Bahaya Kesehatan Merokok di Indonesia
Bahaya Kesehatan Merokok di Indonesia
PENDAHULUAN
Rokok merupakan benda yang sudah tak asing lagi bagi kita. Merokok sudah menjadi
kebiasaan yang sangat umum dan meluas di masyarakat. Bahaya merokok terhadap kesehatan
tubuh telah diteliti dan dibuktikan banyak ahli. Efek-efek yang merugikan akibat merokok
pun sudah diketahui dengan jelas. Banyak penelitian membuktikan kebiasaan merokok
meningkatkan risiko timbulnya berbagai penyakit seperti penyakit jantung dan gangguan
pembuluh darah, kanker paru-paru, kanker rongga mulut, kanker laring, kanker osefagus,
bronchitis, tekanan darah tinggi, impotensi serta gangguan kehamilan dan cacat pada janin.
Sekitar setengah dari semua orang merokok secara teratur pada akhirnya akan
terbunuh oleh kebiasaan merokok mereka, dan banyak dari kematian terjadi pada usia
pertengahan. Selain menyebabkan kematian dini, konsumsi tembakau sangat mengurangi
kualitas hidup, dan mempengaruhi keluarga, teman dan kolega, serta perokok sendiri. Tidak
ada tingkat yang aman dari penggunaan tembakau dan merokok adalah sangat adiktif.
Mayoritas perokok dewasa berharap bahwa mereka tidak pernah mulai merokok dan sebagian
besar ingin berhenti merokok. Merokok merugikan tidak hanya perokok, tetapi juga
kesehatan orang di sekitar yang terpapar asap tembakau. Merokok dianggap sebagai faktor
risiko utama dalam perkembangan kanker paru paru, yang juga merupakan penyebab utama
kematian akibat kanker pada pria dan wanita di Amerika Serikat dan dunia. 16
Indonesia merupakan surga bagi industri rokok. Sebaliknya, ini merupakan ancaman
besar bagi generasi anak bangsa. Jika tidak dikendalikan, biaya kesehatan dan biaya kematian
yang ditanggung akan besar sekali. Hitungan para ahli ekonomi kesehatan, kematian akibat
rokok di Indonesia tahun 2010 mencapai 12,7 persen dari seluruh kematian. Pengeluaran
untuk pembelian rokok dan biaya pengobatan akibat rokok pada tahun 2010 yaitu Rp. 231,47
triliun padahal cukai rokok pada tahun itu hanya Rp. 62 trilun. 10
Rokok mengandung lebih dari 4000 bahan kimia dan terdapat 43 bahan penyebab
kanker yang telah diketahui. Oleh karena itu, rokok dan lingkungan yang tercemar asap rokok
dapat menimbulkan berbagai penyakit. Menurut Prof. Samsuridjal, pada prinsipnya merokok
dapat meningkatkan resiko kanker, penyakit jantung, paru, impotensi, dan gangguan
kehamilan. Resiko kematian pada perokok 14 kali akibat penyakit kanker paru dibandingkan
dengan bukan perokok, sedangkan resiko kematian akibat kanker esofagur 4 kali lipat dan
kanker kandung kemih 2 kali lipat.
1
Indonesia merupakan satu dari 41 negara di Asia Pasifik dan satu-satunya Negara
anggota organisasi Kerjsama Islam yang tidak menandatangani konvensi pengendalian
tembakau international (WHO-FCTC). Indonesia tersandera anggapan pembatasan rokok,
bisa mengurangi pajak rokok yang mencapai Rp. 60 triliun per tahun, padahal kerugian yang
ditanggung masyarakat mencapai Rp.245 triliun berupa biaya perawat kesehatan dan
penurunan produktivitas. 11
World Health Organization ( WHO ) memperkirakan bahwa tembakau menyebabkan
5,4 juta kematian pada tahun 2004 dan 100 juta kematian selama abad ke - 20. Demikian
pula, Centers for Disease Control and Prevention ( CDC ) menjelaskan penggunaan tembakau
sebagai risiko paling penting dicegah bagi kesehatan manusia di negara negara maju dan
penyebab penting kematian dini di seluruh dunia. Beberapa Negara telah mengambil langkah
langkah untuk mengontrol konsumsi tembakau dengan pembatasan penggunaan dan
penjualan serta pesan peringatan dicetak pada kemasan. 17
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
A. DEFINISI
Rokok adalah silinder dari kertas berukuran panjang antara 70 hingga 120 mm
(bervariasi tergantung negara) dengan diameter sekitar 10 mm yang berisi daun-daun
tembakau yang telah dicacah. Rokok dibakar pada salah satu ujungnya dan dibiarkan
membara agar asapnya dapat dihirup lewat mulut pada ujung lain. 8
B. KANDUNGAN ROKOK
Rokok mengandung kurang lebih 4000 lebih elemen-elemen dan setidaknya 200
diantaranya berbahaya bagi kesehatan. Racun utama pada rokok adalah tar, nikotin, dan
karbon monoksida. Selain itu, dalam sebatang rokok juga mengandung bahan-bahan
kimia lain yang tak kalah beracunnya. 8
Zat-zat beracun yang terdapat dalam rokok antara lain adalah sebagai berikut :
1. Karbon Monoksida (CO)
Gas CO mempunyai kemampuan mengikat hemoglobin (Hb) yang terdapat dalam sel
darah merah (eritrosit) lebih kuat disbanding oksigen, sehingga setiap ada asap rokok
disamping kadar oksigen udara yang sudah berkurang, ditambah lagi sel darah merah
akan semakin kekurangan oksigen, oleh karena yang diangkut adalah CO dan bukan O2
(oksigen). Sel tubuh yang menderita kekurangan oksigen akan berusaha meningkatkan
yaitu melalui kompensasi pembuluh darah dengan jalan menciut atau spasme. Bila proses
spasme berlangsung lama dan terus menerus maka pembuluh darah akan mudah rusak
dengan terjadinya proses aterosklerosis (penyempitan). Penyempitan pembuluh darah
akan terjadi dimana-mana. Di otak, di jantung, di paru, di ginjal, di kaki, di saluran
peranakan, di ari - ari pada wanita hamil.
2. Nikotin
Nikotin yang terkandung di dalam asap rokok antara 0,5 3 ng, dan semuanya diserap,
sehingga di dalam cairan darah atau plasma antara 40 50 ng/ml. Nikotin juga memiliki
karakteristik efek adiktif dan psikoaktif. Perokok akan merasakan kenikmatan,
3
kecemasan berkurang, toleransi dan keterikatan fisik. Hal itulah yang menyebabkan
mengapa sekali merokok sudah untuk berhenti. Efek nikotin menyebabkan perangsangan
terhadap hormone kathekolamin (adrenalin) yang bersifat memacu jantung dan tekanan
darah. Jantung tidak diberikan kesempatan istirahat dan tekanan darah akan semakin
meninggi, berakibat timbulnya hipertensi. Efek lain merangsang berkelompoknya
trombosit (sel pembekuan darah), trombosit akan mengumpul dan akhirnya akan
menyumbang pembuluh darah yang sudah sempit akibat asap yang mengandung CO
yang berasal dari rokok.
Nikotin juga memainkan peran dalam beberapa episode akut penyakit (termasuk stroke,
impotensi, dan penyakit jantung) dengan menstimulasi produsi adrenalin, yang
meningkatkan tekanan darah, laju denyut jantung dan laju respirasi serta asam lemak
bebas. Efek jangka panjang yang paling serius adalah hasil dari produk pembakaran
rokok. Hal ini menyebbkan timbulnya berbagai system pengiriman nikotin, seperti patch
nikotin atau permen karet nikotin, yang dapat memenuhi keinginan adiktif dengan
memberikan nikotin tanpa adanya produk pembakaran yang berbahaya. Hal ini dapat
membantu perokok yang sangat tergantung untuk berhenti secara bertahap, dan
menghentikan kerusakan lebih lanjut terhadap kesehatan. Kecanduan nikotin dapat
terjadi segera setelah lima bulan merokok. Merokok tembakau meningkatkan pelepasan
dopamine di otak, khusunya di jalur mesolimbik. 17
3. Tar
Tar adalah sejenis cairan kental berwarna coklat tua atau hitam yang merupakan
substansi hidrokarbon yang bersifat lengket dan menempel pada paru-paru. Kadar tar
pada rokok antara 0,5-35 mg per batang. Tar merupakan suatu zat karsinogen yang dapat
menimbulkan kanker pada jalan nafas dan paru-paru.
4. Kadmium
Kadmium adalah zat yang dapat meracuni jaringan tubuh terutama ginjal.
5. Akrolein
Akrolein merupakan zat cair yang tidak berwarna aldehid. Zat ini sedikit banyak
mengandung kadar alcohol. Artinya akrolein ini adalah alcohol yang cairannya telah
diambil. Cairan ini sangat mengganggu kesehatan.
4
6. Amoniak
Amoniak merupakan gas yang tidak berwarna yang terdiri dari nitrogen dan hydrogen.
Zat ini tajam baunya dan sangat merangsang. Begitu kerasnya racun yang ada pada
ammonia sehingga jika masuk sedikitpun ke dalam peredaran darah akan mengakibatkan
seseorang pingsan atau koma.
7. Asam Format
Asam format merupakan sejenis cairan tidak berwarna yang bergerak bebas dan dapat
membuat lepuh. Cairan ini sanga tajam dan menusuk baunya. Zat ini dapat menyebabkan
seseorang seperti merasa digigit semut.
8. Hidrogen Sianida / HCN
Hidrogen sianida merupakan sejenis gas yang tidak berwarna, tidak berbau dan tidak
memiliki rasa. Zat ini merupakan zat yang paling ringan, mudah terbakar dan sangat
efisien untuk menghalangi pernapasan dan merusak saluran pernapasan. Sianida adalah
salah satu zat yang mengandung racun yang sangat berbahaya. Sedikit saja sianida
dimasukkan langsung ke dalam tubuh dapat mengakibatkan kematian.
9. Nitrous Oxid
Nitrous Oxid merupakan sejenis gas yang tidak berwarna, dan bila terhisap dapat
menyebabkan hilangnya pertimbangan dan menyebabkan rasa sakit. Nitrous Oxid ini
adalah sejenis zat yang pada mulanya dapat digunakan sebagai pembius waktu
melakukan operasi oleh dokter.
10. Formaldehid
Formaldehid adalah sejenis gas tidak berwarna dengan bau tajam. Gas ini tergolong
sebagai pengawet dan pembasmi hama. Gas ini juga sangat beracun keras terhadap
semua organisme hidup.
11. Fenol
Fenol adalah campuran dari Kristal yang dihasilkan dari distilasi beberapa zat organik
seperti kayu dan arang, serta diperoleh dari tar arang. Zat ini beracun dan membahayakan
karena fenol ini terikat ke protein dan menghalangi aktivitas enzim.
12. Asetol
Asetol adalah hasil pemanasan aldehid (sejenis zat yang tidak berwarna yang bebas
bergerak) dan mudah menguap dengan alkohol.
13. Hidrogensulfida
Hidrogen sulfide adalah sejenis gas yang beracum yang gambang terbakar dengan bau
yang keras. Zat ini menghalangi oksidasi enzim (zat besi yang berisi pigmen).
14. Piridin
Piridin adalah sejenis cairan tidak berwarna dengan bau tajam. Zat ini dapat digunakan
mengubah sifat alkohol sebagai pelarut dan pembunuh hama.
15. Metil Klorida
Metil klorida adalah campuran dari zat-zat bervalensi satu antara hydrogen dan karbon
merupakan unsurnya yang utama. Zat ini adalah senyawa organik yang beracun.
16. Metanol
Metanol adalah sejenis cairan ringan yang mudah menguap dan mudah terbakar.
Minuman atau menghisap methanol mengakibatkan kebutaan dan bahkan kematian.
C. EPIDEMIOLOGI
Wakil Menteri Kesehatan Ali Ghufron Mukti mengatakan bahwa dalam 12 tahun antara
tahun 1995-2007 terjadi peningkatan enam kali lipat jumlah orang yang meninggal akibat
merokok. Pada tahun 1995 terdapat 71.126 orang meninggal dipicu konsumsi rokok.
Pada tahun 2007, jumlahnya meningkat enam kali lipatnya menjadi 426.214 orang.
Kemudian sekitar 11 juta bayi pada usia 0-4 tahun sudah mengalami gangguan kesehatan
akibat asap rokok dari orang lain. 11,15
Berdasarkan organisasi Kesehatan Dunia (WHO), secara global konsumsi tembakau dan
dampak ikutannya menjadi penyebab 8,8 persen kematian. Hasil riset Kesehatan Dasar
Kementerian Kesehatan 2010 menyebutkan, asap rokok memberi kontribusi paling besar
sebagai polutan di dalam gedung. Dari hasil riset tersebut, sekitar 62 juta perempuan dan
30 juta laki-laki menjadi perokok pasif. Adapun 11,4 juta bayi usia 0-4 tahun terpapar
rokok. Di dunia perokok pasif di perkirakan menimbulkan 600.000 kematian pada usia
6
dini setiap tahunnya. Persentase korbannya sebesar 31 persen anak-anak dan 64 persen
perempuan. 11
Penjualan rokok rokok dan jumlah perokok aktif di Indonesia terus meningkat.
Berdasarkan data riset kesehatan dasar 2010, jumlah perokok di Indonesia sebanyak 82
juta jiwa atau 34 persen dari jumlah penduduk di Indonesia. Angka ini meningkat bila
dibandingkan dengan tahun 2007 (60 juta) dan tahun 1995 (34,5 juta). Lebih
menyedihkan lagi, kelompok masyarakat miskin yang merokok jauh lebih tinggi
disbanding masyarakat kaya yaitu 57 pesen. Umumnya mereka yang hidup di pedesaan
dan pendidikannya hanya tamat SD. Bahkan pengeluaran untuk membeli rokok
menempati peringkat kedua (19 persen) dari semua pengeluaran keluar setelah membeli
beras. Angka ini jauh lebih tinggi daripada untuk membeli daging, susu (7 persen) dan
pengobatan (2,5 persen). 6
D. MEKANISMA
Benzopyrene diol epoxide, merupakan metabolit benzopyrene yang sangat karsinogenik,
yaitu polycyclic aromatic hydrocarbon yang dihasilkan oleh pembakaran tembakau.
Benzopyrene ialah mutagen utama dalam asap tembakau. 17
Asap, atau sebagian bahan organik yang dibakar, mengandung benzopyrene. Dampak
merokok, seperti kanker paru paru, bisa memakan waktu hingga 20 tahun untuk
muncul. Asap mengandung beberapa produk pirolitik karsinogenik yang mengikat DNA
dan menyebabkan mutasi genetik. Karsinogen kuat yang utama adalah polycyclic
aromatic hydrocarbon ( PAH ), yang bersifat toksik terhadap epoxide. PAH pertama yang
diidentifikasi sebagai karsinogen dalam asap tembakau adalah benzopyrene, yang telah
terbukti toksik terhadap epoxide dan secara ireversibel menempel pada DNA nuklir sel,
yang mungkin dapat membunuh sel atau menyebabkan mutasi genetik. Jika mutasi
menghambat kematian sel terprogram ( apoptosis ), sel dapat bertahan hidup menjadi sel
kanker. Demikian pula, akrolein, yang banyak dalam asap tembakau, juga secara
ireversibel mengikat DNA, menyebabkan mutasi dan juga kanker. Namun, ia tidak perlu
diaktivasi untuk menjadi karsinogenik. 17
Ada lebih dari 19 karsinogen dikenal dalam asap rokok. Berikut ini adalah beberapa
karsinogen yang paling poten : 17
Selain itu, asap mengalami perubahan sesuai waktu, menyebabkan transformasi senyawa
NO ke NO2 yang lebih beracun. Selanjutnya, penguapan menyebabkan partikel asap
menjadi lebih kecil, sehingga lebih mudah masuk jauh ke dalam paru paru orang yang
bernafas udara tersebut. 17
Eksposur singkat terhadap second hand smoke diyakini menyebabkan trombosit darah
menjadi pekat, merusak lapisan pembuluh darah, menurunkan kecepatan aliran darah
koroner dan mengurangi variabilitas denyut jantung, serta berpotensi meningkatkan
risiko serangan jantung. 16,17,18
F. PENGARUH ASAP ROKOK 1,4
Rokok dan asapnya diketahui bisa menyebabkan berbagai macam penyakit yang
beberapa diantaranya bahkan terbilang mematikan. Ini dia 15 daftar penyakit yang
disebabkan oleh rokok.
Umumnya tidak ada satu pun organ di dalam tubuh yang tidak terpengaruh oleh asap
rokok, karenanya hampir semua bagian tubuh bisa rusak oleh rokok. Hal ini karena ini
dalam satu batang rokok mengandung 4.000 senyawa kimia yang 40 diantaranya
termasuk racun (toksik) atau kursinogenik (bisa menyebabkan kanker).
Berikut ini daftar 15 penyakit yang disebabkan oleh rokok, seperti dikutip dari
[Link] dan Buzzle, Kamis (7/7/2011) yaitu :
1. Kanker Paru
Diketahui sekitar 90 persen kasus kanker paru diakibatkan oleh rokok. Hal ini karena
asap rokok akan masuk secara inhalasi kedalam paru-paru. Zat dari asap rokok ini akan
merangsang sel di paru-paru menjadi tumbuh abnormal. Diperkirakan 1 dari 10 perokok
sedang dan 1 dari 5 perokok berat akan meninggal akibat kanker paru.
2. Kanker Kandung Kemih
Kanker kandung kemih terjadi pada sekitar 40 persen perokok. Studi menemukan kadar
tinggi dari senyawa 2 naphthylamine dalam rokok menjadi karsinogen yang mengarah
pada kanker kandung kemih.
3. Kanker Payudara
9
Perempuan yang merokok lebih berisiko mengembangkan kanker payudara. Hasil studi
menunjukkan perempuan yang mulai merokok pada usia 20 tahun dan 5 tahun sebelum ia
hamil pertama kali berisiko lebih besar terkena kanker payudara.
4. Kanker Serviks
Sekitar 30 persen kematian akibat kanker serviks disebabkan oleh merokok. Hal ini
karena perempuan yang merokok lebih rentan terkena infeksi oleh virus menular seksual.
5. Kanker Kerongkongan
Studi menemukan bahwa asap rokok merusak DNA dari sel-sel esophagus sehingga
menyebabkan kanker kerongkongan. Sekitar 80 persen kasus kanker esophagus telah
dikaitkan dengan merokok.
6. Kanker Pencernaan
Meskipun asap rokok masuk ke dalam paru-paru, tapi ada beberapa asap yang tertelan
sehingga meningkatkan risiko kanker gastrointestinal (pencernaan).
7. Kanker Ginjal
Ketika seseorang merokok, maka asap yang mengandung nikotin dan tembakau akan
masuk ke dalam tubuh. Nikotin bersama dengan bahan kimia berbahaya lainnya seperti
karbon monoksida dan tar menyebabkan perubahan denyut jantung, pernapasan sirkulasi
dan tekanan darah. Karsinogen yang disaring keluar dari tubuh melalui ginjal juga
mengubah sel DNA dan serusak sel-sel ginjal. Perubahan ini mempengaruhi fungsi ginjal
dan memicu kanker.
8. Kanker Mulut
Tembakau adalah penyebab utama kanker mulut. Diketahui perokok 6 kali lebih besar
mengalami kanker mulut dibandingkan dengan orang yang tidak merokok, dan orang
yang merokok tembakau tanpa asap berisiko 50 kali lipa lebih besar.
9. Kanker Tenggorokan
Asap rokok yang terhirup sebelum masuk ke paru-paru akan melewati tenggorokan,
karenanya kanker ini akan berkaitan dengan rokok.
10. Serangan Jantung
10
Nikotin dalam asap rokok menyebabkan jantung bekerja lebih cepat dan meningkatkan
tekanan darah. Sedangkan karbon monoksida mengambil oksigen dalam darah lebih
banyak yang membuat jantung memompa darah lebih banyak. Jika jantung bekerja
terlalu keras ditambah tekanan darah tinggi, maka bisa menyebabkan serangan jantung.
11. Penyakit Jantung Koroner (PJK)
Sebagian besar penyakit jantung koroner disebabkan oleh rokok dan akan memburuk jika
memiliki penyakit lain seperti diabetes mellitus.
12. Aterosklerosis
Nikotin dalam asap rokok bisa mempercepat penyumbatan arteri yang bisa disebabkan
oleh penumpukan lemak. Hal ini akan menimbulkan terjadinya jaringan parut dan
penebalan arteri yang menyebabkan arterosklerosis.
13. Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK)
Kondisi ini menyebabkan aliran darah terhalangi sehingga membuat seseorang sulit
bernapas, dan sekitar 80 persen kasus PPOK disebabkan oleh rokok. Kondisi ini bisa
menyebabkan terjadinya emfisema (sesak napas akibat kerusakan pada kantung udara
atau alveoli) dan bronchitis kronis (batuk dengan banyak lender yang terjadi terus
menerus selama 3 bulan). 3
14. Impotensi
Bagi laki-laki berusia 30-an dan 40-an tahun, maka merokok bisa meningkatkan risiko
disfungsi ereksi sekitar 50 persen. Hal ini karena merokok bisa merusak pembuluh darah,
nikotin mempersempit arteri sehingga mengurangi aliran darah dan tekanan darah ke
penis. Jika seseorang sudah mengalami impotensi, maka bisa menjadi peringatan dini
bahwa rokok sudah merusak daerah lain di tubuh.
15. Infertilitas pada Wanita
Merokok berbahaya bagi ovarium, berpotensi menyebabkan infertilitas pada wanita, dan
tingkat kerusakan tergantung pada jumlah dan lamanya waktu seorang wanita merokok.
Nikotin dan bahan kimia berbahaya lain dalam rokok mengganggu kemampuan tubuh
untuk memproduksi estrogen, hormon yang mengatur folikulogenesis dan ovulasi.
Merokok juga mengganggu folikulogenesis, transportasi embrio, implantasi pada
11
17. Infeksi
Tebakau juga terkait dengan kerentanan terhadap penyakit infeksi, terutama di paru
paru. Merokok lebih dari 20 rokok sehari meningkatkan risiko dua sampai empat kali,
dan menjadi seorang perokok saat ini telah dikaitkan dengan empat kali lipat peningkatan
risiko penyakit pneumokokus yang invasif. Diyakini bahwa merokok meningkatkan
risiko infeksi saluran paru dan penyakit pernafasan lain baik melalui kerusakan struktural
atau melalui efek pada sistem imunitas tubuh. Efek pada sistem imunitas tubuh termasuk
peningkatan produksi sel CD 4 +, disebabkan nikotin, yang sementara dikaitkan dengan
peningkatan kerentanan terhadap HIV. Penggunaan tembakau juga meningkatkan risiko
terjadinya infeksi, seperti : rhinitis, bronkhitis, penyakit paru obstruktif kronik, emfisema
dan bronkhitis kronis. 17
18. Stres
Perokok melaporkan tingkat stres yang lebih tinggi sehari hari. Beberapa studi telah
memantau perasaan stres dari waktu ke waktu dan ditemukan stres berkurang setelah
berhenti merokok. Studi terbaru menunjukkan hubungan positif antara tekanan
psikologis dan paparan asap rokok yang dapat menyebabkan tingkat stress mental yang
tinggi. 17
12
negara berkembang. Biaya yang hilang ini berasal dari biaya pengobatan serta untuk kerugian
hilangnya produktivitas kerja akibat sakit atau meninggal dan untuk kematian tidak langsung
pada anak-anak.
Biaya yang ditimbulkan akibat kebiasaan merokok juga ternyata amat tinggi. WHO
memperkirakan bahwa di negara-negara berkembang para perokok dapat menghabiskan
sampai seperempat penghasilannya untuk membeli rokok. Kalau saja 60% pria di Indonesia
merokok, dan masing-masing menghabiskan seperempat penghasilannya untuk membeli
rokok, maka uang yang terbakar disektor ini tentu amat besar sekitar Rp. 12,6 trilyun.
Sumber dana termudah untuk menutupi iuran JKN ( Jaminan Kesehatan Nasional ) adalah
dengan menaikkan tarif cukai dan harga rokok, menurut Guru Besar Asuransi Kesehatan dan
Ekonomi Kesehatan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia Hasbullah
Thabrany.
Pemerintah selama ini membayarkan iuran JKN bagi 86,4 juta penerima bantuan iuran ( PBI )
Rp 19.225 per orang per bulan. Itu berarti pemerintah harus menyediakan Rp 19,9 triliun
dalam setahun. Nyatanya, layanan kesehatan yang diberikan fasilitas kesehatan yang bekerja
sama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan belum memuaskan.
Peneliti Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi UI, Abdillah Ahsan, menyepakati usulan
cukai hasil tembakau untuk membayar iuran JKN peserta PBI secara layak. Kenaikan iuran
JKN bisa ditutupi dengan kenaikan tarif cukai rokok yang meningkatkan harga rokok. Ini
kebijakan triple win. Iuran JKN naik, layanan kesehatan lebih baik, kesehatan warga dan
penerimaan negara membaik.
Tak memadainya layanan kesehatan pada JKN membuat sejumlah pihak mengusulkan
kenaikan iuran JKN bagi PBI. Dewan Jaminan Sosial Nasional ( DJSN ) mengusulkan iuran
bagi PBI pada APBN 2016 dinaikkan menjadi Rp 40.000 Rp 50.000 per orang per bulan.
Dengan usulan tersebut dan jumlah penerima bantuan tetap, pemerintah butuh Rp 41,5 triliun
Rp 51,8 triliun. Jumlah itu kurang dari separuh dari target penerimaan pemerintah dari
cukai hasil tembakau pada 2015 yang mencapai Rp 126 triliun.
14
Pemerintah menetapkan iuran JKN untuk PBI Rp 19.225 pada 2013. Padahal, DJSN saat itu
sudah mengusulkan Rp 27.500 per orang per bulan. Usulan besaran iuran JKN baru Rp
40.000 Rp 50.000 telah disesuaikan kondisi dan kebutuhan sekarang.
Dengan subsidi BBM dikurangi, pemerintah memiliki dana lebih besar untuk memenuhi
kebutuhan masyarakat miskin, selain dari cukai hasil tembakau. Namun dana pengalihan
subsidi BBM itu banyak dipakai untuk pembangunan infrastruktur. 21
Pemerintah tidak konsisten melindungi kepentingan masyarakat agar tidak terpapar zat adiktif
dalam rokok. Pasal 46 B Undang-Undang Nomor 32 tahun 2002 tentang penyiaran hanya
melarang alkohol sebagai zat adiktif untuk di iklankan ke publik. Pemerintah dan parlemen
melakukan pembiaran terhadap gencanya iklan dan sponsor rokok, sehingga terjadi
peningkatan belanja iklan rokok menjadi 2 triliun rupiah, membuat konsumsi rokok
meningkat 10 tahun terakhir dari 30 miliar batang menjadi 300 miliar batang.
Iklan adalah srategi jitu menjerat remaja menjadi rokok pemula. Itu diakui oleh Phillip Morris
penguasa saham industri rokok besar di Indonesia. Hal ini akan membuhun masa depan anak
Indonesia, karena itu Kompas PA segera menuntut pemerintah agar segera menghadirkan
regulasi melarang total publikasi dari produsen rokok. Wakil ketua komisi Penyiaran Ezki Tri
Rejeki mengatakan, pihaknya telah mengusulkan kepada DPR untuk mengubah aturan
menampilkan iklan rokok dari jam 21.30 sampai jam 05.00 menjadi larang total. 12
Faktor psikososial amat memengaruhi perilaku merokok di kalangan masyarakat. Untuk itu,
penetapan faktor psikososial perlu menjadi prioritas utama dalam pengembangan intervensi
berhenti merokok. Hal itu diharapkan menekan jumlah perokok dalam tiga dekade ke
depan.22
Psikososial terkait ciri ciri psikologis individu, struktur sosial, tindakan kelompok sosial
dan interaksi antar kelompok individu. Dengan demikian, faktor budaya menetapkan peran
individu dan mengatur bagaimana seseorang mengekspresikan dan bertindak dalam situasi
sosial tertentu.
Penghentian merokok bukan kejadian tunggal, tetapi merupakan proses yang dipengaruhi
faktor sosial, psikologis dan biologis. Mekanisme biologis yang kuat bisa menjelaskan bahwa
seseorang akan mengalami ketegangan psikologis saat terputus dengan konsumsi nikotin
secara tiba tiba. Sebaliknya, orang akan menemukan kesegarannya saat menerima kembali
konsumsi nikotin dan suasana hati pun tenang. Pada titik itu psikososial berperan dalam
intervensi penghentian merokok. 22
16
Implementasi kawsan tanpa rokok (KTR) yang diamanatkan Peraturan Pemerintah Nomor
109 tahun 2012 belum optimal. Saat ini baru 85 kabupaen/kota yang menjalankan itu. KTR
adalah
area
yang
dinyatakan
dilarang
untuk
kegiatan
merokok
atau
kegiatan
Penerapan kawasan tanpa rokok melindungi hak bukan perokok untuk menghirup
udara yang bersih dan sehat bebas dari asap rokok. Larangan merokok perlu
diterapkan di tempat-tempat umum, tempat kerja dan transportasi umum. Ini juga
dapat membantu si perokok untuk dapat menahan dan menunda kebiasaan
merokoknya dan sebagai langkah awal untuk berhenti merokok. Pelarangan merokok
di tempat umum telah dikeluarkan melalui peraturan pemerintah no.19 tahun 2003,
Perda No.2/2005 tentang pengendalian pencemaran udara dimana diselipkan pasal 13
yang mengatur kawasan bebas rokok. Berdasarkan sumber dari MenKes hingga Me
2011, hanya 8 dari 33 propinsi yang memiliki kawasan tanpa rokok dan 11 dari 497
kabupaten yang memiliki peraturan daerah tentang Kawasan Tana rokok.
4. Kemasan dan pelabelan rokok 1,2
Peraturan pemerintah PP 19/2003 menyebutkan bahwa setiap bungkus rokok harus
mencantumkan peringatan kesehatan tunggal dan tidak berganti-ganti menyebutkan
rokok dapat menyebabkan kanker, serangan jantung, impotensi dan gangguan
kehamilan dan janin dan setiap iklan rokok harus mengalokasikan 15% dari luasnya
untuk pesan kesehatan yang sama. Dalam kenyataannya, walaupun masyarakat telah
melihat dan membaca iklan tersebut, yang terjadi adalah tingkat konsumsi rokok
semakin meningkat, sehingga kesannya pesan tersebut tiada maknanya, suatu rutinitas
yang tidak perlu diperhatikan.
5. Kebijakan pengendalian tembakau 1,11
Organisasi kesehatan dunia (WHO) telah mengeluarkan Framework Convention on
Tobacco Control (FCTC) yang merupakan perjanjian internasional, efektif berlaku
sejak tanggal 27 Februari 2005. Pokok-pokok kebijakan FCTC mencakup : 1,
peningkatan cukai rokok, 2. Pelarangan total iklan rokok, 3. Penerapan kawasan tanpa
rokok yang komprehensif, 4. Pencantumkan peringatan kesehatan berupa gambar
pada bungkus rokok. 5, membantu orang yang ingin berhenti merokok, 6. Pendidikan
masyarakat. FCTC bertujuan melindungi generasi yang akan datang dari kehancuran
kesehatan dan konsekuensi sosial dan lingkungan yang diakibatkan oleh rokok.
Namun sampai saat ini Indonesia belum mau menandatangani hal ini merupakan
tanda Tanya besar.
Organisasi kesehatan dunia (WHO) telah mengeluarkan Framework Convention on
Tobacco Control (FCTC) yang merupakan perjanjian internasional, efektif berlaku
sejak tanggal 27 Februari 2005. Pokok-pokok kebijakan FCTC mencakup : 1,
peningkatan cukai rokok, 2. Pelarangan total iklan rokok, 3. Penerapan kawasan tanpa
rokok yang komprehensif, 4. Pencantumkan peringatan kesehatan berupa gambar
18
pada bungkus rokok. 5, membantu orang yang ingin berhenti merokok, 6. Pendidikan
masyarakat. FCTC bertujuan melindungi generasi yang akan datang dari kehancuran
kesehatan dan konsekuensi sosial dan lingkungan yang diakibatkan oleh rokok.
Namun sampai saat ini Indonesia belum mau menandatangani hal ini merupakan
tanda Tanya besar.
H. ROKOK ELEKTRONIK
Rokok elektronik memang mulai populer di negeri kita. Rokok elektronik diharapkan
dapat mengurangi pengaruh rokok terhadap kesehatan dan dapat membantu mengatasi
ketergantungan nikotin pada mereka yang akan berhenti merokok.
Pada dasarnya rokok elektronik bermacam macam, dan sayangnya belum terstandar
dengan baik. Sebuah artikel di majalah ilmiah kedokteran Tobacco Control edisi
Februari 2014 mencoba merangkum berbagai penelitian mengenai pengaruh rokok
elektronik terhadap kesehatan. Pada dasarnya rokok elektronik mengandung nikotin,
glikol, pewangi, serta beberapa bahan kimia lain dalam bentuk larutan. Larutan ini
diisap dalam bentuk aerosol. Penelitian ini menilai pengaruh rokok elektronik bagi
pengisap dan juga orang disekitarnya.
Kesimpulan belum dapat ditarik secara jelas mengenai manfaat maupun bahaya rokok
elektronik. Secara terbatas rokok elektronik mungkin membantu proses berhenti
merokok, tetapi masih diperlukan penelitian yang lebih besar untuk mendukung
kesimpulan yang lebih jelas. Rokok elektronik mengandung nikotin cair yang dapat
berpengaruh buruk terhadap kesehatan baik terhadap saluran napas maupun saluran
cerna. Kemungkinan terjadi penggunaan nikotin berlebihan melalui rokok elektronik
juga perlu dipertimbangkan.
Kita tentu menunggu pendapat Badan POM dan Kementerian Kesehatan mengenai
rokok elektronik ini. Memang Badan POM belum mengeluarkan izin untuk
penggunaan rokok elektronik. Kemungkinan besar lembaga ini masih mengkaji secara
mendalam pengaruh rokok elektronik terhadap kesehatan, apakah rokok elektronik
lebih aman dibandingkan rokok konvensional. Sementara ini sikap yag paling aman
adalah bagi mereka yang tidak merokok terutama pelajar dan remaja agar jangan
mulai merokok. Sementara bagi yang sudah merokok agar segera berhenti untuk
menjaga kesehatan pribadi dan keluarga. 23
19
Perokok yang ingin berhenti merokok sangat memerlukan bantuan. Menurut dr.
Mulawarman, bantuan yang diberikan bukan hanya dalam bentuk konseling atau dukungan
moril, tetapi obat yang bisa membantu mengatasi keterikatan terhadap nikotin. Saat ini
terdapat sejumlah obat yang dapat membantu kita untuk berhenti merokok seperti pengganti
nikotin, vareniclin, bupropion. Obat ini tersediadalam bentuk permen karet, permen, supray
dan koyo serta aman digunakan untuk jangka panjang. Dengan bantuan terapi ini,
kemungkinan berhenti merokok adalah sebesar 19% - 26%. Vareniclin bekerja sebagai
penghalang nikotin untuk berikatan dengan reseptor di otak. Memiliki efek withdrawal yang
tidak terlalu berat dan terbukti berhasil menghentikan 33% perokok. Namun memiliki efek
samping berupa gejala-gejala neuropsikiatrik. Bupropion merupakan obat anti depresan dapat
mengurangi efek kecanduan nikotin. Mereka yang menggunakan bupropion memiliki peluang
24% untuk berhenti merokok. Tidak boleh digunakan pada pasien penderita gangguan
neuropsikiatrik seperti depresi, epilepsi, dan penyalahgunaan alkohol. Efek samping berupa
mulut kering dan sulit tidur. 1,14
BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN
Rokok mengandung lebih dari 4000 bahan kimia yang berbahaya dan mengandung zat
karsinogenik. Terdapat dua macam perokok yaitu perokok aktif dan perokok pasif dimana
perokok pasif lebih berbahaya daripada perokok aktif. Berbagai dampak buruk yang dapat
ditimbulkan melalui asap rokok terutama dampak terdahap kesehatan yaitu kanker, penyakit
jantung, penyakit paru, gangguan pada alat reproduksi baik pada pria maupun wanita. Namun
tidak kalah menjadi perhatian utama saat ini adalah dampak buruk terhadap anak-anak yang
20
terpapar oleh asap rokok yang kelak akan menjadi penerus bangsa. Rokok atau asap rokok
dapat menyebabkan anak lebih sering terkena infeksi saluran napas atau alergi dan dapat
mempengaruhi perkembangan serta perilaku anak.
Selain berhubungan dengan kesehatan, rokok juga mempunyai kaitan erat terhadap
perekonomian negara karena rokok merupakan salah satu sumber devisa negara terbesardi
negara kita dan banyak membuka lapangan kerja yang besar bagi penduduk Indonesia.
Namun sebenernya negara mengalami kerugian yang sangat besar dilihat dari biaya yang
dikeluarkan oleh pemerintah untuk pengobatan penyakit yang diakibatkan oleh rokok yaitu
Rp. 231,37 triliun sedangkan cukai yang masuk hanya Rp.62 triliun.
Upaya untuk menanggulangi para perokok harus di lakukan oleh setiap kalangan baik dari
individu yang bersangkutan hingga pemerintah pusat untuk mengatur regulasi tentang
peredaran rokok di Indonesia. Upaya penanggulangan dapat di wujudkan dengan
mengoptimalkan regulasi-regulasi yang telah ada dalam RPP tentang pengamanan bahan
yang mengandung zat psiko adiktif berupa produk tembakau, melarang total adanya iklan dan
promosi rokok, serta diterapkannya kawasan bebas rokok ditempat-tempat namun dan juga
segera menandatangani perjanjian dengan FCTC WHO.
DAFTAR PUSTAKA
1. Aditama, TY. Masalah Merokok dan Penanggulangannya. Yayasan Penerbitan Ikatan
Dokter Indonesia, Jakarta, 2001, 10-31.
2. Data dan Situasi Rokok Indonesia Terbaru.
[Link]
option=com_content&view=article&id=143;data-dan-situasi-rokok-cigarette-indonesiaterbaru&catid=40:data&itemid=54 diakses pada 2 April 2015.
3. Haas Francois, Sperber Sheila Haas. The Chronic bronchitis anda Emphysema
Handbook. John Wiley & Sons, Inc. Canada, 2000, 22-43.
4. 15 Penyakit Akibat Rokok detik Health,
21
22