KATA PENGANTAR
ppppp tk bmti/mke/hk-2009
DAFTAR ISI
Halaman
KATA PENGANTAR ......................................................................................................
DAFTAR ISI .......................................................................................................................
ii
PENDAHULUAN ............................................................................................................
A. Deskripsi .......................................................................................................................
B. Prasyarat ........................................................................................................................
C. Petunjuk Penggunaan Modul .....................................................................................
D. Tujuan Umum Pembelajaran .....................................................................................
Kegiatan Belajar 1 Konstruksi dan Cara Kerja Komponen ......................................
A. Tujuan Khusus Pembelajaran ................................
B. Materi Pembelajaran .....................................................................................................
C. Rangkuman
.................................................................................................................
13
D. Test .................................................................................................................................
13
E. Kunci Jawaban ...............................................................................................................
14
Kegiatan Belajar 2 Tune Up Mesin Diesel ...................................................................
15
A. Tujuan Khusus Pembelajaran ................................
15
B. Materi Pembelajaran .....................................................................................................
13
C. Rangkuman
.................................................................................................................
23
D. Test .................................................................................................................................
24
E. Kunci Jawaban ...............................................................................................................
24
Lembar Pengecekan Sebelum Praktek ...........................................................................
26
DAFTAR PUSTAKA .......................................................................................................
27
lAMPIRAN ........................................................................................................................
28
Contoh Laporan Praktek ..................................................................................................
29
ppppp tk bmti/mke/hk-2009
ii
PENDAHULUAN
Banyak pengembangan dan kemajuan teknologi otomotif yang berfokus pada
mesin dan sistem kelistrikannya, tetapi kesemuanya itu merupakan bagian dari
keseluruhan sistem yang utuh dan kompleks. Hanya melalui pemahaman sistem dan
komponennya, maka banyak masalah dapat diatasi dengan cepat dan benar. Adalah hal
yang penting untuk mengerti fungsi setiap komponen dan bagaimana cara kerjanya di
dalam keseluruhan sistem.
Topik utama modul ini adalah berkaitan dengan sistem bahan bakar motor
diesel. Setiap materi diupayakan agar peserta pelatihan dapat dengan mudah
memahami isinya, dimulai dari bagaimana memahami karakteristik serta cara kerja
setiap komponen, sehingga landasan penguasaan terhadap materi tune up menjadi
lebih utuh.
Modul ini bertujuan mempersiapkan seorang pengajar/guru/mahasiswa atau
teknisi otomotif agar memiliki pengetahuan, keterampilan tentang cara melaksanakan
tune up mesin deiesel.
A.
Deskripsi
Modul ini menggambarkan kegiatan tune up kendaraan mesin diesel
berdasarkan spesifikasi dan toleransi pabrik. Seluruh kegiatan tune up tidak
mengalami kerusakan dan dilaksanakan berdasarkan SOP, dan K3.
B.
Prasyarat
1.
Sebelum memulai modul ini Anda harus menguasai modul kesehatan dan
keselamatan kerja
2.
Mengetahui prinsip kerja motor 4 dan 2 langkah serta bagian utama sebuah
mesin.
C.
Petunjuk Penggunaan Modul
1.
Sebelum mempelajari modul ini, bacalah tujuan kemudian fahami dan hayati
apa yang harus dicapai
2.
Bacalah modul ini secara bertahap
3.
Materi teori dapat dipelajari di luar tatap muka. Tanyakan pada guru
tentang hal-hal yang kurang dipahami
ppppp tk bmti/mke/hk-2009
4.
Untuk menyakinkan pemahaman Anda, jawablah pertanyaan dan tugas
pada buku atau kertas lain sampai mencapai hasil 100% benar
5.
Setelah selesai mengisi pertanyaan, Anda dapat meminta kepada guru untuk
uji teori. Hasil minimal 80%, apabila belum mencapai, maka Anda harus
kembali mempelajari modul ini.
6.
Setelah dinyatakan lulus teori oleh guru, Anda dapat mengikuti latihan
praktik.
7.
Apabila Anda sudah siap diuji praktik, maka Anda dapat mengajukannya
kepada guru.
8.
Pernyataan kelulusan Anda dapat dilihat dari hasil penilaian akhir yang
telah ditandatangani oleh guru.
D.
Tujuan Umum Pembelajaran
Setelah mempelajari secara keseluruhan materi kegiatan belajar dalam
modul
ini
peserta
mampu
menjelaskan
langkah-langkah
tune
up
dan
melaksanakan tune up mesin diesel sesuai prosedur operasi standar.
ppppp tk bmti/mke/hk-2009
KEGIATAN BELAJAR 1
KONSTRUKSI DAN CARA KERJA KOMPONEN
A.
Tujuan Khusus Pembelajaran
Setelah mempelajari topik ini, peserta mampu :
B.
1.
Menjelaskan konstruksi komponen sistem bahan bakar mesin diesel.
2.
Menjelaskan cara kerja komponen sistem bahan bakar mesin diesel.
Materi Pembelajaran
Mesin diesel menggunakan bahan bakar diesel. Mesin diesel empat tak beroperasi
dengan siklus empat langkah yang sama dengan mesin bensin: Intake,
compression, combustion dan [Link] kelebihan mesin diesel adalah
konsumsi bahan bakar lebih baik daripada mesin bensin karena pumping loss
lebih rendah dan compression ratio tinggi.
Sebaliknya, ada kekurangannya, misalnya getaran dan bising yan besar selama
pengoperasian. Juga, jumlah bahan berbahaya di gas buangan lebih besar
daripada mesin bensin.
1.
Pengetahuan Mesin Diesel
a. Prnsip Kerja Mesin Diesel
1) Intake stroke
Hanya udara yang ditarik ke dalam cylinder.
2) Compression stroke
Piston menekan intake air dan meningkatkan temperatur yang cukup bagi
bahan baker untuk ignite.
compression ratio mesin diesel lebih besar daripda mesin bensin.
Rasio kompresi :
Mesin bensin: 9 - 11
Mesin diesel: 14 - 23
3) Combustion stroke
Bahan bakar diinjeksi ke dalam ruang pembakaran. Bahan bakar mengalami
pengapian oleh udara kompresi, yang berupa temperatur tinggi, lalu terbakar.
4) Exhaust stroke
Piston mendorong gas buangan keluar dari cylinder.
ppppp tk bmti/mke/hk-2009
Intake
Compression
Power
Exhaust
b. Siklus Pembakaran
1) Kemampuan pembakaran bahan bakar diesel
Pada mesin diesel, kemampuan pengapian bahan bakar ditingkatkan karena
rasio kompresi meningkat, suhu meningkat dengan cepat. Juga performa
pengapian ditingkatkan ketika menggunakan angka cetane yang tinggi.
Angka cetane
Angka cetane pada bahan bakar diesel berhubungan dengan angka octane
pada bensin dan melambangkan kemampuan pengapian bahan bakar.
Untuk bahan bakar diesel, angka cetane yang biasanya diperlukan paling
tidak 40 - 45.
Umumnya digunakan cetane of 53 - 55.
Angka cetane tinggi berhubungan dengan efek berikut:
Kemampuan start yang baik
Gas buangan yang bersih
Output yang besar
Membaiknya konsumsi bahan bakar
Mesin beroperasi dengan halus dan sedikit suara bising.
2) Hubungan antara compression ratio dan compression pressure atau suhu
Mesin diesel menekan udara di dalam cylinder dan meningkatkan suhu untuk
pembakaran.
ppppp tk bmti/mke/hk-2009
Grafik di kiri menunjukkan hubungan antara compression ratio dan
compression pressure atau suhu. Diperkirakan tidak ada terjadinya kebocoran
udara dan kehilangan panas antara piston dan cylinder.
3) Proses Pembakaran
Proses pembakaran pada mesin diesel dibagi menjadi 4 tahap :
1. Saat pembakaran tertunda (Ignition Delay)=AB
Tahap di mana bahan bakar yang diinjeksikan baru bercampur dengan
udara agar terbentuk campuran yang homogen.
2. Saat perambatan api (Flame propagation) = B C
Terjadi pembakaran di beberapa tempat yang menyebabkan terjadinya
letupan api yang mengakibatkan kenaikan tekanan dan temperatur secara
drastis.
3. Saat pembakaran langsung (Direct Combustion) = C D
Pada phase ini, bahan bakar yang diinjeksikan langsung terbakar.
4. Saat Pembakaran Lanjut (After Burning) = D E
Phase ini membakar sisa campuran bahan bakar dan udara yang belum
terbakar.
ppppp tk bmti/mke/hk-2009
2.
Sistem Bahan Bakar Mesin Diesel
Rangkaian Sistem
Sistem bahan bakar merupakan sistem yang menyediakan kebutuhan bahan bakar
pada mesin supaya proses pembakaran dapat berlangsung secara terus menerus.
Dalam bahasan ini sangat terkait erat dengan sistem pengaliran bahan bakar mulai
dari tangki sampai kepada pengaturan suplai bahan bakar yang dibutuhkan
mesin.
Sistem bahan bakar mengantarkan bahan bakar ke mesin. Injection pump
dikendalikan oleh timing belt atau timing gear pada mesin. Pompa injeksi
dikendalikan oleh camshaft sehubungan dengan mesin. Bahan bakar, yang
dimampatkan oleh injection pump, dikirim ke dalam injection nozzle pada setiap
cylinder supaya diinjeksi ke dalam ruang pembakaran. Bahan bakar sisa juga
dikembalikan ke tangki bahan bakar. Lihat gambar berikut.
a. Rangkaian Sistem Bahan Bakar Diesel (Distributor/Rotary/VE Pump)
Rangkaian tekanan rendah : Tangki sedimenter fuel filter Supply pump
(injection pump).
Rangkaian tekanan tinggi : Injection pump injector over flow pipe saluran
tekanan rendah (tangki).
ppppp tk bmti/mke/hk-2009
b. Rangkaian Sistem Bahan Bakar Diesel (In-Line Injection Pump)
Rangkaian tekanan rendah : Tangki supply pump fuel filter injection
pump.
Rangkaian tekanan tinggi : Injection pump injector over flow pipe tangki.
Konstruksi Komponen
1) Priming Pump
Priming pump adalah pompa manual yang digunakan untuk menguras udara
ketika tangki bahan bakar kosong, saringan bahan bakar diganti atau udara
masuk ke dalam saluran bahan bakar. Jika udara masuk ke saluran bahan
bakar, hal itu mungkin menyebabkan injection pump mengalami kesulitan
dalam memompa bahan bakar ke atas dan mungkin sulit untuk mulai. Karena
itu, adalah penting untuk "menguras udara" dari sistem bahan bakar, dengan
ppppp tk bmti/mke/hk-2009
menggunakan priming pump sebelum menjalankan mesin. Itu juga berguna
ketika "menguras air" di sedimenter.
2) Transfer Pump
Tranfer pump pada pompa injeksi tipe sebaris (in line)
Pompa pemindah bahan bakar ini berfungsi untuk mengisap bahan bakar dari
tangki dan menekan bakar melalui saringan bahan bakar ke ruang pompa
injeksi. Pompa ini dinamakan juga pompa pemberi (feed pump) atau pompa
pencatu bahan bahan bakar (fuel supply pump) atau priming pump.
ppppp tk bmti/mke/hk-2009
Pompa pemindah untuk pompa injeksi sebaris adalah model pompa kerja
tunggal (sigle acting) dipasang pada sisi pompa injeksi dan digerakkan oleh
poros nok pompa injeksi. Pompa pemindah ini dilengkapi dengan pompa
tangan untuk membuang udara yang terdapat pada aliran bahan bakar
sebelum mesin dihidupkan.
Bahan bakar di dalam pompa injeksi selamanya harus cukup, untuk itu perlu
pengiriman bahan bakar ke pompa injeksi dengan tekanan tertentu. Bila
tekanan rendah di bawah spesifikasi, elemen pompa tidak mampu
memberikan bahan bakar yang cukup pada kecepatan tinggi. Oleh karena itu,
tekanan pengisian harus di atas 1,82,2 kg/cm2 (2,563,11 psi).
Pompa pemindah ini digerakkan oleh poros nok (1) sehingga piston (5)
bergerak bolak-balik untuk mengisap dan menekan bahan bakar bila tekanan
masih rendah. Bahan bakar yang diisap akan ditekan ke dalm pompa injeksi
melalui saluran keluar (8) dan katup tekan (9) membuka sedangkan katup
masuk (6) menutup. Bila poros nok tidak menekan tappet roller(2) maka katup
tekan tetutup sedangkan katup isap terbuka terjadilah pengiapan. Jika tekanan
bahan bakar telah melebihi spesifikasi maka tegangan pegas (7) tidak mampu
mendorong piston. Akibatnya piston tidak bergerak dan pompa pemindah ini
ppppp tk bmti/mke/hk-2009
tidak bekerja lagi. Setelah tekanan turun maka pompa pemindah ini akan
bekerja lagi.
Tranfer pump pada pompa injeksi tipe rotary
Pompa pemberi tipe rotari ini berada dalam pompa injeksi yang menyalurkan
bahan bakar dari tangki ke dalam rumah pompa melalui sedimenter dan filter.
Pompa pemberi ini digerakkan oleh poros penggerak (drive shaft) dan selama
rotor berputar sudu pompa menekan keluar akibat gaya sentrifugal. Rotor
yang tidak sepusat (eksentrik) ini menyebabkan bahan bakar akan terisap dan
ditekan ke ruang pompa.
Katup pengatur tekanan bahan bakar (regulating valve)
Besarnya tekanan bahan bakar pada pompa pemberi ditentukan oleh tekanan
pegas pada piston katup pengatur ini, sedangkan piston tertekan oleh tekanan
bahan bakar. Bila kecepatan pompa bertambah maka bertambah pula tekanan
bahan bakarnya.
ppppp tk bmti/mke/hk-2009
10
3) Injektor
Nozzle injeksi mengubah bahan bakar bertekanan tinggi menjadi kabut ke
dalam ruang pembakaran.
Jika tekanan injeksi dari injection pump yang berada di ujung nozzle needle
sanggup melawan tegangan pressure spring, maka nozzle needle akan
terangkat dan bahan bakar akan mengabut. Penyetelan tekanan injeksi
(tekanan membuka) dilakukan dengan penambahan atau pengurangan
ketebalan shim, namun ada juga yang menggunakan mur penyetel (adjusting
screw).
4) Preheating System
Pada mesin diesel, bahan bakar diinjeksikan dalam bentuk kabut dari ujung
injektor dan bercampur dengan udara kemudian disulut dan terbakar. Untuk
mendapatkan pembakaran yang baik, bahan bakar dan udara harus
bercampur dengan baik dalam ruang pembakaran.
Penginjeksian bahan bakar tersebut terdiri dari 2 bentuk yaitu injeksi langsung
(direct injection) ke ruang bakar utama dan injeksi tidak langsung (indirect
injection) melalui ruang bakar tambahan.
ppppp tk bmti/mke/hk-2009
11
Oleh karena itu, beberapa jenis mesin menggunakan glow plug walaupun
beberapa mesin tidak memiliki sistem preheating.
Glow plug berfungsi : sebagai pemanas awal pada ruang bakar tambahan, agar
penyalaan mudah terjadi ketika mesin masih dingin.
Pada saat posisi G : L1 jadi magnit. Arus dari battery - P1 controller glow
plug masa. Glow plug jadi panas (membara).
Pada saat posisi ST : magnit L1 terhenti. L2 jadi magnit. Arus dari battery
P2 Glow plug, glow plug tetap panas.
ppppp tk bmti/mke/hk-2009
12
C.
Rangkuman
1.
Proses pembakaran pada mesin diesel dibagi menjadi 4 tahap yaitu : Saat
pembakaran tertunda (Ignition Delay), Saat perambatan api (Flame
propagation), Saat pembakaran langsung (Direct Combustion), Saat
Pembakaran Lanjut (After Burning).
2.
Rangkaian sistem bahan bakar diesel tekanan rendah adalah : Tangki
sedimenter fuel filter Supply pump (injection pump).
3.
Rangkaian sistem bahan bakar tekanan tinggi : Injection pump injector.
4.
Priming pump adalah pompa manual yang digunakan untuk menguras
udara ketika tangki bahan bakar kosong, saringan bahan bakar diganti atau
udara bercampur ke dalam saluran bahan bakar.
5.
Tranfer pump berfungsi untuk mengisap bahan bakar dari tangki dan
menekan bakar melalui saringan bahan bakar ke ruang pompa injeksi.
6.
Injektor berfungsi mengubah bahan bakar bertekanan tinggi menjadi kabut
ke dalam ruang pembakaran.
7.
Penyetelan
tekanan
injeksi
(tekanan
membuka)
dilakukan
dengan
penambahan atau pengurangan ketebalan shim, namun ada juga yang
menggunakan mur penyetel (adjusting screw).
8.
Penginjeksian bahan bakar ke ruang bakar ada 2 jenis yaitu injeksi langsung
dan injeksi tidak langsung.
9.
Preheating system (glow plug) berfungsi sebagai pemanas awal pada ruang
bakar tambahan, agar penyalaan mudah terjadi ketika mesin masih dingin.
D.
Test
1.
Jelaskan yang dimaksud dengan saat pembakaran tertunda.
2.
Jelaskan 2 cara menaikkan tekanan pengabutan oleh injektor.
3.
Jelaskan cara mengeluarkan udara pada sistem bahan bakar diesel.
4.
Jelaskan kapan priming pump digunakan.
5.
Jelaskan fungsi Preheating system (glow plug).
6.
Sebutkan secara berurutan rangkaian sistem bahan bakar bertekanan rendah.
Tangki sedimenter fuel filter Supply pump (injection pump).
7.
Sebutkan secara berurutan rangkaian sistem bahan bakar bertekanan tinggi.
Rangkaian sistem bahan bakar tekanan tinggi : Injection pump injector.
ppppp tk bmti/mke/hk-2009
13
E.
Kunci Jawaban
1. Tahap di mana bahan bakar yang diinjeksikan baru bercampur dengan udara
agar terbentuk campuran yang homogen.
2. a. meyetel baut penyetel ke kanan
b. menambah shim
3. Mesin dalam keadaan mati, kemudian pompa priming pump berulang kali
dan buka air screw bleeder. Lakukan berulan kali hingga tidak terlihat
gelembung udara.
4. Ketika menguras udara ketika tangki bahan bakar kosong, saringan bahan
bakar diganti atau udara bercampur ke dalam saluran bahan bakar.
5. Sebagai pemanas awal pada ruang bakar tambahan, agar penyalaan mudah
terjadi ketika mesin masih dingin.
6. Tangki sedimenter fuel filter Supply pump (injection pump).
7. Injection pump injector.
ppppp tk bmti/mke/hk-2009
14
KEGIATAN BELAJAR 2
TUNE UP MESIN DIESEL
A.
Tujuan Khusus Pembelajaran
Setelah mempelajari topik ini, peserta mampu :
1.
Mempersipakan peralatan yang digunakan dalam tune up mesin diesel
2.
Melaskanakan tune up mesin diesel
B.
Materi Pembelajaran
1.
Sistem Utama Engine.
1.1
Sistem Pendinginan
Sistem pendinginan berfungsi untuk menjaga temperatur kerja engine, agar
engine dapat bekerja secara efisien. Untuk menjaga temperatur kerja tersebut,
engine akan cepat mengalami panas pada saat temperatur engine masih dingin
atau saat engine mulai hidup, Untuk menjaga temperatur kerja tersebut maka
engine akan dengan cepat membuang panas bila temperatur engine berlebihan.
1) Fungsi Komponen
Water pump
mensirkulasikan air dari mesin ke radiator
dan sebaliknya.
By pass hose
mengalirkan air di dalam water jacket ketika
thermostat belum terbuka.
Fan belt
memindahkan putaran poros engkol ke
pompa air dan alternator.
Radiator
mendinginkan
air
melalui
udara
yang
dihembuskan kipas.
Radiator cap
mencegah tekanan berlebih dan vakum, serta
dapat menaikkan titik didih air.
2) Cara Kerja Komponen dan Sistem
a.
Cara Kerja Thermostat
Salah satu komponen sistem pendinginan yang lain adalah thermostat.
Komponen tersebut berfungsi untuk mengatur atau mempercepat
temperatur kerja engine dengan cara membuka dan menutup sirkulasi
ppppp tk bmti/mke/hk-2009
15
cairan pendingin melalui valvenya. Valve akan menutup pada saat cairan
pendingin masih dingin hal ini bertujuan untuk mempercepat
tercapainya temperatur kerja engine. Jika cairan pendingin sudah panas,
valve akan terbuka untuk mengalirkan cairan pendingin dari engine ke
radiator untuk didinginkan.
b. Cara Kerja Radiator Cap
Apabila suhu air bertambah, maka volume dan tekanan air akan
meningkat. Tekanan tersebut akan mendorong pressure valve membuka
dan membebaskan air dan tekanan tersebut ke reservoir. Jika air dalam
radiator dan mantel pendingin telah kembali dingin dan volumenya
menyusut, maka air dari reservoir akan mengalir kembali ke dalam
sistem.
ppppp tk bmti/mke/hk-2009
16
c.
Sistem
Sistem pendinginan bekerja dengan mensirkulasikan cairan pendingin ,
melalui mantel pendingin yang berada di blok silinder dan kepala
silinder. Cairan pendinginan yang panas dari engine dialirkan ke
radiator bagian atas melalui pipa atas radiator dan didinginkan melalui
sirip-sirip yang terdapat pada radiator. Cairan pendinginan yang sudah
dingin dibagian bawah radiator dialirkan kembali ke dalam engine
melalui pipa bawah radiator, begitulah seterusnya proses sirkulasi
cairan pendingin berlangsung.
2.2
Sistem Pelumasan
Sistem Pelumasan berfungsi : a. untuk mengurangi gesekan atau keausan
komponen. b. mendinginkan, membersihkan dan mengurangi suara berisik mesin
a.
Viskositas oli
Ukuran
kekentalan
dinyatakan
(Viskositas)
dalam
SAE
Automotive
Engineers).
kekentalan
tunggal
oli
(Society
of
Oli
dengan
(single
grade)
mempunyai satu ukuran misalnya : SAE 30.
Sedangkan oli dengan kekentalan multi grade
dinyatakan
dengan
dengan
nilai
ganda
misalnya SAE 20W-50.
ppppp tk bmti/mke/hk-2009
17
Kode SA, SB, SC hingga SF menunjukkan arti sebagai berikut : S
singkatan dari Spark digunakan pada mesin bensin atau mesin
penyalaan bunga api (spark engine). Kode A,
B, C hingga F menunjukkan tingkat teknologi yang digunakan. Untuk
mesin diesel menggunakan kode CA, CB dan seterusnya. C singkatan
dari compression artinya digunakan untuk mesin diesel atau mesin
dengan penyalaan kompresi (compression engine).
2.
3.
Ruang Lingkup Pekerjaan Tune Up Mesin Diesel
a.
Pemeriksaan baterai
b.
Pembersihan saringan udara
c.
Sistem pendingin (level air, kondisi air, kebocoran, fan, fan belt)
d.
Sistem pelumas (level oli, kondisi oli, penggantian saringan oli jika perlu)
e.
Pemeriksaan saat penginjeksian
f.
Penyetelan dan perbaikan injektor
g.
Penyetelan katup
h.
Pemeriksaan tekanan kompresi
Peralatan yang Digunakan dan Fungsinya
1
Diesel timing light
memeriksa saat penginjeksian
Tacho meter
Mengukur putaran mesin
Radiator and cap tester
Memeriksa kebocoran sistem dan radiator
cap
Diesel Compression tester
Mengukur tekanan kompressi mesin
Injector tester
Memeriksa tekanan injeksi dan kondisi
pengabutan
Fan belt tension gauge
Memeriksa tegangan fan belt
Feeler gauge
mengukur celah katup
Smoke meter
Mengukur kadar emisi gas buang
ppppp tk bmti/mke/hk-2009
18
4.
Langkah Langkah Tune Up Mesin Diesel
1. MEMBERSIHKAN SARINGAN UDARA
Menggunakan
udara
kompressor
dan
dilakukan dari arah dalam ke luar
2. SISTEM PENDINGINAN
PERIKSA TINGGI AIR PENDINGINAN
JIka tinggi air kurang dari garis FULL dari
reservoir
PERIKSA KONDISI AIR PENDINGIN
Periksa air pendingin kemungkinan terdapat oli,
karat atau kotoran.
PERIKSA SISTEM PENDINGINAN
Periksa kemungkinan terdapat:
1. Kerusakan atau berubahnya bentuk dari
radiator atau slang.
2. Klem slang bocor.
3. Kebocoran pompa air, kisi radiator (core)
atau longgarnya sumbat pembuangan air.
ppppp tk bmti/mke/hk-2009
19
TALI KIPAS
Pemeriksaan secara visual
Periksa tali kipas kemungkinan :
1. Retak, sudah buruk, terlalu kencang atau aus
2. Terdapat oli atau gemuk.
3. Persinggungan yang tidak sempurna antara
tali dan puli.
PERIKSA
&
STEL
KEKENCANGAN
TALI
KIPAS
Dengan kekuatan 10 kg, pada tempat seperti
pada
gambar.
Tali
harus
menunjukkan
kekencangan sesuai spesifikasi.
Lenturan tali kipas pada tegangan 10 kg: (Lihat
spec)
Baru: 6,5 9,5 mm (Toyota L)
Lama: 8,5 11,5 mm
3. PELUMASAN
PERIKSA KUALITAS OLI
Periksa
oli
kemungkinan
sudah
kotor,
kemasukan air atau berubah warna.
GANTI
SARINGAN
OLI
(FILTER)
jika
diperlukan
1. Ganti saringan oli jika mencapai waktu
penggantian
2. Untuk memasang, kencangkan saringan oli
dengan tangan.
ppppp tk bmti/mke/hk-2009
20
3. Setelah
mesin
kemungkinan
dihidupkan,
terdapat
periksa
kebocoran
oli
dan
periksa kembali tinggi oli.
4. BATERAI
1. Periksa
secara
visual
terminal
baterai,
bersihkan dan kencangkan
2. Periksa berat jenis menggunakan hydrometer
Berat jenis pada 20 0C = 1,25 1,27
5. SARINGAN BAHAN BAKAR
GANTI
SARINGAN
OLI
(FILTER)
jika
diperlukan
6. PENGUKURAN TEKANAN KOMPRESI
1. Panaskan mesin
2. Buka semua busi pijar (glow plug)
3. Lepaskan soket kabel solenoid bahan bakar
pada pompa.
4. Masukkan alat pengukur kompressi ke dalam
lubang glow plug.
5. Buka katup trotel sepenuhnya dan baca
tekanan
kompresi
sementara
mesin
dihidupkan dengan motor starter.
Putaran : 250 rpm. Tekanan kompresi :
(sesuai spec.)
STD : 30 kg/cm2 (Toyota L)
Limit : 20 kg/cm2
Perbedaan antara setiap masing silinder
5,0 kg/cm2
ppppp tk bmti/mke/hk-2009
21
7. PEMERIKSAAN/PENYETELAN INJEKTOR
1. Pasang injektor pada tester dan keluarkan
udara dari mur union.
2. Gerakkan handel tester beberapa kali dengan
cepat pakai tangan, untuk membuang karbon
dan kotoran-kotoran dalam lubang saluran
injeksi.
Tekanan Injeksi
1. Gerakkan
handel
tester
perlahan-lahan
sambil perhatikan tekanan injeksi pada meter
tekanan.
2. Bacalah besarnya tekanan saat di mana
injektor mulai menyemprot.
Tekanan pembukaan (Toyota L)
Nozel baru 115-125 kg/cm2---- lama 105
125 kg/cm2
Catatan :
1. Baik tidaknya bekerjanya nozel dapat
ditentukan oleh suara desirannya.
2. Untuk mengatur tekanan injeksi, gantilah
shim atau memutar mur penyetel.
Bentuk Semprotan
Periksa
bentuk
semprotannya
ketika
memompa tuas tester 50 - 60 kali tiap menit.
1. Semprotan
harus
menyebar
rata
ke
bawah dengan sudut penyebaran 40
dalam bentuk kerucut.
2. Tidak boleh ada tetesan sesudah injeksi.
Tes Kebocoran
Berikan tekanan 10 -20 kg/cm2 di bawah
tekanan pembukaan dan tahan selama 10
detik, tidak boleh ada tetesan pada ujung
lubang injektor.
ppppp tk bmti/mke/hk-2009
22
8. PENYETELAN KATUP
1. Panaskan mesin dan kemudian matikan.
2. Tepatkan silinder no. di TMA langkah
kompressi.
3. Stel celah katupnya menurut tanda panah.
Celah katup : IN 0,25 mm
EX 0,36 mm
4. Putarkan poros engkol 3600.
5. Stel katup-katup lainnya sesuai dengan
tanda panah.
C.
Rangkuman
1. Sistem pendinginan berfungsi untuk menjaga temperatur kerja engine, agar
engine dapat bekerja secara efisien. Untuk menjaga temperatur kerja tersebut,
engine akan
cepat mengalami panas pada saat temperatur engine masih
dingin atau saat engine mulai hidup, Untuk menjaga temperatur kerja tersebut
maka engine akan dengan cepat membuang panas bila temperatur engine
berlebihan.
2. Radiator cap berfungsi mencegah tekanan berlebih dan vakum, serta dapat
menaikkan titik didih air.
3. Thermostat berfungsi untuk mengatur atau mempercepat temperatur kerja
engine dengan cara membuka dan menutup sirkulasi cairan pendingin melalui
valvenya.
ppppp tk bmti/mke/hk-2009
23
4. Kode SA, SB, SC hingga SF menunjukkan arti sebagai berikut : S singkatan
dari Spark digunakan pada mesin bensin atau mesin penyalaan bunga api
(spark engine). Kode A, B, C hingga F menunjukkan tingkat teknologi yang
digunakan.
5. Untuk mesin diesel menggunakan kode CA, CB dan seterusnya. C singkatan
dari compression artinya digunakan untuk mesin diesel atau mesin dengan
penyalaan kompresi (compression engine).
6. Ruang lingkup pekerjaan tune up mesin diesel
D.
a.
Pemeriksaan baterai
b.
Pembersihan saringan udara
c.
Sistem pendingin (level air, kondisi air, kebocoran, fan, fan belt)
d.
Sistem pelumas (level oli, kondisi oli, penggantian saringan oli jika perlu)
e.
Pemeriksaan saat penginjeksian dan putaran mesin
f.
Penyetelan dan perbaikan injektor
g.
Penyetelan katup
h.
Pemeriksaan tekanan kompresi
Test
1. Jelaskan pengertian angka 0,9 kg/cm2 yang tertera pada tutup radiator.
2. Jelaskan fungsi thermostat.
3. Jelaskan cara menyetel injection timing.
4. Pengujian pada injektor adalah ....
5. Jelaskan prinsip menyetel katup mesin.
6. Jelaskan cara menguji kebocoran injektor.
E.
Kunci Jawaban
1. Tekanan kerja tutup radiator sebesar
0,9 kg/cm2 (sama dengan tekanan
gauge), sehingga tekanan absolut pada sistem pendingin menjadi 0,9 kg/cm2 .
2. Untuk mengatur atau mempercepat temperatur kerja engine dengan cara
membuka dan menutup sirkulasi cairan pendingin melalui valvenya.
3. Dengan cara menggerakkan/memutar injection pump menjauh atau mendekat
ke mesin.
4. a. Tekanan pengabutan
b. Kebocoran/rembesan
c. Bentuk pengabutan
ppppp tk bmti/mke/hk-2009
24
5. a. Panaskan mesin
b. Kompressi silinder nomor 1
c. Setel katup-katup mesin sesuai spesifikasi.
d. Putar poros engkol 3600
e. Setel katup-katup mesin yang lainnya.
6. Berikan tekanan 10 -20 kg/cm2 di bawah tekanan pembukaan dan tahan
selama 10 detik, tidak boleh ada tetesan pada ujung lubang injektor.
ppppp tk bmti/mke/hk-2009
25
LEMBAR PENGECEKAN SEBELUM PRAKTIKUM
Dengan menggunakan table di bawah ini carilah teman Anda (berpasangan 2 orang )
untuk mengecek pemahaman Anda tentang Tune up Motor Diesel. Lakukan hal ini secara
bergantian. Jika Anda telah merasa bahwa tingkat pemahaman Anda Sangat memadai
laporkan kepada Instruktur.
Sangat
Sedang
Kurang
1. Dapatkah Anda menjelaskan pengertian tune up
mesin diesel
2. Dapatkah Anda menyebutkan langkah-langkah
tune up mesin diesel
3. Sebutkan peralatan yang digunakan dalam
pekerjaan tune up mesin diesel
4. Demonstrasikan cara memasang timing light.
5. Jika waktu pengapian tidak tepat apa dan
bagaimana cara menyetelnya
6. Demonstrasikan bagimana mengukur tekanan
kompresi mesin.
7. Demonstrasikan cara menyetel semua katup
mesin.
8. Demonstrasikan cara memeriksa berat jenis air
baterai
9. Demonstrasikan cara memeriksa tekanan injeksi
10. Demonstrasikan cara memeriksa bentuk
semprotan
11. Demonstrasikan cara memeriksa tes kebocoran
Jika Anda menganggap pengetahuan atau kemampuan Anda cukup sesuai dengan tujuan
pembelajaran, diskusikan dengan Instruktur Anda.
LAKSANAKAN KEGIATAN PRAKTIKUM SECARA BERKELOMPOK
KEMUDIAN BUAT LAPORAN PELAKSANAAN
ppppp tk bmti/mke/hk-2009
26
DAFTAR PUSTAKA
Anglin, Donald L and Crouse, William H,. Automotive Emission Control, Second
Edition, New York 1977.
Anonim. (1995). Materi Pelajaran Engine Group Step 2. Jakarta: PT. Toyota Astra Motor.
Anonim ([Link].). Pedoman Reparasi Mesin 2 D. Jakarta: PT. Toyota Astra Motor.
Fundamentals of Service (FOS). Engines, John Deere & Company, U.S.A 1991.
Toboldt, William K. (1977). Diesel Fundamentals, Service, Repair. South Holland: The
Goodheart-Willcox Company, Inc.
ppppp tk bmti/mke/hk-2009
27
LAMPIRAN
ppppp tk bmti/mke/hk-2009
28
LAPORAN PRAKTIKUM
TUNE UP MESIN DIESEL
Diajukan untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Pembelajaran
Disusun oleh:
1.
2.
Oleh :
3.
........................................
NIS :
DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL
DIREKTORAT JENDERAL PENINGKATAN MUTU PENDIDIK DAN TENAGA
KEPENDIDIKAN
DIREKTORAT PEMBINAAN SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN
2009
ppppp tk bmti/mke/hk-2009
29
TIPE MESIN
NOMOR MESIN
1. Data Hasil Pemeriksaan Tune up Motor Bensin
URAIAN
1.
Saringan udara
2.
Tinggi air pendingin
3.
Kondisi radiator dan air pendingin
4.
Kondisi tutup radiator
5.
Kondisi tali kipas
6.
Tegangan tali kipas
7.
Tinggi oli mesin dan kondisinya
8.
Celah katup (mm)
9.
Putaran mesin
Kondisi/Hasil
Keterangan
10. Waktu penginjeksian
11. Smoke (%)
12. Tek. Injeksi (setelah penyetelan)
Injektor no.1
Injektor no.2
Injektor no.3
Injektor no.4
13. Tekanan kompresi (Kg/cm2)
Silinder no.1
Silinder no.2
Silinder no.3
Silinder no.4
14. Berat Jenis Air Baterai
Cell no.1
Cell no.2
Cell no.3
Cell no.4
Cell no.5
Cell no.6
2. Langkah-Langkah Kerja
(Buatlah langkah-langkah kerja tune up dari apa yang telah Anda laksanakan)
Bandung, .........., ....................2006
(tanda tangan peserta)
ppppp tk bmti/mke/hk-2009
30