Terapi Modalitas untuk Gangguan Jiwa
Terapi Modalitas untuk Gangguan Jiwa
Pengertian
Terapi modalitas adalah berbagai pendekatan penanganan klien gangguan jiwa yang
bervariasi, yang bertujuan untuk mengubah perilaku klien dengan gangguan jiwa denga
perilaku mal adaptifnya menjadi perilaku yang adaptif.
Terapi modalitas adalah metode penyembuhan yang digunakan berbarengan dengan
pengobatan berbasis obat dan tindakan pembedahan sebagai upaya pemenuhan pelayanan
holistik.
Terapi Modalitas ( Perko & Kreigh, 1988)
Suatu tehnik terapi dengan menggunakan pendekatan secara spesifik
Suatu sistem erapi psikis yang keberhasilannya sangat tergantung pada adanya
komunikasi atau perilaku timbal balik antara pasien dan terapis
Terapi yang diberikan dalam upaya mengubah perilaku mal adaptif menjadi perilaku
adaptif
B.
Prinsip Pelaksanaan
Perawat sebagai terapis mendasarkan potensi yang dimiliki pasien dan keluarga sebagai
titik tolak terapi atau penyembuhan.
I.
II.
Terapi individual
Terapi lingkungan ( milleau terapi )
Terapi Biologi atau terapi somatic
Terapi kognitif
Terapi keluarga
Terapi kelompok
Terapi Perilaku
Terapi bermain
Diare kronis atau diare berkepanjangan merupakan diare yang berlangsung dalam waktu
lebih dari satu atau dua minggu. Penyebab diare kronis sangat banyak namun penyebab
tersering pada bayi dan anak adalah alergi, malabsorpsi dan proses infeksi. Penatalaksanaan
diare kronis pada prinsipnya harus dikerjakan bersama-sama dengan pemberian nutrisi yang
cukup untuk memenuhi atau memelihara pertumbuhan normal. Malnutrisi kalori dan protein
harus dihindari sebisa mungkin karena hal tersebut dapat menjadi variable pengganggu yang
memperlambat atau menghambatpengembalian ke fungsi usus normal.
2. Diare Berkepanjangan
Terjadi kerusakan mukosa usus yang berkepanjangan dengan akibat terjadinya
malabsorpsi, peningkatan absorpsi protein asing, berkurangnya hormon enterik serta
pertumbuhan kuman yang berlebihan. Terjadinya suatu sindrome post enteritis yang
merupakan sebab dan akibat sejumlah faktor yang multi kompleks.
Penyebab diare berkepanjangan Intoleransi sekunder, Enteropati oleh karena protein
makanan, terutama protein susu sapi (CMPSE) dan kedelai, Malnutrisi, Enteropatogen atau
Parasit
3. Gejala Klinik :
Lama diare melewati masa diare akut (5-7 hari) dapat disertai muntah dan kembung.
a.
Diare Kronis
Diare kronis dan diare persisten seringkali dianggap suatu kondisi yangsama. Ghishan
menyebutkan diare kronis sebagai suatu episode diare lebih dari 2minggu, sedangkan kondisi
serupa yang disertai berat badan menurun atau sukarnaik oleh Walker-Smith et al. didefinisikan
sebagai diare persisten. Di lain pihak,dasar etiologi diare kronis yang berbeda diungkapkan oleh
3
b. Penanganan
Penanganan Umum
terapi Kausa
Probiotik
Terapi Spesifik
Ada dua cara untuk memutus siklus diare dan gizi buruk: menghentikan diare bila
memungkinkan dan penyediaan dukungan gizi. Untuk kondisi tertentu, pengobatan khusus
memberikan kontrol yang memadai dari diare dan perbaikan yang cepat dari status gizi.
Demonstrasi infeksi bakteri berkepanjangan (E. coli, Salmonella More Details) atau kutu dengan
Giardia lamblia memungkinkan untuk pengobatan tertentu. Selain itu, terapi antibiotik seperti
gentamisin oral kombinasi dengan cholestyramine telah dilaporkan efektif dalam menghentikan
diare persisten pada bayi, mungkin karena pengaruhnya terhadap pertumbuhan bakteri yang
berlebihan, sedangkan metronidazol tidak berpengaruh nyata.
Namun, di mana tidak ada organisme tertentu telah dibuktikan, gentamisin saja tidak efektif
dalam pengobatan non-berdarah diare persisten dan malnutrisi. Modalitas lain yang mungkin
dipertimbangkan pada kasus tertentu dari diare sekretori termasuk inhibitor prostaglandin
(misalnya salisilat) dan steroid. Demikian pula, kondisi seperti intoleransi protein susu sapi,
kekurangan disaccharidase atau malabsorpsi monosakarida, dan penyakit celiac adalah bisa
menerima terapi eliminasi efektif diet. Respon spektakuler untuk pengobatan khusus biasanya
terlihat pada pasien dengan enteropathica acrodermatitis dan variannya setelah terapi seng lisan
Terapi Nutrisi
Kebutuhan dan jenis diet pada diare persisten/kronisKebutuhan energy dan protein pada diare
persisten/kronis
berturut-turut
sebesar
100kcal/kg/hari
dan
2-3
g/kg/hari,
sehingga
Diet elemental :
Komponen-komponen yang terkandung dalam diet elementalterdiri atas asam amino kristalin
atau protein hidrosilat, mono-atau disakarida, dan kombinasi trigliserida rantai panjang atausedang.
Kelemahan diet elemental ini adalah harganya [Link] itu, rasanya yang tidak enak membuat
diet ini sulitditerima oleh anak-anak sehingga membutuhkan pemasanganpipa nasogastrik untuk
mendapatkan hasil maksimal. Oleh karena itu, diet elemental mayoritas hanya digunakan di
negaramaju.
Diet berbahan dasar susu Diet berbahan dasar susu yang utama adalah ASI. ASImemiliki
keunggulan dalam mengatasi dan mencegah diarepersisten, antara lain mengandung nutrisi dalam
jumlah yangmencukupi, kadar laktosa yang tinggi (7 gram laktosa/100gram ASI, pada susu
non-ASI sebanyak 4,8 gram laktosa/100gram) namun mudah diserap oleh system pencernaan
bayi,serta membantu pertahanan tubuh dalam mencegah infeksi.
Dukungan nutrisi dalam keadaan darurat medis berlaku untuk bayi yang mengalami diare
proctacted dan gizi buruk. Setelah koreksi air dan elektrolit kelainan, penyediaan gizi merupakan
prioritas pada pasien tersebut, dan harus dimulai sebelum atau bersamaan dengan tes atau prosedur
yang diperlukan untuk diagnosis etiologi.
Jangka waktu pemberian susu formula yang jelas cairan atau dilusian harus dihindari untuk
mencegah memburuknya status gizi. Bila mungkin, kelanjutan dari pemberian ASI, atau ketentuan
jangka pendek setengah susu formula kekuatan direkomendasikan oleh WHO selama penyakit
diare akut. Hal ini ditoleransi dengan baik oleh sebagian besar bayi dan berkontribusi terhadap
pencegahan diare kronis dan kekurangan gizi postinfectious . Proses pencernaan ASI di lambung
berlangsung lebih cepatdibandingkan susu non-ASI, sehingga lambung cepat kembalike kondisi
pH rendah, dengan demikian dapat mencegah invasibakteri ke dalam saluran pencernaan. ASI juga
membantu mempercepat pemulihan jaringan usus pasca infeksi karena mengandung epidermal
growth factors.
obat-obatan.
1. Berikan oralit
Oralit memiliki fungsi pencegahan dan pengobatan terhadap dehidrasi akibat diare. Oralit
dapat dibuat dengan meracik 1 sendok makan gula dan seperempat sendok makan garam
dalam 1 gelas belimbing berisi air putih atau setara dengan 200 ml air. Pemberian larutan
oralit dilakukan setiap anak buang air besar. Seperempat sampai setengah gelas untuk
anak kurang dari satu tahun. Setengah sampai satu gelas untuk anak satu hingga empat
tahun. Satu sampai satu setengah gelas untuk usia lima tahun ke atas. Bila buang air
besar kembali terjadi, berikan tambahan larutan oralit dengan dosis yang sama sesuai
usia anak. Bila anak muntah, hentikan pemberian oralit sejenak dan lanjutkan setelah 10
menit kemudian dengan pemberian lebih sedikit, misalnya satu sendok setiap dua sampai
tiga menit.
2. Zinc selama 10 hari berturut-turut
Zinc membantu mencegah berulangnya diare dan juga mengembalikan nafsu makan
anak.
3.
4.
Antibiotik selektif
Pada kasus diare anak, pemberian antibiotik bukanlah terapi utama, konsultasikan
dengan dokter untuk mengetahui apakah diare yang dikeluhkan memerlukan pemberian
antibiotik atau tidak.
c.
1. TERAPI INDIVIDUAL
Hubungan terstruktur yang dijalin antara perawat klien untuk merubah klien
2. TERAPI LINGKUNGAN
Tujuan : Menciptakan lingkungan yang mendukung klien dalam memenuhi kebutuhan
nutrisi.
Pelaksanaan :
Perawat menggunakan semua lingkungan rumah sakit dalam arti terapeutik
Perawat memberi kesempatan tumbuh dan berubah perilaku dengan memfokuskan pada
nilai terapeutik dalam aktivitas dan interaksi
Perawat mendorong komunikasi antara orang tua dan anak dalam memenuhi kebutuhan
nutrisi.
3. TERAPI BIOLOGIS
Perilaku abnormal akibat penyakit atau organisme tertentu dan akibat perubahan
4. TERAPI KOGNITIF
Strategi memodifikasi keyakinan dan sikap yang mempengaruhi perasaan dan perilaku
klien
Intervensi :
5. TERAPI PERILAKU
Tujian : perilaku dipelajari, perilaku sehat dapat dipelajari dan disubsitusi dari perilaku
tidak sehat
Pelaksanaan
Memberikan penghargaan kepada pasien terhadap perilaku positif yang telah dilakukan
pasien
6. TERAPI BERMAIN
Premis : anak-anak akan berkomunikasi dengan baik melalui permainan dari pada
dengan kemampuan verbal
DAFTAR PUSTAKA
8
[Link]
diakses tanggal 17 September 2013
[Link]
diakses tanggal 17 September 2013
[Link]
diakses tanggal 17 September 2013