100% menganggap dokumen ini bermanfaat (2 suara)
172 tayangan62 halaman

Modul Praktikum SAP2000 V.7.42

Modul ini membahas penggunaan program SAP2000 untuk analisis struktur, mulai dari pendefinisian material, penampang, pembebanan, hingga analisis sederhana gelagar tunggal.

Diunggah oleh

DhikeAngelina
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (2 suara)
172 tayangan62 halaman

Modul Praktikum SAP2000 V.7.42

Modul ini membahas penggunaan program SAP2000 untuk analisis struktur, mulai dari pendefinisian material, penampang, pembebanan, hingga analisis sederhana gelagar tunggal.

Diunggah oleh

DhikeAngelina
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Modul SAP2000 Ver.7.

42

Disusun oleh :

Ir. Thamrin Nasution


Staf Pengajar KOPERTIS WIL-I dpk. ITM

Departemen Teknik Sipil


FTSP. ITM

thamrin_nst@[Link]

[Link]

Praktikum Komputer

SAP2000 Sesi Pertama


Konsep Dasar SAP2000
Praktikum Gelagar Sederhana
Ragam Pembebanan

SUMBU-SUMBU PADA SAP2000


Terdapat dua sumbu pada SAP2000, yaitu Sistem koordinat global (sumbu X, Y dan
Z), dan sistem koordinat lokal (sumbu 1, 2, dan 3), bentuk ruang (3 dimensi), mengikuti
hukum jari tangan kanan.
Sumbu global merupakan sumbu tata ruang struktur, sedangkan sumbu lokal
merupakan sumbu frame (batang) seperti gambar berikut.

Sumbu Lokal 1, 2, 3

Sumbu Global X, Y, Z

Penampang kolom
1

2
1

2
3
1
3

2
2

X
3

Penampang balok

Modul SAP 2000, Thamrin Nasution, Ir.


Departemen Teknik Sipil, FTSP., ITM. 2011

BENTUK PENAMPANG DENGAN SUMBU LOKAL

Modul SAP 2000, Thamrin Nasution, Ir.


Departemen Teknik Sipil, FTSP., ITM. 2011

RESTRAINTS
Restraints, adalah sifat-sifat dari titik buhul (joint). Setiap titik buhul (joint)
mempunyai 6 (enam) komponen perpindahan, 3 (tiga) pergeseran global X, Y dan Z, dan 3
(tiga) perputaran global RX, RY dan RZ. Arahnya berhubungan dengan 6 (enam) komponen
perpindahan yang dikenal sebagai derajat kebebasan (degree of freedom = DOF) dari titik
buhul.

R=ux,uy,uz,rx,ry,rz
Dimana,
R = Restraints
ux = Kode restraint (pengekangan) untuk pergeseran pada arah sumbu global
X. Nilai = 1 menyatakan tidak dapat/bisa ; nilai = 0 menyatakan dapat/ bisa.

uy = Kode restraint (pengekangan) untuk pergeseran pada arah sumbu global Y.


uz =
rx =
ry =
rz =

Nilai = 1 menyatakan tidak dapat/bisa ; nilai = 0 menyatakan dapat/


bisa.
Kode restraint (pengekangan) untuk pergeseran pada arah sumbu global Z.
Nilai = 1 menyatakan tidak dapat/bisa ; nilai = 0 menyatakan dapat/
bisa.
Kode restraint (pengekangan) untuk perputaran pada sumbu global X.
Nilai = 1 menyatakan tidak dapat/bisa ; nilai = 0 menyatakan dapat/bisa.
Kode restraint (pengekangan) untuk perputaran pada sumbu global Y.
Nilai = 1 menyatakan tidak dapat/bisa ; nilai = 0 menyatakan dapat/bisa.
Kode restraint (pengekangan) untuk perputaran pada sumbu global Z.
Nilai = 1 menyatakan tidak dapat/bisa ; nilai = 0 menyatakan dapat/bisa.

Restraints sumbu lokal dengan fitur pilihan cepat SAP2000.

Modul SAP 2000, Thamrin Nasution, Ir.


Departemen Teknik Sipil, FTSP., ITM. 2011

CONTOH :

Modul SAP 2000, Thamrin Nasution, Ir.


Departemen Teknik Sipil, FTSP., ITM. 2011

MENU PADA SAP2000 V.7.42

MENU FILE

Model dalam bentuk


garis-garis gambar,
2 dimensi atau
3 dimensi
Model dalam bentuk
tertentu yang telah
jadi, seperti gelagar,
portal, rangka dll.
Membuka file kerja
yang telah ada.
Memasukkan filefile SAP90, DXF
dll untuk dibuka.

1). New Model


Cartesian = sistem koordinat kartesian (ruang)
Cylindrical = sistem koordinat silinder.
Number of Grid Spaces = jumlah medan bentang
pada sumbu X, Y dan Z.
Grid Spacing = jarak/panjang medan pada sumbu
X, Y dan Z.

Koordinat Cartesian

Modul SAP 2000, Thamrin Nasution, Ir.


Departemen Teknik Sipil, FTSP., ITM. 2011

Koordinat Cylinder

Menu ini berguna apabila bentuk struktur digambar sendiri.

1). New Model From Template


Menu ini memberikan
fasilitas bentuk struktur
tertentu yang telah jadi,
sehingga tinggal
menetapkan jumlah grid
(medan), jarak/spasi
medan, tinggi dan lainlain.

Modul SAP 2000, Thamrin Nasution, Ir.


Departemen Teknik Sipil, FTSP., ITM. 2011

MENU PADA SAP2000 V.7.42.

MENU DEFINE

1
2

1). Material.
Menu penetapan jenis material, menambah material baru, memodifikasi atau
menghapus.

Modul SAP 2000, Thamrin Nasution, Ir.


Departemen Teknik Sipil, FTSP., ITM. 2011

Menu tempat menetapkan, mengisi, merobah material properti.

2). Frame Sections.

Fasilitas ini berguna untuk menetapkan bentuk dan ukuran penampang, atau mengimpor
penampang misal dari tabel tertentu seperti AISC, memodifikasi penampang dan lain-lain.
3). Static Load Cases.
Adalah menu untuk menetapkan jenis-jenis pembebanan, seperti beban mati, beban
hidup, beban angin atau gempa dengan faktor pengali (multiplier).

Modul SAP 2000, Thamrin Nasution, Ir.


Departemen Teknik Sipil, FTSP., ITM. 2011

4). Load Combination.


Menu Load Combination, memberikan kemudahan untuk mengkombinasikan gayagaya yang bekerja yang telah ditetapkan lebih awal, seperti Beban Mati + Beban Hidup dan
seterusnya.

Modul SAP 2000, Thamrin Nasution, Ir.


Departemen Teknik Sipil, FTSP., ITM. 2011

MENU PADA SAP2000 V.7.42.

MENU DRAW
EDIT GRID.
Sangat berguna untuk
menggambar struktur
yang diinginkan, atau
melakukan perobahanperobahan pada bentuk
struktur yang telah ada
dengan memakai garisgaris bantu.

Modul SAP 2000, Thamrin Nasution, Ir.


Departemen Teknik Sipil, FTSP., ITM. 2011

10

MENU PADA SAP2000 V.7.42.

MENU ASSIGN

1
2

3
4

1). J o i n t.
Menu Joint Restraint untuk menetapkan derajat kebebasan titik-titik buhul dan
perletakan.

Modul SAP 2000, Thamrin Nasution, Ir.


Departemen Teknik Sipil, FTSP., ITM. 2011

11

2). F r a m e.

a
b

a). Menu Assign Frame Sections untuk menetapkan penampang yang digunakan.

Modul SAP 2000, Thamrin Nasution, Ir.


Departemen Teknik Sipil, FTSP., ITM. 2011

12

b). Menu Assign Frame Releases untuk menetapkan kebebasan batang terhadap
gaya-gaya dalam, seperti pada struktur rangka
tidak terdapat momen dan gaya lintang.

3). Joint Static Load.


Menu untuk menetapkan beban titik buhul.

Modul SAP 2000, Thamrin Nasution, Ir.


Departemen Teknik Sipil, FTSP., ITM. 2011

13

4). Frame Static Load.


Menu untuk menetapkan beban pada balok atau kolom dengan beban-beban
gravitasi, beban titik dan beban terbagi rata, beban trapesium, temperatur dan prestress.
Semua beban bekerja pada frame.

Modul SAP 2000, Thamrin Nasution, Ir.


Departemen Teknik Sipil, FTSP., ITM. 2011

14

MENU PADA SAP2000 V.7.42.

MENU ANALYZE

1
2

1). Menu Analyze untuk menetapkan jenis struktur, apakah struktur berupa portal kaku, atau
struktur rangka, sebelum analisis dilaksanakan program SAP2000.

2). R u n, adalah eksekusi program SAP 2000.

Modul SAP 2000, Thamrin Nasution, Ir.


Departemen Teknik Sipil, FTSP., ITM. 2011

15

MENU PADA SAP2000 V.7.42.

MENU DISPLAY

2
3

1). Menu Show Loads, untuk melihat gaya-gaya luar yang bekerja, yang telah ditetapkan
lebih awal pada layar monitor.
2). Menu Show Deformed Shape, untuk melihat pelenturan akibat aksi pembebanan, pada
layar monitor.
3). Menu Show Element Forces/Stresses untuk melihat reaksi perletakan, dan gaya-gaya
dalam seperti momen, gaya lintang, gaya normal dan lain-lain.

PRAKTIKUM
1). PRAKTIKUM I

P = 1 ton
2,5 m

5 meter

Balok beton
3
Berat jenis = 2400 kg/m

40 cm

25 cm

Modul SAP 2000, Thamrin Nasution, Ir.


Departemen Teknik Sipil, FTSP., ITM. 2011

16

HASIL
Akibat berat sendiri,
q
= 0,40 x 0,25 x 2400 = 240 kg/m = 0,240 t/m
Ra,Rb = q L = 0,5 x 240 x 5 = 600 kg.
MC = 1/8 q L2 = 1/8 x 240 x 52 = 750 kg.m = 75000 [Link]
Akibat beban terpusat P
Ra,Rb = P = x 1000 = 500 kg.
MC = 500 x 2,5 = 1250 kg.m = 125000 [Link].
Jumlah
DA
MC

= 600 + 500 = 1100 kg.


= 75000 + 125000 = 200000 [Link].

Langkah-langkah :
1. Buatlah sebuah folder tempat data SAP2000.
2. Tentukan satuan berat, panjang pada sudut kanan
bawah layar monitor.
3. Menu File, New Model Template, pilih Gelagar.
4. Tentukan jumlah bentang (number of spans) = 1, panjang bentang (span length) = 5 m
5. Menu Define Materials, pilih Other Modify/Show Material Analysis Property
Data, tetapkan Massa persatuan volume = 0, Berat persatuan volume =0, OK, OK.
6. Menu Define Frame Section Modify/Show Section Material FSEC1, pilih
OTHER.
7. Menu Define Static Load Cases Add New Load P dan Q, OK.
8. Menu Define Load Combination Add New Combo
Load Cobination Name = PQ
Add = P Load Case
Add = Q Load Case, OK
9. Tekan tombol kiri mouse pada bentang.
10. Menu Assign Frame Static Load Point and Uniform
Load Case Name pilih P
Distance pilih = 0,5 (artinya bentang), Load pilih = 1 (artinya 1 ton), OK
11. Menu Assign Frame Static Load Point and Uniform
Load Case Name pilih Q
Distance pilih = 0,5 (artinya bentang), Load = 0
Uniform Load = 0,24, OK.
12. Menu Analyze RUN
13. Buat direktori praktikum tempat data-data analisis
14. Buat nama File
15. Program melakukan eksekusi.
16. Membaca hasil melalui layar monitor.
17. Cetak data dan hasil.

Modul SAP 2000, Thamrin Nasution, Ir.


Departemen Teknik Sipil, FTSP., ITM. 2011

17

MEMBACA FILE HASIL


SAP2000 v7.42 File: PRAKTIKUM I Kgf-cm Units PAGE 1
4/13/11 21:36:07
KOPERTIS - ITM

LOAD COMBINATION MULTIPLIERS


COMBO
PQ

TYPE

CASE

FACTOR TYPE

TITLE

ADD
COMB1
P 1.0000 STATIC(DEAD)
Q 1.0000 STATIC(DEAD)

SAP2000 v7.42 File: PRAKTIKUM I Kgf-cm Units PAGE 2


4/13/11 21:36:07
KOPERTIS - ITM

JOINT DISPLACEMENTS
JOINT LOAD

U1

U2

U3

R1

R2

R3

1
1
1
1

LOAD1
P
Q
PQ

0.0000
0.0000
0.0000
0.0000

0.0000
0.0000
0.0000
0.0000

0.0000
0.0000
0.0000
0.0000

0.0000
0.0000
0.0000 1.975E-04
0.0000 1.580E-04
0.0000 3.556E-04

0.0000
0.0000
0.0000
0.0000

2
2
2
2

LOAD1
P
Q
PQ

0.0000
0.0000
0.0000
0.0000

0.0000
0.0000
0.0000
0.0000

0.0000
0.0000
0.0000
0.0000

0.0000
0.0000
0.0000 -1.975E-04
0.0000 -1.580E-04
0.0000 -3.556E-04

0.0000
0.0000
0.0000
0.0000

SAP2000 v7.42 File: PRAKTIKUM I Kgf-cm Units PAGE 3


4/13/11 21:36:07
KOPERTIS - ITM

JOINT REACTIONS
JOINT LOAD

F1

F2

F3

M1

M2

M3

1
1
1
1

LOAD1
P
Q
PQ

0.0000
0.0000
0.0000
0.0000

0.0000
0.0000
0.0000 500.0000
0.0000 600.0000
0.0000 1100.0000

0.0000
0.0000
0.0000
0.0000

0.0000
0.0000
0.0000
0.0000

0.0000
0.0000
0.0000
0.0000

2
2
2
2

LOAD1
P
Q
PQ

0.0000
0.0000
0.0000
0.0000

0.0000
0.0000
0.0000 500.0000
0.0000 600.0000
0.0000 1100.0000

0.0000
0.0000
0.0000
0.0000

0.0000
0.0000
0.0000
0.0000

0.0000
0.0000
0.0000
0.0000

Modul SAP 2000, Thamrin Nasution, Ir.


Departemen Teknik Sipil, FTSP., ITM. 2011

18

SAP2000 v7.42 File: PRAKTIKUM I Kgf-cm Units PAGE 4


4/13/11 21:36:07
KOPERTIS - ITM
FRAME ELEMENT FORCES
FRAME LOAD

LOC

V2

V3

0.00
125.00
250.00
375.00
500.00

M2

M3

0.00
0.00
0.00
0.00
0.00

0.00
0.00
0.00
0.00
0.00

0.00
0.00
0.00
0.00
0.00

0.00
0.00
0.00
0.00
0.00

0.00
0.00
0.00
0.00
0.00

0.00
0.00
0.00
0.00
0.00

0.00
125.00
250.00
375.00
500.00

0.00
0.00
0.00
0.00
0.00

-500.00
-500.00
-500.00
500.00
500.00

0.00
0.00
0.00
0.00
0.00

0.00
0.00
0.00
0.00
0.00

0.00
0.00
0.00 62500.00
0.00 125000.00
0.00 62500.00
0.00
0.00

0.00
125.00
250.00
375.00
500.00

0.00
0.00
0.00
0.00
0.00

-600.00
-300.00
0.00
300.00
600.00

0.00
0.00
0.00
0.00
0.00

0.00
0.00
0.00
0.00
0.00

0.00
0.00
0.00 56250.00
0.00 75000.00
0.00 56250.00
0.00
0.00

0.00
125.00
250.00
375.00
500.00

0.00
0.00
0.00
0.00
0.00

-1100.00
-800.00
-500.00
800.00
1100.00

1 LOAD1

1 P

1 Q

1 PQ

Catatan :
LOC
P
V2
V3
T
M2
M3

0.00
0.00
0.00
0.00
0.00

0.00
0.00
0.00
0.00
0.00

0.00
0.00
0.00 118750.00
0.00 200000.00
0.00 118750.00
0.00
0.00

= lokasi
= gaya normal
= gaya lintang searah sumbu lokal 2
= gaya lintang searah sumbu lokal 3
= gaya torsi
= momen lentur dengan pusat rotasi sumbu lokal 2
= momen lentur dengan pusat rotasi sumbu lokal 3
2

Modul SAP 2000, Thamrin Nasution, Ir.


Departemen Teknik Sipil, FTSP., ITM. 2011

19

2). PRAKTIKUM II
P1 = 0,75 ton

0,75 m

P2 = 1,5 ton

0,75 m
q = 0,25 t/m

P3 = 1 ton

1m

5 meter

1m

3m

HASIL
Akibat q,
Ra
Rb

= 0,5000 ton.
= 0,5000 ton

Mc
Md
Mb

= 0,35 t.m
= 0,60 t.m
=0

Akibat P1,
Ra
Rb

= 0,6375 ton.
= 0,1125 ton

Mc
Md
Mb

= 0,4781 t.m
= 0,3938 t.m
=0

Akibat P2,
Ra
Rb

= 1,0500 ton.
= 0,4500 ton

Mc
Md
Mb

= 0,79 t.m
= 1,57 t.m
=0

Akibat P3,
Ra
Rb

= -0,2000 ton.
= 1,2000 ton

Mc
Md
Mb

= -0,15 t.m
= -0,30 t.m
= -1,00 t.m

Mc
Md
Mb

= 1,22 t.m
= 1,95 t.m
= -1,0 t.m

Jumlah akibat q+P1+P2+P3,


Ra
= 1,99 ton.
Rb
= 2,26 ton

Modul SAP 2000, Thamrin Nasution, Ir.


Departemen Teknik Sipil, FTSP., ITM. 2011

1m

20

Coba dibuat seperti ini,


0,25 t/m

1/4 L

1/4 L

L = 5 meter

0,40 t/m
0,25 t/m

L = 5 meter
1/2 L

1/2 L

0,40 t/m

L = 5 meter

0,35 t/m
0,25 t/m
1/3 L
A

1/3 L
D

L = 5 meter

Modul SAP 2000, Thamrin Nasution, Ir.


Departemen Teknik Sipil, FTSP., ITM. 2011

21

Modul SAP2000 Ver.7.42

Praktikum Komputer

SAP2000 Sesi Kedua


BANGUNAN RANGKA

Disusun oleh :

Ir. Thamrin Nasution


Staf Pengajar KOPERTIS WIL-I dpk. ITM

Departemen Teknik Sipil


FTSP. ITM

thamrin_nst@[Link]

[Link]

Praktikum Komputer

SAP2000 Sesi Kedua


Struktur Rangka Atap

MODUL SAP2000 SESI 2

STRUKTUR RANGKA

DATA BEBAN
Berat Sendiri, P = 250 kg ; Beban hidup orang P1 = 100 kg.
Angin dari kiri/kanan, Wdv = 30 kg, Wdh = 30 kg, Wpv = 45 kg, Wph = 45 kg.
Modul SAP 2000, Thamrin Nasution, Ir.
Departemen Teknik Sipil, FTSP., ITM. 2011

Struktur Rangka adalah suatu struktur dengan material dari baja, tersusun dari
batang-batang baja yang dihubungkan satu sama lain dengan pelat-pelat buhul. Anggapan
yang diberlakukan pada struktur rangka ini adalah pada setiap titik buhul yang
menghubungkan batang-batang tadi tidak terdapat momen dan gaya lintang (M, D = 0).
Langkah-langkah :
1. Buatlah direktory tempat data-data SAP2000 tersimpan.
2. Buka SAP2000.
3. Tentukan satuan berat, panjang pada sudut kanan bawah layar monitor.

4. Menu File New Model Coordinate System Definition,


Pada gambar terlihat, rangka terbagi atas 8 grid (medan) pada arah sumbu X, dengan
panjang yang sama, yaitu sebesar 1,25 meter.

Jumlah grid/medan

Jarak grid/medan

5. OK.

Modul SAP 2000, Thamrin Nasution, Ir.


Departemen Teknik Sipil, FTSP., ITM. 2011

6. Draw Edit Grid Direction Z


Tulis pada Z location 0.75 meter.

Pilih Add Grid Line OK.


7. Draw Special Joint.

8. Draw Frame Element.

Modul SAP 2000, Thamrin Nasution, Ir.


Departemen Teknik Sipil, FTSP., ITM. 2011

9. Tunjuk frame dengan tombol kiri mouse, Edit Divide Frame

10. Gambarkan frame yang belum selesai dengan Draw Frame Element

Modul SAP 2000, Thamrin Nasution, Ir.


Departemen Teknik Sipil, FTSP., ITM. 2011

11. Tunjuk salah satu perletakan dengan tombol kiri mouse, setelah itu, Assign joint
Restraints,

12. Untuk perletakan sebelah kiri pilih Sendi, kanan perletakan Rol.
Setelah gambar selesai,
13. Define Materials,

Modul SAP 2000, Thamrin Nasution, Ir.


Departemen Teknik Sipil, FTSP., ITM. 2011

14. Add New Material

Tentukan

Material Nama : BAJA


Type of Design : Other
Mass per unit Volume : 0 (nol)
Weight per unit Volume : 0 (nol)

Modul SAP 2000, Thamrin Nasution, Ir.


Departemen Teknik Sipil, FTSP., ITM. 2011

15. Tetapkan penampang, Define Frame Sections Modify Show Section,

Robahlah Material penampang FSEC1 menjadi BAJA, yang mempunyai massa per volume
= 0, dan berat per volume = 0. Dengan kata lain berat sendiri di konversi menjadi gaya
terpusat pada titik-titik buhul, yang akan ditetapkan kemudian.

Modul SAP 2000, Thamrin Nasution, Ir.


Departemen Teknik Sipil, FTSP., ITM. 2011

16. Tetapkan jenis-jenis beban, Define Static Load Cases,

P
= berat sendiri
P1
= beban hidup (beban orang, P1 = 100 kg, Peraturan Muatan Indonesia)
WKI = beban angin datang dari kiri
WKA = beban angin datang dari kanan.

Modul SAP 2000, Thamrin Nasution, Ir.


Departemen Teknik Sipil, FTSP., ITM. 2011

17. Tetapkan kombinasi muatan, Define Load Combinations,

Add New Combo,

Peraturan Muatan Indonesia,


Pembebanan Tetap = Beban Mati + Beban Hidup
(PTETAP)
Pembebanan Sementara = Beban Mati + Beban Hidup + Angin Kiri (PSEM1)
Pembebanan Sementara = Beban Mati + Beban Hidup + Angin Kanan (PSEM2)

Modul SAP 2000, Thamrin Nasution, Ir.


Departemen Teknik Sipil, FTSP., ITM. 2011

COMB1, Title PTETAP, P load Case + P1 Load Case,

Modul SAP 2000, Thamrin Nasution, Ir.


Departemen Teknik Sipil, FTSP., ITM. 2011

10

COMB2, Title PSEM1, P load Case + P1 Load Case + WKI Load Case,

Modul SAP 2000, Thamrin Nasution, Ir.


Departemen Teknik Sipil, FTSP., ITM. 2011

11

COMB3, Title PSEM2, P load Case + P1 Load Case + WKA Load Case,

Modul SAP 2000, Thamrin Nasution, Ir.


Departemen Teknik Sipil, FTSP., ITM. 2011

12

SKEMA SISTEM PEMBEBANAN


P Load Case (Berat Sendiri = beban mati)

P
P

1/2P

1/2P

P = 250 kg.

P1 Load Case (Beban Hidup Orang)

P1
P1

P1

P1

P1

P1

P1

P1

P1
P1

P1

P1

P1

P1 = 100 kg.

Modul SAP 2000, Thamrin Nasution, Ir.


Departemen Teknik Sipil, FTSP., ITM. 2011

13

SKEMA SISTEM PEMBEBANAN


WKI Load Case (Beban Angin Dari Kiri)
1/2Wdv
1/2Wdh

1/2Wpv
1/2Wph

Wdv

Wpv

Wdh

Wph
1/2Wph

1/2Wdv

1/2Wdh

1/2Wph

Angin dari kiri, Wdv = 30 kg, Wdh = 30 kg, Wpv = 45 kg, Wph = 45 kg

WKA Load Case (Beban Angin Dari Kanan)


1/2Wpv
1/2Wph

Wpv
Wph

1/2Wdv
1/2Wdh

Wdv
Wdh
1/2Wdh

1/2Wpv

1/2Wph

1/2Wdh

Angin dari kanan, Wdv = 30 kg, Wdh = 30 kg, Wpv = 45 kg, Wph = 45 kg

Modul SAP 2000, Thamrin Nasution, Ir.


Departemen Teknik Sipil, FTSP., ITM. 2011

14

17. Tunjuklah titik-titik buhul

Menu, Assign Joint Static Loads Forces

Pilih jenis beban, Load Case Name (P, P1, WKI atau WKA).
Arah gaya mengikuti sumbu Z untuk gaya-gaya P atau P1 (vertikal), dimana bila arahnya ke
bawah bertanda negatip dan ke atas positip.
Masukkanlah nilai gaya-gaya tersebut sesuai jenis beban, demikian seterusnya.

Modul SAP 2000, Thamrin Nasution, Ir.


Departemen Teknik Sipil, FTSP., ITM. 2011

15

18. Bebaskan frame dari gaya lintang dan momen.


Menu, Assign Frame Releases
Beri tanda cek pada kotak yang sesuai.

19. Tetapkan jenis struktur untuk analisis.


Menu, Analyze Set Option Space Truss

Modul SAP 2000, Thamrin Nasution, Ir.


Departemen Teknik Sipil, FTSP., ITM. 2011

16

20. Lakukan eksekusi program.


Menu, Analyze Run
21. Melihat hasil analisis SAP2000 pada layar monitor.
Menu, Display

2
3

Modul SAP 2000, Thamrin Nasution, Ir.


Departemen Teknik Sipil, FTSP., ITM. 2011

17

1). Show Loads


= melihat beban-beban yang bekerja dan
besar beban.
2). Show Deformed Shape = melihat pelenturan dan besar pelenturan.
3). Show Element Forces/Stresses = melihat gaya dalam (aksial).
22. Melihat hasil analisis SAP2000 pada print out.
Menu, File Print Output Tables

Gambar struktur rangka dengan nomor buhul (joint) dan nomor batang (frame)

Modul SAP 2000, Thamrin Nasution, Ir.


Departemen Teknik Sipil, FTSP., ITM. 2011

18

DATA PRINT OUT


LOAD COMBINATION MULTIPLIERS

COMBO
COMB1
COMB1
COMB2
COMB2
COMB2
COMB3
COMB3
COMB3

COMBO TYPE
ADD
ADD
ADD
ADD
ADD
ADD
ADD
ADD

CASE

FACTOR

LOAD TYPE

TITLE

P
P1
P
P1
WKI
P
P1
WKA

1
1
1
1
1
1
1
1

STATIC(DEAD)
STATIC(LIVE)
STATIC(DEAD)
STATIC(LIVE)
STATIC(WIND)
STATIC(DEAD)
STATIC(LIVE)
STATIC(WIND)

PTETAP
PTETAP
PSEM1
PSEM1
PSEM1
PSEM2
PSEM2
PSEM2

JOINT DISPLACEMENTS
(Pergeseran titik buhul)
Horisontal
JOINT
7
7
7
7
7
7
7
8
8
8
8
8
8
8

LOAD
P
P1
WKI
WKA
COMB1
COMB2
COMB3
P
P1
WKI
WKA
COMB1
COMB2
COMB3

Vertikal

U1

U2

U3

0.000490
0.000196
0.000078
-0.000107
0.000686
0.000765
0.000579
0.000567
0.000227
0.000100
-0.000129
0.000794
0.000894
0.000664

0.000000
0.000000
0.000000
0.000000
0.000000
0.000000
0.000000
0.000000
0.000000
0.000000
0.000000
0.000000
0.000000
0.000000

-0.001367
-0.000547
-0.000106
0.000198
-0.001914
-0.002020
-0.001716
-0.001367
-0.000547
-0.000011
0.000104
-0.001914
-0.001925
-0.001810

R1

R2
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0

R3
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0

0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0

Catatan :
Deformasi dan rotasi,
U1, U2, U3 = deformasi ;
Ke bawah dan ke kiri = bertanda negatip
Ke atas dan ke kanan = bertanda positip
R1, R2, R3 = rotasi

Modul SAP 2000, Thamrin Nasution, Ir.


Departemen Teknik Sipil, FTSP., ITM. 2011

19

FRAME ELEMENT FORCES


Lokasi

FRAME
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1

LOAD
P
P
P
P1
P1
P1
WKI
WKI
WKI
WKA
WKA
WKA
COMB1
COMB1
COMB1
COMB2
COMB2
COMB2
COMB3
COMB3
COMB3

LOC
0.0
63.7
127.5
0.0
63.7
127.5
0.0
63.7
127.5
0.0
63.7
127.5
0.0
63.7
127.5
0.0
63.7
127.5
0.0
63.7
127.5

Gaya
Normal

P
1869.6
1869.6
1869.6
747.9
747.9
747.9
488.0
488.0
488.0
-590.5
-590.5
-590.5
2617.5
2617.5
2617.5
3105.5
3105.5
3105.5
2027.0
2027.0
2027.0

Gaya Lintang

V2

V3
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0

Momen

T
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0

M2
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0

0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0

M3
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0

Catatan :
Gaya normal = negatip berarti tekan, positip berarti tarik.

Modul SAP 2000, Thamrin Nasution, Ir.


Departemen Teknik Sipil, FTSP., ITM. 2011

20

Modul SAP2000 Ver.7.42

Praktikum Komputer

SAP2000 Sesi Ketiga


BANGUNAN PORTAL

Disusun oleh :
Ir. Thamrin Nasution

Disusun oleh :

Ir. Thamrin Nasution


Staf Pengajar KOPERTIS WIL-I dpk. ITM

Departemen Teknik Sipil


FTSP. ITM

thamrin_nst@[Link]

[Link]

Praktikum Komputer

SAP2000 Sesi Ketiga


BANGUNAN PORTAL

MODUL SAP2000 SESI 3

STRUKTUR PORTAL BERTINGKAT 2D

Potongan
melintang

25X35

25X30

25X30

Potongan
melintang
yang ditinjau

25X30

25X30

25X30

25X35

25X30

25X40

25X30

25X35

25X35

4m

25X30

4m
ARAH
MEMANJANG

25X30

25X30

25X40

25X30

25X30

25X30

25X30

25X40

25X35
25X30

25X40

25X40

25X30

4m

25X30

25X30

25X40

25X30

4m

25X30

ARAH MELINTANG

DENAH
Modul SAP 2000, Thamrin Nasution, Ir.
Departemen Teknik Sipil, FTSP., ITM. 2011

Beban-beban yang diperhitungkan.


a. Beban mati (berat sendiri),
- Balok melintang (balok T diabaikan) dan kolom (dihitung SAP2000).
3
- Balok memanjang ukuran 25x30 cm, P = 0,25x0,30x4,0x2400 kg/m = 720 kg.
- Pelat lantai (metode ampelop diabaikan).
3
Atap, tebal t = 10 cm, Q1 = (4 m) x (0,10 m) x 2400 kg/m = 960 kg/m.
3
Lantai, tebal t = 12 cm, Q2 = (4 m) x (0,12 m) x 2400 kg/m = 1152 kg/m.
b. Beban hidup,
2
- Muatan hidup lantai (metode ampelop diabaikan) = 250 kg/m ,
2
MHL = (4 m) x 250 kg/m = 1000 kg/m.
2
- Muatan angin datang Wd = (0,9) x 4m x 4m x 25kg/m = 360 kg ;
2
- Muatan angin pergi Wp = (0,4) x 4m x 4m x 25 kg/m = 160 kg
2
(tekanan angin minimum = 25 kg/m ).

KUAT PERLU (SK SNI 2002),


U = 1,4 DL
U = 1,2 DL + 1,6 LL
U = 1,2 DL + 1,0 LL 1,6 W

(DL = beban mati = berat sendiri)


(LL = muatan hidup lantai)
(W = muatan angin kiri/kanan)

SISTEM PEMBEBANAN MUATAN MATI PELAT LANTAI DAN BALOK MEMANJANG.


(Metode ampelop diabaikan pada contoh ini)

PELAT

Modul SAP 2000, Thamrin Nasution, Ir.


Departemen Teknik Sipil, FTSP., ITM. 2011

SISTEM PEMBEBANAN MUATAN HIDUP LANTAI DAN ANGIN.


1000 kg/m

1000 kg/m

MHL1

MHL2

Sistem pembenanan untuk mendeteksi momen lapangan maksimum


1000 kg/m

1000 kg/m

MHL3

MHL4

Sistem pembenanan untuk mendeteksi gaya normal kolom maksimum dan momen jepit maksimum
1/2Wp

1/2Wd

1/2Wp

Wd

1/2Wd

Wd

Wp
Wp

WKI

WKA

Angin dari kiri

Angin dari kanan

Sistem pembenanan untuk mendeteksi gaya normal kolom maksimum

Wd = 360 kg ; Wp = 160 kg
Modul SAP 2000, Thamrin Nasution, Ir.
Departemen Teknik Sipil, FTSP., ITM. 2011

Menu SAP 2000


Struktur portal adalah suatu struktur dengan material dari baja/beton, tersusun dari
balok dan kolom, dimana pada hubungan balok dan kolom terdapat momen dan gaya
lintang.
Langkah-langkah :
1. Buatlah direktory tempat data-data SAP2000 tersimpan.
2. Buka SAP2000.
3. Tentukan satuan berat, panjang pada sudut kanan bawah layar monitor.

4. Menu File New Model From Template


Pilih portal,

Portal terbagi atas 3 bentang (bays) dan 3 tingkat (story), dengan tinggi tingkat 4
meter dan lebar bentang 4 meter.
OK.

Modul SAP 2000, Thamrin Nasution, Ir.


Departemen Teknik Sipil, FTSP., ITM. 2011

5. Robah perletakan dari Sendi menjadi perletakan jepit.


Menu, Assign Joint Restraints

6. Blok 2 bentang sebelah kanan, untuk merobah panjang bentang paling kiri dari 4
meter menjadi 5 meter.
Menu, Edit Move

Tulis pada baris Delta X = 1 (artinya 1 meter)


Modul SAP 2000, Thamrin Nasution, Ir.
Departemen Teknik Sipil, FTSP., ITM. 2011

7. Blok bentang paling kanan, untuk merobah panjang bentang yang ditengah dari 4
meter menjadi 6 meter.
Menu, Edit Move

Tulis pada baris Delta X = 2 (artinya 2 meter)


8. Tetapkan Material.
Menu, Define Materials

Modul SAP 2000, Thamrin Nasution, Ir.


Departemen Teknik Sipil, FTSP., ITM. 2011

Tetapkan, Massa persatuan volume = 240 kg/m3, berat persatuan volume = 2400 kg/m3.

9. Tetapkan penampang balok dan kolom.


BALOK1 = 25x35, BALOK2 = 25x40, BALOK3 = 25x30
KOLOM1 = 25x25, KOLOM2 = 30x30.
Menu,
Define Frame Sections Add Rectangular,

Modul SAP 2000, Thamrin Nasution, Ir.


Departemen Teknik Sipil, FTSP., ITM. 2011

Dan seterusnya.....
10. Tetapkan jenis-jenis beban, Define Static Load Cases,

Modul SAP 2000, Thamrin Nasution, Ir.


Departemen Teknik Sipil, FTSP., ITM. 2011

LOAD1
PELAT
MHL1
MHL2
MHL3
MHL4
WKI
WKA

=
=
=
=
=

berat sendiri balok dan kolom (BEBAN MATI).


berat sendiri pelat dan balok memanjang (BEBAN MATI).
beban hidup lantai (momen maksimum lapangan).
beban hidup lantai (momen maksimum lapangan).
beban hidup lantai (gaya normal maksimum kolom dan momen jepit
maksimum balok).
= beban hidup lantai (gaya normal maksimum kolom dan momen jepit
maksimum balok).
= angin dari kiri.
= angin dari kanan.

11. Tetapkan kombinasi muatan, Define Load Combinations,

Modul SAP 2000, Thamrin Nasution, Ir.


Departemen Teknik Sipil, FTSP., ITM. 2011

Add New Combo,

KUAT PERLU (SK SNI 2002),


U = 1,4 DL
U = 1,2 DL + 1,6 LL
U = 1,2 DL + 1,0 LL 1,6 W

(DL = beban mati = berat sendiri)


(LL = muatan hidup lantai)
(W = muatan angin kiri/kanan)

COMB1, Title U=1,4DL, LOAD1 load Case + PELAT Load Case,

Modul SAP 2000, Thamrin Nasution, Ir.


Departemen Teknik Sipil, FTSP., ITM. 2011

10

COMB2, Title U=1,2DL+1,6LL,


LOAD1 load Case + PELAT Load Case + MHL1 Load Case,

Dan seterusnya,
COMB3, Title U=1,2DL+1,6LL,
LOAD1 load Case + PELAT Load Case + MHL2 Load Case
COMB4, Title U=1,2DL+1,6LL,
LOAD1 load Case + PELAT Load Case + MHL3 Load Case
COMB5, Title U=1,2DL+1,6LL,
LOAD1 load Case + PELAT Load Case + MHL4 Load Case
COMB6, Title U=1,2DL+1,0LL+1,6WKI,
LOAD1 load Case + PELAT Load Case + MHL4 Load Case + WKI Load Case
COMB7, Title U=1,2DL+1,0LL+1,6WKA,
LOAD1 load Case + PELAT Load Case + MHL4 Load Case + WKA Load Case

SARAN :
Lebih baik membuat kombinasi beban sendiri dengan menggunakan Microsoft Excel,
karena dapat dilihat langsung hasil dari gaya-gaya dalam, sehingga dapat diambil
keputusan untuk mengkombinasikan, sistem beban mana di kombinasikan dengan sistem
beban yang mana sekaligus dapat mengalikannya dengan faktor beban (SK SNI 2002).
Modul SAP 2000, Thamrin Nasution, Ir.
Departemen Teknik Sipil, FTSP., ITM. 2011

11

12. Menetapkan gaya-gaya yang bekerja.

Menu, Assign Frame Static Loads Point and Uniform


Pilih jenis beban, Load Case Name (PELAT, MHL1, MHL2, MHL3, MHL4, WKI atau
WKA).

Modul SAP 2000, Thamrin Nasution, Ir.


Departemen Teknik Sipil, FTSP., ITM. 2011

12

13. Lakukan eksekusi program.


Menu, Analyze Run
14. Melihat hasil analisis SAP2000 pada layar monitor.
Menu, Display

2
3

(1). Show Loads = melihat beban-beban yang bekerja dan besar beban.
(2). Show Deformed Shape = melihat pelenturan dan besar pelenturan.
(3). Show Element Forces/Stresses = melihat gaya dalam (aksial).
15. Melihat hasil analisis SAP2000 pada print out.
Menu, File Print Output Tables

Modul SAP 2000, Thamrin Nasution, Ir.


Departemen Teknik Sipil, FTSP., ITM. 2011

13

LOC
4,00 m

LOC
0,00 m

Gambar struktur portal dengan nomor buhul (joint) dan nomor batang (frame)

DATA PRINT OUT


FRAME ELEMENT FORCES
FRAME
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1

LOAD

LOC

LOAD1
0.000
LOAD1
2.000
LOAD1
4.000
PELAT
0.000
PELAT
2.000
PELAT
4.000
MHL1
0.000
MHL1
2.000
MHL1
4.000
MHL2
0.000
MHL2
2.000
MHL2
4.000
MHL3
0.000
MHL3
2.000
MHL3
4.000
MHL4
0.000
MHL4
2.000
MHL4
4.000
WKI
0.000
WKI
2.000
WKI
4.000
WKA
0.000
WKA
2.000
WKA
4.000
Modul SAP 2000, Thamrin Nasution, Ir.

Satuan
ton-m

V2

V3

M2

M3

-3.711

-0.045

0.000

0.000

0.000

-0.059

-3.279

-0.045

0.000

0.000

0.000

0.031

-2.847

-0.045

0.000

0.000

0.000

0.120

-13.166

-0.295

0.000

0.000

0.000

-0.389

-12.734

-0.295

0.000

0.000

0.000

0.201

-12.302

-0.295

0.000

0.000

0.000

0.792

-5.748

0.075

0.000

0.000

0.000

0.091

-5.316

0.075

0.000

0.000

0.000

-0.058

-4.884

0.075

0.000

0.000

0.000

-0.207

-8.357

-0.383

0.000

0.000

0.000

-0.498

-7.925

-0.383

0.000

0.000

0.000

0.268

-7.493

-0.383

0.000

0.000

0.000

1.035

-10.295

-0.251

0.000

0.000

0.000

-0.315

-9.863

-0.251

0.000

0.000

0.000

0.188

-9.431

-0.251

0.000

0.000

0.000

0.690

-3.223

-0.029

0.000

0.000

0.000

-0.060

-2.791

-0.029

0.000

0.000

0.000

-0.003

-2.359

-0.029

0.000

0.000

0.000

0.055

-3.262

0.248

0.000

0.000

0.000

0.656

-2.830

0.248

0.000

0.000

0.000

0.160

-2.398

0.248

0.000

0.000

0.000

-0.337

-4.160

-0.336

0.000

0.000

0.000

-0.770

-3.728

-0.336

0.000

0.000

0.000

-0.098

-3.296

-0.336

0.000

0.000

0.000

0.575

Departemen Teknik Sipil, FTSP., ITM. 2011

14

1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1
1

COMB1
COMB1
COMB1
COMB2
COMB2
COMB2
COMB3
COMB3
COMB3
COMB4
COMB4
COMB4
COMB5
COMB5
COMB5
COMB6
COMB6
COMB6
COMB7
COMB7
COMB7

0.000

-23.628

-0.476

0.000

0.000

0.000

-0.628

2.000

-22.418

-0.476

0.000

0.000

0.000

0.325

4.000

-21.209

-0.476

0.000

0.000

0.000

1.278

0.000

-29.449

-0.289

0.000

0.000

0.000

-0.392

2.000

-27.721

-0.289

0.000

0.000

0.000

0.186

4.000

-25.993

-0.289

0.000

0.000

0.000

0.764

0.000

-33.624

-1.021

0.000

0.000

0.000

-1.335

2.000

-31.896

-1.021

0.000

0.000

0.000

0.708

4.000

-30.168

-1.021

0.000

0.000

0.000

2.751

0.000

-36.725

-0.810

0.000

0.000

0.000

-1.041

2.000

-34.997

-0.810

0.000

0.000

0.000

0.579

4.000

-33.269

-0.810

0.000

0.000

0.000

2.199

0.000

-25.409

-0.454

0.000

0.000

0.000

-0.634

2.000

-23.681

-0.454

0.000

0.000

0.000

0.274

4.000

-21.953

-0.454

0.000

0.000

0.000

1.183

0.000

-35.767

-0.262

0.000

0.000

0.000

0.197

2.000

-33.607

-0.262

0.000

0.000

0.000

0.722

4.000

-31.447

-0.262

0.000

0.000

0.000

1.246

0.000

-30.131

-0.975

0.000

0.000

0.000

-1.830

2.000

-27.971

-0.975

0.000

0.000

0.000

0.120

4.000

-25.811

-0.975

0.000

0.000

0.000

2.069

Modul SAP 2000, Thamrin Nasution, Ir.


Departemen Teknik Sipil, FTSP., ITM. 2011

15

Anda mungkin juga menyukai