1
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Permasalahan yang banyak berhubungan dengan pola suatu data adalah
fungsi yang melibatkan data. Sebagai contoh bila diketahui data-data penjualan
suatu produk, akan muncul pertanyaan adakah yang fungsi yang menyatakan
bahwa penjualan merupakan fungsi dari waktu. Contoh kenyatan yang
menunjukkan bahwa penjualan dipengaruhi oleh waktu ialah penjualan es
campur pada siang hari akan lebih baik dari pada penjualan di malam hari.
Kenyataan tersebut dapat di katakan bahwa penjualan merupakan fungsi dari
waktu. Persoalannya adalah bagaimana menyajikan fungsi tersebut. Ini adalah
persoalan yang sangat tidak mudah untuk dipecahkan. Karena betapa idealnya
bila di ketahui suatu fungsi yang bias menyatakan penjualan adalah fungsi waktu
atau di tuliskan dengan J = F (t).
Untuk
dapat
menyajikan
fungsi,
yang
dapat
dilakukan
adalah
menggunakan fungsi pendekatan, yaitu fungsi yang paling sesuai untuk
menyatakan suatu data berdasarkan model fungsi tertentu seperti model fungsi
linear, fungsi eksponensial, dan fungsi polinomeal. Cara pendekatan semacam
ini dinamakan dengan regeresi.
Cara pendekatan yang lain bukan untuk menyatakan fungsi tetapi untuk
mencari nilai-nilai antara titik-titik yang diketahui sehingga pola fungsinya
semakin jelas terlihat atau membentuk suatu kurva. Cara pendekatan ini
dinamakan dengan interpolasi. Interpolasi digunakan untuk menentukan titiktitik yang lain berdasarkan fungsi pendekatan yang ditentukan sebelumnya.
Interpolasi linear adalah suatu bentuk interpolasi untuk menentukan titiktitik antara dari titik-titik yang di ketahui menggunakan fungsi pendekatan yang
berupa fungsi linear dengan interpolasi linear akan diperoleh sejumlah titik
antara dua titik
x1
y
p1 , 1 ) dan
p2
x2
y2
). Interpolasi lagrange
adalah suatu bentuk interpolasi dengan fungsi pendekatan berupa fungsi
polinomal lagrange. Pada transformasi lagrange, fungsi polynomial pangkat n
memerlukan n+1 titik. Bila jumlah titiknya 2 buah, maka interpolasi lagrange
akan menjadi interpolasi linear. Untuk mencari titik
ditentukan dengan diketahui n buah titik (
xn
yn
x1
(x, y)
y1
), (
pada nilai x yang
x2
y2
),..,(
) menggunakan interpolasi lagrange.
1.2 Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah yang digunakan pada makalah Interpolasi ini
adalah sebagai berikut:
1. Apa itu Metode Interpolasi?
2. Apa saja macam-macam Interpolasi?
3. Deskripsikan macam-macam Interpolasi?
1.3 Tujuan
Adapun tujuan yang digunakan pada makalah Interpolasi ini adalah
sebagai berikut:
1. Untuk mengetahui apa itu Metode Interpolasi.
2. Untuk mengetahui apa saja macam-macam Interpolasi.
3. Untuk mengetahui deskripsi dari macam-macam Interpolasi.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Interpolasi
Untuk mengestimasi suatu nilai diantara beberapa titik data yang telah
diketahui nilainya digunakan suatu metode yang disebut metode interpolasi.
2.2 Macam-macam Interpolasi
Ada macam-macam Interpolasi, diantaranya:
-
Interpolasi Polinomial,
Interpolasi Linear,
Interpolasi Kuadrat,
Interpolasi Polinomial Lagrange, dan
Interpolasi Polinomial Newton.
Berikut penjelasan macam-macam Polinomial diatas.
2.2.1 Interpolasi Polinomial
Metode interpolasi yang biasa banyak digunakan adalah metode
interpolasi polinomial. Definisi dari suatu persamaan polinomial merupakan
persamaan aljabar yang hanya mengandung jumlah dari variabel x berpangkat
bilangan bulat. Bentuk umum dari persamaan polinomial order n adalah :
f(x) = a0 + a1x + a2x2 + .... + an x n ................................(1)
Di dalam operasi interpolasi ditentukan suatu persamaan polinomial
oreder n yang melalui n+1 titik data, yang kemudian digunakan untuk
menentukan suatu nilai diantara titik data tersebut.
Pada polinomial berderajat satu, maka diperoleh bentuk interpolasi linier
yang telah banyak diketahui atau dikenal. Kemudian akan dipelajari interpolasi
linier polinomial dengan derajat lebih besar dari satu, sehingga perkiraan fungsi
tidak lagi linier.
(a). Order 1 menghubungkan 2 titik
(b). Order 2 menghubungkan 3 titik
(c). Order 3 menghubungkan 4 titik
2.2.2 Interpolasi Linear
Definisi dari metode Interpolasi Linier merupakan metode yang paling
sederhana yang menghubungkan dua buah titik data dengan garis lurus.
F(x)
.E
D
X
Gambar 2.1 Grafik metode interpolasi linear
Dari dua segitiga sebangun ABC dan ADE seperti tampak dalam gambar di
atas, terdapat hubungan sebagai berikut :
BC DE
=
AB AD
f1(x) f (x0) = f(x1) f (x0)
x - x0
x1 - x0
f1 (x) = f(x0) + f(x1) f (x0) ............... (2)
x1 - x0
Persamaan di atas merupakan rumus dari interpolasi linier bentuk order satu.
Suku [f(x1)-f(x0)] / (x1 - x0) adalah kemiringan garis yang menghubungkan dua
titik data dan merupakan perkiraan beda hingga dari turunan pertama. Semakin
kecil interval antara titik data, hasil perkiraan akan semakin baik.
Contoh soal:
Dicari nilai ln 2 dengan metode interpolasi linier berdasar data ln 1 = 0 dan ln 6
= 1,7917595. Hitung juga nilai tersebut berdasar data ln 1 dan ln 4 =
1,3862944. Untuk membandingkan hasil yang diperoleh, diketahui nilai eksak
dari ln 2 = 0,69314178.
Solusi!
Menggunakan persamaan rumus interpolasi linier di atas dari x 0 = 1 sampai x1
= 6.
f1(2) = 0 +
1,7917595
61
Besar kesalahan
(2-1) = 0,35835190
0,693147180, 35835190
0,69314718
x 100% = 48,3%
Dengan interval lebih kecil, x0 =1 dan x1 = 4
f1 (2) = 0 +
1, 38629440
41
( 2- 1) = 0,46209813
Besar kesalahan adalah :
E1 =
0,693147180,46209813
0,69314718
f(x)
x 100 % = 33,3%
lnx
nilai benar
f1(x)
nilai perkiraan
x
Gambar 2.2 Grafik metode interpolasi linear contoh soal
2.2.3 Interpolasi Kuadrat
Persamaan polinomial order dua adalah :
f2(x) = b0 + b1 (x x0) + b2 ( x - x0) (x x1) ..............(3)
Pada persamaan di atas tedapat hubungan dengan persamaan (1) sebelumnya,
hal tersebut ditunjukkan dengan mengalikan suku-suku dari persamaan (3)
sehingga menjadi:
f2(x) = b0 + b1 x b1 x0 + b2 x2 + b2 x0 x1 b2x x0 b2 x x1
atau
f2(x) = a0 + a1 x + a2 x2
dengan:
a0 = b0 b1 x0 + b2 x0 x1
a1 = b1 b2 x0 b2 x1
a2 = b2
Dari penjabaran tersebut tampak bahwa persamaan (3) sama dengan persamaan
(1)
Berdasarkan titik dari suatu data, maka untuk menentukan koefisien-koefisien
dari b0, b1, b2 adalah sebagai berikut :
f(x0) = b0 + b1 (x x0) + b2 ( x - x0) (x x1)
b0 = f(x0) .................... (3.1)
f(x1) = b0 + b1 (x x0) + b2 ( x - x0) (x x1)
b1 =
f ( x 1)f (x 0)
x 1x 0
........................(3.2)
Jika persamaan 3.2 disubstitusi ke persamaan 3.3 maka didapat nilai b2 adalah :
f (x2) = f(x0) +
b2 = f (x2) - f(x1) atau
f (x 1)f ( x 0)
x 1x 0
f (x 1)f ( x 0)
x 1x 0
+ b2 ( x - x0) (x x1), hasilnya :
(x2 x1)
b2 =
f ( x 2)f (x 1)
x 2 x 1
f ( x 1)f (x 0)
x 1x 0
...........................(3.3)
x2 x1
Contoh soal
Gunakan polinomial order 2 dengan data sebagai berikut :
x0 = 1
f (x0) = 0
x1 = 4
f (x1) = 1,3862944
x2 = 6
f (x2) = 1,7917595
cari nilai dari ln 2!!!
Solusi !
Dengan menggunakan persamaan (3.1) :
b0 = 0
Mencari koefisien b1 dengan persamaan (3.2) :
b1 =
1, 38629440
41
= 0,46209813
Mencari koefisien b2 dengan persamaan (3.3) :
b2 =
1,79175951,3862944
64
- 0,46209813
= -0,051873116
61
Nilai-nilai dari masing-masing koefisien disubstitusikan ke persamaan 3,
dimisalkan x = 2 hasilnya adalah :
f2 (x) = 0,5658436
Besar kesalahan : Et =
0,69314718 0,56584436
0,69314718
x 100% = 18,4%
Gambar 2.3 Grafik metode interpolasi kuadrat
2.2.4 Interpolasi Polinomial Lagrange
Metode interpolasi polinomial lagrange memiliki kesamaan dengan
polimomial newton, hanya saja perbedaannya pada polinomial lagrange tidak
menggunakan bentuk pembagian beda hingga. Interpolasi polinomial lagrange
merupakan penurunan dari bentuk persamaan newton. Bentuk polinomial
lagrange order satu :
f1 (x) = f(x0) + (x x0) f [x1, x0] ............................(4)
Jika menggunakan pembagian beda hingga, maka pada persamaan di atas
menjadi :
f [x1, x0] =
f ( x 1) f (x 0)
x 1x 0
f [x1, x0] =
f (x 1)
x 1x 0
f (x 0)
x 1x 0
........................(4.1)
Mensubstitusi persamaan (4) dengan persamaan (4.1) maka hasilnya :
f1(x) =
xx1
x 0x 1
f(x0) +
x x0
x 1x 0
f(x1) ............................(4.2)
Maka persamaan 4.2 di atas dikenal sebagai persamaan polinomial lagrange
order satu.
Untuk persamaan polinomial lagrange dua didapat :
xx1
x 0x 1
f2(x) =
x x0
x 2x 0
xx2
x 0x 2
x x1
x 2x 1
x x0
x 1x 0
f(x0) +
x x2
x 1x 2
f(x1) +
f(x2) .........(4.3)
fn(x) =
Li ( x ) f (xi)
i=0
Li x
j 0
j i
x xi
xi x j
dengan:
Sedangkan persamaan untuk interpolasi lagrange order 3 adalah:
xx1
x 0x 1
F3(x) =
x x2
x 1x 2
x x0
x 3x 0
xx2
x 0x 2
x x3
x 1x 3 f(x1) +
x x1
x 3x 1
xx3
x 0x 3
x x0
x 2x 0
x x2
x 3x 2
x x0
x 1x 0
f(x0) +
x x1
x 2x 1
x x3
x 2x 3
f(x2)
f(x3) ............................(4.4)
Contoh soal:
Menghitung ln2 dengan menggunakan data pada contoh sebelumnya, gunakan
interpolasi Lagrange order satu dan dua.
Solusi!
x0 = 1
f (x0) = 0
x1 = 4
f (x1) = 1,3862944
x2 = 6
f (x2) = 1,7917595
menyelesaikan order satu dengan persamaan (4.2), untuk x = 2 adalah:
f1(2) =
2 4
14
0 +
2 1
41
1,3862944 = 0,4620981
10
menyelesaikan order dua menggunakan persamaan (4.3), untuk x = 2 adalah:
2 4
14
f2(2) =
2 1
61
24
61
2 6
16
0 +
2 1
41
2 6
46
1,3862944 +
1,7917595
= 0,56584437
Tampak jelas bahwa pada kedua hasil tersebut memeberikan hasil yang hampir
sama dengan hasil pada contoh soal sebelumnya.
2.2.5 Interpolasi Polinomial Newton
Pada persamaan polinomial newton, misal:
Diketahui: n titik (x1, y1), (x2, y2), , (xn, yn)
(yi = f(xi), i=1,2,,n)
Ditanya: fn(x) = a0 + a1x + a2x2 + + anxn yang melewati n titik tersebut.
Maka rumus fn(x) adalah:
fn(x) = b0 + b1(x x0) + b2(x x0) (x - x1) + ... + bn (x x0) ...(x xn-1) ...........(5)
Dengan menggunakan titk-titik data, persamaan di bawah ini digunakan untuk
mengevaluasi koefisien:
b0 f x 0
b1 f x1 , x 0
bn f x n , x n 1 , x1 , x 0
Untuk pembagian beda hingga, misal beda hingga pertama:
f xi , x j
f xi f x j
xi x j
Pembagian beda hingga kedua:
11
f xi , x j , xk
f xi , x j f x j , xk
xi xk
Pembagian beda hingga ke n:
f xn , xn 1 ,..., x1 , x0
f xn , xn 1 ,..., x1 f xn 1 , xn 2 ,..., x0
xn x0
Untuk pembagian beda hingga yang lebih tinggi terdiri dari pembagian hingga
yang lebih rendah, sebagaimana terdapat pada rumus di bawah ini:
fn(x) = f(x0) + f [x1, x0] (x x0) + f [x2, x1, x0] (x x0) (x - x1) + ... + f [xn, xn1, ..., x1, x0]
(x x0) ...(x xn-1)
Bentuk grafis dari pembagian beda hingga adalah sebagai berikut:
Contoh soal
Diketahui sebuah data:
x0 = 1
f (x0) = 0
x1 = 4
f (x1) = 1,3862944
x2 = 6
f (x2) = 1,7917595
x3 = 5
f (x3) = 1,6094379
Hitung ln2 dengan interpolasi polinomial order tiga.
Solusi!
Menghitung pembagian beda hingga pertama:
f [x1, x0] =
1,3862944 0
41
f [x2, x2] =
1,7917595 1,3862944
64
= 0,46209813
= 0,20273255
12
f [x1, x0] =
1,3862944 0
41
= 0,18232160
Menghitung pembagian beda hingga kedua:
f [x2, x1, x0] =
0,20273255 0,46209813
61
= -0,051873116
f [x3, x2, x1] =
0,18232160 0,20273255
54
= -0,020410950
Menghitung pembagian beda hingga ketiga:
f [x3, x2, x1, x0 ] =
0,020410950 (0,051873116)
51
= 0,0078655415
Koefisien b1, b2, b3 adalah hasil dari f [x1, x0], f [x2, x1, x0], f [x3, x2, x1, x0 ] dan
bo = 0, maka
Nilai dari f3 (x) = 0 + 0,462 (x - 1) 0,051873116 ( x 1) (x 4) +
0,0078655415 ( x 1) (x 4) (x 6)
Ketika x = 2 maka didapat:
f3(x) = 0,62876869
Besar kesalahan dengan order 3 adalah:
Et =
0,69314718 0,62876869
0,69314718
x 100% = 9,287%
13
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Adapun kesimpulan yang diperoleh dari pembahasan makalah ini adalah
sebagai berikut:
1. Untuk mengestimasi suatu nilai diantara beberapa titik data yang telah
diketahui nilainya digunakan suatu metode yang disebut metode interpolasi.
2. Ada macam-macam Interpolasi, diantaranya:
- Interpolasi Polinomial,
- Interpolasi Linear,
- Interpolasi Kuadrat,
- Interpolasi Polinomial Lagrange, dan
- Interpolasi Polinomial Newton.
14
3.2 Saran
Adapun saran dari saya yaitu dengan adanya makalah INTERPOLASI ini
kita sebagai mahasiswa dapat memahami lebih dalam materi Interpolasi dalam
mata kuliah Probabilitas dan Statistik.
DAFTAR PUSTAKA
[Link]
[Link]
[Link]