0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
11 tayangan19 halaman

Spo Orientasi Perawat Baru

f

Diunggah oleh

Mumu Sinaga
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
11 tayangan19 halaman

Spo Orientasi Perawat Baru

f

Diunggah oleh

Mumu Sinaga
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

SPO ORIENTASI PERAWAT BARU

RSU SARI MUTIARA


MEDAN
No. Dokumen

SPO
I.

Pengertian

II. Tujuan

III. Kebijakan
IV. Prosedur

[Link]
Halaman 1
Ditetapkan
Direktur Utama

Tanggal
terbit
[Link] Solin, MMR
Tata cara mempersiapkan perawat baru yang berhubungan
dengan lingkungan kerja baru dalam suatu organisasi,
meliputi organisasi tata laksana, kebijakan, tugas,
fungsi, tanggung jawab dan wewenang bagi pegawai baru.
1. Mendapatkan informasi dan pandangan mengenai visi,
misi, tujuan organisasi dan tatalaksana
dari
organisasi di RSU Sari Mutiara Medan.
2. Memahami jenis-jenis pelayanan yang ada dan unitunit dalam organisasi RSU Sari Mutiara Medan
3. Mengetahui lingkungan RSU Sari Mutiara Medan
untuk memudahkan adaptasi sebelum memulai
pekerjaan dalam waktu yang singkat.
4. Memahami
pentingnya
menjalin
hubungan
professional antara perawat dengan tim kesehatan
lainnya serta bidang lainnya dalam kelancaran
pelaksanaan pekerjaan.
5. Meningkatkan kemampuan kinerja klinis perawat
dalam memberikan pelayanan asuhan keperawatan
Sebelum bertugas di RSU Sari Mutiara Medan, perawat
baru perlu menjalani orientasi selama 4 minggu sebagai
persiapan melaksanakan tugas.
1. Sebelum melaksanakan tugas di Rumah Sakit,
perawat baru melaksanakan orientasi /pengenalan
terhadap seluruh bagian Rumah Sakit.
2. Masa orientasi / pengenalan selama 4 minggu
3. Selama orientasi perawat baru menggunakan seragam
kemeja lengan panjang putih dan celana panjang
hitam untuk minggu pertama. Minggu ke-2 sampai
minggu ke-6 menggunakan sergam perawat putihputih.
4. Jadwal orientasi petugas baru :

[Link] terkait

Minggu ke I : Pembekalan olen bagian Diklat dan


SDM
Rumah Sakit.
Minggu ke 2-6 : Orientasi perawat baru ke ruang
perawatan (setiap ruang perawatan 1 minggu).
5. Setelah menjalani orientasi selama 6 minggu, perawat
baru melaksanakan wawancara untuk penempatan
ruang tugas.
6. Pada minggu ke - 7 petugas baru melaksanakan tugas
sesuai dengan tugas yang diberikan.
Instalasi Perawatan Intensif
Rawat inap
ICU
IGD

SPO ORIENTASI PERAWAT BARU


RSU SARI MUTIARA
MEDAN
No. Dokumen

SPO
I. Pengertian
II. Tujuan
III. Kebijakan
V. Prosedur

[Link]
Halaman 1
Ditetapkan
Direktur Utama

Tanggal
terbit
[Link] Solin, MMR
Pasien Dirujuk adalah pasien yang atas pertimbangan
dokter / perawat / bidan memerlukan pelayanan di RS baik
untuk diagnostik penunjang atau terapi.
Sebagai acuan penatalaksanaan pengantaran rujukan
sampai rumah sakit tujuan dengan cepat dan aman
1. Petugas UGD / Rawat Inap menyatakan pasien perlu
rujukan
2. Petugas UGD / Rawat Inap menjelaskan dan meminta
persetujuan kepada keluarga pasien untuk dirujuk.
3. Keluarga pasien setuju.
4. Petugas UGD / Rawat Inap membuat surat rujukan
5. Petugas UGD / Rawat Inap membuat rincian biaya
pasien pulang dan biaya penggunaan ambulan (untuk
pasien rawat inap atau pasien UGD yang sudah
diberikab terapi, bagi pasien UGD yang tidak
mendapat terapi cukup membayar biaya ambulan saja)
6. Keluarga pasien membayar dan menerima kwitansi dan
surat rujukan
7. Petugas UGD / Rawat Inap menerima pembayaran
8. Petugas UGD / Rawat Inap mempersiapkan kesiapan
pasien dan Petugas UGD/rawat inap yang lain segera
menghubungi sopir Ambulan.
9. Sopir menyiapkan ambulan (jika sudah siap sopir
segera menghubungi petugas UGD bahwa ambulan
sudah siap)
10. Petugas UGD / Rawat Inap mendampingi dan
mengantarkan pasien ke tempat tujuan dengan
ambulan.
11. Setelah selasai mengantarakan dan kembali ke Rumah
Sakit Petugas UGD / Rawat Inap menulis laporan
kegiatan pada buku kegiatan UGD / Rawat Inap

[Link] terkait

Rawat Inap, Petugas Ambulan/ sopir ambulan

SOP MERUJUK PASIEN DENGAN AMBULANCE


RSU SARI MUTIARA
MEDAN
No. Dokumen

SPO
I. Pengertian

II. Tujuan
III. Kebijakan

VI. Prosedur

[Link]
Halaman 1
Ditetapkan
Direktur Utama

Tanggal
terbit
[Link] Solin, MMR
Ambulans adalah kendaraan yang digunakan untuk
mengantar, menjemput dan membantu keperluan orang
sakit atau jenazah.
Pasien Dirujuk adalah pasien yang atas pertimbangan
dokter / perawat / bidan memerlukan pelayanan di RS baik
untuk diagnostik penunjang atau terapi.
Sebagai acuan penatalaksanaan pengantaran rujukan
sampai rumah sakit tujuan dengan cepat dan aman
1. Sopir bertanggung jawab atas kesiapan mobil dan
keselamatan dalam perjalanan.
2. Ambulan harus dikemudikan oleh sopir ambulan (jika
berhalangan digantikan oleh sopir yang sudah ditunjuk)
3. Ambulan Rumah Sakit Gigi dan Mulut Pendidikan
memberikan pelayanan 24 jam.
1. Petugas UGD / Rawat Inap menyatakan pasien perlu
rujukan
2. Petugas UGD / Rawat Inap menjelaskan dan meminta
persetujuan kepada keluarga pasien untuk dirujuk
3. Keluarga pasien setuju.
4. Petugas UGD / Rawat Inap membuat surat rujukan
5. Petugas UGD / Rawat Inap membuat rincian biaya
pasien pulang dan biaya penggunaan ambulan (untuk
pasien rawat inap atau pasien UGD yang sudah
diberikan terapi, bagi pasien UGD yang tidak
mendapat terapi cukup membayar biaya ambulan saja)
6. Keluarga pasien membayar dan menerima kwitansi
dan surat rujukan
7. Petugas UGD / Rawat Inap menerima pembayaran
8. Petugas UGD / Rawat Inap mempersiapkan kesiapan
pasien dan Petugas UGD/rawat inap yang lain segera
menghubungi sopir Ambulan.
9. Sopir menyiapkan ambulan (jika sudah siap sopir
segera menghubungi petugas UGD bahwa ambulan

[Link] terkait

sudah siap)
10. Petugas UGD / Rawat Inap
mendampingi dan
mengantarkan pasien ke tempat tujuan dengan
ambulan.
11. Setelah selasai mengantarakan dan kembali ke Rumah
Sakit Petugas UGD / Rawat Inap menulis laporan
kegiatan pada buku kegiatan UGD / Rawat Inap
Rawat Inap, Petugas Ambulan/ sopir ambulan

SOP / CARA PENANGANAN LUKA PADA PASIEN


RSU SARI MUTIARA
MEDAN
No. Dokumen

SPO
I.

Pengertian

II. Tujuan
III. Kebijakan
VII. Prosedur

[Link]
Halaman 1
Ditetapkan
Direktur Utama

Tanggal
terbit
[Link] Solin, MMR
Memberikan tindakan pertolongan pada luka baru dengan
cepat dan tepat
Agar luka tidak terjadi infeksi lanjut
Seluruh perawat diijinklan melakukan penjahitan dan
perawatan luka, tetapi tidak pada luka putus tendon
PERSIAPAN ALAT :
Streril
1. Bak instrumen
a. Spuit irigasi 50 cc
b. Soft koteker
c. Pinset anatomis
d. Pinset chirrugis
e. Gunting jaringan
f. Arteri klem
g. Knop sonde
h. Container untuk cairan irigasi
i. Naal foulder
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Kassa dan depres dalam tromol


Handschone / gloves steril
Neerbeken (bengkok)
Kom kecil/ sedang
Heacting set
Spuit 3 cc

8.
a.
b.
c.
9.
a.

Pembalut sesuai kebutuhan


Kasa
Kasa gulung
Sufratul
Topical terapi
Oxytetraciclin salep /

b. Gentamicin salep 0,3 %


c. Lidokain ampul
10. Cairan pencuci luka dan disinfektan
a. Cairan NS / RL hangat sesuai suhu tubuh 34 0 -37 0 C
b. Betadine
Persiapan Alat :
Non Streril
1. Schort / Gown
2. Perlak + Alas Perlak / Underpad
3. Sketsel / Tirai
4. Gunting Verband
5. Neerbeken / Bengkok
6. Plester (Adhesive) Atau Hipafix Micropone
7. Tempat Sampah
Penatalaksaan Luka Kll.
1. Informed Concern Dan Penjelasan
2. Pemeriksaan Ttv
A. Penatalaksanaan Perawatan Luka Babras
1) Persiapan Alat : Bengkok Didekatkan Dan Kasa
Didekatkan Cairan Ns Dan Betadine
2) Pembersihan Dengan Ns
3) Setelah Itu Diberi Betadine / Sufratul
4) Bersihkan Peralatan
5) Observasi
6) Konseling
B. Penatalaksaan Perawatan Luka Robek
1) Persiapan Pasien Dan Informed Concern
2) Semua Alat Disiapkan
3) Suntikan Dengan Lidokain Merata
4) Dibersihkan Dengan Ns /Perhidrol
5) Diberikan Disinfektan Dengan Betadine
6) Heacting (Sesuai Sop Heacting)
7) Diberikan Tulle Atau Salep Oxitetraciclin
8) Ditutup Dengan Kasa Steril
9) Diplester / Hipafix
10) Bersihkan Kotoran/ Bekas Darah Disekitar Luka.
11) Bereskan Peralatan
12) Observasi
Konseling

[Link] terkait

IGD dan Rawat inap

SOP / PPK PERAWATAN LUKA BAKAR

RSU SARI MUTIARA


MEDAN

No. Dokumen

SPO
I. Pengertian
II. Tujuan
III. Kebijakan
IV. Prosedur

[Link]
Halaman 1
Ditetapkan
Direktur Utama

Tanggal
terbit
[Link] Solin, MMR
Membersihkan pasien luka bakar dengan menggunakan
cairan fisiologis dan cairan desinfektan.
1. Mencegah terjadinya infeksi
2. Mengangkat jaringan nekrotik
A. Persiapan Alat :
1. Alat pelindung diri (masker, sarung tangan, scort)
2. Set ganti balutan steril
3. Sepuit 10 cc
4. Kasa steril
5. Verband sesuai dengan ukuran kebutuhan
6. Bengkok
7. Obat-obatan sesuai program
8. NaCl 0,9 % / aquadest
B.
Pelaksanaan :
1. Pasien/keluarga diberi penjelasan tentang tindakan
yang akan dilakukan.
2. Petugas menggunakan alat pelindung diri (masker,
sarung tangan, scort).
3. Mengatur posisi klien di bed tindakan supaya luka
dapat terlihat jelas dan mudah dilakukan perawatan
luka
4. Bila luka bakar tertutup pakaian maka minta ijin untuk
membuka pakaian supaya luka terlihat jelas dan
membuka pakaian dengan hati-hati, bila sulit basahi
dengan NaCl 0,9%.
5. Membersihkan luka bakar dengan cara mengirigasi
yaitu dengan cara mengaliri bagian luka menggunakan
NaCl 0,9% dengan meletakan bengkok di bawah luka
terlebih dahulu..
6. Melakukan debridement bila terdapat jaringan nekrotik

[Link] terkait

dengan cara memotong bagian nekrotik dengan


mengangkat jaringan nekrotik menggunakan pinset
chirurgis dan digunting dengan gunting chirurgis
mulai dari bagian yang tipis menuju ke bagian tebal.
7. Bila ada bula dipecah dengan cara ditusuk dengan
jarum spuit steril sejajar dengan permukaan kulit
dibagian
pinggir
bula
kemudian
dilakukan
pemotongan kulit bula dimulai dari pinggir dengan
menggunakan gunting dan pinset chirugis.
8. Mengeringkan luka dengan cara mengambil kasa steril
dengan pinset anatomis lalu kasa steril ditekankan
pelan-pelan sehingga luka benar-benar dalam kondisi
kering.
9. Memberikan obat topical (silver sulfadiazin) sesuai luas
luka dengan menggunakan dua jari yang telah diolesi
obat tersebut.
[Link] luka dengan kasa steril.
[Link] plester dengan digunting sesuai ukuran dan
ditempelkan di atas kasa steril.
12. Menjelaskan bahwa perawatan luka telah selesai.
13. Membersihkan alat medis ( lihat SOP Sterilisasi).
14. Membersihkan sampah medis (lihat SOP Membuang
Sampah Medis).
15. Mengobservasi keadaan umum pasien :
a. Tekanan darah, nadi, suhu dan pernafasan
b. Posisi jarum infus, kelancaran tetesan infus.
c. Melaporkan segera kepada dokter bila terdapat
perubahan keadaan umum
Unit Gawat Darurat / UGD

RSU SARI MUTIARA


MEDAN

SOP / PROTAP / PPK PENGATURAN


POSISI PRONASI

No. Dokumen

SPO
I. Pengertian
II. Tujuan

III. Kebijakan

IV.

Prosedur

[Link]
Halaman 1
Ditetapkan
Direktur Utama

Tanggal
terbit
[Link] Solin, MMR
Cara yang dilakukan untuk membuat posisi pasien prone
(telungkup)
1. Mencegah rasa tidak nyaman pada otot
2. Mempertahankan tonus otot
3. Mencegah terjadinya komplikasi immobilisasi, seperti
ulkus decubitus, kerusakan saraf superficial, kerusakan
pembuluh darah dan kontraktur
1. Pertahankan agar kasur yang digunakan dapat
memberikan suport yang baik bagi tubuh
2. Yakinkan bahwa alas tidur tetap bersih dan kering,
karena alas tidur yang lembab atau terlipat akan
meningkatkan resiko terjadinya ulkus dekubitus
3. Letakkan alat bantu di tempat yang membutuhkan,
sesuai dengan jenis posisi
4. Jangan letakkan satu bagian tubuh diatas bagian tubuh
yang lain, terutama daerah tonjolan tulang
5. Rencanakan perubahan posisi selama 24 jam dan
lakukan secara teratur (buat jadwal posisi)
1. Persiapan alat

a. Bantal kecil 2
b. Bantal besar 1
2. Persiapan pasien
a. Menjelaskan langkah-langkah tindakan

[Link] terkait

3. Pelaksanaan
a. Mencuci tangan
b. Mempersiapkan alat
c. Buatlah posisi tempat tidur yang memudahkan untuk
bekerja ( sesuai dengan tinggi perawat)
d. Atur tinggi tempat tidur pada posisi dasar yaitu posisi
datar. Ambil semua bantal dan perlengkapan lain yang
digunakan pada posisi sebelumnya.
e. Bantu pasien dalam posisi telungkup
f. Hadapkan kepala klien di satu sisi, letakkan bantal
kecil di bawah kepala tetapi tidak sampai bahu
g. Letakkan bantal kecil di bawah perut mulai dari
diafragma sampai krista iliaka
h. Letakkan bantal di bawah kaki mulai dari lutut hingga
tumit
i. Mencuci tangan
j. Evaluasi respon pasien
k. Lakukan dokumentasi tindakan dan hasil
1. Ruang Rawat Inap
2. Ruang Rawat Intensif

RSU SARI MUTIARA


MEDAN

SOP / CARA PENANGANAN LUKA PADA PASIEN


No. Dokumen

SPO
I. Pengertian
II. Tujuan

III. Kebijakan

II. Prosedur

[Link]
Halaman 1
Ditetapkan
Direktur Utama

Tanggal
terbit
[Link] Solin, MMR
Cara yang dilakukan untuk membuat posisi pasien lateral
1. Mencegah rasa tidak nyaman pada otot
2. Mempertahankan tonus otot
3. Mencegah terjadinya komplikasi immobilisasi, seperti
ulkus decubitus, kerusakan saraf superficial, kerusakan
pembuluh darah dan kontraktur
1. Pertahankan agar kasur yang digunakan dapat
memberikan suport yang baik bagi tubuh
2. Yakinkan bahwa alas tidur tetap bersih dan kering,
karena alas tidur yang lembab atau terlipat akan
meningkatkan resiko terjadinya ulkus dekubitus
3. Letakkan alat bantu di tempat yang membutuhkan,
sesuai dengan jenis posisi
4. Jangan letakkan satu bagian tubuh diatas bagian tubuh
yang lain, terutama daerah tonjolan tulang
5. Rencanakan perubahan posisi selama 24 jam dan
lakukan secara teratur (buat jadwal posisi)
1. Persiapan alat
a.
Bantal 3-4
b.
Gulungan handuk (handuk kecil) atau
underpad (alas)
2. Persiapan pasien
a. Menjelaskan langkah-langkah tindakan
3. Pelaksanaan
a. Mencuci tangan
b. Mempersiapkan alat
c. Buatlah posisi tempat tidur yang memudahkan untuk
bekerja ( sesuai dengan tinggi perawat)
d. Sesuaikan berat badan pasien dan [Link] perlu
carilah bantuan atau gunakan alat bantu pengangkat
e. Atur tinggi tempat tidur pada posisi dasar yaitu
posisi datar. Ambil semua bantal dan perlengkapan
lain yang digunakan pada posisi sebelumnya. Beri
bantal pada tempat tidur pasien bagian atas.

[Link] terkait

Pindahkan pasien pada bagian atas tempat tidur.


d. Ajak pasien kerja sama
- tekuk lutut pasien dan anjurkan untuk
meletakkan tangan diatas dadanya.
- Letakkan satu tangan anda dibawah bahu dan
tangan yang lain dibawah paha pasien
- Angkat dan tarik pasien, sesuai yang diinginkan,
perintahkan pasien untuk mendorong kakinya.
f. Bantu pasien miring. Tempatkan diri anda dan
pasien secara tepat sebelum bergerak
- Pindahkan pasien ke posisi berlawanan
- Letakkan tanagn pasien yang jauh dengan
perawat ke dada dan ke tangan yang dekat dari
perawat sedikit ke depan badan pasien
- Letakkan kaki pasien yang terjauh dengan
perawat, menyilangkan di atas kaki yang
terdekat
- Tempatkan diri perawat sedekat mungkin
dengan pasien
- Tempatkan tangan perawat di bokong dan bahu
pasien
- Tarik pasien sehingga menjadi posisi miring
g. Letakkan gulungan handuk atau underpad di bawah
kepala dan leher
h. Atur posisi bahu sedikit fleksi dan agak condong ke
depan
i. Letakkan bantal di bawah tangan
j. letakkan bantal keras pada punggung pasien untuk
menstabilkan posisi
k. letakkan 2 atau lebih bantal di antara kaki pasien
dengan posisi kaki sebelah semi fleksi
l. Mencuci tangan
m. Evaluasi respon pasien
n. Lakukan dokumentasi tindakan dan hasil
1. Ruang Rawat Inap
2. Ruang Rawat Intensif

SOP / PROTAP
Pemberian Posisi Fowler

RSU SARI MUTIARA


MEDAN
No. Dokumen

SPO
I.

Pengertian

II. Tujuan

III. Kebijakan

III.

Prosedur

[Link]
Halaman 1
Ditetapkan
Direktur Utama

Tanggal
terbit
[Link] Solin, MMR
Cara yang dilakukan untuk membuat posisi pasien fowler
(duduk).
1. Mencegah rasa tidak nyaman pada otot
2. Mempertahankan tonus otot
3. Mencegah terjadinya komplikasi immobilisasi seperti
ulkus decubitus, kerusakan saraf superficial, kerusakan
pembuluh darah dan kontraktur
1. Mempertahankan agar kasur yang digunakan dapat
memberikan suport yang baik bagi tubuh
2. Yakinkan bahwa alas tidur tetap bersih dan kering,
karena alas tidur yang lembab atau terlipat akan
meningkatkan resiko terjadinya ulkus dekubitus
3. Letakkan alat bantu di tempat yang membutuhkan,
sesuai dengan jenis posisi
4. Jangan letakkan satu bagian tubuh diatas bagian tubuh
yang lain, terutama daerah tonjolan tulang
5. Rencanakan perubahan posisi selama 24 jam dan
lakukan secara teratur (buat jadwal posisi)
a. Persiapan alat
1. Bantal seperlunya
2. Hand roll 1-2 trochanter roll
3. Papan kaki
b. Persiapan pasien
1. Menjelaskan langkah-langkah tindakan
3. C. Pelaksanaan
1. Mencuci tangan
2. Mempersiapkan alat
3. Buatlah posisi tempat tidur yang memudahkan untuk
bekerja ( sesuai dengan tinggi perawat)
4. Sesuaikan berat badan pasien dan perawat. Bila perlu
carilah bantuan atau gunakan alat bantu pengangkat
5. Naikkan posisi kepala 45-600 (bagi pasien
hemiplegia, atur pasien setegak mungkin).
Instruksikan pasien untuk menekuk lutut sebelum
menaikkan bagian kepala tempat tidur. Yakinkan

bahwa bokong pasien berada tepat pada satu lekukan


tempat tidur.
6. Letakkan bantal di bawah kepala, leher dan bahu
(bagi klien hemiplegi, atur dagu agak keatas)
7. Letakkan bantal kecil atau gulungan handuk di
daerah lekukan pinggang jika terdapat celah kecil di
daerah tersebut
8. Letakkan bantal untuk mendukung lengan dan
tangan jika pasien tidak dapat menggerakkan lengan,
seperti paralisis atau tidak sadar pada ekstremitas
atas
9. Berikan hand roll jika pasien mempunyai
kecenderungan deformitas pada jari dan telapak
tangan
10. Letakkan trochanter roll di sisi luar paha
11. Letakkan bantal kecil di bawah kaki mulai dari
bawah lutut sampai ke tumit
12. Letakkan papan kaki pada telapak kaki pasien
13. Mencuci tangan
14. Evaluasi respon pasien
15. Lakukan dokumentasi tindakan dan hasil
[Link] terkait

1. Ruang Rawat Inap


2. Ruang Rawat Intensif

Standard Operating Procedure (SOP) adalah penetapan tertulis mengenai apa yang
harus dilakukan, kapan, dimana, dan oleh siapa. SOP dibuat untuk menghindari
terjadinya variasi dalam proses pelaksanaan kegiatan yang akan mengganggu kinerja
organisasi secara keseluruhan. SOP merupakan mekanisme penggerak
organisasi/lembaga agar dapat berjalan/berfungsi secara efektif dan efisien.
Dalam organisasi pemerintah, SOP diperlukan untuk meningkatkan pelayanan kepada
masyarakat. Pelayanan publik yang optimal dipercaya dapat meningkatkan
kepercayaan masyarakat kepada pemerintah. Kondisi ini memotivasi partisipasi
sukarela masyarakat pada program pemerintah.
Dalam keperawatan posisi SOP sangat diperlukan dalam semua situasi tindakan
keperawatan. keperawatan tanpa SOP itu ibarat guru mengajar tanpa buku. Jadi dalam
segala hal SOP itu sangat dibutuhkan.
Dalam blog ini akan kami sajikan kumpulan SOP Keperawatan terlengkap dan
terbaru.
1.
Kumpulan SOP IGD
2.
Kumpulan SOP Pelayanan
3.
Kumpulan SOP Bedah
4.
Kumpulan SOP Eliminasi
5.
Kumpulan SOP Kebutuhan Cairan dan Elektrolit
6.
SOP Pemberian Obat
7.
SOP Oksigenasi
8.
SOP Aktivitas dan Mobilitas
9.
SOP Pengkajian
10.
SOP Perioperatif dan pos Operatif
11.
SOP Higyene dan Infeksi

Anda mungkin juga menyukai