1.
Jelaskan tentang reaksi elementer dan non elementer
Mekanisme Reaksi
Reaksi kimia tidak selalu berjalan pada satu langkah reaksi, pada kebanyakan kasus
dapat terjadi melalui sejumlah tahap. Untuk suatu hukum laju reaksi sederhana, sangat
mungkin terjadi dengan melibatkan sejumlah tahapan reaksi yang hanya berkaitan dengan
satu atau dua molekul saja. Tiap tahapan reaksi ini disebut dengan reaksi elementer.
Sederetan reaksi elementer yang berkaitan dengan suatu reaksi keseluruhan inilah yang
disebut dengan mekanisme reaksi.
Reaksi Elementer
Ditinjau dari molekularitas, yaitu jumlah molekul pereaksi dalam tahap sederhana,
maka tiap tahap mekanisme reaksi mungkin tergolong unimolekuler, bimolekuler dan
termolekuler tergantung pada apakah satu, dua, atau tiga molekul yang terlibat sebagai
pereaksi.
Untuk reaksi elementer, molekuleritas (uni-,bi-, tri-) sama dengan order reaksi (satu,
dua atau tiga), tetapi tidak sama artinya dalam hukum laju keseluruhan.
Reaksi bimolekuler : H + Br2
HBr + Br
Artinya satu atom H tertentu akan menyerang molekul Br2 tertentu, menghasilkan molekul
HBr dan Br.
Pada reaksi unimolekuler : Molekul tunggal saling bertumbukan menjadi susunan molekul
baru. Contoh : isomerisasi siklopropana menjadi propena
Reaksi Elementer adalah reaksi yang koeffisien persamaan reaksinyamerupakan bilangan
bulat dan sederhana. Pada reaksi ini biasanya orde reaksimerupakan jumlah dari pangkat
konsentrasinya, yang merupakan bilangankoeffisien persamaan [Link] :A + B
Reaksi Elementer adalah reaksi pemecahan paling sederhana dan hasil
dari reaksi ini tidak memiliki produk sampingan. Kebanyakan reaksi yang berhasil
ditemukan saat ini adalah pengembangan dari reaksi elementer yang munculnya
secara secara paralel atau berurutan. Sebuah reaksi elementer biasanya hanya
terdiri dari beberapa molekul, biasanya hanya satu atau dua, karena
kemungkinannya kecil untuk banyak molekul bergabung bersama.
Contoh : A + B -> R, maka rR = k CACB
Reaksi elementer adalah reaksi pemecahan paling sederhana dan hasil dari reaksi ini tidak
memiliki produk [Link] reaksi yang berhasil ditemukan saat ini adalah
pengembangan dari reaksi elementer yang munculnya secara secara paralel atau berurutan.
Sebuah reaksi elementer biasanya hanya terdiri dari beberapa molekul, biasanya hanya satu
atau dua, karena kemungkinannya kecil untuk banyak molekul bergabung bersama.
Isomerisasi azobenzena yang diinduksi oleh cahaya (h) atau panas ()
Reaksi paling penting dalam reaksi elementer adalah reaksi unimolekuler dan bimolekuler.
Reaksi unimolekuler hanya terdiri dari satu molekul yang terbentuk dari transformasi atau
diasosiasi satu atau beberapa molekul lain. Beberapa reaksi ini membutuhkan energi dari
cahaya atau panas. Sebuah contoh dari reaksi unimolekuler adalah isomerisasi cistrans, di
mana sebuah senyawa bentuk cis akan berubah menjadi bentuk trans.[
Dalam reaksi disosiasi, ikatan di dalam sebuah molekul akan terpecah menjadi 2 fragmen
molekul. Pemecahan ini dapat berupa homolitik ataupun heterolitik. Dalam pemecahan
homolitik, ikatan akan terpecah sehingga setiap produknya tetap mempunyai satu elektron
sehingga menjadi radikal netral. Dalam pemecahan heterolitik, kedua elektron dari ikatan
kimia akan tersisa pada salah satu produknya, sehingga akan menghasilkan ion yang
bermuatan. Reaksi disosiasi memegang peranan penting dalam reaksi berantai, seperti
contohnya hidrogen-oksigen atau reaksi polimerisasi.
AB
A+ B
Disoasi dari molekul AB menjadi fragmen A dan B
Pada reaksi bimolekular, 2 molekul akan bertabreakan dan saling bereaksi. Hasil reaksinya
dinamakan sintesis kimia atau reaksi adisi.
A+B
AB
Kemungkinan reaksi yang lain adalah sebagian dari sebuah molekul berpindah ke molekul
lainnya. Reaksi tipe seperti ini, contohnya adalah reaksi redoks dan reaksi asam-basa. Pada
reaksi redoks partikel yang berpindah adalah elektron, sedangkan pada reaksi asam-basa yang
berpindah adalah proton. Reaksi seperti ini juga disebut dengan reaksi metatesis.
HA + B
A + HB
contohnya
NaCl(aq) + AgNO3(aq) NaNO3(aq) + AgCl(s)
Reaksi Non Elementer
Reaksi non elementer adalah reaksi yang koeffisien persamaan reaksinyabukan merupakan
bilangan bulat dan sederhana. Laju reaksi tidak dipengaruhi oleh stoichiometry
reaksi. Dan penentuan oerde reaksihanya bisa didasarkan pada suatu penelitian
Contoh :
A + B -> R, maka rR = k CACB
N2 + 3H2 -> 2NH3, maka rNH3 =( k [N2][H2]3/2/[NH3]2) (k2 [NH3]/
[H2]3/2)