UAS
PRAKTIKUM PASAR MODAL
Oleh :
IMANUEL RUBENSON SANDY
NIM : 1306023010
PROGRAM STUDI DIPLOMA III KEUANGAN DAN PERBANKAN
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS UDAYANA
DENPASAR
2016
BAB 7
EFISIENSI PASAR
1. Konsep Pasar Modal Efisien
Konsep pasar modal yang efisien telah menjadi suatu topik perdebatan yang menarik dan
cukup kontroversial di bidang keuangan. Istilah tentang pasar yang efisien memang bisa di
artikan secara berbeda untuk tujan yang berbeda pula. Untuk bidan keuangan, konsep pasar yang
efisien lebih di tekankan pada aspek informasi, artinya pasar yang efisien adalah pasar di mana
harga semua sekuritas di perdagangakan telah mencerminkan semua informasi yang tersedia.
2. Hipotesis Pasar Efisien
Telah disebutkan dalam uraian sebelumnya bahwa pasar yang efisien adalah pasar yang
harga sekuritasnya sudah mencerminkan semua informasi yang ada. Oleh karena itu, aspek
penting dalam menilai efisiensi pasar adalah seberapa cepat suatu informasi baru diserap oleh
pasar yang tercermin dalam penyesuaian menuju harga keseimbangan yang baru.
Untuk memudahkan penelitian tentang efisiensi pasar, Fama (1970), mengklasifikasikan
bentuk pasar yang efisien ke dalam tiga Efficient Market Hipotthesis (EMH), sebagai berikut:
1. Efisien dalam bentuk lemah (weak form)
2. Efisien dalam bentuk setengah kuat (semi strong)
3. Efisien dalam bentuk kuat (strong form)
Pengujian Return Tak Normal
Pasar efisien mengimplikasikan bahwa return harapan adalah sepadan dengan risiko
sekuritas, yang dalam hal ini diukur dengan volatilitas return sekuritas. Ketika para investor
membeli saham yang berisiko tinggi, dalam jangka panjang mereka berharap untuk menerima
return yang lebih tinggi di bandingkan saham-saham berisiko lebih rendah atau obligasi
pemerintah.
Mean-Adjusted Returns
Jika pasar adalah efisien dan return saham bervariasi secara random di sekitar nilai
sebenarnya (true value), maka rata-rata return sekuritas yang di hitung dari periode sebelumnya
dapat digunakan sebagai return harapan.
Market-Adjusted Returns
Pergerakan saham-saham individual sering dihubungkan dengan pergerakan bersama
dalam pasar. Untuk itu, satu teknik untuk menghitung return tak normal adalah dengan
menghilangakan pengaruh pasar terhadap return harian sekuritas.
Market Model Returns
Teknik ini merupakan cara yang lebih canggih dengan menggambarkan hubungan antara
sekuritas dengan pasar dalam sebuah persamaan regresi linier sederhana antara return sekuritas
dengan return pasar. Regresi ini disibut market model.
3. Pengkajian Terhadap Hipotesis Pasar Efisien
Pada dasarnya pengujian terhadap hipotesis pasar efisien dibagi dalam 3 kelompok
pengujian berdasarkan klasifikasi hipotesis pasar efisien yang akan di uji.
Pengujian ini meliputi : pengujian pola return, pengujian prediktabilitas return jangka
pendek maupun jangka panjang, serta pengujian hubungan return dengan
karakteristikperusahaan.
Pengujian Prediktabilitas Return
Dapat ilakukan dengan berbagaicara :
a. Mempelajari pola return seasonal
Ada suatu pola dalam return sekuritas, pola tersebut menunjukan adanya tingkat return
yang lebih tinggi atau lebih rendah padasaat tertentu baik dalam periode harian,
mingguan, maupun tahunan.
b. Menggunakan data return dimasa yang lalu
Dapat digunakan untuk memprediksi return di masa depan, baik jangka pndek maupun
jangka panjang.
c. Mempelajari hubungan return dengan karakteristik perusahaan
Telah banyak penelitian yag menemukan adanya hubungan antara karakteristik
perusahaan dengan return tak normal yang bisa diperoleh investor.
Studi Pristiwa (Event Studies)
Penelitian yang mengamati dampak dari pengumuman informasi terhadap harga sekuritas sering
di sebut dengan studi pristiwa. Standar metodologi yang biasanya di gunakan studi pristiwa
adalah:
1. Mengumpulkan sempel
2. Mengidentifikasi hari pengumuman atau even
3. Menentukan periode analisis
4. Menghitung return aktual masing-masing sampel setiap hari selama periode
pengamatan
5. Hitung retur tak normal
6. Menghitung rata-rata return tak normal semua sampel setiap hari
7. Terkadang return tak normal harian tersebut digabungkan untuk menghitung
return tak normal kumulatif selama periode tertentu
8. Mempelajari dan mendiskusikan hasil yang di peroleh
Pengujian Private Information
Pengujian ini meliputi apakah pihak insiden peruahaan dan kelompok investor tertentu yang di
angap mempunyai akses informasi lebih baik, dapat memperoleh return tak normal lebih tinggi
di bandngkan dengan return pasar umunya.
4. Implikasi pasar modal efisien
Belum semua kaum praktisi pasar modal bisa menerima konsep mengenai pasar efisien ini.
Sebagian investor percaya bahwa pasar inefisien, sehingga mereka bisa memanfaatkan inefisensi
pasar tersebut untuk mendapatkan return tak normal. Meskipun demikian di sisi lain banyak
kalangan akademisi yang percaya bahwa pasar efisien pada tingkat tertentu itu ada.
BAB 12
STRATEGI PORTOFOLIO SAHAM
1. Strategi Pasif
Dalam konsep pasar modal yang efisien di katakan bahwa jika pasar benar-benar efisien
tidak akan ada satu investorpun yang bisa memperoleh return upnormal di atas return pasar.
Investor yang menggunakan strategi pasif percaya bahwa harga pasar yang terjadi adalah harga
yang mencerminkan nilai intrinsik saham tersebut. Strategi yang di pakai dalam strategi pasif
portofolio saham adalah Satrategi Beli dan Simpan, Strategi Mengikuti Indeks.
Strategi beli dan simpan adalah infestor membeli sejumblah saham dan tetap
memegangnya untuk beberapa waktu tertentu, sedangkan strategi mengikuti indeks adalah
investor berharap bahwa kinerja investasinya pada sekumpulan sekuritas sudah merupakan
duplikasi dari kinerja indeks pasar.
2. Strategi Aktif
Pada dasarnya semua investor menginkan return yang setinggi-tingginya dari situasi
investasi yang dilakukan. Dengan demikian investor akan selalu mencari jalan agar memperoleh
keuntungan yang lebih tinggi di banding biaya yang harus di tanggungnya.
Tiga strategi yang biasanya di pakai investor dalam menjalankan strategi aktif portofolio saham:
a. Pemulihan saham
Strategi ini merupakan trategi yang paling banyak digunakan. Investoor secara aktif
melakukan analisis dan pemilihan saham-saham terbaik.
b. Rotasi sektor
Strategi ini biasanya di lakukan oleh investor yang berinvestasi pada saham-saham di
dalam negri saja.
c. Strategi momentum harga
Investor akan mencari momentum atau waktu yang tepat,pada saat perubahan harga
yang terjadi biasa memberika keuntungan bagi investor melalui tindakan menjual atau
membeli saham.
BAB 13
ANALISI EKONOMI
1. Kondisi Ekonomi dan Pasar Modal
Analisis ekonomi adalah salah satu dari tiga analisis yang perlu dilakukan investor dalam
penentuan keputusan investasinya. Mengapa tahap ini penting? Analisis ekonomi perlu dilakukan
karena kecenderungan adanya hubungan yang kuat antara apa yang terjadi pada lingkungan
ekonomi makro dan kinerja suatu pasar modal. Pasar modal mencerminkan apa yang terjadi pada
perekonomian makro karena nilai investasi ditentukan oleh aliran kas yang diharapkan serta
tingkat return yang disyaratkan atas investasi tersebut, dan kedua faktor tersebut sangat di
pengaruhi oleh perubahan lingkungan ekonomi makro.
2. Variabel Makro Ekonomi
Lingkungan ekonomi makro adalah lingkungan yang mempengaruhi operasi perubahan seharihari. Kemampuan investor dalam memahami dan meramalkan kondisi ekonomi makro di masa
datang akan sangat berguna dalam pembuatan keputusan investasi yang menguntungkan
sehingga investor harus memperhatikan beberapa indikator ekonomi makro yang bisa membantu
mereka dalam memahami dan meramalkan kondisi ekonomi makro. Berikut ini adalah beberapa
variabel ekonomi makro yang perlu di perhatikan investor.
a. Produk Domestik Bruto (PDB)
b. Tingkat Pengangguran
c. Inflasi
d. Tingkat Bunga
3. Meramalkan Perubahan Pasar Modal
Investor berkepentingan untuk melakukan peramalan terhadap perubahan yang akan
terjadi di pasar modal. Untuk menghasilkan keputusan investasi yang tepat dan menguntungkan,
belumlah cukup bagi investor jika hanya sekedar mengetahui apa yang sedang terjadi di pasar
modal saat ini dan mengapa hal itu bisa terjadi.
Dua hal yang bisa di berikan dasar peramalan perubahan pasar modal adalah penggunaan
data-data perubahan siklis ekonomi dan penggunaan data-data perubahan variabel ekonomi
makro.
BAB 14
ANALISIS INDUSTRI
1. Pengertian Industi
Istilah industri ataupun sektor atau kelompok industri telah begitu dikenal luas oleh
masyarakat. Contohnya industri otomotif, makanan, dan lain sebagainya. Sebagian contoh, untuk
mengelompokan suatu perusahaan yang memproduksi produk makanan kalengan terkadang
mengalami kebingungan apakah akan dikelompokan ke dalam industri makanan atau minuman
(Kemasan kaleng dari aluminium).
2. Pentingnya Analisis Industri
Analisis industri merupakan tahap penting yang perlu dilakaukan investor, karena dapat
membantu mengidentifikasi peluang-peluan investasi dalam industri yang mempunyai
karakteristik resiko dan return yang menguntungkan bagi investor.
3. Estimasi Tingkat Keuntungan Industri
Dalam melakukan analisis industri, investor juga perlu menilai suatu industri dan
menentukan return harapan dari suatu industri yang akan di analisis. Untuk menilai suatu
industri, ada dua langkah yaitu :
a. Mengestimasi earning per share (EPS)
b. Mengestimasi price earning ration (P/E)
4. Estimasi Earning Per Share Industri
Untuk mengestimasi EPS kita perlu mengestimasi penjualan perlembar saham dari suatu
industri terlebih dahulu. 3 teknik untuk mengestimasikan tingkat penjualan suatu industri:
a. Prakiraan penjualan dan daur hidup industri
b. Prakiraan penjualan dan analisis input-output
c. Prakiraan penjualan dan hubungan industri dan ekonomi
5. Persaingan dan Return Industri yang Diharapakan
Faktor penting lain yang mempengaruhi besarnya profit yang bisa di peroleh suatu
industri adalah intensitas persaingan dalam industri tersebut. Ada lima faktor yang menentukan
intensitas persaingan dalam suatu industri :
a. Ancaman adanya pemain baru
b. Daya tawar pembeli
c. Persaingan diantara pemain yang ada
d. Ancaman adanya bara atau jasa subtitusi
e. Daya tawar pemasok
6. Estimasi Earning Multiplier Industri
Tektnik untuk melakukan estimasi ada 2 yaitu, analis makro dan analisis mikro. Dalam
analisis makro, investor mempelajari hubungan antara earning multiplier industri dengan earning
multi plier pasar. Sedangkan dalam analisis makro, estimasi earning multiplier industri dilakukan
dengan cara mengamati variabel-variabel yang mempengaruhi earning multiplier industri seperti,
divinden-payout ration (DPR), tingkat return yang diisyaratkan dalam industri dan tingkat
pertumbuhan earning dan indiven industri di harapkan.
\
BAB 15
ANALISIS PERUSAHAAN
1. EPS dan Informasi Laporan Keuangan
Bagi para investor yang melakukan analisis perusahaan, informasi laporan keuangan
yang diterbitkan perusahanaan merupakan salah satu jenis informasi yang paling mudah dan
paling murah di dapatkan dibidang alternatif informasi lainya.
Jenis-jenis laporan keuangan berdasarkan informasi yang dikandungnya bisa di bagi
dalam tiga laporan keuangan utama, yaitu : neraca, laporan rugi laba, dan laporan aliran kas
perusahaan.
2. Kelemahan Pelaporan EPS dalam Laporan Keuangan
Seperti telah di bahas di atas, penggunaan laporan keuangan dalam analisis perusahaan
dapat memberikan informasi bagi infestor tentang kondisi perusahaan, termasuk pertumbuhan
dan prospek perusahaan di masa datang. Informasi seperti ini di perlukan investor dalam
memprediksi pertumbuhan perusahaan di masa datang, dan kemidian di perlukan dalam
pembuatan keputusan investasi yang tepat.
3. Analisis Rasio Profitabilitas Perusahaan
Untuk melakukan analisis perusahaan, di samping dilakukan dengan melihat laporan
keuangan perusahaan, juga bisa dilakukan dengan menggunakan analisis rasio keuangan. Dari
sudut pandang investor, salah satu indikator penting untuk menilai prospek perusahaan di masa
datang adalah dengan melihat sejauh mana pertumbuhan profitabilitas perusahaan.
4. Earning Per Share
Komponen penting pertama yang harus diperhatikan dalam analisis perusahaan adalah
laba per lembar saham atau lebih dikenal sebagai earning per share (EPS). Informasi EPS suatu
perusahaan menunjukan besarnya laba bersih perusahaan yang siap dibagikan bagi semua
pemegang saham perusahaan.
5. Price Earning Ratio
Komponen penting kedua setelah EPS yang harus diperhatikan dalam analisis perusahaan
adalah price earning ratio (PER) atau juga disebut sebagai earning multiplier. Informasi PER
mengindikasikan besarnya rupiah yang harus dibayar investor untuk memperoleh satu rupiah
earning perusahaan. Dengan kata lain, PER menunjukan besarnya harga setiap satu rupiah
earning perusahaan.
6. Estimasi Nilai Intrinsik Saham
Seperti telah di sebutkan pada bagian awal bab ini, analisis perusahaan akan terkait
dengan penentuan saham-saham perusahaan manakah dalam industri terpilih yang mampu
menawarkan keuntungan bagi investor. Dengan kata lain, saham-saham manakah yang harga
pasarnya lebih rendah dari nilai intrinsiknya (undervalued), sehingga layak dibeli, serta sahamsaham manakah yang harga pasarnya lebih tinggi dari nilai intrinsiknya (overvalued), sehingga
menguntungkan untuk di jual.
7. Analisis Perusahaan Menggunakan Ringkasan Laporan Keuangan
Menurut PSAK (Pernyataan Standar Akutansi Keuangan) No. 1 tahun 2002, laporan
keuangan yang lengkap terdiri dari lima komponen, yaitu : (1) neraca, (2) laporan rugi laba, (3)
laporan perubahan ekuitas, (4) laporan arus kas, (5) catatan atas laporan keuangan. Analisis
sekuritas disyaratkan untuk memahami format dan isi kelima komponen laporan keuangan
perusahaan. Investor yang ingin membeli dan menjual saham dapat terbantu jika memahami dan
menganalisis laporan keuangan untuk menilai kinerja kerja perusahaan di masa lalu menentukan
prospek perusahaan di masa mendatang.
BAB 16
ANALISIS TEKNIKAL
1. Defenisi Analisis Teknikal
Analisis teknikal adalah teknik untuk memprediksi arah pergerakan harga saham dan indikator
pasar saham lainya berdasarkan pada data pasar histori seperti informasi harga dan volume
penganut analisis teknikal berpendapat bahwa dalam kenyataannya harga bergerak dalam suatu
trend tertentu, dan hal tersebut akan terjadi berulang ulang.
2. Asumsi Yang Mendasari Analisis Teknikal
Pihak yang melakukan analisis teknikal di sebut juga sebagai analisis [Link] analisis
teknikal percaya bahwa mereka bisa mengetahui pola-pola pergerakan harga saham di masa
datang dengan berdasarkan pada observasipergerakan harga saham di masa lalu.
3. Keuntungan dan Kritik Terhadap analisis Teknikal
Keuntungan penggunaan analisis teknikal tidak terlepas dari asumsi-asumsi yang dianut oleh
para analis teknikal. Mereka percaya bahwa jika seorang investor mampu mengakses informasi
secara cepat, punya kemampuan analitis yang tinggi dan punya insting yang tajam atas apa yang
akan terjadi terhadap harga pasar jika ada informasi baru, maka investor tersebut akan mampu
mendapatkan return abnormal yang melebihi return pasar dan return investor lainya.
4. Teknik-Teknik Analisis Teknikal
Para pengguna analisis teknikal disamping disebut sebagai analisis teknikal,juga disebut sebagai
chartist karena dalam aktivitasnya mereka merekam data atau membuat grafik (chart) pergerakan
harga saham dan volume perdagangan. Dari grafik yang telah di buat tersebut, mereka akan
mencari pola pergerakan harga saham maupun volume perdagangan dan mencari celah-celah
keuntungan dari pola tersebut. Ada beberapa teknik penggunaan grafik (charting) yang biasanya
di gunakan investor sebagai dasar untuk pengambilan keputusan investasinya.
5. Trading Rule Dalam Analisis Teknikal
Beberapa jenis teknik penggunaan grafik (charting) seperti yang telah di jelaskan bisa
membantu analisis teknikal untuk memprediksikan arah pergerakan harga saham di masa datang.
Identifikasi arah pergerakan harga saham melalui penggunaan grafik selanjutnya bisa dipakai
sebagai salah satu masukan dalam pembuatan keputusan investasi.
6. Metode Pengeplotan Grafik
The Dow Theory dapat di pakai untuk menggambarkan pola pergerakan harga saham dalam
jangka panjang, menengah dan harian. Teknik lainya untuk menggambarkan pola pergerakan
harga saham adalah menyusun grafik (chart) dari pergerakan saham secara individual selama
waktu tertentu.
Dengan membuat gambaran pergerakan harga saham secara visual dan memperhatikan kekuatan
daya tarik menarik permintaan dan penawaran, investor berharap bahwa mereka akan mampu
memprediksi arah pergerakan harga saham dikemudian hari.
Grafik batang (Bar Chart)
Grafik batang mencerminkan kisar perdagangan (trading range) pada suatu periode tertentu yang
dianalisis.
Point-and-Figure Chart
Penggunaan grafik dengan angka dan gambar (point-and-figure chart) untuk menggambarkan
pergerakan harga saham juga cukup dikenal dalam analisis teknikal. Jenis chart seperti ini lebih
kompleks dibandingkan dengan bar chart biasa, karena menggambarkan perubahan harga saham
yang berubah secara signifikan (volume perdagangan saham tidak dimasukkan dalam chart jenis
ini).
Grafik Garis
Grafik garis (line chart) hanya menggambarkan harga penutupan. Harga tinggi, harga rendah,
atau harga pembukaan diabaikan dalam penyajian grafik.
Grafik Kandil (Candlestick Chart)
Grafik kandil (candle chart) banyak dipakai di jepang, namun saat ini mulai banyak diadopsi
oleh negara-negara barat. Oleh karena grafik kandil hanya mencerminkan fenomena jangka
pendek, kemampuan peramalannya juga relatif pendek, yakni kurang dari 10 hari. Informasi
yang di sajikan dalam grafik kandil identik dengan grafik batang.
7. Model Siklus Pasar dan Identifikasi Trend Dasar
Model Siklus Pasar. Perbedaan trend terkait dengan perbedaan unit rentang waktu. Grafik
harian mencerminkan trend yang sangat pendek, yakni hanya beberapa hari, sedangkan grafik
multidekade mencakup data bulanan yang mencerminkan trend 5 hingga 10 tahun atau bahkan
lebih dari 10 tahun.
Puncak dan Palung (Peak and Trough). Salah satu prinsip dasar (building block) analisis
teknikal adalah bahwa harga tidak bergerak secara langsung naik atau turun melainkan bergerak
secara zigzag.