BAB 7
POLIMER
Dalam bab ini akan dibicarakan tentang polimer dan
kegunannnya dalam kehidupan sehari-hari. Adapun
tujuan mempelajari bab ini adalah :
Sumber : [Link]
Mengidentifikasi polimer alam dan polimer
sintetis.
Menjelaskan sifat fisik dan sifat kimia polimer
Menuliskan reaksi pembentukan polimer
Mendeskripsikan kegunaan polimer dan mewaspadai dampaknya terhadap
lingkungan.
Keterkaitan antar konsep yang ada pada bab ini dapat digambarkan dengan
peta konsep sebagai berikut :
POLIMER
merupakan penggabungan
jenis
terbentuk melalui
monomer
Polimerisasi
adisi
termoplastik
menghasilkan
Polimerisasi
kondensasi
menghasilkan
polimer sintetik
contoh
polietilen
contoh
karet
polimer
alam
polimer
sintetis
homopolimer
contoh
protein
contoh
PVC
termosetting
contoh
contoh
karbohidrat
kopolimer
bakelit
Dewasa ini banyak barang-barang yang digunakan manusia terbuat dari
plastik, seperti pipa PVC, tas plastik, gelas plastik, piring plastik, dan lain sebagainya.
Coba kamu lihat di sekelilingmu dan sebutkan 10 barang yang terbuat dari plastik !
Sebenarnya, plastik merupakan hasil dari proses polimerisasi, yaitu proses
penggabungan beberapa molekul sederhana menjadi molekul besar. Hasil dari proses
polimerisasi tidak hanya terdapat pada barang-barang yang terbuat dari plastik, akan
tetapi juga karet, serat, nilon, protein, karbohidrat, dan asam nukleat.
Gambar 7.1. Beberapa contoh hasil polimerisasi : pipa PVC, nilon, dan serat
dakron
Senyawa hasil proses polimerisasi disebut polimer atau makromolekul, yaitu
molekul yang terbentuk dari penggabungan molekul-molekul sederhana (monomer)
menjadi bentuk rantai yang panjang.
Contoh :
H2C
CH2
polimerisasi
monomer
H2C
CH2
CH2
CH2
CH2
CH2
polimer
Beberapa jenis plastik yang merupakan polimer dapat dilihat pada tabel
berikut ini :
Tabel 7.1. Beberapa jenis plastik sebagai polimer dan monomer penyusunnya.
Jenis plastik
Polietena (polietilena) / P.E
Polipropena (polipropilena)
Poli vinil klorida (PVC)
Poli tetra fluoro etena (teflon)
Monomer Penyusun
etena (etilena)
propena (propilena)
kloroetena (vinilklorida)
tetrafluoroetena
Rumus monomer
CH2 = CH2
CH2 = CH CH3
CH2 = CH Cl
CF2 = CF2
A. REAKSI PEMBENTUKAN POLIMER
Ada dua jenis reaksi pembentukan polimer (polimerisasi), yaitu :
1. Polimerisasi Adisi
Polimerisasi adisi merupakan polimerisasi yang terjadi melalui penggabungan
monomer-monomer yang memiliki ikatan rangkap secara adisi membentuk molekul
baru sehingga ikatan rangkapnya menjadi jenuh. Pada polimerisasi adisi tidak ada
molekul yang hilang. Polimerisasi dapat berlangsung dengan bantuan zat pengaktif
atau biasa disebut inisiator (katalisator). Beberapa contoh polimerisasi adisi yang
menghasilkan polimer yang berguna bagi kehidupan antara lain :
a. Polimer Poliisoprena
Polimerisasi isoprena secara alami pada pohon karet yang menghasilkan
poliisoprena (karet alami). Pada polimerisasi ini sebagai monomer adalah isoprena,
sehingga polimer yang dihasilkan berupa poliisoprena.
n HC
2
CH
CH2
CH3
isoprena
(2-metil, 1,3-butadiena)
CH2
CH
CH2
CH2
CH3
CH
CH2
CH3
poliisoprena
2. Polimer Polietena
Reaksi polimerisasi etena menjadi polietena terjadi melalui polimerisasi adisi,
dimana monomer etena yang memiliki ikatan rangkap berubah menjadi satuan ulang
(monomer yang siap untuk membentuk rantai polimer) dan akhirnya terbentuk
polimer polietena.
n H2C
etena
CH2
H2C
CH2
CH2
CH2
polietena
CH2
CH2
2. Polimerisasi Kondensasi
Berbeda dengan polimerisasi adisi, polimerisasi kondensasi terjadi ketika
suatu monomer bergabung dengan monomer lain membentuk molekul besar sambil
melepaskan molekul-molekul sederhana, misalnya H2O atau NH3. Polimerisai
kondensasi terjadi pada monomer yang memiliki gugus fungsional. Beberapa contoh
polimerisasi kondensasi yang menghasilkan polimer yang berguna bagi kehidupan
antara lain :
a. Polimer Nilon 66
Polimer ini merupakan penggabungan antara monomer asam adipat dengan
heksametilendiamina sambil melepaskan molekul air.
O
n HO
O
(CH2)4
H
OH
+ n
(CH2)6
heksametilendiamina
asam adipat
O
(CH2)4
H
(CH2)6
)n
+ n H2O
nilon 66
b. Dakron (Poliester)
Reaksi pembentukan dakron terjadi dari penggabungan antara monomer asam
tereftalat dan etadiol dengan melepaskan molekul air. Reaksi ini merupakan reaksi
esterifikasi sehingga dakron disebut sebagai poliester.
n HO
asam tereftalat
OH
n HOCH2
glikol
CH2OH
OCH2
CH2O
)n
+ n H2O
dakron
PENGALAMAN BELAJAR
Untuk menguji pemahamanmu tentang reaksi pembentukan isomer,
coba tentukan monomer dari isomer berikut :
a.
CH3
CH2
CH3
CH2
COOCH3
b.
CH2
CH3
CH2
COOCH3
CH
Cl
CH2
C
COOCH3
CH
CH2
Cl
CH
Cl
B. PENGGOLONGAN POLIMER
Polimer dapat digolongkan berdasarkan berbagai hal, seperti asalnya, jenis
monomer, dan sifatnya terhadap panas. Adapun penjelasan masing-masing golongan
adalah :
1. Berdasarkan asalnya
Berdasarkan asalnya polimer dapat dikelompokkan sebagai berikut :
a. Polimer Alam
Polimer alam merupakan polimer yang terbentuk secara alami dalam tubuh
makhluk hidup.
Contoh : protein, karet alam, selulosa, pati, dan glikogen.
Gambar 7. 2. Contoh polimer alam, protein dalam telur
b.
Polimer Buatan (Sintetis)
Kebalikan dari polimer alam, polimer buatan merupakan polimer yang tidak
terdapat di alam, tetapi disintesis dari monomer-monomernya dalam reaktor.
Contoh : karet buatan, nilon, teflon, plastik, PVC, dan lain sebagainya.
Gambar 7. 3. Teflon sebagai contoh polimer sintesis
2. Berdasarkan Jenis Monomernya
Berdasarkan jenis monomernya, polimer dapat dibedakan menjadi :
a.
Homopolimer
Polimer yang tersusun dari monomer-monomer yang sejenis. Sebagai contoh,
polietilena, PVC, polistirena, Teflon, amilum, selulosa.
b.
Kopolimer
Polimer yang tersusun dari monomer-monomer yang berlainan jenis. Sebagai
contoh, dakron dan nilon 66.
3. Berdasarkan Sifatnya Terhadap Panas
Berdasarkan sifat terhadap pemanasan dan pengaruh ada tidaknya ikatan
silang antar rantai polimer, polimer dibedakan atas :
a.
Termoplastik
Termoplastik merupakan polimer yang tidak memiliki ikatan silang, akibatnya
ia dapat dipanaskan berulang-ulang. Pada pemanasan termoplastik meleleh, tetapi
mengeras kembali ketika didinginkan. Apabila pecah, polimer dapat disambungkan
kembali dengan cara dipanaskan atau dicetak ulang dengan cara dipanaskan.
Contoh : polietilena, polipropilena, polistirena dan PVC.
Gambar 7.4. Botol dari polietena yang dapat rusak karena panas
b.
Termosetting
Termosetting merupakan polimer yang memiliki ikatan silang, artinya hanya
dapat dipanaskan sekali saja, yaitu pada saat pembuatannya, selanjutnya bila pecah
tidak dapat disambungkan lagi dengan pemanasan.
Contoh : bakelit, melamin, dan uretan.
C. SIFAT FISIK POLIMER
Sifat fisik polimer ditentukan oleh beberapa faktor berikut :
1.
Panjang rata-rata rantai polimer. Kekuatan dan titik leleh polimer naik
dengan bertambah panjangnya rantai polimer.
2.
Daya antar molekul. Jika gaya antar molekul pada rantai polimer besar,
polimer menjadi kuat dan sukar meleleh.
3.
Percabangan. Rantai polimer yang bercabang banyak, daya tegangnya
rendah dan lebih mudah meleleh.
4.
Ikatan silang antar rantai polimer. Adanya ikatan silang menyebabkan
terjadinya jaringan yang kaku dan membentuk bahan yang keras. Semakin banyak
ikatan silang semakin kaku polimer dan mudah patah.
5.
Sifat kristalinitas rantai polimer. Polimer yang mempunyai struktur tidak
teratur memiliki kristalinitas yang rendah dan bersifat amorf, sedangkan polimer
dengan struktur teratur memiliki kristalitas tinggi, sehingga lebih kuat dan lebih
tahan terhadap bahan-bahan kimia.
Karet Alami
Teflon
Karet Sintetis
PVC
POLIMER
Bakelit
Polietilena
Polipropilena
Melamin
Nilon
Polistirena
Gambar 7.5. Bagan Kegunaan Polimer
D. BERBAGAI MACAM POLIMER DAN KEGUNAANNYA
Dalam kehidupan kita sehari-hari tidak pernah terlepas dari benda atau barang
yang termasuk polimer, bahkan mungkin kita tidak dapat menghitung jumlahnya.
Tidak percaya ?! Coba simak baik-baik contoh-contoh polimer berikut ini dan kegunaannya, pasti kamu langsung percaya.
1.
Karet Alami
Karet alam merupakan polimer dari isoprena. Karet disadap dari pohon karet
menghasilkan getah karet (lateks) yang dikoagulasi oleh asam format menghasilkan
karet.
Gambar 7.6. Penyadapan getah karet
Proses polimerisasi alami dari isoprena menghasilkan poliisoprena dapat
dilihat pada pembahasan tentang pembuatan polimer secara adisi.
2. Karet Sintetis
Karet sintesis dibuat dari kopolimerisasi butadiena (75%) dan stirena (25%).
Penggunaan utama karet sintesis adalah untuk ban kendaraan bermotor.
Gambar 7.7. Ban Mobil Terbuat dari Karet Sintesis
Reaksi kopolimerisasi dari butadiena dan sirena dapat dilihan sebagai berikut :
n
H2C
CH
CH
CH2
CH
CH2
1,3 butadiena
stirena
CH2
CH
CH
CH2
CH
CH2
)n
butadiena sirena
3. Polietilena
Jenis ini bersifat kuat dan liat, merupakan isolator yang baik pada suhu tinggi
maupun rendah. Bahan dasarnya adalah etilena. Ada tiga macam polietilena, yaitu
high density polyethylene (HDPE), low density polyethylene (LDPE), dan linear low
density polyethylene (LLDPE). HDPE atau polietilena rapat tinggi merupakan plastik
yang berbau nyaman, kaku, kuat pada pengaruh panas, dan tampak seperti berkristal.
Jenis ini digunakan untuk tutup botol, boneka, kaleng susu, dan teko air. Sebaliknya
LDPE atau polietilena rapat rendah, merupakan plastik yang lunak seperti lilin,
mudah meleleh, mudah melentur dan molor. Jenis LDPE digunakan untuk tas plastik,
plastik-plastik tipis, plastik pembungkus kabel, botol pencet, dan lain-lain. LLDPE
atau polietilene rapat rendah rantai lurus digunakan untuk pembuatan film.
Gb. 7.8. Botol Jenis HDPE
4. Polipropilena
Polipropilena hampir sama dengan polietena, tetapi lebih kuat dan lebih tahan
panas daripada polietena. Polimer ini tersusun dari monomoer propilena.
Polipropilena digunakan sebagai tali, botol, karung, dan sebagainya.
Gambar 7.9. Botol terbuat dari polipropilena
5. Polistirena
Polistirena merupakan plastik yang ringan, transparan, mudah diberi warna,
tahan terhadap air dan bahan kimia. Polimer ini digunakan untuk membuat styrofoam,
kemasan makanan, alat rumah tangga, gelas minuman ringan, dan sebagainya.
Polimer ini terbentuk dari monomer stirena.
CH
CH2
stirena
Gambar 7.10. Gelas dan pengemas makanan yang terbuat dari polistirena
SSSTTT ... INI RAHASIA LHO !!!
Agar lebih lentur dan awet, pada styrofoam ditambahkan zat plastizer,
seperti dioktiplatat (DOP) dan butil hidroksi toluena (BHT). Ternyata zat ini
dapat memicu timbulnya kanker dan menurunkan daya pikir anak. Hal ini
disebabkan bila digunakan untuk mengemas makanan bersuhu tinggi kandungan
kimianya dapat terurai dan terakumulasi dalam tubuh. Jika masuk dalam tubuh
melebihi batas ambang dapat menyebabkan gangguan saraf, seperti kelelahan,
nervous, sulit tidur, anemia, dan kesuburan menurun. Di negara maju, seperti
Jepang dan negara Eropa pengemas styrofoam sudah dilarang.
6. Teflon
Politetrafluoro etilena atau yang lebih kita kenal dengan nama teflon memiliki
monomer tetrafluoro etilena. Karena ikatan C - F sangat kuat, tidak reaktif dan tahan
terhadap panas, maka teflon banyak dipakai sebagai bahan pelapis panci tahan panas
dan pelapis tangki di pabrik kimia.
tetrafluoro etilena
Gambar 7.11. Panci Teflon
7. Polivinil Klorida (PVC)
Polivinil klorida atau PVC merupakan salah satu polimer termoplastik yang
terbentuk dari monomer vinil klorida. PVC merupakan jenis plastik yang keras,
jernih, transparan, tidak mudah pecah, ringan, dan dapat diberi warna. Biasanya
digunakan untuk pipa saluran air atau peralatan rumah tangga seperti ember & kursi,
botol, tirai, pelapis kayu atau barang dari kayu agar awet dan mengkilat, dan pada
pengolahan benda-benda dari kulit.
CH2
CH
Cl
CH2
CH
CH2
CH
Cl
Cl
Polivinil klorida
Gambar 7.12. Pipa saluran air dari PVC
8. Bakelit
Fenolformaldehida atau bakelit termasuk jenis termosetting, dengan monomer
fenol dan formaldehida dan bereaksinya kedua monomer ini menghasilkan orto dan
para hidroksimetil fenol.
OH
OH
CH2OH
fenol
OH
formaldehida
orto-hidroksi metil fenol
CH2OH
para-hidroksi metil fenol
Jika molekul-molekul tersebut dipanaskan maka akan terbentuk polimer fenol
formaldehida atau bakelit. Bakelit banyak digunakan sebagai plastik peralatan listrik.
Gambar 7. 13. Penggunaan bakelit sebagai peralatan listrik
9.
Melamin
Melamin termasuk plastik termosetting dengan monomer melamin dan
formaldehida.
NH2
C
N
H
H2N
NH2
formaldehida
melamin
Melamin merupakan plastik yang kuat, tahan terhadap panas dan bahan kimia.
Melamin dipakai untuk membuat alat-alat rumah tangga seperti piring, sendok,
mangkuk dan asbak. Disamping itu melamin juga dipakai untuk membuat alat-alat
listrik.
Gambar 7. 14. Penggunaan melamin sebagai cangkir
10. Nilon
Nilon merupakan senyawa sintesis poliamida. Terbentuknya ikatan amida ini
didasarkan pada reaksi polimerisasi kondensasi dari monomer-monomernya. Jumlah
atom karbon pada monomernya menentukan nama dan jenis nilon. Misalnya nilon 66
artinya nilon ini terbentuk dari monomer yang mempunyai 6 atom karbon. Nilon
merupakan polimer yang kuat dan ringan, dapat ditarik tanpa retak. Nilon digunakan
sebagai jala, parasut, tali, jas hujan dan tenda.
Gambar 7. 15. Penggunaan nilon sebagai parasut
JENIUSKAH AKU ?
Aku sangat terkenal, tempat bermainku di toko-toko yang besar, seperti
pasar swalayan, mall, dan supermarket besar lainnya. Banyak orangtua senang
pada diriku, karena biarpun aku dibanting anaknya yang masih kecil, aku tidak
marah dan berteriak seperti barang pecah. Tubuhku tersusun atas diriku
sendiri dan sahabatku tercinta yang akhir-akhir ini terkenal di TV akibat ia
pergi bersama Mr mie dan Miss bakso. Aku memang suka bersolek, sehingga semua warna baju aku punya. Siapakah aku ini ???!!!
(Nyanyikan seperti lagu SMS oleh Nita Amelia)
Bang polimer apakah ini bang
Kok rumusnya pakai sama dengan
Bang apa itu satuan ulang
Kok ikatan rangkap harus hilang
Bang melamin apa teflon ya bang
Kok warnanya bisa macam-macam
Bang kalau marah jangan dibuang
Karna itu harganya ya mahal
Kalau polimer saja
Aku memang ya bisa
Tapi kalau sifatnya
Susah ku menghafalnya
Polimer isoprena
Polimer etilena
Polimer stirena
Polivinil Klorida
Kalau tentang rumusnya
Aku memang jagonya
KAMU TAHU NGGAK SIH ?
Tahukah kamu bahwa setiap jenis plastik yang digunakan untuk pembungkus makanan, seperti bakso panas, mie ayam, gorengan, dan lain-lain berbahaya bagi tubuh kita ? Tingkat bahaya plastik berbeda, tergantung bahan
kimia penyusunnya, jenis makanan yang dibungkus, lama kontak, dan suhu
makanan saat disimpan.
Tingginya suhu makanan yang dibungkus dapat menyebabkan adanya
bahan kimia penyusun plastik yang dapat larut yang ditandai dengan melemasnya plastik tersebut. Sayur bersantan, susu, dan buah-buahan yang mengandung asam organik sebaiknya tidak dibungkus dalam keadaan panas, kalau
terpaksa jangan digunakan terlalu lama.
Jenis plastik yang relatif aman adalah polietilena dan polipropilena, sedangkan jenis plastik yang lain relatif mudah menghasilkan senyawa dioksin
yang beracun, jika digunakan untuk membungkus bahan yang panas. Dioksin
bersifat larut dalam lemak dan akan terakumulasi dalam tubuh yang dapat
menyebabkan timbulnya kanker.
Polimer atau makromolekul, yaitu molekul yang terbentuk dari
penggabungan molekul-molekul sederhana (monomer) menjadi bentuk rantai
yang panjang. Polimer dihasilkan dari reaksi polimerisasi monomer-monomenya.
Ada dua jenis reaksi polimerisasi, yaitu polimerisasi adisi dan polimerisasi
kondensasi. Polimerisasi adisi yaitu bergabungnya monomer-monomer yang
memiliki ikatan rangkap secara adisi membentuk molekul baru sehingga ikatan
rangkapnya menjadi jenuh. Sedangkan polimerisasi kondensasi adalah
bergabungnya monomer-monomer membentuk molekul besar sambil melepaskan
molekul-molekul sederhana, misalnya H2O atau NH3.
Berdasarkan asalnya polimer dibedakan atas polimer alam dan polimer
sintetis. Berdasarkan jenis monomernya dibedakan atas homopolimer dan
kopolimer. Berdasarkan sifatnya terhadap panas dibedakan atas termosetting dan
termoplastik.
Polimer banyak sekali digunakan dalam kehidupan, seperti pembuatan karet
sintetis, nilon, melamin, bakelit, PVC, teflon dan sebagainya.
KATA KUNCI
Polimer
Monomer
Reaksi polimerisasi
Polimerisasi adisi
Polimerisasi
kondensasi
Poliester
Polimer alam
Polimer sintetis
Homopolimer
Kopolimer
Termosetting
Termoplasting
Polietilena
Polistirena
Teflon
bakelit
Nilon
Melamin
JAWABLAH DENGAN SINGKAT DAN JELAS !
1. Apakah yang dimaksud dengan polimer dan polimerisasi ?
2. Apakah yang dimaksud dengan polimer kondensasi dan polimer adisi, serta
berikan contohnya !
3. Rumus empiris dari polimer adisi sama dengan rumus empiris monomernya.
Jelaskan mengapa pernyataan tersebut tidak berlaku pada polimerisasi
kondensasi ? Jelaskan !
CH3
CH3
CH3
CH2
CH2
CO2CH3
4.
CH2
CO2CH3
C
CO2CH3
Dari reaksi polimerisasi tersebut tentukan monomernya dan termasuk dalam
polimerisasi adisi atau kondensasi, jelaskan !
5. Tuliskan polimer yang terjadi dari monomer berikut :
n H2C
CH
CN
a.
b.
H2C
CHCl
dan
CH2
CH
CH
CH2
6. Tetoron merupakan polimer yang digunakan sebagai bahan pakaian atau
tekstil. Tetoteron dihasilkan dari reaksi antara asam paraftat dengan 1,2etanadiol. Tuliskan reaksi polimerisasi tetoteron tersebut !
7. Suatu polimer A digunakan sebagai bahan peralatan listrik. Polimer tersebut
dibuat dengan cara kondensasi antara fenol dengan formaldehida. Polimer ini
termasuk polimer thermosetting. Polimer A adalah.
8. Sebutkan kegunaan dari nilon dan PVC !
9. Kelompokkan polimer di bawah ini ke dalam polimer alam dan polimer sintetis
!
Karet sintetis, karet alam, plastik, nilon, protein, PVC, selulosa, pati, glikogen,
dan polistirena
10. Sebutkan dampak negatife penggunaan polimer dan sebutkan cara
mengatasinya !
PILIHLAH SATU JAWABAN YANG TEPAT !
1. Senyawa di bawah ini yang merupakan polimer sintetis adalah..
A. protein
B. pati
C. glikogen
D. selulosa
E. PVC
2. Monomer yang menyusun karet alam adalah.
A. vinil klorida
D. propilena
B. 1,3-butadiena
E. isoprena
C. etena
3. Berikut ini yang merupakan reaksi polimerisasi adisi adalah pembentukan
A. teflon
B. selulosa
C. tetoron
D. protein
E. glukosa
4. Zat dengan rumus NH2(CH2)6NH2 dipakai untuk membuat
A. poliester
B. melamin
C. styrofoam
D. nilon
E. karet sintetis
5. Perhatikan tabel di bawah ini :
No
1
2
3
4
5
Monomer
Vinil kloroda
Kloro etana
Asam
aminokarboksilat
Etuna
2-metil-1,3-butadiena
Polimer
PVC
Teflon
Protein
Pembentukan
Kondensasi
Adisi
Kondensasi
Polietilena
Karet alam
Adisi
Adisi
Berdasarkan data di atas pasangan yang tepat dari komponen tersebut di
atas ditunjukkkan oleh nomor .
A. 1 dan 2
B. 2 dan 3
C. 3 dan 5
D. 4 dan 5
E. 3 dan 4
6. Pasangan polimer di bawah ini yang merupakan polimer adisi dan kondensasi
adalah
A. polipropilena dan Teflon
D. nilon dan bakelit
B. teflon dan bakelit
E. polipropilena dan polistirena
C. teflon dan PVC
7. Contok plastik termosetting adalah..
A. bakelit
D. teflon
B. poliisoprena
C. polipropilena
E. PVC
8. Plastik berikut yang tahan panas, anti lengket, dan tahan bahan kimia
adalah
A. bakelit
B. polistirena
C. teflon
D. polipropilena
E. PVC
9. Polimer berikut yang digunakan untuk perkakas makanan adalah
A. Bakelit
B. PVC
C. teflon
D. melamin E. polietilena
10. Jenis plastik yang memiliki rapat tingggi, sangat kuat terhadap panas, kaku
dan tampak seperti berkristal adalah plastik jenis..
A. PVC
B. HDPE
C. LDPE
D.
LLDPE
[Link]
BAGIAN 1 : SOAL ESAI
1. Polimer yaitu molekul yang terbentuk dari penggabungan molekul-molekul
sederhana (monomer) menjadi bentuk rantai yang panjang sedangkan
polimerisasi adalah proses penggabungan beberapa molekul sederhana
menjadi molekul besar
2. Jenis-jenis reaksi pembentukan polimer yaitu :
a. Polimerisasi Adisi
Yaitu bergabungnya monomer-monomer yang memiliki ikatan rangkap
secara adisi membentuk molekul baru sehingga ikatan rangkapnya
menjadi jenuh.
Contoh :
Reaksi polimerisasi etena menjadi polietena
Monomer
: etena
Polimer
: polietena
n H2C
etena
CH2
H2C
CH2
CH2
CH2
CH2
CH2
polietena
b. Polimerisasi Kondensasi
Yaitu
bergabungnya monomer-monomer membentuk molekul besar
sambil melepaskan molekul-molekul sederhana, misalnya H2O atau NH3.
Contoh :
Polimerisasi
antara
asam
adipat
dengan
heksametilendiamina
menghasilkan nilon 66.
Monomer
: asam adipat dan heksametilendiamina
Polimer
: nilon 66
Molekul yang dilepas
: air
n HO
O
(CH2)4
OH
+ n
O
C
(CH2)6
heksametilendiamina
asam adipat
(
(CH2)4
H
(CH2)6
)n
+ n H2O
nilon 66
3. Pada polimer adisi, polimer dibentuk melalui reaksi adisi pada ikatan rangkap
monomer-monomernya, sehingga banyaknya atom yang terikat tidak
berkurang. Sedangkan pada polimer kondensasi terjadi pelepasan molekul
sederhana, sehingga rumus empiris polimer tidak sama dengan rumus
empiris monomer.
CH3
H2 C
C
CO2CH3
4. Monomer :
jenis reaksi adisi
CN
CH2
5. a.
CH
CN
CH
CH2
CHCl
CH
CH2
2
b.
6. Reaksi polimerisasi tetoron adalah :
HO
asam paraftalat
OH
CH
CH
+ n HO
CH2
CH2
CH2
OH
1,2-etanadiol
O
CH2
+ H 2O
CH2
n
tetoron
7. Bakelit
8. nilon : digunakan sebagai jala, parasut, tali, jas hujan dan tenda
PVC : digunakan untuk pipa saluran air atau peralatan rumah tangga seperti
ember & kursi, botol, tirai, pelapis kayu atau barang dari kayu agar awet
dan mengkilat, dan pada pengolahan benda-benda dari kulit.
9. Polimer Alam : karet alam, protein, selulosa, pati dan glikogen
Polimer sinetis : karet sintetis, plastik, nilon, PVC, dan polistirena
10. Dampak negatif penggunaan polimer misalnya pencemaran lingkungan dan
gangguan kesehatan
Upaya untuk mengurangi dampak negatif penggunaan polimer antara lain :
Mengurangi penggunaan polimer plastik
Tidak membuang plastik di sembarang tempat
Mencari alternatif pemakaian alat-alat yang mudah didegradasi
Mengumpulkan plastik bekas untuk didaur ulang
BAGIAN 2 : SOAL PILIHAN GANDA
1. E
3. A
5. C
7. A
9. D
2. E
4. D
6. B
8. C
10. B