SATUAN ACARA PENYULUHAN
Pokok bahasan
: Penyakit diare pada anak (system pencernaan)
Sub pokok bahasan
:
1. pengertian diare.
2. penyebab diare
3. tanda dan gejala diare.
4. tindakan bila anak diare.
5. cara mencegah terjadinya diare.
Sasaran
: Ibu - ibu
Hari/tanggal
: Rabu,19 juni 2013
Waktu
:15 menit ( 10.45 11.00 )
Tempat
: Ruang kenanga RS .Dharma Husada Bandung
Penyuluh
: Heri Irawan
I.
Tujuan Instruksional Umum
Setelah diberikan penyuluhan diharapkan ibu - ibu memahami tentang penyakit diare
pada anak.
II.
Tujuan Instruksional Khusus
Setelah Mengikuti penyuluhan selama 10-15 menit diharapkan ibu - ibu dapat :
1.
Menyebutkan pengertian diare.
2.
Menyebutkan penyebab diare
3.
Menyebutkan tanda dan gejala diare.
4.
Menyebutkan tindakan bila anak diare.
5.
Menyebutkan cara mencegah terjadinya diare.
III. Pokok Materi
1.
Definisi (pengertian) diare
2.
Penyebab diare
3.
Tanda dan gejala diare
4.
Tindakan bila anak mengalami diare
5.
Pencegahan diare
1
IV. Kegiatan Belajar Mengajar
Metode
: Persentasi, Ceramah, diskusi/tanya jawab
Langkah-langkah Kegiatan
No Kegiatan
1
Respon Pasien/Keluarga
Waktu
3 menit
Pendahuluan
a.
Memberi salam
Menjawab salam
b.
Menyampaikan pokok bahasan
Menyimak
c.
Menyampaikan tujuan
Menyimak
d.
Melakukan apersepsi
Menyimak
Isi
Penyampaian materi tentang:
a.
Definisi (pengertian) Diare
Memperhatikan
b.
Penyebab Diare
Memperhatikan
c.
Tanda dan gejala Diare
Memperhatikan
d.
Tindakan bila anak mengalami diare
Memperhatikan
e.
Pencegahan diare
Memperhatikan
V.
9 menit
Penutup
3 menit
a.
Diskusi
Aktif bertanya
b.
Kesimpulan
Memperhatikan
c.
Evaluasi
Menjawab pertanyaan
d.
Memberikan salam penutup
Menjawab salam
Media dan Sumber
Media
: laptop, infokus dan leaflet
Sumber
:
[Link] [Link]
[Link]
[Link]
[Link]
VI. Evaluasi
Prosedur
: Free test
Jenis test
: Pertanyaan secara langsung
Butir soal
: 2 soal
1.
pengertian diare ?
2.
penyebab diare ?
VII. Lampiran Materi dan Media
Lampiran Materi
DIARE
A. Pengertian diare
Penyakit Diare biasa disebut dengan kata "mencret" atau diarrhea dalam
bahasa inggris, Diare adalah sebuah gangguan pada pencernaan di mana tinja atau
feses berubah menjadi lembek atau cair dan terjadi dalam 24 jam sedikitnya 3-7 kali.
Biasanya disertai sakit perut dan seringkali mual dan muntah. Ada beberapa kondisi
lain yang melibatkan tapi tidak semua gejala diare, dan definisi resmi medis dari diare
adalah defekasi yang melebihi 200 gram per hari.
B. Diare pada bayi
Diare pada bayi kebanyakan terjadi karena konsumsi susu , bisa jadi susu yang
dikonsumsi tidak cocok , bukan takaran si bayi , mengkonsumsi susu yang sudah
terkontaminasi dengan udara (meski susu yang udah di campur air dimasukkan dalam
lemari es ) dan atau menggunakan botol susu yang kurang bersih dalam proses
pencuciannya sehingga masih ada kuman yang menempel.
Seringkali bayi yang tidak diberikan ASI secara penuh 4-6 bulan pada pertama
kehidupan memiliki resiko untuk menderita diare lebih besar dari pada bayi yang
diberi ASI penuh dan kemungkinan menderita dehidrasi berat juga lebih besar. Dalam
ASI mangandung antibodi yang dapat melindungi kita terhadap berbagai kuman
penyebab diare seperti Sigella dan V. Cholerae.
3
C. Diare pada anak
Diare pada anak seringkali terjadi karena salah makan atau akibat jajan
makanan yang kurang sehat dan higienis. Diare pada anak terjadi karena diare
ditularkan dengan berbagai cara yang biasa disebut 4F:
Finger (jari) : Sudah jamak jika balita atau anak-anak kecil sangat suka memasukkan
jarinya kedalam mulut dan atau mengisap jempol. Pada saat itulah kemungkinan besar
dapat terjadinaya kontaminasi virus , kuman , bakteri , parasit dan micro-organisme
lainnya.
Food (makanan) : Makanan atau susu yang sudah terlalu lama terkena udara ,
makanan yang dimasak tidak matang , makanan yang berada di tempat yg tidak
higienis adalah tersangka terjadinya diare pada anak.
Feces (fasesan/tinja) : Feces adalah kotoran yang berisi penyakit , oleh sebab itu wajib
dibersihkan dengan benar-benar bersih karena menjadi sumber penyakit.
Fly (lalat) : Lalat banyak hinggap ditempat-tempat kotor seperti tempat sampah ,
makanan yang tidak ditutup rapat sangat mudah dihinggapi oleh lalat sehingga terjadi
perpindahan sumber penyakit dari sampah ke makanan. Dan ini perlu diwaspadai dan
diperhatikan karena menjadi sumber terjadinya diare kepada anak.
D. Jenis Diare
a.
Diare akut : terjadi selama 3-5 hari
b. Diare berkepanjangan : berlangsung antara 7-14 hari
c.
Diare kronik : berlangsung lebih dari 14 hari
E. Penyebab Diare
Diare kebanyakan disebabkan oleh beberapa infeksi virus tetapi juga seringkali
akibat dari racun bakteria. Dalam kondisi hidup yang bersih dan dengan makanan
mencukupi dan air tersedia, pasien yang sehat biasanya sembuh dari infeksi virus umum
dalam beberapa hari dan paling lama satu minggu. Namun untuk individu yang sakit atau
kurang gizi, diare dapat menyebabkan dehidrasi yang parah dan dapat mengancam-jiwa bila
tanpa perawatan.
Diare dapat menjadi gejala penyakit yang lebih serius,
seperti disentri, kolera atau botulisme, dan juga dapat menjadi indikasi sindrom kronis
seperti penyakit Crohn. Meskipun penderitaapendisitis umumnya tidak mengalami
diare, diare menjadi gejala umum radang usus buntu.
Diare juga dapat disebabkan oleh konsumsi alkohol yang berlebihan, terutama
dalam seseorang yang tidak cukup makan. jadi apabila mau mengkonsumsi alkohol
lebih baik makan terlebih dahulu.
Kondisi cuaca yang tidak stabil, sanitasi tempat pengungsian yang buruk serta
kondisi rumah yang masih kotor terkena genangan air, juga sulitnya mendapat air
bersih menyebabkan mudahnya terjadi wabah diare setelah banjir. Penyakit diare
yang terlihat ringan justru bisa membahayakan jiwa, karena saat tubuh kekurangan
cairan, maka semua organ akan mengalami gangguan. Diare akan semakin berbahaya
jika terjadi pada anak-anak
F. Tanda dan gejala
Tanda dan Gejala Penyakit Diare. Diare adalah penyakit sistem pencernaan
yang ditandai oleh seringnya buang air besar dengan feses yang bersifat cair, berlendir
dan terkadang berdarah. Penyebab utamanya adalah infeksi pada saluran pencernaan.
Gejala penyakit diare yang khas antara lain:
Muntah
Badan lesu atau lemah
Panas
Tidak nafsu makan
Kotoran bercampur darah dan lendir
Rasa mual dan muntah-muntah adalah gejala diare yang disebabkan oleh
infeksi virus. Infeksi bisa terjadi secara tiba-tiba menyebabkan diare, muntah, tinja
berdarah, demam, penurunan nafsu makan, kelesuan bahkan dehidrasi. Sedangkan
gejala diare yang bukan disebabkan oleh infeksi virus biasanya hanya berupa buangbuang air besar saja.
Tanda dan gejala penyakit diare mungkin ada kesamaan dengan tanda dan
gejala penyakit saluran pencernaan lainnya, karena itu untuk lebih baiknya, begitu
tanda dan gejala-gejala diatas mulai terdeteksi segeralah bawa berobat ke dokter
untuk mencegah terjadinya kemungkinan yang tidak diinginkan.
G. Tanda dan Gejala Diare pada anak/bayi
a. Mula-mula anak/bayi cengeng gelisah, suhu tubuh meningkat, nafsu makan
berkurang.
b. Sering buang air besar > 3X dengan bentuk cair atau encer, kadang disertai
mual dan muntah
c.
Terdapat tanda dan gejala dehidrasi yaitu ubun-ubun cekung dan mata
cowong, Kelenturan kulit menurun,kulit kering, merasa haus, bibir kering
dan penurunan berat badan.
d.
Anus dan sekitarnya lecet karena seringnya BAB
e.
Frekuensi kencing menurun : Disebabkan karena terjadi kekurangan cairan
dalam tubuh
H. Tindakan bila anak mengalami diare
a. Khususnya untuk ibu yang masih menyusui diharapkan menghindari makanan
yg berminyak, pedas,mengandung gas, (ibu harus lebih memperhatikan dan
menjaga pola makan)
b. Dapat dimulai di rumah dengan minum: larutan gula garam, larutan oralit, tetap
minum ASI (bayi). Larutan gula garam dibuat dengan cara air matang
sebanyak 250cc dicampur dengan 2 sendok teh gula dan 1 sendok teh garam.
c. Tetap makan dan minum.
d. Istirahat yang cukup.
e. Bila masih diare segera bawa ke Puskesmas atau rumah sakit terdekat.
Kebutuhan oralit sesuai kelompok umur :
Umur
Setiap Mencret
Jumlah oralit yang disediakan di rumah
< 1 tahun
gelas
400 ml/hari (2 bungkus)
1 - 4 tahun
1 gelas
600-800 ml/hari (3-4 bungkus)
5 12 tahun
11/2 gelas
800-1000 ml/hari (4-5 bungkus)
Dewasa
3 gelas
1200-2800 ml/hari (6-10 bungkus)
Catatan: 1 bungkus oralit = 1 gelas = 200 ml : Perkiraan oralit untuk kebutuhan 2 hari
I.
Pencegahan diare
Sebuah vaksin rotavirus memiliki potensi untuk mengurangi jumlah penderita
diare. Saat ini ada dua vaksin berlisensi untuk menghadapi rotavirus. Vaksin rotavirus
yang lainnya seperti, Shigella, ETEC, dan Cholera sedang dikembangkan, vaksin ini
juga berfungsi untuk mencegah penularan diare.
Karena tangan merupakan salah satu bagian tubuh yang paling sering
melakukan kontak langsung dengan benda lain, maka sebelum makan disarankan
untuk mencuci tangan dengan sabun. Sebuah hasil studi Cochrane menemukan bahwa
dalam gerakan-gerakan sosial yang dilakukan lembaga dan masyarakat untuk
membiasakan mencuci tangan menyebabkan penurunan tingkat kejadian yang
signifikan pada diare.
J.
Cara Mencegah Diare pada anak/bayi
Cara untuk mencegah diare antara lain adalah sebagai berikut :
1. Pemberian ASI eksklusif 4 s/d 6 bulan
2. Mencuci tangan setelah buang air besar, sebelum memasak, mengolah makanan
dan makan, sebelum memberi makan pada anak-anak.
3. Mencuci payudara dengan air hangat sebelum memberikan ASI pada anak
4. Khususnya pada ibu yg bekerja/setelah bepergian, sebelum memberikan ASI
Pada anak alangkah baiknya payudara dibersihkan terdahulu dan ASI dibuang
sedikit.
5. BAB pada tempatnya.
6. Jangan makan di sembarang tempat.
7. Menggunakan air matang untuk minum.
8. Memperkuat daya tahan tubuh : ASI minimal 2 tahun pertama, meningkatkan
status gizi, dan imunisasi.
9. Meletakkan makanan di tempat tertutup