0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
93 tayangan11 halaman

Jenis-jenis Kesalahan Pengobatan

Ringkasan: Makalah ini membahas tentang medication error yang meliputi pengertian, jenis-jenis, penyebab, analisis rekam kesehatan, dan pencegahan kesalahan pengobatan. Medication error adalah kesalahan pelayanan obat yang dapat menyebabkan pelayanan obat tidak tepat atau membahayakan pasien. Jenis-jenisnya terjadi dalam proses prescribing, transcribing, dispensing, dan administering. Penyebabnya antara lain gagal komunikasi

Diunggah oleh

risa_hestia
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
93 tayangan11 halaman

Jenis-jenis Kesalahan Pengobatan

Ringkasan: Makalah ini membahas tentang medication error yang meliputi pengertian, jenis-jenis, penyebab, analisis rekam kesehatan, dan pencegahan kesalahan pengobatan. Medication error adalah kesalahan pelayanan obat yang dapat menyebabkan pelayanan obat tidak tepat atau membahayakan pasien. Jenis-jenisnya terjadi dalam proses prescribing, transcribing, dispensing, dan administering. Penyebabnya antara lain gagal komunikasi

Diunggah oleh

risa_hestia
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MAKALAH FARMASI PRAKTIS I

MEDICATION ERROR

OLEH
KELAS B GROUP 1
1.
2.
3.
4.
5.

DHILLA SHINTYA MAGZA


AYU LARASSATI
FUJI YASARDI
KHIKY DWI NATRANA
RISA HESTIA

1111012100
1211011001
1211011002
1211011014
1211011015

FAKULTAS FARMASI
UNIVERSITAS ANDALAS
PADANG
2015

KATA PENGANTAR
Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha
Penyayang, penulis haturkan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah
melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan
makalah untuk melengkapi tugas mata kuliah Farmasi Praktis I dengan judul
Medication Error.

Makalah ini tersusun dengan baik tidak lepas dari bantuan dari berbagai
pihak. Untuk itu penulis mengucapkan terima kasih kepada dosen yang mengajar
pada mata kuliah Farmasi Praktis I atas ilmunya. Semoga kebaikan dan bantuan
bapak dapat menjadi amal ibadah dari Allah SWT.
Penulis menyadari bahwa ada kekurangan dan kesalahan dalam pembuatan
makalah ini. Untuk itu, dibutuhkan kritik dan saran yang membangun dari
pembaca demi perbaikan di masa yang akan datang. Semoga makalah ini
bermanfaat bagi kita semua, khususnya profesi Farmasi.

Padang, 31 Maret 2015

Penulis

DAFTAR ISI

BAB I. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang . 4
1.2 Rumusan Masalah . 4
1.3 Tujuan 4

BAB II. ISI


2.1 Pengertian Medication Error ................................... ..

2.2 Jenis jenis Medication Error .. 5


2.3 Penyebab Medication Error . 7
2.4 Analisis Rekam Kesehatan .. 7
2.5 Pencegahan Kesalahan Pengobatan . 9
BAB III. PENUTUP
3.1 Kesimpulan ................................. 11
3.2 Saran .................... 11
DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................ 12

BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Obat merupakan salah satu bagian terpenting dalam proses penyembuhan
penyakit, pemulihan kesehatan dan pencegahan terhadap suatu penyakit.
Kesalahan pengobatan (medication error) merupakan segala bentuk kejadian yang
menyebabkan pengobatan tidak sesuai atau mengakibatkan cedera/bahaya pada
pasien selama pengobatan yang masih berada dalam kontrol tenaga kesehatan.

Kesalahan pengobatan dapat terjadi dimana saja dalam rantai pelayanan obat
kepada pasien mulai dari produksi dalam peresepan, pembacaan resep, peracikan,
penyerahan dan monitoring pasien. Kesalahan pengobatan dan efek samping obat
terjadi pada rata-rata 6,7% pasien yang masuk ke rumah sakit. Diantara kesalahan
tersebut, 25 -50% dapat dicegah, berasal dari kesalahan peresepan, dan 78%
terjadi akibat kegagalan sistem. Sebagian besar kesalahan pengobatan yang terjadi
di rumah sakit erat hubungannya dengan obat.
Oleh sebab itu, harus dilakukan pencegahan agar jangan terjadi medication
error guna memberikan pelayanan pengobatan yang aman bagi pasien.
1.2. Rumusan Masalah
1. Apa itu medication error?
2. Apa saja jenis-jenis medication error?
3. Bagaimana melakukan analisis rekam kesehatan dalam kesalahan
pengobatan?
4. Bagaimana pencegahan kesalahan pengobatan?
1.3. Tujuan Makalah
1. Mengetahui apa itu medication error
2. Mengetahui jenis-jenis medication error
3. Mengetahui analisis rekam kesehatan adalam kesalahan pengobatan
4. Mengetahui pencegahan kesalahan pengobatan
BAB II
ISI
2.1 Pengertian Medication Error
Medication Error atau kesalahan pelayanan obat yaitu setiap kejadian
yang dapat dihindari yang menyebabkan atau berakibat pada pelayanan obat
yang tidak tepat atau membahayakan pasien sementara obat berada dalam
pengawasan tenaga kesehatan atau pasien ( NCC MERP ).
Medication error dapat terjadi dimana saja dalam rantai pelayanan
obat kepada pasien mulai dari produksi dalam peresepan, pembacaan resep,
peracikan, penyerahan dan monitoring pasien. Di dalam setiap mata rantai ada
beberapa tindakan, sebab tindakan mempunyai potensi sebagai sumber

kesalahan. Setiap tenaga kesehatan dalam mata rantai ini dapat memberikan
kontribusi terhadap kesalahan ( Cohen, 1999 ).
2.2 Jenis jenis Medication Error
Jenis jenis Medication error menurut Kleinpell ( 2011) terjadi pada 13
kasus , yaitu :
Dosis Ekstra
Dosis yang tidak tepat
Kelalaian
Resep yang salah
Obat yang tidak dikenal
Kesalahan Administrasi
Teknik
Bentuk sediaan yang salah
Penyiapan obat yang salah
Pasien yang salah
Rute yang salah
Waktu yang salah
Kesalahan pengobatan (medication error) dapat terjadi dalam proses
prescribing (39%), transcribing (12%), dispensing (11%) dan administering
(38%), adapun pengertian dari masing-masing tersebut adalah (Cohen, 1999) :
Prescribing
Kesalahan dalam proses prescribing merupakan kesalahan yang terjadi
dalam penulisan resep obat oleh dokter seperti; dokter salah menulis jumlah
atau dosis obat yang tepat untukpasien, tidak jelasnya tulisan dalam resep,
keliru dalam menuliskan nama obat atau tidak jelasnya instruksi yang
diberikan dalam resep.

Transcribing
Kesalahan dalam proses transcribing merupakan kesalahan yang

terjadi dalam menterjemahkan resep obat di apotek. Misalnya, resep yang


keliru dibaca/diterjemahkan sehingga otomatis salah juga obat yang diberikan
kepada pasien. Bisa juga karena secara sengaja instruksi yang diberikan dalam
resep tidak dikerjakan atau secara tidak sengaja ada instruksi dalam resep
yang terlewatkan sehingga tidak dikerjakan.

Dispensing

Kesalahan dalam proses dispensing merupakan kesalahan yang terjadi


dalam peracikan atau pengambilan obat di apotek. Misalnya, obat salah
diambil karena adanya kemiripan nama atau kemiripan kemasan, bisa juga
karena salah memberi label obat sehingga aturan pemakaian obat atau cara
pemakaian obat menjadi tidak sesuai lagi atau mengambil obat yang sudah
kadaluarsa.

Administering

Kesalahan dalam proses administering berkaitan dengan hal-hal yang


bersifat administrasi pada saat obat diberikan atau diserahkan kepada pasien.
Misalnya, karena keliru dalam membaca nama pasien atau tidak teliti dalam
memeriksa identitas pasien maka obat yang diberikan/diserahkan juga menjadi
salah. Bisa juga karena salah dalam menuliskan instruksi pemakaian obat
kepada pasien atau salah memberi penjelasan secara lisan kepada pasien
sehingga pasien pun akhirnya salah dalam menggunakan obat tersebut.
2.3 Penyebab Medication Error
Gagal Komunikasi
Tulisan tangan dan komunikasi lisan , terutama melalui telepon, obat
dengan nama yang mirip, hilang atau salah tempat nol dan titik desimal,

penggunaan singkatan tidak standar, ambigu.


Buruknya pengelolaan distribusi obat
Masalah lingkungan tempat kerja meningkatkan stres kerja.
Kompleks atau buruknya teknologi
Akses terhadap obat oleh personel non-farmasi
Dosis salah perhitungan
Kurangnya informasi kepada pasien
Kurangnya informasi pasien
Kurangnya pemahaman terapi pasien

2.4 Analisis Rekam Kesehatan


Rekam medis memegang peranan penting dalam menelusuri suatu
kejadian asuhan pasien di tatanan pelayanan kesehatan, begitu juga bila ada
medication

error.

Penting

sekali

bagi

petugas

kesehatan

untuk

mendokumentasikan seluruh kegiatan asuhan pasien secara benar dan lengkap


dalam rekam medis pasien. Tidak ada catatan identik dengan tidak ada

kegiatan asuhan pasien. Catat kegiatan yang dilakukan dan lakukan kegiatan
yang sudah dicatat ( Hatta, 2002 ).
Analisis rekam kesehatan terdiri dari dua macam analisis yaitu :
1. Analisis Kuantitatif
Dengan semakin kuatnya tuntutan akan kualitas pelayanan kesehatan yang
prima, Hatta

(2002) mengembangkan jenis analisis rekam kesehatan

(Analisis Kuantitatif) menjadi tiga unsur yaitu :


- Hukum
- Administrasi
- Standar Pelayanan Kesehatan Terintegrasi
Kegiatan analisis kuantitatif dimaksud untuk menilai kelengkapan dan
keakuratan rekam kesehatan rawat inap dan rawat jalan yang dimiliki oleh
sarana pelayanan kesehatan. Untuk melakukannya dibutuhkan standar waktu
analisis yang ditetapkan oleh organisasi profesi ataupun rumah sakit ( Hatta,
2002 ).
Dalam metode Analisis Kuantitatif dititikberatkan pada 4 kriteria,
yaitu :
1. Menelaah kelengkapan data sosial pasien (demografi) meliputi informasi
tentang identitas pasien :
- Nama lengkap yang terdiri dari nama sendiri dan
- Nama ayah/suami/marga
- Nomor pasien
- Alamat lengkap
- Usia
- Orang yang dapat dihubungi
- Tanda tangan persetujuan
[Link] kelengkapan bukti rekaman yang ada.
[Link] tanda bukti keabsahan rekaman dari tenaga kesehatan maupun
tenaga lain yang terlibat dalam pelayanan kepada pasien sehingga
informasi secara hukum dapat dipertanggung jawabkan.
[Link] tata cara mencatat ( administratif ) yang meliputi adanya tanggal,
keterangan waktu, menulis pada baris yang tetap serta menerapkan cara
koreksi yang benar ( Hatta, 2002).
2. Analisis Kualitatif
Seperti pada analisis kuantitatif, peran rekam medis juga penting
dalam menulusuri medication error dengan penggunaan analisis kualitatif.

Dengan semakin tinggi tuntutan terhadap kualitas kelengkapan rekaman


dan pelayanan medis maka, dikembangkan Analisis Kualitatif dalam dua
kriteria yaitu Administratif dan Medis.
Analisis Kualitatif Administratif menelaah kelengkapan 6 informasi
unsur administratif perawatan (Hatta, 2002 ), yaitu :
- Kejelasan masalah dan kondisi/diagnosis
- Masukan konsisten
- Alasan pelayanan
- Persetujuan tindakan kedokteran ( informed consent )
- Telaah rekaman : mutakhir, tulisan, terbaca, singkatan baku,menghindar
sindiran, , tinta, cacatan jelas dan informasi ganti rugi.
-Biaya perawatan pasien khususnya bila ada informasi medis yang
memerlukan biaya penggantian pembayaran.
Analisis Kualitatif Medis adalah kegiatan analisis RK yang
bertujuan untuk mengetahui sejauh apa kualitas pelayanan medis yang
diberikan kepada pasien berdasarkan pemanfaatan kelengkapan informasi
medis. Cara analisis ini mewujudkan sistem 3 E yaitu : early warning,
early detection, early treatment atau peringatan dini, deteksi dini,
pengobatan dini ( Hatta, 2002 ).
2.5 Pencegahan Kesalahan Pengobatan
- Institute untuk Praktik Pengobatan yang Aman menunjukkan sejumlah
alat pencegahan kesalahan mulai dari memaksa fungsi sistem cek ganda
-

independen.
Memaksa fungsi dan kendala mereka yang memungkinkan untuk
merancang proses untuk memastikan bahwa kesalahan yang hampir tidak

mungkin atau paling sulit untuk dibuat.


Semua pesanan resep harus ditulis dalam sistem metrik kecuali terapi yang

menggunakan satuan standar seperti insulin, vitamin.


Resep harus mencakup usia, dan bila perlu, berat pasien pada resep.
Urutan obat harus menyertakan nama obat, tepat metrik berat badan atau

konsentrasi, dan bentuk sediaan.


Sebuah angka nol harus selalu mendahului desimal.
Resep harus menghindari penggunaan singkatan termasuk untuk nama
obat (misalnya, IBU, HCTZ) dan arah Latin untuk digunakan ( Roy, Vijay.,
2004 ).

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
1. Medication Error atau kesalahan pelayanan obat yaitu setiap kejadian
yang dapat dihindari yang menyebabkan atau berakibat pada pelayanan
obat yang tidak tepat atau membahayakan pasien sementara obat berada
dalam pengawasan tenaga kesehatan atau pasien.
2. Penyebab Medication Error
- Gagal Komunikasi
- Buruknya pengelolaan distribusi obat
9

- Masalah lingkungan tempat kerja meningkatkan stress kerja.


- Kompleks atau buruknya teknologi
- Akses terhadap obat oleh personel non-farmasi
- Dosis salah perhitungan
- Kurangnya informasi kepada pasien
- Kurangnya informasi pasien
- Kurangnya pemahaman terapi pasien
3. Analisis rekam kesehatan terdiri atas dua , yaitu Analisis Rekam
Kesehatan Kualitatif dan Analisis Rekam Kesehatan Kuantitatif.
3.2 Saran
Untuk menghindari terjadinya kesalahan medikasi perlu adanya
koordinasi yang jelas diantara semua tenaga medis yang berperan dalam
bidang pelayanan kesehatan.

DAFTAR PUSTAKA
Cohen, M.R, 1991.

Medical Error.

American Pharmaceutical Association.

Washington DC.
Hatta. 2013. Pedoman Manajemen Informasi Kesehatan Di Sarana Pelayanan
Kesehatan, Edisi Revisi 2. Jakarta : Universitas Indonesia .
Kleinpell. R.M. (2001). Legal issues in critical care. Nursing Spectrum, 2.
[Link] 3 NCC MERP Index for Categorizing Medication Errors,
[Link]
Roy, Vijay., Paneet Gupta., Shouryadeep Srivastava. Medication Errors : Causes
& Prevention. Health Administrator Vol : XIX Number 1: 60-64

10

11

Anda mungkin juga menyukai