100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
254 tayangan112 halaman

Rumus Neraca Massa Energi Teknik Kimia

Dokumen tersebut berisi ringkasan materi kuliah semester 3 teknik kimia yang mencakup neraca massa dan energi, kimia fisika, kimia analitik, komputasi numerik, peristiwa perpindahan, dan ilmu bahan serta korosi. Materi-materi tersebut merupakan dasar-dasar penting untuk memahami proses-proses kimia yang terjadi dalam berbagai industri.

Diunggah oleh

Letnan Winter
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
254 tayangan112 halaman

Rumus Neraca Massa Energi Teknik Kimia

Dokumen tersebut berisi ringkasan materi kuliah semester 3 teknik kimia yang mencakup neraca massa dan energi, kimia fisika, kimia analitik, komputasi numerik, peristiwa perpindahan, dan ilmu bahan serta korosi. Materi-materi tersebut merupakan dasar-dasar penting untuk memahami proses-proses kimia yang terjadi dalam berbagai industri.

Diunggah oleh

Letnan Winter
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

DIKTAT Semester 3 ~ Departemen Teknik Kimia

Diktat UAS
Semester 3

Akademis IMTK 2014


Bersatu dan Peduli
Menebar Manfaat
1

DIKTAT Semester 3 ~ Departemen Teknik Kimia

DAFTAR ISI

NERACA MASSA DAN ENERGI _________________________________________

KIMIA FISIKA ________________________________________________________ 37


KIMIA ANALITIK _____________________________________________________ 63
KOMPUTASI NUMERIK ________________________________________________ 83
PERISTIWA PERPINDAHAN ____________________________________________ 88
ILMU BAHAN DAN KOROSI ____________________________________________ 98

SELAMAT BELAJAR!
SEMOGA SUKSES!
AKADEMIS IMTK 2014

DIKTAT Semester 3 ~ Departemen Teknik Kimia

NERACA MASSA DAN ENERGI


Ujian Akhir Semester Ganjil 2009/2010 - Program Studi Teknik Kimia S1 Reguler
Mata Kuliah : Neraca Massa Energi
Sifat

: Buku Text Terbuka

Hari/Tanggal : Senin/14 Desember 2009


Waktu

: 90 menit

1. (20%) Hitunglah kalor reaksi standar dari data panas pembentukan untuk reaksi
berikut ini:
C2H4 (g) + HCl (g) CH3CH2Cl (g)
2. (20%) Sebuah industri gas alam menghasilkan gas alam dengan komposisi; CH4 80%,
CO2 7% dan sisa C2H2. Hitunglah kapasitas panas campuran tersebut.
3. Proses baru, diajukan untuk menghasilkan gas etilena (C2H4) dari propana (C3H8)
pada tekanan atmosferik dengan reaksi berikut:
C3H8 (g) + 2O2 (g) C2H4 (g) + CO2 (g) + 2H2O (g)
Produk meninggalkan sistem pada 800 K dan C3H8 masuk pada suhu 500 K
sementara O2 masuk pada 300 K. Dalam proses tersebut, C3H8 digunakan berlebihan
15% (dari jumlah yang ditunjukan dalam persamaan), tetapi konversi keseluruhan dair
C3H8 hanya 50%. Berapakah kalor yang ditambahkan atau dikeluarkan dari proses
tersebut per mol masukan C3H8 ke dalam proses tersebut (40%)
4. 2 lb CO2 dikalorkan dari cairan jenuh pada 30 0F sampai 650 psia dan 175 0F
a. Berapa volume spesifik CO2 pada keadaan akhir?
b. Apakah CO2 pada keadaan akhir berada dalam fase gas, cair, padat atau
campuran dari 2 atau 3 fase? (20%)

DIKTAT Semester 3 ~ Departemen Teknik Kimia

Ujian Akhir Semester Ganjil 2009/2010 - Program Studi Teknik Kimia S1 Reguler
Sifat

: Open Book

Hari/Tanggal : Waktu

: 90 menit

1. Konsep baru diterapkan pada industri pembuatan etilen yang menggunakan etanol
sebagai reaktan. Reaksi yang terjadi ialah reaksi dehidrasi dengan persamaan reaksi
sbb:
C2H5OH C2H4 + H2O
Pada industri ini, etanol sebagai reakstan dimasukkan ke raktor dari bagian bawah
reaktor yang kenudian oleh katalis dalam reactor dikonversi menjadi etilen dan air
yang dikeluarkan dari bagian atas reaktor. Reaktor memiliki ketinggian 2 meter.
Keluaran reaktor selanjutnya dipisahkan pada separator sehingga etilen dan air keluar
sebagai produk dengan aliran yang terpisah.
BDF proses adalah sbb:

Splitter

Sistem
absorpsi

mixer

Reaktan (etanol) berupa campuran 80% mol etanol dan 20% mol air pada suhu 220 0F
dengan densitas 0,003 lb/ft3 diumpankan ke reaktor dengan laju alir 1010 lb//jam
melewati sebuah pipa dengan diameter 6 inch. (Gunakan Gambar I.1 untuk
menentukan entalpi larutan etanol). Produk keluar separator adalah etilen dan uap air
(steam) yang masing-masing dialirkan pada pipa berdiameter 6 inch. Kondisi kedua
produk ini adalah suhu 200 0F dan tekanan 1 atm dengan densitas etilen sebesar
0,0018 lb/ft3 sedangkan densitas uap air adalah 0,001 lb/ft3. (Gunakan Tabel D.3
4

DIKTAT Semester 3 ~ Departemen Teknik Kimia

untuk menentukan entalpi etilen dan gunakan steam table untuk menentukan entalpi
steam).
a. Hitunglah panas yang diperlukan atau dikeluarkan oleh sistem produksi etilen
tersebut
b. Apabila diperlukan panas, berapa steam yang harus disediakan dan apabila
dikeluarkan panas, berapa steam yang terbentuk pada jaket reaktor?
(steam pada kondisi P=1 atm dan T=200 0F)

2. Reaktor pada sebuah industri larutan ammonium hidroksida menghasilkan larutan


dengan konsentrasi 80% berat NH3 dan 20% air pada suhu 120 0F dengan densitas 50
lb/ft3. Untuk proses selanjutnya, larutan ini harus diencerkan dan dinaikkan suhunya.
Untuk keperluan tersebut, larutan yang keluarkan reaktor dimasukkan dalam tangki
mixer yang bervolume 10 ft3 dan memiliki pengaduk dengan daya 100 kW. Larutan
ammonium hidroksida dimasukkan sampai volume tangki mencapai setengahnya.
Selanjutnya kedalam tangki mixer dimasukkan air dalam keadaan jenuh pada suhu
212 0F sebanyak 124 lb (densitas air 62 lb/ft3) dan terakhir dimasukkan steam pada
kondisi suhu 350 0F dan tekanan 50 psi. Apabila semua steam mengembun dan
bercampur menjadi larutan ammonium hidroksida. Berapa konsentrasi akhir larutan
(dalam % berat NH3) dan berapa suhu akhir larutan? (Gunakan Gambar I.2 untuk
mengerjakan soal ini)

DIKTAT Semester 3 ~ Departemen Teknik Kimia

Jawaban
1. JAWABAN
F2 = 180 mol
C02 = 15% = 27 mol
H2S = 5% = 9 mol
COS = 1,4% = 2,5 mol
CH4 = 78,6% = 141,5 mol

Diketahui:
Basis : 1 jam

F3 = ? mol
C02 = ?
H2S = ?
COS = ?
CH4 = ?

Splitter

F = 1000 mol
C02 = 15% = 150 mol
H2S = 5% = 50 mol
COS = 1,4% = 14 mol
CH4 = 78,6% = 786 mol

Sistem
absorpsi

P = ? mol
CO2 = ?
H2S = 1%
COS = 0,3 %
CH4 = ?

mixer

A = ? mol
C02 = ?
H2S = ?
COS = ?

F1 = 820 mol
C02 = 15% = 123 mol
H2S = 5% = 41 mol
COS = 1,4% = 11,5 mol
CH4 = 78,6% = 644,5 mol

Neraca massa total :


F

= F1

F2

F1

=A

F3

F2

F3

=P

Karena hanya 82% feed yang masuk ke sistem absorpsi, maka F di split (dipisahkan
menjadi dua aliran dengan komposisi aliran sama) F1 sebesar 820 mol dan F2 sebesar
180 mol. Dengan komposisi:
F1 = 820 mol

F2 = 180 mol

C02 = 15% = 123 mol

C02 = 15% = 27 mol

H2S = 5% = 41 mol

H2S = 5% = 9 mol

COS = 1,4% = 11,5 mol

COS = 1,4% = 2,5 mol

CH4 = 78,6% = 644,5 mol

CH4 = 78,6% = 141,5 mol

Kemudian dari informasi skema diketahui CH4 tidak ikut terabsorpsi sehingga pada F3, nilai
CH4 F3 = CH4 F1 = 644,5 mol, sehingga
6

DIKTAT Semester 3 ~ Departemen Teknik Kimia

CH4 p = CH4 F2 + CH4 F3

= 141,5 mol + 644,5 mol


= 768 mol

Kemudian dari soal diketahui bahwa pada sistem absorpsi, setiap mol H2S yang terabsorp
juga akan terabsorp 1 mol CO2 dan semua COS, maka pada neraca A:
H2S (A)

= 41 mol (terserap semua)

CO2 (A)

= 41 mol (mengikuti aturan 1 mol H2S terserap)


= 1 mol CO2 ikut terserap

COS (A)

= 11,5 mol (terserap semua karena mengikuti aturan semua COS terserap per 1
mol H2S)

= 41 mol + 41 mol + 11,5 mol


= 93,5 mol

Maka neraca F3
CH4 (F3)

= 644,5 mol

H2S (F3)

= 0 mol

CO2

= CO2 (F1) - CO2 (A)

COS (F3)

= 0 mol

= 123 mol 41 mol

F3

= 644,5 mol + 82 mol

(F3)

= 82 mol

= 726,5 mol

Sehingga
F2 + F3

=P

= 180 mol + 726,5 mol


= 906,5 mol

Neraca P:
CH4 (P)

= 786 mol

Atau,

CO2 (P)

= CO2 (F2) + CO2 (F3)

H2S (P)

= 27 mol + 82 mol

= 9 mol

= 109 mol
H2S (P)

= H2S (F2)

COS (P)

= 1% (P)

= 0,3% (P)
= 2,5 mol

= 9 mol

Atau,
COS (P)

= COS (F2)
= 2,5 mol

DIKTAT Semester 3 ~ Departemen Teknik Kimia

Gambar akhir menjadi:

F3 = 726,5 mol
C02 = 82 mol
H2S = 0 mol
COS = 0 mol
CH4 = 644,5 mol

F2 = 180 mol
C02 = 15% = 27 mol
H2S = 5% = 9 mol
COS = 1,4% = 2,5 mol
CH4 = 78,6% = 141,5 mol

Sistem absorpsi
F = 1000 mol
C02 = 15% = 150 mol
H2S = 5% = 50 mol
COS = 1,4% = 14 mol
CH4 = 78,6% = 786 mol

Splitter

mixer
F1 = 820 mol
C02 = 15% = 123 mol
H2S = 5% = 41 mol
COS = 1,4% = 11,5 mol
CH4 = 78,6% = 644,5 mol

P = 906,5 mol
CO2 = 109 mol
H2S = 1% = 9 mol
COS = 0,3 % = 2,5 mol
CH4 = 786 mol

A = 93,5 mol
C02 = 41 mol
H2S = 41 mol
COS = 11,5 mol

Komposisi aliran
Komponen

F1

mol

CH4

786

H2 S

mol

F2
%

mol

A
%

mol

F3

mol

78,6 644,5 78,6 141,5 78,6 -

644,5 88,7 786

50

41

41

43,8 -

COS

14

1,4

11,5

1,4

2,5

1,4

11,5 12,4 -

2,5

0,3

CO2

150

15

123

15

27

15

41

11,3 109

12

Total

1000 100

820

100

180

100

93,5 100

43,8 82

726,5 100

mol

Reaksi :
3C2H5OH + 2Na2Cr2O7 + 8H2SO4 3CH3COOH + 2Cr2(SO4)3 + 2Na2SO4 + 11H2O

Basis : 100 mol F1

86,7

906,5 100

2. JAWABAN

Skema:

DIKTAT Semester 3 ~ Departemen Teknik Kimia

F2
H2SO4

F1
C2H5OH

P
C2H5OH
H2SO4
Na2Cr2O7
CH3COOH
Cr2(SO4)3
Na2SO4
H2O

F3
C2H5OH
H2SO4
Na2Cr2O

Mixe
r

Reaktor

R
C2H5OH
H2SO4

D
CH3COOH
S
E
P
A
R
A
T
O
R

W
C2H5OH
H2SO4
Na2Cr2O7
Cr2(SO4)3
Na2SO4
H2 O

Dari informasi soal diketahui :


-

Konversi overall sebesar 90%

Aliran recycle

= umpan segar C2H5OH = 100 mol

H2SO4 (R)

= 94% (R)

= 94 mol

C2H5OH (R)

= 6% (R)

= 6 mol

Laju umpan segar F2 untuk H2SO4 excess 20% dan untuk Na2Cr2O7 excess 10%
stoikiometrik C2H5OH

H2SO4

= 8/3 (F1)

= 8/3 (100 mol)


= 266,6 mol, karena excess 20%

Na2Cr2O7

= 2/3 (F1)

= 320 mol

= 2/3 (100 mol)


= 66,6 mol, karena excess 10%

= 73,3 mol

Pada D hanya ada CH3COOH, di W tidak terdapat CH3COOH.

Untuk mencari komposisi limbah mula-mula dibutuhkan reaksi overall, yaitu reaksi yang
hanya menyangkut sistem keseluruhan dengan input berupa F1 dan F2 kemudian output
berupa D dan W. Pada reaksi overall dengan konversi 90%, didapat data sebagai berikut:
F2
H2SO4
D
Na2Cr2O7
CH COOH
3

Overall sistem
90% Konversi
F1
C2H5OH

W
C2H5OH
H2SO4
Na2Cr2O7
Cr2(SO4)3
Na2SO4
H2 O

DIKTAT Semester 3 ~ Departemen Teknik Kimia

3C2H5OH + 2Na2Cr2O7 + 8H2SO4 3CH3COOH + 2Cr2(SO4)3 + 2Na2SO4 + 11H2O


Awal 100 mol

73,3 mol

320 mol

Reaksi 90 mol

60 mol

240 mol

90 mol

60 mol

60 mol 330 mol

13,3 mol

80 mol

90 mol

60 mol

60 mol

Sisa

10 mol

330 mol

Sehingga:
pada D karena hanya berupa CH3COOH maka hanya terdapat CH3COOH sebanyak 90 mol.
Dan pada W terdapat :
C2H5OH w = 10 mol

Cr2(SO4)3 w = 60 mol

Na2Cr2O7 w = 13,3 mol

Na2SO4 w

= 60 mol

H2SO4 w

Air w

= 330 mol

= 80 mol

Kemudian untuk menentukan konversi sekali jalan reaktor dibutuhkan neraca reaksi input
dan output yaitu F3 dan P. Diketahui bahwa komposisi produk reaktor yaitu CH3COOH,
Cr2(SO4)3, Na2SO4 dan air tidak berubah pada P karena tidak keempat komponen tersebut
tidak mengalami reaksi lagi sejak P hingga ke D dan W.
F3
C2H5OH
H2SO4
Na2Cr2O7

P
C2H5OH
H2SO4
Na2Cr2O7
CH3COOH
Cr2(SO4)3
Na2SO4
H2O

Reaktor
X% konversi

Komposisi P:
CH3COOH p = 90 mol

Na2SO4 p

= 60 mol

Cr2(SO4)3 p

Air p

= 330 mol

= 60 mol

Kemudian pada F3 merupakan reaktan berupa campuran aliran dari F1, F2 dan R sehingga
komposisi pada F3:
C2H5OH F3

= C2H5OH F1 + C2H5OH R = 100 mol + 6 mol

= 106 mol

H2SO4 F3

= H2SO4 F2 + H2SO4 R

= 414 mol

Na2Cr2O7 F3 = Na2Cr2O7 F2

= 320 mol + 94 mol


= 73,3 mol

10

DIKTAT Semester 3 ~ Departemen Teknik Kimia

Sehingga persamaan reaksinya:


3C2H5OH + 2Na2Cr2O7 + 8H2SO4 3CH3COOH + 2Cr2(SO4)3 + 2Na2SO4 + 11H2O
Awal 106 mol

73,3 mol

414 mol

Reaksi 90 mol

60 mol

240 mol

90 mol

60 mol

60 mol 330 mol

13,3 mol

174 mol

90 mol

60 mol

60 mol

Sisa

16 mol

Sehingga pada P terdapat komposisi:


C2H5OH p

= 16 mol

Cr2(SO4)3 p

= 60 mol

Na2Cr2O7 p

= 13,3 mol

Na2SO4 p

= 60 mol

H2SO4 p

= 174 mol

Air p

= 330 mol

CH3COOH p = 90 mol

Sehingga konversi C2H5OH pada reaktor adalah


C2H5OH F3C2H5OH p
C2H5OH F3

106 mol16 mol


106 mol

= 0,85 = 85%

Ringkasan hasil hitungan:


F1

F2

F3

(mol)

(mol)

(mol)

(mol)

(mol)

(mol)

(mol)

C2H5OH

100

106

16

10

H2SO4

320

94

414

174

80

Na2Cr2O7

73,3

73,3

13,3

13,3

CH3COOH

90

90

Cr2(SO4)3

60

60

Na2SO4

60

60

Air

330

330

Total

100

393,3

100

593,3

743,3

90

553,3

Komponen

11

330 mol

DIKTAT Semester 3 ~ Departemen Teknik Kimia

Ujian Akhir Semester Ganjil 2006/2007 - Program Studi Teknik Kimia S1 Reguler
Sifat

: Open Book

Hari/Tanggal : Rabu/27 Desember 2006


Waktu

: 90 menit

Sebuah industri methanol [Link] akan mengoperasikan reaktor untuk


mensintesis metanol yang akan menggunakan teknologi canggih yang baru dikembangkan
oleh DTK-UI. Teknologi baru yang dipakai ialah proses steam reforming yang mereaksikan
umpan CH4 dengan H2O (steam) dan langsung menghasilkan metanol. Reaksi yang terjadi
adalah sbb:
CH4(g) + H2O (g) CH3OH (l) + H2 (g)
Reaktor berupa silinder dengan tinggi 2 meter yang didalamnya terdapat katalis yang
diletakkan pada bagian atas reaktor. Pada bagian bawah reaktor terdapat pengaduk yang
dihubungkan dengan motor penggerak berkekuatan 100 HP. CH4 dan steam dimasukkan ke
reaktor melalui bagian paling atas sedangkan produk berupa metanol cair dan gas H2
dikeluarkan dari reaktor dari bagian paling bawah. Semua perpipaan untuk keluar masuk
umpan dan produk berdiameter 5 inchi.
CH4(g) siumpankan sebanyak 4444,8 lb/jam atau 277,8 lbmol/jam pada suhu 400K
dan tekanan 1 atm. Pada suhu dan tekanan tersebut, aliran CH4(g) dalam pipa 5 inchi adalah
sebesar 1,7 x 106 ft/jam. Sedangkan steam dialirkan ke reaktor dengan jumlah stoikiometi
pada tekanan 40 psi dengan suhu 400 0F . Pada kondisi ini, aliran steam ke reaktor adalah
sebesar 0,46 x 106 ft/jam.
Sebagai produk reaksi yang masing-masing dikeluarkan melalui pipa pada bagian
paling bawah reaktor, cairan methanol sebesar 277,8 lbmol/jam keluar pada suhu 77 0C.
Dengan densitas 50 lb/ft3, maka kecepatan aliran metanol dalam pipa berdiameter 5 inchi
adalah 130,9 ft/jam. Sedangkan gas hidrogen sebanyak 277,8 lbmol/jam keluar reaktor pada
suhu yang sama dengan suhu methanol cair yaitu 77 0C dan tekanan 1 atm. Kecepatan aliran
produk gas H2 pada pipa keluaran adalah sebesar 0,83 x 106 ft/jam.
Perhitungan detil sangat diperlukan pada disain reaktor ini, oleh karena itu tidak ada
energi yang boleh diabaikan. Sebagai process engineer, anda diminta membantu menghitung:
a. Apakah diperlukan panas atau dikeluarkan panas dari reaktor? Berapa
besarnya (BTU/jam)?

12

DIKTAT Semester 3 ~ Departemen Teknik Kimia

b. Jenis energi apa yang paling berperan dalam proses ini? Berapa % dari energi
keseluruhan?
c. Apabila pada reaktor dipasang jaket, kedalam jaket tsb dialirkan air pendingin
atau steam? Dan berapa lajunya (lb/jam)? (air pendingin yang tersedia bersuhu
awal 25 0C dan diharapkan bersuhu akhir 70 0C, sedangkan steam tersedia
pada suhu 400 0F tekanan 40 psi dan keluar jaket diharapkan berupa kondensat
yang merupakan cairan jenuh pada 1 atm)

Karena keberhasilan perhitungan ini menentukan karir anda di perusahaan, boss anda
(kepala process engineer) mengingatkan agar perhitungan dilakukan sesuai kaidah
perhitungan neraca massa dan energi yaitu:
1. Menggambar sistem keseluruhan dan menetapkan batas untuk sistem yang dihitung
2. Menentukan basis
3. Menentukan referensi utnuk menghitung tinggi
4. Menggunakan referensi suhu 25 0C untuk menghitung entalpi karena terdapat reaksi
kimia
5. Selalu menuliskan unit (satuan) pada angka di setiap perhitungan
6. Dll

13

DIKTAT Semester 3 ~ Departemen Teknik Kimia

Jawaban
System adalah OPEN SYSTEM
E

= Q + W (H + K + P), karena E = 0, maka persamaan yang berlaku adalah

= -W + H + P + K

Basis 1 jam operasi

Menghitung W:
W

= 100 [Link] x 2,545.103 BTU/1 [Link]


= 254.500 BTU

Menghitung P
h

= 2 m x 3,2808 ft/1 m
= 6,56 ft

= 32,2 ft/s2 x 6,56 ft x 1/(32,2 [Link]/lbf.s2) x 1 BTU/(778,2 [Link])


= 8,4.10-3 BTU/lb

P H2 = P CH3OH = 0
Steam, m

= 277,8 lbmol x 18 lb/lbmol

CH4, m

= 5000 lb

= 4444,8 lb

P steam = 5000 lb x 8,4.10-3 BTU/lb

P CH4

= 42 BTU
P total

= 277,8 lbmol x 18 lb/lbmol


= 4444,8 lb x 8,4.10-3 BTU/lb
= 37,3 BTU

= P H2 + P CH3OH + P steam
= 79,3 BTU

Menghitung H
H

= H reaksi + H sensible

Karena H reaksi dihitung menggunakan Hf dengan referensi suhu 25 0C, maka


suhu referensi untuk menghitung H = 25 0C
o Menghitung H reaksi
Hr

= lbmol{(Hf H2 + Hf CH3OH) (Hf CH4 + Hf H2O)} kJ/gmol x 430


(BTU/lbmol)/(KJ/gmol)
= 277,8{(0-238,64) (-74,84 241,826)} x 430
= 9.333.523,2 BTU
14

DIKTAT Semester 3 ~ Departemen Teknik Kimia

o Menghitung H sensible
H steam (H2O) (lihat steam table untuk saturated dan superheated steam)
P = 40 psi, T=400 0F, H steam (H2O) = 1236,4 BTU/lb
H steam (H2O) pada 25 0C (saturated) = 1095,5 BTU/lb
m steam = 5000 lb H steam (H2O)

= 5000 lb x (1236,4 1094,5) BTU/lb


= 709.500 BTU

H CH4 (lihat tabel D-2 Appendix D)


H CH4 pada 400K

= 4740 x 0,4306

= 2041 BTU/lbmol

H CH4 pada 25 0C atau 298K

= 879 x 0,4306

= 378,5 BTU/lbmol

m CH4

= 277,8 lbmol

H CH4

= 277,8 lbmol (2041-378,5)BTU/lbmol


= 461.842,5 BTU

H H2

(lihat tabel D-6 Appendix D)

H H2 pada 350K

= 2209 x 0,4306

= 951,2 BTU/lbmol

H H2 pada 25 0C atau 298K

= 718 x 0,4306

= 309,2 BTU/lbmol

m H2

= 277,8 lbmol

H H2

= 277,8 lbmol (951,2-309,2) BTU/lbmol


= 178.347,6 BTU

H CH3OH (menggunakan data a, b, c, d pada tabel E-1 Appendix E untuk menghitung


Cp)
350

H CH3OH =298 (259,25 + 0,03358. 102 1,1639. 105 2 ) dT


=-259,25(350-298)+0,01679.102(35022982)0,388.105 (35032983)
= -13.539,02 J/gmol x 0,2390 {(BTU/lbmol)/(J/gmol)}
= -3235,8 BTU/lbmol
= -101,12 BTU/lb
m CH3OH = 277,8 lbmol x 32 lb/lbmol
= 8889,6 lb
H CH3OH = -101,12 BTU/lb x 8889,6 lb
= -898.905,2 BTU
H Sensible = (H CH3OH + H H2) (H CH4 + H H2O)
= (-898.905,2 + 178.347,6) (461.842,5 + 709.500) = -1.891.900,1 BTU
15

DIKTAT Semester 3 ~ Departemen Teknik Kimia

H = Hr + H Sensible
= 9.333.523,2 + (-1.891.900,1)
= 7.441.623,1 BTU
Menghitung K
= 0,83.106 ft/jam

v CH3OH

= 130,9 ft/jam;

v H2

v H2O

= 0,46.106 ft/jam;

v CH4 = 1,07. 106 ft/jam

= [{(m.v2)CH3OH + (m.v2)H2} {(m.v2)H2O + (m.v2)CH4)}]


= [{(8889,6 x (130,9)2 + 555,6 x (0,83.106)2}-{5000 x (0,46.106)2 + 444,8 x
(1,07.106)2}] lbm.ft2/jam2 x (jam2/36002s2) x 1/(32,2 [Link]/lbf.s2) x (1 BTU/778,2
[Link])
= -8.897,1 BTU

= -W + H + P + K
= -254.500 + 7.441.623,1 8.879,1 + 79,3
= 7.178.323,3 BTU

A. Energi yang harus dimasukkan ke reaktor sebesar 7.178.323,3 BTU


B. Energi yang paling dominan adalah entalpi
terhadap seluruh besaran energi secara absolut, bagian entalpi adalah =
7.441.623,1/(254.500 + 7.441.623,1 + 8.879,1 + 79,3) x 100%

= 96,5%

Oleh karena itu pada perhitungan awal, energi selain entalpi biasanya diabaikan
C. Pada jaket reaktor harus dialirkan steam untuk memasukkan panas ke reaktor
Steam
Q
jaket

reaktor

kondensat
Open system
E = P = W = 0 dan untuk hitungan awal, K = 0 Q = H
H steam pada 400K 40 psi

= 1236,4 BTU/lb

H saturated liquid pada 1 atm

= 180,07 BTU/lb

Panas yang disuplai steam ke reaktor = (1236,4 180,07)


= (1056,33 BTU/lb)
Laju steam yang diperlukan

= 7.178.323,3 BTU/1056,33 BTU/lb


= 6.795,5 lb steam/jam
16

DIKTAT Semester 3 ~ Departemen Teknik Kimia

Ujian Akhir Semester Ganjil 2007/2008 - Program Studi Teknik Kimia S1 Reguler
Sifat

: Open Book

Tanggal

: 19 Desember 2007

Waktu

: 90 menit

Seorang walikota jenius bernama SUGIOSAN pada sebuah kota YOIMACHI


memerintahkan semua industri yang menggunakan bahan bakar harus melakukan pengolahan
terhadap gas buang hasil pembakarannya masing-masing. Pengolahan terhadap gas hasil
pembakaran ini dilakukan dengan memisahkan gas CO dari gas hasil pembakaran yang lain.
Gas CO ini kemudian diolah oleh perusahaan [Link] milik pemerintah kota untuk
menghasilkan gas H2 yang akan dipakai sebagai bahan bakar pada kendaraan bermotor
menggantikan bensin/solar. Untuk itu, SUGIOSAN mewajibkan semua kendaraan bermotor
di kota itu memakai teknologi fuel cell yang menggunakan H2 sebagai bahan bakar.
Untuk menghasilkan H2 sebgai bahan bakar, [Link] mereaksikan 28.000
kg/hari CO dengan ekses 100% air menjadi CO2 dan H2. CO dan H2O sebagai reaktan
dipanaskan terlebih dahulu sehingga masuk reaktor bersuhu 500K tekanan 1 atm. Pada
reaktor dipasang jaket untuk mengambil panas yang dihasilkan reaksi karena reaksi ini
bersifat eksotermis. Ke dalam jaket dialirkan air pendingin dengan laju alir 425 ton/hari
dengan suhu awal 300 K dan suhu air pendingin keluar jaket adalah 340 K.
1. Hitunglah suhu produk reaksi keluar reaktor!
SUGOISAN belum puas dengan sistem ini dan merencanakan menggunakan air yang
keluar dari jaket reaktor untuk mengisi kolam renang sehingga menjadi kolam renang air
hangat. Kolam renang yang bervolume 120.000 m3 dan air kolam harus diganti tiap hari
karena suhu air sudah tidak lagi hangat pada hari berikutnya. SUGOISAN meminta
mahasiswa DTKUI membantu menghitung lagi dengan ketentuan sbb: kolam diisi air dari
keluaran jaket lalu ditambah air biasa (suhu 300K) sampai kolam menjadi penuh. Kemudian
panas yang dimiliki reaktor (H2 dan CO2) dipakai untuk memanaskan lagi air kolam sehingga
(H2 dan CO2) menjadi bersuhu 300K.
2. Hitunglah suhu air kolam renang dan beri pendapat apakah suhu tersebut layak untuk
dipakai berenang?

17

DIKTAT Semester 3 ~ Departemen Teknik Kimia

Jawaban
1. Diketahui
Ditanyakan: suhu keluaran reaktor (B) ?
Asumsi:

Sistem berlangsung tunak artinya tidak ada akumulasi massa ataupun energi
( = 0)

Besarnya perubahan energi kinetik dan energi potensial diabaikan karena bernilai
jauh lebih kecil dari perubahan entalpi yang terjadi.

Sistem berlangsung dalam tekanan yang tetap (isobaric).

Tidak ada kalor yang keluar dari sistem, perpindahan kalor hanya terjadi antara
reaktan-produk dan jaket

Tidak ada perubahan fasa air pada jaket

Basis: Proses dalam 1 hari


Perhitungan neraca massa,

Untuk CO2, n =
n=

28.000.000
28 /

n = 1.000.000 mol
persamaan reaksi
CO + H2O CO2 + H2
Diketahui 100% ekses air
CO

H2O

CO2

H2

Mula-mula

1.000.000

2.000.000

Bereaksi

1.000.000

1.000.000

1.000.000

Akhir

1.000.000

1.000.000

1.000.000

Perhitungan neraca energi


Untuk jaket,
= Q + W ( + + )
=
Q = m c

18

DIKTAT Semester 3 ~ Departemen Teknik Kimia

Q = 425.000 kg x 4,2 K x (340-300) K


Q = 71.400.000 kJ

Untuk reaktor
Keadaan referensi adalah 25 0C dalam 1 atm. Dalam pemecahan masalah nilai kalor
sensible akan diambil dari nilai table D.6 dan dari tabel F.1
Reaktan

gmol

T (K)

H sensibel

Hf

H total

CO

1.000.000

500

6,652-0,728

-110,52

-104.623

H2O

2.000.000

500

7,752-0,837

-241,826

-469.882
-574.445

Pada reaktor
E

= Q W (H + P + K)

= H

= (H akhir - H awal)

71.400 MJ = (H akhir (- 574.445))


H akhir = -503.045 MJ

Pencarian suhu akhir dengan trial and error


Iterasi pertama T= 500 K
Produk

gmol

T (K)

H sensibel

Hf

H total

CO2

1.000.000

500

9,204-0,912

-393.51

-385.218

H2

1.000.000

500

5,689-0,718

4.971

H2O

1.000.000

500

7,752-0,837

-241.826

-234.911

Total

-615.158

Iterasi kedua T=1 500 K


Produk

gmol

T (K)

H sensibel

Hf

H total

CO2

1.000.000

1500

62,676-0,912

-393.51

-331.746

H2

1.000.000

1500

36,994-0,718

36.276

H2O

1.000.000

1500

48.848-0,837

-241.826

-193.815

Total

-489.285

19

DIKTAT Semester 3 ~ Departemen Teknik Kimia

Dengan ekstrapolasi didapat suhu akhir produk:


H
-615.158
-498.285
-503.045

T
500
1500
X

1
2 1
=
H H1 H2 H1
500
1500 500
=
503.045 (615.158) 489.285 (615.158)
500
1000
=
112.113 125.873
T = 1.390.683 K

2. Diketahui :
volume kolam renang 120.000 m3
Aliran air keluaran jaket per hari 425 ton, suhu 340 K
Suhu air biasa 300 K
Kalor yang dihasilkan oleh keluaran produk sampai suhunya turun menjadi 300 K
Ditanya : suhu akhir kolam renang?
Jawab

Volume air keluaran jaket


V=m/
V = 425000 kg / 1000 kgm-3 = 425 m3
Jadi volume air biasa yang ditambahkan adalah sebanyak 119.575 m3.
Suhu air kolam renang ditambah kalor
Q Kondensor

= Q air biasa

m.c.T

= m.c.T

425.000 kg (T - 340) = 119.575.000 (300 T)


T 340

= 281.353 (300 T)

T 340

= 84.405,882 281,353 T

282.353 T

= 84.745,882

= 300,14160 K

Besarnya kalor yang dihasilkan pada pendinginan produk reaktor


20

DIKTAT Semester 3 ~ Departemen Teknik Kimia

Produk

Gmol

T (K)

H sensibel

Hf

H total

CO2

1.000.000

300

0,986-0,912

-393.51

-393.436

H2

1.000.000

300

0,763-0,718

45

H2O

1.000.000

300

0,905-0,837

-241.826

-241.758
-635.149

= H

= H akhir - H awal

= -635.149 (-503.045) = -132.104 MJ

Reaktor mengeluarkan kalor sebesar nilai tersebut dan kolam menerima kalor dengan
nilai tersebut sehingga kalor yang ada pada sistem kolam renang bernilai positif.
Q

= m.c. T

132.104.000 KJ

= 120.000.000 kg x 4,2 KJ/Kg K (T 300,14160)K

132.104 Kj

= 120.000 Kj x 4,2 KJ/Kg K (T 300,14160)K

0,2621111 K

= (T-300,14160) K

= 300,403111 K

Suhu tersebut masih layak untuk digunakan sebagai kolam renang meskipun kurang
hangat untuk kolam air panas.

21

DIKTAT Semester 3 ~ Departemen Teknik Kimia

Ujian Akhir Semester Ganjil 2008/2009 - Program Studi Teknik Kimia S1 Reguler
Sifat

: Open Book

Hari/Tanggal : Jumat/19 Desember 2008


Waktu

: 90 menit

Dosen

: Prof. Dr. Ir. M. Nasikin [Link].


Ir. Eva F. Karamah, MT.

Gelanggang renang Water Bumz akan membuat wahana tempat mandi air hangat.
Pemandian air hangat berupa kucuran air yang menyerupai hujan dimana air hangat tersebut
berasal dari tangki yang berada pada ketinggian 10 meter dihitung dari permukaan tanah
(lihat ilustrasi di bawah ini). Untuk menghasilkan air hangat tersebut, air dari permukaan
tanah bersuhu 300 K (boleh diasumsikan sebagai saturated water), dialirkan ke dalam tangki
menggunakan pipa berdiameter 4 cm dengan laju alir air = 0,285 liter/detik.
Sebagai sumber panas, steam dari boiler yang berada di permukaan tanah dialirkan ke
dalam tangki untuk dicampur dengan air. Steam dialirkan ke tangki melalui pipa berdiameter
6 cm dengan laju 136,2 kg/jam. Steam yang dipakai berada pada kondisi tekanan 200 Kpa
dengan suhu 400K.
Pada tangki dipasang pengaduk yang diputar oleh motor berkekuatan 1 PK agar
terjadi proses pencampuran yang sempurna antara air biasa dengan steam untuk
menghasilkan air hangat.
Air hangat yang dihasilkan pada tangki dikeluarkan melalui pipa dengan diameter 4
cm dan dialirkan ke arah permukaan tanah berupa kucuran air untuk fasilitas mandi air
hangat.
Tugas anda sebagai engineer adalah:
1.

Tentukan suhu air hangat yang dihasilkan untuk pemandian air hangat tersebut

2.

Beri komentar apakah suhu tersebut layak atau tidak untuk pemandian air hangat dan
apabila kondisinya belum layak, beri rekomendasi terhadap perubahan yangdiperlukan
agar kondisi air hangat layak sebagai pemandian air hangat

22

DIKTAT Semester 3 ~ Departemen Teknik Kimia

Jawaban
1. suhu air hangat yang dihasilkan untuk pemandian air hangat tersebut
a) Material yang masuk tangki (basis 1 jam)
= 1026 kg/jam = 0,000285 m3/s

Air (A) : V = 0,285 L/s

dibagi luas untuk mencari kecepatan laju alir


=

0,000285
2

3,14 (100)2

= 0,227 m/s

EkA = mv2 = .1026.(0,227)2 = 26,4 J

= 0,0264 kJ

EPA = mgh= 1026.9,8.10

= 100,55 J

= 0,1005 kJ

HA = 111,7 kJ/kg.1026 kg

= 114.604,2 kJ (300K,saturated,dari steam tabel)

Steam (S) : P = 200 kPa, T = 400 K (V = 0,9624 m3/kg, H = 2720 kJ/kg)


V = 136,2 kg/jam = 0,034 m3/s

0,034
2

0,034
3,14 (

3 2
)
100

= 12,03 m/s

Eks = .136,2.(12,03)2

= 9,9 kJ

Eps = 136,2 . 9,8 . 10

= 370,464 kJ

W = 1 pk

= 2684,5 kJ

b) Keluaran tangki (air panas)


Total keluaran

=1026 + 136,2
=

=1162,2 kg/jam
3,2.104
2

3,2.104
2
3,14 ( )2
100

= 3,2.104 m3/s

= 0,2574

EkAP = .116,2.(0,2547)2 = 0,038 kJ


EPAP = 116,2 . 9,8 . 10

= 113,89 kJ

Open system terisolasi (Q = 0)


Pers. Neraca energi :

E = Q W = (H + K + P)
H = W - K - P

HAP (HA + HS) = W {KAP (KA + KS)} {PAP (PA + PS)}


HAP (114.604,2 + 370.464)= 2683,5 {0,038 (0,0264 + 9,9)} {113,89 (0,1 + 13,3)}
HAP

= 487.662,11 kJ (dibagi massa keluaran)

Maka T air panas dapat dihitung dengan interpolasi pada steam tabel dan diperoleh :
T = 373,3 K = 200,3 0C
2. komentar
Air terlalu panas, rekomendasi antara lain mengurangi laju air steam
23

DIKTAT Semester 3 ~ Departemen Teknik Kimia

Ujian Akhir Semester Ganjil 2010/2011


Neraca Massa dan Energi

1. Pada aromatic center di pertamina cilacap, dihasilkan toluene yang mengalir keluar reactor
pada tekanan 20 psi dan suhu 550 F, untuk proses pencairan yang nantinya digunakan pada
proses selanjutnya, toluene tersebut dimasukkan ke dalam tabung silinder berpiston yang
memiliki volume 1200 ft3. Toluene tersebut ditekan pada kondisi isothermal sampai
seluruhnya berubah menjadi cair. Tentukan: a. Tekanan akhir toluene (psia) b. Volume akhir
toluene (ft3) c. Apakah piston melepaskan kalor atau memerlukan kalor untuk proses
pencairan tersebut dan berapa besarnya (BTU)
2. Pak Nikiseru hendak membeli compressor untuk usaha tambal ban. Perusahaan tambal ban
yang direncanakan mampu menambal dan memompa ban truk sehingga diperlukan
compressor yang dapat menaikkan tekanan udara sampai 10 atm. Direncanakan pula dalam
sehari dapat memompa 2000 ban truk yang masing-masing ban memerlukan udara sebanyak
1,2 kg dengan lajua aliran dari compressor ke ban sebesar 3600 m/menit. Bantulah Pak
Nikiseru untuk menentukan berapa PK compressor yang diperlukan?
3. Alumnus DTK UI yang tinggal di puncak yang bersuhu 25oC, menginginkan agar lantai
rumahnya tetap hangat. Untuk itu, dibawah lantai rumah dibuat ruangan dengan volume 1000
ft3. Ke dalam ruangan tersebut dimasukkan steam pada kondisi tekanan 80 psi dan suhu
400oF dan setelah proses pemanasan, steam tersebut semuanya dirubah menjadi cairan jenuh
pada tekanan atmosfer. Hitunglah berapa suhu lantai dalam oC (massa lantai sekitar 10 ton
atau 22000 lb dengan kapasitas kalor 3 BTU/lboF) dan beri komentar apakah cara yang
ditempuh dapat menghasilkan lantai yang hangat?
4. Sebuah reactor dipakai untuk merengkah (cracking) n-heksana menjadi propane dan
propilena. Reactor memiliki ketinggian 5 meter terdiri dari 2 bagian. Bagian bawah terdapat
pengaduk dengan motor 2 PK untuk mengaduk heksana sebelum diuapkan. Pada bagian atas
reactor terdapat katalis untuk merengkah heksana menjadi produk. Heksana dimasukkan di
bagian bawah reactor dengan laju 100 kg/jam atau 60 m/detik dalam bentuk cair pada suhu
300 K. produk propane dan propilena berbentuk gas dikeluarkan lewat bagian atas reactor
dengan laju masing-masing sebesar 40m/detik dengan suhu masing-masing sebesar 500 K.
pada reactor dipasang jaket yang dialiri steam pada tekanan 80 psia suhu 400oF, dan steam
berubah menjadi cairan jenuh pada tekanan atmosfer sebelum keluar dari jaket. Steam ini
dipakai untuk mensuplai energy yang dikonsumsi reactor untuk proses reaksi maupun untuk
penguapan heksana cair menjadi umpan berbentuk gas. Tentukan laju alir steam yang
dibutuhkan (lb/jam).

24

DIKTAT Semester 3 ~ Departemen Teknik Kimia

25

DIKTAT Semester 3 ~ Departemen Teknik Kimia

26

DIKTAT Semester 3 ~ Departemen Teknik Kimia

27

DIKTAT Semester 3 ~ Departemen Teknik Kimia

28

DIKTAT Semester 3 ~ Departemen Teknik Kimia

29

DIKTAT Semester 3 ~ Departemen Teknik Kimia

30

DIKTAT Semester 3 ~ Departemen Teknik Kimia

31

DIKTAT Semester 3 ~ Departemen Teknik Kimia

32

DIKTAT Semester 3 ~ Departemen Teknik Kimia

33

DIKTAT Semester 3 ~ Departemen Teknik Kimia

34

DIKTAT Semester 3 ~ Departemen Teknik Kimia

35

DIKTAT Semester 3 ~ Departemen Teknik Kimia

36

DIKTAT Semester 3 ~ Departemen Teknik Kimia

KIMIA FISIKA
KIMIA FISIKA
JUMAT, 13 DESEMBER 2013
60 MENIT
BUKU TERBUKA
Dr. ENY KUSRINI & Ir. RITA ARBIANTI, [Link].
1. Kemampuan dari suatu adsorben dalam mengabsorp polutan gas memberikan data
berikut ini :
p/kPa

14,0

37,6

65,6

79,2

82,7

100,7

106,4

V/cm3

11,1

13,5

14,9

16,0

15,5

17,3

16,5

Buktikan bahwa data tersebut mengikuti isoterm BET, dan tentukan nilai c dan Vmax
Diketahui = 0oC , p* = 429,6 kPa
Suatu logam X diuji kemampuannya untuk mengabsorb polutan gas yang terbuang ke
lingkungan. Berikut ini adalah data dekomposisi gas pada permukaan logam X pada
suhu 1100 K:
Pawal NH3 (mm)

265

130

58

16

t1/2

7,6

3,7

1,7

1,0

Berdasarkan data di atas, buatlah persamaan laju reaksi dekomposisi gas pada
permukaan logam tersebut.

2. Jelaskan dan jawab soal berikut ini


a. Suatu padatan ingin diketahui struktur, morfologi, dan kandungannya. Apa
yang harus anda lakukan? Jelaskan secara singkat dan sistematis.
b. Gambarkan bidang [111] pada struktur FCC dan tunjukkan atom yang mana
menyentuh atom dalam bidang
c. Densitas suatu berlian adalah 3,51 g/cm3 pada suhu 25oC. Hitunglah jarak
ikatan C-C pada berlian tersebut.

37

DIKTAT Semester 3 ~ Departemen Teknik Kimia

1a.

Persamaan BET :

(1 )[1 (1 )]

dapat disusun ulang menjadi


( 1)

1
=
+
(1 )

yang memiliki bentuk yang sama dengan persamaan linier (y = b + mx)


di mana
y = z/((1 - z)V),
m = (c - 1)/cVmax,
x = z,
b = 1/cVmax, dan
z = p/p*.
Kemudian dibuat tabel :
z

z/((1-z)V)

0,032588454

0,003034796

0,087523277

0,007105064

0,152700186

0,012095287

0,184357542

0,014126712

0,192504655

0,015380467

0,234404097

0,017697809

0,247672253

0,019951995

Dari regresi linier pada kalkulator diperoleh


R2 = 0,995 > 95% (terbukti bahwa data mengikuti isoterm BET),
b = 1/cVmax = 0,0004639 cm-3, dan
m = (c - 1)/cVmax = 0,07612 cm-3.
Sehingga
c = 165,1, dan
Vmax = 13,06 mm3.
(Soal yang mirip ada di Atkins edisi 9 halaman 892-893)
38

DIKTAT Semester 3 ~ Departemen Teknik Kimia

1b.

Karena hanya ada 1 reaktan (yaitu NH3, yang penulisannya akan disederhanakan
menjadi A), persamaan laju reaksinya adalah
= =

Mengintegrasi dengan kondisi awal PA = PA0 ketika t = 0, dihasilkan


=
=

1
1
1
( 1 1 )
( 1)
0
1

1 (
0

0 1
)
1]
1)
[(

Waktu-paruh didefinisikan sebagai waktu yang diperlukan untuk mengurangi tekanan


menjadi setengah dari nilai awalnya; yaitu,
1

= 12 ketika = 2 0
sehingga persamaan sebelumnya menjadi
1 =
2

21 1
1
( 1 )
( 1) 0

Mengambil logaritma natural dari kedua sisi persamaan di atas diperoleh persamaan
ln1 = ln
2

21 1
+ (1 )ln0
( 1)

yang memiliki bentuk yang sama dengan persamaan linier (y = b + mx)


di mana

y = lnt1/2,
m = 1 - ,
x = lnPA0, dan
b = ln

21 1
(1)

Kemudian dibuat tabel :


lnPA0

lnt1/2

2,772589

4,060443

0,530628

4,867534

1,308333

5,57973

2,028148
39

DIKTAT Semester 3 ~ Departemen Teknik Kimia

Dari regresi linier pada kalkulator diperoleh


b = ln

21 1
(1)

= -2,146, dan

m = 1 - = 0,720.
Sehingga
= 0,28, dan
k = 4,666
Maka persamaan laju reaksinya adalah
= 4,6660,28
(satuan k seharusnya dituliskan bersama nilainya, namun ini tidak demikian karena
satuan data-data pada soal tidak begitu jelas dan sulit saya tebak).
(Penurunan rumus seperti ini ada di Fogler edisi 4 halaman 280-281)
2a.

Struktur XRD
Morfologi XRD atau SEM atau AFM
Kandungan spektroskopi
(Dari bacaan pemicu tahun lalu)

2b.

Bidang [111] :

Struktur FCC :

40

DIKTAT Semester 3 ~ Departemen Teknik Kimia

Penunjukkan atom FCC yang menyentuh bidang [111] :

2c.

Space model dari berlian adalah

dan proyeksi dari model tersebut (yang memperlihatkan koordinat fraksi) adalah

Untuk menghitung jarak ikatan C-C digunakan prinsip geometri biasa bersama
dengan konsep sel satuan :
= [(2 1 )2 + (2 1 )2 + (2 1 )2 ]1/2
di mana

l : jarak C-C,
a : panjang sisi sel,
(x1, y1, z1) : koordinat fraksi dari C pertama, yaitu (0,0,0), dan

41

DIKTAT Semester 3 ~ Departemen Teknik Kimia

(x2, y2, z2) : koordinat fraksi dari C ke-2, yaitu (, , ).


(pasangan titik (C) yang dipilih boleh yang mana saja asalkan dapat mewakili 1
ikatan C-C)

a dapat diperoleh dari perhitungan densitas untuk suatu unit sel :


Densitas unit sel = total massa atom-atom di dalam sel / volum sel
= (jumlah atom di dalam sel massa tiap atom) / (panjang sisi sel)3
= (jumlah atom di dalam sel [massa satu mol atom / bilangan avogadro]) / (panjang sisi
sel)3
= N (Mr / NA) / a3
diketahui dari soal,
N = jumlah dari : fraksi volum atom pada suatu posisi jumlah atom pada posisi
tersebut = (1/8 8) + ( 6) + (1 4) = 8
(1/8 adalah fraksi volum dari atom pada sudut sel dan 8 adalah jumlahnya; adalah
fraksi volum dari atom pada sisi sel dan 6 adalah jumlahnya; 1 adalah fraksi volum
dari atom pada koordinat (, , ), dan 4 adalah jumlahnya)
Mr = 12 g/mol
NA = 6.02 1023 mol-1
Sehingga didapatkan
a = 356,8 pm
Maka
l = 154,5 pm
(Cara penentuan l dari a juga ada di terjemah Alberty edisi 5 halaman 281-282)

42

DIKTAT Semester 3 ~ Departemen Teknik Kimia

43

DIKTAT Semester 3 ~ Departemen Teknik Kimia

Ujian Akhir Semester Ganjil 2006/2007


Kimia Fisika 2
Tanggal

: 27 Desember 2007

Waktu : 90 menit (08.00-09.30)


Sifat

: Open book

Seorang mahasiswi Teknik Kimia sedang mengerjakan tugas akhirnya tentang pemanfaatan
minyak kelapa sebagai emulsifier. Senyawa yang ingin diperolehnya adalah sodium lauril
sulfat dengan rumus kimia (secara umum) sebagai berikut:
CH3-(CH2)10-15-CH2-O-SO3-Na
Penelitiannya dimulai dengan mengubah trigliserida (TG), yang merupakan kandungan
terbesar dalam minyak kelapa, menjadi metil ester dan gliserol (GL) melalui reeaksi
transesterifikasi. Reaksi overall transesterifikasi trigliserida menjadi metil ester adalah
sebagai berikut:
katalis
TG + 3MeOH 3RCOOMe + GL
Reaksi di atas sebenarnya terdiri atas 3 tahapan reaksi, yaitu:

Dengan DG dan MG adalah digliserida dan monogliserida, dan R yang diharapkan adalah
senyawa laurat (-C12). Untuk mendapatkan metil laurat, metil ester yang diperoleh kemudia
dipisahkan dengan memanfaatkan perbedaan titik leleh antara asam-asam lemak yang ada.

44

DIKTAT Semester 3 ~ Departemen Teknik Kimia

Soal 1. Turunkanlah persamaan laju pembentukan metil laurat berdasarkan tahapan reaksi di
atas.

Setelah metil laurat dipisahkan, tahapan penelitian berikutnya adalah pembentukan senyawa
alcohol dari ester metil laurat yang diperoleh, yang dilakukan melalui reaksi hidrogenasi yang
dikatalisis oleh Ni. Dari penelitian tersebut, diperoleh data seperti di bawah ini:
p/Torr

105

282

103z

32.6

87.5

492

594

620

755

798

152.7 184.4 192.4 234.3 247.7

Dengan z = p/p* . Diketahui bahwa pada suhu reaksi p* = 3222 torr.

Soal 2. Jika reaksi tersebut mengikuti persamaan adsorpsi isotermis BET, tentukanlah nilai
konstanta c dan volume yang dibutuhkan untuk membentuk lapisan tunggal.
Setelah memperoleh senyawa alcohol dari ester, masih ada satu tahapan reaksi lagi yang
harus dilakukan mahasiswi tersebut untuk bisa mendapatkan produk akhir. Senyawa akhir
yang diperolehnya akan diujikan pada emulsi minyak dalam air.

Soal 3. Mengapa senyawa tersebut bisa digunakan sebagai emulsifier untuk minyak dalam
air? Mahasiswi tersebut juga harus menguji kestabilan emulsi dan bagaimana cara
mengujinya?

Soal 4. Gunakanlah diagram pendinginan di bawah ini untuk menggambarkan diagram fasa
sistem A & B.

45

DIKTAT Semester 3 ~ Departemen Teknik Kimia

Jawaban
1. Reaksi di atas termasuk dalam reaksi bertahap dan juga reaksi berantai. Untuk
menyelesaikannya, kita dapat menerapkan apa yang dikenal dengan nama steady state
principle. Prinsip ini menyatakan bahwa ketika dalam suatu reaksi terdapat suatu
intermediate maka laju pembentukan intermediate akan sama dengan laju hilangnya
intermediate. Intermediate adalah molekul yang terbentuk pada suatu tahap reaksi dan
kemudian hilang pada tahap reaksi yang berikutnya. Intermediate pada reaksi ini adalah
DG dan MG.
Laju pembentukan DG = laju hilangnya DG
k1[TG][MeOH]+k5[MG][RCOOMe]=k4[DG][RCOOMe]+k2[DG][MeOH]
[DG] = k1[TG][MeOH]+k5[MG][RCOOMe]

(a)

k4[RCOOMe]+k2[MeOH]

Laju pembentukan MG = laju hilangnya MG


k2[DG][MeOH]+k6[GL][RCOOMe]=k5[MG][RCOOMe]+k3[MG][MeOH]
[MG] = k2[DG][MeOH]+k6[GL][RCOOMe]

(b)

k5[RCOOMe]+k3[MeOH]

Laju pembentukan metil laurat


d[RCOOMe] = k1[TG][MeOH]+k2[DG][MeOH]+ k3[MG][MeOH]

(c)

dt

Kemudian substitusi nilai [MG] ke dalam [DG] sehingga nantinya didapat


[DG] = k1k5[TG][MeOH][RCOOMe]+k1k3[TG][MeOH]2+k5k6[GL][RCOOMe]2

(d)

k4k5[RCOOMe]2+k3k4[RCOOMe][MeOH]+k2k3[MeOH]2

Setelah itu masukkan kembali nilai [DG] ke nilai [MG], sehingga didapat nilai [MG]
yang baru : (lakukan substitusi sendiri)
Masukkan nilai (d) dan (e) ke persamaan (c): (lakukan substitusi sendiri)

2. Dalam postulatnya, Brunauer, Emmett, dan Teller mengembangkan persamaan Langmuir,


sehingga dapat digunakan untuk menjelaskan adsorpsi multimolekular pada permukaan
adsorben padat. Persamaan BET yaitu:
46

DIKTAT Semester 3 ~ Departemen Teknik Kimia

1
1
=
+
.
( )

Dimana:

V = volume gas teradsorp pada tekanan P


Vm = volume gas teradsorp untuk membentuk lapisan monolayer
Po = tekanan uap jenuh
C = konstanta pada temperatur yang diberikan dapat berupa:

Catatan: semua satuan volume diturunkan pada kondisi standar (STP)

Sebenarnya, untuk memperoleh harga Vm dan C, dibuat plot antara (

sebagai fungsi

yang berupa grafik garis lurus. Nantinya grafik akan memotong sumbu (

dan memiliki gradient

pada

. namun, karena tidak diberikan data V maka kita harus

bertanya apakah soalnya benar dan tidak ada koreksi. (pesan: pokoknya cara ngerjainnya
begitu, jadi kembangin aja sendiri ya =D)

3. Senyawa tersebut (sabun) dapat digunakan sebagai emulsifier dalam minyak dan air
karena sabun memiliki 2 jenis kepala yaitu :
-

Hidrofil yang suka air

Hidrofob yang suka minyak


Masing-masing kepala akan mengikat air dan minyak mengakibatkan air dan minyak
dapat bersatu.
Kestabilan emulsi adalah kemampuan emulsi untuk mempertahankan kondisinya. Makin
stabil suatu emulsi, makin sulit emulsi tersebut untuk dipisahkan, sebaliknya emulsi yang
tidak stabil akan sangat mudah dipisahkan.
Cara menguji kestabilan emulsi:

Dipanaskan

Didiamkan untuk beberapa waktu/diendapkan

Diberi zat anti emulsi

4.

47

DIKTAT Semester 3 ~ Departemen Teknik Kimia

Note:
-

Sumbu kiri A = 0% B = 100%

Sumbu kanan B = 0% A = 100%

Pembuatan diagram fasa dan penamaan diagram secara detail dapat dilihat di buku Maron
Lando hal 630-645

Pertama buat titik di tempat dimana diberikan presentase masing-masing bagian pada
kurva pendinginan

Sumbu horizontal menandakan suhu, makin suhu turun, titik akan turun ke bawah. Jika
titik turun menemui lembah maka titik itu akan ikut turun bersama lembah sampai
bertemu dengan titik azeotrop

Cara membaca kurva pendinginan:


-

Garis yang menurun berarti suhu turun, titik di diagram fasa juga ikut turun

Perubahan gradient berarti titik bertemu dengan lembah

Garis horizontal berarti titik bertemu dengan titik azeotrop

48

DIKTAT Semester 3 ~ Departemen Teknik Kimia

Ujian Akhir KIMIA FISIKA 2 Semester Ganjil 2007/2008


1. Magnesium oksida dan nikel oksida diketahui tahan terhadap suhu tinggi. Walaupun
demikian, keduanya akan meleleh jika berada pada suhu yang cukup tinggi. Karakteristik
dari campuran kedua senyawa ini sangat menarik bagi industri keramik. Gambarkan
diagram suhu vs komposisi untuk sistem tersebut di atas dengan menggunakan data di
bawah ini, dimana x sebagai fraksi mol MgO di dalam padatan dan y sebagai fraksi molnya di dalam cairan.
Suhu (oC)

1960

2200

2400

2600

2800

0,35

0,60

0,83

1,00

0,18

0,38

0,65

1,00

Tentukan:
a. Titik leleh campuran, jika x = 0,30.
b. Komposisi dan proporsi fasa yang ada, jika padatan dengan komposisi pada (a)
dipanaskan hingga suhu 2200oC
c. Suhu pada saat cairan yang komposisinya y = 0,70 mulai memadat.

2. Arang merupakan suatu padatan berpori yang mengandung 85-95% karbon, dihasilkan
dari bahan-bahan yang mengandung karbon dengan pemanasan pada suhu tinggi. Ketika
pemanasan berlangsung, diusahakan agar tidak terjadi kebocoran udara di dalam ruangan
pemanasan sehingga bahan yang mengandung karbon tersebut hanya terkarbonisasi dan
tidak teroksidasi.
Arang selain digunakan sebagai bahan bakar, juga dapat digunakan sebagai adsorben.
Daya serap ditentukan oleh luas permukaan partikel dan kemampuan ini dapat menjadi
lebih tinggi jika terhadap arang tersebut dilakukan aktifasi dengan aktif faktor bahanbahan kimia ataupun dengan pemanasan pada temperatur tinggi. Dengan demikian, arang
akan mengalami perubahan sifat-sifat fisika dan kimia. Arang yang demikian disebut
sebagai arang aktif.
Suatu penelitian dilakukan untuk melihat kemampuan arang (padat) mengadsorps asam
asetat (cair), dimana adsorpsi cair dalam padatan seringkali mengikuti isotherm
Freundlich. Data yang diperoleh dari proses adsorpsi asam asetat pada arang tersebut,
pada suhu 25oC adalah sbb:
[asam](M)

0,05

0,10

0,50

1,0

1,5

Wa (gr)

0,04

0,06

0,12

0,16

0,19

49

DIKTAT Semester 3 ~ Departemen Teknik Kimia

Dengan Wa merupakan massa yang teradsorp per satuan massa arang


a. Ujilah berlakunya isotherm Freundlich pada proses absorpsi di atas, dan carilah nilai
parameter-parameter pada persamaan isotherm tersebut.
b. Uji pula apakah absorpsi asam asetat pada arang ini, akan direpresentasikan lebih baik
oleh isotherm lainnya.

50

DIKTAT Semester 3 ~ Departemen Teknik Kimia

Jawaban
1. Dari data dapat dibuat grafik kesetimbangan MgO-NiO sbb:

a. Titik leleh campuran jika x = 0.3


Untuk mengetahui suhu campuran mulai meleleh dari grafik kesetimbangan saat x =
0,3 (titik A) ditarik garis lurus keatas hingga menyentuh kurva padatan (titik B), dari
titik B ditarik garis ke kiri untuk mengetahui suhu. Dan didapat titik leleh sekitar
2150oC
b. Fraksi dan komposisi jika padatan pada (a) dipanaskan hingga 2200oC
Untuk mengetahui komposisi dari grafik kesetimbangan saat x = 0,3 (titik A) ditarik
garis lurus ke atas hingga menyentuh garis suhu 2200oC (titik C). Dari titik C ditarik
garis ke kanan dank e kiri sampai menyentuh kurva padatan (titik E) dan cairan (titik
D). Dari titik D ditarik garis lurus ke bawah untuk mendapatkan komposisi cairan,
dan didapat komposisi cairannya adalah 18%MgO 82%NiO. Dari titik E ditarik
garis lurus ke bawah untuk mendapatkan komposisi padatannya, dan didapatkan
komposisi padatannya adalah 35%MgO 65%NiO.
c. Suhu saat cairan mulai memadat jika y = 0,7
Dari daerah fasa cair, ditarik garis lurus ke bawah dengan y = 0,7, saat menyentuh
kurva cairan (titik F) tarik garis ke kiri untuk mendapatkan data suhu, dan didapat
suhu cairan mulai memadat sekitar 2650oC.

2. Penyelesaian:
51

DIKTAT Semester 3 ~ Departemen Teknik Kimia

a. Untuk menguji isotherm Freundlich, perlu dibuat grafik antara log C vs log y, jika
grafik yang dihasilkan linear maka memenuhi isotherm Freundlich.
Persamaan isotherm Freundlich:
y = kc1/n
log y = 1/n log C + log k
p = ax + b
y (gr) C (M) p=log y (sb-y)

log C (sb-x)

0.04

0.05

-1.397940009 -1.301029996

0.06

0.1

-1.22184875

-1

0.12

0.5

-0.920818754

0.301029996

0.16

-0.795880017

0.19

1.5

-0.721246399

0.176091259

Dengan least square didapat:

1/n = slope
n = 1/slope = 1/0.45 = 2.22
log k = b
k = 10b = 10-0.7931 = 0.161
maka didapat parameter pada pers. Freundlich yaitu n = 2.22 dan k = 0.161

52

DIKTAT Semester 3 ~ Departemen Teknik Kimia

a. Untuk menguji apakah Pers. Langmuir merepresentasikan soal ini dengan lebih baik,
maka perlu dibbuat grafik C vs C/n, dan dilihat apakah grafiknya linear, jika
grafiknya linear maka dilihat dari nilai R2 dari grafik Freundlich dan Langmuir. Nilai
R2 yang lebih besar lebih bagus.
Pers. Langmuir:

=
+

= +
C (sb-x) Massa Mol

C/n (sb-y)

0.05

0.04

0.000667 75

0.1

0.06

0.001

100

0.5

0.12

0.002

250

0.16

0.002667 375

1.5

0.19

0.003167 473.6842

Dengan least square didapat:

Dari grafik terlihat bahwa nilai R2 yang dihasilkan oleh isotherm Freundlich lebih
besar dibandingkan dengan Langmuir. Maka isotherm Freundlich merepresentasikan
soal ini dengan lebih baik. Pers BET tidak diuji cobakan karena BET digunakan untuk
soal dengan variasi tekanan.
Note: Jangan sepenuhnya percaya dengan jawaban ini ya

53

DIKTAT Semester 3 ~ Departemen Teknik Kimia

Ujian Akhir KIMIA FISIKA 2 Semester Ganjil 2008/2009


1. Berikut adalah data adsorpsi gas A dalam larutan B pada suhu 18,6oC, yaitu:
p (kPa)

5.3 8.4 14.4 29.2 62.1 74.0 80.1 102.0

V (cm3) 9.2 9.8 10.3 11.3 12.9 13.1 13.4

14.1

Ujilah, apakah data yang diberikan mengikuti persamaan Langmuir ataukah BET. Dan
tentukan variabel/konstanta dari persamaan yang sesuai dengan fenomena adsorpsi gas
tersebut dalam larutan. Diketahui p* = 819.7 kPa

2. Data berikut adalah data adsorpsi H2 pada permukaan 1,00 g Cu pada suhu 0oC (kondisi
STP), yaitu
p (atm)

0.050

0.100

0.150

0.200

0.250

V (cm3)

23.8

13.3

8.70

6.80

5.71

Tentukan volum untuk membentuk lapisan monolayer dan tentukan luas permukaan Cu.
Diketahui densitas dari hidrogen cair adalah 0.708 g cm-3.

3. Figure 1 and 2 show the experimentally determined phase diagrams for nearly ideal
solution of hexane and heptane. (a) Label the regions of the diagrams to which phases are
present. (b) For a solution containing 1 mol each of hexane and heptane, estimate the
vapour pressure at 70oC when vaporization on reduction of the external pressure just
begins. (c) What is the vapour pressure of the solution at 70oC when just one drop of
liquid remains. (d) Estimate from the figures the mole fraction of hexane in the liquid and
vapour phases for the condition of part (b). (e) What are the mole fractions for the
condition of part (c)? (f) At 85oC and 760 torr, what are the amounts substance in the
liquid and vapour phases when zheptane = 0.40?

54

DIKTAT Semester 3 ~ Departemen Teknik Kimia

Jawaban
1a. Persamaan Langmuir
1
= +

= +

Dengan metode least square didapat:


y = 0.0696x + 0.3697; R2 = 0.9967
b/a
V

P/V

5.3

9.2

0.576087

8.4

9.8

0.857143

14.4

10.3

1.398058

29.2

11.3

2.584071

62.1

12.9

4.813953

74

13.1

5.648855

80.1

13.4

5.977612

102

14.1

7.234043

Grafik Langmuir
8
y = 0.0696x + 0.3697
R = 0.9967

7
6
5

P/V

1/a

4
3
2
1
0
0

1/a = 0.3697; a = 2.7049

20

40

60
P

80

100

b/a = 0.0696; b = 0.1883

1b. Persamaan BET


P* = Po = 819.7 kPa

1
1
=
+
(
)
( )

= +

Dengan metode least square didapat:


y = 0.0795x + 0.0003; R2 = 0.9994
=

1
= 0.0795

1
= 0.0003

0.0795
+1=
+ 1 = 266

0.0003

1
1
=
= 12.53
266 . 0.0003

Dipilih BET, karena memiliki nilai R2 yang lebih mendekati 1.


55

120

DIKTAT Semester 3 ~ Departemen Teknik Kimia

5.3

9.2

0.576087 0.006466

814.4

0.00070738

8.4

9.8

0.857143 0.010248

811.3

0.00105651

14.4 10.3 1.398058 0.017567

805.3

0.00173607

29.2 11.3 2.584071 0.035623

790.5

0.00326891

62.1 12.9 4.813953 0.075759

757.6

0.00635422

13.1 5.648855 0.090277

745.7

0.00757524

80.1 13.4 5.977612 0.097719

739.6

0.00808222

102

717.7

0.01007948

74

P/V

P/P0

(P0-P) P/(V*(P0-P)

14.1 7.234043 0.124436

Grafik BET
0.07
0.06

y = 0.2815x - 0.017
R = 0.9565

P/(V*(P0-P)

0.05
0.04
0.03
0.02
0.01
0
-0.01

0.05

0.1

0.15

0.2

0.25

P/P0

2. Dibuat grafik BET, dengan rumus:

1
1
=
+(
)
)

= +

P/V

P/P0

(P0-P)

P/(V*(P0-P)

0.05

23.8

0.00210084

0.05

0.95

0.00221141

0.1

13.3

0.007518797

0.1

0.9

0.00835422

0.15

8.7

0.017241379

0.15

0.85

0.02028398

0.2

6.8

0.029411765

0.2

0.8

0.03676471

0.25

5.71

0.043782837

0.25

0.75

0.05837712

56

0.3

DIKTAT Semester 3 ~ Departemen Teknik Kimia

Grafik BET
0.07
0.06

y = 0.2815x - 0.017
R = 0.9565

P/(V*(P0-P)

0.05
0.04
0.03

Series1

0.02

Linear (Series1)

0.01
0
-0.01 0

0.05

0.1

0.15
P/P0

0.2

0.25

0.3

Didapatkan persamaan y = 0.2815x - 0.017


Dimana Po = 1 atm
=

1
= 0.2815

1
= 0.017

0.2815
+1=
+1

0.017
= 15.56

1
1
=
= 3.781
15.56 . 0.017

2
63.55
=(
) 3=(
)
.
0.708 3 . 6.02 . 1023

2
3

= 1.49 1022 2

=(
) .
.
=(

1 atm. 3.781 cm3


) 6.02 . 1023 molekulmol x 1.49 x 10-22 cm2 molekul
82.05 cm3 atm K -1 mol-1 . 273.2 K

= 0.015 2
Dimana:
= Luas permukaan padatan per m

S = luas permukaan 1 molekul

adsorben

adsorbat

Po = 1 atm

R = konstanta gas

To = 273.2 K

Vm = vol yang dibutuhkan untuk

N = bilangan Avogadro

membentuk lapisan monolayer

57

DIKTAT Semester 3 ~ Departemen Teknik Kimia

(a) (bisa dilihat pada gambar di atas; dimana v=vapour, l=liquid)


(b) zC6 = 0.5 ; zC7 = 0.5, tekanan saat penguapan baru dimulai = 620 torr
(c) P saat titik terakhir liquid tersisa = 500 torr
(d) Untuk kondisi B, zC7 = 0.09, zC6 = 1-0.09 = 0.91
(e) Untuk kondisi C, zC7 = 0.27, zC6 = 1-0.27 = 0.73
(f) Semua vapour

58

DIKTAT Semester 3 ~ Departemen Teknik Kimia

59

DIKTAT Semester 3 ~ Departemen Teknik Kimia

60

DIKTAT Semester 3 ~ Departemen Teknik Kimia

61

DIKTAT Semester 3 ~ Departemen Teknik Kimia

62

DIKTAT Semester 3 ~ Departemen Teknik Kimia

KIMIA ANALITIK
UJIAN AKHIR SEMESTER KIMIA ANALITIK 2013/2014
Waktu : 90 menit
Pengajar : Dr. Ir. Dianursanti, MT
1. Anak usia sekolah adalah investasi bangsa karena mereka adalah generasi penerus
bangsa. Kualitas bangsa di masa depan ditentukan dari kualitas anak anak saat ini.
Dalam masa tumbuh kembang tersebut pemberian nutrisi atau asupan makanan pada
anak tidak selalu dapat dilaksanakan dengan sempurna,. Masalah yang sering kali
muncul adalah pemberian makanan yang tidak selalu dapat dilaksanakan dengan
sempurna. Masalah yang sering terjadi adalah pemberian makanan yang tidak
memenuhi kebutuhan gizi maupun tidak memperhatikan higienitas makanan tersebut.
Jajajanan yang dkonsumsi anak-anak, terutama di indonesia mengandung zat0zat
berbahaya untuk dikonsumsu karena dapay menimbulkan penyakit, diantaranya
mengandung logam Cu dan Zn.
a. Menurut anda mengapa jajanan yang dokonsumsi tersebut berpotensi mengandung
logam-logam berat seperti Cu dan Zn? Bagaiaman hal ini dapat terjadi?
b. Metoda anlisis apa yang anda pilih untuk menganalisis kandungan logam
tersebut? Mengapa? (jelaskan kelebihannya)
c. Bagaimana prinsip kerjanya?
2. Peristiwa tummpahnya ribuat ton minyak bumi ke perairan telah terjadi dimana-mana.
Akibat langsung yang teramati adalah tercemarnya laut dan pantai. Pada banyak
peristiwa perusaka perairan dan pantai kerena tumpahan minyak bumi pelakunya
tidak dapat diketahui. Kelompok pemerhati lingkungan berusaha keras untuk
mencegah terjadinya peristiwa tumpahan minyak bumi dan mengusut pihak pihak
yang bertanggung jawab. Utnuk tujuan tersebut salah satu kelompok pemerhati
lingkungan meninta grup anda untuk membantu mereka mencari solusinya dengan
menentukan spesifikasi tumpahan minyak bumi sehingga mereka dapat
mengidentifikasi sumber minyak bumi tersebut dan siapa yang bertanggung jawab.
a. Berikan beberapa alternatif merode analisis unutk menyelesaikan masalah diatas
dan jelaskan mengapa metode tersebut terpilih.
b. Konsentrasu suatu senyawa antibiotik dianalisis dengan menggunakan
spektroskopi infranerah (IR) pada daerah 2200/cm. Sampel yang tidak diketahui
mempunyai absorbansi sebesar 0,180; sedang pembacaan absorbansi untuk
beberapa konsentrasi larutan standar adalah sbb :
Absorbansi
[Standar] ppm
0.040

0.110

0.8
63

DIKTAT Semester 3 ~ Departemen Teknik Kimia

0.160

1.4

0.220

2.2

0.290

3.0

Bagaimana anda menentukan besarnya konsentrai sampel antibiotik tersebut?


3. Limbah organik dari industri banyak yang bersifat karsinogen. Pada salah satu
industri kimia yang anda tangani anda mengetahui bahwa limbah yang dikeluarkan
mengandung tiga senyawa utama, yaitu eter, heksana dan etilbenzena. Anda beserta
kelompok kerja yang ditunjuk telah menetapkan untuk menggunakan teknik analisis
kromatografi gas. bila dgunakan kolom sepanjang 10 ft dengan diameter kolom 1/8
inchi, dan laju alir fasa gerak sebesar 26.4 mL/menit, diperoleh data sbb. Dalam
kromatogram :
Luas puncak, unit Lebar puncak, W,
senyawa
tr, menit
menit
luas
Eter

1.78

1.2

0.31

Heksana

6.78

3.6

0.84

1.64
18.14
0.8
etilbenzena
a. Bila diinjeksikan sampel dalam jumlah yang sama dengan sampel limbah tapi
berisikan larutan standar eter dengan konsentrasi 25 ppm, kemudian diperoleh
luas dibawah puncak sebesar 2.4 satuan luas, bagaimana anda menetapkan
komposisi limbah yang dianalisis.
b. Menurut anda apakah panjang kolom di atas belum optimum, berapa panjang
kolom yang seharusnya diperlukan?

64

DIKTAT Semester 3 ~ Departemen Teknik Kimia

JAWABAN UAS KITIK


1.

A. Jawab dengan analisis sendiri. Pelajari logam Cu dan Zn secara umum, sumbernya, sifatnya, dan
lain-lain lalu dikaitkan dengan jajanan anak.
B. Jawab dengan analisis sendiri.
C. Jelaskan prinsip kerja analisis yang dipilih. secara singkat dan tepat

2.

A. Jawab dengan analisis sendiri. Jelaskan beberapa alternatif metode analisis dengan singkat, jelas,
dan tepat prinsip kerjanya.
B.

[standar] ppm

absorbansi
0.040

0.110

0.8

0.160

1.4

0.220

2.2

0.290

3.0
Kurva larutan standar:

Kurva Standar
3.5
y = 12.122x - 0.508

3
2.5
2

absorbansi

1.5

Linear (absorbansi)

1
0.5
0
-0.5

0.1

0.2

0.3

0.4

Persamaan garis lurus dari kurva larutan standar:


= 12.122 0.508
Diketahui absorbansi sampel sebesar 0.180, maka besarnya konsentrasi sampel (dalam ppm):
= 12.122(0.180) 0.508
= 1.67396 1.67

3.

A. Tanya asisten.
B. Resolusi kolom:
65

DIKTAT Semester 3 ~ Departemen Teknik Kimia

2(2 1)
1 + 2
dimana W1 dan W2 adalah lebar dasar puncak.
2(6.78 1.78)
=
0.31 + 0.84
= 8.7
Panjang kolom belum menghasilkan resolusi terbaik untuk analisis kandungan eter dan heksana
karena nilai resolusi kolom lebih dari 1.5. Hal ini menyebabkan kedua campuran dapat terpisah
dengan baik namun dalam waktu yang lama.
=

C.

1 = 16 ( )

1.78 2
1 = 16 (
)
0.31
1 = 527.16

2 = 16 ( )

6.78 2
2 = 16 (
)
0.84
1 = 65.13

1
2

527.16+65.13
2

= 296.145

1
2

8.7 65.13
=
1.5
2
8.07
5.8 =
2
2 = 1.93

1
2

1
2

10 65.13
=
2
1.93
10
= 33.75
2
2 = 0.29

66

DIKTAT Semester 3 ~ Departemen Teknik Kimia

Ujian Akhir Semester Kimia Analitik, Semester Gasal 2005


Senin, 28 Desember 2005, Waktu (90 menit), Sifat Ujian: Buku terbuka
Soal No. 1(nilai 40)
Anda adalah senior engineer di refinery plant. Fraksi tertentu dari hasil kilang minyak
bumi ini dapat digunakan sebagai bahan baku untuk suatu produk kimia atau digunakan
sebagai pelarut, media, pembawa/ carrier bahan lain dalam suatu proses industri. Anda
diminta menjelaskan suatu fraksi tertentu dan mengidentifikasi struktur senyawa tersebut.
Setelah struktur senyawa itu teridentifikasi dan aplikasinya diketahui, anda diminta
mencampurnya dengan suatu aditif sehingga senyawa tersebut memiliki aplikasi khusus dan
nilainya bertambah. Senyawa yang anda pisahkan tersebut ternyata memiliki daya melarutkan
senyawa organik yang tinggi tapi dengan nilai konstanta dielektrik yang rendah, sehingga
tergolong senyawa tidak polar. Di laboratorium anda mengidentifikasi senyawa tersebut
menggunakan Mass Spectrometer, IR Spectrometer dan NMR Spectrometer. Hasil
pengamatan sampel sbb:

Spektroskopi Massa : diperoleh informasi bahwa senyawa ini memiliki m/e sebesar
120, dan analisis komponen sebagai berikut : 90.01% C, dan 9.99% H

Spektroskopi IR dan NMR: terlihat pada spektra terlampir.

Tugas :

67

DIKTAT Semester 3 ~ Departemen Teknik Kimia

a. Jelaskan tentang rumus molekul senyawa tersebut yang diperoleh dari spektroskopi massa.
Apakah anda dapat menentukan jumlah ketidakjenuhannya dan memperkirakan golongan
senyawa ini?
b. Informasi apa saja yang diperoleh dari spektra Spektroskopi Inframerah untuk puncak
absorpsi A,B,C,D, dan E?
c. Jelaskan berdasarkan spektroskopi NMR untuk hal berikut :
1. Mengapa terjadi pergeseran kimia (chemical shift) pada inti (proton) suatu gugus
molekul dan faktor apa saja yang mempengaruhi besarnya pergeseran kimia tersebut.
2. Informasi apa yang diperoleh dari posisi pergeseran kimia (chemical shift) serta
adanya split pada puncak spektra NMR?
d. Gunakan informasi semua data spektroskopi yang dipakai untuk menentukan struktur
senyawa.
Berikan argumentasi dalam menentukan struktur yang tepat.

Soal no. 2(nilai 40)


Salah satu hasil suatu pabrik kimia adalah senyawa ester. Penelitian mengenai produknya
menunjukkan terdapat tiga jenis ester yang terbentuk, yaitu metil asetat, metil propionat, dan
metil butirat.
Dari hasil analisa GC terhadap sampel yang dianalisa pada suhu 350 oC, menunjukkan hal
berikut :
Area (unit luas) (RT), menit Respon faktor, area/mol
Metil asetat

20517

0,96

5433,11

Metil propionat

54853,5

1,38

18166,67

Metil butirat

29340,5

1,62

8359,94

Diketahui jenis kolom yang digunakan adalah kolom gas kuropack dengan diameter kolom
sebesar 5 mm dan panjang kolom sebesar 2 m. Dalam kalibrasi dengan menggunakan larutan
standar masing-masing diperoleh Respon faktor seperti tertulis pada tabel.
Tugas :
a. Bagaimana anda dapat menentukan jumlah mol masing-masing ester tersebut.
b. Bagaimana anda menetapkan faktor selektivitas kolom terhadap pemisahan metil propionat
dan metil butirat? Diketahui puncak fasa gerak muncul pada 0.45 menit.

68

DIKTAT Semester 3 ~ Departemen Teknik Kimia

c. Bagaimana anda menentukan nilai resolusi kolom untuk pemisahan metil propionat dan
metil butirat jika diketahui lebar dasar puncak masing-masing adalah 0.21 menit dan 0.31
menit?
d. Apakah resolusi kolom tersebut sudah optimum? Jelaskan.
e. Tentukanlah waktu elusi agar pemisahan metil butirat optimum?

Soal no. 3 (nilai 20)


Anda sedang melakukan penelitian tentang kandungan logam arsen dalam sungai ciliwung.
Spektroskopi serapan atom dapat digunakan untuk mengamati kandungan arsen tsb.
Penelitian di laboratorium yang anda lakukan adalah sebagai berikut :
Anda memasukkan masing-masing 500 mL cuplikan air sungai ke dalam lima buah labu ukur
1000 mL. Larutan standar arsen dengan konsentrai 25 ppb ditambahkan ke dalam labu
tersebut dengan berbagai variasi volume dari 0-200 mL kemudian diencerkan. 5 mL larutan
diambil dari setiap labu ukur untuk dianalisis dengan AAS. Diketahui Vs, Vx dan Vt adalah
berturut-turut volume larutan standar arsen, volume cuplikan air sungai dan volume total
larutan dalam labu ukur. Sedangkan Cx dan Cs adalah konsentrasi arsen dalam larutan
cuplikan dan dalam larutan standar. Dengan membuat plot antara absorbansi (A) dan volum
larutan standar arsen diperoleh suatu garis linier dengan persamaan Y=a+bX, di mana a
sebagai intersep dan b adalah kemiringan garis linier.

Tugas :
a. Bagaimana memperoleh persamaan garis linier yang mengkaitkan absorbansi dengan
volume larutan standar, larutan cuplikan, dan volum total serta konsentrasi larutan
standar maupun cuplikan.
b. Bila kemiringan garis/ intersep menghasilkan nilai sebesar 300 satuan volum (mL)
bagaimana anda menentukan konsentrasi arsen dalam air sungai (satuan ppb)

69

DIKTAT Semester 3 ~ Departemen Teknik Kimia

Jawaban
Soal no. 1
a. Dari MS diketahui BM sample adalah 120 dengan 90.01%C; 9.99%H; maka

90.01 9.99
:

12
1
9: 12
Maka rumus molekul dari senyawa tersebut adalah C9H12
Jumlah ketidakjenuhan dari senyawa tersebut adalah
Jumlah ketidakjenuhan =
=

[( 2)] + 2

2
[9(4 2) + 10(1 2)] + 2
=
=4
2
Ketidakjenuhan senyawa ini adalah 4. Dilihat dari rumus molekul dan jumlah
ketidakjenuhan dari senyawa ini, dapat diperkirakan bahwa senyawa ini termasuk ke
dalam golongan senyawa aromatik.
b. Dari spektroskopi IR diperoleh
Puncak

Ikatan

Gugus fungsi

C-H

Alkena/aromatik

C-H

Alkana

C=C

Aromatik

C-C

Alkana

-(CH2)n

Alkana

c. Spektroskopi NMR
1. Pergerseran kimia : posisi frekuensi resonansi sebuah proton tertentu dalam
pengaruh medan magnet luar berkekuatan tertentu. Timbul akibat sirkulasi
elektron mengelilingi inti di bawah pengaruh medan magnet. Perbedaan frekuensi
absorbsi proton akibat perbedaan lokasi letak atom H terikat menimbulkan efek
pergeseran kimia ini. Faktor yang mempengaruhi : faktor induksi, aniosotropi
ikatan kimia, tidak terlindungi van der walls. (baca aja di underwood atau skoog)

70

DIKTAT Semester 3 ~ Departemen Teknik Kimia

2. Dari posisi pergeseran kimia dari spectrum NMR dapat dilihat bahwa terdapat 5
lingkungan atau lokasi letak atom H terikat yang berbeda dengan perbandingan
5:2:2:3 perbandingan ini adalah perbandingan real dari atom H.
5: singlet : atom tersebut tidak memiliki proton tetangga yang memiliki
lingkungan yang berbeda.
2:triplet : atom ini memiliki 2 proton tetangga dengan lingkungan berbeda.
2: sekstet : memiliki 5 proton tetangga dengan lingkungan berbeda
3: triplet : memiliki 2 proton tetangga dengan lingkungan berbeda
d. Struktur senyawa sampel dengan rumus molekul C9H12.
Dari spektrum IR diketahui bahwa senyawa ini memiliki gugus aromatik dan alkana.
Pemilihan aromatik dikarenakan cincin benzena memiliki ketidakjenuhan sama
dengan senyawa ini yaitu 4 dan juga rumus molekul senyawa yang perbandingan C :
H nya kecil

a : 3 triplet : memiliki proton tetangga b yang berjumlah 2


b : 2 sekstet : memiliki 5 proton tetangga dengan lingkungan yang berbeda. 3 dari
proton a dan 2 dari proton c
c : 2 triplet : memiliki 2 proton tetangga dari lingkungan b
d : 5 singlot : tidak dipengaruhi oleh proton tetangga manapun karena tidak ada
yang berdekatan.

71

DIKTAT Semester 3 ~ Departemen Teknik Kimia

Soal no. 2
a. Jumlah mol masing-masing ester
Area

RT

Respon faktor Faktor kalibrasi (F) Jumlah mol


(F x Area)

Metil asetat

20517

0.96 5433.11

0.00018

3.78

Metil propionate 54853.5 1.38 18166.67

0.000055

3.02

Metil butirat

0.00012

3.51

29340.5 1.62 8359.94

b. (tR)metil propionat = 1.38 menit


(tR)metil butirat = 1.62 menit
Tm = 0.45 menit
() =

( )
1.62 0.45
=
= 1.258
( ) 1.38 0.45

c. Wmetil propionat = 0.21 menit


Wmetil butirat = 0.31 menit
() =

2{( ) ( ) } 2(1.62 1.38)


=

0.21 + 0.31

= 0.92

d. Bisa diliat dari properties kolomnya. Trus diitung oleh resolusi kolom idealnya n
dibandingin ama resolusi kolom hasil perhitungan sebelumnya, udah optimum atau
belum ... (baca ada di buku analytical chemistry, skoog).
e. idem... kalo udah dapet Rs yang optimum tinggal diitung tRnya, rumusnya juga ada
disitu koq....

Soal no. 3
a. Persamaan garis linier
=

( + )

. = +
= +
Dari data yang ada diketahui volume dan konsentrasi larutan standar, volume dan
absorbansi total. Dengan persamaan di atas diplot [Link] sebagai sumbu x dan Vscs
sebagai sumbu y. Sehingga diperoleh suatu kurva kalibrasi dengan persamaan garis
linier Y=A+bX.
72

DIKTAT Semester 3 ~ Departemen Teknik Kimia

b. Intersep merupakan titik potong garis linier terhadap sumbu y atau saat x=0 dari titik
pada kurva kalibrasi yang telah dibuat dengan persamaan di atas kita dapat mencari
nilai dari k. Sehingga saat intersep menghasilkan nilai sebesar 300 satuan volum (ml)
dan volume sampel diketahui saat pembuatan larutan analit maka dapat diperoleh nilai
konsentrasi sampel dalam air sungai (satuan ppb) dengan memasukkan nilai-nilai
tersebut ke dalam persamaan garis linier kurva kalibrasi.

73

DIKTAT Semester 3 ~ Departemen Teknik Kimia

74

DIKTAT Semester 3 ~ Departemen Teknik Kimia

75

DIKTAT Semester 3 ~ Departemen Teknik Kimia

76

DIKTAT Semester 3 ~ Departemen Teknik Kimia

77

DIKTAT Semester 3 ~ Departemen Teknik Kimia

UJIAN AKHIR SEMESTER KIMIA ANALITIK 2010/2011


HARI: KAMIS, 30 DESEMBER 2010; JAM: 13.00-14.30 (90 MENIT)
Pengajar: Ir. Dianursanti, MT

1. Bila dalam suatu percobaan anda menggunakan gas chromatograph. Sampel standar anda
terdiri dari campuran hexachlorobenzene dan pentachlorobenzene sebagai standar dalam.
Sampel setelah diinjeksikan pada gas chromatograph (GC) yang dilengkapi dengan
electron capture detector (EC). Tinggi puncak akan digunakan sebagai kuantitas senyawa
yang terdeteksi, yang juga terdapat dalam sampel. Hasil yang diperoleh:

Dari 5 L larutan standar hexachlorobenzene dan pentachlorobenzene masing-masing


menunjukkan puncak pada 2.7 dan 8.2 menit.

Sebanyak 5 L dari campuran sampel standar menghasilkan data sbb:


Tinggi puncak

Konsentrasi (ml/ml)

hexachloroben

hexachlorobenzene

zene (mm)

dalam sampel standar

1.9

3.75

5%

0.2

1.8

7.50

10 %

0.3

1.7

11.25

15 %

0.4

1.6

15

20 %

0.5

1.5

18.75

25 %

Hexachlorobenze

Pentachlorobenze

ne (mL)

ne (mL)

0.1

Dengan cara yang sama seperti sampel standar, dari hasil injeksi 5 L sample air
minum diperoleh punak pada 2.7 menit dengan tinggi senilai 9.25 mm

Pada salah satu campuran standar hexachlorobenzene dan pentachlorobenzene yang


digunakan menunjukkan data sbb: lebar dasar puncak pada hexachlorobenzene dan
pentachlorobenzene berturut-turut adalah 1.56 menit dan 2.85 menit.

Pertanyaan:
a. Bagaimana anda menentukan kandungan hexachlorobenzene dalam sampel air minum
tersebut?
b. Jika diketahui panjang kolom yang digunakan adalah 30,0 cm, menurut anda apakah
panjang kolom tersebut sudah menghasilkan resolusi terbaik?
c. Jika menurut anda panjang kolom di atas belum optimum, berapa panjang kolom yang
seharusnya diperlukan?

78

DIKTAT Semester 3 ~ Departemen Teknik Kimia

d. Bagaimana anda menjelaskan prinsip dasar pemisahan dalam kromatografi secara


umum?

2. Suatu larutan yang mengandung Cr akan ditentukan konsentrasinya dengan memipet 10


ml masing-masing ke dalam 2 labu yang berukuran 50 ml. Larutan standar yang
mengandung 15.5 ppm Cr ditambahkan ke dalam labu dan kemudian larutan diencerkan
sesuai dengan volume labu ukur. Larutan tersebut dianalisis menggunakan AAS sehingga
diketahui kandungan Crnya. Dari data absorbansi semua sampel, Anda membuat plot
antara absorbansi (A) dengan volume standar (Vs) sehingga diperoleh persamaan
A=a+bVs dengan a adalah intersep dan b adalah kemiringan kurva linier. Diketahui nilai
a/b=15 unit. Dan volume sampel=Vx, konsentrasi analit dalam sampel=Cx, serta
konsentrasi Cr dalam larutan standar= Cs.
a. Bagaimana anda menentukan konsentrasi Cr dalam sampel?
b. Apakah perbedaan spektroskopi emisi nyala dan spektroskopi atom?

79

DIKTAT Semester 3 ~ Departemen Teknik Kimia

Jawaban
1a. plot konsentrasi hexaclorobenzene (ml/ml) versus tinggi puncak
30%
25%
20%
15%
10%
5%
0%
3.75

7.5

11.25

15

18.75

Dari grafik di atas, dapat disimpulkan bahwa hubungan dari konsentrasi dengan tinggi
puncak adalah sbb:


)=

75

9.25
( ) =

75

( ) = 0.13 = 13%

Karena volume sampel adalah 5 L, maka


= 5 13%
= 0.65
b. =
=

2(2 1 )
1+2

2(8.2 2.7)
= 2.49
1.56 + 2.85

Panjang kolom tersebut belum menghasilkan resolusi kolom terbaik. Sebab, resolusi kolom
yang dihasilkan bernilai lebih dari 1.5. Hal itu menyebabkan kedua campuran dapat terpisah
dengan baik, namun proses berlangsung terlalu lama sehingga biaya yang digunakan dalam
pemisahan menjadi mahal.
1 = 16 (

1 2
2.7 2
) = 16 (
)
1
1.56

1 = 47.9
80

DIKTAT Semester 3 ~ Departemen Teknik Kimia

2 2
8.2 2
2 = 16 ( ) = 16 (
)
2
2.85
2 = 132.4
=

47.9 + 132.4
= 90.15
2

1 1
=
2 2

1 1
=
2 2
30 90.15
=
2
35.72

2.49 90.15
=
1.5
2

2 = 11.89

2 = 5.72
2 = 32.72
d. Kromatografi adalah metode pemisahan campuran menjadi komponen-komponennya
berdasarkan perbedaan sifat fisiknya. Senyawa yang terlibat dalam pemisahan secara
kromatografi antara lain adalah gas pembawa(fasa stasioner) dan fasa diam. Fasa stasioner
bertugas membawa sampel melalui kolom. Waktu yang diperlukan komponen untuk melalui
kolom (waktu retensi) dipengaruhi oleh kelarutan komponen dalam fasa stasioner. Fasa diam
bertugas sebagai penahan laju komponen di dalam kolom. Pemisahan tercapai karena adanya
interaksi komponen-komponen dalam campuran dengan fasa stasioner dan fasa diam.
Interaksi tersebut menyebabkan waktu retensi dari tiap-tiap komponen dalam campuran
berbeda sehingga dapat dipisahkan.

2 a. = (

) + ( ) ( )

= +
=



, =


15.5
= ( ) ( ) = (
) 15 = 23.25

10

81

DIKTAT Semester 3 ~ Departemen Teknik Kimia

2 b. Spektroskopi emisi nyala merupakan metode analisis untuk penentuan unsur-unsur yang
berada pada jumlah kecil dengan berdasarkan emisi spontan dari atom bebas atau ion ketika
terjadi eksitasi akibat energy panas atau listrik. Sedangkan AAS adalah metode analisis untuk
penentuan unsur-unsur yang berada dalam jumlah kecil, berdasarkan pada absorbs atau
penyerapan radiasi oleh atom bebas.
Metode AES dapat mendeteksi berbagai unsur pada saat yang bersamaan sementara AAs
cenderung hanya satu unsur.
AES menggunakan polikromator untuk memisahkan spectral pada garis emisi atom
sedangkan AAS menggunakan monokromator.

82

DIKTAT Semester 3 ~ Departemen Teknik Kimia

METODE NUMERIK
UJIAN AKHIR SEMESTER 2006-2007
METODE NUMERIK
Tanggal 24 MEI 2006
Waktu 75 menit
Sifat buku terbuka
1. Cari akar persamaan f(x) = x3 x 1 dengan menggunakan
a. Metode biseksi dengan taksiran awal 1,0 dan 1,5 dan epsilon 0,001;
b. Metode regula falsi dengan taksiran awal 1,0 dan 1,5 dan epsilon 0,001;
c. Metode Newton-Raphson dengan taksiran awal 1,0 dan epsilon 0,001;
d. Metode secant dengan taksiran awal 1,0 dan 1,5 dan epsilon 0,001;

2. Dengan menggunakan metode Eliminasi Gauss, cari solusi sistem persamaan aljabar
linear berikut:
8a + 2b + 3c + 12d = 25
2a + 4b + 7c + 0,25d = 13,25
3a + 7b + 3c + 5d = 18
12a + 0,25b + 5c + 2d = 19,25

83

DIKTAT Semester 3 ~ Departemen Teknik Kimia

Jawaban
1. SPANL:
f(x) = x3 x 1
Dicari akar persamaannya dengan menggunakan:
a. Metode Biseksi dengan harga awal 1,0 dan 1,5 dan epsilon 0,001
Dengan =

(+)
2

(). ( ) 0 =
Berhenti
(). ( ) > 0 =

iterasi: | |
n

xn

F(a)

F(b)

F(xn)

1.0

1.5

1.25

-1

0.875

-0.297

1.25

1.5

1.375

-0.297

0.875

0.225

1.25

1.375

1.313

-0.297

0.225

-0.052

1.313

1.375

1.344

-0.052

0.225

0.083

1.313

1.344

1.328

-0.052

0.083

0.015

1.313

1.328

1.320

-0.052

0.015

-0.019

1.320

1.328

1.324

-0.019

0.015

-0.002

1.324

2.328

1.326

-0.002

0.015

0.006

1.324

1.326

1.325

-0.002

0.006

0.002

1.324

1.325

1.325

-0.002

0.002

0.000

Jadi akar persamaan SPANL di atas adalah 1.325

b. Metode Regulasi dengan harga awal 1,0 dan 1,5 dan epsilon 0,001
=

Dengan

()()
()()

(). ( ) 0 =

(). ( ) > 0 =

iterasi: | |
n

xn

F(a)

F(b)

F(xn)

1.5

1.267

-1

0.875

-0.234

1.267

1.5

1.316

-0.234

0.875

-0.037

1.316

1.5

1.323

-0.037

0.875

-0.005

1.323

1.5

1.325

-0.005

0.875

-0.001

1.325

1.5

1.325

-0.001

0.875

0.000

1.325

1.325

1.325

Jadi akar persamaan SPANL di atas adalah 1.325


84

DIKTAT Semester 3 ~ Departemen Teknik Kimia

c. Metode Newton Rhapson dengan harga awal 1,0 dan epsilon 0,001
( )

Dimana +1 = ( ) |+1 |

xn

F(xn)

f(xn)

-1

1.5

0.875

5.75

1.348

-0.234

4.450

1.325

-0.037

4.268

1.325

Jadi akar persamaan SPANL di atas adalah 1.325

d. Metode Secant dengan harga awal 1,0 dan 1,5 dan epsilon 0,001
1
]
)(1 )

+1 = ( ) [(

Dimana

|+1 |
n

xn-1

xn

F(xn)

f(xn)

1.5

-1

0.875

1.5

1.267

0.875

-0.234

1.267

1.316

-0.234

-0.037

1.316

1.325

-0.037

0.002

1.325

1.325

Jadi akar persamaan SPANL di atas adalah 1.325

2. SPAL:
8
2
[
3
12

2
4
7
0,25

3
7
3
5

25
12

0,25
13,25
] . [ ] = [
]
18
5

19,25
2

metode eliminasi Gauss


8
2
[
3
12

2
4
7
0,25

3
7
3
5

25
12
1 42
0,25 13,25
] 3 2
18
5
19,25 4 62
2

85

DIKTAT Semester 3 ~ Departemen Teknik Kimia

0
14
2
4
[
3
1
0 23,75

25
7
4
37

11
0,25
4,75
0,5

28
13,25
] dst...
4,75
60,25

Cara yang digunakan sama seperti yang diajarkan dalam aljabar linear, hingga diperoleh
matriks segitiga atas. Dan diperoleh
1
0
[
0
0

3
4
4,75
4,75
1
1 7,5 4,625 1,875
0
][
0
1 0,582 0,417
0
0
0
1
0
1

Substitusi Balik :

d=1

c - 0,582d = 0,417
c = 0,999 c = 1

b 7,5c + 4,625d = -1,875


b=1

a + 3b -4c + 4,75d = 4,75


a=1

86

4,75
3 4
1 7,5 4,625
0 1 0,582
0 0
1

4,75

1,875

] [ ] = [
]
0,417

DIKTAT Semester 3 ~ Departemen Teknik Kimia

87

DIKTAT Semester 3 ~ Departemen Teknik Kimia

PERISTISWA PERPINDAHAN
UJIAN AKHIR SEMESTER GANJIL 2008/2009
PERISTIWA PERPINDAHAN
Waktu : 90 menit
Sifat Ujian : Open Book
1. Udara bertekanan atmosferik dengan suhu 950 C mengalir dengan kecepatan 20 m/s di
atas pelat datar terbuat dari naftalena dengan
X
(cm)
0
10
20
30
40
50

panjang 80 cm dan lebar 60 cm. Udara

CA
(mol /m3)
0.117
0.093
0.076
0.063
0.051
0.043

mengalir searah dengan panjang pelat.


Pengukuran eksperimen menunjukkan bahwa
konsentrasi molar naftalena di udara, CA,
sebagai fungsi jarak x dari pelat adalah
sebagai berikut :

Hitung fluks molar naftalena dari permukaan pelat pada kondisi tunak!
Koefisien difusi naftalena (A) dalam udara (B) pada 950 C adalah
368 3
2

(AB)368 = (AB)300 (300)

368 3
2

= (0.62 x 10-5) (300)

= 0.84 x 10-5 m2/s

Asumsikan bahwa konsentrasi molar total C sama dengan konstan dan pelat naftalena juga
berada pada temperature 950 C.

2. Perhatikan sebuah pelat berbentuk persegi panjang dengan tebal 2L terlihat pada gambar.
Mula-mula konsentrasi spesies A di dalam plat tersebut seragam, yaitu sebesar CA. pada t = 0
permukaan pada z = L dijaga konstan pada konsentrasi CA1. Untuk menghitung jumah spesi
A yang berpindah ke dalam plat, kita harus terlebih dahulu menghitung distribusi konsentrasi
spesi A di dalam pelat sebagai fungsi dari posisi dan waktu
88

DIKTAT Semester 3 ~ Departemen Teknik Kimia

SOAL UJIAN AKHIR


Mata Kuliah : PERISTIWA PERPINDAHAN
Dosen : [Link]. Slamet, MT dan Ir. Yuliusman, MEng
Hari/tgl : Kamis, 11 Desember 2008
Waktu : 120 Menit
Sifat Ujian : Open Book

1.

Terkait dengan aliran fluida TURBULEN dalam pipa, jelaskan secara singkat hal-hal
berikut (20%) :
a. Jelaskan mekanisme perpindahan momentum, energi, dan massa pada aliran
turbulen. Bagaimana pengaruh bilangan-bilangan tak berdimensi Re, Pr, Sc
terhadap distribusi kecepatan, temperatur, dan konsentrasi pada aliran turbulen.
b. Apa yang dimaksud dengan radius hidrolik (Rh)? Bagaimana cara menentukan Rh
pada aliran fluida yang melalui ruang annulus kosong dan annulus yang berisi
tumpukan padatan?

2.

Dalam suatu slurry TiO2 (campuran partikel padatan TiO2 dalam air) yang mempunyai
pH=3, akan dipisahkan partikel padatannya dengan cara pengendapan dalam sebuah
tangki yang tingginya 50 cm. partikel padatan TiO2 tersebut berbentuk bola dengan
densitas (s) = 3,9 gr/cm3 sedangkan air mempunyai densitas () dan viskositas ()
masing-masing 1 gr/cm3 dan 0,01 poise. Ukuran partikel TiO2 dalam slurry berubahubah tergantung dari pH slurry tersebut (lihat gambar).
a. Hitunglah waktu yang diperlukan agar semua padatan TiO2 dalam slurry dapat
mengendap secara sempurna di dasar tangki.
b. Menurut analisis Anda bagaimana caranya mempersingkat waktu pengendapan
TiO2 dari slurry tersebut. Buatlah perhitungan secukupnya untuk mendukung
pendapat anda.

89

DIKTAT Semester 3 ~ Departemen Teknik Kimia

Final Exam Transport Phenomena


Date : 14 December 2009
Lecturer : Dijan Supramono
1. Conduction. A steel pipe having inside diameter of 1.88 cm and wall thickness of 0.391
cm is subjected to inside and outside surface temperature of 367 K (Ti) and 344 K (To),
respectively. Thermal conductivity of steel 42.90 W/(m.0C).
a. Show the Fouriers law for this conduction in cylindrical system.
b. Show a formula expressing heat flux as a function of (Ti-To)
c. Find the heat flow rate per m of pipe length (Watt/m)
2. Forced convection. Air entering a tube of diameter 5.08 cm is at 1 atm and 1500 C. it is
heated as it moves through the pipe at velocity 8 m/s. assume that constant heat flux exists at
the wall an that the wall temperature is everywhere 200 C above the air temperature.
Air at 1500 C and 1 atm has the following properties :
Density = =0.837 kg /m3

Specific heat = Cp =1017 J/(kg. 0C)

Prandtl number = Cp = 0.688

Viscosity = = 2.38 x 10-5 kg /ms


Thermal conductivity = 0.0352 W/(m.0C)
Determine
a. Reynolds number of air in the pipe

b. Nusselts number of air in the pipe

c. Heat flow per unit length of tube (Watt/m)


d. Mass flow rate of air (kg/sec)
e. Bulk temperature rise of air (T) in 2 m length of pipe (oC)
3. Molecular diffusion. A solid sphere of naphthalene (A) with radius of 2.5 mm is
surrounded by still air (B) at 300 K and 1 atm (1 atm= 1.01325 x 105 N/m2). Take the surface
temperature of the naphthalene as 300 K and its vapor pressure at this temperature as 0.104
mmHg. The diffusivity of naphthalene in air at 318 K is 6.92 x 10-6 m2/sec. molecular
diffusion is through an air film of thickness 2.5 mm (=R2-R1). [DAB at T1 x (T2/T1)3/2 ; R =
gas constant= 8314 [Link]/([Link].K) ; pA at R2 = 0; for low driving force, log mean of B
can be assumed to be arithmetic mean]
Determine
a. Partial pressure of A at its surface (R1), pA1 (N/m2)
b. Diffusivity of A in B at 300 K (m2/sec)
c. Arithmetic mean of pB (N/m2)

d. Mole flux of A ([Link]/([Link]))


90

DIKTAT Semester 3 ~ Departemen Teknik Kimia

FINAL EXAM TRANSPORT PHENOMENA


CHEMICAL ENGINEERING DEPARTEMENT-FACULTY OF ENGINEERING
UNIVERSITY OF INDONESIA
DECEMBER 9TH ,2009
1. Engine oil flows through a 0.003 m diameter tube that is 30 m long. The oil enters at
600 C and the wall temperature is kept at 1000 C. find the oil outlet temperature and
the average heat transfer coefficient.
2. A 0.025-m-diameter cylinder whose temperature is 1500 C is placed in air stream (1
atm,380 C) whose velocity is 30 m/sec. what is the heat loss per meter of length for
the cylinder?

3. Oxygen diffuses through carbon monoxide (steady state). The carbon monoxide is
stagnant. Temperature and pressure are 00 C and 1 x 105 N/m2. Oxygen partial
pressure are 13000 and 6500 N/m2 at two planes 3 mm apart. Mixture diffusivity is
1.87 x 105 m2/sec. what is the oxygen rate of diffusion per plane square meter?

91

DIKTAT Semester 3 ~ Departemen Teknik Kimia

PERISTIWA PERPINDAHAN
Dosen : [Link]. Slamet dan [Link], MSc
Hari/tgl : Rabu, 16 Desember 2009
Waktu : 150 menit

1. Nanofluida adalah campuran antara suatu fluida cair dengan nanopartikel tertentu
(partikel padatan dengan ukuran < 100 nm). Hasil riset terkini di DTK menunjukkan
bahwa nanofluida yang disintesis dari air ( = 1000 kg/m3 dan = 10-3 [Link]-1) dan
partikel TiO2 ( = 3.8 g/cm3) akan mengendap dengan waktu pengendapan yang berbedabeda, tergantung merode sintesisnya. Jika nanofluida tersebut dibuat (dalam beaker glass
setinggi 10 cm) dengan metode pengadukan mekanik, baru sekitar 2 jam sudah terjadi
pengendapan partikel TiO2. Namun jika pengadukan dilakukan secara ultrasonik (yang
dapat memecah agregat partikel) partikel TiO2 tersebut dapat bertahan tanpa mengendap
sekitar 5 hari. Dengan didukung dengan perhitungan seperlunya, buatlah analisis terhadap
hasil riset tersebut.
2. Dalam keadaan darurat, kebutuhan air di Departemen Teknik Kimia harus dapat disuplai
sendiri. Untuk keperluan tersebut, Anda diminta untuk merancang sistem perpipaan yang
dapat mengalirkan air tanah (dengan kedalaman 25 m) ke dalam tangki air DTK yang
ketinggiannya 50 m. jarak antara sumber air tanah dengan tangki air DTK sekitar 50 m.
jika Anda diberi kebebasan untuk menentukan spesifikasi pompa, pipa, dan berbagai
aksesorisnya,

buatlah

rancangan

sistem

perpipaan

tersebut

(sketsa

beserta

perhitungannya) yang dapat mengalirkan air dengan debit minimal 100 liter/ menit.
Tuliskan berbagai asumsi yang digunakan beserta alasannya.
3. Cerobong asap suatu industri kimia mengeluarkan gas buang yang terkontaminasi oleh
amoniak (NH3) dengan konsentrasi 2.5 % volum. Untuk memenuhi baku mutu emisi gas
buang industri, maka gas dari cerobong asap tersebut harus diolah hingga konsentrasi
maksimum NH3 sebesar 200 ppm. Air murni dengan debit 100 ft3/jam digunakan sebagai
pelarut untuk menyerap gas amoniak dalam sebuah kolom absorber. Bila campuran gas
buang amoniak tersebut masuk ke dalam kolom absorber dengan debit 1000 ft3/menit (T=
700 F dan P= 1,5 atm), tentukan kolom absorber yang harus dirancang (diameter D dan
tinggi L) jika rasio L/D =5. Diketahui keseimbangan fasa amoniak dalam fasa cair dan
gas mengikuti persamaan : yAo = (1.07).xAo dan koefisien transfer massa kxa dan kya
masing-masing 2.31 dan 4.63 lbmol/(jam.ft3)

92

DIKTAT Semester 3 ~ Departemen Teknik Kimia

Final Exams Transport Phenomena


Date : December 22th, 2010
Lecturer : Dijan Supramono

1. Steady state conduction. A steam pipe of 1.5 inch = 38.1 mm OD is to be covered with
two layers of insulation with each thickness is 1 inch = 25.4 mm. the thermal conductivity
of one insulation material is 5 times that of the other.
a. What is q1 (J/s) = function of (T1-T3) on left system?
b. What is q2 (J/s) = function of (T1-T3) on right system?
c. How much will the heat transfer be reduced (%) when the better insulating material is
next to the pipe than when it is the outer layer?

k2 = 5k1
r1 = 0.75 inch = 19.05 mm; r2 = 1.75 inch = 44.45 mm; r3 = 2.75 inch = 69.85 mm
T1 = outside surface temperature of the pipe
T2 = outside surface temperature of the insulation next to pipe
T3 = outside surface temperature of the outer insulation
L = length of pipe

2. Unsteady-state Conduction. The initial uniform temperature of a long aluminium rod,


0.203 m dia, is 380 C. the rod is suddenly immersed, at time=0, in a medium at
temperature 5380 C. the value of thermal diffusivity of aluminium = k/ (. Cp) = 0.196
m2/hr and m = k/ ([Link]) = 2.
a. Determine the value of abscissa of the graph after 10 minutes of its immersion.
b. Determine the temperature at the center line after 10 minutes of its immersion (0C).
c. Determine the temperature at surface after 10 minutes of its immersion (0C).

93

DIKTAT Semester 3 ~ Departemen Teknik Kimia

94

DIKTAT Semester 3 ~ Departemen Teknik Kimia

95

DIKTAT Semester 3 ~ Departemen Teknik Kimia

96

DIKTAT Semester 3 ~ Departemen Teknik Kimia

97

DIKTAT Semester 3 ~ Departemen Teknik Kimia

ILMU BAHAN DAN KOROSI


UJIAN AKHIR SEMESTER
ILMU BAHAN DAN KOROSI
DOSEN: [Link]. ASEP HANDAYA SAPUTRA, MENG.

1. Jelaskan proses terjadinya Stress Corrosion Cracking dan Fatigue Corrosion dan
apa yang membedakan kedua jenis korosi tersebut. (10)
Jawab:
Stress Corrosion Cracking dan Fatique Conosion, keduanya merupakan jenis korosi
yang timbul akibat adanya pembebanan terhadap logam. Perbedaannya terletak pada
pembebanan yang diberikan terhadap logam tersebut. Pada Stress Conosion Cracking,
logam terkorosi akibat adanya suatu beban yang diberikan di permukaan logam dalam
waktu yang lama, sedangkan pada Fatique Corrosion, logam terkorosi karena adanya
pembebanan yang berulang-ulang di permukaan logam.

2. Sebutkan dan jelaskan cara kerja dua jenis corrosion monitoring. (10)

Jawab:
a. Sand / Erosion Monitoring : merupakan teknik yang dirancang untuk
mengukur erosi di dalam suatu aliran. Metode ini banyak digunakan pada
sistem produksi minyak dan gas dimana banyak mengandung partikulat.

b. Hydrogen Penetration Monitoring : merupakan jenis monitoring yang bekerja


dengan prinsip sensor hydrogen, yaitu mendeteksi jumlah penyerapan
hydrogen oleh baja dengan pengukuran mekanikal atau elekhokimia. Selain
itu, metode ini juga digunakan sebagai indikasi kualitiatif tedadinya korosi.
3. Jelaskan dan buatlah gambar sketsa sistem proteksi katodik sacrifcial anode
danimpressed current. Sebutkan kelebihan dan kekurangan masing-masing. (30)

98

DIKTAT Semester 3 ~ Departemen Teknik Kimia

Jawab:
Sacrificial anode;
Kelebihan:
o Tidak perlu listrik
o Pemasangan mudah
o Tidak ada interaksi
o Overproteksi ringan
o Cocok untuk arus kecil
o Cocok untuk daerah yang padat struktur
o Distribusi arus merata
o Tidak perlu pemeliharaan
o Cukup inspeksi rutin
o Tidak perlu biaya operasi

Kelemahan:
o Keluaran arus terbatas
o Tidak efektif bila resistivitas elektrolit tinggi
o Tak cocok untuk struktur besar yang perlu arus proteksi besar

4. Perkirakan jumlah anoda yang dibutuhkan dalanr sistem proteksi korosi menggunakan
sacrificial anode serta distribusinya. Susunan pipa yang akan diproteksi dapat dilihat
pada gambar dibawah ini. (50)

Beberapa kondisi yang diketahui adalah sebagai berikut:


o Soil resistivity rata-rata:4500 [Link]
o Cunent density =9 m/m2
o Tipe Anoda: Magnesium
99

DIKTAT Semester 3 ~ Departemen Teknik Kimia

Berat = 12 pon

R = 8,89 cm

L = 53,54 cm

Driving Voltage = 2,36 volt

o Coating efisiensi 60%


o Lifetime = 15 tahun

100

DIKTAT Semester 3 ~ Departemen Teknik Kimia

Soal Ilmu Bahan dan Korosi


1. Terangkan mengenal logam secara mikro !
Jawab :
Pengamatan logam secara mikro dilakukan di laboratorium dengan perbesaran tertentu,
dan pembahasan meliputi: besar butir, tipe struktur dan adanya partikel endapan. Struktur
mikro mempengaruhi rekayasa bahan.
2. Apa yang disebut sebagai struktur atom, uraikan!
Jawab :
Atom terdiri dari inti dan electron-elektron, dimana inti atom terdiri dari proton yang
bermuatan positif dan neutron yang bermuatan netral. Muatan positif inti sama dengan
jumlah elektron yang mengelilingi inti.
3. Uraikan ikatan ion dan beri contoh!
Jawab :
Ikatan ion adalah ikatan yang terbentuk dari adanya gaya atraksi elektrostatis dari ion
positif dan ion negatif. UNsur logam cenderung melepaskan electron valensinya dan
membantu ion positif. Sedangkan unsur nonlogam lebih mudah untuk mengikat electron,
sehinggah membentuk ion negatif. Contoh: gaya elektrostatik antara ion Na+ dan ion Cl-.
Materi yang memiliki jenis ikatan ini tidak memiliki daya hantar listrik dan tidak
memiliki sifat ulet. Bila mengalami deformasi akan pata sepanjang bidang-bidang
tertentu.
4. Apa yang dimaksud dengan polymorphy dan allotrophy?
Jawab:
Polymorphy adalah dua atau lebih struktur logam Kristal dengan komposisi yang sama.
Contohnya adalah logam besi. Jika diberi perlakuan panas maka strukturnya akan berubah
dari KPR menjadi KPS. Sebaliknya jika didinginkan struktur kembali pada keadaan
semula. Hal yang paling menonjol dari polymorphy adalah adanya perubahan berat jenis
dan sifat perlakuan panas, walaupun demikian masih ada sifat-sifat lain yang berubah.
Logam tunggal yang tidak ada perubahan jika mengalami perlakuan tersebut disebut
dengan allotrophy.
5. Bagaimana definisi butir dan uraikan ukurannya!
Jawab :
Butir adalah sekumpulan partikel logam yang memiliki orientasi Kristal yang sama.
Ukuran butir dapat dinyatakan sebagai berikut:
Butir dengan diameter sampai dengan 10 disebut butir halus
Butir dengan diameter sampai dengan 50 disebut butir sedang
Butir dengan diameter lebih dari 50 disebut butir kasar

101

DIKTAT Semester 3 ~ Departemen Teknik Kimia

6. Bagaimana sifat elemen Cr terhadap Fe dalam larutan padat? Dan atom apa saja yang
bersifat sama dengan elemen Cr?
Jawab :
Oleh karena ukuran atom Cr sama dengan atom Fe, maka dalam larutan padat Cr
berfungsi sebagai substitusional, yaitu atom Cr menggantikan posisi atom besi di dalam
Kristal. Elemen lain yang membentuk larutan pada yang sifatnya sama dengan Cr adalah
Mn, Ni, Mo, dan Si.

7. Diagram fasa sangat berguna bagi produsen bahan logam dan kuliah ilmu bahan. Uraikan
alasannya!
Jawab :
Diagram fasa sangat berguna karena dengan menggunakan diagram fasa kita dapat
mengetahui :

Jenis-jenis fasa setimbang yang akan terjadi pada suhu dan komposisi tertentu.

Titik cair dan daerah transformasi fasa/ jumlah fasa yang terbentuk.

Tingkat kelarutan antara satu logam dan logam lainnya.

102

DIKTAT Semester 3 ~ Departemen Teknik Kimia

1. Gambarkan diagram fasa paduan besi karbon untuk 0% C sampai dengan 1,7%, dan
namai setiap daerah yang ada secara rinci!
Jawab : (gambarnya ada di diktat bu Tilani bab II)

2. Apa yang disebut dengan reakti eutektik. Jelaskan dengan rinci!


Jawab :
Reaksi eutektik merupakan reaksi larutan padat alfa dan larutan padat gamma yang terjadi
pada temperature eutektik.

3. Apa yang disebut sebagai struktur martensit?


Jawab :
Struktur martensit merupakan struktur yang terbentuk dalam logam baja, dimana baja
dipanaskan hingga mencapai fasa austernit kemudian didinginkan dengan cepat melalui
pencelupan ke dalam air atau media pendingin lainnya. Terbentuknya struktur martensit
dalam baja akan menambah tingkat kekuatan baja sehingga struktur ini memberikan
penghalang yang sangat kuat terhadap pergerakan dislokasi.

4. Apa yang disebut proses anil penuh?


Jawab :
Proses ini dilakukan di atas 723C, baja menjadi austernit kemudian didinginkan
perlahan-lahan supaya baja menjadi lunak.

5. Apa sesungguhnya tujuan fabrikasi? Uraikan dengan jelas.


Jawab:
Fabrikasi merupakan kegiatan yang bertujuan untuk membuat produk logam. Prosedur
dalam fabrikasi adalah sebagi berikut :

Pengecoran dan bukan pengecoran / mill


Logam dengan komposisi tertentu dilebur dalam sebuah tungku dan kemudian dituang
ke dalam cetakan. Untuk produk coran, cetakan yang dipakai sudah mendekati bentuk
akhir sehingga hanya memerlukan beberapa tahapan proses pengerjaan untuk
mencapai dimensi akhir. Untuk produk bukan coran (produk mill) seperti misalnya
pada pembuatan pelat atau batang (rod), logam cair biasanya dituang secara kontinyu
103

DIKTAT Semester 3 ~ Departemen Teknik Kimia

ke dalam cetakan sehingga diperoleh bentuk dasar berupa billet atau slab. Kedua
bentuk dasar ini merupakan bentuk coran yang umumnya mempunyai distribusi
komposisi dan struktur yang belum merata dan belum setimbang.

Menghilangkan cacat
Disamping itu kemungkinan masih mengancung banyak cacat sepeti rongga-rongga
udara. Untuk menghilangkan cacat billet atau salb dipanaskan dahulu untuk beberapa
lama sehingga dicapai kondisi yang lebih homogen. Suhu pemanasan tersebut adalah
pada daerah austenit. Setelah itu, dalam keadaan panas billet atau slab itu diberi
proses pembentukan yaitu pengerolan untuk membuat pelat atau rod. Pada proses
pengerolan panas terjadi perubahan fasa dan struktur logam yang ditentukan faktorfaktor seperti: elemen pemadu, besarnya perubahan bentuk (reduksi), suhu, dan
kecepatan pengerjaan.

Meningkatkan kekuatan dengan pengerjaan dingin / strain hardening


Pada proses pengerjaan panas, kekuatan logam biasanya masih rendah. Untuk
meningkatkan kekuatan logam yang dihasilkan setelah proses pengerjaan tersebut
diperlukan proses pengerjaan dingin. Efek peningkatan kekuatan logam akibat
pengerjaan dingin dikenal sebagai pengerasan regangan (strain hardening)

Mengombinasikan kerja panas dan kerja dingin dengan tujuan untuk memperbaiki
sifat-sifat mekanis dari logam.

6. Berikan definisi penguatan dengan penghalusan butir dalam logam dan berikan salah satu
contoh untuk proses ini.
Jawab :
Penguatan dengan penghalusan butir dalam logam merupakan jenis penguatan logam
dengan pengaturan komposisi kimia dan proses pengerjaan / perlakuan panas pada suatu
paduan logam sehingga dapat memberikan struktur yang mengandung partikel-partikel
halus di dalam Krista. Pembentukan partikel halus tersebut dapat dicapai melalui
pengubahan tingkat kelarutan dari suatu unsure atau senyawa dari suatu paduan atau
menambahkan partikel-partikel yang keras seperti oksida atau karbida ke dalam logam.
Cara yang pertama menghasilkan precipitation hardening, sedangkan cara yang kedua
menghasilkan dispersion hardening.

104

DIKTAT Semester 3 ~ Departemen Teknik Kimia

UAS 2005/2006
ILMU BAHAN DAN KOROSI
TGL:1 JUNI 2006;

1. Jelaskan hal-hal berikut :


a. Faktor-fator yang perlu diperhatikan dalam pemilihan bahan.

Kekuatan ketahanan fisik suatu bahan.

Ketahanan korosi kemampuan suatu bahan untuk bertahan agar tidak terkorosi
oleh lingkungan maupun zat kimia.

Ketersediaan kemudahan untuk mendapatkan bahan tersebut dan seberapa


banyak ketrsediaannya di alam ini.

Appearance (tampilan) bentuk fisik dari suatu bahan.

Kemampuan fabrikasi kemampuan suatu bahan untuk diolah menjadi bentuk


lain.

Biaya

b. Kerugian akibat korosi pada industri kimia.


Jawab:

Penampilan Suatu peralatan proses yang terkorosi dapat merusak penampilan


dari peralatan tersebut sehingga kurang enak untuk dilihat.

Plant Shutdown (Pabrik terhenti) - peralatan proses yang terkorosi dapat


menyebabkan peralatan proses tersebut rusak sehingga dapat menyebabkan
pabrik mati secara tiba-tiba,

Produk terkontaminasi .

biasa terjadi pada industri farmasi atau makanan

sehingga menyebabkan produk tersebut dapat berbahaya untuk dikonsumsi.

Kehilangan Produk berharga pada industri nuklir korosi dapat menyebabkan


peralatan proses menjadi berlubang sehingga dapat menyebabkan Hilangnya
uranium yang sangat berharga tersebut.

105

DIKTAT Semester 3 ~ Departemen Teknik Kimia

Safety dan Reliability korosi dapat mengancam keselamatan suatu industri


yang memproses bahan-bahan berbahaya seperti : asam sulfat,asam nitrat pekat,
radioaktif, dan lain-lain.

c. Tuliskan reaksi anodik dan katodik yag terjadi pada proses korosi Zn didalam HCI
yang teraerasi. Gambarkan pula mekanisme reaksinya.
Jawab:

Reaksi katodik yang terjadi ada 2 yaitu :


Reduksi oksigen : O2 + 4H+ + 4e- 2H2O
Evolusi hydrogen : 2H+ + 2e- H2

Reaksi Anodik : Zn Zn2+ + 2e-

2. Apa yang dimaksud dengan pasivitas logam? Jelaskan dan gambarkan kurvayang
menerangkan terjadinya fenomena ini.
Jawab:
Pasivitas logam adalah berkurangnyan reaktivitas kimia logam dan alloy pada kondisi
lingkungan tertentu, dimana lgam dan alloy teftentu menjadi inert dan bertindak seolaholah sebagai logam mulia.

3. Jelaskan mengenai korosi di bawah ini:


a. Proses quenching sangat berpengaruh pada korosi [Link] tentang hal
ini. Bagaimana cara meminimalisasi korosiintergranular pada stainless steel.

Jawab:
cara untuk meminimilisasi korosi Intergranular pada Stainless Steel
yaitu sebagai berkut :
Menggunakan temperature tinggi pada saat dilakukannya perlakuan panas(Heat
Treatment). Biasa disebut quench-annelling atau solution quenching,
Menambah unsure yang berfungsi sebagai penguat pada daerah batas
grain(stabilizer).
106

DIKTAT Semester 3 ~ Departemen Teknik Kimia

Memperkecil kandungan karbon hingga dibawah 0,03%


Proses Quenching sangat berpengaruh pada korosi intergranular yaitu Quenching
yang lambat akan mendorong terbenknya intergranular yang lebih banyak.

b. Jelaskan proses auto katalitik pada korosi pitting dan bagaimanapencegahan jenis
korosi ini.

Jawab:
Proses autokatalitik pada korosi pitting yaitu sebagai berikut :

Pertama, reaksi reduksi oksigen pada permukaan suatu logam dan hal ini akan
menyebabkan secara stimulan dan propagasi reaksi oksidasi suatu logam

Sehingga pada rongga tersebut konsentrasi MX ( X : reasi halogen) sangat tinggi,


dan menyebabkan reaksi hidrolisis sebagai berkut :
M+X- + H2O--- M+OH- + H+X-

Dengan adanya reaksi tersebut yang menghasilkan ion H+ dan OH- yangdapat
mendorong semakin cepat reaksi oksidasi logam tersebut.

Pencegahan korosi pitting yaitu sebagi berikut :

Menggunakan pengelasan untuk penyambungan daripada dengan skrup atau baut


pada sambungan-sambungan peralatan baru.

Menutup lubang-lubang kecil baik dengan pengelasan maupun dengan solder.

Melakukan pemeriksaan secara berkala dan membersihkan endapat yang ada.

Merancang alat dengan system drainase yang baik, hindari design sudut-sudut dan
daerah stagnant. Hal ini untuk mencgah terjadinya penumpukan endapan di bagian
bawah alat tersebut.

Menggunakan bahan Teflon sebagai pelapis jika mungkin.

c. Jelaskan 2 mekanisme terjadinya korosi fretting dan sebutkan syaratterjadinya korosi


ini.
Ada 2 konsep yang dapat memberikan gambaran mechanism tejadinya korosi
fretting, yaitu :
107

DIKTAT Semester 3 ~ Departemen Teknik Kimia

1) Wear-oxidation theory mekanisme ini berdasarkan konsep bawa terjadi rekatan


pada 2 ujung yang berhadap-hadapan dari masing-masing permukaan logam dan
akibat gerakan/vibrasi akan terbentuk pecahan logam. Pecahan yang ukurannya
sngat kecil dan mengalami pemanasan akibat gesekan, dengan kondisi itu maka
pecahan akan mudah teroksidasi. Pecahan yang sudah teroksidasi akan
terakumulasi dan menyebabkan fretting.
2) Oxidation-wear theory hipotesa mekanisme ini didasarkan pada kebanyakan
permukaan logam dilindungi dengan lapisan film tipis (oxide layer). Jika logam
bergesekan degan beban tertentu maka terjadi pecahan pada lapisan film tersebut
dan pecahan ini akan memicu terjadinya fretting.

4. Jika anda seorang konsultan di bidang korosi dan anda diminta untukmemberikan
pertimbangan teknis pemasangan pipa transmisi gas yang cukup besar dan panjang
disuatu lahan yang tanahnya relatif asam. Apa saja yang harus anda lakukan dan jenis
proteksi apa yang anda usulkan. Gambarkan skemanya.

Jawab:
Proteksi yang diusulkan : Cathodic Protection dengan Impressed Current

Suatu rectifier mensuplai impressed current untuk polarisasi katodik dengan


mengkonversi arus ac, yang berasal dari sumber listrik menjadi dc.

Pipa yang dipasang dibawah tanah akan menerima arus dc dari suatu elektroda inert yang
yang juga dipasang dibawah tanah. Satu atau beberapa anoda dipasang untuk memberikan
cathodic current untuk melindungi alat dan bahan. Untuk alat yang dipasang di bawah
tanah biasanya digunakan grafit ineft sebagai anoda.

108

DIKTAT Semester 3 ~ Departemen Teknik Kimia

5. Jelaskan-kondisi-kondisi dimana perlu dilakukan monitoring korosi. Sebutkandan


jelaskan 2 cara monitoring korosi.

Jawab:
a. Jika beresiko tinggi, yaitu proses dengan tekanan tinggi, temperatur
tinggi,mudah terbakar, mudah meledak, dan beracun.
b. Jika gangguan proses dapat menyebabkan korosifitas yang tinggi.
c. Jika perubahan pada kondisi operasi dapat menyebabkan perubahan lajukorosi
yang signifikan.
d. Jika menggunakan corrosion inhibitor.
e. Pada proses batch, jika konstituen korosif terakumulasi karena siklus yang
berulang.
f. Jika bahan baku proses diganti.
g. Jika keluaran pabrik atau parameter_ operasi diubah dari spesifikasi desain
h. Pada saat evaluasi perilaku korosi dari berbagai alloy.
i. Jika menjadi perhatian utama adalah kontaminasi produk yang disebabkan
oleh korosi.

109

DIKTAT Semester 3 ~ Departemen Teknik Kimia

UJIAN AKHIR SEMESTER; ILMU BAHAN


TANGGAL 26-03-2007

1. Jawablah pertanyaan berikut ini:


a. Penguatan logam dapat juga dilakukan melalui penguatan dari batas kristal.
Jelaskandengan rinci.
Jawab:
Penguatan logam dapat dilakukan melalui penguatan dari batas kristal karena
batas kristal dari logam adalah daerah pertemuan antara kristal, sehingga pada
daerah tersebut letak atom-atomnya menjadi tidak teratur. Atom-atom pada batas
Kristal mempunyai mobilitas yang lebih tinggi dibandingkan dengan atom-atom
di dalam kristalnya. Karena itu bila terjadi deformasi plastis maka dislokasi pada
umumnya terjadi dari batas Kristal dan kemudian bergerak di dalam dan akhirnya
berhenti pada batas kristal berikutnya. Ini berarti di samping sebagai tempat
permulaan dislokasi, batas Kristal juga berlaku sebagai penghalang dislokasi.
Maka seharusnya dipilih jenis kristal pada logam yang mempunyai kemampuan
penghalang yang baik (dapat memberikan halangan yang berarti terhadap
pergerakan dislokasi, biasanya adalah kristal majemuk).
b. Kristal yang bagaimana yangdapat dipakai?
Jawab:
Kristal yang dapat dipakai adalah kristal logam yang memiliki kemampuan
penghalang yang besar sehingga semakin besar rintangan yang terjadi maka
semakin besar energy yang diperlukan untuk menggerakkan dislokasi oleh karena
itu krital yang dapat dipakai adalah kristal majemuk agar diperoleh kekuatan yang
tinggi.

2. Reaktifitas merupakan sifat kimia daripada logam. Uraikan dengan jelas yang
termasukdalam grup diatas.
Jawab:

110

DIKTAT Semester 3 ~ Departemen Teknik Kimia

Pada umumnya logam memiliki reaktivitas yang [Link] reaksi padat


sebagai berikut:
a. Pertumbuhan Butir: Atom melintas batas butir, tidak ada perubahan komposisi,
tidak ada perubahan bentuk kristal dan tidak ada butir baru terbentuk. Butir-butir
kecil tergabung ke dalam butir besar sehingga terbentuk pertumbuhan butir.
b. Rekristalisasi: Terbentuk butir baru yang sempuma, hanya pengaturan atom
secara lokal, tidak ada perubahan fasa dan tidak ada perubahan stuktur kristal.
c. Perubahan Polimorfi: Terbentuk fasa baru, tetapi tidak ada perubahan komposisi,
hanya ada pergerakan atom sedikit saja.
d. Pelarutan:Menghilangnya fasa semula dan larut dalam fasa utama dapat terjadi,
sehingga terbentuk difusi besar-besaran.
e. Reaksi Eutektoid: Pada waktu pendinginan dan pemanasan, akan pecah suatu
fasamenjadi dua fasa padat baru.

3. Bagaimana proses fatigue terjadi dan apa saja syarat-syaratnya yang diperlukan.
Uraikan dengan rinci.
Jawab:
Kelelahan/fatigue: Ketahanan logam terhadap siklus pembebanan berulang atau
dinamis. Kelelahan mengakibatkan patah yang terlihat rapuh, tanpa deformasi pada
patahan tersebut. Kondisi yang menimbulkan terjadinya kelelahan thermal ini karena
adanya sifat muai panas dari logam. Pada saat pemanasan maka logam akan memuai
dan sebaliknya terjadi kontraksi pada saat pendinginan. Peristiwa ekspansi-kontraksi
inilah yang menimbulkan siklus tegangan. Semakin tinggi tegangan dinamis yang
bekerja maka jurnlah siklus pembebanannya semakin kecil, begitu pula sebaliknya.

Faktor-faktor yang dapat menimbulkan kegagalan/fatigue adalah :


(a) Adanya siklus pembebanan yang berulang atau dinamis secara terus-menerus.
(b) Tegangan dinamis lnaksimum yang bekerja cukup besar.
(c) Desain kontruksi yang rentan terhadap fatigue.

111

DIKTAT Semester 3 ~ Departemen Teknik Kimia

4. Bagaimana pengaruh elemen Si (dalam persen) terhadap paduan dalam baja. Jika
ditinjau dari sifat fisis, kimia, dan mekanis. Uraikan dengan jelas.
Jawab:
Pengaruh elemen Si (Silisium) terhadap paduan dalam baja adalah unsur ini apabila
ditambahkan ke semua baja berperan sebagai elemen deoksidasi. Si dapat menaikkan
kekuatan baja tanpa menurunkankeuletannya (berfungsi sebagai penyetabil sementit).

112

Anda mungkin juga menyukai