Rumus Neraca Massa Energi Teknik Kimia
Rumus Neraca Massa Energi Teknik Kimia
Diktat UAS
Semester 3
DAFTAR ISI
SELAMAT BELAJAR!
SEMOGA SUKSES!
AKADEMIS IMTK 2014
: 90 menit
1. (20%) Hitunglah kalor reaksi standar dari data panas pembentukan untuk reaksi
berikut ini:
C2H4 (g) + HCl (g) CH3CH2Cl (g)
2. (20%) Sebuah industri gas alam menghasilkan gas alam dengan komposisi; CH4 80%,
CO2 7% dan sisa C2H2. Hitunglah kapasitas panas campuran tersebut.
3. Proses baru, diajukan untuk menghasilkan gas etilena (C2H4) dari propana (C3H8)
pada tekanan atmosferik dengan reaksi berikut:
C3H8 (g) + 2O2 (g) C2H4 (g) + CO2 (g) + 2H2O (g)
Produk meninggalkan sistem pada 800 K dan C3H8 masuk pada suhu 500 K
sementara O2 masuk pada 300 K. Dalam proses tersebut, C3H8 digunakan berlebihan
15% (dari jumlah yang ditunjukan dalam persamaan), tetapi konversi keseluruhan dair
C3H8 hanya 50%. Berapakah kalor yang ditambahkan atau dikeluarkan dari proses
tersebut per mol masukan C3H8 ke dalam proses tersebut (40%)
4. 2 lb CO2 dikalorkan dari cairan jenuh pada 30 0F sampai 650 psia dan 175 0F
a. Berapa volume spesifik CO2 pada keadaan akhir?
b. Apakah CO2 pada keadaan akhir berada dalam fase gas, cair, padat atau
campuran dari 2 atau 3 fase? (20%)
Ujian Akhir Semester Ganjil 2009/2010 - Program Studi Teknik Kimia S1 Reguler
Sifat
: Open Book
Hari/Tanggal : Waktu
: 90 menit
1. Konsep baru diterapkan pada industri pembuatan etilen yang menggunakan etanol
sebagai reaktan. Reaksi yang terjadi ialah reaksi dehidrasi dengan persamaan reaksi
sbb:
C2H5OH C2H4 + H2O
Pada industri ini, etanol sebagai reakstan dimasukkan ke raktor dari bagian bawah
reaktor yang kenudian oleh katalis dalam reactor dikonversi menjadi etilen dan air
yang dikeluarkan dari bagian atas reaktor. Reaktor memiliki ketinggian 2 meter.
Keluaran reaktor selanjutnya dipisahkan pada separator sehingga etilen dan air keluar
sebagai produk dengan aliran yang terpisah.
BDF proses adalah sbb:
Splitter
Sistem
absorpsi
mixer
Reaktan (etanol) berupa campuran 80% mol etanol dan 20% mol air pada suhu 220 0F
dengan densitas 0,003 lb/ft3 diumpankan ke reaktor dengan laju alir 1010 lb//jam
melewati sebuah pipa dengan diameter 6 inch. (Gunakan Gambar I.1 untuk
menentukan entalpi larutan etanol). Produk keluar separator adalah etilen dan uap air
(steam) yang masing-masing dialirkan pada pipa berdiameter 6 inch. Kondisi kedua
produk ini adalah suhu 200 0F dan tekanan 1 atm dengan densitas etilen sebesar
0,0018 lb/ft3 sedangkan densitas uap air adalah 0,001 lb/ft3. (Gunakan Tabel D.3
4
untuk menentukan entalpi etilen dan gunakan steam table untuk menentukan entalpi
steam).
a. Hitunglah panas yang diperlukan atau dikeluarkan oleh sistem produksi etilen
tersebut
b. Apabila diperlukan panas, berapa steam yang harus disediakan dan apabila
dikeluarkan panas, berapa steam yang terbentuk pada jaket reaktor?
(steam pada kondisi P=1 atm dan T=200 0F)
Jawaban
1. JAWABAN
F2 = 180 mol
C02 = 15% = 27 mol
H2S = 5% = 9 mol
COS = 1,4% = 2,5 mol
CH4 = 78,6% = 141,5 mol
Diketahui:
Basis : 1 jam
F3 = ? mol
C02 = ?
H2S = ?
COS = ?
CH4 = ?
Splitter
F = 1000 mol
C02 = 15% = 150 mol
H2S = 5% = 50 mol
COS = 1,4% = 14 mol
CH4 = 78,6% = 786 mol
Sistem
absorpsi
P = ? mol
CO2 = ?
H2S = 1%
COS = 0,3 %
CH4 = ?
mixer
A = ? mol
C02 = ?
H2S = ?
COS = ?
F1 = 820 mol
C02 = 15% = 123 mol
H2S = 5% = 41 mol
COS = 1,4% = 11,5 mol
CH4 = 78,6% = 644,5 mol
= F1
F2
F1
=A
F3
F2
F3
=P
Karena hanya 82% feed yang masuk ke sistem absorpsi, maka F di split (dipisahkan
menjadi dua aliran dengan komposisi aliran sama) F1 sebesar 820 mol dan F2 sebesar
180 mol. Dengan komposisi:
F1 = 820 mol
F2 = 180 mol
H2S = 5% = 41 mol
H2S = 5% = 9 mol
Kemudian dari informasi skema diketahui CH4 tidak ikut terabsorpsi sehingga pada F3, nilai
CH4 F3 = CH4 F1 = 644,5 mol, sehingga
6
Kemudian dari soal diketahui bahwa pada sistem absorpsi, setiap mol H2S yang terabsorp
juga akan terabsorp 1 mol CO2 dan semua COS, maka pada neraca A:
H2S (A)
CO2 (A)
COS (A)
= 11,5 mol (terserap semua karena mengikuti aturan semua COS terserap per 1
mol H2S)
Maka neraca F3
CH4 (F3)
= 644,5 mol
H2S (F3)
= 0 mol
CO2
COS (F3)
= 0 mol
F3
(F3)
= 82 mol
= 726,5 mol
Sehingga
F2 + F3
=P
Neraca P:
CH4 (P)
= 786 mol
Atau,
CO2 (P)
H2S (P)
= 27 mol + 82 mol
= 9 mol
= 109 mol
H2S (P)
= H2S (F2)
COS (P)
= 1% (P)
= 0,3% (P)
= 2,5 mol
= 9 mol
Atau,
COS (P)
= COS (F2)
= 2,5 mol
F3 = 726,5 mol
C02 = 82 mol
H2S = 0 mol
COS = 0 mol
CH4 = 644,5 mol
F2 = 180 mol
C02 = 15% = 27 mol
H2S = 5% = 9 mol
COS = 1,4% = 2,5 mol
CH4 = 78,6% = 141,5 mol
Sistem absorpsi
F = 1000 mol
C02 = 15% = 150 mol
H2S = 5% = 50 mol
COS = 1,4% = 14 mol
CH4 = 78,6% = 786 mol
Splitter
mixer
F1 = 820 mol
C02 = 15% = 123 mol
H2S = 5% = 41 mol
COS = 1,4% = 11,5 mol
CH4 = 78,6% = 644,5 mol
P = 906,5 mol
CO2 = 109 mol
H2S = 1% = 9 mol
COS = 0,3 % = 2,5 mol
CH4 = 786 mol
A = 93,5 mol
C02 = 41 mol
H2S = 41 mol
COS = 11,5 mol
Komposisi aliran
Komponen
F1
mol
CH4
786
H2 S
mol
F2
%
mol
A
%
mol
F3
mol
50
41
41
43,8 -
COS
14
1,4
11,5
1,4
2,5
1,4
11,5 12,4 -
2,5
0,3
CO2
150
15
123
15
27
15
41
11,3 109
12
Total
1000 100
820
100
180
100
93,5 100
43,8 82
726,5 100
mol
Reaksi :
3C2H5OH + 2Na2Cr2O7 + 8H2SO4 3CH3COOH + 2Cr2(SO4)3 + 2Na2SO4 + 11H2O
86,7
906,5 100
2. JAWABAN
Skema:
F2
H2SO4
F1
C2H5OH
P
C2H5OH
H2SO4
Na2Cr2O7
CH3COOH
Cr2(SO4)3
Na2SO4
H2O
F3
C2H5OH
H2SO4
Na2Cr2O
Mixe
r
Reaktor
R
C2H5OH
H2SO4
D
CH3COOH
S
E
P
A
R
A
T
O
R
W
C2H5OH
H2SO4
Na2Cr2O7
Cr2(SO4)3
Na2SO4
H2 O
Aliran recycle
H2SO4 (R)
= 94% (R)
= 94 mol
C2H5OH (R)
= 6% (R)
= 6 mol
Laju umpan segar F2 untuk H2SO4 excess 20% dan untuk Na2Cr2O7 excess 10%
stoikiometrik C2H5OH
H2SO4
= 8/3 (F1)
Na2Cr2O7
= 2/3 (F1)
= 320 mol
= 73,3 mol
Untuk mencari komposisi limbah mula-mula dibutuhkan reaksi overall, yaitu reaksi yang
hanya menyangkut sistem keseluruhan dengan input berupa F1 dan F2 kemudian output
berupa D dan W. Pada reaksi overall dengan konversi 90%, didapat data sebagai berikut:
F2
H2SO4
D
Na2Cr2O7
CH COOH
3
Overall sistem
90% Konversi
F1
C2H5OH
W
C2H5OH
H2SO4
Na2Cr2O7
Cr2(SO4)3
Na2SO4
H2 O
73,3 mol
320 mol
Reaksi 90 mol
60 mol
240 mol
90 mol
60 mol
13,3 mol
80 mol
90 mol
60 mol
60 mol
Sisa
10 mol
330 mol
Sehingga:
pada D karena hanya berupa CH3COOH maka hanya terdapat CH3COOH sebanyak 90 mol.
Dan pada W terdapat :
C2H5OH w = 10 mol
Cr2(SO4)3 w = 60 mol
Na2SO4 w
= 60 mol
H2SO4 w
Air w
= 330 mol
= 80 mol
Kemudian untuk menentukan konversi sekali jalan reaktor dibutuhkan neraca reaksi input
dan output yaitu F3 dan P. Diketahui bahwa komposisi produk reaktor yaitu CH3COOH,
Cr2(SO4)3, Na2SO4 dan air tidak berubah pada P karena tidak keempat komponen tersebut
tidak mengalami reaksi lagi sejak P hingga ke D dan W.
F3
C2H5OH
H2SO4
Na2Cr2O7
P
C2H5OH
H2SO4
Na2Cr2O7
CH3COOH
Cr2(SO4)3
Na2SO4
H2O
Reaktor
X% konversi
Komposisi P:
CH3COOH p = 90 mol
Na2SO4 p
= 60 mol
Cr2(SO4)3 p
Air p
= 330 mol
= 60 mol
Kemudian pada F3 merupakan reaktan berupa campuran aliran dari F1, F2 dan R sehingga
komposisi pada F3:
C2H5OH F3
= 106 mol
H2SO4 F3
= H2SO4 F2 + H2SO4 R
= 414 mol
Na2Cr2O7 F3 = Na2Cr2O7 F2
10
73,3 mol
414 mol
Reaksi 90 mol
60 mol
240 mol
90 mol
60 mol
13,3 mol
174 mol
90 mol
60 mol
60 mol
Sisa
16 mol
= 16 mol
Cr2(SO4)3 p
= 60 mol
Na2Cr2O7 p
= 13,3 mol
Na2SO4 p
= 60 mol
H2SO4 p
= 174 mol
Air p
= 330 mol
CH3COOH p = 90 mol
= 0,85 = 85%
F2
F3
(mol)
(mol)
(mol)
(mol)
(mol)
(mol)
(mol)
C2H5OH
100
106
16
10
H2SO4
320
94
414
174
80
Na2Cr2O7
73,3
73,3
13,3
13,3
CH3COOH
90
90
Cr2(SO4)3
60
60
Na2SO4
60
60
Air
330
330
Total
100
393,3
100
593,3
743,3
90
553,3
Komponen
11
330 mol
Ujian Akhir Semester Ganjil 2006/2007 - Program Studi Teknik Kimia S1 Reguler
Sifat
: Open Book
: 90 menit
12
b. Jenis energi apa yang paling berperan dalam proses ini? Berapa % dari energi
keseluruhan?
c. Apabila pada reaktor dipasang jaket, kedalam jaket tsb dialirkan air pendingin
atau steam? Dan berapa lajunya (lb/jam)? (air pendingin yang tersedia bersuhu
awal 25 0C dan diharapkan bersuhu akhir 70 0C, sedangkan steam tersedia
pada suhu 400 0F tekanan 40 psi dan keluar jaket diharapkan berupa kondensat
yang merupakan cairan jenuh pada 1 atm)
Karena keberhasilan perhitungan ini menentukan karir anda di perusahaan, boss anda
(kepala process engineer) mengingatkan agar perhitungan dilakukan sesuai kaidah
perhitungan neraca massa dan energi yaitu:
1. Menggambar sistem keseluruhan dan menetapkan batas untuk sistem yang dihitung
2. Menentukan basis
3. Menentukan referensi utnuk menghitung tinggi
4. Menggunakan referensi suhu 25 0C untuk menghitung entalpi karena terdapat reaksi
kimia
5. Selalu menuliskan unit (satuan) pada angka di setiap perhitungan
6. Dll
13
Jawaban
System adalah OPEN SYSTEM
E
= -W + H + P + K
Menghitung W:
W
Menghitung P
h
= 2 m x 3,2808 ft/1 m
= 6,56 ft
P H2 = P CH3OH = 0
Steam, m
CH4, m
= 5000 lb
= 4444,8 lb
P CH4
= 42 BTU
P total
= P H2 + P CH3OH + P steam
= 79,3 BTU
Menghitung H
H
= H reaksi + H sensible
o Menghitung H sensible
H steam (H2O) (lihat steam table untuk saturated dan superheated steam)
P = 40 psi, T=400 0F, H steam (H2O) = 1236,4 BTU/lb
H steam (H2O) pada 25 0C (saturated) = 1095,5 BTU/lb
m steam = 5000 lb H steam (H2O)
= 4740 x 0,4306
= 2041 BTU/lbmol
= 879 x 0,4306
= 378,5 BTU/lbmol
m CH4
= 277,8 lbmol
H CH4
H H2
H H2 pada 350K
= 2209 x 0,4306
= 951,2 BTU/lbmol
= 718 x 0,4306
= 309,2 BTU/lbmol
m H2
= 277,8 lbmol
H H2
H = Hr + H Sensible
= 9.333.523,2 + (-1.891.900,1)
= 7.441.623,1 BTU
Menghitung K
= 0,83.106 ft/jam
v CH3OH
= 130,9 ft/jam;
v H2
v H2O
= 0,46.106 ft/jam;
= -W + H + P + K
= -254.500 + 7.441.623,1 8.879,1 + 79,3
= 7.178.323,3 BTU
= 96,5%
Oleh karena itu pada perhitungan awal, energi selain entalpi biasanya diabaikan
C. Pada jaket reaktor harus dialirkan steam untuk memasukkan panas ke reaktor
Steam
Q
jaket
reaktor
kondensat
Open system
E = P = W = 0 dan untuk hitungan awal, K = 0 Q = H
H steam pada 400K 40 psi
= 1236,4 BTU/lb
= 180,07 BTU/lb
Ujian Akhir Semester Ganjil 2007/2008 - Program Studi Teknik Kimia S1 Reguler
Sifat
: Open Book
Tanggal
: 19 Desember 2007
Waktu
: 90 menit
17
Jawaban
1. Diketahui
Ditanyakan: suhu keluaran reaktor (B) ?
Asumsi:
Sistem berlangsung tunak artinya tidak ada akumulasi massa ataupun energi
( = 0)
Besarnya perubahan energi kinetik dan energi potensial diabaikan karena bernilai
jauh lebih kecil dari perubahan entalpi yang terjadi.
Tidak ada kalor yang keluar dari sistem, perpindahan kalor hanya terjadi antara
reaktan-produk dan jaket
Untuk CO2, n =
n=
28.000.000
28 /
n = 1.000.000 mol
persamaan reaksi
CO + H2O CO2 + H2
Diketahui 100% ekses air
CO
H2O
CO2
H2
Mula-mula
1.000.000
2.000.000
Bereaksi
1.000.000
1.000.000
1.000.000
Akhir
1.000.000
1.000.000
1.000.000
18
Untuk reaktor
Keadaan referensi adalah 25 0C dalam 1 atm. Dalam pemecahan masalah nilai kalor
sensible akan diambil dari nilai table D.6 dan dari tabel F.1
Reaktan
gmol
T (K)
H sensibel
Hf
H total
CO
1.000.000
500
6,652-0,728
-110,52
-104.623
H2O
2.000.000
500
7,752-0,837
-241,826
-469.882
-574.445
Pada reaktor
E
= Q W (H + P + K)
= H
= (H akhir - H awal)
gmol
T (K)
H sensibel
Hf
H total
CO2
1.000.000
500
9,204-0,912
-393.51
-385.218
H2
1.000.000
500
5,689-0,718
4.971
H2O
1.000.000
500
7,752-0,837
-241.826
-234.911
Total
-615.158
gmol
T (K)
H sensibel
Hf
H total
CO2
1.000.000
1500
62,676-0,912
-393.51
-331.746
H2
1.000.000
1500
36,994-0,718
36.276
H2O
1.000.000
1500
48.848-0,837
-241.826
-193.815
Total
-489.285
19
T
500
1500
X
1
2 1
=
H H1 H2 H1
500
1500 500
=
503.045 (615.158) 489.285 (615.158)
500
1000
=
112.113 125.873
T = 1.390.683 K
2. Diketahui :
volume kolam renang 120.000 m3
Aliran air keluaran jaket per hari 425 ton, suhu 340 K
Suhu air biasa 300 K
Kalor yang dihasilkan oleh keluaran produk sampai suhunya turun menjadi 300 K
Ditanya : suhu akhir kolam renang?
Jawab
= Q air biasa
m.c.T
= m.c.T
= 281.353 (300 T)
T 340
= 84.405,882 281,353 T
282.353 T
= 84.745,882
= 300,14160 K
Produk
Gmol
T (K)
H sensibel
Hf
H total
CO2
1.000.000
300
0,986-0,912
-393.51
-393.436
H2
1.000.000
300
0,763-0,718
45
H2O
1.000.000
300
0,905-0,837
-241.826
-241.758
-635.149
= H
= H akhir - H awal
Reaktor mengeluarkan kalor sebesar nilai tersebut dan kolam menerima kalor dengan
nilai tersebut sehingga kalor yang ada pada sistem kolam renang bernilai positif.
Q
= m.c. T
132.104.000 KJ
132.104 Kj
0,2621111 K
= (T-300,14160) K
= 300,403111 K
Suhu tersebut masih layak untuk digunakan sebagai kolam renang meskipun kurang
hangat untuk kolam air panas.
21
Ujian Akhir Semester Ganjil 2008/2009 - Program Studi Teknik Kimia S1 Reguler
Sifat
: Open Book
: 90 menit
Dosen
Gelanggang renang Water Bumz akan membuat wahana tempat mandi air hangat.
Pemandian air hangat berupa kucuran air yang menyerupai hujan dimana air hangat tersebut
berasal dari tangki yang berada pada ketinggian 10 meter dihitung dari permukaan tanah
(lihat ilustrasi di bawah ini). Untuk menghasilkan air hangat tersebut, air dari permukaan
tanah bersuhu 300 K (boleh diasumsikan sebagai saturated water), dialirkan ke dalam tangki
menggunakan pipa berdiameter 4 cm dengan laju alir air = 0,285 liter/detik.
Sebagai sumber panas, steam dari boiler yang berada di permukaan tanah dialirkan ke
dalam tangki untuk dicampur dengan air. Steam dialirkan ke tangki melalui pipa berdiameter
6 cm dengan laju 136,2 kg/jam. Steam yang dipakai berada pada kondisi tekanan 200 Kpa
dengan suhu 400K.
Pada tangki dipasang pengaduk yang diputar oleh motor berkekuatan 1 PK agar
terjadi proses pencampuran yang sempurna antara air biasa dengan steam untuk
menghasilkan air hangat.
Air hangat yang dihasilkan pada tangki dikeluarkan melalui pipa dengan diameter 4
cm dan dialirkan ke arah permukaan tanah berupa kucuran air untuk fasilitas mandi air
hangat.
Tugas anda sebagai engineer adalah:
1.
Tentukan suhu air hangat yang dihasilkan untuk pemandian air hangat tersebut
2.
Beri komentar apakah suhu tersebut layak atau tidak untuk pemandian air hangat dan
apabila kondisinya belum layak, beri rekomendasi terhadap perubahan yangdiperlukan
agar kondisi air hangat layak sebagai pemandian air hangat
22
Jawaban
1. suhu air hangat yang dihasilkan untuk pemandian air hangat tersebut
a) Material yang masuk tangki (basis 1 jam)
= 1026 kg/jam = 0,000285 m3/s
0,000285
2
3,14 (100)2
= 0,227 m/s
= 0,0264 kJ
= 100,55 J
= 0,1005 kJ
HA = 111,7 kJ/kg.1026 kg
0,034
2
0,034
3,14 (
3 2
)
100
= 12,03 m/s
Eks = .136,2.(12,03)2
= 9,9 kJ
= 370,464 kJ
W = 1 pk
= 2684,5 kJ
=1026 + 136,2
=
=1162,2 kg/jam
3,2.104
2
3,2.104
2
3,14 ( )2
100
= 3,2.104 m3/s
= 0,2574
= 113,89 kJ
E = Q W = (H + K + P)
H = W - K - P
Maka T air panas dapat dihitung dengan interpolasi pada steam tabel dan diperoleh :
T = 373,3 K = 200,3 0C
2. komentar
Air terlalu panas, rekomendasi antara lain mengurangi laju air steam
23
1. Pada aromatic center di pertamina cilacap, dihasilkan toluene yang mengalir keluar reactor
pada tekanan 20 psi dan suhu 550 F, untuk proses pencairan yang nantinya digunakan pada
proses selanjutnya, toluene tersebut dimasukkan ke dalam tabung silinder berpiston yang
memiliki volume 1200 ft3. Toluene tersebut ditekan pada kondisi isothermal sampai
seluruhnya berubah menjadi cair. Tentukan: a. Tekanan akhir toluene (psia) b. Volume akhir
toluene (ft3) c. Apakah piston melepaskan kalor atau memerlukan kalor untuk proses
pencairan tersebut dan berapa besarnya (BTU)
2. Pak Nikiseru hendak membeli compressor untuk usaha tambal ban. Perusahaan tambal ban
yang direncanakan mampu menambal dan memompa ban truk sehingga diperlukan
compressor yang dapat menaikkan tekanan udara sampai 10 atm. Direncanakan pula dalam
sehari dapat memompa 2000 ban truk yang masing-masing ban memerlukan udara sebanyak
1,2 kg dengan lajua aliran dari compressor ke ban sebesar 3600 m/menit. Bantulah Pak
Nikiseru untuk menentukan berapa PK compressor yang diperlukan?
3. Alumnus DTK UI yang tinggal di puncak yang bersuhu 25oC, menginginkan agar lantai
rumahnya tetap hangat. Untuk itu, dibawah lantai rumah dibuat ruangan dengan volume 1000
ft3. Ke dalam ruangan tersebut dimasukkan steam pada kondisi tekanan 80 psi dan suhu
400oF dan setelah proses pemanasan, steam tersebut semuanya dirubah menjadi cairan jenuh
pada tekanan atmosfer. Hitunglah berapa suhu lantai dalam oC (massa lantai sekitar 10 ton
atau 22000 lb dengan kapasitas kalor 3 BTU/lboF) dan beri komentar apakah cara yang
ditempuh dapat menghasilkan lantai yang hangat?
4. Sebuah reactor dipakai untuk merengkah (cracking) n-heksana menjadi propane dan
propilena. Reactor memiliki ketinggian 5 meter terdiri dari 2 bagian. Bagian bawah terdapat
pengaduk dengan motor 2 PK untuk mengaduk heksana sebelum diuapkan. Pada bagian atas
reactor terdapat katalis untuk merengkah heksana menjadi produk. Heksana dimasukkan di
bagian bawah reactor dengan laju 100 kg/jam atau 60 m/detik dalam bentuk cair pada suhu
300 K. produk propane dan propilena berbentuk gas dikeluarkan lewat bagian atas reactor
dengan laju masing-masing sebesar 40m/detik dengan suhu masing-masing sebesar 500 K.
pada reactor dipasang jaket yang dialiri steam pada tekanan 80 psia suhu 400oF, dan steam
berubah menjadi cairan jenuh pada tekanan atmosfer sebelum keluar dari jaket. Steam ini
dipakai untuk mensuplai energy yang dikonsumsi reactor untuk proses reaksi maupun untuk
penguapan heksana cair menjadi umpan berbentuk gas. Tentukan laju alir steam yang
dibutuhkan (lb/jam).
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
KIMIA FISIKA
KIMIA FISIKA
JUMAT, 13 DESEMBER 2013
60 MENIT
BUKU TERBUKA
Dr. ENY KUSRINI & Ir. RITA ARBIANTI, [Link].
1. Kemampuan dari suatu adsorben dalam mengabsorp polutan gas memberikan data
berikut ini :
p/kPa
14,0
37,6
65,6
79,2
82,7
100,7
106,4
V/cm3
11,1
13,5
14,9
16,0
15,5
17,3
16,5
Buktikan bahwa data tersebut mengikuti isoterm BET, dan tentukan nilai c dan Vmax
Diketahui = 0oC , p* = 429,6 kPa
Suatu logam X diuji kemampuannya untuk mengabsorb polutan gas yang terbuang ke
lingkungan. Berikut ini adalah data dekomposisi gas pada permukaan logam X pada
suhu 1100 K:
Pawal NH3 (mm)
265
130
58
16
t1/2
7,6
3,7
1,7
1,0
Berdasarkan data di atas, buatlah persamaan laju reaksi dekomposisi gas pada
permukaan logam tersebut.
37
1a.
Persamaan BET :
(1 )[1 (1 )]
1
=
+
(1 )
z/((1-z)V)
0,032588454
0,003034796
0,087523277
0,007105064
0,152700186
0,012095287
0,184357542
0,014126712
0,192504655
0,015380467
0,234404097
0,017697809
0,247672253
0,019951995
1b.
Karena hanya ada 1 reaktan (yaitu NH3, yang penulisannya akan disederhanakan
menjadi A), persamaan laju reaksinya adalah
= =
1
1
1
( 1 1 )
( 1)
0
1
1 (
0
0 1
)
1]
1)
[(
= 12 ketika = 2 0
sehingga persamaan sebelumnya menjadi
1 =
2
21 1
1
( 1 )
( 1) 0
Mengambil logaritma natural dari kedua sisi persamaan di atas diperoleh persamaan
ln1 = ln
2
21 1
+ (1 )ln0
( 1)
y = lnt1/2,
m = 1 - ,
x = lnPA0, dan
b = ln
21 1
(1)
lnt1/2
2,772589
4,060443
0,530628
4,867534
1,308333
5,57973
2,028148
39
21 1
(1)
= -2,146, dan
m = 1 - = 0,720.
Sehingga
= 0,28, dan
k = 4,666
Maka persamaan laju reaksinya adalah
= 4,6660,28
(satuan k seharusnya dituliskan bersama nilainya, namun ini tidak demikian karena
satuan data-data pada soal tidak begitu jelas dan sulit saya tebak).
(Penurunan rumus seperti ini ada di Fogler edisi 4 halaman 280-281)
2a.
Struktur XRD
Morfologi XRD atau SEM atau AFM
Kandungan spektroskopi
(Dari bacaan pemicu tahun lalu)
2b.
Bidang [111] :
Struktur FCC :
40
2c.
dan proyeksi dari model tersebut (yang memperlihatkan koordinat fraksi) adalah
Untuk menghitung jarak ikatan C-C digunakan prinsip geometri biasa bersama
dengan konsep sel satuan :
= [(2 1 )2 + (2 1 )2 + (2 1 )2 ]1/2
di mana
l : jarak C-C,
a : panjang sisi sel,
(x1, y1, z1) : koordinat fraksi dari C pertama, yaitu (0,0,0), dan
41
42
43
: 27 Desember 2007
: Open book
Seorang mahasiswi Teknik Kimia sedang mengerjakan tugas akhirnya tentang pemanfaatan
minyak kelapa sebagai emulsifier. Senyawa yang ingin diperolehnya adalah sodium lauril
sulfat dengan rumus kimia (secara umum) sebagai berikut:
CH3-(CH2)10-15-CH2-O-SO3-Na
Penelitiannya dimulai dengan mengubah trigliserida (TG), yang merupakan kandungan
terbesar dalam minyak kelapa, menjadi metil ester dan gliserol (GL) melalui reeaksi
transesterifikasi. Reaksi overall transesterifikasi trigliserida menjadi metil ester adalah
sebagai berikut:
katalis
TG + 3MeOH 3RCOOMe + GL
Reaksi di atas sebenarnya terdiri atas 3 tahapan reaksi, yaitu:
Dengan DG dan MG adalah digliserida dan monogliserida, dan R yang diharapkan adalah
senyawa laurat (-C12). Untuk mendapatkan metil laurat, metil ester yang diperoleh kemudia
dipisahkan dengan memanfaatkan perbedaan titik leleh antara asam-asam lemak yang ada.
44
Soal 1. Turunkanlah persamaan laju pembentukan metil laurat berdasarkan tahapan reaksi di
atas.
Setelah metil laurat dipisahkan, tahapan penelitian berikutnya adalah pembentukan senyawa
alcohol dari ester metil laurat yang diperoleh, yang dilakukan melalui reaksi hidrogenasi yang
dikatalisis oleh Ni. Dari penelitian tersebut, diperoleh data seperti di bawah ini:
p/Torr
105
282
103z
32.6
87.5
492
594
620
755
798
Soal 2. Jika reaksi tersebut mengikuti persamaan adsorpsi isotermis BET, tentukanlah nilai
konstanta c dan volume yang dibutuhkan untuk membentuk lapisan tunggal.
Setelah memperoleh senyawa alcohol dari ester, masih ada satu tahapan reaksi lagi yang
harus dilakukan mahasiswi tersebut untuk bisa mendapatkan produk akhir. Senyawa akhir
yang diperolehnya akan diujikan pada emulsi minyak dalam air.
Soal 3. Mengapa senyawa tersebut bisa digunakan sebagai emulsifier untuk minyak dalam
air? Mahasiswi tersebut juga harus menguji kestabilan emulsi dan bagaimana cara
mengujinya?
Soal 4. Gunakanlah diagram pendinginan di bawah ini untuk menggambarkan diagram fasa
sistem A & B.
45
Jawaban
1. Reaksi di atas termasuk dalam reaksi bertahap dan juga reaksi berantai. Untuk
menyelesaikannya, kita dapat menerapkan apa yang dikenal dengan nama steady state
principle. Prinsip ini menyatakan bahwa ketika dalam suatu reaksi terdapat suatu
intermediate maka laju pembentukan intermediate akan sama dengan laju hilangnya
intermediate. Intermediate adalah molekul yang terbentuk pada suatu tahap reaksi dan
kemudian hilang pada tahap reaksi yang berikutnya. Intermediate pada reaksi ini adalah
DG dan MG.
Laju pembentukan DG = laju hilangnya DG
k1[TG][MeOH]+k5[MG][RCOOMe]=k4[DG][RCOOMe]+k2[DG][MeOH]
[DG] = k1[TG][MeOH]+k5[MG][RCOOMe]
(a)
k4[RCOOMe]+k2[MeOH]
(b)
k5[RCOOMe]+k3[MeOH]
(c)
dt
(d)
k4k5[RCOOMe]2+k3k4[RCOOMe][MeOH]+k2k3[MeOH]2
Setelah itu masukkan kembali nilai [DG] ke nilai [MG], sehingga didapat nilai [MG]
yang baru : (lakukan substitusi sendiri)
Masukkan nilai (d) dan (e) ke persamaan (c): (lakukan substitusi sendiri)
1
1
=
+
.
( )
Dimana:
sebagai fungsi
yang berupa grafik garis lurus. Nantinya grafik akan memotong sumbu (
pada
bertanya apakah soalnya benar dan tidak ada koreksi. (pesan: pokoknya cara ngerjainnya
begitu, jadi kembangin aja sendiri ya =D)
3. Senyawa tersebut (sabun) dapat digunakan sebagai emulsifier dalam minyak dan air
karena sabun memiliki 2 jenis kepala yaitu :
-
Dipanaskan
4.
47
Note:
-
Pembuatan diagram fasa dan penamaan diagram secara detail dapat dilihat di buku Maron
Lando hal 630-645
Pertama buat titik di tempat dimana diberikan presentase masing-masing bagian pada
kurva pendinginan
Sumbu horizontal menandakan suhu, makin suhu turun, titik akan turun ke bawah. Jika
titik turun menemui lembah maka titik itu akan ikut turun bersama lembah sampai
bertemu dengan titik azeotrop
Garis yang menurun berarti suhu turun, titik di diagram fasa juga ikut turun
48
1960
2200
2400
2600
2800
0,35
0,60
0,83
1,00
0,18
0,38
0,65
1,00
Tentukan:
a. Titik leleh campuran, jika x = 0,30.
b. Komposisi dan proporsi fasa yang ada, jika padatan dengan komposisi pada (a)
dipanaskan hingga suhu 2200oC
c. Suhu pada saat cairan yang komposisinya y = 0,70 mulai memadat.
2. Arang merupakan suatu padatan berpori yang mengandung 85-95% karbon, dihasilkan
dari bahan-bahan yang mengandung karbon dengan pemanasan pada suhu tinggi. Ketika
pemanasan berlangsung, diusahakan agar tidak terjadi kebocoran udara di dalam ruangan
pemanasan sehingga bahan yang mengandung karbon tersebut hanya terkarbonisasi dan
tidak teroksidasi.
Arang selain digunakan sebagai bahan bakar, juga dapat digunakan sebagai adsorben.
Daya serap ditentukan oleh luas permukaan partikel dan kemampuan ini dapat menjadi
lebih tinggi jika terhadap arang tersebut dilakukan aktifasi dengan aktif faktor bahanbahan kimia ataupun dengan pemanasan pada temperatur tinggi. Dengan demikian, arang
akan mengalami perubahan sifat-sifat fisika dan kimia. Arang yang demikian disebut
sebagai arang aktif.
Suatu penelitian dilakukan untuk melihat kemampuan arang (padat) mengadsorps asam
asetat (cair), dimana adsorpsi cair dalam padatan seringkali mengikuti isotherm
Freundlich. Data yang diperoleh dari proses adsorpsi asam asetat pada arang tersebut,
pada suhu 25oC adalah sbb:
[asam](M)
0,05
0,10
0,50
1,0
1,5
Wa (gr)
0,04
0,06
0,12
0,16
0,19
49
50
Jawaban
1. Dari data dapat dibuat grafik kesetimbangan MgO-NiO sbb:
2. Penyelesaian:
51
a. Untuk menguji isotherm Freundlich, perlu dibuat grafik antara log C vs log y, jika
grafik yang dihasilkan linear maka memenuhi isotherm Freundlich.
Persamaan isotherm Freundlich:
y = kc1/n
log y = 1/n log C + log k
p = ax + b
y (gr) C (M) p=log y (sb-y)
log C (sb-x)
0.04
0.05
-1.397940009 -1.301029996
0.06
0.1
-1.22184875
-1
0.12
0.5
-0.920818754
0.301029996
0.16
-0.795880017
0.19
1.5
-0.721246399
0.176091259
1/n = slope
n = 1/slope = 1/0.45 = 2.22
log k = b
k = 10b = 10-0.7931 = 0.161
maka didapat parameter pada pers. Freundlich yaitu n = 2.22 dan k = 0.161
52
a. Untuk menguji apakah Pers. Langmuir merepresentasikan soal ini dengan lebih baik,
maka perlu dibbuat grafik C vs C/n, dan dilihat apakah grafiknya linear, jika
grafiknya linear maka dilihat dari nilai R2 dari grafik Freundlich dan Langmuir. Nilai
R2 yang lebih besar lebih bagus.
Pers. Langmuir:
=
+
= +
C (sb-x) Massa Mol
C/n (sb-y)
0.05
0.04
0.000667 75
0.1
0.06
0.001
100
0.5
0.12
0.002
250
0.16
0.002667 375
1.5
0.19
0.003167 473.6842
Dari grafik terlihat bahwa nilai R2 yang dihasilkan oleh isotherm Freundlich lebih
besar dibandingkan dengan Langmuir. Maka isotherm Freundlich merepresentasikan
soal ini dengan lebih baik. Pers BET tidak diuji cobakan karena BET digunakan untuk
soal dengan variasi tekanan.
Note: Jangan sepenuhnya percaya dengan jawaban ini ya
53
14.1
Ujilah, apakah data yang diberikan mengikuti persamaan Langmuir ataukah BET. Dan
tentukan variabel/konstanta dari persamaan yang sesuai dengan fenomena adsorpsi gas
tersebut dalam larutan. Diketahui p* = 819.7 kPa
2. Data berikut adalah data adsorpsi H2 pada permukaan 1,00 g Cu pada suhu 0oC (kondisi
STP), yaitu
p (atm)
0.050
0.100
0.150
0.200
0.250
V (cm3)
23.8
13.3
8.70
6.80
5.71
Tentukan volum untuk membentuk lapisan monolayer dan tentukan luas permukaan Cu.
Diketahui densitas dari hidrogen cair adalah 0.708 g cm-3.
3. Figure 1 and 2 show the experimentally determined phase diagrams for nearly ideal
solution of hexane and heptane. (a) Label the regions of the diagrams to which phases are
present. (b) For a solution containing 1 mol each of hexane and heptane, estimate the
vapour pressure at 70oC when vaporization on reduction of the external pressure just
begins. (c) What is the vapour pressure of the solution at 70oC when just one drop of
liquid remains. (d) Estimate from the figures the mole fraction of hexane in the liquid and
vapour phases for the condition of part (b). (e) What are the mole fractions for the
condition of part (c)? (f) At 85oC and 760 torr, what are the amounts substance in the
liquid and vapour phases when zheptane = 0.40?
54
Jawaban
1a. Persamaan Langmuir
1
= +
= +
P/V
5.3
9.2
0.576087
8.4
9.8
0.857143
14.4
10.3
1.398058
29.2
11.3
2.584071
62.1
12.9
4.813953
74
13.1
5.648855
80.1
13.4
5.977612
102
14.1
7.234043
Grafik Langmuir
8
y = 0.0696x + 0.3697
R = 0.9967
7
6
5
P/V
1/a
4
3
2
1
0
0
20
40
60
P
80
100
1
1
=
+
(
)
( )
= +
1
= 0.0795
1
= 0.0003
0.0795
+1=
+ 1 = 266
0.0003
1
1
=
= 12.53
266 . 0.0003
120
5.3
9.2
0.576087 0.006466
814.4
0.00070738
8.4
9.8
0.857143 0.010248
811.3
0.00105651
805.3
0.00173607
790.5
0.00326891
757.6
0.00635422
745.7
0.00757524
739.6
0.00808222
102
717.7
0.01007948
74
P/V
P/P0
(P0-P) P/(V*(P0-P)
Grafik BET
0.07
0.06
y = 0.2815x - 0.017
R = 0.9565
P/(V*(P0-P)
0.05
0.04
0.03
0.02
0.01
0
-0.01
0.05
0.1
0.15
0.2
0.25
P/P0
1
1
=
+(
)
)
= +
P/V
P/P0
(P0-P)
P/(V*(P0-P)
0.05
23.8
0.00210084
0.05
0.95
0.00221141
0.1
13.3
0.007518797
0.1
0.9
0.00835422
0.15
8.7
0.017241379
0.15
0.85
0.02028398
0.2
6.8
0.029411765
0.2
0.8
0.03676471
0.25
5.71
0.043782837
0.25
0.75
0.05837712
56
0.3
Grafik BET
0.07
0.06
y = 0.2815x - 0.017
R = 0.9565
P/(V*(P0-P)
0.05
0.04
0.03
Series1
0.02
Linear (Series1)
0.01
0
-0.01 0
0.05
0.1
0.15
P/P0
0.2
0.25
0.3
1
= 0.2815
1
= 0.017
0.2815
+1=
+1
0.017
= 15.56
1
1
=
= 3.781
15.56 . 0.017
2
63.55
=(
) 3=(
)
.
0.708 3 . 6.02 . 1023
2
3
= 1.49 1022 2
=(
) .
.
=(
= 0.015 2
Dimana:
= Luas permukaan padatan per m
adsorben
adsorbat
Po = 1 atm
R = konstanta gas
To = 273.2 K
N = bilangan Avogadro
57
58
59
60
61
62
KIMIA ANALITIK
UJIAN AKHIR SEMESTER KIMIA ANALITIK 2013/2014
Waktu : 90 menit
Pengajar : Dr. Ir. Dianursanti, MT
1. Anak usia sekolah adalah investasi bangsa karena mereka adalah generasi penerus
bangsa. Kualitas bangsa di masa depan ditentukan dari kualitas anak anak saat ini.
Dalam masa tumbuh kembang tersebut pemberian nutrisi atau asupan makanan pada
anak tidak selalu dapat dilaksanakan dengan sempurna,. Masalah yang sering kali
muncul adalah pemberian makanan yang tidak selalu dapat dilaksanakan dengan
sempurna. Masalah yang sering terjadi adalah pemberian makanan yang tidak
memenuhi kebutuhan gizi maupun tidak memperhatikan higienitas makanan tersebut.
Jajajanan yang dkonsumsi anak-anak, terutama di indonesia mengandung zat0zat
berbahaya untuk dikonsumsu karena dapay menimbulkan penyakit, diantaranya
mengandung logam Cu dan Zn.
a. Menurut anda mengapa jajanan yang dokonsumsi tersebut berpotensi mengandung
logam-logam berat seperti Cu dan Zn? Bagaiaman hal ini dapat terjadi?
b. Metoda anlisis apa yang anda pilih untuk menganalisis kandungan logam
tersebut? Mengapa? (jelaskan kelebihannya)
c. Bagaimana prinsip kerjanya?
2. Peristiwa tummpahnya ribuat ton minyak bumi ke perairan telah terjadi dimana-mana.
Akibat langsung yang teramati adalah tercemarnya laut dan pantai. Pada banyak
peristiwa perusaka perairan dan pantai kerena tumpahan minyak bumi pelakunya
tidak dapat diketahui. Kelompok pemerhati lingkungan berusaha keras untuk
mencegah terjadinya peristiwa tumpahan minyak bumi dan mengusut pihak pihak
yang bertanggung jawab. Utnuk tujuan tersebut salah satu kelompok pemerhati
lingkungan meninta grup anda untuk membantu mereka mencari solusinya dengan
menentukan spesifikasi tumpahan minyak bumi sehingga mereka dapat
mengidentifikasi sumber minyak bumi tersebut dan siapa yang bertanggung jawab.
a. Berikan beberapa alternatif merode analisis unutk menyelesaikan masalah diatas
dan jelaskan mengapa metode tersebut terpilih.
b. Konsentrasu suatu senyawa antibiotik dianalisis dengan menggunakan
spektroskopi infranerah (IR) pada daerah 2200/cm. Sampel yang tidak diketahui
mempunyai absorbansi sebesar 0,180; sedang pembacaan absorbansi untuk
beberapa konsentrasi larutan standar adalah sbb :
Absorbansi
[Standar] ppm
0.040
0.110
0.8
63
0.160
1.4
0.220
2.2
0.290
3.0
1.78
1.2
0.31
Heksana
6.78
3.6
0.84
1.64
18.14
0.8
etilbenzena
a. Bila diinjeksikan sampel dalam jumlah yang sama dengan sampel limbah tapi
berisikan larutan standar eter dengan konsentrasi 25 ppm, kemudian diperoleh
luas dibawah puncak sebesar 2.4 satuan luas, bagaimana anda menetapkan
komposisi limbah yang dianalisis.
b. Menurut anda apakah panjang kolom di atas belum optimum, berapa panjang
kolom yang seharusnya diperlukan?
64
A. Jawab dengan analisis sendiri. Pelajari logam Cu dan Zn secara umum, sumbernya, sifatnya, dan
lain-lain lalu dikaitkan dengan jajanan anak.
B. Jawab dengan analisis sendiri.
C. Jelaskan prinsip kerja analisis yang dipilih. secara singkat dan tepat
2.
A. Jawab dengan analisis sendiri. Jelaskan beberapa alternatif metode analisis dengan singkat, jelas,
dan tepat prinsip kerjanya.
B.
[standar] ppm
absorbansi
0.040
0.110
0.8
0.160
1.4
0.220
2.2
0.290
3.0
Kurva larutan standar:
Kurva Standar
3.5
y = 12.122x - 0.508
3
2.5
2
absorbansi
1.5
Linear (absorbansi)
1
0.5
0
-0.5
0.1
0.2
0.3
0.4
3.
A. Tanya asisten.
B. Resolusi kolom:
65
2(2 1)
1 + 2
dimana W1 dan W2 adalah lebar dasar puncak.
2(6.78 1.78)
=
0.31 + 0.84
= 8.7
Panjang kolom belum menghasilkan resolusi terbaik untuk analisis kandungan eter dan heksana
karena nilai resolusi kolom lebih dari 1.5. Hal ini menyebabkan kedua campuran dapat terpisah
dengan baik namun dalam waktu yang lama.
=
C.
1 = 16 ( )
1.78 2
1 = 16 (
)
0.31
1 = 527.16
2 = 16 ( )
6.78 2
2 = 16 (
)
0.84
1 = 65.13
1
2
527.16+65.13
2
= 296.145
1
2
8.7 65.13
=
1.5
2
8.07
5.8 =
2
2 = 1.93
1
2
1
2
10 65.13
=
2
1.93
10
= 33.75
2
2 = 0.29
66
Spektroskopi Massa : diperoleh informasi bahwa senyawa ini memiliki m/e sebesar
120, dan analisis komponen sebagai berikut : 90.01% C, dan 9.99% H
Tugas :
67
a. Jelaskan tentang rumus molekul senyawa tersebut yang diperoleh dari spektroskopi massa.
Apakah anda dapat menentukan jumlah ketidakjenuhannya dan memperkirakan golongan
senyawa ini?
b. Informasi apa saja yang diperoleh dari spektra Spektroskopi Inframerah untuk puncak
absorpsi A,B,C,D, dan E?
c. Jelaskan berdasarkan spektroskopi NMR untuk hal berikut :
1. Mengapa terjadi pergeseran kimia (chemical shift) pada inti (proton) suatu gugus
molekul dan faktor apa saja yang mempengaruhi besarnya pergeseran kimia tersebut.
2. Informasi apa yang diperoleh dari posisi pergeseran kimia (chemical shift) serta
adanya split pada puncak spektra NMR?
d. Gunakan informasi semua data spektroskopi yang dipakai untuk menentukan struktur
senyawa.
Berikan argumentasi dalam menentukan struktur yang tepat.
20517
0,96
5433,11
Metil propionat
54853,5
1,38
18166,67
Metil butirat
29340,5
1,62
8359,94
Diketahui jenis kolom yang digunakan adalah kolom gas kuropack dengan diameter kolom
sebesar 5 mm dan panjang kolom sebesar 2 m. Dalam kalibrasi dengan menggunakan larutan
standar masing-masing diperoleh Respon faktor seperti tertulis pada tabel.
Tugas :
a. Bagaimana anda dapat menentukan jumlah mol masing-masing ester tersebut.
b. Bagaimana anda menetapkan faktor selektivitas kolom terhadap pemisahan metil propionat
dan metil butirat? Diketahui puncak fasa gerak muncul pada 0.45 menit.
68
c. Bagaimana anda menentukan nilai resolusi kolom untuk pemisahan metil propionat dan
metil butirat jika diketahui lebar dasar puncak masing-masing adalah 0.21 menit dan 0.31
menit?
d. Apakah resolusi kolom tersebut sudah optimum? Jelaskan.
e. Tentukanlah waktu elusi agar pemisahan metil butirat optimum?
Tugas :
a. Bagaimana memperoleh persamaan garis linier yang mengkaitkan absorbansi dengan
volume larutan standar, larutan cuplikan, dan volum total serta konsentrasi larutan
standar maupun cuplikan.
b. Bila kemiringan garis/ intersep menghasilkan nilai sebesar 300 satuan volum (mL)
bagaimana anda menentukan konsentrasi arsen dalam air sungai (satuan ppb)
69
Jawaban
Soal no. 1
a. Dari MS diketahui BM sample adalah 120 dengan 90.01%C; 9.99%H; maka
90.01 9.99
:
12
1
9: 12
Maka rumus molekul dari senyawa tersebut adalah C9H12
Jumlah ketidakjenuhan dari senyawa tersebut adalah
Jumlah ketidakjenuhan =
=
[( 2)] + 2
2
[9(4 2) + 10(1 2)] + 2
=
=4
2
Ketidakjenuhan senyawa ini adalah 4. Dilihat dari rumus molekul dan jumlah
ketidakjenuhan dari senyawa ini, dapat diperkirakan bahwa senyawa ini termasuk ke
dalam golongan senyawa aromatik.
b. Dari spektroskopi IR diperoleh
Puncak
Ikatan
Gugus fungsi
C-H
Alkena/aromatik
C-H
Alkana
C=C
Aromatik
C-C
Alkana
-(CH2)n
Alkana
c. Spektroskopi NMR
1. Pergerseran kimia : posisi frekuensi resonansi sebuah proton tertentu dalam
pengaruh medan magnet luar berkekuatan tertentu. Timbul akibat sirkulasi
elektron mengelilingi inti di bawah pengaruh medan magnet. Perbedaan frekuensi
absorbsi proton akibat perbedaan lokasi letak atom H terikat menimbulkan efek
pergeseran kimia ini. Faktor yang mempengaruhi : faktor induksi, aniosotropi
ikatan kimia, tidak terlindungi van der walls. (baca aja di underwood atau skoog)
70
2. Dari posisi pergeseran kimia dari spectrum NMR dapat dilihat bahwa terdapat 5
lingkungan atau lokasi letak atom H terikat yang berbeda dengan perbandingan
5:2:2:3 perbandingan ini adalah perbandingan real dari atom H.
5: singlet : atom tersebut tidak memiliki proton tetangga yang memiliki
lingkungan yang berbeda.
2:triplet : atom ini memiliki 2 proton tetangga dengan lingkungan berbeda.
2: sekstet : memiliki 5 proton tetangga dengan lingkungan berbeda
3: triplet : memiliki 2 proton tetangga dengan lingkungan berbeda
d. Struktur senyawa sampel dengan rumus molekul C9H12.
Dari spektrum IR diketahui bahwa senyawa ini memiliki gugus aromatik dan alkana.
Pemilihan aromatik dikarenakan cincin benzena memiliki ketidakjenuhan sama
dengan senyawa ini yaitu 4 dan juga rumus molekul senyawa yang perbandingan C :
H nya kecil
71
Soal no. 2
a. Jumlah mol masing-masing ester
Area
RT
Metil asetat
20517
0.96 5433.11
0.00018
3.78
0.000055
3.02
Metil butirat
0.00012
3.51
( )
1.62 0.45
=
= 1.258
( ) 1.38 0.45
= 0.92
d. Bisa diliat dari properties kolomnya. Trus diitung oleh resolusi kolom idealnya n
dibandingin ama resolusi kolom hasil perhitungan sebelumnya, udah optimum atau
belum ... (baca ada di buku analytical chemistry, skoog).
e. idem... kalo udah dapet Rs yang optimum tinggal diitung tRnya, rumusnya juga ada
disitu koq....
Soal no. 3
a. Persamaan garis linier
=
( + )
. = +
= +
Dari data yang ada diketahui volume dan konsentrasi larutan standar, volume dan
absorbansi total. Dengan persamaan di atas diplot [Link] sebagai sumbu x dan Vscs
sebagai sumbu y. Sehingga diperoleh suatu kurva kalibrasi dengan persamaan garis
linier Y=A+bX.
72
b. Intersep merupakan titik potong garis linier terhadap sumbu y atau saat x=0 dari titik
pada kurva kalibrasi yang telah dibuat dengan persamaan di atas kita dapat mencari
nilai dari k. Sehingga saat intersep menghasilkan nilai sebesar 300 satuan volum (ml)
dan volume sampel diketahui saat pembuatan larutan analit maka dapat diperoleh nilai
konsentrasi sampel dalam air sungai (satuan ppb) dengan memasukkan nilai-nilai
tersebut ke dalam persamaan garis linier kurva kalibrasi.
73
74
75
76
77
1. Bila dalam suatu percobaan anda menggunakan gas chromatograph. Sampel standar anda
terdiri dari campuran hexachlorobenzene dan pentachlorobenzene sebagai standar dalam.
Sampel setelah diinjeksikan pada gas chromatograph (GC) yang dilengkapi dengan
electron capture detector (EC). Tinggi puncak akan digunakan sebagai kuantitas senyawa
yang terdeteksi, yang juga terdapat dalam sampel. Hasil yang diperoleh:
Konsentrasi (ml/ml)
hexachloroben
hexachlorobenzene
zene (mm)
1.9
3.75
5%
0.2
1.8
7.50
10 %
0.3
1.7
11.25
15 %
0.4
1.6
15
20 %
0.5
1.5
18.75
25 %
Hexachlorobenze
Pentachlorobenze
ne (mL)
ne (mL)
0.1
Dengan cara yang sama seperti sampel standar, dari hasil injeksi 5 L sample air
minum diperoleh punak pada 2.7 menit dengan tinggi senilai 9.25 mm
Pertanyaan:
a. Bagaimana anda menentukan kandungan hexachlorobenzene dalam sampel air minum
tersebut?
b. Jika diketahui panjang kolom yang digunakan adalah 30,0 cm, menurut anda apakah
panjang kolom tersebut sudah menghasilkan resolusi terbaik?
c. Jika menurut anda panjang kolom di atas belum optimum, berapa panjang kolom yang
seharusnya diperlukan?
78
79
Jawaban
1a. plot konsentrasi hexaclorobenzene (ml/ml) versus tinggi puncak
30%
25%
20%
15%
10%
5%
0%
3.75
7.5
11.25
15
18.75
Dari grafik di atas, dapat disimpulkan bahwa hubungan dari konsentrasi dengan tinggi
puncak adalah sbb:
)=
75
9.25
( ) =
75
( ) = 0.13 = 13%
2(2 1 )
1+2
2(8.2 2.7)
= 2.49
1.56 + 2.85
Panjang kolom tersebut belum menghasilkan resolusi kolom terbaik. Sebab, resolusi kolom
yang dihasilkan bernilai lebih dari 1.5. Hal itu menyebabkan kedua campuran dapat terpisah
dengan baik, namun proses berlangsung terlalu lama sehingga biaya yang digunakan dalam
pemisahan menjadi mahal.
1 = 16 (
1 2
2.7 2
) = 16 (
)
1
1.56
1 = 47.9
80
2 2
8.2 2
2 = 16 ( ) = 16 (
)
2
2.85
2 = 132.4
=
47.9 + 132.4
= 90.15
2
1 1
=
2 2
1 1
=
2 2
30 90.15
=
2
35.72
2.49 90.15
=
1.5
2
2 = 11.89
2 = 5.72
2 = 32.72
d. Kromatografi adalah metode pemisahan campuran menjadi komponen-komponennya
berdasarkan perbedaan sifat fisiknya. Senyawa yang terlibat dalam pemisahan secara
kromatografi antara lain adalah gas pembawa(fasa stasioner) dan fasa diam. Fasa stasioner
bertugas membawa sampel melalui kolom. Waktu yang diperlukan komponen untuk melalui
kolom (waktu retensi) dipengaruhi oleh kelarutan komponen dalam fasa stasioner. Fasa diam
bertugas sebagai penahan laju komponen di dalam kolom. Pemisahan tercapai karena adanya
interaksi komponen-komponen dalam campuran dengan fasa stasioner dan fasa diam.
Interaksi tersebut menyebabkan waktu retensi dari tiap-tiap komponen dalam campuran
berbeda sehingga dapat dipisahkan.
2 a. = (
) + ( ) ( )
= +
=
, =
15.5
= ( ) ( ) = (
) 15 = 23.25
10
81
2 b. Spektroskopi emisi nyala merupakan metode analisis untuk penentuan unsur-unsur yang
berada pada jumlah kecil dengan berdasarkan emisi spontan dari atom bebas atau ion ketika
terjadi eksitasi akibat energy panas atau listrik. Sedangkan AAS adalah metode analisis untuk
penentuan unsur-unsur yang berada dalam jumlah kecil, berdasarkan pada absorbs atau
penyerapan radiasi oleh atom bebas.
Metode AES dapat mendeteksi berbagai unsur pada saat yang bersamaan sementara AAs
cenderung hanya satu unsur.
AES menggunakan polikromator untuk memisahkan spectral pada garis emisi atom
sedangkan AAS menggunakan monokromator.
82
METODE NUMERIK
UJIAN AKHIR SEMESTER 2006-2007
METODE NUMERIK
Tanggal 24 MEI 2006
Waktu 75 menit
Sifat buku terbuka
1. Cari akar persamaan f(x) = x3 x 1 dengan menggunakan
a. Metode biseksi dengan taksiran awal 1,0 dan 1,5 dan epsilon 0,001;
b. Metode regula falsi dengan taksiran awal 1,0 dan 1,5 dan epsilon 0,001;
c. Metode Newton-Raphson dengan taksiran awal 1,0 dan epsilon 0,001;
d. Metode secant dengan taksiran awal 1,0 dan 1,5 dan epsilon 0,001;
2. Dengan menggunakan metode Eliminasi Gauss, cari solusi sistem persamaan aljabar
linear berikut:
8a + 2b + 3c + 12d = 25
2a + 4b + 7c + 0,25d = 13,25
3a + 7b + 3c + 5d = 18
12a + 0,25b + 5c + 2d = 19,25
83
Jawaban
1. SPANL:
f(x) = x3 x 1
Dicari akar persamaannya dengan menggunakan:
a. Metode Biseksi dengan harga awal 1,0 dan 1,5 dan epsilon 0,001
Dengan =
(+)
2
(). ( ) 0 =
Berhenti
(). ( ) > 0 =
iterasi: | |
n
xn
F(a)
F(b)
F(xn)
1.0
1.5
1.25
-1
0.875
-0.297
1.25
1.5
1.375
-0.297
0.875
0.225
1.25
1.375
1.313
-0.297
0.225
-0.052
1.313
1.375
1.344
-0.052
0.225
0.083
1.313
1.344
1.328
-0.052
0.083
0.015
1.313
1.328
1.320
-0.052
0.015
-0.019
1.320
1.328
1.324
-0.019
0.015
-0.002
1.324
2.328
1.326
-0.002
0.015
0.006
1.324
1.326
1.325
-0.002
0.006
0.002
1.324
1.325
1.325
-0.002
0.002
0.000
b. Metode Regulasi dengan harga awal 1,0 dan 1,5 dan epsilon 0,001
=
Dengan
()()
()()
(). ( ) 0 =
(). ( ) > 0 =
iterasi: | |
n
xn
F(a)
F(b)
F(xn)
1.5
1.267
-1
0.875
-0.234
1.267
1.5
1.316
-0.234
0.875
-0.037
1.316
1.5
1.323
-0.037
0.875
-0.005
1.323
1.5
1.325
-0.005
0.875
-0.001
1.325
1.5
1.325
-0.001
0.875
0.000
1.325
1.325
1.325
c. Metode Newton Rhapson dengan harga awal 1,0 dan epsilon 0,001
( )
Dimana +1 = ( ) |+1 |
xn
F(xn)
f(xn)
-1
1.5
0.875
5.75
1.348
-0.234
4.450
1.325
-0.037
4.268
1.325
d. Metode Secant dengan harga awal 1,0 dan 1,5 dan epsilon 0,001
1
]
)(1 )
+1 = ( ) [(
Dimana
|+1 |
n
xn-1
xn
F(xn)
f(xn)
1.5
-1
0.875
1.5
1.267
0.875
-0.234
1.267
1.316
-0.234
-0.037
1.316
1.325
-0.037
0.002
1.325
1.325
2. SPAL:
8
2
[
3
12
2
4
7
0,25
3
7
3
5
25
12
0,25
13,25
] . [ ] = [
]
18
5
19,25
2
2
4
7
0,25
3
7
3
5
25
12
1 42
0,25 13,25
] 3 2
18
5
19,25 4 62
2
85
0
14
2
4
[
3
1
0 23,75
25
7
4
37
11
0,25
4,75
0,5
28
13,25
] dst...
4,75
60,25
Cara yang digunakan sama seperti yang diajarkan dalam aljabar linear, hingga diperoleh
matriks segitiga atas. Dan diperoleh
1
0
[
0
0
3
4
4,75
4,75
1
1 7,5 4,625 1,875
0
][
0
1 0,582 0,417
0
0
0
1
0
1
Substitusi Balik :
d=1
c - 0,582d = 0,417
c = 0,999 c = 1
86
4,75
3 4
1 7,5 4,625
0 1 0,582
0 0
1
4,75
1,875
] [ ] = [
]
0,417
87
PERISTISWA PERPINDAHAN
UJIAN AKHIR SEMESTER GANJIL 2008/2009
PERISTIWA PERPINDAHAN
Waktu : 90 menit
Sifat Ujian : Open Book
1. Udara bertekanan atmosferik dengan suhu 950 C mengalir dengan kecepatan 20 m/s di
atas pelat datar terbuat dari naftalena dengan
X
(cm)
0
10
20
30
40
50
CA
(mol /m3)
0.117
0.093
0.076
0.063
0.051
0.043
Hitung fluks molar naftalena dari permukaan pelat pada kondisi tunak!
Koefisien difusi naftalena (A) dalam udara (B) pada 950 C adalah
368 3
2
368 3
2
Asumsikan bahwa konsentrasi molar total C sama dengan konstan dan pelat naftalena juga
berada pada temperature 950 C.
2. Perhatikan sebuah pelat berbentuk persegi panjang dengan tebal 2L terlihat pada gambar.
Mula-mula konsentrasi spesies A di dalam plat tersebut seragam, yaitu sebesar CA. pada t = 0
permukaan pada z = L dijaga konstan pada konsentrasi CA1. Untuk menghitung jumah spesi
A yang berpindah ke dalam plat, kita harus terlebih dahulu menghitung distribusi konsentrasi
spesi A di dalam pelat sebagai fungsi dari posisi dan waktu
88
1.
Terkait dengan aliran fluida TURBULEN dalam pipa, jelaskan secara singkat hal-hal
berikut (20%) :
a. Jelaskan mekanisme perpindahan momentum, energi, dan massa pada aliran
turbulen. Bagaimana pengaruh bilangan-bilangan tak berdimensi Re, Pr, Sc
terhadap distribusi kecepatan, temperatur, dan konsentrasi pada aliran turbulen.
b. Apa yang dimaksud dengan radius hidrolik (Rh)? Bagaimana cara menentukan Rh
pada aliran fluida yang melalui ruang annulus kosong dan annulus yang berisi
tumpukan padatan?
2.
Dalam suatu slurry TiO2 (campuran partikel padatan TiO2 dalam air) yang mempunyai
pH=3, akan dipisahkan partikel padatannya dengan cara pengendapan dalam sebuah
tangki yang tingginya 50 cm. partikel padatan TiO2 tersebut berbentuk bola dengan
densitas (s) = 3,9 gr/cm3 sedangkan air mempunyai densitas () dan viskositas ()
masing-masing 1 gr/cm3 dan 0,01 poise. Ukuran partikel TiO2 dalam slurry berubahubah tergantung dari pH slurry tersebut (lihat gambar).
a. Hitunglah waktu yang diperlukan agar semua padatan TiO2 dalam slurry dapat
mengendap secara sempurna di dasar tangki.
b. Menurut analisis Anda bagaimana caranya mempersingkat waktu pengendapan
TiO2 dari slurry tersebut. Buatlah perhitungan secukupnya untuk mendukung
pendapat anda.
89
3. Oxygen diffuses through carbon monoxide (steady state). The carbon monoxide is
stagnant. Temperature and pressure are 00 C and 1 x 105 N/m2. Oxygen partial
pressure are 13000 and 6500 N/m2 at two planes 3 mm apart. Mixture diffusivity is
1.87 x 105 m2/sec. what is the oxygen rate of diffusion per plane square meter?
91
PERISTIWA PERPINDAHAN
Dosen : [Link]. Slamet dan [Link], MSc
Hari/tgl : Rabu, 16 Desember 2009
Waktu : 150 menit
1. Nanofluida adalah campuran antara suatu fluida cair dengan nanopartikel tertentu
(partikel padatan dengan ukuran < 100 nm). Hasil riset terkini di DTK menunjukkan
bahwa nanofluida yang disintesis dari air ( = 1000 kg/m3 dan = 10-3 [Link]-1) dan
partikel TiO2 ( = 3.8 g/cm3) akan mengendap dengan waktu pengendapan yang berbedabeda, tergantung merode sintesisnya. Jika nanofluida tersebut dibuat (dalam beaker glass
setinggi 10 cm) dengan metode pengadukan mekanik, baru sekitar 2 jam sudah terjadi
pengendapan partikel TiO2. Namun jika pengadukan dilakukan secara ultrasonik (yang
dapat memecah agregat partikel) partikel TiO2 tersebut dapat bertahan tanpa mengendap
sekitar 5 hari. Dengan didukung dengan perhitungan seperlunya, buatlah analisis terhadap
hasil riset tersebut.
2. Dalam keadaan darurat, kebutuhan air di Departemen Teknik Kimia harus dapat disuplai
sendiri. Untuk keperluan tersebut, Anda diminta untuk merancang sistem perpipaan yang
dapat mengalirkan air tanah (dengan kedalaman 25 m) ke dalam tangki air DTK yang
ketinggiannya 50 m. jarak antara sumber air tanah dengan tangki air DTK sekitar 50 m.
jika Anda diberi kebebasan untuk menentukan spesifikasi pompa, pipa, dan berbagai
aksesorisnya,
buatlah
rancangan
sistem
perpipaan
tersebut
(sketsa
beserta
perhitungannya) yang dapat mengalirkan air dengan debit minimal 100 liter/ menit.
Tuliskan berbagai asumsi yang digunakan beserta alasannya.
3. Cerobong asap suatu industri kimia mengeluarkan gas buang yang terkontaminasi oleh
amoniak (NH3) dengan konsentrasi 2.5 % volum. Untuk memenuhi baku mutu emisi gas
buang industri, maka gas dari cerobong asap tersebut harus diolah hingga konsentrasi
maksimum NH3 sebesar 200 ppm. Air murni dengan debit 100 ft3/jam digunakan sebagai
pelarut untuk menyerap gas amoniak dalam sebuah kolom absorber. Bila campuran gas
buang amoniak tersebut masuk ke dalam kolom absorber dengan debit 1000 ft3/menit (T=
700 F dan P= 1,5 atm), tentukan kolom absorber yang harus dirancang (diameter D dan
tinggi L) jika rasio L/D =5. Diketahui keseimbangan fasa amoniak dalam fasa cair dan
gas mengikuti persamaan : yAo = (1.07).xAo dan koefisien transfer massa kxa dan kya
masing-masing 2.31 dan 4.63 lbmol/(jam.ft3)
92
1. Steady state conduction. A steam pipe of 1.5 inch = 38.1 mm OD is to be covered with
two layers of insulation with each thickness is 1 inch = 25.4 mm. the thermal conductivity
of one insulation material is 5 times that of the other.
a. What is q1 (J/s) = function of (T1-T3) on left system?
b. What is q2 (J/s) = function of (T1-T3) on right system?
c. How much will the heat transfer be reduced (%) when the better insulating material is
next to the pipe than when it is the outer layer?
k2 = 5k1
r1 = 0.75 inch = 19.05 mm; r2 = 1.75 inch = 44.45 mm; r3 = 2.75 inch = 69.85 mm
T1 = outside surface temperature of the pipe
T2 = outside surface temperature of the insulation next to pipe
T3 = outside surface temperature of the outer insulation
L = length of pipe
93
94
95
96
97
1. Jelaskan proses terjadinya Stress Corrosion Cracking dan Fatigue Corrosion dan
apa yang membedakan kedua jenis korosi tersebut. (10)
Jawab:
Stress Corrosion Cracking dan Fatique Conosion, keduanya merupakan jenis korosi
yang timbul akibat adanya pembebanan terhadap logam. Perbedaannya terletak pada
pembebanan yang diberikan terhadap logam tersebut. Pada Stress Conosion Cracking,
logam terkorosi akibat adanya suatu beban yang diberikan di permukaan logam dalam
waktu yang lama, sedangkan pada Fatique Corrosion, logam terkorosi karena adanya
pembebanan yang berulang-ulang di permukaan logam.
2. Sebutkan dan jelaskan cara kerja dua jenis corrosion monitoring. (10)
Jawab:
a. Sand / Erosion Monitoring : merupakan teknik yang dirancang untuk
mengukur erosi di dalam suatu aliran. Metode ini banyak digunakan pada
sistem produksi minyak dan gas dimana banyak mengandung partikulat.
98
Jawab:
Sacrificial anode;
Kelebihan:
o Tidak perlu listrik
o Pemasangan mudah
o Tidak ada interaksi
o Overproteksi ringan
o Cocok untuk arus kecil
o Cocok untuk daerah yang padat struktur
o Distribusi arus merata
o Tidak perlu pemeliharaan
o Cukup inspeksi rutin
o Tidak perlu biaya operasi
Kelemahan:
o Keluaran arus terbatas
o Tidak efektif bila resistivitas elektrolit tinggi
o Tak cocok untuk struktur besar yang perlu arus proteksi besar
4. Perkirakan jumlah anoda yang dibutuhkan dalanr sistem proteksi korosi menggunakan
sacrificial anode serta distribusinya. Susunan pipa yang akan diproteksi dapat dilihat
pada gambar dibawah ini. (50)
Berat = 12 pon
R = 8,89 cm
L = 53,54 cm
100
101
6. Bagaimana sifat elemen Cr terhadap Fe dalam larutan padat? Dan atom apa saja yang
bersifat sama dengan elemen Cr?
Jawab :
Oleh karena ukuran atom Cr sama dengan atom Fe, maka dalam larutan padat Cr
berfungsi sebagai substitusional, yaitu atom Cr menggantikan posisi atom besi di dalam
Kristal. Elemen lain yang membentuk larutan pada yang sifatnya sama dengan Cr adalah
Mn, Ni, Mo, dan Si.
7. Diagram fasa sangat berguna bagi produsen bahan logam dan kuliah ilmu bahan. Uraikan
alasannya!
Jawab :
Diagram fasa sangat berguna karena dengan menggunakan diagram fasa kita dapat
mengetahui :
Jenis-jenis fasa setimbang yang akan terjadi pada suhu dan komposisi tertentu.
Titik cair dan daerah transformasi fasa/ jumlah fasa yang terbentuk.
102
1. Gambarkan diagram fasa paduan besi karbon untuk 0% C sampai dengan 1,7%, dan
namai setiap daerah yang ada secara rinci!
Jawab : (gambarnya ada di diktat bu Tilani bab II)
ke dalam cetakan sehingga diperoleh bentuk dasar berupa billet atau slab. Kedua
bentuk dasar ini merupakan bentuk coran yang umumnya mempunyai distribusi
komposisi dan struktur yang belum merata dan belum setimbang.
Menghilangkan cacat
Disamping itu kemungkinan masih mengancung banyak cacat sepeti rongga-rongga
udara. Untuk menghilangkan cacat billet atau salb dipanaskan dahulu untuk beberapa
lama sehingga dicapai kondisi yang lebih homogen. Suhu pemanasan tersebut adalah
pada daerah austenit. Setelah itu, dalam keadaan panas billet atau slab itu diberi
proses pembentukan yaitu pengerolan untuk membuat pelat atau rod. Pada proses
pengerolan panas terjadi perubahan fasa dan struktur logam yang ditentukan faktorfaktor seperti: elemen pemadu, besarnya perubahan bentuk (reduksi), suhu, dan
kecepatan pengerjaan.
Mengombinasikan kerja panas dan kerja dingin dengan tujuan untuk memperbaiki
sifat-sifat mekanis dari logam.
6. Berikan definisi penguatan dengan penghalusan butir dalam logam dan berikan salah satu
contoh untuk proses ini.
Jawab :
Penguatan dengan penghalusan butir dalam logam merupakan jenis penguatan logam
dengan pengaturan komposisi kimia dan proses pengerjaan / perlakuan panas pada suatu
paduan logam sehingga dapat memberikan struktur yang mengandung partikel-partikel
halus di dalam Krista. Pembentukan partikel halus tersebut dapat dicapai melalui
pengubahan tingkat kelarutan dari suatu unsure atau senyawa dari suatu paduan atau
menambahkan partikel-partikel yang keras seperti oksida atau karbida ke dalam logam.
Cara yang pertama menghasilkan precipitation hardening, sedangkan cara yang kedua
menghasilkan dispersion hardening.
104
UAS 2005/2006
ILMU BAHAN DAN KOROSI
TGL:1 JUNI 2006;
Ketahanan korosi kemampuan suatu bahan untuk bertahan agar tidak terkorosi
oleh lingkungan maupun zat kimia.
Biaya
Produk terkontaminasi .
105
c. Tuliskan reaksi anodik dan katodik yag terjadi pada proses korosi Zn didalam HCI
yang teraerasi. Gambarkan pula mekanisme reaksinya.
Jawab:
2. Apa yang dimaksud dengan pasivitas logam? Jelaskan dan gambarkan kurvayang
menerangkan terjadinya fenomena ini.
Jawab:
Pasivitas logam adalah berkurangnyan reaktivitas kimia logam dan alloy pada kondisi
lingkungan tertentu, dimana lgam dan alloy teftentu menjadi inert dan bertindak seolaholah sebagai logam mulia.
Jawab:
cara untuk meminimilisasi korosi Intergranular pada Stainless Steel
yaitu sebagai berkut :
Menggunakan temperature tinggi pada saat dilakukannya perlakuan panas(Heat
Treatment). Biasa disebut quench-annelling atau solution quenching,
Menambah unsure yang berfungsi sebagai penguat pada daerah batas
grain(stabilizer).
106
b. Jelaskan proses auto katalitik pada korosi pitting dan bagaimanapencegahan jenis
korosi ini.
Jawab:
Proses autokatalitik pada korosi pitting yaitu sebagai berikut :
Pertama, reaksi reduksi oksigen pada permukaan suatu logam dan hal ini akan
menyebabkan secara stimulan dan propagasi reaksi oksidasi suatu logam
Dengan adanya reaksi tersebut yang menghasilkan ion H+ dan OH- yangdapat
mendorong semakin cepat reaksi oksidasi logam tersebut.
Merancang alat dengan system drainase yang baik, hindari design sudut-sudut dan
daerah stagnant. Hal ini untuk mencgah terjadinya penumpukan endapan di bagian
bawah alat tersebut.
4. Jika anda seorang konsultan di bidang korosi dan anda diminta untukmemberikan
pertimbangan teknis pemasangan pipa transmisi gas yang cukup besar dan panjang
disuatu lahan yang tanahnya relatif asam. Apa saja yang harus anda lakukan dan jenis
proteksi apa yang anda usulkan. Gambarkan skemanya.
Jawab:
Proteksi yang diusulkan : Cathodic Protection dengan Impressed Current
Pipa yang dipasang dibawah tanah akan menerima arus dc dari suatu elektroda inert yang
yang juga dipasang dibawah tanah. Satu atau beberapa anoda dipasang untuk memberikan
cathodic current untuk melindungi alat dan bahan. Untuk alat yang dipasang di bawah
tanah biasanya digunakan grafit ineft sebagai anoda.
108
Jawab:
a. Jika beresiko tinggi, yaitu proses dengan tekanan tinggi, temperatur
tinggi,mudah terbakar, mudah meledak, dan beracun.
b. Jika gangguan proses dapat menyebabkan korosifitas yang tinggi.
c. Jika perubahan pada kondisi operasi dapat menyebabkan perubahan lajukorosi
yang signifikan.
d. Jika menggunakan corrosion inhibitor.
e. Pada proses batch, jika konstituen korosif terakumulasi karena siklus yang
berulang.
f. Jika bahan baku proses diganti.
g. Jika keluaran pabrik atau parameter_ operasi diubah dari spesifikasi desain
h. Pada saat evaluasi perilaku korosi dari berbagai alloy.
i. Jika menjadi perhatian utama adalah kontaminasi produk yang disebabkan
oleh korosi.
109
2. Reaktifitas merupakan sifat kimia daripada logam. Uraikan dengan jelas yang
termasukdalam grup diatas.
Jawab:
110
3. Bagaimana proses fatigue terjadi dan apa saja syarat-syaratnya yang diperlukan.
Uraikan dengan rinci.
Jawab:
Kelelahan/fatigue: Ketahanan logam terhadap siklus pembebanan berulang atau
dinamis. Kelelahan mengakibatkan patah yang terlihat rapuh, tanpa deformasi pada
patahan tersebut. Kondisi yang menimbulkan terjadinya kelelahan thermal ini karena
adanya sifat muai panas dari logam. Pada saat pemanasan maka logam akan memuai
dan sebaliknya terjadi kontraksi pada saat pendinginan. Peristiwa ekspansi-kontraksi
inilah yang menimbulkan siklus tegangan. Semakin tinggi tegangan dinamis yang
bekerja maka jurnlah siklus pembebanannya semakin kecil, begitu pula sebaliknya.
111
4. Bagaimana pengaruh elemen Si (dalam persen) terhadap paduan dalam baja. Jika
ditinjau dari sifat fisis, kimia, dan mekanis. Uraikan dengan jelas.
Jawab:
Pengaruh elemen Si (Silisium) terhadap paduan dalam baja adalah unsur ini apabila
ditambahkan ke semua baja berperan sebagai elemen deoksidasi. Si dapat menaikkan
kekuatan baja tanpa menurunkankeuletannya (berfungsi sebagai penyetabil sementit).
112