurna atau. bocor. Untuk plat atap yang miring harus, dibagi
menjadi beberapa segmen agar genangan air tidak terlalu tinggi
di titik plat terendah,
Kontraktor
wajib
mengadakan
pengamanan dan pelindung terhadap pemasangan yang telah
dilakukan, terhadap, kemungkinan pergeseran, lecet permukaan
atau kerusakan lainnya.
Apabila
terdapat
kerusakan
yang
disebabkan oleh kelalaian kontraktor baik pada waktu pekerjaan
ini dilakukan/ dilaksanakan maupun pada saat pekerjaan telah
selesai, maka kontraktor harus memperbaiki/ mengganti bagian
yang rusak tersebut sampai dinyatakan dapat diterima oleh
Pengawas. Biaya yang timbul untuk pekerjaan perbaikan ini
adalah tanggung jawab kontraktor.
PASAL 13
PEKERJAAN PAVING BLOCK DAN KANSTIN
1.
Lingkup pekerjaan.
Pekerjaan yang dimaksud meliputi pekerjaan pemasangan
paving block untuk area parkir bagian depan, samping dan
belakang atau menyesuaikan layout pemasangan paving block
yang tercantum dalam gambar kerja.
2.
Persyaratan bahan.
a.
b.
c.
Paving harus bersih, kering dan tidak retak produk aldas,
diamond dan mutiara.
Tebal paving 8 cm K300 dan tebal 6 cm K200.
Kanstin beton cetak jadi (pracetak) ukuran 20x30x50.
kontraktor harus mengajukan contoh bahan untuk mendapat
persetujuan Pengawas, perencana dan konsultan pengawas
berikut hasil test tekan minimal dari laboratorium milik
perguruan tinggi.
3.
Syarat-syarat pelaksanaan.
a.
Permukaan tanah yang akan dipasang paving block harus
dipadatkan dengan vibrator roller sampai mencapai
kepadatan tanah yang ditentukan, di atasnya diberi lapisan
pasir beton dengan ketebalan 10 cm padat , dipadatkan
dengan stamper, kemudian permukaan pasir diratakan dan
diatasnya ditata rapat rapi lantai paving block sesuai pola
yang ditentukan, untuk mengisi celah antar paving,
diatasnya diberi pasir ayakan dan diratakan dengan planer.
b.
Pemotongan paving block bagian tepi maupun pola harus
dilakukan dengan gergaji mesin, ukurannya harus tepat
dengan daerah yang akan dipasang.
c.
Agar terjadi ikatan antar paving block, diatasnya ditaburi
pasir tajam dan diratakan dengan vibrator yang digetarkan
diatas papan tebal 3 cm.
d.
Pada bagian akhir pemasangan paving dipasang kanstin
yang berfungsi sebagai pengunci yang dibuat dari bahan
yang sama dengan paving-nya ( bukan dari pasangan batu
bata ).
e.
Pemeliharaan bagian pekerjaan yang telah selesai harus
selalu dijaga terhadap kemungkinan retak-retak maupun
permukaan yang tidak rata /gelombang ( akibat lalu lintas
kendaraan proyek atau lainnya dan kerusakan tersebut
harus diperbaiki oleh kontraktor tanpa tambahan biaya ).
f.
Test pengujian harus dilaksanakan di laboratorium maupun
dilapangan pada tempat-tempat yang ditunjuk Pengawas /
konsultan
pengawas
untuk
mengetahui
kepadatan
maxsimum, kuat tekan material, atau hal lain yang
dianggap perlu. biaya test ini menjadi tanggung jawab
penyedia jasa dan dilaksanakan setiap 250 m2 pada setiap
areal kerja.
PEKERJAAN GAZEBO
Tiang/pilar bulat : bahan kayu kelapa diamenter 20-23cm
tinggi 2.5 meter
Rangka/gording : kayu kelapa ukuran 6x12 cm
Rangka atap : kayu kelapa ukuran 4x6 cm
Plafon : triplek 3mm motif megatik
Atap : genteng tanah liat model sirap
Pagar/relling : kayu kelapa ukuran 4x6 cm
1. PEKERJAAN HALAMAN
Lingkup pekerjaan ini meliputi :
1.
Membersihkan halaman disekitar bangunan apabila pengguna
jasa menggunakan halaman lain diluar ketentuan tersebut
maka penyedia jasa wajib membersihkan segala kotoran
bekas-bekas pekerjaan, pembuangan berangkal keluar
kompleks.
2.
Pembuatan dan penyelesaian lansekap halaman sesuai desain
yaitu :
a.
Penanaman tanaman hias disain dalam tapak.
b.
Penanaman tanaman pengarah atau pohon cemara
sebagai elemen estetika taman.
c.
Pemasangan lampu taman dengan penempatan sesuai
dengan gambar.
d.
Penataan lingkungan dll.
2. PEKERJAAN LANSEKAP
1.
2.
3.
Lingkup pekerjaan lansekap yang dilaksanakan meliputi semua
pekerjaan yang tertera dalam gambar rencana yang meliputi :
a.
Pekerjaan persiapan dan pematangan tanah.
b.
Pekerjaan penanaman
c.
Pekerjaan perawatan / pemeliharaan tanaman.
Persyaratan pekerjaan lansekap
a.
Semua pekerjaan dilaksanakan dengan mengikuti petunjukpetunjuk dan syarat-syarat pekerjaan lansekap, peraturan
persyaratan pemakaian bahan bangunan yang berlaku
standart spesifikasi dari bahan yang digunakan.
b.
Sebelum melaksanakan setiap pekerjaan di lapangan,
pekerjaan lansekap harus memperhatikan koordinasi kerja
dengan pekerjaan lain (struktur, arsitektur, mekanikal
elektrikal dan plumbing) terutama dalam melakukan
pekerjaan pembentukkan tanah dan penyelesaian tanah
agar tidak terjadi kesalahan, pembongkaran , pengrusakan
yang tidak diinginkan terhadap pekerjaan yang lain yang
telah selesai dilaksanakan maupun yang sedang
dilaksanakan.
Pelaksanaan pekerjaan.
a.
Pelaksanaan pekerjaan ini meliputi pembongkaran/
pemindahan/ pembersihan tempat kerja dari benda/ bekas
bahan bangunan/ struktur bangunan yang tidak berguna
lagi yang dapat mengganggu terlaksananya dan
kelancaran kerja ditempat tersebut.
b.
Pembentukan dan penyelesaian tanah, penghamparan
tanah subur untuk rumput dan untuk tanaman hias.
c.
4.
Tanah yang dipakai adalah tanah merah
gundukan/bukit tanah, tanah humus, tanah
dihamparkan dengan ketebalan minimum 25 cm.
untuk
subur
Pekerjaan penanaman.
a.
Jenis rumput yang ditanam adalah rumput gajah mini,
rumput ditanam pada sesuai rencana.
b.
Jenis tanaman yang ditanam adalah tanaman hias dan
buah-buahan sesuai dengan rencana
c.
Semua jenis tanaman harus bebas dari segala penyakit dan
hama, daun/cabang jangan sampai cacat dan tumbuh
sehat.
d.
Untuk penampungan sementara dilapangan dipilihkan
tempat yang aman dari segala kerusakan, teduh dan dekat
daerah penanaman.
e.
Tanaman dijaga agar mendapat panas matahari langsung
50 %.
3. LAIN-LAIN
1.
Selain persyaratan teknis yang tercantum diatas, kontraktor
diwajibkan pula mengadakan pengurusan-pengurusan antara
lain :
a.
Pembuatan Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) sudah harus
diproses
dan dilaksanakan sebelum
pelaksanaan
pekerjaan dimulai.
b.
Perihal Ijin Mendirikan Bangunan ( IMB ) ini segala
pembiayaan yang diperlukan untuk pembuatan IMB
sampai dengan selesai DIBIAYAI sepenuhnya oleh
Penyedia jasa ( Besarnya biaya pengurusan IMB tidak
dimunculkan dalam RAB penawaran, namun Penyedia
Jasa sudah harus memperhitungkan sejak awal perihal
biaya IMB ini dengan mencari informasi ke Instansi terkait
).
c.
Bill of Quantity (BQ) yang disampaikan Konsultan
Perencana kepada peserta lelang TIDAK MENGIKAT,
hanya sebagai ancar-ancar dalam menghitung, peserta
lelang harus menghitung kembali RAB berdasarkan
gambar, RKS serta perubahan-perubahan yang tertuang
dalam BA. Penjelasan Pekerjaan (BA. Aanwijzing).
d.
Peserta lelang diperbolehkan untuk menambah item
pekerjaan, volume pekerjaan dan lain sebagainya yang
dirasa perlu yang mungkin pekerjaan-pekerjaan dimaksud
belum termasuk dalam BQ yang dibuat oleh Konsultan
Perencana.
2.
Penyedia jasa diharuskan menyiapkan dalam jumlah yang
cukup perlatan dan pengamanan penunjang lapangan yang
diperlukan seperti : topi proyek, sepatu proyek, jas hujan dan
P3K
3.
Diharuskan menutup lokasi pekerjaan dengan menggunakan
pagar pengaman dari bahan seng/papan agar tidak
mengganggu kesiatan sekitar lokasi.
4.
Sebelum penyerahan pertama, penyedia jasa wajib meneliti
semua bagian pekerjaan yang belum sempurna dan harus
diperbaiki, semua ruangan harus bersih dipel, halaman harus
ditata rapih dan semua barang yang tidak berguna harus
disingkirkan dari proyek.
5.
Meskipun dibawah pengawasan Pengawas dan unsur-unsur
lainnya, semua penyimpangan dari ketentuan bestek dan
gambar menjadi tanggungan pelaksana, untuk itu pelaksana
harus menyelesaikan pekerjaan sebaik mungkin.
6.
Penyedia jasa wajib menyerahkan bahan pelapis lantai dan
penutup atap (genting) dalam jumlah secukupnya yang
sejenis kepada Pengawas sebagai cadangan. bahan-bahan
cadangan tersebut harus sudah diserahkan sebelum serah
terima ke- II.
7.
Kebersihan
lingkungan
dan
terjadinya
kerusakan
lingkungan/bangunan yang sudah ada akibat pelaksanaan
pekerjaan menjadi tanggungan kontraktor pelaksana.
8.
Selama masa pemeliharaan, penyedia jasa wajib merawat,
mengamankan, dan memperbaiki segala cacat yang timbul,
sehingga sebelum penyerahan ke ii dilaksanakan, pekerjaan
benar-benar telah sempurna.
9.
Pada masa pemeliharaan selama 180 (seratus delapan puluh)
hari kalender, Penyedia jasa setiap 2 (dua) bulan sekali
menjadwalkan pertemuan dengan kepala up3ad setempat,
pengawas dan unsur teknis terkait untuk mengadakan rapat
guna mengevaluasi pekerjaan apabila terjadi perubahan
akibat pemilihan bahan yang kurang tepat atau akibat
penyusutan bahan, maka dibuatkan berita acara untuk
perbaikannya.
BAB IV.
PEKERJAAN MEKANIKAL / ELEKTRIKAL
PASAL 1
PEKERJAAN SISTEM DISTRIBUSI DAYA LISTRIK
I.1 LINGKUP PEKERJAAN
Pekerjaan ini mencakup pengadaan bahan dan alat-alat,
pemasangan dan perbaikan-perbaikan selama masa pemeliharaan
untuk system distribusi daya listrik.
Item pekerjaan tersebut terdiri dari :
Panel Distribusi Tegangan Rendah (LVMDP)
Panel daya(PP)
Panel penerangan(LP)
Kabel daya tegangan rendah 1 KV
Pekerjaan lainya yang tidak disebutkan di sini yang
menunjang pekerjaan-pekerjaan tersebut di atas.
I.2 PANEL DISTRIBUSI TEGANGAN RENDAH (PDTR), PANEL
PENERANGAN (LP) DAN PANEL DAYA (PP)
a. Tipe
LVMDP, LP dan PP adalah Panel tipe tertutup.
b. Standar
Panel harus dibuat mengikuti standar IEC dan standar lainya
seperti VDE/DIN, BS, NEMA, dan lain sebagainya.
c. Karakteristik
Panel
Tegangan kerja
400 Volt
Tegangan uji
3000 Volt
Tegangan uji impuls
20.000 Volt
Frekwensi
50 Hz
Arus nominal busbar SDP minimal 1,5 kali kapasitas
Circuit Breaker Utama.
d. Konstruksi
Panel terbuat dari pelat baja setebal 1.2mm dengan penguat besi
siku atau besi kanal. Box panel dicat dasar tahan karat di bagian
luar dan dalam, sebelum dicat akhir dengan cat oven warna abuabu muda. Busbar disangga secara kokoh dengan bahan insulator.
Busbar netral dan busbar pentanahan dipasang pada sisi yang
berseberangan( atas dan bawah) Kotak panel dan benda konduktif
lain yang tidak boleh bertegangan harus dihubungkan dengan
baik secara elektrik dengan busbar pentanahan. Circuit breaker
harus tipe Moulded Case Circuit Breaker (MCCB) tiga fasa, quick
make breake dan mempunyai range yang ditunjukan dalam
gambar Semua bagian yang menghantarkan listrik seperti busbar
dan terminal-terminal dan lain-lain harus silver plated dan dilapisi
bahan lain yang mencegah oksidasi. Ujung ujung kabel harus
mempunyai sepatu kabel tipe compression.
e. Sistem pentanahan
Semua bagian metal yang dalam keadaan tidak bertegangan
harus dihubungkan menjadi satu secara elektrik dengan baik dan
dihubungkan dengan kawat tembaga (BC) berpenampang 25
mm2, dihubungkan dengan rod tembaga berdiameter sesuai
dengan gambar, ditanam sedalam 6 m atau sampai diperoleh
tahanan pentanahan maksimum 5 Ohm.
f. Garansi
Sertifikat dari pabrik pembuat kabel harus diserahkan, sertifikat
tersebut harus menunjukan bahwa kabel yang bersangkutan
adalah sesuai dengan standar yang berlaku. Bila kabel tersebut
mengalami kegagalan, maka pabrik pembuat kabel bertanggung
jawab terhadap kabel tersebut, sampai kabel tersebut berhasil
dalam pengetesan ulang dan diterima baik oleh konsultan
pengawas.
g. Tambahan
Kontraktor harus menambahkan peralatan pembantu yang
diperlukan untuk pekerjaan ini(meskipun tidak disebutkan dalam
persyaratan teknis) untuk memberikan performance yang
dikehendaki.
Daftar Material
NO
1
2
3
4
5
6
7
8
9
ITEM
MERK
Kabel tegangan rendah NYM, NYY, Supreme,
Kabelindo,
NYFGBY
Tranka
Kabel tahan api
Fuji Electrik, Nexans
Kabel Tray
Omni,
Elpro,
AJK,
INTERACK
Conduit, flexible conduit
Ega, Clipsal, GINDHE
MCCB, MCB, Swicth, Fuse
MG, Siemens, ABB
Contactor
Telemecanique, omron,
GAE
Isolasi kabel
3M
Kunci panel
Dom
dengan
espagnolet
Box panel
Omni, Multipanel
PASAL 2
PENERANGAN DAN KOTAK-KONTAK
II.1 BAHAN DAN PERALATAN
a. Lampu dan Armature
Lampu dan armature harus sesuai dengan yang dimaksud dalam
gambar detail elektrikal:
Semua aramature yang terbuat dari bahan metal harus
mempunyai terminal pembumian
Semua lampu flourecent dan lampu discharge dikompensasi
dengan kapasitor
Reflector harus mempunyai pemantul yang baik
Box tempat ballast, starter, terminal block harus cukup besar
dan harus dibuat sedemikian rupa sehingga panas yang
ditimbulkan tidak mengganggu kelangsungan kerja dan umur
teknis komponen lampu. Ventilasi dalam box harus cukup.
Kabel-kabel dalam saluran harus diberikan saluran atau klemklem tersendiri sehingga tidak menempel pada ballast.
Box terbuat dari plat baja dengan ketebalan minimum 0,5
mm dicat warna dasar tahan karat, kemudian dicat akhir
dengan cat oven warna Putih atau warna lain yang disetujui.
Ballast harus mempunyai dudukan yang kuat dalam lampu,
tetapi mudah untuk dibuka dan diangkat.
Armature lampu pijar terdiri dari dudukan dan diffuser
Lubang-lubang untuk ventilasi harus ada dan ditutup dengan
kasa nylon untuk mencegah masuknya serangga. Diffuser
terpasang dalam dudukan dengan ulir, tidak boleh memakai
paku skrup
b. Pengetesan
Test penyalaan dilakukan setelah instalasi terpasang. Pada test
penyalaan ini akan diuji mutu instalasi
c. Jaringan Instalasi
Proses pemasangan jaringan dengan menggunakan kabel tanah
mengikuti ketentuan-ketentuan sebagai berikut :
a. pemasangan kabel tanah di dalam tanah harus dilakukan
dengan cara sedemikian rupa sehingga kabel tersebut
terhindar dari kerusakan mekanis dan kimiawi yang
mungkin timbul pada tempat dimana kabel tersebut
dipasang.
b. pelaksanaan pemasangan kabel yang tidak dapat
memenuhi kedalaman 1,20 meter, maka penanaman
kabelnya dilakukan sebagai berikut:
Minimum 0,80 meter di bawah permukaan tanah
yang dilewati kendaraan
c.
d.
e.
f.
Minimum 0,60 meter di bawah permukaan tanah
yang tidak dilewati kendaraan (pedestrian)
Kabel tanah harus diletakan pada pasir atau tanah halus,
galian tanah tersebut harus stabil, kuat, rata dengan
ketentuan tebal lapisan pasir atau tanah halus tersebut
tidak lebih dari 10 cm di sekelilling kabel tanah tersebut.
Pada bagian atas pasir urug halus dipasang beton cetak
pelindung kabel dengan ukuran 40 cm x 20 cm x tebal 7 cm
Pada kondisi dimana terdapat kabel PLN tegangan
menengah atau tinggi dan kabel telekomunikasi maka kabel
tanah harus di tempatkan di atas kabel PLN (jarak 30 cm)
dan kabel telekomunikasi (jarak 3 cm).
Pada persilangan dimana terdapat kabel tanah dan kabel
lainya harus diambil salah satu tindakan pengamanan yang
disebutkan dalam ketentuan di bawah ini, kecuali jika salah
satu kabel yang bersilangan itu terletak dalam satu saluran
pemasangan batu beton dan semacam itu yang mempunyai
tebal dinding yang sekurang-kurangnya 6 cm.
g. Di atas kabel tanah yang terletak di bawah, harus dipasang
tutup pelindung dari lempengan atau pipa beton atu
sekurang-kurangnya dari bahan yang tahan lama atau yang
sederajat.
h. Di atas kabel yang terletak di atas, dipasang pipa belah
beton atau dari bahan lain yang cukup kuat, tahan lama dan
tahan api. Pipa belah ini harus dipasang menjorok keluar
sekurang-kurangnya 0,5 meter dari kabel yang terletak di
bawah diukur dari sisi luar kabel.
d.
Kotak-kontak biasa(KKB)
Kotak-kontak biasa (KKB) yang dipakai adalah kotak-kontak satu
fasa. Semua kotak-kontak harus memiliki terminal fasa, netral
dan pentanahan. Kotak-kontak harus dari satu tipe yaitu untuk
pemasangan rata dinding dengan rating 250 Volt, 10 Amp..
e.
Sakelar Dinding
Sakelar harus dari satu tipe yaitu untuk pemasangan rata dinding,
tipe rocker, mempunyai rating 250 Volt, 10 Amp dari jenis single
atau double gangs atau multiple gangs(grid switch), RCS.
f.
Kotak untuk sakelar dan kotak-kontak
Kotak harus dari bahan baja dengan kedalaman minimal 35 mm,
kotak harus mempunyai terminal pentanahan. Sakelar dan kotakkontak
dipasang
dalam
kotak
dengan
menggunakan
[Link] dengan cakar yang mengembang tidak
diperbolehkan.
g.
Kabel instalasi
Pada umumnya kabel instalasi kotak-kontak dan penerangan
harus kabel inti tembaga dengan insulasi PVC, berinti lebih dari
satu(NYM). Kabel harus mempunyai penampang minimum 2,5
mm2.
Kode warna insulasi kabel harus memenuhi ketentuan dalam PUIL
sebagai berikut :
- Fasa R, S, T
: merah, kuning, hitam
- Netral
: biru
- Pembumian
: hijau dan kuning
Sambungan kabel harus di buat baik secara listrik dengan
menggunakan konus penyambungan(lasdop) plastic atau
konektor lain yang di setujui pengawas.
Sambungan kabel hanya boleh dilakukan dalam kotak
penyambungan(T-doos).
Di dalam pipa tidak boleh ada sambungan kabel.
h.
Pipa instalasi pelindung kabel
Pipa instalasi pelindung kabel yang dipakai adalah PVC conduit
khusus untuk instalasi listrik. Pipa, elbow, junction box dan
kelengkapan lainya harus sesuai antara satu dan lainya.
Diameter yang dipakai adalah 20 mm dan 25 mm.
Pipa flexible harus dipasang untuk melindungi kabel antara
junction box dan armature lampu.
II.2
a.
PEMASANGAN
Pemasangan lampu-lampu
Semua fixture penerangan dan perlengkapanperlengkapan harus dipasang oleh tukang-tukang yang
berpengalaman dengan cara yang harus disetujui oleh
pengawas dan seperti ditunjukan dalam gambar.
Pada
waktu
diselesaikan
pemasangan
fixture
penerangan, seluruhnya harus dalam keadaan yang baik dan
siap untuk bekerja dalam kondisi sempurna serta bebas dari
semua cacat/kekurangan.
Pada waktu pemeriksaan akhir semua fixture dan semua
perlengkapan harus siap menyala.
Semua fixture dan perlengkapan harus bersih dari debu,
plester dan lain-lain.
Semua reflector, kaca, panil pinggir atau bagian-bagian lain
yang rusak sebelum pemeriksaan akhir harus diganti oleh
kontraktor tanpa biaya tambahan.
b.
Sakelar dan kotak-kontak biasa
Kecuali tercatat atau dipersyaratkan lain, tinggi pemasangan
saklar adalah 150 cm dari permukaan lantai dan untuk kotakkontak biasa harus 40 cm dari permukaan lantai.
Apabila ada lebih dari lima sakelar dinding atau kotak-kontak
biasa ditempatkan pada lokasi yang sama, maka dua deret kotakkontak tunggal, ganda atau multi gangs harus dipasang satu di
atas yang lain dan titik tengah deretan tersebut harus berada 1,45
cm di atas permukaan lantai. Kotak-kontak biasa dekat pintu atau
jendela harus dipasang 30 cm dari pinggir kusen dari sisi kunci
seperti ditunjukan dalam gambar-gambar arsitektur, kecuali
ditunjukan lain oleh pengawas.
II.3
PENGUJIAN
Pengujian seluruh system diselenggarakan setelah seluruh
pekerjaan selesai. Pengujian system terdiri dari :
Pengujian sambungan-sambungan
Pengujian tahanan isolasi tiap sikrit
Pengujian tahanan pembumian
Pengujian pemberian tegangan
Paling lambat 2 minggu sebelum pengujian dilaksanalkan,
kontraktor harus sudah mengajukan jadwal dan prosedur
pengujian kepada pengawas untuk mendapatkan persetujuan.
Pengujian harus disaksikan oleh pengawas. Kontraktor harus
membuat catatan hasil pengujian. Segala biaya untuk
penyelenggaraan
pengujian
ditanggung
oleh
kontraktor.
Kontraktor harus melakukan general test penerangan selama 3 x
24 jam
Daftar material:
NO
1
ITEM
Kabel NYA 2.5 mm
Armature
3
4
5
Saklar, kotak kontak
Inbow dosh
Balast
6
7
Tube TL
Stater
MERK
Supreme,
Kabelindo,
Tranka
Artolite,
Philips,
INTERLITE
Clipsal,MK, Legran
MK
Philips,
vosloh,
shcwabe
Philips, Atco, National
Philips,
Osram,
National
PASAL 3
SISTEM TATA SUARA
III.1 LINGKUP PEKERJAAN
System tata suara untuk gedung ini terdiri atas komponen sebagai
berikut :
a.
Amplifier.
b.
Microfon.
c.
Outdoor speaker.
d.
Mixer.
e.
Tape Recorder/CD.
f.
Main frame sound system
III.2 GAMBAR-GAMBAR RENCANA
Gambar-gambar secara umum menunjukan tata letak, imstalasi
dan lain-lain. Penyesuaian harus dilakukan di lapangan, karena
keadaan sebenarnya dari lokasi, jarak-jarak dan ketinggian
ditentukan oleh kondisi lapangan.
III.3 GAMBAR-GAMBAR SESUAI PELAKSANAAN
Kontraktor harus membuat catatan yang cermat dari pelaksanaan
dan penyesuaian di lapangan. Catatan-catatan tersebut harus
dituangkan dalam satu set gambar kalkir sebagai gambar sesuai
pelaksanaan(as built drawing). As built drawing harus segera
diserahkan kepada pengawas setelah pekerjaan selesai beserta
blue printnya sebanyak 3 set.
III.4 STANDAR DAN PERATURAN
Seluruh pekerjaan system tata suara harus mengikuti standar PUIL
terbitan terakhir.
III.5 BAHAN-BAHAN, PERALATAN DAN TENAGA PELAKSANA
Bahan-bahan dan peralatan yang dipasang harus dalam keadaan
baru dan baik sesuai dengan yang dimaksudkan.
Contoh bahan, brosur dan gambar kerja(shop drawing) harus
diserahkan kepada pengawas 2 (dua) minggu sebelum
pemasangan.
Kontraktor harus menempatkan di lapangan secara penuh(Life
time) seorang coordinator yang ahli dibidangnya, berpengalaman
dalam pekerjaan yang serupa dan dapat mewakili kontraktor
dengan predikat baik. Curriculum vitae personil tersebut harus
diserahkan kepada konsultan pengawas.
Tenaga pelaksana lainya harus dipilih yang sudah berpengalaman
dan sudah biasa menangani pekerjaan instalasi ini secara kuat,
aman dan rapi.
a. Microphone
Untuk system paging:
Unidirectional mic, type pegangan(hand held type)
Mempunyai ON/OFF switch
Frequency range 100 15.000 Hz
b. Mixer Amplifier
Harus mempunyai kapasitas 4 microphone, 1 auxiliary
dan 1 mixer
Frequency respon 30 20,000 Hz
Input voltage 220 Volt
S/N 60 dB
Distorsi 1%
Rated power output adalah seperti ditunjukan dalam
gambar.
c. Ceiling Speaker
Rated power output 3 watt
Frequency 100 10.000 Hz
Sound pressure level 92 dB
Input impedance 3,3 K Ohm
d. Coulumn Speaker
Rated power output 20 watt
Frequency 250 10.000 Hz
Sound pressure level 95 dB
Input impedance 1 K Ohm
e. Kabel
Kabel daya dan kabel control harus dari merk Supreme, kabelindo,
Kabel Metal, Tranka Kabel. Untuk instalasi di dalam gedung
menggunakan jenis NYMHY dan untuk instalasi di luar gedung
menggunakan kabel tanah. Kabel instalasi minimal berukuran
1,5mm
f. Pipa pelindung instalasi kabel
Pipa instalasi pelindung kabel yang dipakai adalah PVC conduit
khusus untuk instalasi listrik. Pipa, elbow, junction box dan
kelengkapan lainya harus sesuai antara satu dan lainya. Diameter
yang dipakai adalah 20 mm dan 25 mm.
b. Tambahan
Kontraktor harus menambahkan peralatan pembantu yang
diperlukan untuk pekerjaan ini(meskipun tidak disebutkan dalam
persyaratan teknis) untuk memberikan performance yang
dikehendaki.
III.6 PENGUJIAN
Kontraktor
harus
melakukan
semua
pengujian
untuk
mendemontrasikan bahwa bekerjanya kabel dan material yang
telah dipasang memang benar-benar memenuhi persyaratan ini.
Kontraktor harus menyediakanperlatan yangperlu dan personil
untuk melakukan semua pengujian.
a. Pengujian instalasi
Uji kontinyuitas
Uji tahanan insulasi
b.
Pengujian simulasi kerja peralatan dan
system
Paling lambat 2 minggu sebelum pengujian dilaksanakan,
kontraktor harus sudah mengajukan jadwal dan prosedur pengujian
kepada pengawas untuk mendapatkan persetujuan. Pengujian
harus disaksikan oleh pengawas. Kontraktor harus membuat
catatan hasil pengujian. Segala biaya untuk penyelenggaraan
pengujian ditanggung oleh kontraktor.
Daftar Material:
NO
1
ITEM
Power Amplifier, Main frame, rack TOA,
consule
MERK
2
3
4
Ceiling speaker
Volume control
Cabel Distribusi
TermInal Box
TOA,
TOA,
Supreme,Kabelindo,Tran
ka
R&M, Fortuna
PASAL 4
FIRE ALARM
IV.1 LINGKUP PEKERJAAN
Pekerjaan ini meliputi pengadaan bahan, alat-alat, pemasangan,
pengujian dan perbaikan-perbaikan selama masa pemeliharaan
sistem untuk pekerjaan pengindera kebakaran. Pekerjaan ini
mencakup :
a. Peralatan pengindera kebakaran
Manual push / pull station
Alarm bell
Heat detector
Announciator
Fire Alarm Control Panel (FACP)
b. Instalasi sistem pengindera kebakaran
Kabel instalasi
Pipa pelindung kabel
IV.2 GAMBAR-GAMBAR RENCANA
Gambar-gambar secara umum menunjukan tata letak, imstalasi
dan lain-lain. Penyesuaian harus dilakukan di lapangan, karena
keadaan sebenarnya dari lokasi, jarak-jarak dan ketinggian
ditentukan oleh kondisi lapangan.
IV.3 GAMBAR-GAMBAR SESUAI PELAKSANAAN
Kontraktor harus membuat catatan yang cermat dari pelaksanaan
dan penyesuaian di lapangan. Catatan-catatan tersebut harus
dituangkan dalam satu set gambar kalkir sebagai gambar sesuai
pelaksanaan(as built drawing). As built drawing harus segera
diserahkan kepada pengawas setelah pekerjaan selesai beserta
blue printnya sebanyak 3 set.
IV.4 STANDAR DAN PERATURAN
Seluruh pekerjaan sistem pengindera kebakaran harus mengikuti
standar PUIL terbitan terakhir, Dinas Pemadam Kebakaran,
Depnaker dan peraturan serta hukum setempat mengenai
pekerjaan ini.
IV.5 BAHAN-BAHAN, PERALATAN DAN TENAGA PELAKSANA
a. Bahan-bahan dan peralatan yang akan dipasang harus dalam
kedaan baru dan baik sesuai dengan yang dimaksud.
b. Contoh bahan, brosur dan gambar kerja (shop drawing) harus
diserahkan
kepada
pengawas
2(dua)
minggu
sebelum
pemasangan.
c. Kontraktor harus menematkan secara penuh (full time) seorang
koordinator yang ahli di bidangnya, berpengalaman dalam
pekerjaan yang serupa dan dapat sepenuhnya
mewakili
kontraktor. Curriculum Vitae petugas tersebut harus diserahkan
kepada
konsultan
pengawas
seminggu
sebelum
yang
bersangkutan memulai tugasnya. Tenaga pelaksana dipilih hanya
yang sudah berpengalaman dan mampu menangani pekerjaan ini
secara aman, kuat dan rapi.
d. Heat detector
Heat detector yang digunakan adalah type heat detector rate of
temperature rise.
Heat detector dengan kenaikan suhu bertahap (Rate of
Temperature
Rise).
Rate of temperature rate detector harus dapat bekerja pada
kenaikan suhu bertahap maksimum 10oC per menit.
e. Alarm Bel
Bel penunjuk zone harus dari jenis vibrating bell, menghasilkan
bunyi berdering tidak kurang dari 90 dB dari jarak 1 meter.
Mekanisme kerja bel harus sepenuhynya tertutup dan harus kedap
debu dan air.
f. Announciator
Kapasitas anounciator adalah 10 zone.
g. Kabel
Kabel daya dan kabel kontrol harus dari Merk Supreme, Kabelindo,
Kabel Metal , Tranka kabel. Untuk instalasi di dalam gedung
menggunakan jenis NYM dan untuk instalasi di luar gedung
menggunakan kabel tanah. Kabel instalasi minimal berukuran 1.5
mm2.
h. Pipa pelindung instalasi kabel
a. Pipa instalasi pelindung kabel yang dipakai adalah PVC conduit
khusus untuk instalasi listrik. Pipa, elbow, junction box dan
kelengkapan lainnya harus seauai antara satu dan lainnya.
Diameter yang dipakai adalah 20 mm dan 25 mm.
b. Pipa flexible harus dipasang untuk melindungi kabel antara
junction box dan armature lampu.
i. Tambahan
Kontraktor harus menambahkan peralatan pembantu yang perlu
untuk pekerjaan ini meskipun tidak disebutkan dalam persyaratan
teknis khusus untuk mencapai performance yang
IV.6 PENGUJIAN
Kontraktor
harus
melakukan
semua
pengujian
untuk
mendemonstrasikan bahwa bekerjanya kabel dan material yang
telah selesai dipasang memang benar-benar memenuhi
persyaratan. Kontraktor harus menyediakan personil dan
peralatan yang perlu untuk melakukan pengujian. Pengujian untuk
sistem pengindera kebakaran terdiri dari :
1. Pengujian instalasi
Uji kontinyuitas
Uji tahanan insulasi
2. Pengujian simulasi kerja peralatan dan sistem
Paling lambat 2 (dua) minggu sebelum pengujian dilaksanakan,
kontraktor harus sudah mengajukan jadwal dan prosedur
pengujian kepada pengawas untuk mendapatkan persetujuan.
Pengujian harus disaksikan oleh pengawas.
Kontraktor harus membuat catatan mengenai hasil pengujian.
Segala biaya untuk penyelenggaraan pengujian ditanggung
oleh kontraktor.
Daftar Material:
NO
ITEM
1
Main Control Fire Alarm
2
Heat detector
Alarm bell
Lampu indicator
Break glass
Kabel
Conduit
MERK
Appron,
EDWARD,
NOTIFIER
Appron,
EDWARD,
NOTIFIER
Appron,
EDWARD,
NOTIFIER
Appron,
EDWARD,
NOTIFIER
Appron,
EDWARD,
NOTIFIER
Supreme,Kabelindo,Tran
ka
Clipsal,Ega, GINDHE
PASAL 5
PENANGKAL PETIR
V.1 LINGKUP PEKERJAAN
Penangkal petir menggunakan sistem EARLY STREAMER EMISSION
dan harus dapat melindungi seluruh bangunan dari bahaya
tersambar petir. Radius minimum yang dilindungi seperti dalam
gambar perencanaan minimum 100 m.
Pekerjaan ini meliputi pengurusan perijinan dari badan / lembaga
yang berwenang, pengadaan bahan, peralatan, tenaga kerja,
pemasangan, pengujian dan perbaikan selama masa pemeliharaan
terhadap keseluruhan sistem penangkal petir.
Pekerjaan tersebut terdiri dari :
a.
b.
c.
d.
e.
f.
Terminal udara
Penghantar pembumian (down conductor)
Terminal dan electroda pembumian
Kotak sambung
Ijin dari lembaga yang berwenang
Pekerjaan lain yang menunjang pekerjaan tersebut di atas
V.2 GAMBAR-GAMBAR RENCANA
Gambar-gambar secara umum menunjukkan tata letak, instalasi
dan lain-lain. Penyesuaian harus dilakukan di lapangan, karena
keadaan sebenarnya dari lokas, jarak-jarak dan ketinggian
ditentukan oleh kondisi lapangan.
V.3 GAMBAR-GAMBAR SESUAI PELAKSANAAN
Kontraktor harus membuat catatan-catatan yang cermat dari
pelaksanaan dan penyesuaian di lapangan. Catatan-catatan
tersebut harus dituangkan dalam satu set gambar kalkir sebagai
gambar sesuai pelaksanaan (as built drawing). As built drawing
harus segera diserahkan kepada pengawas setelah pekerjaan
selesai beserta blue printnya sebanyak 3 set.
V.4 STANDAR DAN PERATURAN
Seluruh pekerjaan sistem tata suara harus mengikuti standar PUIL
terbitan terakhir, peraturan dari Depnaker. Disamping itu
peraturan setempat yang ada hubungannya dengan pekerjaan ini.
V.5 BAHAN-BAHAN, PERALATAN DAN TENAGA PELAKSANA
Bahan-bahan dan peralatan yang akan dipasang harus dalam
kedaan baru dan baik sesuai dengan yang dimaksud.
Contoh bahan, brosur dan gambar kerja (shop drawing) harus
diserahkan
kepada
pengawas
2(dua)
minggu
sebelum
pemasangan.
Kontraktor harus menempatkan secara penuh (full time) seorang
koordinator yang ahli di bidangnya, berpengalaman dalam
pekerjaan yang serupa dan dapat sepenuhnya
mewakili
kontraktor. Curriculum Vitae petugas tersebut harus diserahkan
kepada
konsultan
pengawas
seminggu
sebelum
yang
bersangkutan memulai tugasnya. Tenaga pelaksana dipilih hanya
yang sudah berpengalaman dan mampu menangani pekerjaan ini
secara aman, kuat dan rapi.
a. Kepala penangkal petir
Kepala penangkal petir adalah tipe non radiaktif dengan
konstruksi seperti pada gambar.
b. Saluran penghantar (Down Conductor)
Saluran penghantar berupa kabel NYY 50 mm2 yang didesain
khusus untuk penyaluran arus petir. Kabel yang digunakan
harus mampu menghilangkan induksi yang disebabkan oleh
arus petir dan dapat menyalurkan dengan aman aliran arus
petir pada saat terjadi pelepasan muatan elektron dan bending
radius yang diijinkan tak boleh kurang dari 365 mm.
c. Sistem pembumian
Sistem pembumian dipasang/ diletakkan sesuai yang
ditunjukkan dalam gambar. Sistem pembumian ini terdiri dari
terminal pembumian dan elektrode pembumian. Elektroda
pembumian terbuat dari batang tembaga dengan diameter
tidak kurang dari , panjang 6 meter dan harus dimasukkan
ke dalam tanah secara vertical minimal 12 m. Batang tembaga
harus dilindungi dari korosi dengan cara menaburkan serbuk
arang di sekitar batang tembaga.
Terminal pembumian terletak dalam bak kontrol khusus untuk
keperluan pengecekan tahanan secara berkala.
Tahanan pembumian maksimum 5 ohm.
V.6 PEMASANGAN
Cara pemasangan penangkal petir ini harus sesuai dengan
gambar dan harus mengikuti petunjuk konsultan pengawas
lapangan.
a. Air terminal harus dipasang secara kuat pada atap bangunan,
sehingga mampu menahan gaya-gaya mekanis yang
diakibatkan oleh sambaran petir langsung (direct strokes).
b. Down conductor harus dipasang memakai klem-klem khusus
dengan jarak-jarak tertentu seperti ditunjukkan pada gambar.
c. Elektroda pentanahan (Ground Electrode)
Ditentukan titik lokasnya sesuai dengan gambar. Tanam secara
vertikal pipa baja diameter 3 sampai sedalam 6 meter.
Kemudian pipa dicabut kembali sampai meninggalkan lubang.
Isi lubang tersebut dengan serbuk arang padat. Tanam
elektroda pembumian di tengah-tengah lubang yang terisi
serbuk arang tersebut.
V.7 PENGUJIAN
Pengujian untuk sistem penangkal petir terdiri dari :
a. Pengujian tahanan pentanahan
b. Uji kontinyuitas
Paling lambat 2 (dua) minggu sebelum pengujian dilaksanakan,
kontraktor harus sudah mengajukan jadwal dan prosedur
pengujian kepada pengawas untuk mendapatkan persetujuan.
Pengujian harus disaksikan oleh pengawas dan instansi yang
berwenang.
Kontraktor harus membuat catatan mengenai hasil pengujian.
Segala biaya untuk penyelenggaraan pengujian ditanggung oleh
kontraktor.
NO
1
2
ITEM
Ef Lighting terminal radius >100m2
Coaxial kabel 2x35mm2
MERK
EF, LPI,Viking
Supreme,Tranka,Kabelin
do
PASAL 6
PEKERJAAN DIESEL GENERATOR SET
VI.1 RUANG LINGKUP
a. Diesel generator set sebanyak 1 (satu) unit dengan kapasitas
prime power 175 KVA lengkap dengan residential silincer, seluruh
auxiliary equipment untuk keperluan automatic starting, manual
starting dan remote tipe Silent.
b. Tanki bahan bakar mensuply bahan bakar dalam beroperasi
dengan 100% beban penuh selama 8 (delapan) jam, lengkap
dengan fuel day tank dan dudukan fuel day tank, fuel storage
tank, pemipaan dan pompa bahan bakar sesuai dengan spesifikasi
teknis ini.
c. Generator control panel dengan circuit breakers, automatic main
failure, control, protections, indications, automatic synchronizing
control load transferring, load sharing, anounciator panel dan
auxiliaries.
d. Panel control untuk engin lengkap dengan announciator panel dan
auxiliaries.
e. DC power supply lengkap dengan charger untuk kontrol, dll.
f. Remote control equipment set.
g. Kabel daya tunggal tegangan rendah 1 Kv.
Kabel daya multi coke tegangan rendah 1 Kv.
Kabel kontrol lengkap terpasang di atas kabel rak.
Kabel tersebut di atas lengkap terpasang.
h. Sistem pentanahan
Sistem pentanahan bagi titik netral dan badan peralatan yang
terbuat dari metal dihubungkan pada sistem pentanahan
maksimal 2 dan hal ini berlaku untuk seluruh pentanahan pada
power house.
i. Pondasi-pondasi ringan, penggantung, support, tangga/railing, bak
kontrol, kabel trench, kabel rak, sparing dll.
j. Training bagi calon operator as built drawing dan manual
operation book dalam bahasa Indonesia dan Inggris sebanyak
rangkap 3.
k. Satu set sistem pemadam dan penghindar kebakaran tipe mobile,
bahan CO2 dengan kapasitas minimal 25 kg sebanyak 2 unit.
l. Mengurus ijin-ijin kepada badan berwenang untuk pengoperasian
diesel generator set.
m. Peralatan lengkap yang direkomendasikan 9spare part & tools)
untuk jangka waktu 2 (dua) tahun operasi.
n. Testing, balancing & commissioning.
Lengkap dengan bahan bakar dalam tanki terisi penuh, tanpa
melihat apakah komponen-komponen dan sistem tersebut hasil
design dari manufacturenya.
VI.2 DATA-DATA SISTEM
Rating
:
175 KVA Primes power, silent type
Voltage
:
400/230 Volt AC. 4 kawat lengkap dengan
sistem pembumian yang tepat.
Voltage regulation
: maksimum 1 % pada tegangan
minimal.
Phase voltage in balance:
5% setiap phasa.
Frequency regulation untuk segala kondisi beban
: 3%.
Load power factor
: antara 0,85 lagging.
Speed
:
1.500 rpm.
Overload capacity
: 10% dari beban penuh selama 1 jam.
Operation start/stop
: automatic (AMF).
Ambient temperatur
: 35o C.
Humidity :
80%.
VI.3 DIESEL ENGINE
a. Karakteristik
Kemampuan dan output ratings dari diesel engine harus sesuai
standar DIN 6271 dan tidak boleh menurun sampai kenaikan
ambient temperature sebesar 52O C. Power output harus mampu
memutar generator secara kontinyu pada perputaran nominal
dengan power output generator sebesar 110% rated output.
Perputaran/speed : 1.500 rpm.
Type :
4 langkah/sejajr (in line), berpendingin
water dengan radiator, turbo charged.
Starting sistem
: remote.
Bahan bakar
: solar.
b. Peralatan Engine
Masing-masing mesin diesel minimal harus dilengkapi dengan
berbagai asesori yang dipasang di mesin panel atau lainnya,
antara lain sebagai berikut :
Governor/engine speed control type hydraulics atau electronic,
dilengkapi dengan electrical speed fine adjusment.
Engine starting equipment.
Lubrication oil system
Lube oil pump, lube oil tank, lube oil cooler, lube oil filter,
thermostat, electric lube oil pumping set untuk automatic
prelubrication lengkap dengan timer switch, fuel oil shut down
solenoid dipasang pada panel control disel genset.
c. Peralatan Sistem Pengawasan Engine
Dipasang pada engine antara lain sebagai berikut :
Thermometer untuk ir pendingin.
Thermometer untuk exhaust.
Thermometer untuk lube oil.
Thermometer untuk charging udara.
Dipasang pada panel diesel.
Lube oil pressure gauges pada sebelum dan sesudah lube oil
filter.
Pressure gauge untuk fresh water.
Pressure gauge untuk charging udara.
Tachometer.
Elapsed time meter.
d. Peralatan Sistem Monitoring/Protection Engine, antara lain :
Sensor untuk lube oil level (alarmed dan stopped engine).
Sensor untuk lube oil pressure (alarmed dan stopped engine).
Sensor untuk lube oil temperature (alarmed dan stopped
engine).
Sensor untuk fresh water pressure (alarmed dan stopped
engine).
Sensor untuk fuel pressure (alarmed).
Sensor untuk high turbo charging air temperatur (alarmed).
Overspeed relay (stopped engine).
Ratio differential relay (alarmed dan stopped engine).
Over voltage relay (alarmed dan stopped engine).
Under voltage relay (alarmed dan stopped engine).
VI.4 ALTERNATOR
a. Karakteristik :
Rated output
: 175 KVA, primer power.
4 pole generator, output voltage : 230/400 volt, 3 phase, 50 Hz.
Brushless exciter.
Insulation class H.
Radio interference filter.
Over voltage protection with adjustable time delay to avoid
nuisance tripping.
b. Ketentuan-ketentuan lain :
Generator harus dari type self ventilated rotating field dan
synchronous type.
Generator harus bisa menanggung beban secara kontinue pada
faktor kerja 0,85 dengan rating KW dari diesel generator unit
tersebut, dan dapat melayani beban 10% lebih dari gross KW
rating, untuk selama 1 jam terus menerus, untuk setiap
periode 24 jam pada tegangan normal.
Generator harus langsung digerakkan dari crank shaft mesin,
jika perlu generator dapat ditambah impeller yang dipasang
pada rotor untuk pendingin generator.
Generator harus diproteksi terhadap overload dan kesalahankesalahan lebih kecil daripada ketahanan generator.
Reaktansi sub transient dari generator tidak boleh lebih dari
25%. Penggunaan reaktor dan resistor untuk mendapatkan
reaktansi yang ekivalent, yang sama tidak diperbolehkan.
Sistem di atas harus sudah termasuk static exciter voltage
regulator, termasuk juga alat-alat pelengkap dan alat-alat
kontrol dan wiring (SRCR). Sistem ini dapat melayani dengan
baik pada keadaan generator beroperasi secara individu.
Sistem dari solid state dan mempunyai steady state regulation
2% dari 0,8 langging ke faktor kerja satu, sistem ini harus
bekerja dengan baik pada keadaan beban overload simetris
dan pada keadaan hubungan singkat lainnya yang masih
dalam kapasitas generator.
Pemilihan dan pemakaian dari peralatan semi conductor yang
dipergunakan dalam generator set dan semua peralatan
kontrol harus sesuai dengan standar pabrik. Rectifier harus
mempunyai rating tidak kurang dari 1 sampai 1,5 kali
tegangan peak voltage dan arus, yang diperhitungkan pada
setiap kondisi operasi dari generator.
VI.5 PANEL GENERATOR SET AUXILIARY
Lemari untuk panel board harus mempunyai ukuran yang
proporsional, seperti dipersyaratkan untuk panel board menurut
kebutuhan, sehingga untuk sejumlah dan ukuran kabel-kabel yang
dipakai tidak terlalu sesak.
a. Tipe
Switchgear tegangan rendah harus tahan terhadap udara lembab
dan panas untuk pasangan dalam (indoor). Seluruh komponen
harus difinish sesuai dengan kondisi tropis. Panel adalah tipe
tertutup (enclosed) dan free standing.
b. Standard
Panel harus dibuat mengikuti syarat/standard dalam PUIL atau
standard internasional lainnya (IEC, VDE/DIN, BS, NFC, NEMA, JIS).
c. Karakteristik panel
Tegangan kerja
Tegangan test
Tegangan test impuls
Frekuensi
Arus nominal rel
Hubung singkat
VI.6
: 400 volt.
: 3.000 volt.
: 20.000 volt.
: 50 Hz.
: 400 Ampere
: 50 KA.
REMOTE CONTROL PANEL
Remote control panel yang ada di ruang panel terdiri dari :
generator control panel, engine control panel, announciator panel,
main outgoing unit.
Secara keseluruhan berfungsi menyelenggarakan auto/manual
star-stop kontrol, monitoring diesel engine dan generators,
auto/manual parallel/deparalel operation, auto/manual load
transfer operation.
a. Engine Control Panel
Panel control engine minimum harus berisi peralatan-peralatan
sebagai berikut:
1 temperatur indicator untuk air pendingin,
1 temperatur indicator untuk lube oil,
1 lube oil pressure indicator sesudah lube oil filter,
1 tachometer,
1 elapsed time meter,
1 lot signal lamp,
1 lot control lamp,
1 lot control switch,
1 lot selector switch auto stop run.
b. Generator Control Panel
Panel control generator minimum harus berisi peralatanperalatan sebagai berikut:
1 voltmeter,
1 voltmeter selector switch,
1 Ammeter,
1 Ammeter switch,
1 cos phi meter,
1 Kw meter,
1 lot signal lamp (merah, kuning dan hijau),
1 lot indicating lamp,
1 lot fault indicating lamp,
1 lot indicating lamp untuk status posisi main breaker,
1 control switch untuk governor motor,
1 control switch untuk pengaturan tegangan,
1 push button switch untuk emergency stop,
1 set AMF (automatic),
1 push button switch untuk lamp test, bell cansell dan fault
reset,
1 temperator indicator untuk starter winding dan bearing,
1 spedd relay,
1 voltage relay,
1 bell alarm,
1 set load sharing device,
1 set auxiliary relay,
1 set time limiting relay,
1 set over current relay,
1 set earth fault relay,
1 set reverse power relay,
1 set fuse TR.
c. Graphic Display & Announciator
Pada sisi muka (front cover) dari panel control generator
maupun panel control engine tersebut di atas, harsu dibuat
satu full graphic display panel board, yaitu semacam
principle diagram lengkap, dimana berbagai peralatan
yang penting digambarkan.
Pada graphic display panel board ini harus dilengkapi
dengan berbagai accessories yang perlu untuk pengaturan
berbagai peralatan.
Berbagai indikator harus dipasang dengan push buttons
untuk penunjukkan berbagai parameter mesin.
Batas-batas alarm yang berhubungan dengan parameterparameter tersebut harus ditunjukkan pula, dengan kata
lain, disamping full graphic display panel board juga harus
menunjukkan berbagai keadaan alarm dan shut down
(announciator).
d. Indikator-indikator minimum yang harus dipasang adalah :
1 generator winding temperature too high (shut down),
1 bearing temperature too high (shut down),
1 lube oil level low (shut down),
1 lube oil level too low (shut down),
1 lube oil pressure low (alarming),
1 lube oil pressure too low (shut down),
1 lube oil temperature high (alarming),
1 lube oil temperature too high (shut down),
1 fuel pressure low (alarming),
1 overspeed (shut down),
1 generator over current (shut down),
1 generator over voltage (shut down),
1 generator under voltage (shut down),
1 generator reverse power (shut down),
e. Cara Kerja Kontrol & Panel Sinkronisasi
Pada prinsipnya genset ini bekerja sebagai sumber daya listrik
cadangan, dan harus dilengkapi dengan reverse power relay
yang akan dioperasikan secara interlok dengan PLN.
VI. 7 INSTALASI SISTEM BAHAN BAKAR GENERATOR SET
a. Umum
Pekerjaan-pekerjaan yang tercakup dalam bidang keahlian ini
meliputi : menyediakan seluruh pekerjaan, material,
perlengkapan, peralatan dan melaksanakan seluruh pekerjaan
sistem penyimpanan dan pemipaan bahan bakar, sehingga dapat
beroperasi secara benar dan sempurna.
Serta melaksanakan pengujian/testing untuk mengetahui sistem
bekerja secara sempurna. Gambar-gambar dan spesifikasi adalah
merupakan bagian yang saling melengkapi dan sesuatu yang
tercantum di dalam gambar dan spesifikasi bersifat mengikat.
Pemborong harus menyerahkan shop drawing untuk disetujui
perencana/Pengawas.
b. Bidang Pekerjaan Yang Dikerjakan
1. Penyediaan dan pemasangan tanki penyimpanan bahan bakar
(main tank) yang dilengkapi dengan pipapipa :
Pengisi dari mobil supply bahan bakr, pipa dilengkapi
dengan flow oil meter.
Pengisian ke tanki harian.
Pipa over flow dari tanki harian.
Pipa drain main tank yang dilengkapi dengan strainer
dan gate valve; Pipa vent.
2. Penyediaan dan pemasangan tanki harian support tanki harian,
dan dilengkapi dengan gelas pengukuran lubang tempat
pembersih dan pipa-pipa :
Pengisi dari main tank.
Pipa over flow.
Pipa drain yang dilengkapi dengan gate valve.
Pipa pengisian bahan bakar ke diesel.
Pipa over flow dari diesel.
Pipa vent.
3. Penyediaan dan pemasangan gate valve dan check valve.
4. Penyediaan dan pemasangan pipa dan katup untuk pengukuran
dengan batang pengukur yang terbuat dari tembaga atau
kuningan.
5. Penyediaan motor dan pompa untuk pengisian bahan bakar ke
tanki harian dan manual hand pump.
6. Penyediaan bak kontrol untuk pipa-pipa pengisian dan vent.
7. Penyediaan bak kontrol untuk lubang pipa pengukur bahan
bakar.
8. Penyediaan bak kontrol untuk suatu saat jika diperlukan untuk
membuka main tank.
c. Teknik Instalasi
1. Umum
Semua pipa yang menyambung pada main tank atau tanki
harian harus melalui socket yang berulir dan dilas dengan
sempurna pada dinding tanki.
Penyambungan socket dengan pipa harus diseal tape
dengan sempurna tanpa adanya kebocoran sedikitpun.
2. Pipa-pipa penghubung dari tanki harian ke main tank yang
ditanam harus dibersihkan dengan amplas besi, kemudian
diflincote dan dibungkus memakai karung.
3. Sedangkan pipa-pipa yang dipasang di atas permukaan, harus
dibersihkan dahulu dengan amplas besi, lalu dicat dengan cat
meni besi, kemudian dicat lagi dengan cat aluminium (bronze).
4. Semua bak kontrol harus dibuat lengkap dengan penutup yang
dapat dibuka guna pengontrolan.
5. Tanki harian maupun main tank harus dilengkapi dengan pipa
ventilasi, pipa drain dan main hole.
6. Tanki bahan bakar harian terbuat dari besi plat 3 mm, yang
diberi penulangan dengan besi siku 60x60x6 mm. Antara besi
penulangan dengan besi plat tnaki dilas secara penetrasi
penuh sebanyak dua kali (but welded/pengisian dan full
welded). Pengelasan tanki dilakukan dari luar dan dalam tanki.
7. Tanki bahan bakr main tank terbuat dari besi plat 8 mm, yang
diberi penulangan dengan besi siku 120x120x12 mm. Cara
pengerjaannya sama seperti cara pengerjaan tanki harian.
Tanki harian maupun main tank selesai dilas dibersihkan
dengan memakai sikat kawat, kemudian dibersihkan, lalu dicat
dengan cat menie besi, setelah kering lalu dicat lagi dengan
cat aluminium.
8. Khusus untuk main tank, karena diletakkan di basement, di
atasnya harus dibuatkan lubang diameter 1 dan dipasang
dengan pipa sepanjang 0,5 m, kemudian dilas ke dinding
tanki tersebut dan bagian atas dari pipa diberi tutup (plug)
yang dapat dibuka pada waktu akan dimasukkan batang
pengukur bahan bakar.
9. Tanki harian harus dipasang float valve yang akan mengontrol
motor pompa pengisian bahan bakar.
10.
Untuk tanki harian harus dibuatkan penyangga setinggi
1,5 m dari block steel diameter 3 dan diberi penguat
memakai besi siku 50x50x5 mm dan dicat sesuai dengan
warna tanki.
11.
Baik untuk tanki harian maupun main tanki harus diberi
pipa penguras. Untuk pipa penguras main tank harus
dihubungkan dengan gear pump (pompa minyak).
NO
1
ITEM
Diesel generator set 175 KVA silent
type
MERK
PERKINS, MAN, DEUTZ
PASAL 7
PEKERJAAN PLAMBING
VII.1 LINGKUP PEKERJAAN
a.
System pemipaan air bersih didalam
bangunan seperti ditunjukan dalam gambar mekanikal
lengkap dengan katup penyetop, elbow, sambungan T,
fitting dan perlengkapan lain yang diperlukan.
b.
Pompa sumur dangkal yang akan melayani
bangunan dengan kapasitas serta headnya sebagaimana
ditunjukan oleh gambar mekanikal.
c.
Semua panel control dan panel listrik yang
dibutuhkan untuk menjalankan system distribusi air bersih.
d.
Semua
alat
plambing(fixture)
yang
direncanakan dipasang di dalam bangunan, termasuk fitting,
kran dan alat-alat lain yang diperlukan.
e.
Sistem pemipaan air kotor dari setiap
fixture di dalam bangunan hingga ke jaringan pembuangan
air kotor, lengkap dengan pipa ven beserta penunjangnya
seperti ditunjukan dalam gambar mekanikal.
VII.2 BAHAN DAN PERALATAN
a. Pipa air bersih
Pipa distribusi yang ditanam di dalam tanah dalam shaff dan
langit-langit, maupun pipa cabang untuk distribusi air bersih
ke setiap alat plambing(fixture) terbuat dari PVC klas AW
tekanan kerja7,5 Kg/cm2
b. Pipa air kotor
Pipa air kotor dari setiap alat plambing(fixture) ke pipa tegak
yang terletak di shaft terbuat dari pipa PVC klas AW tekanan
kerja 7,5 Kg/cm2
c. Pipa air bekas
Pipa air kotor dari setiap alat plambing(fixture) ke pipa
tegak yang terletak di shaft terbuat dari pipa PVC klas AW
tekanan kerja 7,5 Kg/cm2
d. Pipa ven
Pipa air kotor dari setiap alat plambing(fixture) ke pipa
tegak yang terletak di shaft terbuat dari pipa PVC klas AW
tekanan kerja 7.5 Kg/cm2
e. Pipa air hujan
Pipa untuk air hujan terbuat dari pipa PVC klas AW tekanan
kerja 7.5 Kg/cm2
f. Semua pipa, fixture, dan fitting yang berada di luar dinding
dan kelihatan, harus terbuat dari bahan stainless stell.
g. Setiap bahan pipa, fitting, alat plambing dan peralatanperalatan yang akan dipasang pada instalasi harus memiliki
merk yang jelas dari pabrik pembuatnya.
h. Pompa sumur dangkal
Jenis pompa yang digunakan adalah Aquajet yang dilengkapi
tangki tekan.
VII.3 PERANCANGAN
1. Pengisian tangki atas dilakukan dengan dua 2 (dua) buah
pompa yang terletak pada reservoir bawah yang bekerja
bergantian setiap 1 (satu) jam secara otomatis. Pompa akan
Off bila ketinggian air pada tangki atas telah mencapai
ketinggian tertentu yang telah ditetapkan atau air pada
reservoir bawah tidak mencukupi (habis).
2. Air bersih yang sudah di tampung di tangki atas kemudian
didistribusikan secara gravitasi ke setiap alat plambing yang
membutuhkan air bersih.
VII.4 PEMASANGAN
1) Pelaksanaan pemasangan harus direncanakan dengan baik, dan
semua pembongkaran bagian-bagian bangunan lainya hanya
boleh dilaksanakan setelah mendapatkan ijin tertulis dari
konsultan pengawas. Gambar-gambar pemasangan harus dibuat
secara rinci oleh kontraktor. Hal ini agar dapat diketahui dengan
tepat letak/ukuran lubang-lubang pada dinding yang diperlukan
untuk jalur-jalur pipa. Kontraktor bertanggung jawab atas
ukuran(dimensi)dan lokasi lubang-lubang tersebut. Apabila
diperlukan,
dilakukan
pembobokan/penambalan
tanpa
tambahan biaya.
2) Kontraktor bertanggung jawab atas penyediaan lokasi
pemasangan yang tepat. Pemasangan pada lokasi bangunan
yang dicor dengan beton dilakukan oleh kontraktor struktur,
atas petunjuk kontraktor plambing.
3) Selama pemasangan berlangsung, kontraktor harus menutup
ujung pipa yang terbuka untuk mencegah tanah, debu, dan
kotoran lain masuk ke dalam pipa.
4) Semua sambungan-sambungan yang menghubungkan pipa
dengan ukuran yang berbeda harus menggunakan reducing
fitting. Sedapat mungkin dilaksanakan belokan-belokan dengan
jenis long radius. Belokan-belokan short radius hanya boleh
digunakan apabila kondisi setempat tidak memungkinkan
memakai long radius, dan kontraktor harus memberitahukan hal
ini kepada pengawas. Fiting dan alat alat yang menimbulkan
tahanan aliran yang tidak wajar tidak boleh digunakan.
5) Penggantung atau penumpu pipa harus terikat secara kuat pada
bangunan dengan menggunakan Dynabolt atau fischer
dilengkapi dengan kontruksi baja bila memang diperlukan.
6) Setiap pipa cabang utama yang masuk ke lantai harus dilengkapi
dengan katup penyetop(gate Valve).
7) Semua peralatan dan perlengkapan yang diperlukan dalam
pekerjaan ini harus disediakan dan dilaksanakan oleh kontraktor
tanpa menuntut biaya tambahan.
VII.5 PENGUJIAN
1) Setelah pipa dipasang, seluruh jaringan pipa air bersih harus
diuji dengan tekanan uji sebesar 2 (dua) kali tekanan kerja
(Working Pressure) selama paling kurang 12 (duabelas) jam
tanpa mengalami kebocoran.
2) Apabila suatu bagian dari pipa akan ditutup oleh tembok atau
kontruksi bangunan lainya, maka bagian tersebut harus diuji
dengan cara yang sama seperti yang tertulis diatas sebelum
ditutup dengan tembok atau konstruksi bangunan lainya.
3) Kontraktor harus menguji semua motor yang telah terpasang
pada beban normal dan menyerahkan hasil pengujian kepada
Pengawas untuk arsip pemberi tugas.
4) Kontraktor harus melakukan penyetelan yang perlu pada semua
alat-alat pengaturan otomatis.
5) Apabila pada waktu pemeriksaan atau pengujian ada kerusakan
maka kontraktor harus mengganti bagian yang rusak tersebut
dan pengujian diulang sampai hasil pengujianya diterima oleh
pengawas.
6) Penggantian bagian yang rusak tersebut harus dengan yang
baru. Penambalan dengan bahan apapun tidak diperkenankan.
VII.6 PERSETUJUAN BAHAN DAN PERALATAN
a) Dalam waktu paling lama 30(tiga puluh) hari setelah kontraktor
memperoleh kontrak pekerjaan, kontraktor harus mengajukan
daftar yang lengkap dari pabrik-pabrik atau perusahaanperusahaan yang membuat atau memproduksi alat atau bahan
yang akan dipasang untuk memperoleh persetujuan dari
Pemberi Tugas.
b) Setelah daftar tersebut disetujui, kontraktor harus menyerahkan
brosur-brosur dari alat/bahan yang akan dipakai untuk
mendapatkan persetujuan dari pengawas.
c) Kontraktor
bertanggung
jawab
atas
pelaksanaan
dan
pembiayaan yang perlu karena timbulnya perubahan-perubahan
dari contoh bahan-bahan yang akan dipasang dan atau brosurbrosur untuk mendapatkan persetujuan dari pengawas.
Daftar Material
NO
1
2
2
3
ITEM
MERK
Pipa air bersih
PPR PN16
Pipa air kotor, air bekas dan vent
Wavin klas AW
Fiting-fiting
Rucika
Pompa
GRUNDFOS, EBARA
Pompa Deepwell, kapasitas 35 GPM, GRUNDFOS, EBARA
2.2 kW, submersible pump type
Pompa Transfer air bersih, kapasitas GRUNDFOS, EBARA
40 GPM,
2.2 kW, centrifugal
horizontal case
Pompa FFP & WTP, kapasitas 40 GPM, GRUNDFOS, EBARA
2.2 kW, centrifugal horizontal case
Tangki Filter, kapasitas 1000l, manual Lokal
backwash, , Mild steel tebal 4 mm
Sand Filter, kapasitas 1000 l, manual Lokal
backwash, Mild steel tebal 4 mm
Carbon Filter
Gate Valve
Kitz, TOYO,SHOWA, AFA
Cek Valve
Foot Valve
Stainer
Flexibel joint
Peralatan sanitair
Closet duduk seri SW 785 JP, C704L
c/w assesories
Jet Shower seri SW 785 JP C704L c/w
assesories
Closet jongkok seri CE 9, TV 150 NWV
12 c/w assesories
Washtafel seri L 522 V3, kran TX 101
LB c/w assesories
Urinal seri U57 , T60P c/w assesories
Floor Drain Tx1 BV1
Tempat sabun tunggal
Tempat handuk
Kitz, TOYO,SHOWA, AFA
Kitz,
TOYO,SHOWA,
AFA,
Kitz, TOYO,SHOWA, AFA
Muraflex
Sekualitas TOTO
Sekualitas TOTO
Sekualitas TOTO
Sekualitas TOTO
Sekualitas
Sekualitas
Sekualitas
Sekualitas
TOTO
TOTO
TOTO
TOTO
PASAL 8
PEKERJAAN PENANGGULANGAN KEBAKARAN
VIII. 1.
LINGKUP PEKERJAAN
a. Sistem pemipaan fire hydrant dan sprinkler, mulai dari ruang
pompa/ruang mekanikal hingga ke pilar-pilar hydrant, fire hose
cabinet , head sprinkler (seperti ditunjukkan pada gambar
mekanikal) lengkap dengan katup penyetop, elbow ,
sambungan-T, katup-katup, fitting dan perlengkapan lain.
b. Pilar hidrant di tapak jenis tegak mempunyai dua outlet dan
masing-masing unit dilengkapi dengan katup penyetop (stop
valve) dan perlengkapan lain yang diperlukan.
Semua outlet pilar hidrant harus mempunyai kopling yang
sesuai dengan standar yang dimiliki oleh Dinas Pemadam
Kebakaran. Setiap outlet pilar hidrant dilengkapi dengan
kabinet selang pemadam lengkap dengan selang dan nozzle.
d. Unit seamese connection jenis tegak yang dipasang di tapak
lengkap dengan katup satu arah dan perlengkapan lain yang
diperlukan.
Outlet siamese connection ini harus mempunyai
kopling yang sesuai dengan standar yang dimiliki oleh Dinas
Pemadam Kebakaran.
e. Semua peralatan panel kontrol dan panel listrik yang
diperlukan untuk menjalankan sistem pemadam kebakaran.
VIII. 2.
BAHAN DAN PERALATAN
a. Pipa pemadam kebakaran di tapak yang ditanam di dalam
tanah dalam shaft, di langit-langit terbuat dari Black Steel
Schedule 40.
Pipa yang tertanam di bawah tanah harus
dilapisi dengan tar sebelah luar (tar coating) kemudian dilapisi
aspal dan dibungkus dengan karung goni. Pipa bukan di
bawah tanah diberi cat pelapis meni rangkap dua dan diakhiri
dengan cat khusus.
b. Setiap bahan pipa (satu panjang utuh) dan peralatanperalatan yang akan dipasang pada instalasi ini, harus
mempunyai tanda-tanda atau merek yang jelas dari pabrik
pembuatnya.
Bahan yang tidak mempunyai tanda-tanda
tersebut harus diganti atas tanggung jawab Pemborong.
c. Pompa
i. Jenis pompa yang digunakan adalah Vertical multistage
inline, dimana motor penggerak dikopel langsung dengan
menggunakan flange (flens) dipasang secara baik dan
dibalans secara statis maupun dinamis.
ii. Pompa-pompa dan masing-masing motornya harus
diletakkan satu alas (single bed plate) dan dipasang
sesuai petunjuk pabrik, diberi pondasi apung (tebal kirakira 200 mm) dan peredam getaran, sedemikian rupa
sehingga tidak meneruskan getaran yang menganggu
sekelilingnya
iii. Pompa harus dilengkapi dengan :
Katup satu arah/ non-return valve/check valve
Gate valve
Pengukur tekanan (presurre gauge) untuk sisi hisap
(sucktion) dan sisi buang (discharge)
Foot valve pada ujung pipa hisap
Sambungan-sambungan fleksibel
Peredam getaran
Pressure switch
Perlengkapan lain yang standar
iv. Pemborong harus menyediakan dan memasang peralatanperalatan listrik yang diperlukan seperti panel-panel dan
peralatan kontrol lain, sedemikian sehingga sistem dapat
bekerja secara sinkron dan efisien.
Pada sistem
pemadam kebakaran harus dipasang sub sistem interlock
yang mengatur kerja antara pompa utama dan pompa
jockey.
v. Semua pompa harus dicat khusus dan dilakukan oleh
pabrik
pembuatnya.
vi. Pompa yang dapat digunakan harus mempunyai kurva
pemakaian daya yang paling menguntungkan dalam
keadaan beban partial, tanpa mengalami overload.
VIII..3.
PERANCANGAN
a. Sistem penanggulangan kebakaran, baik fire hidrant dilayani
oleh sebuah pompa utama yang bekerja secara otomatis
ketika tekanan dalam jaringan pipa telah mencapai besaran
tertentu.
Pada kondisi tidak terjadi kebakaran, jaringan
pipa dilayani oleh pompa jockey yang bertugas menjaga
tekanan dalam pipa pada range tekanan tertentu yang
ditetapkan.
Bila pompa utama sudah bekerja, pompa
jockey harus dibuat tidak dapat bekerja dengan peralatan
interlock yang terpasang.
b. Pompa pemadam kebakaran harus dapat bekerja secara
otomatis bila tekanan di dalam jaringan pipa mencapai 30
mka.
Pompa ini juga harus dapat dioperasikan secara
manual.
c. Pompa jockey dirancang untuk mempertahankan tekanan di
dalam jaringan pipa. Pompa akan bekerja secara otomatis
bila tekanan mencapai 35 mka dan berhenti bekerja bila
tekanan mencapai 45 mka.
d. Bila pompa utama kebakaran sudah bekerja, pompa tersebut
tidak boleh berhenti bekerja secara otomatis, tetapi harus
dimatikan secara manual.
VIII.4.
PEMASANGAN
a. Pelaksanaan pemasangan harus direncanakan dengan baik
dan semua pemborongan bagian-bagian bangunan lainnya
hanya boleh dilakukan setelah ada izin tertulis dari Pengawas.
Gambar-gambar pemasangan harus dibuat rinci oleh
Pemborong pada saat penyambungan struktur dilaksanakan.
b. Pemborong bertanggung jawab atas penyediaan lokasi
pemasangan yang tepat.
Pemasangan pada kontruksi
bangunan yang dicor dengan beton dilaksanakan oleh
Pemborong Struktur.
c. Selama pemasangan berlangsung, pemborong harus menutup
setiap ujung pipa yang terbuka .
d. Semua sambungan yang menghubungkan pipa-pia dengan
diameter yang berbeda harus menggunakan reducing fitting
dan sedapat mungkin harus menggunakan belokan-belokan
jenis radius long, dan Pemborong harus memberitahukan hal
ini kepada Pengawas.
Fitting atau alat-alat lain yang
menimbulkan tahanan air yang tidak wajar, tidak boleh
digunakan.
e. Pipa yang dipasang dalam tanah harus dilapisi cat tahan karat
(plincoat), dilapisi aspal kemudian dibungkus dengan karung
goni.
f. Penggantung/penumpu pipa
harus disekrupkan pada
kontruksi bangunan yang kuat dilengkapi kontruksi baja bila
memang diperlukan.
g. Penggantung/penumpu pipa dan peralatan-peralatan logam
lainnya yang akan tertutup oleh tembok harus dilapisi oleh cat
meni atau cat penahan karat.
h. Setiap cabang utama yamg masuk ke setiap lantai harus
dilengkapi dengan katup penyetop.
i. Peralatan dan perlengkapan yang diperlukan yang tidak
disediakan oleh Pemborong lainnya, harus disediakan dan
dilaksanakan oleh Pemborong sistem penanggulangan
kebakaran.
VIII.5.
PENGUJIAN
a. Setelah sebagian instalasi terpasang harus diuji dengan
tekanan hidrostatik sebesar 1
tekanan kerja selama
kurang lebih 4(empat) jam tanpa mengalami kebocoran.
b. Apabila sesuatu bagian dari instalasi pipa akan ditutup oleh
tembok, maka bagian tersebut harus diuji dengan cara yang
sama seperti di atas sebelum ditutup oleh tembok.
c. Pemborong harus menguji semua motor yang telah terpasang
pada beban normal dan menyerahkan data pengujian kepada
Pengawas untuk disimpan sebagai arsip Pemberi Tugas.
d. Pemborong harus melakukan pengujian pada semua alat-alat
pengaturan otomatik
e. Apabila pada wajtu pemeriksaan atau pengujian ternyata ada
kerusakan , maka Pemborong harus mengganti bagian yang
rusak .
f. Penggantian atas bagian pipa atau bahan yang rusak harus
dengan pipa atau bahan yang baru.
VIII.6.
PERSETUJUAN BAHAN-BAHAN ATAU ALAT-ALAT
a. Dalam waktu 30 (tiga puluh ) hari setelah Pemborong
memperoleh
kontrak
pekerjaan,
pemborong
harus
mengajukan daftar yang lengkap (rangkap lima) dari pabrikpabrik atau perusahaan-perusahaan yang memproduksi
bahan-bahan yang dibutuhkan dalam instalasi ini untuk
memperoleh persetujuan dari Pemberi Tugas.
b. Setelah daftar tersebut disetujui dan sebelum melakukan
pembelian , Pemborong harus menyerahkan kepada Pengawas
daftar yang lengkap dari peralatan-peralatan dan bahanbahan yang dibutuhkan dalam instalasi ini untuk memperoleh
persetujuan dari Pemberi Tugas.
c. Pemborong bertanggung jawab atas pelaksanaan dan
pembiayaan yang perlu karena timbulnya perubahanperubahan dari contoh barang-barang yang akan dipasang
dan atau brosur-brosur untuk mendapatkan persetujuan dari
pengawas.
Daftar material
NO
1
ITEM
Pipa black steel schedule 40
MERK
PPI,Spindo
2
3
Fiting-fiting
Pompa Hydrant
Diesel pump, kap. 60 m3/jam
PPI, Spindo, SGP
Main pump 45KW, kap. 60 m3/jam
Grundfos,
Type
Sentrifugal case
EBARA, WILO
Grundfos, Type Vertikal
Multistage,
EBARA,
WILO
Kitz, TOYO,SHOWA, AFA
Kitz, TOYO,SHOWA, AFA
Kitz, TOYO,SHOWA, AFA
Kitz, TOYO,SHOWA, AFA
Kitz, Muraflex
Apron, ZEKI
Apron, ZEKI
Apron, ZEKI
Apron, ZEKI
Jokey Pump 5.5KW, kap 8 m/jam
4
5
6
7
8
Gate Valve
Cek Valve
Foot Valve
Stainer
Flexibel joint
Box Hydrant
Pilar Hydant
Siemese conection
Hose dan hose rack
Grundfos,
PEKERJAAN LAIN-LAIN
1. Meskipun dalam bestek ini, pada uraian pekerjaan dan uraian
bahan tidak dinyatakan, tetapi disebutkan dalam penjelasan
pekerjaan (Aanwijzing) mengenai bagian pekerjaan yang termasuk
harus dikerjakan oleh pemborong maka bagian tersebut dianggap
ada dan dimuat dalam bestek.
2. Pekerjaan yang nyata-nyata menjadi bagian dari pekerjaan
bangunan ini, tetapi tidak diuraikan atau tidak dimuat dalam
bestek ini, tetap diselenggarakan dan diselesaikan oleh
Pemborong.
3. Selain persyaratan teknis yang tercantum diatas pemborong
diwajibkan pula mengurus :
a. Pembuatan Ijin Mendirikan Bangunan (IMB) dan Keterangan
Rencana Kota (KRK) dari Pemda setempat.
b. Surat-surat bukti keer listrik/ pengetesan dari PLN dan
pengetesan yang diperlukan.
4. Sebelum penyerahan pertama , pemborong wajib meneliti semua
bagian pekerjaan yang belum sempurna harus diperbaiki, semua
ruangan harus bersih dipel, halaman harus ditata rapi dan semua
yang tidak berguna disingkirkan dari proyek.
5. Meskipun telah ada pengawas dan unsur-unsur lainnya, semua
penyimpangan dari ketentuan bestek dan gambar menjadi
tanggungan
pelaksana,
untuk
itu
pelaksana
harus
menyuelesaikan pekerjaan sebaik mungkin
PENUTUP
1. Semua bahan yang akan dipergunakan dan didatangkan harus
sesuai dengan Bestek serta harus mendapatkan ijin Pengawas /
Pengawas Lapangan.
2. Penggunaan bahan - bahan yang tidak sesuai dengan syarat syarat yang tercantum dalam dokumen ini akan ditolak atau
dikeluarkan dari lokasi atas perintah Pejabat Pembuat
Komitmen / Pengawas Lapangan .
3. Apabila terjadi keraguan akan mutu bahan yang didatangkan
kemudian Pengawas Lapangan minta pemeriksaan pada
Laboratorium bahan bangunan, maka biaya yang timbul menjadi
tanggung jawab Penyedia Jasa.
4. Apabila terdapat jenis pekerjaan yang belum diuraikan dalam
dokumen ini maka akan di betulkan dalam Berita Acara
Aanwijzing (Aanvoeling) .
5. Apabila ada perbedaan antara Spesisikasi teknis dan Gambar,
antara skala kecil dengan skala besar maka akan diselesaikan
bersama dalam rapat.
6. Apabila ada kekurangan atau kelengkapan maka diselesaikan
bersama dalam rapat berkala.
Yogyakarta,
MENGETAHUI/MENYETUJUI
PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN
KONSULTAN PERENCANA
PT. WASTUMATRA KENCANA
INDONESIA
2013
Drs. RUSMULIA TJIPTADI HIDAYAT,
[Link]
NIP. 19600620 1983121001
Agung Brahmono, SE, MBA
Direktur Utama
PANITIA PENGADAAN JASA
Ketua,
SUKRONEDI, [Link], M.A
NIP. 19681229 1995 12 1 001
BAB XIII. DAFTAR KUANTITAS DAN HARGA
Keterangan (Untuk Kontrak Harga Satuan atau Kontrak
Gabungan Harga Satuan dan Lump Sum)
1. Daftar Kuantitas dan Harga harus dibaca sesuai dengan
Instruksi Kepada Peserta (IKP), Syarat-Syarat Umum Kontrak
(SSUK) dan Syarat-Syarat Khusus Kontrak (SSKK),
Spesifikasi Teknis dan Gambar.
2. Pembayaran terhadap prestasi pekerjaan dilakukan
berdasarkan kuantitas pekerjaan aktual yang dimintakan
dan dikerjakan sebagaimana diukur oleh Penyedia dan
diverifikasi oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), serta
dinilai sesuai dengan harga yang tercantum dalam Daftar
Kuantitas dan Harga.
3. Harga dalam Daftar Kuantitas dan Harga telah mencakup
semua biaya pekerjaan, personil, pengawasan, bahanbahan, perawatan, asuransi, laba, pajak, bea, keuntungan,
overhead dan semua risiko, tanggung jawab, dan kewajiban
yang diatur dalam Kontrak.
4. Harga harus dicantumkan untuk setiap mata pembayaran,
terlepas dari apakah kuantitas dicantumkan atau tidak. Jika
Penyedia lalai untuk mencantumkan harga untuk suatu
pekerjaan maka pekerjaan tersebut dianggap telah
termasuk dalam harga mata pembayaran lain dalam Daftar
Kuantitas dan Harga.
5. Semua biaya yang dikeluarkan untuk memenuhi ketentuan
Kontrak harus dianggap telah termasuk dalam setiap mata
pembayaran, dan jika mata pembayaran terkait tidak ada
maka biaya dimaksud harus dianggap telah termasuk
dalam harga mata pembayaran yang terkait.
6. Panitia Pengadaan Barang/Jasa akan melakukan koreksi
aritmatik atas kesalahan penghitungan dengan ketentuan
sebagai berikut:
(a) jika terdapat perbedaan antara penulisan nilai dalam
angka dan huruf pada Surat Penawaran maka yang
dicatat nilai dalam huruf; dan
(b) jika terjadi kesalahan hasil pengalian antara volume
dengan harga satuan pekerjaan maka dilakukan
pembetulan, dengan ketentuan volume pekerjaan
sesuai dengan yang tercantum dalam Dokumen
Pengadaan dan harga satuan tidak boleh diubah.
Keterangan (Untuk Kontrak Lump Sum)
1. Daftar Kuantitas dan Harga harus dibaca sesuai dengan
Instruksi Kepada Peserta (IKP), Syarat-Syarat Umum Kontrak
(SSUK) dan Syarat-Syarat Khusus Kontrak (SSKK), Spesifikasi
Teknis dan Gambar.
2. Pembayaran prestasi pekerjaan dilakukan terhadap pekerjaan
yang telah dilaksanakan sesuai dengan ketentuan dalam
SSUK dan SSKK.
3. Harga dalam Daftar Kuantitas dan Harga telah mencakup
semua biaya pekerjaan, personil, pengawasan, bahan-bahan,
perawatan, asuransi, laba, pajak, bea, keuntungan, overhead
dan semua risiko, tanggung jawab, dan kewajiban yang
diatur dalam Kontrak.
4. Harga harus dicantumkan untuk setiap mata pembayaran,
terlepas dari apakah kuantitas dicantumkan atau tidak. Jika
Penyedia lalai untuk mencantumkan harga untuk suatu
pekerjaan maka pekerjaan tersebut dianggap telah termasuk
dalam harga mata pembayaran lain dalam Daftar Kuantitas
dan Harga.
5. Semua biaya yang dikeluarkan untuk memenuhi ketentuan
Kontrak harus dianggap telah termasuk dalam setiap mata
pembayaran, dan jika mata pembayaran terkait tidak ada
maka biaya dimaksud harus dianggap telah termasuk dalam
harga mata pembayaran yang terkait.
6. Panitia Pengadaan Barang/Jasa akan melakukan koreksi
aritmatik terhadap volume pekerjaan sesuai dengan yang
tercantum dalam Dokumen Pengadaan.
BAB XIV. BENTUK DOKUMEN LAIN
A. BENTUK SURAT PENUNJUKAN PENYEDIA BARANG/JASA
(SPPBJ)
[kop surat K/L/D/I]
Nomor : __________
20__
Lampiran : __________
__________, __ __________
Kepada Yth.
__________
di __________
Perihal : Penunjukan Penyedia untuk Pelaksanaan Paket Pekerjaan
__________
_________________________________________
Dengan ini kami beritahukan bahwa penawaran Saudara nomor
__________ tanggal __________ perihal __________ dengan [nilai
penawaran/penawaran terkoreksi]
sebesar Rp_____________
(____________________) kami nyatakan diterima/disetujui.
Sebagai tindak lanjut dari Surat Penunjukan Penyedia
Barang/Jasa (SPPBJ) ini Saudara diharuskan untuk menyerahkan
Jaminan Pelaksanaan dan menandatangani Surat Perjanjian
paling lambat 14 (empat belas) hari kerja setelah diterbitkannya
SPPBJ. Kegagalan Anda untuk menerima penunjukan ini yang
disusun berdasarkan evaluasi terhadap penawaran Anda, akan
dikenakan sanksi sesuai ketentuan dalam Peraturan Presiden No.
70 Tahun 2012 tentang Pengadaan Barang/Jasa.
Satuan Kerja __________
Pejabat Pembuat Komitmen
[tanda tangan]
[nama lengkap]
[jabatan]
NIP. __________
Tembusan Yth. :
1. ____________ [PA/KPA K/L/D/I]
2. ____________ [APIP K/L/D/I]
3. ____________ [Panitia Pengadaan Barang/Jasa]
......... dst
B. BENTUK SURAT PERINTAH MULAI KERJA (SPMK)
[kop surat satuan kerja K/L/D/I]
SURAT PERINTAH MULAI KERJA (SPMK)
Nomor: __________
Paket Pekerjaan: __________
Yang bertanda tangan di bawah ini:
_______________ [nama Pejabat Pembuat Komitmen]
_______________ [jabatan Pejabat Pembuat Komitmen]
_______________ [alamat satuan kerja Pejabat Pembuat Komitmen]
selanjutnya disebut sebagai Pejabat Pembuat Komitmen;
berdasarkan Surat Perjanjian __________ nomor __________ tanggal
__________, bersama ini memerintahkan:
_______________ [nama Penyedia Pekerjaan Konstruksi]
_______________ [alamat Penyedia Pekerjaan Konstruksi]
yang dalam hal ini diwakili oleh: __________
selanjutnya disebut sebagai Penyedia;
untuk segera memulai pelaksanaan pekerjaan
memperhatikan ketentuan-ketentuan sebagai berikut:
1.
Macam pekerjaan: __________;
2.
Tanggal mulai kerja: __________;
dengan
3.
Syarat-syarat pekerjaan: sesuai dengan persyaratan dan
ketentuan Kontrak;
4.
Waktu penyelesaian: selama ___ (__________) hari
kalender/bulan/tahun dan pekerjaan harus sudah selesai pada
tanggal __________
5.
Denda:
Terhadap
setiap
hari
keterlambatan
pelaksanaan/penyelesaian
pekerjaan
Penyedia
akan
dikenakan Denda Keterlambatan sebesar 1/1000 (satu per
seribu) dari Nilai Kontrak atau bagian tertentu dari Nilai
Kontrak sebelum PPN sesuai dengan Syarat-Syarat Umum
Kontrak.
__________, __ __________ 20__
Untuk dan atas nama __________
Pejabat Pembuat Komitmen
[tanda tangan]
[nama lengkap]
[jabatan]
NIP: __________
Menerima dan menyetujui:
Untuk dan atas nama __________
[tanda tangan]
[nama lengkap wakil sah badan usaha]
[jabatan]
C. BENTUK SURAT-SURAT JAMINAN
Jaminan Sanggahan Banding dari Bank
[Kop Bank Penerbit Jaminan]
GARANSI BANK
sebagai
JAMINAN SANGGAHAN BANDING
No. ____________________
Yang
bertanda
tangan
dibawah
ini:
__________________________________
dalam
jabatan
selaku
____________________________ dalam hal ini bertindak untuk dan
atas nama ______________________ [nama bank] berkedudukan di
_________________________________________ [alamat]
untuk selanjutnya disebut:
PENJAMIN
dengan ini menyatakan akan membayar kepada:
Nama
: ___________________________________
Pengadaan Barang/Jasa]
Alamat
:
_______________________________________________
selanjutnya disebut:
[Panitia
PENERIMA JAMINAN
sejumlah uang Rp _____________________________________
(terbilang
________________________________________________________)
dalam
bentuk garansi bank sebagai Jaminan Sanggahan Banding atas
pekerjaan ______________ berdasarkan Dokumen Pengadaan No.
______________ tanggal _________________, apabila:
Nama
:
_____________________________
[peserta
pelelangan]
Alamat
:
_______________________________________________
selanjutnya disebut:
YANG DIJAMIN
ternyata sampai batas waktu yang ditentukan, namun tidak
melebihi tanggal batas waktu berlakunya Garansi Bank ini,
sanggahan banding yang diajukan oleh YANG DIJAMIN dinyatakan
tidak benar.
Garansi Bank ini dikeluarkan dengan ketentuan sebagai berikut:
1. Berlaku selama __________ (____________) hari kalender, dari
tanggal _____________________ s.d. ____________________
2.
3.
4.
5.
6.
Tuntutan pencairan atau klaim dapat diajukan secara tertulis
dengan melampirkan Surat Jawaban Sanggahan Banding
yang menyatakan bahwa Sanggahan Banding tidak benar
dari ______________ [Menteri/Pimpinan Lembaga/Kepala
Daerah/Pimpinan Institusi Lain] paling lambat 14 (empat
belas) hari kalender setelah tanggal jatuh tempo Garansi
Bank sebagaimana tercantum dalam butir 1.
Penjamin akan membayar kepada Penerima Jaminan
sejumlah nilai jaminan tersebut di atas dalam waktu paling
lambat 14 (empat belas) hari kerja tanpa syarat
(Unconditional) setelah menerima tuntutan pencairan dari
Penerima Jaminan berdasar Surat Jawaban Sanggahan
Banding yang menyatakan bahwa Sanggahan Banding
tidak benar dan pengenaan sanksi akibat Sanggahan
Banding yang diajukan oleh Yang Dijamin tidak benar.
Penjamin melepaskan hak-hak istimewanya untuk menuntut
supaya benda-benda yang diikat sebagai jaminan lebih
dahulu disita dan dijual untuk melunasi hutang Yang Dijamin
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1831 Kitab UndangUndang Hukum Perdata.
Tidak dapat dipindahtangankan atau dijadikan jaminan
kepada pihak lain.
Segala hal yang mungkin timbul sebagai akibat dari Garansi
Bank ini, masing-masing pihak memilih domisili hukum yang
umum dan tetap di Kantor Pengadilan Negeri ________.
Dikeluarkan di : _____________
Pada tanggal : _____________
[Bank]
Materai Rp.6000,00
Untuk keyakinan,
pemegang Garansi Bank
disarankan untuk
mengkonfirmasi Garansi
ini ke _____[bank]
________________
[Nama dan Jabatan]
Jaminan Pelaksanaan dari Bank
[Kop Bank Penerbit Jaminan]
GARANSI BANK
sebagai
JAMINAN PELAKSANAAN
No. ____________________
Yang
bertanda
tangan
dibawah
ini:
__________________________________
dalam
jabatan
selaku
____________________________ dalam hal ini bertindak untuk dan
atas nama ______________________ [nama bank] berkedudukan di
_________________________________________ [alamat]
untuk selanjutnya disebut:
PENJAMIN
dengan ini menyatakan akan membayar kepada:
Nama
: ___________________________________
PPK]
Alamat
:
_______________________________________________
selanjutnya disebut:
[nama
PENERIMA JAMINAN
sejumlah uang Rp _______________________________________________
(terbilang
________________________________________________________)
dalam
bentuk garansi bank sebagai Jaminan Pelaksanaan atas
pekerjaan _________________ berdasarkan Surat Penunjukan
Penyedia Barang/Jasa (SPPBJ) No. ________________ tanggal
_________________, apabila:
Nama
:
_____________________________
[nama
penyedia]
Alamat
:
_______________________________________________
selanjutnya disebut:
YANG DIJAMIN
ternyata sampai batas waktu yang ditentukan, namun tidak
melebihi tanggal batas waktu berlakunya Garansi Bank ini,
lalai/tidak memenuhi kewajibannya kepada Penerima Jaminan
berupa:
a. Yang dijamin tidak menyelesaikan pekerjaan tersebut pada
waktunya dengan baik dan benar sesuai dengan ketentuan
dalam Kontrak;
b. Pemutusan kontrak akibat kesalahan Yang Dijamin.
sebagaimana ditentukan dalam Dokumen Pengadaan yang diikuti
oleh Yang Dijamin.
Garansi Bank ini dikeluarkan dengan ketentuan sebagai berikut:
1. Berlaku selama __________ (____________) hari kalender, dari
tanggal _____________________ s.d. ____________________
2. Tuntutan pencairan atau klaim dapat diajukan secara tertulis
dengan melampirkan Surat Pernyataan Wanprestasi dari
Penerima Jaminan paling lambat 14 (empat belas) hari
kalender setelah tanggal jatuh tempo Garansi Bank
sebagaimana tercantum dalam butir 1.
3. Penjamin akan membayar kepada Penerima Jaminan
sejumlah nilai jaminan tersebut di atas dalam waktu paling
lambat 14 (empat belas) hari kerja tanpa syarat
(Unconditional) setelah menerima tuntutan pencairan dari
Penerima Jaminan berdasar Surat Pernyataan Wanprestasi
dari Penerima Jaminan mengenai pengenaan sanksi akibat
Yang
Dijamin
cidera
janji/lalai/tidak
memenuhi
kewajibannya.
4. Penjamin melepaskan hak-hak istimewanya untuk menuntut
supaya benda-benda yang diikat sebagai jaminan lebih
dahulu disita dan dijual untuk melunasi hutang Yang Dijamin
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1831 Kitab UndangUndang Hukum Perdata.
5. Tidak dapat dipindahtangankan atau dijadikan jaminan
kepada pihak lain.
6. Segala hal yang mungkin timbul sebagai akibat dari Garansi
Bank ini, masing-masing pihak memilih domisili hukum yang
umum dan tetap di Kantor Pengadilan Negeri ________.
Dikeluarkan di : _____________
Pada tanggal : _____________
[Bank]
Materai Rp.6000,00
Untuk keyakinan,
pemegang Garansi Bank
disarankan untuk
mengkonfirmasi Garansi
ini ke _____[bank]
________________
[Nama dan Jabatan]
Jaminan Pelaksanaan dari Asuransi/Perusahaan
Penjaminan
[Kop Penerbit Jaminan]
JAMINAN PELAKSANAAN
Nomor Jaminan: __________________
___________________
Nilai:
1. Dengan ini dinyatakan, bahwa kami: _____________________
[nama], _____________ [alamat] sebagai Penyedia, selanjutnya
disebut TERJAMIN, dan _____________________ [nama penerbit
jaminan],
_____________ [alamat] sebagai Penjamin,
selanjutnya disebut sebagai PENJAMIN, bertanggung jawab
dan dengan tegas terikat pada _____________________ [nama
PPK],
_________________________ [alamat] sebagai Pemilik
Pekerjaan, selanjutnya disebut PENERIMA JAMINAN atas uang
sejumlah
Rp
________________
(terbilang
__________________________________)
2. Maka kami, TERJAMIN dan PENJAMIN dengan ini mengikatkan
diri untuk melakukan pembayaran jumlah tersebut di atas
dengan baik dan benar bilamana TERJAMIN tidak memenuhi
kewajiban dalam melaksanakan pekerjaan __________________
sebagaimana ditetapkan berdasarkan Surat Penunjukan
Penyedia Barang/Jasa (SPPBJ) No. _______________ tanggal
________________untuk pelaksanaan pelelangan pekerjaan
______________ yang diselenggarakan oleh PENERIMA JAMINAN.
3. Surat Jaminan ini berlaku selama ____ (____________) hari
kalender dan efektif mulai dari tanggal ___________ sampai
dengan tanggal __________
4. Jaminan ini berlaku apabila:
a. TERJAMIN tidak menyelesaikan pekerjaan tersebut pada
waktunya dengan baik dan benar sesuai dengan ketentuan
dalam Kontrak;
b. Pemutusan kontrak akibat kesalahan TERJAMIN.
5. PENJAMIN akan membayar kepada PENERIMA JAMINAN
sejumlah nilai jaminan tersebut di atas dalam waktu paling
lambat 14 (empat belas) hari kerja tanpa syarat
(Unconditional) setelah menerima tuntutan pencairan secara
tertulis dari PENERIMA JAMINAN berdasar Keputusan
PENERIMA JAMINAN mengenai pengenaan sanksi akibat
TERJAMIN cidera janji.
6. Menunjuk pada Pasal 1832 KUH Perdata dengan ini
ditegaskan kembali bahwa PENJAMIN melepaskan hak-hak
istimewa untuk menuntut supaya harta benda TERJAMIN lebih
dahulu disita dan dijual guna dapat melunasi hutangnya
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1831 KUH Perdata.
7. Tuntutan pencairan terhadap PENJAMIN berdasarkan Jaminan
ini harus sudah diajukan selambat-lambatnya dalam waktu 30
(tiga puluh) hari kalender sesudah berakhirnya masa berlaku
Jaminan ini.
Dikeluarkan di _____________
pada tanggal _______________
TERJAMIN
PENJAMIN
Materai Rp.6000,00
_____________________
[Nama dan Jabatan]
Untuk keyakinan,
pemegang Jaminan
disarankan untuk
mengkonfirmasi Jaminan
ini ke _____[Penerbit
__________________
[Nama dan Jabatan]
Jaminan Uang Muka dari Bank
[Kop Bank Penerbit Jaminan]
GARANSI BANK
sebagai
JAMINAN UANG MUKA
No. ____________________
Yang
bertanda
tangan
dibawah
ini:
__________________________________
dalam
jabatan
selaku
____________________________ dalam hal ini bertindak untuk dan
atas nama ______________________ [nama bank] berkedudukan di
_________________________________________ [alamat]
untuk selanjutnya disebut:
PENJAMIN
dengan ini menyatakan akan membayar kepada:
Nama
: ___________________________________
PPK]
Alamat
:
_______________________________________________
selanjutnya disebut:
[nama
PENERIMA JAMINAN
sejumlah uang Rp _____________________________________
(terbilang
________________________________________________________)
dalam
bentuk garansi bank sebagai Jaminan Uang Muka atas pekerjaan
_________________ berdasarkan Kontrak No. ________________
tanggal __________________, apabila:
Nama
:
_____________________________
[nama
penyedia]
Alamat
:
_______________________________________________
selanjutnya disebut:
YANG DIJAMIN
ternyata sampai batas waktu yang ditentukan, namun tidak
melebihi tanggal batas waktu berlakunya Garansi Bank ini, Yang
Dijamin lalai/tidak memenuhi kewajibannya dalam melakukan
pembayaran kembali kepada Penerima Jaminan atas uang muka
yang diterimanya, sebagaimana ditentukan dalam Dokumen
Kontrak.
Garansi Bank ini dikeluarkan dengan ketentuan sebagai berikut:
1. Berlaku selama __________ (____________) hari kalender, dari
tanggal _____________________ s.d. ____________________
2.
3.
4.
5.
6.
Tuntutan pencairan atau klaim dapat diajukan secara tertulis
dengan melampirkan Surat Pernyataan Wanprestasi dari
Penerima Jaminan paling lambat 14 (empat belas) hari
kalender setelah tanggal jatuh tempo Garansi Bank
sebagaimana tercantum dalam butir 1.
Penjamin akan membayar kepada Penerima Jaminan
sejumlah nilai jaminan tersebut di atas atau sisa Uang Muka
yang belum dikembalikan Yang Dijamin dalam waktu paling
lambat 14 (empat belas) hari kerja tanpa syarat
(Unconditional) setelah menerima tuntutan pencairan dari
Penerima Jaminan berdasar Surat Pernyataan Wanprestasi
dari Penerima Jaminan mengenai pengenaan sanksi akibat
Yang
Dijamin
cidera
janji/lalai/tidak
memenuhi
kewajibannya.
Penjamin melepaskan hak-hak istimewanya untuk menuntut
supaya benda-benda yang diikat sebagai jaminan lebih
dahulu disita dan dijual untuk melunasi hutang Yang Dijamin
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1831 Kitab UndangUndang Hukum Perdata.
Tidak dapat dipindahtangankan atau dijadikan jaminan
kepada pihak lain.
Segala hal yang mungkin timbul sebagai akibat dari Garansi
Bank ini, masing-masing pihak memilih domisili hukum yang
umum dan tetap di Kantor Pengadilan Negeri ________.
Dikeluarkan di : _____________
Pada tanggal : _____________
[Bank]
Materai Rp.6000,00
Untuk keyakinan,
pemegang Garansi Bank
disarankan untuk
mengkonfirmasi Garansi
ini ke _____[bank]
________________
[Nama dan Jabatan]
Jaminan Uang Muka dari Asuransi/Perusahaan Penjaminan
[Kop Penerbit Jaminan]
JAMINAN UANG MUKA
Nomor Jaminan: __________________
___________________
Nilai:
1. Dengan ini dinyatakan, bahwa kami: _____________________
[nama], _____________ [alamat] sebagai Penyedia, selanjutnya
disebut TERJAMIN, dan _____________________ [nama penerbit
jaminan],
_____________ [alamat] sebagai Penjamin,
selanjutnya disebut sebagai PENJAMIN, bertanggung jawab
dan dengan tegas terikat pada _____________________ [nama
PPK],
_________________________ [alamat] sebagai Pemilik
Pekerjaan, selanjutnya disebut PENERIMA JAMINAN atas uang
sejumlah
Rp
________________
(terbilang
__________________________________)
2. Maka kami, TERJAMIN dan PENJAMIN dengan ini mengikatkan
diri untuk melakukan pembayaran jumlah tersebut di atas
dengan baik dan benar bilamana TERJAMIN tidak memenuhi
kewajiban
dalam
melaksanakan
pekerjaan
_______________________ sebagaimana ditetapkan berdasarkan
Kontrak No. _______________ tanggal _____________________ dari
PENERIMA JAMINAN.
3. Surat Jaminan ini berlaku selama ____ (____________) hari
kalender dan efektif mulai dari tanggal ___________ sampai
dengan tanggal __________
4. Jaminan ini berlaku apabila:
TERJAMIN
tidak
memenuhi
kewajibannya
melakukan
pembayaran kembali kepada PENERIMA JAMINAN senilai Uang
Muka yang wajib dibayar menurut Dokumen Kontrak.
5. PENJAMIN akan membayar kepada PENERIMA JAMINAN
sejumlah nilai jaminan tersebut di atas atau sisa Uang Muka
yang belum dikembalikan TERJAMIN dalam waktu paling
lambat 14 (empat belas) hari kerja tanpa syarat
(Unconditional) setelah menerima tuntutan pencairan secara
tertulis dari PENERIMA JAMINAN berdasar Keputusan
PENERIMA JAMINAN mengenai pengenaan sanksi akibat
TERJAMIN cidera janji.
6. Menunjuk pada Pasal 1832 KUH Perdata dengan ini
ditegaskan kembali bahwa PENJAMIN melepaskan hak-hak
istimewa untuk menuntut supaya harta benda TERJAMIN lebih
dahulu disita dan dijual guna dapat melunasi hutangnya
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1831 KUH Perdata.
7. Tuntutan pencairan terhadap PENJAMIN berdasarkan Jaminan
ini harus sudah diajukan selambat-lambatnya dalam waktu 30
(tiga puluh) hari kalender sesudah berakhirnya masa berlaku
Jaminan ini.
Dikeluarkan di _____________
pada tanggal _______________
TERJAMIN
PENJAMIN
Materai Rp.6000,00
_____________________
[Nama dan Jabatan]
Jabatan]
Untuk keyakinan,
pemegang Jaminan
disarankan untuk
mengkonfirmasi Jaminan
ini ke _____[Penerbit
__________________
[Nama dan
Jaminan Pemeliharaan dari Bank
[Kop Bank Penerbit Jaminan]
GARANSI BANK
sebagai
JAMINAN PEMELIHARAAN
No. ____________________
Yang
bertanda
tangan
dibawah
ini:
__________________________________
dalam
jabatan
selaku
____________________________ dalam hal ini bertindak untuk dan
atas nama ______________________ [nama bank] berkedudukan di
_________________________________________ [alamat]
untuk selanjutnya disebut:
PENJAMIN
dengan ini menyatakan akan membayar kepada:
Nama
: ___________________________________
PPK]
Alamat
:
_______________________________________________
selanjutnya disebut:
[nama
PENERIMA JAMINAN
sejumlah uang Rp _____________________________________
(terbilang
________________________________________________________)
dalam
bentuk garansi bank sebagai Jaminan Pemeliharaan atas
pekerjaan
_________________
berdasarkan
Kontrak
No.
_______________ tanggal ________________, apabila:
Nama
:
_____________________________
[nama
penyedia]
Alamat
:
_______________________________________________
selanjutnya disebut:
YANG DIJAMIN
ternyata sampai batas waktu yang ditentukan, namun tidak
melebihi tanggal batas waktu berlakunya Garansi Bank ini,
lalai/tidak memenuhi kewajibannya kepada Penerima Jaminan
berupa:
Yang Dijamin tidak memenuhi kewajibannya melakukan
pemeliharaan sebagaimana ditentukan dalam Dokumen Kontrak.
Garansi Bank ini dikeluarkan dengan ketentuan sebagai berikut:
1. Berlaku selama __________ (____________) hari kalender, dari
tanggal _____________________ s.d. ____________________
2.
3.
4.
5.
6.
Tuntutan pencairan atau klaim dapat diajukan secara tertulis
dengan melampirkan Surat Pernyataan Wanprestasi dari
Penerima Jaminan paling lambat 14 (empat belas) hari
kalender setelah tanggal jatuh tempo Garansi Bank
sebagaimana tercantum dalam butir 1.
Penjamin akan membayar kepada Penerima Jaminan
sejumlah nilai jaminan tersebut di atas dalam waktu paling
lambat 14 (empat belas) hari kerja tanpa syarat
(Unconditional) setelah menerima tuntutan pencairan dari
Penerima Jaminan berdasar Surat Pernyataan Wanprestasi
dari Penerima Jaminan mengenai pengenaan sanksi akibat
Yang
Dijamin
cidera
janji/lalai/tidak
memenuhi
kewajibannya.
Penjamin melepaskan hak-hak istimewanya untuk menuntut
supaya benda-benda yang diikat sebagai jaminan lebih
dahulu disita dan dijual untuk melunasi hutang Yang Dijamin
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1831 Kitab UndangUndang Hukum Perdata.
Tidak dapat dipindahtangankan atau dijadikan jaminan
kepada pihak lain.
Segala hal yang mungkin timbul sebagai akibat dari Garansi
Bank ini, masing-masing pihak memilih domisili hukum yang
umum dan tetap di Kantor Pengadilan Negeri ________.
Dikeluarkan di : _____________
Pada tanggal : _____________
[Bank]
Materai Rp.6000,00
Untuk keyakinan,
pemegang Garansi Bank
disarankan untuk
mengkonfirmasi Garansi
ini ke _____[bank]
________________
[Nama dan Jabatan]
Jaminan Pemeliharaan dari Asuransi/Perusahaan
Penjaminan
[Kop Penerbit Jaminan]
JAMINAN PEMELIHARAAN
Nomor Jaminan: __________________
___________________
Nilai:
1. Dengan ini dinyatakan, bahwa kami: _____________________
[nama], _____________ [alamat] sebagai Penyedia, selanjutnya
disebut TERJAMIN, dan _____________________ [nama penerbit
jaminan],
_____________ [alamat] sebagai Penjamin,
selanjutnya disebut sebagai PENJAMIN, bertanggung jawab
dan dengan tegas terikat pada _____________________ [nama
PPK],
_________________________ [alamat] sebagai Pemilik
Pekerjaan, selanjutnya disebut PENERIMA JAMINAN atas uang
sejumlah
Rp
________________
(terbilang
__________________________________)
2. Maka kami, TERJAMIN dan PENJAMIN dengan ini mengikatkan
diri untuk melakukan pembayaran jumlah tersebut di atas
dengan baik dan benar bilamana TERJAMIN tidak memenuhi
kewajiban dalam melaksanakan pekerjaan _________________
sebagaimana
ditetapkan
berdasarkan
Kontrak
No.
_______________ tanggal _____________________ dari PENERIMA
JAMINAN.
3. Surat Jaminan ini berlaku selama ____ (____________) hari
kalender dan efektif mulai dari tanggal ___________ sampai
dengan tanggal __________
4. Jaminan ini berlaku apabila:
TERJAMIN
tidak
memenuhi
kewajibannya
melakukan
pemeliharaan sebagaimana ditentukan dalam Dokumen
Kontrak.
5. PENJAMIN akan membayar kepada PENERIMA JAMINAN
sejumlah nilai jaminan tersebut di atas dalam waktu paling
lambat 14 (empat belas) hari kerja tanpa syarat
(Unconditional) setelah menerima tuntutan pencairan secara
tertulis dari PENERIMA JAMINAN berdasar Keputusan
PENERIMA JAMINAN mengenai pengenaan sanksi akibat
TERJAMIN cidera janji.
6. Menunjuk pada Pasal 1832 KUH Perdata dengan ini
ditegaskan kembali bahwa PENJAMIN melepaskan hak-hak
istimewa untuk menuntut supaya harta benda TERJAMIN lebih
dahulu disita dan dijual guna dapat melunasi hutangnya
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1831 KUH Perdata.
7. Tuntutan pencairan terhadap PENJAMIN berdasarkan Jaminan
ini harus sudah diajukan selambat-lambatnya dalam waktu 30
(tiga puluh) hari kalender sesudah berakhirnya masa berlaku
Jaminan ini.
Dikeluarkan di _____________
pada tanggal _______________
Untuk keyakinan,
pemegang Jaminan
disarankan untuk
mengkonfirmasi Jaminan
ini ke _____[Penerbit
TERJAMIN
PENJAMIN
Materai Rp.6000,00
_____________________
[Nama & Jabatan]
__________________
[Nama & Jabatan]
LAIN-LAIN
1. Segala sesuatu yang belum tercantum dalam Buku ini yang
mana masih termasuk lingkup dalam pelaksanaan pekerjaan
ini, Penyedia Jasa Konstruksi harus menyelesaikan sesuai
petunjuk, perintah Pengawas ataupun Konsultan Pengawas
baik sesudah atau selama berjalannya pekerjaan, serta
perubahan perubahan di dalam Berita Acara Penjelasan
Pekerjaan ( Adendum dokumen lelang ).
2. Hal-hal yang timbul dalam pelaksanaan dan diperlukan
penyelesaian di lapangan akan dibicarakan dan diatur oleh
Konsultan Pengawas dengan dibuatkan berita acara yang
disahkan oleh Pemberi Tugas / Pengawas
Yogyakarta,
2013
Menetapkan:
Pejabat Pembuat Komitmen
Drs. Rusmulia Tjiptadi Hidayat,
[Link]
NIP. 196006201983121001
Panitia Pengadaan Barang/jasa
Ketua
Sukronedi, [Link], MA
NIP. 196812291995121001