0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
632 tayangan12 halaman

Prosedur Kuretase Gingiva dan Alatnya

Dokumen tersebut membahas tentang poket periodontal, termasuk definisi, klasifikasi, gejala klinis, patogenesis, hubungannya dengan penyakit pulpa dan kerusakan tulang, serta alat-alat yang digunakan untuk mengukur dan membersihkan poket periodontal seperti probe dan berbagai jenis kuret.

Diunggah oleh

Vembri Irawati
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
632 tayangan12 halaman

Prosedur Kuretase Gingiva dan Alatnya

Dokumen tersebut membahas tentang poket periodontal, termasuk definisi, klasifikasi, gejala klinis, patogenesis, hubungannya dengan penyakit pulpa dan kerusakan tulang, serta alat-alat yang digunakan untuk mengukur dan membersihkan poket periodontal seperti probe dan berbagai jenis kuret.

Diunggah oleh

Vembri Irawati
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Tugas kuretase

Nama : Vembri irawati


20090340029

Poket Periodontal
poket periodontal merupakan keadaan patologis dari sulkus gingiva, salah satu tanda
clinis yang penting pada penyakit periodontal. Poket dapat meliputi satu, dua, atau lebih dari
permukaan gigi dan dapat berbeda kedalaman dan typenya pada permukaan gigi yang
berbeda dan permukaan approksimal dari celah interdental. Poket dapat mengelilingi gigi
meliputi satu atau lebih permukaan, poket sering juga terjadi pada area bifurkasi.
Klasifikasi
Pendalaman poket pada sulkus gingiva dapat terjadi karena pergerakan margin gingiva ke
koronal, pergerakan keapikal dari attach gingiva atau kombinasi keduanya.
a. Gingival poket, terbentuk karena enlargement gingiva tanpa disertai kerusakan dari
dasar jaringan periodontal. Sulkus bertambah besar karena peningkatan dari
bertambahnya margin gingiva.
b. Periodontal poket, terjadi kerusakan dari jaringan pendukung periodontal,
menyebabkan terbukanya gigi.
Dua tipe periodontal poket yang terjadi meliputi:
a) Suprabony (supracrestal / supraalveolar), dasar poket berada diatas dari puncak tulang
alveolar.
b) Infrabony (infrabony, subcrestal, intraalveolar) dasar poket berada lebih ke apikal dari
puncak tulang alveolar. Pada tipe ini terbentuk poket yang dibatasi antara dinding
permukaan gigi dan tulang alveolar.
Gambaran klinis :
Tanda klinis yang muncul pada periodontal poket meliputi warna kemerahan,
penebalan margin gingiva; warna kemerahan, zona vertikal dari gingival margin ke mukosa
tulang alveolar gingiva mudah berdarah dan bernanah, mobilisasisasi gigi, terbentuknya
diatema, dan gejala seperti adanya rasa sakit. Satu-satunya metode yang digunakan untuk
mengetahui adanya poket periodontal adalah dengan melakukan probing pada margin gigniva
mengelilingi permukaan gigi.
a. Gingiva berwarna kemerahan, lunak, permukaan tampak licin, dan pitting pada
tekanan
b. Pada beberapa kasus gingiva berwarna pink dan benbentuk baik

c. Perdarahan saat dilakukan probing pada dinding poket


d. Ketika poket dilakukan ekplorasi dengan probe terasa sakit
e. Pada beberapa kasus dapat ditemukan adanya nanah saat dilakukan tekanan
Patogenesis :
Perubahan dari gingival normal ke keadaan patologis disebabkan karena adanya
perbedaan jumlah dari bakteri dan dental plak. Gigniva yang sehat hanya ditempati beberapa
bakteri saja seperti golongan cocoid cells dan straight rods. Penyakit periodontal disebabkan
karena peningkatan dari jumlah bakteri spiroceta dan motile rods. Mikroba yang ada tidak
dapat digunakan sebagai prediktor dari kerusakan attach gingiva dan bone loss karena
kemunculannya sendiri tidak cukup kuat untuk mengetahui permulaan dan proses daripenyit
periodontal.
Konsep awal diasumsikan setelah terjadi invasi bakteri, jaringan peridontal
mengalami kerusakan karena peningkatan aktifitas bakteri, pada tahap lanjut terjadi reaksi
immunoinflamatory dari host. Adanya serangan bakteri dan pertahan dari host menyebabkan
kerusakan kolagen dan kehilangan tulang. Mekanisme berhubungan dengan adanya cytokin
yang diproduksi secara normal oleh sel pada jaringan non inflamasi dan cel sel lain yang
mengalami inflamasi seperti PMNs, monocytes, dan sel lain yang menyebabkan kerusakan
kolagen dan tulang.
Hubungan penyakit pulpa dengan poket periodontal
Infeksi pada poket periodontal bisa disebabkan karena perubahan patologis dari pulpa.
Perubahan yang terjadi dapat disebabkan karena efek dari respon rasa sakit pulpa selama
prosedur restorasi. Perjalanan dari pulpa ke penyakit periodontal melewati foramen apikal
atau kanal lateral.
Hubungan attachment loss dan bone loss pada pendalaman poket
Keparahan dari attachment loss pada poket secara umum tidak berhubungan dengan
kedalaman dari poket. Hal ini terjadi karena drajat dari attachment loss tergantung dari lokasi
dasar poket pada permuakaan akar, dimana kedalaman poket adalah jarak antara dasar poket
dan margin gingiva. Poket dengan kedalaman yang sama mungkin terjadi perbedaan drajat
kehilangan dari attachment loss, sedangkan kedalaman poket yang berbeda bisa terjadi
attachment loss yang sama.
Keparahan bone loss biasanya menyeluruh tetapi tidak selalu, berhubungan dengan
kedalaman poket. Attachment dan bone loss yang luas biasanya terjadi pada poket yang
dangkal jika attachment loss yang terjadi disertai dengan resesi gingiva dan bone loss yang
ringan dapat terjadi pada poket yang dalam.

Area antara dasar poket dan tulang alveolar


Secara normal jarak antara batas apikal pada epitel junction dan tuang alveolar relatif
konstan. Jarak antara perluasan kalkulus dengan tulang alveolar crest pada periodontal poket
juga konstan, sekitar 1,97 mm.
Jarak dari plak yang menempel ke tulang tidak pernah kurang dari 0,5 mm dan tidak
lebih dari 2,7 mm. Berdasarkan temuan menyatakan aktivitas resobsi tulang disebabkan oleh
bakteri yang ada dalam jarak tersebut.
Hubungan poket pada tulang
Poket supraboni
Poket infraboni
1. Dasar dari poket berada lebih ke
1. Dasar dari poket lebih ke apikal dari
koronal dari puncak tulang alveolar
puncak tulang alveolar sehingga
tulang berdekatan dengan dinding
jaringan lunak
2. Bentuk dari kerusakan horizontal
2 bentuk dari kerusakan tulang vertikal
3. secara
interproximal,
serabut
3 secara interproksimal, serabut transeptal
transeptal
yang
pulih
selama
lebih obliq dari horizontal. Meluas
progresive periodontitis adalah yang
dari sementum di bawah dasar poket
tersusun secara horizontal di ruang
sepanjang tulang alveolar dan
antara dasar poket dan tulang alveolar
melewati puncak hingga sementum
dekat koronal.
4. pada permukaan fasial dan lingual
4 pada permukaan fasial dan permukaan
seabut periodontal dibawah poket
lingual, serabut ligamen periodotal
mengikuti arah horizontal antara gigi
mengikuti sudut yang berdekatan
dan tulang
dengan
tulang.
Meluas
dari
sementum di bawah dasar poket
sepanjang tulang alveolar dan
melewati puncak

Klasifikasi instrument periodontal


Instrument periodontal diklasifikasikan berdasarkan tujuan dari kegunaan alat, seperti ;
a. probe periodontal, digunakan untuk mengetahui, mengukur, dan menanda poket,
pada permukaan gigi individual
b. explorers, digunakan untuk mengetahui deposit kalkulus dan karies
c. intrument scalling, root planing dan kuret, digunakan untuk menghilangkan
biofilm dan deposit terfkalsifikasi dari mahkota dan akar gigi, menghilangkan
sementum yang berubah dari permukaan sub gingival, dan debridement jaringan
lunak yang menutupi poket. Intrument scaling dan kuret diklasifikasikan, antara lain:
1) sickle scaler, instrument tebal yang digunakan untuk menghilangkan kalkulus
supragingiva
2) kuret, instrument tipis yang digunakan untuk scaling subgingiva, root planing,
dan menghilangkan jaringan lunak yang menutupi poket
3) hoe, chisel, dan file scaler digunakan untuk menghilangkan kalkulus subgingiva
yang kuat dan altered sementum. Penggunaannya terbatas dibandingkan dengan
kuret.
4) Intrument ultrasonic dan sonic, digunakan untuk scaling dan membersihkan
permukaan gigi dan kuret pada dinding jaringan lunak dari poket periodontal.
d. Periodontal endoscope, digunakan untuk menggambarkan poket gingiva dan furkasi,
memungkinkan mendeteksi adanya deposit
e. Cleansing and polishing instrument, seperti rubber cup, brushes, dan dental flos,
digunakan utuk membersihan dan menghaluskan permukaan gigi. Ada juga airpowder abrasive system untuk polishing gigi.

Periodontal probe
Probe periodontal digunakan untuk mengukur kedalaman poket dan untuk mengetahui
bentuk / konfigurasinya. Ciri probe antara lain; tappered, batang instrumen seperti kalibrasi
yang memiliki ukuran milimeter, tumpul, dan tip membulat. Beberapa didesain dengan
variasi ukuran milimeter. Probe WHO memiki ukuran yang kecil dengan tanda milimeter,
bentuk membulat pada ujungnya. Idealnya, probe harus kecil, dan tangkai menyudut untuk
memudahkan insersi ke dalam poket. Daerah furkasi dapat dievaluasi secara melengkung
menggunakan Nabers probe.
Ketika mengukur poket, probe dimasukan dengan kuat dan tekanan yang cukup ke
dasar poket. Tangkai harus sejajar dengan aksis permukaan gigi yang di probing. Beberapa
pengukuran digunakan untuk mengetahui attachment level sepanjang permukaan gigi.

Explorer
Digunakan untuk mengetahuideposit gingiva dan karies serta untuk mengecek
kehalusan permukaan akar setelah dilakukan root planing. Explorer didesain dengan bentuk
dan sudut yang berbeda, karena keterbatasan dan variasi dari penggunaannya. Periodontal
probe dapat juga digunakan untuk mendeteksi adanya deposit subgingiva.

Instrument scalling dan kuretase


a) Sickle scalers. Memiliki permukaan yang datar dan dua sisi pemotong dengan ujung
yang tajam. Sickle digunakan pada tahap awal untuk menghilangkan kalkulus
supragingiva, karena desain instrument ini shickle blade yg besar sehingga sulit untuk
dimasukan ke subgingiva tanpa merusak jaringan sekitar. Lengkung sickle blade yang
kecil dapat diinsersikan dibawah kalkulus, beberapa milimeter dari gingiva. Sickle
scaler digunakan dengan teknik pull stroke.
Pemilihan intrument berdasarkan area yang akan discaling. Sickle scaling dengan
tangkai lurus didesain untuk digunakan pada gigi anterior dan premolar. Sickle scaler
denga tangkai contra-angle di desain untuk gigi posterior.

b) Curettes. Kuret merupakan intrument yang digunakan untuk menghilangkan kalkulus


subgingiva yang dalam, root planing altered sementum, dan menghilangkan jaringan
lunak yang menutupi poket. Masing-masing working end memiki tepi pemotong pada
kedua sisi pisaunya. Kuret lebih kecil dari sickle scaler dan tidak memiliki ujung dan
sudut yang tajam selain dari cutting blade. Kuret dapat beradptasi dan memiliki akses
yang mudah untuk poket yang dalam dengan minimal trauma pada jaringan.
Universal curettes. Memiliki cutting edge yang mungkin dapat di insersikan
keberbagai area dari gigi dengan mengubah dan mengadaptasikan tumpuan
jari, fulcrum, dan posisi tangan dari operator. Ukuran blade susut lengan dari
tangakai sangat bervariasi tetapi permukaan dari blade kuret universal
membetuk sudut 90 drajat terhadap bagian bawah tangkai ketika dilihat pada
penampang melintang dari ujung.

Area-spesific curettes

Gracey curettes, digunakan sesuai dengan area spesifik yang akan


dikuret, satus set terdiri dari beberapa desain intrument dan sudut yang
berbeda untuk beradaptasi sesuai dengan anatomi dari gigi. Kuret
gracey dan modifikasinya merupakan intrument yang bagus untuk
scaling subgingiva dan root planing karena dapat beradaptasi dengan
anatomi akar yang kompleks.

Kuret Gracey Double-ended :


Gracey #1-2 dan 3-4 : untuk gigi anterior
Gracey #5-6: untuk gigi anterior dan premolar
Gracey #7-8 dan 9-10: untuk gigi posterior, permukaan bukal dan
lingual
Gracey #11-12: untuk gigi posterior : bagian mesial
Gracey #13-14: untuk gigi posterior : bagian distal
Kuret gracey single-ended, satus set terdiri dari 14 instrument. Masingmasing kuret didesain untuk area yang spesifik, pada operator yang
sudah berpengalaman bisa mengdaptasikan masing-masing instrument
untuk pengunaan pada beberapa area yang berbeda dengan mengubah
posisi tangan operator dan posisi pasien.

Extended-shank currets. Seperti kuret After Five, merupakan


modifikasi dari desain standar kuret gracey. Pangkal tangkai 3 mm
lebih panjang, memungkinkan jangkauan yang lebih luas kedalam
poket periodontal yang lebih dalam, 5 mm atau lebih. Memiliki blade
yang lebih kecil untuk insersi subgingiva yang lebih halus dan
menghilangkan jaringan yang membengkak serta diameter yang lebar
dan tangkai tapered. Semua kuret Gracey kecuali nomer #9-10 tersedia
di kuret After Five. Kuret After Five memiliki desain yang halus
(finishing) dan rigid, desain rigid digunakan untuk meghilangkan
kalkulus yang tebal dan desain finishing digunakan untuk scaling yang
ringan dan maintenance pasien.

Mini-bladed curettes. Seperti kuret Hu-Friedy Mini Five, merupakan


modifikasi dari After Five curettes. Memiliki blade yang lebih pendek
jika dibandingkan dengan kuret After Five dan Gracey. Blade yang
lebih pendek memudahkan insersi dan adaptasi pada poket yang dalam,
poket yang sempit dan daerah furkasi, groove, daerah menyudut, rapat,
bagian fasial, lingual atau palatal poket.

Langer and mini-langer curettes. Merupakan tiga kuret, kombinasi


dari desain tangkai kuret gracey #5-6, #11-12, #13-14 dengan universal
kuret. Intrument dapat diadaptasikan pada bagian mesial dan distal
permukaan gigi tanpa mengganti instrument.

c) Schwartz Periotrievers. Memiliki dua double-ended, desian instrument dengan


magnet untuk mengambil kembali tips instrumen yang patah dari periodontal poket.
Biasanya digunakan untuk mengambil tips intrumen yang patah pada poket yang
dalam atau daerah furkasi.

d) Intrumens plastik dan titanium untuk impalnts. Perbedaan material yang


digunakan plastik atau titanium, sangat penting untuk menghindari terjadinya jaringan
parut dan kerusakan yang permanen pada impalnt

e) Hoe Scaler. Digunaka untuk scaling kalkulus pada tepi atau yang melingkar. Blade
bengkok membentuk sudut 99 derajat. Cutting edge memiki bevel 45 derajat. Hoe
scaler digunakan dengan cara:

Blade diinsersikan pada dasar poket periodontal sehingga dapat membuat dua
titik kontak pada permukaan gigi. Hal ini membuat instrument lebih stabil dan
mencegah terjadinya goresan pada akar.

Instrument di gunakan dengan tarikan yang kuat mengarah ke koronal. Setiap


kali penggunaan usahakan membentuk dua titik kontak pada permukaan gigi.

f) Files. Memiliki beberapa tipe dasar blade. Digunakan untuk memecah atau
menghancurkan kalkulus yang besar. Files dapat dengan mudah merusak atau melukai
permukaan akar ketika digunakan terlalu sering.
g) Chisel scaler. Didesain untuk permukaan proksimal gigi yang rapat, biasanya
digunakan pada bagian anterior rahang. Intrument dengan double-ended memiliki
tangkai yang bengkok pada satu sisi dan tangkai yang lurus pada sisi yang lain. Blade
sedikit membengkok dan memiliki cutting edge yang lurus dengan bevel 45 derajat.

h) Quentin Furcation Curettes. Merupkan hoe yang dangkal, penampang bulan sabit
yang dapat masuk ke dalam atap atau dasar furkasi. Tangkainya sedikit membengkok
sehingga memiliki akses yang baik.

i) Diamond-coated files. Merupakan intrumen yang unik digunakan untuk finishing


akhir pada permukaan akar. Intrument tidak memiliki cutting edges, dilapisi dengan
diamont yang sangat halus. Lebih efektif digunakan pada permukaan bukal-lingual,
yang mana digunakan pada permukaan furkasi dan beradaptasi baik pada permukaan
akar yang lain.

Clensing and polishing instrument


a) Rubber cups. Pemakaian rubber cups dengan menggunakan handpiece, pembersihan
yang benar dan pasta yang mengandung fluoride sebaiknya digunakan dan tetap
menjaga keadaan moist untuk meminimalisir panas dari cup yang berputar.

b) Bristle brushes. Tersedia dalam bentuk wheel dan cup, brush digunakan
denganpolishing paste. Karena bulu pada brush kaku maka penggunaannya terbatas
hanya pada korona saja, untuk mencegah perlukaan pada sementum dan gingiva.
c) Dental tape. Detal tape dengan pasta polishing digunakan untuk polishing permukaan
proximal yang tidak dapat dijangkau dengan instrument polishing yang lain. Pita
melewati daerah interproximal dengan sudut yang tepat terhadap axis gigi dan
digerakan kearah labiolingual.
d) Air-powder polishing. Merupakan handpiece dengan kemampuan untuk
mengeluarkan pasta tekanan udara dari air hangat dan sodium bicarbonate untuk
polishing.

Sonic and Ultrasonic Instrument

Mekanisme kerja power scaler


Banyak faktor fisik yang berperan dalam mekanisme kerja power scaler. Faktor
tersebut meliputi frekuensi, gerakan dan aliran air. Dengan meningkatan aliran dari air dapat
membuat intrument dapat bekerja lebih efektif.
Peran air dapat memberikan tiga efek pada saat instrumen bekerja antara lain acoustic
streaming, acoustic turbulensi dan cavitation. Acoustic streaming merupakan aliran cairan
yang searah yang disebabkan oleh gelombang ultrasound. Acoustic turbulence terbentuk
ketika pergerakan dari tip yang menyebabkan percepatan pendinginan, dan menciptaka efek
berputar. Cavitation merupakan formasi dari gelembung air yang disebabkan karena
turbulensi yang tinggi.
Prinsip instrumentasi
Teknik ultrasonic berbeda dari intrumen tangan, modifikasi dari pins grap digunakan
pada ultrasonic scaler dengan tumpuan di ektraoral. Tujuan dengan menggunakan tumpuan di
ekstraoral adalah agar operator dapat mengontrol pencahayaan, memudahkan akses dan
penglihatan kedalam rongga mulut.
Instrument sonic / ultrasonic digunakan dengan cara menghilangkan deposit dari
koronal ke arah apikal. Cara penghuancuran seperti ini dapat mengoptimalkan kekuatan dan
lebih efektif dalam menghancurkan deposit. Deplaquing stroke digunakan ketika fokus untuk
menghilangkan biofilm dan debris lunak pada gingiva yang terinflamsi.
Perhatian khusus saat menggunakan instrument sonic / ultrasonic
Produk aerosol. Prosedur kontrol infeksi secara menyeluruh dapat membantu meminimalisir
jumlah aerosol. Harrel dan Molinari merekomendasikan tiga langkah pertahanan untuk
mengurangi dental aerosol. Pertama, penggunaan lapisan pelindung seperti masker, sarung
tangan, dan kaca mata. Kedua, penggunaan rutin antiseptic sebelum dan setelah tindakan.
Ketiga, penggunaan suction dengan kecepatan tinggi oleh perawat gigi atau dengan
menempelkan pada isntrument.
Cardiac pacemaker. Model terbaru dari cardiac pacemaker menggunakan isolasi bipolar
titanium yang melindungi alat dari efek magnetorestrictive, piezoelectric, dan intrument sonic
secara umum aman digunakan pada pasien dengan pacemaker. Penelitian Miller (1998)
menemukan bahwa arteri dan vena dihambat oleh electromagnetic yang dihasilkan dari
magnetorestictive ultrasonic scaler. Tetapi hal tersebut tidak terjadi pada semua pasien yg
menggunakan pacemaker.

Anda mungkin juga menyukai