100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
535 tayangan8 halaman

Pulpitis Irreversible: Definisi dan Diagnosis

Dokumen tersebut membahas tentang pulpitis irreversibel, yaitu kondisi inflamasi pulpa yang persisten akibat stimulus berbahaya seperti karies. Pulpitis irreversibel dapat menyebabkan rasa sakit yang bertahan setelah stimulus dihilangkan. Dokumen ini juga menjelaskan diagnosis, etiologi, tanda-gejala, dan pengobatan pulpitis irreversibel seperti pulpotomi dan devitalisasi.

Diunggah oleh

mashitadyah
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
535 tayangan8 halaman

Pulpitis Irreversible: Definisi dan Diagnosis

Dokumen tersebut membahas tentang pulpitis irreversibel, yaitu kondisi inflamasi pulpa yang persisten akibat stimulus berbahaya seperti karies. Pulpitis irreversibel dapat menyebabkan rasa sakit yang bertahan setelah stimulus dihilangkan. Dokumen ini juga menjelaskan diagnosis, etiologi, tanda-gejala, dan pengobatan pulpitis irreversibel seperti pulpotomi dan devitalisasi.

Diunggah oleh

mashitadyah
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

2.3.

Pulpitis Irreversible

2.3.1.

Mashita Dyah C - 160110130076


Definisi Pulpitis Irreversible
Pulpitis irreversibel adalah suatu kondisi inflamasi pulpa yang persisten, dapat

simptomatik atau asimptomatik yang disebabkan oleh stimulus noksius. Pulpitis


irreversibel akut menunjukkan rasa sakit yang biasanya disebabkan oleh stimulus panas
atau dingin, atau rasa sakit timbul secara spontan. Rasa sakit bertahan untuk beberapa
menit sampai berjam-jam, dan tetap ada setelah stimulus termal dihilangkan.
(Rao.2008)
2.3.2. Histopatologi
Gangguan ini mempunyai tingkatan inflamasi kronis dan akut di dalam pulpa.
Pulpitis irreversibel dapat disebabkan oleh suatu stimulus berbahaya yang berlangsung
lama seperti misalnya karies. Bila karies menembus dentin dapat menyebabkan respon
inflamasi kronis. Bila karies tidak diambil, perubahan inflamasi di dalam pulpa akan
meningkat keparahannya jika kerusakan mendekati pulpa. (Grossman. 1995)
2.3.3. Etiologi
Etiologi paling umum pulpitis irreversibel adalah keterlibatan bacterial pulpa
melalui karies, meskipun factor klinis, kimiawi, termal, atau mekanis, yang telah
disebut sebagai penyebab penyakit pulpa, mungkin juga menyebabkan pulpitis. Sebagai
yang dinyatakan sebelumnya, pulpitis reversibel dapat memburuk menjadi pulpitis
irreversibel. (Grossman. 1995; Garg. 2014)
2.3.4. Tanda dan Gejala.
Pada tingkat awal pulpitis irreversibel, suatu paroksisme rasa sakit dapat
disebabkan oleh hal-hal berikut : perubahan temperatur, terutama dingin; bahan
makanan manis atau masam; tekanan makanan yang masuk ke dalam kavitas atau
pengisapan yang dilakukan oleh lidah atau pipi; dan sikap berbaring yang menyebabkan
kongesti pembuluh darah pulpa. Rasa sakit biasanya tetap berlangsung meski
penyebabnya dihilangkan, dan dapat dating dan pergi secara spontan, tanpa penyebab
yang jelas. Pasien dapat melukiskan rasa sakit sebagai menusuk, tajam-menusuk, atau
menyentak-nyentak, dan umumnya adalah parah. Rasa sakit dapat sebentar-sebentar

atau terus-menerus tergantung pada tingkat keterlibatan pulpa dan tergantung pada
hubungannya dengan ada tidaknya suatu stimulus eksternal. (Grossman. 1995 ; Rao.
2008 ).
2.3.5.

Diagnosis
Pemeriksaan biasanya menemukan suatu kavitas dalam yang meluas ke pulpa

atau karies di bawah tumpatan. Pulpa mungkin sudah terbuka. Waktu mencapai jalan
masuk ke lubang pembukaan akan terlihat suatu lapisan keabu-abuan yang menyerupai
buih meliputi pulpa terbuka dan dentin sekitarnya. Probing ke dalam daerah ini tidak
menyebakan rasa sakit pada pasien hingga dicapai daerah pulpa yang lebih dalam. Pada
tingkat ini dapat terjadi sakit dan perdarahan. Bila pulpa tidak terbuka oleh proses
karies, dapat terlihat sedikit nanah jika dicapai jalan masuk ke kamar pulpa. (Grossman.
1995; Garg:2014)
Pemeriksaan radiografik mungkin tidak menunjukkan sesuatu yang nyata yang
belum diketahui secara klinis, mungkin memperlihatkan suatu kavitas proksimal yang
secara visual tidak terlihat, atau mungkin memberi kesan keterlibatan suatu tanduk
pulpa. Suatu radiografi dapat juga menunjukkan pembukaan pulpa, karies di bawah
suatu tumpatan, atau suatu kavitas dalam atau tumpatan mengancam integritas pulpa.
Pada tingkat awal pulpitis irreversibel, tes termal dapat mendatangkan rasa sakit yang
bertahan setelah penghilangan stimulus termal. Pada tingkat belakangan, bila pulpa
terbuka, dapat bereaksi secara normal. Hasil pemeriksaan untuk tes mobilitas, perkusi
dan palpasi adalah negatif. (Grossman. 1995; Garg. 2014 )

Gambar. Karies yang meluas ke pulpa. (Garg. 2014)

Gambar. Karies sekunder atau karies yang berada di bawah tumpatan. (Garg. 2014)

Gambar. Memperlihatkan karies yang meluas ke arah pulpa pada gigi premolar kedua
dan molar pertama. (Garg.2014)
2.3.6

Pulpotomi
Bebby Putri - 160110130078

Pulpotomi adalah pengambilan jaringan pada kamar pulpa yang telah


mengalami infeksi dan meninggalkan jaringan vital pada saluran akar dalam keadaan
teranastesi. (Ingle, 2008)
Keuntungan dari perawatan pulpotomi adalah sebagai berikut:
1).
2).

Dapat diselesaikan dalam waktu singkat satu atau dua kali kunjungan.
Pengambilan
pulpa
hanya
di
bagian
korona

hal

ini

menguntungkan karena pengambilan pulpa di bagian radikular sukar, penuh ramikasi


3).
4).

dan sempit.
Iritasi obat obatan instrumen perawatan saluran akar tidak ada.
Jika perawatan ini gagal dapat dilakukan pulpektomi

1.

Pulpotomi Vital
Pulpotomi vital atau amputasi vital adalah tindakan pengambilan jaringan
pulpa bagian koronal yang mengalami inflamasi dengan melakukan anestesi, kemudian
memberikan medikamen di atas pulpa yang diamputasi agar pulpa bagian radikular
tetap vital. Pulpotomi vital umunya dilakukan pada gigi sulung dan gigi permanen
muda (akarnya belum tumbuh sempurna). Pulpotomi gigi sulung umunya menggunakan
formokresol atau glutaradehid. Pada gigi permanen muda dipakai kalsium hidroksid.
Kalsium hidroksid pada pulpotomi vital gigi sulung menyebabkan resorpsi interna.
Reaksi formokresol terhadap jaringan pulpa yaitu membentuk area yang terfiksasi dan
pulpa di bawahnya tetap dalam keadaan vital. Pulpotomi vital dengan formokresol
hanya dilakukan pada gigi sulung dengan singkat dan bertujuan mendapat sterilisasi
yang baik pada kamar pulpa. (Ingle, 2008)
(1) Indikasi
1. Gigi tetap muda dengan akar yang belum terbentuk sempurna.
2. Gigi sulung atau gigi tetap muda dengan karies yang mengekspos pulpa yang
menunjukkan perluasan peradangan jaringan pulpa koronal.

3.
4.
5.
6.

Jaringan pulpa radikular vital.


Tidak dijumpai rasa sakit yang spontan maupun terus menerus.
Tidak adanya tanda-tanda patologis.
Gigi masih dapat dipertahankan / diperbaiki dan minimal didukung lebih dari 2/3

panjang akar gigi.


7. Gigi masih dapat direstorasi
(2)
1.
2.
3.
4.
(3)
1.
1)
2)
3)

Kontraindikasi
Gigi tidak dapat direstorasi
Adanya gejala patologis
Pulpa sudah nekrosis
Resorpsi akar lebih dari sepertiga panjang akar gigi
Teknik pulpotomi vital :
Kunjungan pertama
Ro-foto.
Anestesi lokal dan isolasi daerah kerja.
Semua kotoran pada kavitas gigi dan jaringan karies disingkirkan, kemudian disinfeksi

dengan eugenol.
4) Selanjutnya lakukan pembukaan atap pulpa dengan bur fisur steril dengan kecepatan
tinggi dan semprotan air pendingin kemudian pemotongan atau amputasi jaringan pulpa
dalam kamar pulpa sampai muara saluran akar.
5) Setelah itu irigasi dengan aquadest H2O2 3% dan NaOCl 5% untuk membersihkan dan
mencegah masuknya sisa-sisa dentin ke dalam jaringan pulpa bagian radikular.
Hindarkan penggunaan semprotan udara.
6) Perdarahan sesudah amputasi segera dikontrol dengan kapas kecil yang dibasahi larutan
yang tidak mengiritasi misalnya larutan salin atau aquadest, letakkan kapas tadi di atas
pulp stump selama 3-5 menit.
7) Sesudah itu, kapas diambil dengan hati-hati. Hindari pekerjaan kasar karena pulp stump
sangat peka dan dapat menyebabkan perdarahan kembali.
8) Dengan kapas steril yang sudah dibasahi formokresol, kemudian orifis saluran akar
ditutup selama 5 menit. Harus diingat bahwa kapas kecil yang dibasahi dengan
formokresol jangan terlalu basah, dengan meletakkan kapas tersebut pada kasa steril
agar formokresol yang berlebihan tadi dapat diserap.
9) Setelah 5 menit, kapas tadi diangkat, pada kamar pulpa akan terlihat warna coklat tua
atau kehitam-hitaman akibat proses fiksasi oleh formokresol.

10) Kemudian di atas pulp stump diletakkan campuran berupa pasta dari ZnO, eugenol dan
formokresol dengan perbandingan 1:1, di atasnya tempatkan tambalan tetap.
Apabila perdarahan tidak dapat dihentikan sesudah amputasi pulpa berarti
peradangan sudah berlanjut ke pulpa bagian radikular. Oleh karena itu diperlukan 2 kali
kunjungan.
Teknik pulpotomi dua kali kunjungan :
1. Sebagai lanjutan perdarahan yang terus menerus ini pulpa ditekan kapas steril yang
dibasahi formokresol ke atas pulp stump dan ditutup dengan tambalan sementara.
2. Hindarkan pemakaian obat-obatan untuk penghentian perdarahan, seperti adrenalin atau
sejenisnya, karena problema perdarahan ini dapat membantu dugaan keparahan
keradangan pulpa.
(1) Kunjungan kedua (sesudah 7 hari)
1. Tambalan sementara dibongkar lalu kapas yang mengandung formokresol diambil dari
kamar pulpa.
2. Letakkan di atas orifis, pasta campuran dari formokresol, eugenol dengan perbandingan
1:1 dan zink okside powder.
3. Kemudian di atasnya, diletakkan semen fosfat dan tutup dengan tambalan tetap.

Gambar.. Prosedur perawatan pulpotomi vital (sumber: Pediatric Dentistry, 2001)


2.3.7. Devitalisasi / Pulpotomi Devital
Devitalisasi merupakan pengembalian jaringan pulpa yang terdapat dalam pulp
chamber dengan menyisakan jaringan pulpa di saluran akar dalam keadaan steril dan
nonvital dengan obat-obatan mumifikasi. (Ingle, 2008)

(1) Indikasi:
1. Pulp capping gagal dilakukan.
2. Pulpa vital, sakit meradang tetapi belum abses
3. Sakit berdenyut saat minum dingin atau makan manis
(2) Kontraindikasi:
1. Gigi dengan abses atau gigi non vital.
2. Pada gigi sulung yang meradang dimana resorpsi akar hampir selesai.
(3) Prosedur perawatan:
1.
1)
2)
3)
4)
5)
2.
1)
2)
3)
4)
3.
1)
2)
3)

Kunjungan I:
Isolasi gigi.
Preparasi kavitas.
Ekskavasi karies yang dalam.
Aplikasikan obat [Link] seperti arsen atau euparal pada daerah yang dalam
Tambalan sementara.
Kunjungan II:
Tambalan sementara dibuang, kemudian lakukan tes vitalitas (-).
Buka kavum, kemudian bersihkan dan keringkan (ekstirpasi dan irigasi).
Aplikasi obat antiseptic (okspara liquid).
Tambalan sementara.
Kunjungan III:
Tambalan sementara dibuang.
Aplikasikan okspara pasta.
Aplikasikan calxyl, zinc oxide eugenol, semen fosfat, dan tambalan permanen.

Garg, Nisha., Garg, Amit., 2014, Textbook of Endodontics, Jaypee Brothers


Medical Publishers (P) Ltd.: New Delhi
Grossman IL, Oliet S, Rio CED. 1995. Ilmu endodontik dalam praktik. Ed.11. Jakarta :
EGC

Ingle JI, Bakland LK, Baumgartner JC. 2008. Endodontics, 6 th ed. BC Decker,
Hamilton.
Nunn. 2001. Paediatric Dentistry, 2nd edition, p.171. Oxford: Oxford University
Press.
Rao, Arathi. 2008. Principles and Practice of Pedodontics. Ed 3. Jaypee Brothers
Medical Publisher (P) Ltd:New Delhi

Anda mungkin juga menyukai