KEBUTUHAN ALAT MEKANIS PADA PENAMBANGAN BATUBARA DI PIT UDJ PT
ADIL JAYA PT BUKIT BAIDURI ENERGI KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA
PROVINSI KALIMANTAN TIMUR
SIMPLISIUS VENS JEDHE., 2010 31 203
Fakultas Teknik,Universitas Veteran Republik Indonesia,Makassar-Indonesia
ABSTRAK
PT Bukit Baiduri Energi (BBE) yang terletak di Desa Lao Duri, Kecamatan Loa Janan,
Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Untuk eksploitasi di Pit Pinang di
kerjakan oleh kontraktor yakni PT Adil Jaya. Kegiatan penambangan batubara dilakukan
dengan sistem tambang terbuka dengan benching sistem. Pada tahun 2012 akan dilakukan
penambangan di Pit UDJ dengan sasaran produksi untuk penambangan batubara sebesar
29000 Ton/bulan.
Permasalahan yang dikaji pada penelitian ini adalah berapa produksi dari masing-masing
alat mekanis dan jumlah alat mekanis yang akan digunakan dalm penambangan
batubara.
Untuk menentukan berapa kapasitas produksi dan berapa jumlah alat mekanis yang
digunakan,terlebih dahulu dilakukan pengambilan data-data yakni waktu edar alat muat,
waktu edar alat angkut, faktor pengisian (fill factor), efisiensi alat kerja mekanis, data
target produksi dan spesifikasi alat mekanis untuk selanjutnya dilakukan perhitungan
terhadap produktivitas masing-masing alat mekanis serta jumlah alat mekanis yang akan
digunakan.
Dari hasil penelitian menunjukan bahwa alat muat dan alat angkut yang dibutuhkan pada
operasi penambangan di Pit UDJ pada tahun 2012, adalah pada kegiatan penambangan
batubara dibutuhkan 1 unit alat muat ( Excavator Back Hoe Komatsu PC-200) dengan
produksi sebesar 29340 Ton/bulan untuk melayani 6 unit alat angkut Dump Truck Hino
FM-260 dengan produksi sebesar 29052 Ton/bulan.
Kata Kunci : Alat Mekanis, perhitungan alat mekanis (Cycle time alat muat dan alat
angkut)
1.
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Kebutuhan akan minyak bumi dan gas alam sebagai sumber energi dewasa ini dari hari ke
hari meningkat. Sedangkan jumlah cadangan minyak bumi dan gas alam itu sendiri ketersediaanya
di Bumi semakin menipis dan hampir habis. Hal ini karena bahan galian tersebut merupakan salah
satu jenis bahan galian yang tidak dapat diperbaharui. Oleh karena itu, diperlukan suatu
pemanfaatan sumber energi lain yang dapat meggantikan minyak bumi dan gas alam tersebut
sebagai bahan energi alternatif dalam mencukupi kebutuhan akan energi.
Saat ini salah satu bahan galian yang dapat berfungsi sebagai sumber energi alternatif
pengganti khu bumi dan gas alam merupakan batubara. Karena disamping harganya yang relatif
murah dibandingkan dengan minyak bumi dan gas alam, juga cadangan yang tersedia di Bumi pun
saat ini cukup banyak.
Berkaitan dengan hal tersebut, Indonesia sebagai negara berkembang dikenal sebagai salah
satu negara yang memiliki potensi sumber daya alam yang besar khususnya batubara. Salah satu
daerah di Indonesia yang memiliki cadangan batubara yang cukup besar adalah pulau Kalimantan,
khususnya Kalimantan Timur.
1.2. TUJUAN
Tujuan yang ingin dicapai untuk mengetahui :
a. Produksi dari alat muat dan alat angkut pada penambangan batubara.
b. Jumlah kebutuhan alat muat dan alat angkut pada penambangan batubara.
2.
TINJAUAN UMUM
2.1. Sejarah Singkat Perusahaan
Perusahaan tambang batubara PT Bukit Baiduri Energi adalah sebuah perusahaan tambang
peninggalan Belanda di Kalimantan Timur ( Tahun 1894 bernama N.V Oost Borneo Maatschappij)
yang pengoperasiannya mulai tahun 1974 berbentuk CV dengan izin penambangan SK No.
107/SK-DJ/101/Pertambangan/1974 pada tanggal 7 mei dengan nomor Daftar Usaha (DU) 119
Kal-Tim yang dikeluarkan oleh departemen pertambangan.
2.2.
Lokasi dan Kesampaian Daerah
Lokasi tambang PT Bukit Baiduri Energi terletak di Kabupaten Kutai Kartanegara dan
sebagian wilayah Kotamadya Samarindah, Kalimantan Timur tepatnya di Desa Loa Duri,
Kecamatan Loa Janan. Lokasi berjarak sekitar 30 Km di sebelah Barat kota Samarinda, dan dapat
dicapai dengan menggunakan jalan darat dan sungai.
Lokasi PT Adil Jaya terletak dalam lokasi kerja PT Bukt Baiduri Energi dimana kantornya
terletak di Desa Jongkang, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur yang dapat ditempuh
degan jalan darat kurang lebih 45 menit dari kantor PT Bukit Baiduri Energi.
Secara geografis lokasi tambang PT Adil Jaya Site Bukit Baiduri Energi di Desa Loa Bahu
Kecamatan Samarinda Ulu Kotamadya Samarinda dengan batasan koordinat yaitu:
Batas Barat pada garis 117o143 BT
Batasa Timur pada garis 117o1847 BT
Batas Selatan pada garis 0o334 LS
Batas Utara pada garis 0o162 LS
PT Adil Jaya mempunyai wilayah Konsesi Penambangan eksploitasi KW ( kode wilayah)
97PP0440 seluas 467,2 Ha dengan nama Pit Pinang dan KW 97PP0409 dengan luas 136 Ha
dengan nama Pit UDJ.
2.3. Geologi Daerah Penelitian
2.3.1. Gemorfologi
Berdasarkan hasil pemetaan Departemen Eksploitasi PT Adil Jaya keadaan morfolog daerah
penambangan terdiri dari lereng-lereng dengan elevasi 30-90 m. Perbukitan yang berbentuk
mengarah ke Utara Selatan yang searah dengan aliran sungai di Timur dan Barat dari Selatan
perbukitan tersebut.
2.3.2.
Geologi Regional
Pada daerah penambangan PT Adil Jaya berada dalam wilayah kuasa penambangan PT Bukit
Baiduri Energi yang secara regional daerahnya termasuk dalam cekungan Kutai yang pada awal
pengendapan merupakan daerah genangan air laut dari daerah Timur ke Barat akibat terjadinya
penurunan daratan.
2.3.3.
Geologi Lokal
Deposit batubara yang di jumpai pada tambang batubara terdiri dari beberapa lapisan yang
merupakan bagian dari seam/lapisan paling atas pada formasi Pamaluan yang bermur Ologosen
sampai Miosen bawah. Lapsan batubara secara umum berarah Timur Laut dan out crap atau
singkapan batubara mempunyai sebaran menerus
15 Km dengan ketebalan 0,15 m- 7,40
m, lapisan batubara pada lapisan sedimen memiliki dip sekitar 15 o- 50o dengan dip direction
tenggara, dip rata-rata 45o.
2.3.4.
Bentuk dan Penybaran Endapan Batubara
Berdasarkan hasil pemodelan geologi, area batubara di Pit UDJ mempunyai 2
seam yaitu Seam A dan B. Berdasarkan ketebalan dan pelamparannya yang menerus Seam B
adalah Seam yang potensial untuk ditambang. Seam B adalah seam yang menerus, batubara
berwarna hitam mengkilat, gores hitam kecoklatan, keras, kilap kaca, cleat rapat, pecahan
concoidal. Dari beberapa singkapan batubara ditemukan berselingan dengan batu lempung dan
batu pasir. Ketebalan lapisan batubara umumnya berkisar antara 0,15 m 7,40 m sedangkan
lapisan tanah penutup mempunyai rentang antara 2,15 m- 65 m.
2.3.5.
Kualitas Batubara
Pada lokasi penelitian terdapat batubara dengan kualitas yang cukup bagus dengan nilai
kalori rata-rata ( Air dried based) sebesar 5830 Kcal/kg. Berdasarkan klasifikasi batubara menurut
ASTM ( American Standart for testing Material), kualitas batubara yang ada di pit UDJ termasuk
dalam kelas Sub- Bituminous
Tabel 2.1
Data Kualitas Batubara
Parameter
Total Moisture (%), adb
Moisture in analisis sample (%), adb
Result
19,30
15,60
Ash content (%), adb
Volatile mater (%),adb
Fixed carbon (%), adb
Total sulfur (%), adb
Gross calorific value ( kcal/kg)
3.
2,20
39,20
43,00
0,33
5830
Metode Penelitian
3.1. Teknik Pengambilan Data
Data maupun informasi yang penulis peroleh berdasarkan tahapan sebagai berikut:
a.
Studi Pustaka
Studi pustaka merupakan teknik pengambilan data dengan mengumpulkan data dari berbagai
literatur yang erat kaitanya dengan topik pembahasan, sehigga dapat dijadikan kerangka
acuan dalam penelitian.
b.
Observasi Lapangan
Observasi lapangan merupakan pengumpulan data di lapangan dan melakukan dialog dengan
pihak yang terkait data yang diperoleh berasal dari dua sumber ,yaitu :
1)
Data Primer
Data primer adalah data yang langsung diperoleh dari objek penelitian, meliputi:
2)
Waktu edar alat muat
Waktu edar alat angkut
Faktor pengisian ( fill factor)
Efisiensi kera alat mekanis
Data Sekunder
Data sekunder adalah data yang pengumpulannya dilakukan oleh orang lain digunakan
sebagai data pendukung yaitu:
4.
Data target produksi
Jadwal jam kerja
Profil perusahaan
Lokasi dan kesampaian daerah
Geologi daerah penelitian, stratigrafi, topografi, iklim dan curah hujan
Spesifikasi alat mekanis
Faktor pengembangan ( swell factor)
Berat jenis ( density) batubara
Hasil dan Pembahasan
4.1. Data Primer
a.
Waktu edar ( cycle time ) Alat Mekanis
1) Pembuat batubara dengan menggunakan Excavator Back Hoe Komatsu PC-200.
Waktu mengisi (digging)
Waktu swing isi (swing loaded)
Waktu curah ( dumping)
Waktu swing kosong ( swing empty)
= 0,17 menit
= 0,15 menit
= 0,06 menit
= 0,51 menit
Total waktu muatan
= 0,51 menit
2) Pengangkutan batubara dengan menggunakan Dump Truck Hino FM- 26.
b.
Waktu menerima muatan (loading)
Waktu angkut ( hauling)
Waktu mundur isi ( manuver )
Waktu curah ( dumping)
Waktu kembali kosong ( return empty)
Waktu mundur kosong ( Manuver II)
= 14,28 menit
= 42,94 menit
= 0,53 menit
= 0,48 menit
= 37,00 menit
= 0,54 menit
Total waktu pengangkutan
= 95,77 menit
Faktor Pengisian ( fll factor)
Pemuatan batubarab dengan menggunakan Excavator Back Hoe Komatsu PC-200
diperoleh fill factor sebesar 87%.
c. Efisiensi Kerja Alat Mekanis
1) Efisiensi kerja alat muat
Efisiensi kerja alat muat Excavator Back Hoe Komatsu PC-200 sebesar 75% :
Total waktu kerja tersedia/shift = 600 menit
Waktu kerja efektif
= 450 menit
Waktu hambatan
= 70 menit
Waktu standby
= 40 menit
Waktu perbaikan
= 40 menit
2) Efisiensi kerja alat angkut
Efisiensi kerja alat angkut Dump Truck Hino FM-260 sebesar 83%:
Total waktu kerja tersedia/shift = 600 menit
Waktu kerja efektif
= 495 menit
Waktu hambatan
= 60 menit
Waktu stanby
= 20 menit
Waktu perbaikan
= 25 menit
d.
4.2. Data Sekunder
a. Target produksi
Target produksi penambangan batubara di Pit UDJ tahun 2012 adalah sebesar 29000
Ton/bulan.
b.
Faktor Pengembangan
Faktor pengembangan yang ditetapkan perusahaan di Pit UDJ adalah sebesar 70%.
c. Density Batubara
Berat jenis batubara yang ditetapkan perusahaan di Pit UDJ adalah sebesar 1,3 ton/m 3
Sepesifikasi Alat Mekanis
Jenis alat yang digunakan pada PT Adil Jaya terdiri dari:
Alat muat Back Hoe Komatzu PC-200 dengan kapasitas bucket 0,7 m3.
Alat angkut Dump Truck Hino Fm-260 dengan kapasitas bak 20 Ton.
4.3. Produksi Alat Muat
Untuk menghitung tingkat produksi alat muat dapat dihitung dengan persamaan berikut,
Dimana:
Kapasitas bucket (kb) = 0,7 m3
Efisiensi kerja (Eff) = 75%
Swell factor (sf)
= 70%
Fill factor (Fc)
= 87%
Cycle time
= 0,51 menit
Density
= 1,3 Ton/m3
Maka :
P
0,51
= 0,7 0,75 0,7 0,87 1,3 60
= 48,90 Ton/jam
24,94
0,51
20 jam
Produksi/hari = 48,9 Ton/jam
= 978 Ton/hari
30 hari
Produksi/bulan = 978 Ton/hari
= 2340 Ton/bulan
4.4. Produksi Alat Angkut
Untuk menghitung tingkat produksi alat angkut dapat dihitung dengan persamaan
berikut,
Dimana:
Kapasitas bak(KB) = (Kb
=
Ff Sf n
( 0,7 87 70 1,3 ) 28
= 15,52 Ton
Efisiensi kerja
= 83%
Kapasitas bucket = 0,7 m3
Swell factor
= 70 %
Fill factor
= 87 %
Jumlah pengisian = 28
Cycle time
= 95,77 menit
Maka :
15,52 0,83 60
95,77
772,52 896
95,77
= 8,07 Ton/jam
Produksi/hari
= 8,07 Ton/jam
20 jam
= 161,4 Ton/hari
Produksi/ bulan= 161,4 Ton/jam
30 hari
= 4842 Ton/bulan
Jumlah alat angkut yang dibuuhkan sebanyak 6 unt, maka :
Produksi/bulan = 4842 Ton/bulan
6 unit
= 29052 Ton/bulan
Dari Perhitungan diatas, maka produksi 6 unit alat angkut Dumpt Truck Hino FM-260
mencapai target produksi sebesar 29000 Ton/bulan sesuai yang ditetapkan perusahaan.
4.5. Perhitungan Kebutuhan Alat Mekanis
1.
Alat muat Excavator Back Hoe Komatzu PC-200
target produksi
produksi alat
Jumlah alat =
29000 Ton /bulan
29340 Ton /bulan
= 0.98
N
2.
1 unit
Alat angkut Dump Truck Hino FM-260
Jumlah alat =
target produksi
produksi alat
29000Ton /bulan
48 a 42 Ton/bulan
N = 5,98
N
5.
6 unit
Kesimpulan
Dari hasil pengamatan, perhitungan dan pembahasan mengenai kebutuhan alat mekanis
pada penambangan batubara di Pit UDJ, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut:
1.
2.
3.
Target produksi batubara yang direncanakan perusahaan di Pit UDJ pada tahun
2012 sebesar 29000 Ton/bulan
Kemampuan produksi alat mekanis pada penambangan batubara di Pit UDJ
a. Produksi alat muat excavator Back Hoe komatsu PC-200 sebesar 29340
Ton/bulan
b. Produksi alat angkut Dump Truck Hino FM-260 sebesar29052 Ton/bulan
Jumlah alat mekanis pada penambangan batubara di Pit UDJ
a. Alat muat Excavator Back Hoe Komatsu PC-200 dibutuhkan 1 unit
b. Alat angkut Dump Truck Hino FM-260 dibutuhkan 6 unit
Daftar Pustaka
1.
Anggayana Komang, 1999 Diktat Kuliah Ganesa Batubara Jrusan Teknik
Pertambangan Fakultas Teknologi Mineral, Institut Teknologi Bandung..
2.
Katili John, 1985, Pengantara Geologi Umum Lektor Geologi Umum dan Geologi
Struktur Departemen Teknik, Institut teknologi Bandung.
3.
Kelly, Eroll G., 1982,Introduction Mineral Proccesing, Sons, New York.
4.
Prodjosumarto Partanto, 1993, Pemindahan Tanah Mekanis, Departemen
Tambang, Institut Teknologi Bandung.
5.
Rohmanhadi , 1992, Alat-alat Berat dan Penggunaanya, Departemen Pekerjaan
Umum, Badan Pekerja Umum.
6.
Suwandhi Awang,. 2003, Perhitungan Alat Berat dan Tenaga Kerja, Departemen
Energi dan Sumber Daya Mineral RI, Bandung.
7.
Sukandarumidi, 1995, batubara dan Gambut, Gadjah Mada University Press,
Yogyakarta.
8. Sudjana, 1989, Metode Satitstika, Edisi ke V, Penerbit Tarsito Bandung.