0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
557 tayangan33 halaman

Metode Grafik dalam Program Linear

Teks tersebut membahas tentang metode grafik dalam menyelesaikan masalah program linear. Metode grafik dapat digunakan untuk menentukan nilai optimal dengan cara menguji titik pojok dan garis selidik. Teks tersebut juga menjelaskan tata cara pembuatan grafik dari suatu permasalahan program linear, termasuk menentukan daerah penyelesaian dan menemukan titik potong antar fungsi kendala.

Diunggah oleh

arkan wijdan
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
557 tayangan33 halaman

Metode Grafik dalam Program Linear

Teks tersebut membahas tentang metode grafik dalam menyelesaikan masalah program linear. Metode grafik dapat digunakan untuk menentukan nilai optimal dengan cara menguji titik pojok dan garis selidik. Teks tersebut juga menjelaskan tata cara pembuatan grafik dari suatu permasalahan program linear, termasuk menentukan daerah penyelesaian dan menemukan titik potong antar fungsi kendala.

Diunggah oleh

arkan wijdan
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar belakang
Program

linear

adalah

suatu

cara

matematis

yang

digunakan untuk menyelesaikan masalah yang berkaitan


dengan pengalokasian sumber daya yang terbatas untuk
mencapai

optimasi,

yaitu

memaksimumkan

atau

meminimumkan fungsi tujuan yang bergabung pada sejumlah


variabel input. Penerapan program linear banyak diterapkan
dalam masalah ekonomi, industri, sosial dan lain-lainnya,
misalnya

periklanan,

industri

manufaktur

(penggunaan

tenagakerja kapasitas produksi dan mesin), distribusi dan


pengangkutan, dan perbankan (portofolio investasi).
Program linear berkaitan dengan penjelasan suatu kasus
dalam dunia nyata sebagai model matematik yang terdiri dari
sebuah fungsi tujuan linear dengan beberapa kendala linear.
Pemrograman linear merupakan metode matematik dalam
mengalokasikan sumber daya yang terbatas untuk mencapai
suatu

tujuan

seperti

memaksimumkan

keuntungan

dan

meminimumkan biaya.
Pemrograman linear berkaitan dengan penjelasan suatu
kasus dalam dunia nyata sebagai suatu model matematik yang
terdiri dari sebuah fungsi tujuan linear dengan beberapa
kendala linear. Pemrograman linear meliputi perencanaan
aktivitas untuk mendapatkan hasil optimal, yaitu sebuah hasil
yang mencapai tujuan terbaik (menurut model matematika)
diantara semua kemungkinan alternatif yang ada.
Ada

banyak

metode

yang

dapat

digunakan

untuk

menyelesaikan permasalahan program linear, salah satunya


adalah metode grafik, yang cukup banyak digunakan. Oleh
1

karena itu kita akan membahas lebih dalam tentang metode


grafik ini.

B. Rumusan Masalah
1. Secara umum, apakah metode grafik itu dan bagaimana
penerapannya?
2. Bagaimana cara membuat grafik dari suatu permasalahan
program linear?
3. Bagaimana menyelesaikan permasalahan program linear
dengan menggunakan uji titik pojok?
4. Bagaimana menyelesaikan permasalahan program linear
dengan menggunakan garis selidik?
5. Bagaimana
pengaplikasian
metode

grafik

dalam

menyelesaikan masalah program linear dalam kehidupan


sehari-hari?

C. Tujuan
Makalah ini dibuat dengan tujuan untuk:
1. Mengenal metode grafik untuk menyelesaikan permasalahan program linear.
2. Mengetahui cara menggambar grafik dari permasalahan program linear.
3. Memahami metode uji titik pojok untuk mencari nilai optimal dari suatu
permasalahan program linear.
4. Memahami metode garis selidik untuk mencari nilai optimal dari suatu
permasalahan program linear.
5. Memahami
pengaplikasian
menyelesaikan

permasalahan

metode
program

grafik
linear

dalam
dalam

kehidupan sehari-hari.
6.

BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Metode Grafik
Metode grafik adalah salah satu metode yang dapat digunakan untuk
menyelesaikan permasalahan program linear, dan merupakan salah satu metode
yang sering digunakan, karena metode ini cukup mudah dan tidak memakan
terlalu banyak waktu. Akan tetapi, penggunaan metode grafik ini terbatas,
karena metode ini hanya dapat digunakan untuk menyelesaikan permasalahan
program

linear

dengan

dua

variabel.

Karena

untuk

menyelesaikan

permasalahan program linear dengan tiga variabel diperlukan grafik dalam


bentuk tiga dimensi, dan akan cukup rumit. Sedangkan untuk permasalahan
program linear dengan empat atau lebih variabel tidak dapat dibuat grafiknya.
Dalam metode grafik ini, penentuan titik optimum memiliki dua alternatif
cara, yaitu dengan uji titik pojok dan dengan garis selidik. Kedua cara tersebut
akan dibahas dalam materi ini.

B. Cara Pembuatan Grafik


Adapun tata cara pembuatan grafik adalah sebagai berikut:
1. Apabila soal yang ada berbentuk soal cerita, tentukanlah fungsi tujuan dan
fungsi kendalanya.
2. Gambarkanlah setiap fungsi kendala dengan mencari titik potong fungsi
tersebut dengan sumbu
sumbu

dan

x2

dan sumbu

x1

merupakan titik pada

merupakan titik pada sumbu Y ).

3. Untuk menentukan daerah penyelesaian, kita dapat menggunakan salah satu


cara berikut:
a. Dengan pengujian tanda.
1) Ambil sembarang titik yang ada di luar garis (untuk lebih
memudahkan, sebaiknya ambil titik (0, 0)).
2) Masukkan titik tersebut ke dalam pertidaksamaan

3) Jika

titik

tersebut

memenuhi

pertidaksamaan,

maka

daerah

penyelesaian adalah daerah di mana titik tersebut berada, dan


sebaliknya.
b. Dengan cara alternatif.
1) Lihat tanda di depan variabel

x2

(+ atau )

2) Lihat tanda pertidaksamaan, tanda berarti dan tanda


berarti +

3) Lakukan perkalian antara kedua tanda tersebut. Bila hasil perkalian


tanda adalah positif, maka daerah penyelesaian berada di atas garis,
dan sebaliknya.
4. Carilah titik potong setiap fungsi kendala yang ada dengan menggunakan
metode eliminasi atau substitusi.
5. Grafik telah selesai dan siap dicari titik optimumnya.
Adapun contoh cara pembuatan metode grafik adalah sebagai berikut:
1. Pembuatan metode grafik untuk maksimisasi.
Z =3 x 1 + x 2
Fungsi tujuan
:
Fungsi kendala

2 x1 + x2 4
x 1+6 x 2 12
x1 0
x2 0

Untuk fungsi kendala pertama:


2 x 1 + x 2=4
x1

x2

Sehingga didapat koordinat (0,4) dan (2,0). Selanjutnya tentukan daerah


penyelesaian:
a. Dengan pegujian tanda
5

Kita ambil titik (0, 0)


2 x 1 + x 2=2 0+ 0=0 <4
Karena hasil pengujian sesuai, maka daerah penyelesaian berada di
daerah tempat titik (0, 0) berada, yaitu di bawah garis.
b. Dengan cara alternatif
Tanda pada variabel

x2

:+
Tanda pertidaksamaan :
+

Karena hasil perkalian tanda negatif, maka daerah penyelesaian berada di


bawah garis.
Selanjutnya kita gambarkan grafiknya.

Untuk fungsi kendala kedua:


x 1+6 x 2=12
x1

12

x2

Sehingga didapat koordinat (0,2) dan (12,0). Selanjutnya tentukan daerah


penyelesaian:
a. Dengan pegujian tanda
Kita ambil titik (0, 0)
x 1+6 x 2=0+ 6 0=0<12
Karena hasil pengujian sesuai, maka daerah penyelesaian berada di
daerah tempat titik (0, 0) berada, yaitu di bawah garis.
b. Dengan cara alternatif
Tanda pada variabel

x2

:+
Tanda pertidaksamaan :
+

Karena hasil perkalian tanda negatif, maka daerah penyelesaian berada di


bawah garis.
Selanjutnya kita gambarkan grafiknya.

Selanjutnya, apabila kedua grafik di atas kita satukan, maka akan kita
dapatkan daerah penyelesaiannya:

Daerah Penyelesaian

Lalu kita cari titik potong dari kedua fungsi kendala di atas dengan
menggunakan metode eliminasi.
2 x 1 + x 2=4

2 x 1 + x 2=4

x 1+6 x 2=12

2 x 1 +12 x 2=24

11 x 2=20
x 2=

20
11

x 2=

2 x 1 + x 2=4

x1

20
11

4x 2
2

20
11
2

12
11

Sehingga diperoleh titik potong antara kedua fungsi kendala pada titik

( 1211 , 2011 )

, dan grafiknya adalah:

Daerah Penyelesaian

2. Pembuatan metode grafik untuk minimisasi.


Z =3 x 1 +5 x 2
Fungsi tujuan
:
Fungsi kendala

x 1+3 x 2 3
x 1+ x 2 2
x1 0
x2 0

Untuk fungsi kendala pertama:


x 1+3 x 2=3
x1

x2

Sehingga didapat koordinat (0,1) dan (3,0). Selanjutnya tentukan daerah


penyelesaian:
9

a. Dengan pegujian tanda


Kita ambil titik (0, 0)
x 1+3 x 2=0+ 3 0=0<3
Karena hasil pengujian tidak sesuai, maka daerah penyelesaian berada di
daerah selain tempat titik (0, 0) berada, yaitu di atas garis.

b. Dengan cara alternatif


Tanda pada variabel

x2

:+
Tanda pertidaksamaan : +
+

Karena hasil perkalian tanda positif, maka daerah penyelesaian berada di


atas garis.
Selanjutnya kita gambarkan grafiknya.

Untuk fungsi kendala kedua:


x 1+ x 2=2
x1

10

x2

Sehingga didapat koordinat (0,2) dan (2,0). Selanjutnya tentukan daerah


penyelesaian:
a. Dengan pegujian tanda
Kita ambil titik (0, 0)
x 1+ x 2=0+ 0=0<2
Karena hasil pengujian tidak sesuai, maka daerah penyelesaian berada di
daerah selain tempat titik (0, 0) berada, yaitu di atas garis.

b. Dengan cara alternatif


Tanda pada variabel

x2

:+
Tanda pertidaksamaan : +
+

Karena hasil perkalian tanda positif, maka daerah penyelesaian berada di


atas garis.
Selanjutnya kita gambarkan grafiknya.

11

Selanjutnya, apabila kedua grafik di atas kita satukan, maka akan kita
dapatkan daerah penyelesaiannya:

Daerah Penyelesaian

Lalu kita cari titik potong dari kedua fungsi kendala di atas dengan
menggunakan metode eliminasi.
x 1+3 x 2=3
x 1+ x 2=2

2 x 2=1
x 2=

x 1+ x 2=2

x1
2

1
2

2x 2
1
2

3
2

Sehingga diperoleh titik potong antara kedua fungsi kendala pada titik

( 32 , 12 )

, dan grafiknya adalah:

12

Daerah Penyelesaian

C. Menentukan Nilai Optimum dengan Uji Titik Pojok


Dalam menentukan nilai optimum, dapat dilakukan pengujian titik pojok
dengan cara memasukkan nilai-nilai titik pojok ke dalam fungsi tujuannya, dan
dicari nilai maksimum atau minimumnya.

1. Menentukan nilai maksimum dengan uji titik pojok


:

Z =3 x 1 + x 2

Fungsi kendala :

2 x1 + x2 4

Fungsi tujuan

x 1+6 x 2 12
x1 0
x2 0
Sebagaimana telah digambarkan sebelumnya, grafik dari permasalahan ini
adalah:

13

B
C
Daerah Penyelesaian

Masukkan titik pojok yang telah didapat ke dalam fungsi tujuan


Fungsi Tujuan :

Nilai Z

Titik Pojok
A

( 2, 0 )

Z =3 2+0=6

( 1211 , 2011 )

Z =3 x 1 + x 2

Z =3

12 20 36 20 56
+ = + = =5,09
11 11 11 11 11

( 0, 2 )

Z =3 0+2=2

( 0, 0 )

Z =3 0+0=0

Dari tabel di atas, didapat nilai maksimumnya 6, pada titik A

( 2, 0 ) .

2. Menentukan nilai minimum dengan uji titik pojok


Fungsi tujuan

Fungsi kendala :

Z =3 x 1 +5 x 2
x 1+3 x 2 3
x 1+ x 2 2
x1 0

14

x2 0
Sebagaimana telah digambarkan sebelumnya, grafik dari permasalahan ini
adalah:

C
Daerah Penyelesaian

Masukkan titik pojok yang telah didapat ke dalam fungsi tujuan


Fungsi Tujuan :

Nilai Z

Titik Pojok
A
B
C

( 3, 0 )

( 32 , 12 )
( 0, 2 )

Z =3 x 1 +5 x 2

Z =3 3+5 0=9

3
1 9 5 14
Z =3 +5 = + = =7
2
2 2 2 2
Z =3 0+5 2=10

Dari tabel di atas, didapat nilai minimumnya 7, pada titik B

( 32 , 12 )

15

D. Menentukan Nilai Optimum dengan Garis Selidik


Dalam menentukan nilai optimum dengan garis selidik, kita menggunakan
fungsi tujuan

Z =a x1 +bx 2

a x 1+ bx2 =k

. Garis selidik

, dan menjadikannya menjadi garis selidik


a x 1+ bx2 =k

merupakan suatu garis yang

berfungsi untuk menyelidiki dan menentukan sampai sejauh mana fungsi


tujuan Z

maksimum atau minimum. Aturan penggunaan garis selidik antara

lain:
1) Gambar garis

a x 1+ bx2 =ab

yang memotong sumbu

X1

di titik

( b , 0 ) dan memotong sumbu X 2 di titik ( 0, a ) .


2) Tarik garis-garis sejajar dengan

a x 1+ bx2 =ab

hingga nilai

maksimum atau minimum, dengan memperhatikan hal-hal berikut:


a x 1+ bx2 =k 1
a x 1+ bx2 =ab
a. Jika
sejajar dengan garis
dan berada di
paling atas atau berada di paling kanan pada daerah penyelesaian, maka
Z =k 1
b. Jika

merupakan nilai maksimumnya.

a x 1+ bx2 =k 2

sejajar dengan garis

a x 1+ bx2 =ab

dan berada di

paling bawah atau berada di paling kiri pada daerah penyelesaian, maka
Z =k 2

merupakan nilai minimumnya.

Contoh penyelesaian masalah program linear dengan garis selidik:


1. Menentukan nilai maksimum dengan garis selidik
Fungsi tujuan

Z =3 x 1 + x 2

Fungsi kendala

2 x1 + x2 4
x 1+6 x 2 12
x1 0

16

x2 0
Sebagaimana telah digambarkan sebelumnya, grafik dari permasalahan ini
adalah:

Daerah Penyelesaian

Tentukan titik-titik untuk garis selidik:


Fungsi Tujuan :
Nilai Z
3
6
9

Z =3 x 1 + x 2

x1

x2

Titik Koordinat

1
2
3

3
6
9

(1, 0) dan (0, 3)


(2, 0) dan (0, 6)
(3, 0) dan (0, 9)

Kemudian kita gambarkan garis selidik tersebut:

17

Dari tabel di atas, didapat titik maksimumnya adalah titik (2, 0), dan nilai
maksimumnya 3 2+0=6 .
2. Menentukan nilai minimum dengan garis selidik
Fungsi tujuan

Z =3 x 1 +5 x 2

Fungsi kendala

x 1+3 x 2 3
x 1+ x 2 2

18

x1 0
x2 0
Sebagaimana telah digambarkan sebelumnya, grafik dari permasalahan ini
adalah:

Daerah Penyelesaian

Tentukan titik-titik untuk garis selidik:


Fungsi Tujuan :
Nilai Z
15
7

Z =3 x 1 +5 x 2

x1

x2

Titik Koordinat

5
7
3

3
7
5

(5, 0) dan (0, 3)


7
7
, 0 dan 0 ,
3
5

( )

( )

( 12 , 0)
3
2

1
2

dan

3
10

(0 , 103 )
Kemudian kita gambarkan garis selidik tersebut:

19

Dari tabel di atas, didapat titik minimumnya adalah titik

maksimumnya

( 32 , 12 )

, dan nilai

3
1
3 +5 =7
.
2
2

E. Aplikasi Metode Grafik pada Permasalahan Program Linear


dalam Kehidupan Sehari-hari
1. Contoh aplikasi metode grafik pada persoalan maksimum.
Bu Ilyas akan mengadakan acara syukuran dan berencana membuat dua
macam kue. Kue pertama akan membutuhkan 30 ons tepung terigu dan 10
ons tepung beras, sedangkan kue kedua akan membutuhkan 10 ons tepung
terigu dan 20 ons tepung beras. Jumlah tepung terigu yang tersedia adalah
60 ons dan jumlah tepung beras yang tersedia adalah 40 ons. Jika tiap resep
kue pertama dapat memenuhi kuota untuk 40 orang dan tiap resep kue
kedua dapat memenuhi kuota untuk 10 orang, maka jumlah maksimum
orang yang dapat diundang oleh Bu Ilyas adalah:
Jawab:

20

x 1 = Kue jenis pertama


x 2 = Kue jenis kedua
Jenis Tepung
Terigu
Beras
Jumlah undangan

Kue I
30
10
40

Fungsi tujuan

Z =40 x 1+10 x 2

Fungsi kendala

30 x1 +10 x 2 60

Kue II
10
20
10

Tersedia
60
40

10 x1 +20 x 2 40
x1 0
x2 0

Penentuan titik potong fungsi kendala pada sumbu


30 x1 +10 x 2=60

x1

dan

x2

10 x1 +20 x 2=40

x1

x1

x2

x2

(0, 6)
+

(2,0)

Titik

(0,2)
+

(4,0)

Titik

Daerah penyelesaian di bawah

Daerah penyelesaian di bawah

garis

garis

Untuk mencari titik potong kedua fungsi kita gunakan eliminasi

21

30 x1 +10 x 2=60

60 x1 +20 x 2=120

10 x1 +20 x 2=40

10 x1 +20 x 2=40

50 x1=80
x 1=

80
50

x 2=

30 x1 +10 x 2=60

x2

6030 x 2
10

6030

8
5

8
5

10
6
5

Sehingga diperoleh titik potong antara kedua fungsi kendala pada titik

( 85 , 65 )

, dan grafiknya adalah:

22

Daerah Penyelesaiann

Selanjutnya kita tentukan nilai maksimumnya, dengan cara berikut:

a. Uji titik pojok

Daerah Penyelesaiann

23

Fungsi Tujuan :

Z =40 x 1+10 x 2
Nilai Z

Titik Pojok
A
B

Z =40 2+10 0=80

( 2, 0 )

( 85 , 65 )

8
6
Z =40 +10 =64 +12=76
5
5

( 0, 2 )

Z =40 0+10 2=20

( 0, 0 )

Z =40 0+10 0=0

Dari hasil uji titik pojok di atas, kita dapatkan bahwa jumlah undangan
maksimum adalah 80 orang, dengan membuat 2 resep kue pertama.

b. Garis selidik
Titik-titik untuk garis selidik:
Fungsi Tujuan :

Z =40 x 1+10 x 2

x1

x2
12
8

(10, 0) dan (0, 40)

80

3
2

40

(1, 0) dan (0, 4)

Nilai Z
120

Titik Koordinat
(2, 0) dan (0, 8)

Adapun grafiknya adalah sebagai berikut:

24

Dari tabel di atas, didapat titik maksimumnya adalah titik (2, 0), dan nilai
maksimumnya

40 2+ 10 0=80 . Sehingga jumlah maksimum undangan

adalah 80 orang dengan membuat 2 resep kue pertama.


2. Contoh aplikasi metode grafik pada persoalan minimum.
Seorang anak diharuskan mengkonsumsi dua jenis tablet setiap hari.
Tablet pertama mengandung 5 unit vitamin A dan 3 unit vitamin B,
sedangkan tablet kedua mengandung 10 unit vitamin A dan 1 unit vitamin B.
Dalam satu hari anak tersebut memerlukan 20 unit vitamin A dan 5 unit
vitamin B. Jika harga tablet pertama Rp. 400/butir dan tablet kedua Rp.
25

800/butir, maka pengeluaran minimum untuk pembelian tablet per hari


adalah . . . .
Jawab:
x 1 = Tablet jenis pertama
x 2 = Tablet jenis kedua

Kandungan

Tablet Pertama

Tablet Kedua

5 unit
3 unit
Rp. 400

10 unit
1 unit
Rp. 800

Vitamin A
Vitamin B
Harga per butir
Fungsi tujuan

Z =400 x 1+ 800 x 2

Fungsi kendala

5 x1 +10 x 2 20

Konsumsi
perhari
20 unit
5 unit

3 x1 + x 2 5
x1 0
x2 0

Penentuan titik potong fungsi kendala pada sumbu


5 x1 +10 x 2=20

x1

dan

x2

3 x1 + x 2=5

x1

x1

5
3

x2

x2

Titik

(0, 2)

(4,0)

Titik

(0,5)

( 53 , 0)

Daerah penyelesaian di atas

Daerah penyelesaian di atas


26

garis

garis

Untuk mencari titik potong kedua fungsi kita gunakan eliminasi


5 x1 +10 x 2=20

15 x1 +30 x 2=60

3 x1 + x 2=5

15 x1 +5 x 2=25

25 x2 =35
x 2=

35
25

x 2=

3 x1 + x 2=5

x1

7
5

5x 2
3

7
5

3
6
5

Sehingga diperoleh titik potong antara kedua fungsi kendala pada titik

( 65 , 75 )

, dan grafiknya adalah:

27

Daerah Penyelesaian

Selanjutnya kita tentukan nilai minimumnya, dengan cara berikut:


a. Uji titik pojok

C
Daerah Penyelesaian

28

Fungsi Tujuan :

Z =400 x 1+ 800 x 2
Nilai Z

Titik Pojok
A
B
C

Z =400 4+ 800 0=1600

( 4, 0 )

( 65 , 75 )

6
7
Z =400 +800 =480+1120=1600
5
5
Z =400 0+800 5=4000

( 0, 5 )

Dari hasil uji titik pojok di atas, kita dapatkan bahwa pengeluaran
minimum untuk membeli tablet perhari adalah Rp. 1.600,- dengan
membeli 4 butir tablet jenis pertama. Walaupun pada titik potong B juga
meraih hasil minimum, akan tetapi jumlah butirnya tidak utuh, sehingga
jika kita ingin membeli tablet tersebut, maka harus membeli 2 butir tablet
pertama dan 2 butir tablet kedua, dengan harga total:
400 2+ 800 2=800+1600=Rp . 2.400,

b. Garis selidik
Titik-titik untuk garis selidik:
Fungsi Tujuan :

Z =40 0 x 1+ 800 x 2

Nilai Z

x1

x2

2400
1600

6
4

3
2

800

Titik Koordinat
(6, 0) dan (0, 3)
(4, 0) dan (0, 2)
(2, 0) dan (0, 1)

Adapun grafiknya adalah sebagai berikut:

29

Daerah Penyelesaian

Dari garis selidik di atas, kita dapatkan dua titi minimum, yaitu titik

(4, 0) dan titik

( 65 , 75 )

. Akan tetapi, karena kita membutuhkan hasil

yang utuh (genap), maka tidak kita hanya akan menggunakan titik yang
utuh, yaitu titik (4, 0). Ini berarti, dengan membeli 4 butir tablet jenis
pertama, maka pengeluaran akan minimum, sebesar:
400 4+ 800 0=Rp .1.600,

30

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Metode grafik adalah salah satu metode yang dapat digunakan untuk
mencari penyelesaian dari masalah program linear. Meskipun sering digunakan
karena kemudahannya, metode ini hanya terbatas pada permasalahan dengan
dua variabel saja. Dalam menggunakan metode ini, sangat penting untuk
menggambar

grafik

dengan

tepat,

karena

ketepatan

gambar

sangat

mempengaruhi hasil yang akan diperoleh.


Dalam menggunakan metode grafik, terdapat dua cara yang dapat digunakan
untuk menentukan nilai optimum, yaitu cara uji titik pojok dan cara garis
selidik. Kedua cara ini akan memberikan hasil yang sama, dan dapat digunakan
untuk memecahkan berbagai permasalahan program linear dengan dua
variabel.

B. Saran
Penulis menyarankan kepada pembaca agar mempelajari lebih dalam
tentang metode grafik, serta agar menggunakan metode grafik ini untuk
menyelesaikan berbagai permasalahan program linear dengan dua variabel,
karena metode ini cukup mudah untuk diterapkan.
Penulis juga menerima berbagai kritik dan saran dari pembaca untuk
perbaikan diri penulis ke depannya.

31

DAFTAR PUSTAKA
Sukino. 2007. Matematika Jilid 3a untuk SMA Kelas XII Semseter 1. Jakarta:
Erlangga.
Supranto, J. 1983. Linear Programming. Jakarta: Lembaga Penerbit Fakultas
Ekonomi Indonesia.
Website:
[Link]
%[Link]./Modul%20OR%20-%20LINEAR
%[Link], diakses pada hari Rabu, 21 Mei 2014,
pukul 15:03.
[Link] diakses pada hari Rabu,
21 Mei 2014, pukul 15:04.
[Link]
diakses pada hari Rabu, 21 Mei 2014, pukul 15:03.
[Link]

diakses

pada hari Rabu, 21 Mei 2014, pukul 15:02.


[Link] diakses pada hari Rabu, 21
Mei 2014, pukul 15:15.
[Link] diakses pada hari Rabu, 21 Mei 2014, pukul 15:08.
[Link]
diakses pada hari Rabu, 21 Mei 2014, pukul 15:17.
[Link] diakses pada hari
Rabu, 21 Mei 2014, pukul 15:09.

32

[Link]
11b1cb, diakses pada hari Rabu, 21 Mei 2014, pukul 16:20.
[Link] diakses pada hari Rabu, 21 Mei 2014, pukul 15:27.
[Link] diakses pada hari Rabu, 21 Mei 2014, pukul 19:23.

33

Anda mungkin juga menyukai