100% menganggap dokumen ini bermanfaat (2 suara)
739 tayangan85 halaman

Peran dan Tugas PPIC di Pabrik Sepatu

PPIC bertanggung jawab dalam perencanaan produksi dan pengendalian persediaan. Tugas utama PPIC meliputi merencanakan produksi berdasarkan order penjualan, memastikan persediaan bahan baku dan barang jadi, serta mengkoordinasikan informasi persediaan dengan bagian terkait seperti pembelian dan keuangan. PPIC juga mengelola sistem produksi dan persediaan untuk mendukung fleksibilitas dan efisiensi produksi.

Diunggah oleh

eviporwatiningrum
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (2 suara)
739 tayangan85 halaman

Peran dan Tugas PPIC di Pabrik Sepatu

PPIC bertanggung jawab dalam perencanaan produksi dan pengendalian persediaan. Tugas utama PPIC meliputi merencanakan produksi berdasarkan order penjualan, memastikan persediaan bahan baku dan barang jadi, serta mengkoordinasikan informasi persediaan dengan bagian terkait seperti pembelian dan keuangan. PPIC juga mengelola sistem produksi dan persediaan untuk mendukung fleksibilitas dan efisiensi produksi.

Diunggah oleh

eviporwatiningrum
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Memahami Fungsi PPIC ( Production Planning Inventory Control )

Pendahuluan
Fungsi Planning dalam perusahaan (manufacture) dijalankan oleh bagian PPIC ( Production
Planning and Inventory Control ). Disamping memiliki fungsi production planning, PPIC juga
memiliki peranan dalam manajemen Inventory
Inventory atau barang persediaan merupakan aset perusahaan yang berupa persediaan bahan
baku/raw material, barang-barang sedang dalam proses produksi, dan barang-barang yang
dimiliki untuk dijual. Karena inventory disimpan di gudang, maka manajemen inventory dan
gudang sangat berkaitan. Pergudangan sendiri adalah kesatuan komponen didalam Suplay Chain
product. Gudang berfungsi sebagai tempat penyimpanan barang ya, sampai digunakan dalam
proses produksi. Fungsi penyimpanan ini sering disebut ruang persediaan, gudang bahan baku,
dll. Perusahaan besar atau kecil, untuk pengadaan dan penyimpanan barang ini diperlukan biaya
besar. Biaya penyimpanan ini setiap tahun umumnya mencapai sekitar 20 40% dari harga
barang (Indrajit, R,E., Djokopranoto,R., Manajemen Persediaan, 2003, Gramedia, hal.3). Untuk
itu diperlukan strategi atau manajemen inventory yang baik agar biaya persediaan optimum.
Dalam Struktur Organisasi ada beberapa variasi untuk mempertegas fungsi Planning dan
Gudang (material ware house dan Final Product ware house), untuk kondisi seperti ini, PPIC
bertanggung jawab pada Monitoring Persediaan ( Safety Stock, Mengeluarkan Bill of Material,
akurasi data inventory, efektivitas sistem invormasi ).
Sedangkan aktivitas pergudangan, seperti; 1) Penerimaan, Penyimpanan, dan pengiriman raw
material ke bagian processing, 2) Penerimaan, Penyimpanan, dan pengiriman final product ke
Customer, 3) Mengoperasikan Sistem informasi, Umumnya dibawah kendali Head Ware House
setingkat Supervisor atau Manager, disesuaikan dengan Lingkup tanggung jawabnya.

Production Planning Control


Tugas umum dari PPIC adalah menerima order dari bagian Penjualan ( Sales/marketing ) lalu
memastikan order ini selesai dan dikirim ke customer pada waktu yang sudah disepakati. Simple
bukan ?

Tidak sesimple definisinya, fungsi PPIC berkaitan erat dengan fungsi Marketing, Purchasing,
dan Produksi. Disamping itu Informasi mengenai level of raw material, Work In Process (WIP),
Final Product, dan data stock opname untuk bagian Finance terutama dalam pembuatan laporan
keuangan perusahaan juga termasuk dalam tanggung jawab PPIC .Beberapa perusahaan
memiliki gaya manajemen production planning yang tampak berbeda secara teknis, tapi secara
umum fungsi ini tidak jauh berbeda. Situasi Market menuntut produsen mampu menerapkan
strategi operasi yang paling tepat. Salah satu contohnya, untuk menekan biaya penyimpanan,
customer menuntut produsen menerapkan model produksi make to order, dengan variasi item
product yang tinggi dan pemesanan dalam quantity kecil. Faktor ini akan sangat mempengaruhi
model system planning diperusahaan tersebut.
Saya mengajak anda untuk mendalami peran PPIC secara spesifik. Ada cerita yang dapat
menjelaskan pola ini, Kami memiliki model produksi MTO, dengan market Jepang sebagai salah
satu "potensial market" , pola order barang dari sisi Customer/Distributor Jepang sangat menarik.
Saat barang datang di pelabuhan, kontainer langsung didistribusikan ke Customer mereka. Jadi
produk kami tidak perlu dikeluarkan dari kontainer. Distributor ini sudah memasukkan jadwal
kedatangan atau bongkar muat saat sampai di Pelabuhan disana, jadi mereka tidak memerlukan
Gudang perantara untuk menyimpan. Tidak hanya ini, biasanya pola MTO ini diikuti oleh variasi
product yang sangat tinggi dalam Lot-lot order yang kecil, yang dalam prakteknya akan
membuat aktivitas produksi menjadi lebih sulit dan berpotensi menaikkan cost.
Case seperti diatas menununjukkan begitu sulit bagi Manufacture untuk mengendalikan
customer. Bermain di ceruk yang ketat, kita tidak boleh hanya berbicara function, tapi aspekaspek lain yang dimiliki product akan menjadi nilai tambah, dalam memenangkan
persaingan. Jika anda seorang praktisi PPIC yang familiar dengan proses Make To order (MTO),
memiliki variasi item produk sangat tinggi, dan menerima oder dalam lot-lot kecil, model order
seperti ini biasanya sangat merepotkan, terutama dalam tahap realisasi product. Entah ini
kebetulan atau tidak, kondisi ini menjadi semacam bumerang bagi proses manufacturing secara
keseluruhan. Salah satu problem internal terbesar manufacture kita yaitu fleksibilitas yang
rendah, kemampuan bagian produksi dalam mengikuti strategi marketing kadang masih masih
sangat kurang. Untuk itu PPIC bertanggung jawab dalam menentukan dan mengevaluasi sistem
produksi, apakah harus dilakukan secara manual atau menggunakan soft ware dalam
mengelolanya, mutlak sistem ini ada dibawah tanggung jawab PPIC. Terkadang, lemahnya
pemahaman dan kesadaran leader-leader produksi akan hal ini menyebabkan sering adanya
konflik internal antara PPIC dan Produksi. Saya ibaratkan hubungan PPIC dengan bagian
produksi ibarat Tom and Jerry. Meskipun tidak menutup kemungkinan, dengan pertimbangan
tertentu seperti fleksibilitas perubahan arah produksi, suplay material, dan distribusi data, antara
PPIC dan Produksi berada dalam satu atap atau Divisi Operasional. Masing-masing dipimpin
oleh Level Manager. Dari contoh case yang pernah saya temui dilapangan, model seperti ini
memerlukan sosok Operasional Manager dengan leadership & knowledge yang sangat kuat, jika
tidak akan terjadi over lapping Job, batas tanggung jawab yang tidak clear, dan yang paling
bahaya yaitu konsesi-konsesi atau kesepakatan negatif yang berpengaruh pada mundurnya
schedulle
delivery
dan
konsumsi
material
yang
relatif
tinggi.
PPIC bukanlah robot, yang hanya menjalankan aktivitas sesuai prosedure yang berlaku. Tetapi

secara Tim, PPIC berisi sekumpulan orang dengan qualifikasi dasar diantaranya, memiliki sifat
pembelajar/learning people, memiliki analitycal skill, dan Sistematis. Jadi tidak hanya
menjalankan sistem yang sudah ada, tetapi lebih pada memastikan sistem yang dijalankan efektif
atau istilah saya "Rule Maker".

Design Planning dan Inventory Control


Peran Sistem Informasi dalam aktivitas production planning sangat besar, begitu besarnya
sampai saya berani jamin, tanpa bantuan software, aktivitas planning tidak akan optimal.
Planning tidak hanya mengerjakan masalah perencanaan saja, tapi terkait dengan manajemen
inventory. Otomatis Planning harus memiliki Link dengan Sistem Purchasing dan Ware house
secara real time dan up date. Ini masih dalam scope inventory, belum termasuk aktivitas
pengawasan proses produksi. Setiap perubahan dalam proses yang terkait dengan Penjadwalan
ulang (reschedulling), Pembuatan ulang (Remake), Permintaan tambahan material, dll, pastinya
akan mempengaruhi alokasi capasitas dan seluruh penjadwalan. Pertanyaannya, mungkinkah Ms.
Excel melakukannya? Jika yang saya masuk sinkronisasi, yang saya tahu, jawabannya adalah
tidak mungkin. Excel hanya bisa mengerjakannya secara terpisah dan sangat tergantung pada
operator untuk melakukan rangkaian update.

SAP for Manufacture


Untuk lebih jelasnya berikut saya sampaikan lingkup kerja PPIC :
Registrasi New Item dan Material
Setiap Item Product harus memiliki Item Code. Begitu pula Setiap material dan supporting
material yang digunakan sekecil apapun harus tercoding. Ada dua jenis material, pertama Raw
material, yaitu seluruh material yang digunakan dalam proses pembentukan produk, dan kedua
yaitu Supporting material, yaitu material pembantu, yang digunakan untuk melengkapi unit Final
product, seperti plastic packaging, sticker, cartoon box, kertas label, dll.
Code untuk Regristasi ini berupa urutan numerik/angka. Kode numerik digunakan agar dapat
terbaca oleh sistem. Dalam perkembangannya, untuk mempermudah input data, kode angka
dikonversi lagi kedalam barcode, sehingga proses input menggunakan scanner. Selain untuk
mempercepat waktu iniput, proses scanning menghasilkan data yang sangat akurat dengan
tingkat human error sangat rendah.
Item-item baru biasanya didapat dari bagian R&D, setelah melalui uji coba dan berhasil, setelah
di verifikasi oleh Quality Control (QC), produk baru harus diregristasi oleh PPIC lengkap
dengan komponen penyusun dan formulasi per unit produk ( Material Requirement
Planning/MRP )

Logic Regristasi item


Pengelolaan Inventory atau barang persediaan
Barang persediaan terdiri dari : 1) Material dan Supporting Material, 2) Work In Process (WIP),
dan 3) Final Product.
Material dan Supporting Material (M&SM). Ada dua hal yang harus selalu diperhatikan untuk
pengadaannya, yaitu; 1) M&SM tanpa melihat order customer , 2) M&SM berdasarkan order
customer. Dengan pertimbangan minimalisir biaya pengadaan dan buffer, memiliki stock M&SM
dalam batas optimum dengan beberapa metode peramalan memberikan jaminan akan kelancaran
proses ( fluently production process ). Namun tidak menutup kemungkinan adanya emergency
order atau order spesial sehingga menyebabkan keluarnya Bill of material (BOM) setelah
kedatangan order customer atau setelah arrange order ( master production schedulle/MPS )
Work In Process ( WIP ). Kondisi ideal, tahapan process dari satu station ke station lainnya
berlangsung secara continue. Namun ada beberapa proses memerlukan pengelolaan khusus,
akibatnya produksi terbagi kedalam beberapa divisi berdasarkan proses. Pergeseran barang
jadi terkadang tidak bisa sempurna atau satu banding satu. Karena aspek kerumitan dan ongkos
pengerjaan yang ekonomis, produk dari Divisi A yang menjadi bahan baku untuk proses di divisi
B, terkadang tidak dibuat pas atau sesuai dengan order customer, mempertimbangkan aspek
yang saya sebut sebelumnya, quantity yang diproduksi kadang berlebih. Inilah yang disebut
WIP, bagian PPIC bertanggung jawab penuh dalam mengendalikan barang persediaan jenis ini.
Peranan Sistem Informasi dan penerapan logic proses yang tepat dapat menjamin pengendalian
WIP. PPIC akan selalu dapat memantau progress produksi di semua tahapan proses.
Final Product. Barang persediaan jenis ini relatif lebih mudah dikendalikan, karena posisinya
sudah di tahap akhir, dengan manajemen ware house yang baik, pengendalian final product bisa
dilakukan dengan baik. Poinnya, PPIC harus secara real time dan up to date dalam menerima
informasi mengenai final product siap dikirim ke customer.

Logic Inventory
Planning dan Monitoring Proses Produksi
Mari memasuki intinya. PPIC menjadi semacam Conection point dan Gate, antara dunia luar
dan Internal perusahaan dalam konteks realisasi produk. PPIC harus memberikan informasi
yang akurat mengenai proses internal ke Sales/Marketing, untuk diteruskan ke Customer. Sama
dengan dikehidupan sehari-hari, misal kita di posisi customer, mau beli Gado-gado, kalo
penjualnya lambat dan gak jelas kapan selesainya, setiap ditanya jawabannya tidak tahu atau
berulangkali sampaikan,maaf saya cek dulu, hampir tidak ada kepastian kapan selesainya dan
berapa banyak yang bisa diselesaikan. Ini baru masalah gado-gado lho ya. Dalam sebuah
industri, bisa saja final product perusahaan kita menjadi material bagi industri lainnya. Misal
Industri kancing dan resleting menjadi material bagi industri Garment. Inilah salah satu konsep

dari customer satisfaction . Customer tidak bisa melihat langsung ke dalam dapur anda,
tapi bagaimana meresponse datangnya order, akan memberikan gambaran seberapa kuat
kemampuan manufacturing perusahaan anda. Disinilah vitalnya peranan PPIC dan Sistem
Informasi dalam proses planning dan monitoring .
Tahapan dalam planning dan monitoring proses produksi
Arrange Order
Ini merupakan tahap awal dari planning, yaitu menerima order dari Sales. Order ini bisa berupa
direct order dari customer, atau pembuatan stock untuk buffer saat peak season. Kombinasi
Make To order (MTO) dan Make To Stock (MTS). Beberapa perusahaan menyebutnya
Schedulling Rencana induk atau pembuatan Master Planning Schedule (MPS). Schedulling ini
masih belum detail, masih bersifat global dan memiliki periode yang panjang 3 6 bulan. Datadata di MPS sangat penting untuk memberikan informasi ke bagian produksi untuk
mempersiapkan resourcesnya, dan ke bagian purchasing untuk mempersiapkan material.
Meski masih didalam scope PPIC, beberapa perusahaan yang sudah terintegrasi sistem
informasinya, memberikan tugas input arrange order ke bagian sales. Lho koq bisa. Inilah
keunggulan penerapan sistem informasi yang integral. Purchase order dari Customer, langsung
diinput oleh sales, dan real time langsung masuk kedalam Master Planning Schedulle.
Bayangkan tinggal 1 klik saja, sistem sudah melakukan arrange order secara automatis.
Bagaimana melakukannya ?

1.

2.
3.
4.

Konsep dasarnya sebagai berikut. Dasar dari konsep ini, yaitu menyerahkan pekerjaan reguler
pada sistem. Karena logika manusia sulit untuk mengolah informasi yang begitu banyak dan
dalam waktu singkat, sistem menggunakan logika machine, meski masih di back up dengan
proses manual operator. Ada beberapa parameter yang harus terpenuhi :
Sistem memiliki data base mengenai sistem Grouping, yaitu menyatukan item produk yang
melalui jalur proses yang sama, ibaratnya anda harus memiliki jalur seperti rel kereta api, untuk
jelasnya saya sudah menulis detail teknisnya dalam artikel di link ini :
[Link] . Se
banyak apapun variasi produk yang anda miliki, produksi sudah terbagi kedalam line-line / jalur
imaginer, yang dapat teridentifikasi oleh sistem.
Informasi ( data base ) mengenai capasitas setiap line produksi
Informasi ( data base ) mengenai lead time setiap line produksi
Informasi (data base )stock material
Dengan melihat sistem, PPIC secara manual dapat memperkirakan keamanan suplay material
yang dieprlukan, dan segera membuka Purchase order jika dieprkirakan material tidak
mencukupi. Input data Bill of material (BOM), memiliki menu tersendiri, sehingga data base
yang tersedia tidak hanya kondisi aktual stock real time, tetapi progressnya, mulai dari status : 1)
purchase order (pembelian), 2) Arrive status ( tanggal kedatangan ). Informasi ini progress ini
sangat penting, karena sistem hanya bisa melakukan alokasi order , jika status seluruh
component material lokasinya sudah di factory.

Logic Arrange Order

Contoh Display Menu Arrange Order ( Ilustrasi Penulis )


Alokasi & Monitoring Order
Setelah PO Customer ter input kedalam database, secara real time sistem menginformasikan
pada PPIC estimasi schedulling dan status component material. Seperti yang saya sampaikan
data dalam Arrange order masih sangat kasar dan belum bisa dibaca oleh bagian processing.
Perusahaan yang terdiri dari beberapa divisi-divisi yang saling tergantung ( dependent)
memiliki kode-kode Gruping yang berbeda-beda. Semakin mendekati proses akhir, pembagian

grup/ Line ini semakin terpecah semakin banyak. Disinilah pentingnya PPIC memahami total
alur proses realisasi produk.
Alokasi order bertujuan untuk membagi Item yang diorder kedalam tahapan-tahapan proses
mulai awal sampai delivery. Berbeda dengan arrange order, alokasi order biasanya memiliki
periode schedulling yang lebih pendek, yaitu sekitar 2 4 minggu , kecuali jika suatu Line
benar-benar mendapat order yang kapasitasnya melebihi dari 30 hari ( tentunya ketentuan ini
bervariasi disetiap perusahaan ). Tidak semua item dimulai dari proses awal, inilah pentingnya
database WIP, beberapa komponen-komponen pendukung reguler juga distock dalam batas
optimal di masing-masing divisi. Sistem memberikan pergerakan barang persediaan diseluruh
tahapan.

1)

2)
3)
4)

Istilah lain dari Alokasi Order yaitu Dispatching, aktivitas pengeluaran work order/perintah kerja
pada bagian produksi terkait. Item-item produk yang ter-alokasi berarti sudah memiliki raw
material yang complete. Yang perlu diperhatikan dalam melakukan alokasi & Monitoring order :
PPIC memastikan kesiapan capasitas produksi, biasanya untuk order-order dengan kapasitas
yang melebihi, jika masih berada direntang capasitas produksi yang disepakati, dan sudah
terinput ke dalam database, asumsi yang digunakan yaitu bagian produksi setuju berapapun
jumlah order yang diturunkan selama tidak melebihi capasity. Sistem Line memberikan
fleksibilitas tinggi. Anda pernah melewati jalur puncak-Bogor ? Anda pernah mendengar sistem
Buka Tutup jalur ? Konsepnya seperti ini, dengan menerapkan sistem line, PPIC dapat
menerapkan sistem buka-tutup, menambah kapasitas di line tertentu, dengan terlebih dahulu
mengurangi atau bahkan menutup line lainnya, tentunya dengan terlebih dahulu berkoordinasi
dengan produksi, terutama perihal capasitas mesin dan ketersediaan personel.
Mengkomunikasikan ke bagian Sales, untuk diteruskan ke Customer, jika karena sesuatu hal,
harus dilakukan schedule yang berbeda, terutama jika terjadi percepatan dan perlambatan
penyelesaian.
Melakukan response yang cepat jika terjadi masalah yang menyebabkan keterlambatan, denan
mengambil option re-Schedulling atau mengontrol Delay.
Memastikan order yang sudah ter-alokasi ( dalam sistem) ter-Print out agar bisa dikerjakan oleh
bagian produksi. Ini sangat penting, karena print out Work order menjadi dasar bagi personel di
lantai produksi. Untuk itu Work Order harus memberikan Informasi-informasi penting terkait : 1)
Nama item product, 2) Component Material, 3) Code numeric atau Barcode, 4) Quantity, 5)
Tanggal mulai produksi ( start date ) , 6) Tanggal target selesai ( Finish Date), 7) Info lain terkait
dengan Spesifikasi produt ( warna, dimensi, dll ), 8) No. Regristasi Customer Order, 9) No.
Regristasi Work Order, 10) Identifikasi untuk mampu telusur proses. Konsep yang saya
sampaikan ini biasa disebut dengan KANBAN dibeberapa perusahaan Jepang. Tidak hanya
informasi diatas, penerapan sistem Kanban menuntut adanya standarisasi tempat-tempat
penyimpanan. Misal, product dalam sebuah Box berisi maksimal 400 pcs, jika order dari
customer untuk item ini totalnya 1000 pcs, maka Work Instruction Sheet/Kartu kanban
terpecah menjadi 3 sheet. Berturut-turut memiliki quantity 400, 400, 200 pcs/sheet. Dengan
masing-masing sheet memiliki No. Regrestasi sendiri ( angka dan barcode), dalam prosesnya,
Shet-sheet ini selalu mengikuti pergerakan produk. Sepintas memang terlihat boros kertas, tapi
melihat akurasi dan kemudahan dalam processingnya, saya pikir masih jauh lebih besar
manfaatnya. Saya rekomendasikan sistem ini untuk anda terapkan.

Kartu Kanban
5) Melakukan monitoring terhadap progress di setiap stasiun kerja (work station). Delay di satu
station akan mempengaruhi ketepatan waktu station didepannya. Jika benar-benar ini terjadi,
PPIC harus mengambil langkah-langkah untuk melakukan koordinasi dengan bagian-bagian
terkait untuk mendapatkan solusinya.
6) System bersifat Close Loop atau siklus tertutup, untuk setiap Perintah kerja / Work Instruction,
progress dan Resultnya harus dapat dimonitor sehingga menjadi informasi balik yang akurat
untuk seluruh bagian terkait ( glass wall management ), mulai dari Sales, PPIC, bagian
Operation, dan Management.

Logic Alokasi Order

Display Menu Alokasi Order (Ilustrasi Penulis)

Penutup
Sepanjang karir saya dalam industri manufacture, PPIC merupakan bagian yang sangat [Link]
melihat personel HRD, Finance, Produksi, Engineering, GA, Logistic, Continous Improvement
(CI), dan QC, mereka ini memiliki basic knowledge yang bisa terpakai jika diterapkan di
perusahaan yang bergerak dalam industri berbeda. Dengan tingkat adaptasi relatif lebih mudah,
orang-orang yang berada dalam spesialisasi yang saya sebut diatas tingkat perputarannya relatif

tinggi,

apalagi

bagian

HRD

bsia

saya

sebut

luar

biasa

tinggi.

Berbeda kondisinya dengan PPIC ( dan R&D), basic knowledge tidak banyak membantu jika
orang-orang ini berpindah kerja di indsutri dengan bidang dan model operasi yang berbeda.
Tidak bisa 'Copy Paste'. Mereka seperti mulai dari awal dalam memahami total system yang
berkaitan dengan Produksi, Logistic, Marketing, bahkan Finance. Barangkali tiga fungsi yang
saya sebut terakhir relatif mudah, namun system produksi memerlukan pemahaman yang sangat
tinggi. Karena pengetahuan dan pemahaman terhadap keempat system ini merupakan basic
knowledge saat memasuki perusahaan yang baru, ini saya asumsikan anda tidak memiliki
masalah dalam komunikasi dan interpersonal saat masuk dalam organisasi perusahaan yang baru
lho ya. melihat situasi ini, saya sangat maklum jika perpindahan orang PPIC ke perusahaan lain
biasanya berada dalam bidang yang sejenis atau mirip, akan lebih safe. Dan saya sangat kagum
plus Salut bagi anda, yang berani keluar dan mencoba memasuki bidang industri yang berbeda.
Berikut 3 Tips dasar bagi PPIC Leader ( Chief atau Manager level ) agar sukses dalam industri
manufacture :
1. Memahami seluruh prosedure operasional terkait dengan produksi, inventory, logistic, marketing. Tidak
hanya tekstual, tetapi kondisi actual wajib untuk dipahami. Knowledge ini akan sangat berguna dalam
menganalisa permasalahan yang melibatkan beberapa bagian. Pemahaman mutlak akan prosedure
menjamin rasa hormat personel dari bagian lain.
2. Memahami proses produksi dengan aktual & detail. Jika anda berfikir, bisa memahaminya dengan
hanya mempelajari flowchart, Instruksi kerja, SOP, dll. Ini masih sangat kurang, Pemahaman anda
sebagai orang PPIC harus sama baiknya dengan skill & knowledge Supervisor dan Manager Produksi
bahkan lebih baik, jika PPIC berperan sebagai 'Rule Maker' .
3. Positioning yang jelas dan tepat. PPIC bukanlah perpanjangan tangan Produksi dan Marketing. Untuk
itu dengan dilandasi dua poin diatas, PPIC harus berada di posisi yang proporsional, dengan fokus pada
target utama, yaitu ketepatan Delivery dan Stabilitas Capasitas Produksi.

Saya sadar sepenuhnya artikel ini bukanlah sebuah manual book yang berisi ratusan halaman
tentang detail alur proses, prosedure, sistem informasi, dll. Sulit bagi saya untuk mentransfer
secara lengkap ke dalam format tulisan yang singkat ini. Karena setiap manufacture memiliki
model production planning yang (sedikit) berbeda, maka artikel dapat berperan sebagai kondsep
dasar dan cara berpikir. Tentunya masih banyak aspek yang bisa dikembangkan dalam
mensupport manufacture dalam memenuhi kepuasan pelanggan dari sisi realisasi product.
Akhir kata, ditengah berbagai kekurangan, semoga artikel ini memberikan manfaat bagi rekanrekan dalam membangun sistem Production Planning dan Inventory. Sehingga, untuk
kedepannya, perusahaan anda memiliki grand desain sistem production planning dan inventory
yang terintegrasi dengan sistem IT yang mudah dipahami, efektif, akurat, update dan mampu
menyajikan informasi secara real time.
Terima kasih.
Posting by Dedy Londong di 12:38 AM
Label: Experience, Knowledge

182 comments:

1.
AnonymousApril 17, 2012 at 9:40 PM
terima kasih atas penjelasannya sangat bermanfaat
Reply

2.
AnonymousJune 5, 2012 at 10:39 AM
saya bekerja di dep PPIC, jujur saya stres akan bagian ini....
Reply
Replies

1.
Dedy LondongJune 5, 2012 at 12:09 PM
Scope kerja PPIC sangat luas, kaena harus mensingkronkan kemauan Marketing
dengan Internal Factory, mulai dari Operation, Purchasing, warehouse, dll.
Hukum dasarnya mudah, jika dalam mensinkronkan fungsi2 ini dengan bantuan
software yang tepat dan complete akan semakin mudah, namun sebaliknya, jika
peranan Ms. Excel masih sangat dominan ... akan sangat berat terutama untuk
aktivitas administratf. Belum jika ada internal konflik dengan bagian lain
( produksi, purchase,dll ). Agar tidak stress, saran saya upgrade sistemnya.

2.
AnonymousMay 15, 2013 at 1:16 PM
klo software yang sering dan bamyak digunakan di ppic ini apa pak selain ms
excel

3.

AnonymousDecember 4, 2013 at 1:03 PM


Saran :
Bikin krangkanya dan minta dibikinin system sendiri yang mencakup semuanya
tidak baku supaya bisa di kembangkan.

4.
AnonymousJanuary 17, 2014 at 11:19 AM
terima kasih untuk infonya..Alhamdulilah perusahaan saya sudah menggunakan
sistem SAP atau implementasi ERP,,jadi sangat membantu sekali dalam PPIC..

5.
Anang solihinMarch 9, 2014 at 8:14 PM
Saya Punya Sofware PPIC [Link]

6.
JamalblogMarch 14, 2014 at 9:25 PM
Saya dari bagian QA, ada tawaran pindah ke PPIC. Gmn menurut bapak?
Reply

3.
uzank ysJuly 4, 2012 at 6:30 PM
terimakasih sekali mas, sangat complate sekali,selama ini fungsi ppic agak terabaikan
ternyata begitu dominan di industry maufacturng, sekali lagi terima kasih sekali...
Reply
Replies

1.
Dedy LondongJuly 7, 2012 at 11:34 AM
Sip, mg sukses

2.
Yustariliska Vilestina putriJanuary 22, 2015 at 3:06 PM
Ass .. Saya mahasiswa teknik industri yg akan melakukan penelitian di bagian ppc
sebuah perusahaan. Mohon rekomendasi buku mengenai ppc yg bagus judul dan
pengarangnya pak? Terutama yg berbahasa indonesia.. Terimakasih sebelumnya..
Reply

4.
abudiyonoJuly 10, 2012 at 3:07 PM
thx, cukup mencerahkan saya yang newbie ini...
Reply

5.
AnonymousJuly 30, 2012 at 9:31 AM
PPIC emang terkadang di abaikan.....tetapi sebenarnya sangatlah penting buat
management
Reply
Replies

1.
Dedy LondongJuly 30, 2012 at 1:48 PM
Yang mengabaikan PPIC berarti belum memahami sistem manufacture. Jika
kuliah S1, dan mengambil konsentrasi sistem manufacture ( teknik industri ),
Production Planning & Inventory control bahkan dipelajari beberapa semItu
masih basic lho ya, jika terjun ke aktual, setiap bidang usaha dalam manufacture
akan memiliki format yang berbeda-beda.

2.
AnonymousApril 5, 2013 at 10:04 AM
kebetulan saya kuliah jurusan teknologi industri, PPIC ini dipelajari 1
semester..itupun masih dasarnya saja seperti forecasting,perencanaan agregat, dll.
Makasih artikelnya, full knowledge :D
Terima kasih terima kasih
Reply

6.
AnonymousSeptember 10, 2012 at 12:46 PM
terimakasih artikelnya sangat bermanfaat bagi saya, mohon ijin sadur untuk membuat
resume job desc di tempat kerja
Reply

Replies

1.
Dedy LondongSeptember 11, 2012 at 9:09 PM
Go a head mas ...
Reply

7.
deni leztiaSeptember 11, 2012 at 7:01 PM
saya bkerja sbgai PPIC
dan smua yang telah anda sampaikan di atas memang benar dan sesuai dengan apa yang
saya lakukan saat ini....
membuat otak terus berputar... tp saya sangat menyukai kesibukan saya sbgai PPIC karna
sangat menantang bagi saya....
btw, thnkz
Reply
Replies

1.
Dedy LondongSeptember 11, 2012 at 9:11 PM
Great & wish u success. Jangan sungkan untuk discuss mengenai problem seputar
PPIC. Masukan dari teman-teman praktisi yang lain mudah-mudahan dapat
membantu.

2.
Syavira Rossenia RahmaNovember 2, 2013 at 7:38 AM
Saya juga bekerja sbg PPIC di perusahaan , ya :) otak selalu berputar

Reply

8.
AnonymousSeptember 26, 2012 at 2:19 AM
Artikel Bagus mengenai PPIC...Terima kasih dah memberi tambahan ilmu untuk
implementasi dilapangan...
Reply

9.
Ahmad ZidniSeptember 30, 2012 at 10:18 AM
Materi yang bagus... berarti sekali buat saya. Ijin copas ya...?
Saya paste-kan di [Link]
Apabila Anda tidak mengijinkan, saya berjanji akan mencabut artikel tsb di blog saja.
Apabila diijinkan, saya berterima kasih.
Reply
Replies

1.
Dedy LondongSeptember 30, 2012 at 10:46 AM
Silahkan & keep blogging
Reply

10.
www.bon_zu.comOctober 6, 2012 at 12:51 AM
mungkin karena minim sostware jadi pekerjaan saya sebagai PPIC amat sangat berat dan
terlalu memeras otak, semangat dan terimakasih :)
Reply

Replies

1.
Dedy LondongOctober 6, 2012 at 2:27 PM
cb di review lagi prosedure aloaksi order dan sistem produksinya. buat batasan
yang clear antara tanggung jawab PPIC dan [Link] U succes
Reply

11.
AnonymousOctober 12, 2012 at 5:08 AM
Terima kasih Share nya kang, sangat membantu :)
Reply

12.
OKTAOctober 18, 2012 at 9:43 AM
WAH BLOGNYA SANGAT MEMBANTU NE. JDI ADA PANDANGAN BUAT
NGELAMAR PPIC. TERIMA KASIH
Reply

13.
Asty FebriyamiOctober 18, 2012 at 9:51 PM
Mas kalo boleh tau ini reverensi blognya dari buku atau sesuai pandangan ya?? klo dari
buku juga, saya mau nanya judul bukunya apa? terbitan siapa? yang mengenai PPIC dan
Supply Chain Management? mohon sharenya mas. terima kasih :)
Reply
Replies

1.
Dedy LondongOctober 19, 2012 at 6:30 AM
@asty: Informasi utama dalam artikel ini dari literature, observasi dan experience,
Jadi tidak berdasr buku tertentu. Sebenarnya bebrapa alur tidak ada yang baku.

Seperti, apakah Logistic harus mengikuti MPS atau MPS yang mengikuti jadwal
ETA material dari logistic. Different company, different model. Inilah uniknya
PPIC dibanding orang quality, produksi, HRD, finance, marketing. Jadi dituntut
harus dinamis. Good Luck!
Reply

14.
Renata SalsabilaOctober 22, 2012 at 9:36 PM
Terima kasih, artikel ini sangat membantu...saya sekretaris, tp terpaksa belajar ttg
monitoring dan saya menikmatinya.
Reply
Replies

1.
Dedy LondongOctober 22, 2012 at 10:20 PM
@Rena,Wish U Succes!
Reply

15.
AnonymousOctober 28, 2012 at 12:13 PM
Dalam perusahaan pabrikan "manufacturing company", bagaimana struktur PPIC ini,
bagaimana relasinya dengan bagian produksi, bagian pembelian.
Apakah benar departemen PPIC ada di bawah departemen PRODUKSI ?
Reply
Replies

1.

Dedy LondongOctober 28, 2012 at 12:21 PM


Relasi yang anda maksud dapat dilihat di link artikel berikut
:[Link]
PPIC sangat tidak disarankan berada dibawah produksi. Dari sisi perusahaan,
terlalu banyak konsesi dan toleransi antara PPIC-Produksi sangat melemahkan
fungsi produksi itu sendiri.
Reply

16.
HarryOctober 28, 2012 at 5:06 PM
Mas, ada saran ebook atau buku yang bagus ngga untuk belajar PPIC? Mohon infonya
mas, terimakasih.
Reply
Replies

1.
Dedy LondongOctober 28, 2012 at 7:40 PM
@harry,kebetulan sy sdng susun materi u/ basic PPC. mudh2an tahun ini selesai.
buku yg beredar lbh bnyak saduran asing. itupun u/ materi kuliah.
Reply

17.
AnonymousNovember 3, 2012 at 12:25 PM
makasih bgt buat mas dedy londong atas artikelnya yg asli yaa ga boong keren abis. ciyus
deh gw. inspiring banget
you do the great job! you are the best! ujian PPIC gw bakalan tertinggi satu kampus :)
Reply

Replies

1.
Dedy LondongNovember 3, 2012 at 7:25 PM
You're welcome & Good Luck !
Reply

18.
arfyNovember 8, 2012 at 10:54 AM
Thanks buat artikelnya..,kebetulan saya bekerja di bag. PPIC, selama ini kami belum
memakai sofware khusus PPIC, kita baru menggunakan sistem sharing data antar bagian
yang terkait dengan PPIC, dan semuanya bisa diakses oleh PPIC dan data sudah terupdate
tiap harinya. Untuk sofware kira-kira menggunakan apa??dan dimana membelinya??
Terima kasih
Reply
Replies

1.
Dedy LondongNovember 8, 2012 at 12:44 PM
Coba contact provider ini ya: CS ERP Indonesia. PT. Nukleuus Indonesia. Phone:
021-2153153783

2.
vanlie hartonoDecember 24, 2012 at 9:17 PM
Yang Bagus Pake Microsoft AX
Reply

19.
Syubban MunadiNovember 13, 2012 at 3:49 PM
siiiiippppp......moga ilmunya menjadi pahala yang mengalir di hari akhir nanti, doakan
juga saya ya pa dedy londong moga lancar urusan bisnis saya amiiin
Reply

20.
AnonymousNovember 19, 2012 at 7:33 AM
Mas dedi saya baru bekerja di bagian PPIC dan ternyata rumit sekali. Di tempat saya
bekerja tenaga produksi lebih dominan menggunakan tenaga manusia sehingga human
error lebih banyak kemungkinan terjadi. Untuk mencari standar waktu kerja gimana
caranya? Saya mohon bantuannya.....!

Reply
Replies

1.
Dedy LondongNovember 19, 2012 at 8:05 PM
Hallo, ada beberapa cara,1) Time Study,cara ini biasa digunakan oleh Divisi
Continous Improvement (CI) di Industri Padat Karya (Garment,Sepatu. Atau
untuk simplenya gunakan data history record produksi, gunakan nilai rata-ratanya.
Record tadi gunakan sebagai estimasi record produksi dalam melakukan
schedulling/MPS. Jadi bisa langsung didapat lamanya waktu prosesnya. Salam
Sukses
Reply

21.
kuncoroNovember 20, 2012 at 2:42 PM
Selamat siang pa Dedy, menarik sekali penjelasan bapa. Sya ingin menanyakan apakah
ada software / program untuk ppic ini. dimana bisa saya dapatkan dan apa nama
programnya. terima kasih
Reply
Replies

1.
Dedy LondongNovember 20, 2012 at 8:51 PM
Ada beberapa platform program diantaranya Visual Basic, oracle, SAP. Coba
contact provider ini ya: CS ERP Indonesia. PT. Nukleus Indonesia. Phone: 0212153153783.
Good Luck.
Reply

22.

saptadi nuryadiDecember 12, 2012 at 10:03 AM


sangat membantu mas
Reply

23.
AnonymousDecember 13, 2012 at 8:38 AM
bagaimana dengan PPIC di pabrik kelapa sawit?apakah sama?
Reply

24.
Dedy LondongDecember 13, 2012 at 12:29 PM
Pada prinsipnya lingkup kerja ppic sama. Tapi untuk sistem manufacturenya /detail bisa
berbeda. Misal jk anda install software. Biasanya yg ready make modul inventory,sales,
dan finance. Tp u/ ppic - produksi harus costumize. Krena modul manufacture tiap
company itu unik. Trmasuk u/ klp sawit
Reply

25.
AnonymousDecember 13, 2012 at 1:26 PM
Artikelnya sangat bagus pak, kebetulan saya bekerja sbg PPIC,pd perusahaan
manufacture , yang memperkerjakan 70% tenaga manusia dan 30% [Link] ada
pertanyaan, apakah memang harus PPIC yang harus mengendalikan penuh Produksi?
kalau untuk schedule mungkin ya, tp utk sampai detailnya apakah juga PPIC pak?
sementara di masing" bagian produksi ada kepala bagian dan ada operation manager.
mohon advisenya pak.... dan sebetulnya saya masih banyak pertanyaan yang masih ingin
saya tanyakan :)...terimakasih
Reply
Replies

1.
Dedy LondongDecember 14, 2012 at 8:42 PM
PPIC tidak bisa mengendalikan Produksi. Fungsi utama PPIC yaitu melakukan
penjadwalan produksi dan pengaturan suplay logistic jadi bukan justru
mengendalikan operasi produksi seperti yang anda maksud. Hanya dalam
praktiknya, secara alami bagian produksi ini terbentuk dengan ego yang super
tinggi. kadang PPIC atau bagian supporting lainnya, hanya bisa menghadapi
bagian yang satu ini dengan pemahaman (knowledge) yang sangat kuat dan detail
terhadap sistem operasi yang terkait. Jika tidak, PPIC yang balik dikontrol oleh
produksi, biasanya terkait dengan pemunduran jadwal delivery/reschedulling, dan
permintaan material/remake.
Reply

26.

an nisaDecember 15, 2012 at 2:49 AM


artikel yang sangat bermanfaat. trimakasih
Reply

27.
an nisaDecember 15, 2012 at 2:50 AM
artikel yang sangat bermanfaat. trimakasih
Reply

28.
an nisaDecember 15, 2012 at 2:50 AM
artikel yang sangat bermanfaat. trimakasih
Reply

29.
AnonymousDecember 17, 2012 at 12:05 PM
Artikel yg luar biasa !
Sangat bermanfaat bagi kami. Izinkan copas ya Mr. DedyLondong!
Best regards, Mus Koto
Reply

Replies

1.
Dedy LondongDecember 17, 2012 at 8:49 PM
Silahkan pak.
Reply

30.
AnonymousDecember 20, 2012 at 9:25 AM
Nice article bro, can i copy paste for my ref..thx a lot.
Reply
Replies

1.
Dedy LondongDecember 20, 2012 at 12:23 PM
Ok. [Link]
Reply

31.
steveDecember 21, 2012 at 1:34 AM
This comment has been removed by the author.
Reply

32.
steveDecember 21, 2012 at 1:37 AM

Gilak pak mantab...


ulasan bapak dalem dan tuntas mngenai PPIC sepanjang yg pernah saya baca dr blog2
lain...
Smoga pahala anda trus mengalir spt ilmu yg telah bpk sebarkan ke sesama...
Reply

33.
vanlie hartonoDecember 24, 2012 at 9:00 PM
trims, artikel ini membantu saya memahami fungsi ppic itu sendiri. God bless
Reply

34.
antoDecember 27, 2012 at 9:47 AM

luar biasaa..!! terima kasih pak Dedy atas pencerahannya, mohon ijin copas ya, smg anda
tetap sehat dan terus berkarya! amien
Reply

35.
Bonne KendarwanDecember 27, 2012 at 3:06 PM
Benar!!! LUAR BIASA BeGeTe.... Amat Sangat membantu Pak.... Semoga Tuhan
menambah kebaikan yang banyak kepada Bapak.... Amin
Reply

36.
muhammad fahmi stiaziJanuary 11, 2013 at 10:55 AM

mas dedi bagaimana soal kelanjutan materi ppic yang sedang anda susun? saya tertarik
ingin mempelajari materi ppic ini dikarenakan saya baru akan mempelejari hal ini.
sebelumnya saya ingin mengatakan ini artikel yang bagus :D. semoga sukses selalu.
Reply

37.
AnonymousJanuary 11, 2013 at 8:14 PM
Materi yang bermutu, ijin untuk copy. Terimakasih
Reply

38.
AnonymousJanuary 16, 2013 at 10:32 AM
Thks atas pencerahannya
Reply

39.
ssJanuary 18, 2013 at 9:15 AM
Thank's mr. ilmu ini sangat berguna...
Reply

40.
NUR ALAMJanuary 30, 2013 at 10:20 AM
materinya bagus bgt cocok dan ngena sekali di PPIC tempat saya bekerja,klo boleh mau
minta saran cara membuar MRP berdasarkan history atau ada cara lain untuk
membuatnya?terima kasih...
Reply
Replies

1.
Dedy LondongJanuary 30, 2013 at 8:09 PM
Hallo Nur,
MRP intinya teknik merencanakan ketersediaan material, saat produksi
membutuhkan sudah tersedia. pembuatan MRP berdasarkan History banyak
menggunakan data purchasing, jadi berapa lama lead time mulai buka PO Suplier
sampai material sampai di Gudang pabrik. lead time ini ditambah allowance
digunakan sebagai base perhitungan kedatangan material dan penjadwalan di
produksi. Disamping juga digunakan sebagai dasar perhitungan Buffer Stock dan
Economic Order Quantity ( EOQ).
Thanks, semoga dapat membantu

2.
Rofi KuncahyoJanuary 31, 2013 at 6:41 AM
Terima Kasih Atas Materinya Bapak atau Ibu semoga bermanfaat bagi kita semua
amiieeen
Reply

41.
dadang smusbyFebruary 2, 2013 at 8:54 AM
sistem yang baik itu yang gimana Om dedy ?
boleh dong kali2 posting alur diagram ppic yang baik , thanks :D
Reply
Replies

1.
Dedy LondongFebruary 2, 2013 at 9:13 PM
Dear Dadang,
Sistem dikategorikan baik jika efektif dalam menunjang tercapainya target
perusahaan. Jika Sistem Planning, biasanya indikator targetnya misal : Delivery

customer, Optimalisasi pemakaian material (material cost), utilisasi mesin,


overtime cost, dll.
Ok, next time sy akan posting artikel terkait.
Good Luck!
Reply

42.
daruFebruary 4, 2013 at 7:20 PM
Thx thx thx... mohon izin jadi materi presentasi ya...
Reply
Replies

1.
Dedy LondongFebruary 4, 2013 at 11:09 PM
go a head
Reply

43.
AnonymousFebruary 6, 2013 at 5:32 PM
good artikel,, izin copas ya mas,,
- Andi Pekanbaru Reply

44.
AnonymousFebruary 7, 2013 at 4:05 PM
Terima kasih Pak, Materinya sangat berguna.. Saya kebetulan ada panggilan pekerjaan
sebagai PPIC. Saya belum begitu memahami posisi ini, tapi setelah saya baca artikel ini

saya bisa menangkap job desc dari PPIC. Lumayan berat juga pekerjaannya tapi Saya
sangat menyukai tantangan kerja. Semoga saya bisa memulai pekerjaan ini. Mohon izin
Copy ya Pak..
Trims,
Aldy
Reply

45.
AnonymousFebruary 12, 2013 at 11:06 AM
Terimakasih untuk artikelnya pak, sangat berguna sekali.
saya baru saja di mutasi kebagian PPIC, dan saya sangat bingung bagaimana mengontrol
stok agar tidak terlalu penuh dan tidak stock out, pertanyaan saya bagaimana menghitung
buffer stok yg ideal?
Reply
Replies

1.
Dedy LondongFebruary 13, 2013 at 6:29 AM
Buffer Stock ditentukan oleh 3 variabel, yaitu :1) Konsumsi Material perhari, 2)
Lead Time kedatangan material, 3) Inventory Cost.
Untuk simpelnya, PPIC hanya menggunakan variabel 1 dan 2. Jika Kedatangan
memerlukan waktu 10 hari, dengan rata-rata konsumsi material 2 ton/hari, maka :
material harus memiliki buffer (10 + 5 (toleransi 1/2 - 1 x leatd time normal)) x 2
(Ton ).
Buffer efektif digunakan untuk material yang memiliki konsumsi dg quantity
besar, Lead Time relatif lama, jarak yang jauh (import), ketersediaan yang
fluktuatif (tergantung dg kondisi tertentu, seperti bijih plastik, daging ).
Namun untuk material yang mudah didapat, jarak dg suplier relatif dekat, harga
relatif stabil, dan item yang relatif banyak, dan slow moving, lebih efektif tidak
memiliki buffer, jadi sangat tergantung dengan kemampuan logistic/purchasing.
Pertimbangan ini lebih banyak dipengaruhi aspek inventory cost.
Reply

46.
AnonymousFebruary 18, 2013 at 10:47 AM
wahhh artikel yang sangat berguna untuk para PPIC,
sedikit berbagi pengalaman saya menjadi PPIC disebuah perusahaan consumer goods
yang memiliki banyak outlet di indonesia dan mulai merambah ke beberapa negara di
asia, kewajiban PPIC diperusahaan saya support permintaan outlet 100% bikin otak harus
bekerja super keras dan di putar2, apalagi jika sedang menghadapi event seperti lebaran
dan natal, harus menghitung kebutuhan penambahan tenaga kerja, dan seorang PPIC
harus bermental baja, untuk menghadapi konflik baik dari produksi, penjualan, finance.
woww banget dehh jadi ppic :D
Reply
Replies

1.
Dedy LondongFebruary 18, 2013 at 10:42 PM
Semoga sukses, umumnya bagian PPIC tidak menghitung kebutuhan penambahan
tenaga kerja. Yang dihitung sebatas Capacity Requirement Planning/CRP atau
kapasitas yang dibutuhkan. Disini peranan Produksi jauh lebih besar, mereka
harus menyediakan capacity dari sisi machine dan working hours. Pilihannya
cukup 2 saja, jika keterbatasan ada pada machine capacity, maka dilakukan
penambahan jam kerja / overtime, jika terbatas pada jam kerja orang, normalnya
dilakukan overtime atau jika high season berlangsung dalam waktu lama (>3
bulan, lebih efektif dengan recruitment kontrak (KKWT). Keputusan terakhir
keputusan ini ditangan produksi atas persetujuan PPIC.
Reply

47.
dwi mulyonoFebruary 28, 2013 at 3:53 AM
it's such a nice description about PPIC, ask 'ur permission to copy [Link] Londong
Reply

48.
dadang smusbyFebruary 28, 2013 at 10:49 AM
sori bang ,, males baca ,, wkkwkw panjang
apakah PPIC = Gudang ?
Reply

49.
Aksesoris MobilMarch 6, 2013 at 9:38 AM
wah lengkap dan panjang. saya lagi diminta untuk SOP PPIC, ada masukkan ga ya? atau
literatur khusus
Reply

50.
ChaMarch 12, 2013 at 4:35 PM
This comment has been removed by the author.
Reply

51.
ChaMarch 12, 2013 at 4:39 PM
terimakasih banget artikelnya sangat bagus, saya seorang mahasiswi teknik industri, jadi
artikel ini sangat bermanfaat sekali.
Reply

52.
Barato Shop OnlineMarch 26, 2013 at 5:03 AM

Perusahaan yang mengabaikan PPIC = perusahaan tinggal menunggu kehancuran karena


PPIC adalah otak perusahaan manufacturing .
Reply

53.
aries aji setyawanMarch 26, 2013 at 3:08 PM
thajs mas bro,,, artikel nya sangat bagus,,, suatu saat boleh saya discus,,,, minta no mail
nya mas
Reply
Replies

1.

Dedy LondongMarch 26, 2013 at 8:12 PM


mail address ada di profil. Don't be hesitate to contact me. Tq
Reply

54.
dimas pradikaMarch 27, 2013 at 9:23 PM
wah, terima kasih mas suatu ilmu yg berharga nih buat saya, kebetulan besok saya test
interview untuk lamaran di bidang ini, jd ngerti dikit kalo misalkan ditanya hehe
Reply

55.
sonar wali komaraApril 3, 2013 at 8:46 AM
nice artikel,sangat membantu sekali...
saya mau tanya nih,saya bekerja di karoseri mobil,disini akan ada pemakaian
programnya,bagaimana membuat alur dari input dan output data dari brg pembelian
hingga [Link] berawal dari gudang hingga accounting.?
Reply
Replies

1.
Dedy LondongApril 13, 2013 at 6:14 AM

Dear Bung Wali Komara,


Dibuat dulu sequence chart. di bagian kolom letakkan bagian / divisi. dan di
bagian baris flow chart prosedurenya. lalu hubungkan fungsi antar divisi dan
bagiannya. Maka anda akan memiliki alur prosedure yang saling berhubungan
antar bagian. ini akan menjadi konsep dasar pembuatan program, yaitu integrasi.
Reply

56.
AnonymousApril 4, 2013 at 9:21 AM
pak dedi saya minta tolong klo membuat penjadwalan di bagian finishing ( pabrik karung
plastik) kira2 bagaimana ya pak? apa saja yang harus di perhatikan .. terima kasih
Reply
Replies

1.
Dedy LondongApril 13, 2013 at 6:22 AM
Tentukan ;
1. Tentukan family produk anda, satukan item produk yang memiliki proses yang
sama.
2. Capasitas per jam, per shift, per hari di setiap work station/ proses.
3. Jika anda gunakan Excel, kelompokkan proses yang sama dalam satu kelompok
data, tapi tetap dalam satu work sheet, gunakan format yang bisa diproses
kedalam bentuk pivot untuk dapatkan resume.
4. Tentukan Due date atau Estimate Finish Date untuk setiap Item Proses
5. Buat urutan proses untuk setiap item, lebih mudah jika setiap item sudah
memiliki lead time produksi. Namun untuk model Gruping, sepertinya agak sulit,
karena kadang satu mesin dipakan untuk beberapa Item dan family produk lain.
Tq
Reply

57.
AnonymousApril 9, 2013 at 8:33 AM

pak PPIC itu bagian Forecasting kah atau bagian dari Planning Porudction kah atau
bagian Budgeting pak ?
mohon pencerahan
terimakasih pak
Reply
Replies

1.
Dedy LondongApril 13, 2013 at 6:23 AM
PPIC berfungsi untuk planning produksi, forecasting atau peramalan tugas
marketing.
Tq
Reply

58.
AnonymousApril 12, 2013 at 12:22 PM
wow..lumayan berat tp kereeenn..
Om..lg donk artikelnya..
Reply

59.
Ali RaihanApril 21, 2013 at 6:24 PM
Saya baru saja diterima sebagai PPIC staff di pabrik kemasan di mojokerto,kebetulan
saya ada di bagian perencanaan produksinya, disana masih masih menggunakan excel,
dan tidak ada sistem training yang pas, saya hanya belajar sendiri, tidak ada manual book
SOP dll,dan sekarang saya bingung harus mempelajari yang mana dulu?? dan satu lagi
ditempat saya MPS dibuat setiap minggu lalu dikonversikan ke weekly schedule,jadi
MPS yang dibuat minngu lalu akan terus berubah karena order baru akan datang setiap
minggu, apakah pembuatan mps memang setiap minggu?setau saya MPS dibuat untuk
jangka waktu beberapa bulan sekali.. mohon pencerahannya..
Reply

Replies

1.
Dedy LondongApril 23, 2013 at 6:57 AM
Dear Bung Ali,
Jika menggunakan Excel, pembuatan dan update MPS cukup merepotkan (pada
awalnya) jika terbiasa anda akan menikmati.
Perubahan/update schedule produksi di MPS diakibatkan oleh bebrapa hal :
1) Turunnya order baru
2) Cancel Order
3) Capasitas produksi tidak sesuai rencana ( naik atau turun secara ekstreem )
4) Keterlambatan Jadwal kedatangan material
5) produksi tidak bekerja sesuai wequence/urutan yang telah ditetapkan
Jika anda memiliki satu diantara sebab diatas, anda harus lakukan update MPS,
minimal weekly. Dan harus ada monitoring data progress produksi secara akurat.
Komunikasikan dengan bagian marketing, minimal closing order dilakukan
sebulan sekali, cukup sulit untuk menerima order secara weekly, terlebih untuk
bagian logistic untuk mendatangkan material/sub material. Tanpa garansi
kedatangan material, PPIC akan kesulitan dalam schedulling.
Tq
Reply

60.
AnonymousApril 22, 2013 at 5:00 PM
pak dedy mungkin bisa kasih contoh yang lebih rinci dan rril karena saya bener masih
awan di PPIC terima kasih ( pak dedi saya minta tolong klo membuat penjadwalan di
bagian finishing ( pabrik karung plastik) kira2 bagaimana ya pak? apa saja yang harus di
perhatikan .. terima kasih)
Reply
Replies

1.
Dedy LondongApril 23, 2013 at 7:03 AM

Membuat penjadwalan kadang setiap perusahaan memiliki keunikan sendiri.


Lebih baik, kita contact by mail, karena terkait dengan confidential data anda.
Anda harus memahami type proses produksi apakah make to order atau stock,
apakah menganut sistem JIT atau MRP. Push atau pull system. ( silahkan baca di
artikel-artikel di blog ini )
Pastikan anda memiliki data Capasity Proses Produksi, LEad Time PRoses,setelah
MPS dibuat secara periodic ( weekly atau monthly ), anda harus terjemahkan
kedalam daily activity.
Lebih jelasnya silahkan contact di mail saja.
Tq

2.
satriyaApril 29, 2013 at 6:00 PM
pak dedy gambarn PPIC yang saya buat dah saya kirim ke email bapak
( dedylondong@[Link]) terima kasih banya ya pak

3.
Save Our ManufactureApril 29, 2013 at 8:47 PM
Ok. Saya peljari dl ya. Untk confidential Kt contact by mail nextnya. Tq
Reply

61.
Lina MariaApril 26, 2013 at 7:21 PM
kalo boleh saya tahu gimana sih teknik penjadwalan dengan MPS?kalo ada boleh minta
contohnya?,,soalnya skripsi saya ttg analisis penjadwalan supaya efektif tp saya pake
analisis teknik sequencing,,dan saya masih ragu karena koq kurang efektif
Reply
Replies

1.
Save Our ManufactureApril 29, 2013 at 8:49 PM

Cb km kirim soft copynya ke sy by mail. Ntr kt discus lbh detail. Tq


Reply

62.
anas fajar's blogMay 1, 2013 at 11:30 AM
pa dedy, saya mau tanya .,biasanya kalo bagian PPIC udh dapet work order dari
marketing d perusahaan manufaktur, apa tahap selanjutnya yang akan dilakukan bagian
PPIC pa biasanya? pasti cek material kan? kalo pada proses penjadwalan nya se[erti apa
ya pa alurnya., minta gambarannya pa ., :) terimakasi
Reply

63.
Dedy LondongMay 1, 2013 at 12:06 PM
Simplenya sprti ini . Setelah terima order. Selnjutnya membuat material plnning yg
mnjadi inpuy bagian purchasing mndatangkn material. Setelah ada estmasi tanggal
kedatngan material. Planner membuat schedule produksi. Atau beberpa case purchsing yg
mngikuti jadwal prodksi/mps.
Reply
Replies

1.
Anas FajarMay 2, 2013 at 4:17 PM
terimakasi atas jawabannya pa , ada beberapa pertanyaan lagi, hehe...
yang akan saya tanyakan kali ini adalah mengenai penjadwalan penggunaan
mesin pada perusahaan manufaktur mesin, penjadawalan tersebut kan diatur oleh
bagian PPIC, saya minta gambaran mengenai alur proses pembuatan jadwal mesin
yang akan digunakan untuk produksi, apabila diasumsikan kebutuhan material
telah disiapkan??
kemudian data apasaja yang dibutuhkan untuk membuat jadawal yang baik?
efisien dan efektif tentunya?
kebetulan perusahaan manufaktur ini bersifat jobshop dan melakukan kegiatan

produksi berdasarkan make to order., mohon penjelasannya pa :)


terimakasi :) oia sebelumnya saya telah menanyakan hal ini pada email bapa :)

2.
Dedy LondongMay 4, 2013 at 5:05 PM
Dear Bung Anas,
Baik itu penjadwalan secara manual maupun dengan software, informasi utama
yang diperlukan yaitu lead time.
Saya bahas mengenai lead time ini di artikel :
[Link]
Biasanya Design manufacture yang menganut Job Shop agak rumit, karena satu
mesin biasanya dipakai untuk memproses beberapa item product yang berbeda.
Untuk antisipasinya, lead Time dikelompokkan berdasar proses mesin. Istilah
lainnya yaitu di Grouping. Jadi Item produk yang memiliki proses mesin sama
dikelompokkan dalam satu Line. Tinggal capasitas perline tadi dibagi berdasar
quota.
jika masih belum jelas bisa contact saya by mail, dan menggambarkan alur proses
anda dengan lebih detail.
Tq

3.
anas fajar's blogMay 5, 2013 at 12:12 AM
oke makasi bung deddy :)
Reply

64.
Syaiful ArifinMay 8, 2013 at 9:40 AM
SUPER artikel ,, thanks ini baru online yang bermanfaat
Reply

65.
Cepi Dea IskandarMay 8, 2013 at 4:24 PM
dear pak dedy,nama saya cepi, lulusan teknik industri.
menjadi orang yang bertanggung jawab sebagai ppic memang berat.
itu terbukti saat saya menyusun skripsi S1 saya di teknik industri, terbayang gimana
beratnya tanggung jawab menjadi PPIC, harus mengetahui dari mulai pengadaan
ketersediaan bahan baku, proses produksi, waktu produksi, sampai barang jadi yang akan
di kirim.
ada beberapa pertanyaan yang ingin saya tanyakan.
1. PPIC mencangkup orang marketing (jumlah produk), gudang pengadaan (ketersediaan
raw material), sampai produksi(kapasitas produksi). pertanyaannya, selalu ada konflik
antara pengadaan dengan produksi dan imbasnya ke orang PPIC, bagaimana solusi yang
bijaksana untuk menyelesaikan hal tersebut?
2. Perusahaan yang selalu merubah kebijakan semena-mena, seperti MTS menjadi MTO,
padahal penjadwalan produksi sudah di rilis, bagaimana cara membuat reschedulling
yang cepat dan tepat. (kasus teman saya sebagai PPIC di industri makanan).

3. ini lumayan sensitif pak, hehe. untuk calon karyawan fresh graduad yang ingin bekerja
di bagian PPIC industri tekstil. salery yang cocok brapa pak untuk daerah bandung cimahi(butuh referensi salery). karena hampir semua orang tau bagian ini cukup besar
tanggung jawabnya dan cukup berpengaruh terhadap kelancaran produksi. kalo saya
bilang ini bagian mesin penggerak dalam perusahaan.
terimakasih
Reply
Replies

1.
Dedy LondongMay 9, 2013 at 11:07 AM
Dear Bung Cepi,
Saya cb bantu jawab ya
1) PPIC unik, karena disetiap perusahaan memiliki teknis operasional yang
berbeda, meski memiliki main job yang sama. Marketing normalnya tidak bisa
mengakses produksi/operasional , begitu pula sebaliknya. Jalur instruksi dan
komunikasi harus melalui PPIC. Dalam operasional sendiri, Alur instruksi
pengeluaran material harus dilakukan PPIC, karena PPIC bertanggung jawab pada
pengadaan stock material dan Reorder. Jadi In - Out material harus dikontrol
sepenuhnya oleh PPIC. Jika tidak, segera koreksi sistem anda. Dan paksa semua
pihak mengikuti prosedure baku ini. Harus diingat, produksi memiliki
kepentingan terhadapa suplay material terkait dengan upaya menutupi kegagalan
proses. Semakin mudah mereka mengakses warehouse, akan berdampak pada
tidak terkendalinya biaya material. Dan biaya penggunaan material ini ada
dibawah kendali PPIC. Oleh karena itu biasanya PPIC yang meminta dan
mengkoordinir dilakukannya Stock Opname.
2. Permasalahannya bukan MTS dan MTO. Pada prinsipnya semua order yang
harus diarrange PPIC harus disechedulkan. Karena keterbatasan kapasitas
produksi, untuk item produk yang fast moving, Marketing minta dibuatkan stock.
Barangkali ini yang anda kira MTS. Ini sangat normal. Jadi selama ada PO dari
Marketing perusahaan masih tidak keluar dari konsep MTO. Kecuali PPIC sendiri
yang memutuskan membuat Stock tanpa persetujuan marketing, ini yang
melenceng dari konsep MTO ( dan JIT ). Pembuatan Master Schedule dibuat
perperiode, dan harus selalu update mengikuti perkembangan. Jika anda
menggunakan Excel yang harus extra, berbeda jika perusahaan sudah
menggunakan sistem terintegrasi dengan software.
3) Maaf saya tidak bisa menjawab ini, karena dari sudut pandang masing-masing
bagian, pasti menganggap bagian merekalah yang terpenting. Di tingkat
operasional ( PPIC, Produksi, Logistic, Engineering ) setahu saya di manufacture

memiliki standard yang sama, bedanya ada di percepatan kenaikan karirnya.


Tq

2.
fajar iqbalFebruary 22, 2014 at 12:17 PM
haram gak itu pak klo kita bikin stock tanpa po dari marketing? hehe
Reply

66.
AndoMay 23, 2013 at 12:20 PM
Artikel yang sangat membantu memberikan gambaran bagi saya mengenai PPIC.
Beberapa hari lagi saya akan ditempatkan di bagian PPIC, sekarang ini saya masih di
bagian pemasaran. Terimakasih pak Dedy.
Reply

67.
Eko SMay 25, 2013 at 10:46 AM
Terima kasih atas informasinya yang lengkap sehingga sangat membantu saya dalam
menyusun job discription untuk PPIC.
Reply

68.
AnonymousMay 27, 2013 at 4:22 PM
Terima kasih, artikel ini menambah wawasan ke PPICan.
Mohon izin untuk copas artikelnya?
thanks
Reply

69.
AnonymousMay 27, 2013 at 9:44 PM
Kalau tugas keseharian PPIC selain me-rekap data produksi, inventori, dan membuat
SPK. Biasanya atasan selalu minta dibuatkan print realisasi produksi yang sudah dipacking. selain itu apa lagi yang sangat berpengaruh kepada penilaian atasan terhadap
hasil kerja kita?
Reply

70.
MashudiMay 29, 2013 at 9:53 PM
artikel yang bermanfaat sekali
ijin copas artikelnya
Reply

71.
SYAIFUL ARIFINJune 2, 2013 at 12:03 AM
Saya sangat berterima kasih atas postingannya pak , ini akan sangat membantu saya
dalam menyelesaikan tugas saya di perusahaan industri .
Reply

72.
boim doankzJune 13, 2013 at 2:04 AM
besok saya tes kerja di bagian gudang, itu biasa nya ada ga tentang ppic nnti tesnya pak?
Reply
Replies

1.
Dedy LondongJune 13, 2013 at 2:37 AM
Gudang merupakan customer dari ppic. Jadi semua data out material berdasar
instruksi ppic.

2.
AnonymousOctober 4, 2013 at 10:39 AM
pak dedy, data yang dbutuhkan daam ppic apa saja? semester depan saya muai
kerja praktek, dan tema yang mau saya ambil adalah inventory control, mohon
pencerahannya
Reply

73.
ar arojakJune 18, 2013 at 12:25 PM
ini adalah pencerahan buat yang mo terjun ke manufaktur...
saya sendiri masih suka bingung..
tapi klo sistemnya mendukung semua jadi mudah di lakukan..
thanks buat postingnya..

Reply

74.
AnonymousJune 25, 2013 at 10:19 AM
bagus banget, komprehensif mudah2 an bermanfat, boleh diemailkhan tentang Human
resources managment yg komprehensive juga.
thank's
Bambang
koalaemas@[Link]
Reply

75.
LinlinJune 28, 2013 at 9:04 AM
Nice info,
berguna sekali utk saya yg akan terjun ke bidang PPIC
Reply

76.
AnonymousJuly 4, 2013 at 3:40 PM
Pak Dedy, apakah buku yg Bapak susun sudah terbit atau belum? Saya sangat tertarik.
Saya pernah dengar kalau Departemen PPIC bisa dibagi menjadi dua divisi, yaitu PPC
dan ... (saya lupa), apakah memang demikian?
Reply

77.
AnonymousJuly 4, 2013 at 3:46 PM
Dalam Industri manufaktur, Departemen PPIC apakah merupakan departemen tersendiri
atau di bawah departemen tertentu?

Reply

78.
sony mahiliJuly 13, 2013 at 12:53 PM
Terimakasih atas paparannya, Mohon maaf ikut SPAM, kebetuln di perusahaan saya
membutuhkan tenaga logistik (PPIC, Supply Chain). posisi yang diari adalah senior
Supervisor atau asiten Manager dengan gaji antara 5 sampai dengan 8 jt tergantung
kwalitas kerja dan disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan. bagi yang berminat
silahkan kirim lamarannya ke sonymahili@[Link]. Lamaran di tunggu paling telat 20
Juli 2013.
Terimakasih bagi pak Dedy atas paparannya.
Reply

79.
AnonymousJuly 14, 2013 at 5:06 PM
Apakah pendidikan ideal untuk seorang PPIC ?
Reply
Replies

1.
banjarediDecember 17, 2013 at 10:25 AM
tidak ada yang ideal menurut saya namun yang paling mendekati saat ini adalah
Teknik/managemen Industri
Reply

80.
maswantoAugust 15, 2013 at 8:44 AM

artkel yang bagus,


sekian lama kerja di Produksi, baru ini tau ppic.
terima kasih P' Dedy
Reply

81.
maulanaAugust 16, 2013 at 1:25 PM
Mas Dedy
thx for the info
saya kebetulan bekerja divisi logistic supply chain perusahaan distributor. Fokusnya di
logistik dan bisnis proses. Apakah dengan background saya ini memudahkan saya untuk
terjun di PPIC manufacture? dasar ilmu apa lagi yang harus saya pelajari?
terima kasih
Maulana
Reply

82.
AnonymousAugust 17, 2013 at 9:56 AM
salam PPIC Lovers
Nama ane Muhammad Arham
Basicly PPIC
1 Supply Chain Management:biasanya Seorang Ahli PPIC atau staf inventory control
dibawahi langsung oleh SCM departement:(Departemen rantai pasok)departemen ini
sangat bepengaruh luas tentang aktififtas PPIC mulai dari tahap planning sampai pada
cutomers satisfaction.
[Link] planner (demand team)
seorang demand Planner harus mengetahui aktifitas PPIC,kapasitas produksi,JIT Just in
time,raw material,forecast analist,demand market,lead time produksi.
[Link] :
Forecaster adalah istilah lain dari PPIC staf,biasanya akurasi forecast menjadi KPI bagi
seorang PPIC dalam job descriptionya,semakin tinggi akurasi forecast dalam perencanaan
maka hasil yg dicapai akan maksimal,(konsep make to order )ERP ataupun lot [Link]
hal yang menjadi pertimbangan dalam forecast :

1 identifikasi product,lead time,delivery,warehouse oprations,demand market,positioning


product,promotion,dan historical sales vs target sales.
[Link]
kanban adalah bahasa jepang :kartu kontrol utk menetukan jumlah persediaan (kanban
system)
dengan adanya kanban diharapkan menghilangkan semua aktifitas yg tidak memberikan
nilai tambah terhadap produk yg dihasilkan,menjaga kualitas,mendorong perbaikan.
jenis kanban :
[Link] produksi
menentukan jumlah produksi pada proses sebelumnya.
[Link] penjualan
untuk membertahu pemasok agar mengirimkan komponen atau bahan yg diperlukan utk
produksi
[Link] penarikan
utk mengetahui jumlah yg hrus diproduksi pada proses sebelumnya.
PPIC demikian penting peranannya dalam operasional perusahaan karena berkaitan erat
dengan cash flow/ alira dana & kinerja bagian produksi secara umum
Fungsi PPIC
Men-sinergi-kan kepentingan marketing dan manufacturing
Mengintegrasikan/ memadukan pihak-pihak dalam organisasi (marketing, produksi,
personalia, dan keuangan) agar dapat bekerja dengan baik.
Syarat agar PPIC bisa bekerja optimal
Ada rencana Sales dari marketing Department
Ada formula standard dari semua produk
Ada standard kapasitas produksi dan tenaga kerja
Ada standard yield dari semua produk
Ada pedoman waktu (delivery time) untuk pengadaan bahan/material, baik lokal maupun
impor.
Ada batasan minimum dan maksimum stock
Ada koordinasi dan komunikasi yang baik dengan elemen terkait antara bagian
marketing, inventory, produksi, personalia, quality control dan F&A (Finance &
Accounting)
Tugas-tugas PPIC
Membuat rencana produksi dengan berpedoman rencana Sales Marketing
Membuat rencana pengadaan bahan berdasarkan rencana dan kondisi stock dengan
menghitung kebutuhan material produksi menurut standard stock yang ideal (ada batasan
minimal dan maksimal yang harus tersedia)
Memantau semua inventory baik untuk proses produksi, stock yang ada di gudang

maupun yang didatangkan sehingga pelaksanaan proses dan pemasukan pasar tetap
berjalan lancar dan seimbang
Membuat evaluasi hasil produksi, hasil penjualan maupun kondisi inventory
Mengolah data dan menganalisa mengenai rencana dan realisasi produksi dan sales serta
data inventory
Menghitung standard kerja karyawan tiap tahun berdasarkan masukan dari bagian
produksi atas pengamatan langsung
Menghitung standard yield berdasarkan realisasi produksi tiap tahun
Aktif berkomunikasi dengan semua pihak yang terkait sehinggga diperoleh data yang
akurat dan up to date
Sebagai juru bicara perusahaan dalam bekerja sama dengan perusahaan lain, seperti : toll
manufacturing.
Reply

83.
My CreatAugust 19, 2013 at 12:20 AM
mas kalo tugas dari divisi sale logistik tu biasanya apa aja?
mohon penjelasannya
terimakasih banyak sebelumnya..mohon jawabannya
Reply

84.
My CreatAugust 19, 2013 at 12:21 AM
oia kelewat..
terutama dalam bidang manufaktur [Link] perusahaan mobil mas
mksh sblmnya
Reply

85.
Yeni KarminiSeptember 16, 2013 at 5:16 PM
Yeni
Terima kasih artikel ini sangat membantu

Sebelumnya saya pernah bekerja di perusahaan manufaktur, tetapi sekarang saya bekerja
di bidang jasa pembuatan reklame. sungguh sangat berbeda dengan system manufaktur,
karena sebagai perusahaan job retail apakah perlu ada PPIC..Mohon masukannya. Dan
bagaimana sebaiknya system dalam perusahaan job retail.
Terima kasih
Reply
Replies

1.
banjarediDecember 17, 2013 at 10:28 AM
sejauh itu ada proses produksi meurut hemat saya masih diperlukan departemen
yang mengontrol proses operasional (PPIC) hanya saja seberapa besar skup
perusahaan ini yang lbih peting apakah cukup dengan dikontrol oleh ower saja
atau pimpinan dimasing2 departemen saj atau memag harus ada yang khusus
bertugas untuk melakukan control
Reply

86.
AnonymousSeptember 24, 2013 at 8:14 AM
Saya bekerja di HR, sepintas spt tidak ada hubungan dgn PPIC secara langsng, tapi pada
saat penilaian kinerja.. termasuk utk staf2 terkait PPIC baru timbul masalah (subyek dan
obyek-nya). Terima kasih atas tulisannya mas.. komprehensif penjelasannya.
Reply

87.
frans TatakSeptember 25, 2013 at 10:57 AM
Saya seorang HRD sekarang dipercaya sebagai kepala cabang, sekarang saya harus
berpikir mengenai PPIC dan menepatkan orang pada porsinya, setelah membaca artikel
ini makin terbuka bagi saya bahwa kunci keberhasilan perusahaan juga ditentukan
kemapuan PPIC dalam menjalankan tugasnya. sukse untuk semua.

Reply

88.
Zarqoni MKOctober 1, 2013 at 9:22 AM
Super dan lengka sekali ulasannya Pak.
Salam kenal, kita satu almamater, saya juga dari Teknik Mesin Politeknik Gajah Tunggal
angkatan 18. Background di QC kebetulan sekarang lagi dapet job men set up Diviisi
PPIC, sangat terbantu dengan ulasan ini,
Reply

89.
AnonymousOctober 4, 2013 at 10:36 AM
data apa saja yang dibutuhkan dalam PPIC???

Reply

90.
AnonymousOctober 5, 2013 at 8:52 PM
Bagaimana ppic bisa bekerja apabila tdk ada forecast dari marketing?
Reply

91.
Robby WijayaOctober 8, 2013 at 11:29 AM
Sibuk dengan pekerjaan ya Pak! menyusun bukunya sudah rampung?seharusnya juni
2013. thank you for your great explanation. semakin sukses Pak Dedy Londong!
Reply

92.
dressbatikOctober 9, 2013 at 8:55 PM
mas mau tanya, kalo perusahaan sudah memakai SAP yang sudah terintegrasi dari hulu
sampai hilir pengaruhnya apa? khususnya di PPIC
Reply
Replies

1.
banjarediDecember 4, 2013 at 1:07 PM
menurut saya pengaruhnya sangat besar, Soft ware ERP baik itu SAP, X2, dll
adalah soft ware yang menurut saya yang akan memudahkan kierja semua lini
termasuk PPIC, Coba bayangkan anda akan dengan mudah mengakses hasil
produksi tiap menit tiap detik sehingga fungsi PPIC sebagai Controlling akan
semakin kuat karena jika ada suatu yang tidak sesuai akan lebih cepat ketahuan.
biasanya Software2 ERP sudah dilengkapi dengan forecast sehingga ini akan
memudahkan kita untuk membuat suatu perencanaan

Jika pertanyaannya apakah setelah ada software ERP kita masih perlu PPIC la itu
baru menarik.
menurut saya jawabnya masih sangt perlu karena Software adalah diibaratkan alat
bantu/mesin dimana perlu seseorang dalam hal pengambilan keputusan, disinilah
fungsi PPIC akan berperan besar dalam hal kelancaran proses manufaktur.
oya saya ucapkan selamat jika anda sudah menggunakan Software ERP yang
sudah terintegrasi karena masih banyak kawan2 kita yang masih manual
menggunakan "EXEL " BTW yang penting adalah kemampuan kita dalam
mengorganisasi proses manufaktur agar berjalan dengan baik bukan sekdar
software yang keren
Maju Terus PIC
By Banjar Edi S
Reply

93.
Putri MutiaraNovember 3, 2013 at 7:55 PM

Trimakasih penjabarannya mengenai PPIC..


Izin copy artikelnya yaa mas
Reply

94.
Wahyu WaskithoNovember 5, 2013 at 7:27 AM
Semoga Semakin Banyak Org yg mw berbagi Ilmu seperti anda saya yakin negara
danindustri kita akan menjadi global leader di asia 10 thn mendatang....
Reply

95.
Shinta Teguh SantosoNovember 7, 2013 at 8:45 PM
Saya adalah seorang yang mendalami PPIC secara pekerjaan. Dengan background
Accounting saya mencoba survive di dept. ini.
Setelah menjalaninya ada 2 macam ilmu yang penting di dept ini : Komunikasi dan
Leadership
Reply
Replies

1.
banjarediDecember 4, 2013 at 12:59 PM

setuju sekali meskipu banyak tori2 yang disampaikan tentang PPIC ada 2 hal
penting yang bisa digaris bawahi yaitu
1. Planning dan Controlling dua itu adalah sesuatu hal yang biasa dilakukan oleh
para leader dan memang PPIC menurut saya adalah Lead dari proses manufactur
2. Komunikasi yaitu sarana tepat guna merealisasikan planning serta sarana untuk
merealisasikan segala improvement hasil dari Controlling
kalau boleh saya tambahkan satu lagi Improvement seperti yang telah
diungkapkan diatas oleh Pak Dedy " PPIC bisa sebagai Role maker" ingat karena
ada fungsi planning dan controlling maka PPIC adalah alah satu departemen
utama dalam pelaksanaa program2 improvement di perusahaan terutama di lini
manufaktur jika anda ingat falsafah Kaizan maka anda pasti ingat Plan-Do-CheckAction (PDCA) dan Standardize-Do-Check-Action (SDCA)
Mohon masukkannya
Banjar Edi S
Reply

96.
Iman Tegar PratomoNovember 15, 2013 at 12:37 AM
mas saya mau nanya di bidang ppic.
bagaimana cara mempelajari tentang ppic ini, selama saya pelajari di bidang ini susah
banget untuk menangkapnya.
sedang saya kuliah di bidang managemen informasi, saya bekerja bagian ppic.
tolong bantu caranya mas..
terima kasih
Reply

97.
banjarediDecember 4, 2013 at 12:49 PM

jika boleh memberikan masukkan


1. mulailah dengan mengetahui permintaan pasar belajar forecasting (peramalan)
2. setelah mengetahui expetasi permintaan pasar analisa fluktuasi permintaan/penjualan
dan cari strategi yang cocok untuk sistem manufaktur yang akan dijalankan apakah
maketo stock, make to order, make to demand, ataukah make to design.
3. jika anda sudah mengetahui jpola permintaan pada point 2 saya rasa anda akan mudah
untuk membuat strategi yang optimal, saya sarankan mulailah dengan membuat
perencanaan agregat.
4. hasil dari Aggregate planning tersebut kemudian ditarik sebagai pembuatan MRP dan
MPS
5. setelah membuat MRP dan MPS saya rasa anda sudah bisa membuat schedul detil per
harinya atau WO yang akan dijalankan.
demikian sekilas dan singkat agar anda bisa memahami PPIC degan mudah menurut
saya. Ada baiknya anda perkuat dengan inventory & warehouse management. kalau
secara detil pasti akan panjang dan saya rasa materi serta tanggapan rekan2 diatas cukup
mumpuni
Reply

98.
banjarediDecember 4, 2013 at 1:20 PM
Menurut saya Artikel dari Pak Dedy ini bukan hanya sekedar menarik namun bagi saya
yang telah berkecimpung didunia industri dan kebetulan memiliki basic di PPIC artikel
ini cukup memadai dan boleh saya bilang sebenarnya lebih kearah mereka yang telah
berpengalaman atau memiliki basic skill PPIC yang cukup mumpuni, wajar jika temen2
yang baru mulai atau berniat menimbal ilmu untuk pertamakalinya dan membaca artikel
ini mkn sekali lagi "mungkin" sedikit kesulitan. BTW artikel ini sangat bagus dan
kandungan materinya cukup berbobot. semoga kelak suatu hari nanti ada wadah yang
bisa mengorganisasikan para praktisi PPIC disuluruh Indonesia, sehingga bisa
meningkatkan komunikasi dan juuga perkembangan ilmu PPIC serta bisa menyumbang
bagi kemajuan bangsa khususnya dibidang industri
Sekedar Info aja bagi temen2 yang mau belajar detai tentang PPIC anda bisa baca2
bukunya teman2 kita yang kuliah di Teknik Industri disana ada mata kuliah yang
mengupas tuntas tentang PPIC bahkan sampai 6 sks (3 sks per semester) dan juga sangat
banyak mata kuliah lain yang juga menunjang mata kuliah tentang PPIC
Best regards
Banjar Edi Satoto
Reply

99.

putryDecember 6, 2013 at 11:31 AM


simpel dan sederhana penjelasannya, jadi mudah dipahami dan sangat bermanfaat,
terutama bagi newbie seperti saya di dunia kerja, terutama di perusahaan manufaktur
tersebut.
really appreciate your write bro...
d ^.~ b
Reply

100.
AnonymousDecember 9, 2013 at 8:27 PM
Terimakasih atas penjelasannya :)
Reply

101.
stefaniJanuary 3, 2014 at 7:26 AM
wow, tulisannya sangat mudah dibaca bahkan oleh orang awam seperti saya :D
terimakasih..
Reply

102.
rudiJanuary 15, 2014 at 11:53 PM
siiip dah,,,, tpi emang kerja d ppic memicu otak banget,,,,,,,
di ppic yg penting adlh komunikasi antar departemen dngn baik,pasti kerjanya
mudah,,.yg penting buat dulu scedule yang d bwt mas dedy , ,,,, pasti seru dan banyak
tantangan .....
Reply

103.

Adien VertigoJanuary 19, 2014 at 5:50 PM


saya juga sekarang kerja sebagai ppic di perusahaan garmen. mohon bantuannya ya
Reply

104.
AnonymousJanuary 30, 2014 at 1:03 PM
Artikel super mas Dedi, izin copas ya. tq
Reply

105.
AnonymousFebruary 11, 2014 at 8:40 PM
Luar Biassaa SUPERRR skali sluruh informasi terkait PPIC ini Mas...
Saya mahasiswa yg sedang menyusun skripsi, kebetulan dari materi skripsi saya ada
sepintas saya membahas tentang PPIC di Garmen..
Kalo boleh saya minta bantuannya mas untuk contoh Joblist dari "Material Consumption"
untuk sekali produksi pada garmen/pakaian jadi.
terimakasih bgt sebelumnya utk kesediaannya, Mas..
Salam Sukses
Reply

106.
Syifa AzlaFebruary 11, 2014 at 8:51 PM
Luar Biassaa SUPERRR skali sluruh informasi terkait PPIC ini Mas...
Saya mahasiswa yg sedang menyusun skripsi, kebetulan dari materi skripsi saya ada
sepintas saya membahas tentang PPIC di Garmen..
Kalo boleh saya minta bantuannya mas untuk contoh Joblist dari "Material Consumption"
untuk sekali produksi pada garmen/pakaian jadi.
terimakasih bgt sebelumnya utk kesediaannya, Mas..
Salam Sukses
Reply

107.
AnonymousFebruary 14, 2014 at 2:35 PM
Terima Kasih
Super Sekali..
sangat bermanfaat
Reply

108.
Fakhri AfifFebruary 17, 2014 at 10:18 AM
sangat2 gamblang dan manfaat, semoga menjadi tambah berkah ilmu nya, pak. aamiin
Reply

109.
AnonymousFebruary 18, 2014 at 4:53 PM
ppic bisa diterapkan diperusahaan developer g yaaa ??????
Reply

110.
AnonymousMarch 14, 2014 at 8:57 PM
Thank's atas penjelasanya,,!!!!!!!!!!
Reply

111.
AnonymousMarch 18, 2014 at 3:44 PM
Perkenalkan nama saya Rahma..Pak,saya mau tanya..bagaimana cara kita merencanakan
stockyard jika kita menggunakan sistem FIFO (First In First Out) ?
Reply

112.
AnonymousMarch 21, 2014 at 2:02 PM
nama saya dewi, saya baru lulus kuliah jurusan manajemen administrasi tapi sya sekarang
baru akan memulai karir saya di bagian PPIC, jujur saya masih sangat awam dan tidak
paham,, tolong beri tahu saya apa yang harus saya pelajri di awal agar saya mudah
mengerti dan mengetahui apa yang harus saya kerjakan, biasanya softwere apa saja yang
di gunakan? mohon sekali bantuannya,, saya baru akan memulai karir saya menjadi PPIC
di manufactur kosmetik.. mail bapak apa ya? karena bnyak hal yang ingin saya tanyakan..
Reply

113.

RomliMarch 27, 2014 at 8:48 PM


Saya belum tahu dunia PPIC sama sekali, baru kemaren saya ditawarin untuk jd staff
PPIC saya ngeblang masih bingung jd saya masih ragu tuk menerima tawaran itu apalagi
sudah 3 orng dibagian itu ganti2 terus gada yg kuat, setelah saya baca artikel ini baru
sedikit mengerti ttng PPIC. selama ini sya hanya berkecimpung di produksi setelah
ditawarin jd PPIC sya ragu. Mohon pencerahannya pak. terimakasih
Reply

114.
nubeApril 12, 2014 at 5:27 PM
keren banget gan.
Reply

115.
properti akuMay 2, 2014 at 11:21 PM
Saya suka artikelnya dan bermanfaat, numpang promo ya dan salam kenal
Dijual tanah 10 hektar dipinggir jalan, daerah cibitung bekasi, 5 hektar sertifikat 5 hektar
ajb harga 2,6 juta permeter nego. Tidak banjir. 2 km menuju pintu tol cibitung.
Dan Tanah sertifikat 1,1 Hektar dipinggir kalimalang harga 2,8 juta permeter nego.
Lokasinya cocok buat pabrik, gudang industri, pool bus dan kontainer, kantor dll.
Gufron
08881764421
[Link]
Reply

116.
khaerudin bisriMay 14, 2014 at 1:03 PM

terima kasih atas informasinya, dimana saya bisa menghubungi Pak Dedy Londong
yaa,,,buat share Pak
Reply

117.
erikeJune 20, 2014 at 11:07 PM
Pak dedy bisa minta alamat email nya makasih,
Reply

118.
erikeJune 20, 2014 at 11:08 PM
Pak dedy bisa minta alamat email nya makasih,
Reply

119.
winyJuly 13, 2014 at 12:07 PM
[Link]...
like it
Reply

120.
DidienSeptember 1, 2014 at 4:40 PM
pak, saya mau tanya
apa PPIC masih dibawah kendali Supply Chain secara struktural atau berdiri sendiri ?
terus sekarang ini banyak istilah planner dari mulai Material Planner, Demand Planner,
Supply Planner.. apa scope2 yang ada di Planner ini sama dengan PPIC secara
keseluruhan atau terpisah sendiri ?
Reply

121.
Irwan NapitupuluSeptember 17, 2014 at 10:26 AM
Terima kasih ya artikelnya Pak.,
Ahkirnya saya dapat menyelesaikan tugas Kuliah saya Sistem Informasi Koorporat.,
Artikel ini sangat membantu karena pembahasannya padat dan mudah untuk di mengerti
Selamat Pagi.,
Reply

122.
Irwan NapitupuluSeptember 17, 2014 at 10:30 AM
Terima kasih artikelnya Pak.,
Ahkirnya saya menemukan ide dengan topik PPIC dalam pembuatan Skripsi saya
nantinya.,
Selamat Pagi.,
Reply

123.
N AfandiOctober 1, 2014 at 11:35 PM

saya bekerja di bagian warehouse hampir 4 tahun. dan sekarang saya masuk menjadi
bagian PPIC. ternyata rumit dan sampai sekarang pun masih terus belajar. dengan artikel
ini setidaknya saya bisa lebih memahami bidang pekerjaan saya. terima kasih artikelnya.
Reply

124.
Aqis Studio Desain ArsitekturOctober 31, 2014 at 4:05 PM
Jadi tambah pengetahuan ya. Apa itu PPIC.
Thanks Bro,,
Reply

125.
itrainingutamaDecember 5, 2014 at 10:59 AM
Terimakasih
Reply

126.
AnonymousDecember 11, 2014 at 10:43 AM
Terimakasih Pak, berkat blog bapak saya dapet promosi jd spv di PPIC
Materi ppt saya 90% dari blog bapak
Reply

127.
AnonymousJanuary 26, 2015 at 4:47 PM
Terima kasih info nya,sangat bermanfaat. saya menjabat sebagai assistant manager PPIC
dan jujur sangat stres dengan pekerjaan ini. berangkat pagi pulang tengah malam. tapi
tetap di syukuri aja :)
Reply

128.
Yustariliska Vilestina putriFebruary 2, 2015 at 2:25 PM
Ass .. Saya mahasiswa teknik industri yg akan melakukan penelitian di bagian ppc
sebuah perusahaan. Mohon rekomendasi buku mengenai ppc yg bagus judul dan
pengarangnya pak? Terutama yg berbahasa indonesia.. Terimakasih sebelumnya.
Reply

129.
AnonymousFebruary 10, 2015 at 6:27 PM

Bun Ziua,

Sunt domnioara. Halimat, o reputaie, legitim i o Creditor companie bani acreditat. Am


mprumuta bani pentru a persoanelor fizice la rata de 3%, care au nevoie de asisten
financiar. Ai un credit ru sau v aflai n nevoie de bani pentru a plti facturile? Vrem
s folosim acest mediu pentru a v informa c am oferi asisten beneficiar de fiabile ca
vom fi bucurosi sa va oferim un mprumut. Nu de credit verifica, 100% garantat.
(Misshalimatloanfirm1@[Link]) solicitantul va ncepe rambursarea mprumutului 4
luni de la mprumutul a fost transferat cu succes la el / ea. Imposibilitatea de a plti napoi
mprumutul de la acest ateptat, dat / perioad, aciuni legale vor fi luate mpotriva
reclamantului prin avocat nostru imediat. Solicitantul care nu este n msur s se
ntlneasc cu rambursarea se va acorda dou luni mai mult ca o perioad de graie
nainte de o aciune n justiie vor fi [Link] astzi la:.
Misshalimatloanfirm1@[Link] ra Halimat firma mprumut pentru mprumut n
condiii de siguran i de renume. mulumiri
FORMULAR MPRUMUT CERERE de umplere i RETURN
Numele solicitantului: ...............
Adresa: ................
Ora: ..................... ..
De stat: ........................
ara: .................. ..
Sex: ......................
Starea Civil: ................
Varsta: .........................
Ocupatia: ...................
Rata Venituri: ...................
Spune: ...........................
Numrul de birou: ................
Mobil: ..................... ..
Suma solicitat: ...............
mprumut Durata: ..................
Scopul mprumut .....................
Implementarea nainte da / nu: ..................
Astept un raspuns de urgenta ....
Domnioara Halimat
Reply
Load more...
Newer Post Older Post Home
Subscribe to: Post Comments (Atom)

Dedy Londong

Jakarta, Indonesia
View my complete profile

Kategori Blog

Atitude (8)

Experience (17)

How to Make (12)

Knowledge (60)

My Diary (10)

Others (5)

Puisi (3)

Skill (9)

UNDANG-UNDANG (3)

Top List Artikel


List Artikel

2014 (3)

2013 (12)

2012 (57)
o Dec 2012 (4)
o Nov 2012 (5)

o Oct 2012 (4)


o Sep 2012 (3)
o Aug 2012 (4)
o Jul 2012 (3)
o Jun 2012 (4)
o May 2012 (2)
o Apr 2012 (8)

Memahami Perhitungan Upah lembur (Overtime)

Penampakan di Pabrik (Factory Underground Story)

Untuk Istriku

Integrated Auto Detection System ( IADS ) Dalam Pr...

Optimis Menjelang Pencabutan Subsidi BBM

Kepuasan Pelanggan (Customer Satisfaction)

Memahami Fungsi PPIC ( Production Planning Invento...

Inspirasi dari seorang Manny Pacquiao

o Mar 2012 (5)


o Feb 2012 (7)
o Jan 2012 (8)

2011 (25)

2010 (3)

2009 (16)

2008 (2)

Pageviews
1420301

Down Load Box


Contact Form
Name
Email *
Message *

Common questions

Didukung oleh AI

Sistem 'buka-tutup' dalam kapasitas produksi PPIC mirip dengan manajemen lalu lintas, di mana kapasitas produksi bisa diubah dengan menambah atau mengurangi jalur produksi (line), bergantung pada situasi dan koordinasi dengan divisi terkait untuk memastikan sumber daya tersedia .

Sistem informasi integral dalam PPIC meningkatkan efisiensi melalui otomatisasi pengolahan order secara real-time dari penjualan ke Master Planning Schedule, mengurangi ketergantungan pada proses manual dan memastikan data akurat dan siap lebih cepat .

Make To Order (MTO) melibatkan produksi berdasarkan pesanan langsung dari pelanggan, sedangkan Make To Stock (MTS) mempersiapkan produk untuk persediaan buffer. Kedua strategi ini dipertimbangkan dalam perencanaan produksi oleh PPIC untuk menyeimbangkan antara penyesuaian pesanan langsung dan kebutuhan stok musiman .

Tahap 'Arrange Order' mencakup menerima order dari Sales yang bisa berupa pesanan langsung atau kebutuhan stock buffer, serta memasukkannya ke dalam Master Planning Schedule untuk persiapan sumber daya dan material dalam jangka panjang 3-6 bulan .

Penggunaan barcode mempermudah proses input data dan mempercepat waktu dengan akurasi tinggi, menurunkan tingkat kesalahan manusia, dan meningkatkan efisiensi pengolahan data material dan produk .

Pengetahuan tentang alur total proses realisasi produk penting bagi PPIC untuk memastikan semua elemen, seperti Work In Process dan persediaan material, seimbang dan tepat pada waktunya, mengurangi kendala produksi, serta mengoptimalkan alokasi dan monitoring order .

Ms. Excel dianggap tidak memadai untuk sinkronisasi penjadwalan produksi karena kemampuannya terbatas dan sangat bergantung pada operator untuk update manual. Excel hanya dapat mengelola tugas-tugas secara terpisah .

PPIC berfungsi sebagai penghubung antara proses internal perusahaan dengan bagian Sales/Marketing, memastikan informasi yang akurat dan real-time mengenai status produk sehingga cocok dengan ekspektasi pelanggan, dan mendukung kepuasan pelanggan dengan respons cepat terhadap pesanan .

Database WIP penting karena memberikan informasi tentang status komponen pendukung, memungkinkan PPIC mendistribusikan alokasi order secara lebih akurat dan sesuai dengan ketersediaan material di tiap divisi, serta menjaga ketepatan waktu distribusi item produk .

PPIC dapat mengurangi konflik internal dengan menerapkan sistem informasi yang komprehensif dan tepat guna, yang memfasilitasi komunikasi dan sinkronisasi antar-departemen, menghindari kesalahan manual dan miskomunikasi dalam pengelolaan data produksi dan kebutuhan material .

Anda mungkin juga menyukai