BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar belakang
Program
linear
adalah
suatu
cara
matematis
yang
digunakan untuk menyelesaikan masalah yang berkaitan
dengan pengalokasian sumber daya yang terbatas untuk
mencapai
optimasi,
yaitu
memaksimumkan
atau
meminimumkan fungsi tujuan yang bergabung pada sejumlah
variabel input. Penerapan program linear banyak diterapkan
dalam masalah ekonomi, industri, sosial dan lain-lainnya,
misalnya
periklanan,
industri
manufaktur
(penggunaan
tenagakerja kapasitas produksi dan mesin), distribusi dan
pengangkutan, dan perbankan (portofolio investasi).
Program linear berkaitan dengan penjelasan suatu kasus
dalam dunia nyata sebagai model matematik yang terdiri dari
sebuah fungsi tujuan linear dengan beberapa kendala linear.
Pemrograman linear merupakan metode matematik dalam
mengalokasikan sumber daya yang terbatas untuk mencapai
suatu
tujuan
seperti
memaksimumkan
keuntungan
dan
meminimumkan biaya.
Pemrograman linear berkaitan dengan penjelasan suatu
kasus dalam dunia nyata sebagai suatu model matematik yang
terdiri dari sebuah fungsi tujuan linear dengan beberapa
kendala linear. Pemrograman linear meliputi perencanaan
aktivitas untuk mendapatkan hasil optimal, yaitu sebuah hasil
yang mencapai tujuan terbaik (menurut model matematika)
diantara semua kemungkinan alternatif yang ada.
Ada
banyak
metode
yang
dapat
digunakan
untuk
menyelesaikan permasalahan program linear, salah satunya
adalah metode grafik, yang cukup banyak digunakan. Oleh
1
karena itu kita akan membahas lebih dalam tentang metode
grafik ini.
B. Rumusan Masalah
1. Secara umum, apakah metode grafik itu dan bagaimana
penerapannya?
2. Bagaimana cara membuat grafik dari suatu permasalahan
program linear?
3. Bagaimana menyelesaikan permasalahan program linear
dengan menggunakan uji titik pojok?
4. Bagaimana menyelesaikan permasalahan program linear
dengan menggunakan garis selidik?
5. Bagaimana
pengaplikasian
metode
grafik
dalam
menyelesaikan masalah program linear dalam kehidupan
sehari-hari?
C. Tujuan
Makalah ini dibuat dengan tujuan untuk:
1. Mengenal metode grafik untuk menyelesaikan permasalahan program linear.
2. Mengetahui cara menggambar grafik dari permasalahan program linear.
3. Memahami metode uji titik pojok untuk mencari nilai optimal dari suatu
permasalahan program linear.
4. Memahami metode garis selidik untuk mencari nilai optimal dari suatu
permasalahan program linear.
5. Memahami
pengaplikasian
menyelesaikan
permasalahan
metode
program
grafik
linear
dalam
dalam
kehidupan sehari-hari.
6.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Metode Grafik
Metode grafik adalah salah satu metode yang dapat digunakan untuk
menyelesaikan permasalahan program linear, dan merupakan salah satu metode
yang sering digunakan, karena metode ini cukup mudah dan tidak memakan
terlalu banyak waktu. Akan tetapi, penggunaan metode grafik ini terbatas,
karena metode ini hanya dapat digunakan untuk menyelesaikan permasalahan
program
linear
dengan
dua
variabel.
Karena
untuk
menyelesaikan
permasalahan program linear dengan tiga variabel diperlukan grafik dalam
bentuk tiga dimensi, dan akan cukup rumit. Sedangkan untuk permasalahan
program linear dengan empat atau lebih variabel tidak dapat dibuat grafiknya.
Dalam metode grafik ini, penentuan titik optimum memiliki dua alternatif
cara, yaitu dengan uji titik pojok dan dengan garis selidik. Kedua cara tersebut
akan dibahas dalam materi ini.
B. Cara Pembuatan Grafik
Adapun tata cara pembuatan grafik adalah sebagai berikut:
1. Apabila soal yang ada berbentuk soal cerita, tentukanlah fungsi tujuan dan
fungsi kendalanya.
2. Gambarkanlah setiap fungsi kendala dengan mencari titik potong fungsi
tersebut dengan sumbu
sumbu
dan
x2
dan sumbu
x1
merupakan titik pada
merupakan titik pada sumbu Y ).
3. Untuk menentukan daerah penyelesaian, kita dapat menggunakan salah satu
cara berikut:
a. Dengan pengujian tanda.
1) Ambil sembarang titik yang ada di luar garis (untuk lebih
memudahkan, sebaiknya ambil titik (0, 0)).
2) Masukkan titik tersebut ke dalam pertidaksamaan
3) Jika
titik
tersebut
memenuhi
pertidaksamaan,
maka
daerah
penyelesaian adalah daerah di mana titik tersebut berada, dan
sebaliknya.
b. Dengan cara alternatif.
1) Lihat tanda di depan variabel
x2
(+ atau )
2) Lihat tanda pertidaksamaan, tanda berarti dan tanda
berarti +
3) Lakukan perkalian antara kedua tanda tersebut. Bila hasil perkalian
tanda adalah positif, maka daerah penyelesaian berada di atas garis,
dan sebaliknya.
4. Carilah titik potong setiap fungsi kendala yang ada dengan menggunakan
metode eliminasi atau substitusi.
5. Grafik telah selesai dan siap dicari titik optimumnya.
Adapun contoh cara pembuatan metode grafik adalah sebagai berikut:
1. Pembuatan metode grafik untuk maksimisasi.
Z =3 x 1 + x 2
Fungsi tujuan
:
Fungsi kendala
2 x1 + x2 4
x 1+6 x 2 12
x1 0
x2 0
Untuk fungsi kendala pertama:
2 x 1 + x 2=4
x1
x2
Sehingga didapat koordinat (0,4) dan (2,0). Selanjutnya tentukan daerah
penyelesaian:
a. Dengan pegujian tanda
5
Kita ambil titik (0, 0)
2 x 1 + x 2=2 0+ 0=0 <4
Karena hasil pengujian sesuai, maka daerah penyelesaian berada di
daerah tempat titik (0, 0) berada, yaitu di bawah garis.
b. Dengan cara alternatif
Tanda pada variabel
x2
:+
Tanda pertidaksamaan :
+
Karena hasil perkalian tanda negatif, maka daerah penyelesaian berada di
bawah garis.
Selanjutnya kita gambarkan grafiknya.
Untuk fungsi kendala kedua:
x 1+6 x 2=12
x1
12
x2
Sehingga didapat koordinat (0,2) dan (12,0). Selanjutnya tentukan daerah
penyelesaian:
a. Dengan pegujian tanda
Kita ambil titik (0, 0)
x 1+6 x 2=0+ 6 0=0<12
Karena hasil pengujian sesuai, maka daerah penyelesaian berada di
daerah tempat titik (0, 0) berada, yaitu di bawah garis.
b. Dengan cara alternatif
Tanda pada variabel
x2
:+
Tanda pertidaksamaan :
+
Karena hasil perkalian tanda negatif, maka daerah penyelesaian berada di
bawah garis.
Selanjutnya kita gambarkan grafiknya.
Selanjutnya, apabila kedua grafik di atas kita satukan, maka akan kita
dapatkan daerah penyelesaiannya:
Daerah Penyelesaian
Lalu kita cari titik potong dari kedua fungsi kendala di atas dengan
menggunakan metode eliminasi.
2 x 1 + x 2=4
2 x 1 + x 2=4
x 1+6 x 2=12
2 x 1 +12 x 2=24
11 x 2=20
x 2=
20
11
x 2=
2 x 1 + x 2=4
x1
20
11
4x 2
2
20
11
2
12
11
Sehingga diperoleh titik potong antara kedua fungsi kendala pada titik
( 1211 , 2011 )
, dan grafiknya adalah:
Daerah Penyelesaian
2. Pembuatan metode grafik untuk minimisasi.
Z =3 x 1 +5 x 2
Fungsi tujuan
:
Fungsi kendala
x 1+3 x 2 3
x 1+ x 2 2
x1 0
x2 0
Untuk fungsi kendala pertama:
x 1+3 x 2=3
x1
x2
Sehingga didapat koordinat (0,1) dan (3,0). Selanjutnya tentukan daerah
penyelesaian:
9
a. Dengan pegujian tanda
Kita ambil titik (0, 0)
x 1+3 x 2=0+ 3 0=0<3
Karena hasil pengujian tidak sesuai, maka daerah penyelesaian berada di
daerah selain tempat titik (0, 0) berada, yaitu di atas garis.
b. Dengan cara alternatif
Tanda pada variabel
x2
:+
Tanda pertidaksamaan : +
+
Karena hasil perkalian tanda positif, maka daerah penyelesaian berada di
atas garis.
Selanjutnya kita gambarkan grafiknya.
Untuk fungsi kendala kedua:
x 1+ x 2=2
x1
10
x2
Sehingga didapat koordinat (0,2) dan (2,0). Selanjutnya tentukan daerah
penyelesaian:
a. Dengan pegujian tanda
Kita ambil titik (0, 0)
x 1+ x 2=0+ 0=0<2
Karena hasil pengujian tidak sesuai, maka daerah penyelesaian berada di
daerah selain tempat titik (0, 0) berada, yaitu di atas garis.
b. Dengan cara alternatif
Tanda pada variabel
x2
:+
Tanda pertidaksamaan : +
+
Karena hasil perkalian tanda positif, maka daerah penyelesaian berada di
atas garis.
Selanjutnya kita gambarkan grafiknya.
11
Selanjutnya, apabila kedua grafik di atas kita satukan, maka akan kita
dapatkan daerah penyelesaiannya:
Daerah Penyelesaian
Lalu kita cari titik potong dari kedua fungsi kendala di atas dengan
menggunakan metode eliminasi.
x 1+3 x 2=3
x 1+ x 2=2
2 x 2=1
x 2=
x 1+ x 2=2
x1
2
1
2
2x 2
1
2
3
2
Sehingga diperoleh titik potong antara kedua fungsi kendala pada titik
( 32 , 12 )
, dan grafiknya adalah:
12
Daerah Penyelesaian
C. Menentukan Nilai Optimum dengan Uji Titik Pojok
Dalam menentukan nilai optimum, dapat dilakukan pengujian titik pojok
dengan cara memasukkan nilai-nilai titik pojok ke dalam fungsi tujuannya, dan
dicari nilai maksimum atau minimumnya.
1. Menentukan nilai maksimum dengan uji titik pojok
:
Z =3 x 1 + x 2
Fungsi kendala :
2 x1 + x2 4
Fungsi tujuan
x 1+6 x 2 12
x1 0
x2 0
Sebagaimana telah digambarkan sebelumnya, grafik dari permasalahan ini
adalah:
13
B
C
Daerah Penyelesaian
Masukkan titik pojok yang telah didapat ke dalam fungsi tujuan
Fungsi Tujuan :
Nilai Z
Titik Pojok
A
( 2, 0 )
Z =3 2+0=6
( 1211 , 2011 )
Z =3 x 1 + x 2
Z =3
12 20 36 20 56
+ = + = =5,09
11 11 11 11 11
( 0, 2 )
Z =3 0+2=2
( 0, 0 )
Z =3 0+0=0
Dari tabel di atas, didapat nilai maksimumnya 6, pada titik A
( 2, 0 ) .
2. Menentukan nilai minimum dengan uji titik pojok
Fungsi tujuan
Fungsi kendala :
Z =3 x 1 +5 x 2
x 1+3 x 2 3
x 1+ x 2 2
x1 0
14
x2 0
Sebagaimana telah digambarkan sebelumnya, grafik dari permasalahan ini
adalah:
C
Daerah Penyelesaian
Masukkan titik pojok yang telah didapat ke dalam fungsi tujuan
Fungsi Tujuan :
Nilai Z
Titik Pojok
A
B
C
( 3, 0 )
( 32 , 12 )
( 0, 2 )
Z =3 x 1 +5 x 2
Z =3 3+5 0=9
3
1 9 5 14
Z =3 +5 = + = =7
2
2 2 2 2
Z =3 0+5 2=10
Dari tabel di atas, didapat nilai minimumnya 7, pada titik B
( 32 , 12 )
15
D. Menentukan Nilai Optimum dengan Garis Selidik
Dalam menentukan nilai optimum dengan garis selidik, kita menggunakan
fungsi tujuan
Z =a x1 +bx 2
a x 1+ bx2 =k
. Garis selidik
, dan menjadikannya menjadi garis selidik
a x 1+ bx2 =k
merupakan suatu garis yang
berfungsi untuk menyelidiki dan menentukan sampai sejauh mana fungsi
tujuan Z
maksimum atau minimum. Aturan penggunaan garis selidik antara
lain:
1) Gambar garis
a x 1+ bx2 =ab
yang memotong sumbu
X1
di titik
( b , 0 ) dan memotong sumbu X 2 di titik ( 0, a ) .
2) Tarik garis-garis sejajar dengan
a x 1+ bx2 =ab
hingga nilai
maksimum atau minimum, dengan memperhatikan hal-hal berikut:
a x 1+ bx2 =k 1
a x 1+ bx2 =ab
a. Jika
sejajar dengan garis
dan berada di
paling atas atau berada di paling kanan pada daerah penyelesaian, maka
Z =k 1
b. Jika
merupakan nilai maksimumnya.
a x 1+ bx2 =k 2
sejajar dengan garis
a x 1+ bx2 =ab
dan berada di
paling bawah atau berada di paling kiri pada daerah penyelesaian, maka
Z =k 2
merupakan nilai minimumnya.
Contoh penyelesaian masalah program linear dengan garis selidik:
1. Menentukan nilai maksimum dengan garis selidik
Fungsi tujuan
Z =3 x 1 + x 2
Fungsi kendala
2 x1 + x2 4
x 1+6 x 2 12
x1 0
16
x2 0
Sebagaimana telah digambarkan sebelumnya, grafik dari permasalahan ini
adalah:
Daerah Penyelesaian
Tentukan titik-titik untuk garis selidik:
Fungsi Tujuan :
Nilai Z
3
6
9
Z =3 x 1 + x 2
x1
x2
Titik Koordinat
1
2
3
3
6
9
(1, 0) dan (0, 3)
(2, 0) dan (0, 6)
(3, 0) dan (0, 9)
Kemudian kita gambarkan garis selidik tersebut:
17
Dari tabel di atas, didapat titik maksimumnya adalah titik (2, 0), dan nilai
maksimumnya 3 2+0=6 .
2. Menentukan nilai minimum dengan garis selidik
Fungsi tujuan
Z =3 x 1 +5 x 2
Fungsi kendala
x 1+3 x 2 3
x 1+ x 2 2
18
x1 0
x2 0
Sebagaimana telah digambarkan sebelumnya, grafik dari permasalahan ini
adalah:
Daerah Penyelesaian
Tentukan titik-titik untuk garis selidik:
Fungsi Tujuan :
Nilai Z
15
7
Z =3 x 1 +5 x 2
x1
x2
Titik Koordinat
5
7
3
3
7
5
(5, 0) dan (0, 3)
7
7
, 0 dan 0 ,
3
5
( )
( )
( 12 , 0)
3
2
1
2
dan
3
10
(0 , 103 )
Kemudian kita gambarkan garis selidik tersebut:
19
Dari tabel di atas, didapat titik minimumnya adalah titik
maksimumnya
( 32 , 12 )
, dan nilai
3
1
3 +5 =7
.
2
2
E. Aplikasi Metode Grafik pada Permasalahan Program Linear
dalam Kehidupan Sehari-hari
1. Contoh aplikasi metode grafik pada persoalan maksimum.
Bu Ilyas akan mengadakan acara syukuran dan berencana membuat dua
macam kue. Kue pertama akan membutuhkan 30 ons tepung terigu dan 10
ons tepung beras, sedangkan kue kedua akan membutuhkan 10 ons tepung
terigu dan 20 ons tepung beras. Jumlah tepung terigu yang tersedia adalah
60 ons dan jumlah tepung beras yang tersedia adalah 40 ons. Jika tiap resep
kue pertama dapat memenuhi kuota untuk 40 orang dan tiap resep kue
kedua dapat memenuhi kuota untuk 10 orang, maka jumlah maksimum
orang yang dapat diundang oleh Bu Ilyas adalah:
Jawab:
20
x 1 = Kue jenis pertama
x 2 = Kue jenis kedua
Jenis Tepung
Terigu
Beras
Jumlah undangan
Kue I
30
10
40
Fungsi tujuan
Z =40 x 1+10 x 2
Fungsi kendala
30 x1 +10 x 2 60
Kue II
10
20
10
Tersedia
60
40
10 x1 +20 x 2 40
x1 0
x2 0
Penentuan titik potong fungsi kendala pada sumbu
30 x1 +10 x 2=60
x1
dan
x2
10 x1 +20 x 2=40
x1
x1
x2
x2
(0, 6)
+
(2,0)
Titik
(0,2)
+
(4,0)
Titik
Daerah penyelesaian di bawah
Daerah penyelesaian di bawah
garis
garis
Untuk mencari titik potong kedua fungsi kita gunakan eliminasi
21
30 x1 +10 x 2=60
60 x1 +20 x 2=120
10 x1 +20 x 2=40
10 x1 +20 x 2=40
50 x1=80
x 1=
80
50
x 2=
30 x1 +10 x 2=60
x2
6030 x 2
10
6030
8
5
8
5
10
6
5
Sehingga diperoleh titik potong antara kedua fungsi kendala pada titik
( 85 , 65 )
, dan grafiknya adalah:
22
Daerah Penyelesaiann
Selanjutnya kita tentukan nilai maksimumnya, dengan cara berikut:
a. Uji titik pojok
Daerah Penyelesaiann
23
Fungsi Tujuan :
Z =40 x 1+10 x 2
Nilai Z
Titik Pojok
A
B
Z =40 2+10 0=80
( 2, 0 )
( 85 , 65 )
8
6
Z =40 +10 =64 +12=76
5
5
( 0, 2 )
Z =40 0+10 2=20
( 0, 0 )
Z =40 0+10 0=0
Dari hasil uji titik pojok di atas, kita dapatkan bahwa jumlah undangan
maksimum adalah 80 orang, dengan membuat 2 resep kue pertama.
b. Garis selidik
Titik-titik untuk garis selidik:
Fungsi Tujuan :
Z =40 x 1+10 x 2
x1
x2
12
8
(10, 0) dan (0, 40)
80
3
2
40
(1, 0) dan (0, 4)
Nilai Z
120
Titik Koordinat
(2, 0) dan (0, 8)
Adapun grafiknya adalah sebagai berikut:
24
Dari tabel di atas, didapat titik maksimumnya adalah titik (2, 0), dan nilai
maksimumnya
40 2+ 10 0=80 . Sehingga jumlah maksimum undangan
adalah 80 orang dengan membuat 2 resep kue pertama.
2. Contoh aplikasi metode grafik pada persoalan minimum.
Seorang anak diharuskan mengkonsumsi dua jenis tablet setiap hari.
Tablet pertama mengandung 5 unit vitamin A dan 3 unit vitamin B,
sedangkan tablet kedua mengandung 10 unit vitamin A dan 1 unit vitamin B.
Dalam satu hari anak tersebut memerlukan 20 unit vitamin A dan 5 unit
vitamin B. Jika harga tablet pertama Rp. 400/butir dan tablet kedua Rp.
25
800/butir, maka pengeluaran minimum untuk pembelian tablet per hari
adalah . . . .
Jawab:
x 1 = Tablet jenis pertama
x 2 = Tablet jenis kedua
Kandungan
Tablet Pertama
Tablet Kedua
5 unit
3 unit
Rp. 400
10 unit
1 unit
Rp. 800
Vitamin A
Vitamin B
Harga per butir
Fungsi tujuan
Z =400 x 1+ 800 x 2
Fungsi kendala
5 x1 +10 x 2 20
Konsumsi
perhari
20 unit
5 unit
3 x1 + x 2 5
x1 0
x2 0
Penentuan titik potong fungsi kendala pada sumbu
5 x1 +10 x 2=20
x1
dan
x2
3 x1 + x 2=5
x1
x1
5
3
x2
x2
Titik
(0, 2)
(4,0)
Titik
(0,5)
( 53 , 0)
Daerah penyelesaian di atas
Daerah penyelesaian di atas
26
garis
garis
Untuk mencari titik potong kedua fungsi kita gunakan eliminasi
5 x1 +10 x 2=20
15 x1 +30 x 2=60
3 x1 + x 2=5
15 x1 +5 x 2=25
25 x2 =35
x 2=
35
25
x 2=
3 x1 + x 2=5
x1
7
5
5x 2
3
7
5
3
6
5
Sehingga diperoleh titik potong antara kedua fungsi kendala pada titik
( 65 , 75 )
, dan grafiknya adalah:
27
Daerah Penyelesaian
Selanjutnya kita tentukan nilai minimumnya, dengan cara berikut:
a. Uji titik pojok
C
Daerah Penyelesaian
28
Fungsi Tujuan :
Z =400 x 1+ 800 x 2
Nilai Z
Titik Pojok
A
B
C
Z =400 4+ 800 0=1600
( 4, 0 )
( 65 , 75 )
6
7
Z =400 +800 =480+1120=1600
5
5
Z =400 0+800 5=4000
( 0, 5 )
Dari hasil uji titik pojok di atas, kita dapatkan bahwa pengeluaran
minimum untuk membeli tablet perhari adalah Rp. 1.600,- dengan
membeli 4 butir tablet jenis pertama. Walaupun pada titik potong B juga
meraih hasil minimum, akan tetapi jumlah butirnya tidak utuh, sehingga
jika kita ingin membeli tablet tersebut, maka harus membeli 2 butir tablet
pertama dan 2 butir tablet kedua, dengan harga total:
400 2+ 800 2=800+1600=Rp . 2.400,
b. Garis selidik
Titik-titik untuk garis selidik:
Fungsi Tujuan :
Z =40 0 x 1+ 800 x 2
Nilai Z
x1
x2
2400
1600
6
4
3
2
800
Titik Koordinat
(6, 0) dan (0, 3)
(4, 0) dan (0, 2)
(2, 0) dan (0, 1)
Adapun grafiknya adalah sebagai berikut:
29
Daerah Penyelesaian
Dari garis selidik di atas, kita dapatkan dua titi minimum, yaitu titik
(4, 0) dan titik
( 65 , 75 )
. Akan tetapi, karena kita membutuhkan hasil
yang utuh (genap), maka tidak kita hanya akan menggunakan titik yang
utuh, yaitu titik (4, 0). Ini berarti, dengan membeli 4 butir tablet jenis
pertama, maka pengeluaran akan minimum, sebesar:
400 4+ 800 0=Rp .1.600,
30
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Metode grafik adalah salah satu metode yang dapat digunakan untuk
mencari penyelesaian dari masalah program linear. Meskipun sering digunakan
karena kemudahannya, metode ini hanya terbatas pada permasalahan dengan
dua variabel saja. Dalam menggunakan metode ini, sangat penting untuk
menggambar
grafik
dengan
tepat,
karena
ketepatan
gambar
sangat
mempengaruhi hasil yang akan diperoleh.
Dalam menggunakan metode grafik, terdapat dua cara yang dapat digunakan
untuk menentukan nilai optimum, yaitu cara uji titik pojok dan cara garis
selidik. Kedua cara ini akan memberikan hasil yang sama, dan dapat digunakan
untuk memecahkan berbagai permasalahan program linear dengan dua
variabel.
B. Saran
Penulis menyarankan kepada pembaca agar mempelajari lebih dalam
tentang metode grafik, serta agar menggunakan metode grafik ini untuk
menyelesaikan berbagai permasalahan program linear dengan dua variabel,
karena metode ini cukup mudah untuk diterapkan.
Penulis juga menerima berbagai kritik dan saran dari pembaca untuk
perbaikan diri penulis ke depannya.
31
DAFTAR PUSTAKA
Sukino. 2007. Matematika Jilid 3a untuk SMA Kelas XII Semseter 1. Jakarta:
Erlangga.
Supranto, J. 1983. Linear Programming. Jakarta: Lembaga Penerbit Fakultas
Ekonomi Indonesia.
Website:
[Link]
%[Link]./Modul%20OR%20-%20LINEAR
%[Link], diakses pada hari Rabu, 21 Mei 2014,
pukul 15:03.
[Link] diakses pada hari Rabu,
21 Mei 2014, pukul 15:04.
[Link]
diakses pada hari Rabu, 21 Mei 2014, pukul 15:03.
[Link]
diakses
pada hari Rabu, 21 Mei 2014, pukul 15:02.
[Link] diakses pada hari Rabu, 21
Mei 2014, pukul 15:15.
[Link] diakses pada hari Rabu, 21 Mei 2014, pukul 15:08.
[Link]
diakses pada hari Rabu, 21 Mei 2014, pukul 15:17.
[Link] diakses pada hari
Rabu, 21 Mei 2014, pukul 15:09.
32
[Link]
11b1cb, diakses pada hari Rabu, 21 Mei 2014, pukul 16:20.
[Link] diakses pada hari Rabu, 21 Mei 2014, pukul 15:27.
[Link] diakses pada hari Rabu, 21 Mei 2014, pukul 19:23.
33