0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
132 tayangan6 halaman

Aplikasi Radioisotop dalam Biologi

Radioisotop memiliki peran penting dalam bidang biologi. Isotop radioaktif dapat digunakan untuk mempelajari proses metabolisme, absorpsi vitamin, sirkulasi darah, fotosintesis, dan penyerapan unsur hara dalam tumbuhan. Aplikasi radioisotop meliputi mempelajari kesetimbangan dinamis, reaksi pengesteran, dan mekanisme fotosintesis.

Diunggah oleh

mdham71
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
132 tayangan6 halaman

Aplikasi Radioisotop dalam Biologi

Radioisotop memiliki peran penting dalam bidang biologi. Isotop radioaktif dapat digunakan untuk mempelajari proses metabolisme, absorpsi vitamin, sirkulasi darah, fotosintesis, dan penyerapan unsur hara dalam tumbuhan. Aplikasi radioisotop meliputi mempelajari kesetimbangan dinamis, reaksi pengesteran, dan mekanisme fotosintesis.

Diunggah oleh

mdham71
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

APLIKASI RADIOISOTOP DALAM BIDANG BIOLOGI

Radionuklida atau radioisotop adalah isotop dari zat radioaktif. radionuklida


mampu memancarkan radiasi. Radionuklida dapat terjadi secara alamiah atau sengaja
dibuat oleh manusia dalam reaktor penelitian. Produksi radionuklida dengan proses
aktivasi dilakukan dengan cara menembaki isotop stabil dengan neutron di dalam teras
reaktor. Proses ini lazim disebut irradiasi neutron, sedangkan bahan yang disinari
disebut target atau sasaran. Neutron yang ditembakkan akan masuk ke dalam inti atom
target sehingga jumlah neutron dalam inti target tersebut bertambah. Peristiwa ini dapat
mengakibatkan ketidakstabilan inti atom sehingga berubah sifat menjadi radioaktif.
Skema produksinya
!anyak isotop buatan yang dapat dimanfaatkan antara lain Na"#$, P"%#, &r"'(, )c"**,
dan +"(%(.
Pemanfaatan teknik nuklir dalam bidang biologi dan kedokteran pertama kali
dilakukan oleh Henry Danlos pada (*,( ketika beliau melakukan pengobatan penyakit
tuberkulosis pada kulit menggunakan radioisotop Radium -Ra. $. Selanjutnya, pada
(*#,"an, isotop digunakan sebagai perunut dalam bidang biologi adalah George
Hevesys bekerja sama dengan Hans Geiger dan Ernest Rutherfod bereksperimen
menggunakan )horium"! untuk mempelajari absorbsi dan lokalisasi unsur Pb di
tanaman pada tahun (*#%. Harvesy dan kawan"kawannya juga mempelajari distribusi
dan metabolisme radioisotop alam seperti Pb, !i, dan )h dalam tanaman serta hewan.
Pada (*#/, Blumgart dan Weiss melaporkan hasil penelitiannya mengenai kecepatan
sirkulasi darah pada organ normal serta pasien berpenyakit jantung menggunakan
radioisotop alam berupa gas ### Rn yang dilarutkan dalam larutan garam fisiologik.
0ntuk mempelajari fisiologi mahluk hidup diperlukan unsur isotop yang aktif
secara biologi dan mempunyai berat molekul yang ringan. Setelah ditemukannya
deuterium oleh 1.&. 0rey pada tahun (*%# kemudian diikuti oleh sejumlah penemuan
isotop"isotop radioaktif. Pemakaian perunut radioisotop mulai dikembangkan setelah
2rnest 3. 4awrence pada tahun (*%# berhasil membuat siklotron yang dapat
menghasilkan radioisotop5artifisial6 -buatan., kemudian diikuti oleh produksi
radiosodium yang diperoleh dengan menembak sodium dengan deutron pada tahun
(*%$, sehingga membuka jalan untuk membuat perunut bernilai secara fisiologi.
Pemakaian radioisotop mulai digunakan dalam bidang !iomedika setelah 7eorge
1evesy5s, 3tto &hiewitz, 1ardin 8ones, 9aldo &ohn dan 8ohn 4awrence dengan sukses
dalam menggunakan P"%# untuk berbagai penelitian mengenai metabolisme pada tahun
(*%:. ;emudian 8ohn 4awrence menggunakan P"%# untuk penelitian pada penyakit
4eukimia.
0nsur runutan -trace element) merupakan senyawa anorganik yang terdapat
dalam tubuh manusia dapat berupa berbagai jenis unsur logam dalam jumlah yang
sangat kecil. <itinjau dari fungsinya unsur runutan esensial pada umumnya merupakan
bagian dari sistem enzim, yaitu berupa metaloenzim dan kompleks logam"enzim.
Pemanfaatan teknik nuklir untuk perunutan berdasarkan sifat pengaplikasiannya dibagi
menjadi dua, yaitu pemanfaatan yang bersifat in vivo dan in vitro. =plikasi perunutan
secara in vivo bertujuan untuk menggambarkan proses biologi yang terjadi di
lingkungan asalnya atau langsung menggunakan hewan ternak.
<alam pemakaian secara in"vivo dilakukan untuk mengetahui kinetika unsur di dalam
tubuh sehingga dapat diketaui fungsi organ atau system tubuh, berdasarkan absorpsi,
difusi, konsentrasi atau ekstasi perunut setelah pemberian secara oral atau intravena.
<alam pemakaian secara in"vivo, isotop harus merupakan sebuah perunut fisiologis
dimana perunut harus berfungsi dalam system yang akan dipelajari contoh> uji schilling
untuk mempelajari absorpsi vitamin !"(# dalam tubuh, maka vitamin !"(# yang dilabel
dengan isotop radioaktif &o"'# yang diberikan secara oral harus dapat diserap dan
diekskresikan harus sama atau identik dengan vitamin !"(# alamiah. ?ang perlu
diperhatikan adalah waktu paruh biologis, yaitu waktu yang diperlukan -radio. isotop
untuk keluar atau diekskresikan keluar tubuh. =plikasi perunutan secara in vivo juga
bertujuan untuk menggambarkan proses biologi yang terjadi di luar tubuh hewan, tetapi
di laboratorium. Sedangkan pemakaian perunut secara in"vitro dilakukan untuk
mengukur kadar unsur dalam darah atau urin seperti hormon, obat"obatan, biokimia
dalam konsentrasi rendah.
!erikut beberapa aplikasi radioisotop di bidang !iologi antara lain
1. Mempelajari kesetimbangan inamis.
Radioisotop yang digunakan untuk mempelajari kesetimbangan dinamis
adalah radioisotop +"(%(.
&ontohnya pada reaksi
Pb+
#-s.
@ Pb
#A

-aB.
A #+
"
-aB.
!. Mempelajari reaksi pengesteran.
Radioisotop yang digunakan untuk mempelajari reaksi pengesteran
adalah radioisotop 3"(C.
". Mempelajari mekanisme reaksi #$t$sintesis
<i bidang biologi, radioisotop digunakan untuk mempelajari
mekanisme reaksi fotosintesis. Radioisotop berupa &"($ atau 3"(C atau
keduanya dapat mengetahui asal usul atom oksigen - dari &3
#
atau dari 1
#
3.
yang membentuk senyawa glukosa atau oksigen yang terbentuk pada proses
fotosintesis.
:&3
#
A :1
#
3 &
:
1
(#
3
:
A :3
#
=tom &"($ dihasilkan sebagai atom panas dan dengan segeran
bereaksi dengan oksigen di atmosfer menghasilkan &3
#
. ;arbondioksida
radioaktif dikonsumsi tumbuhan pada saat fotosintesis, kemudian dikonsumsi
binatang pemakan tumbuhan, sehingga &"($ terdapat pada setiap makhluk
hidup. Pada metode penentuan umur dengan radiokarbon ini, dianggap &"($
hanya dihasilkan dari reaksi sinar kosmik tersebut.
%. Mempelajari pr$ses pen&erapan air an sirk'lasin&a i alam batang
t'mb'(an.
). Mempelajari pengar'( 'ns'r*'ns'r (ara selain 'ns're N+ P an K ter(aap
perkembangan t'mb'(an.
,. Mema-' m'tasi gen t'mb'(an alam 'pa&a menapatkan bibit 'ngg'l.
.. Is$t$p rai$akti# seperti
"
/+
1%
0+
"!
P+
")
S+
1,
Rb+
1!)
I apat ig'nakan 'nt'k
mengeta('i aspek metab$lik alam sel+ bakteri+ yeast+ tanaman+ binatang+
an man'sia alam meng'rai si#at asar paa materi genetik.
DA2TAR P3STAKA
[Link]#,,*D,:Dpenggunaan"[Link].<ikses
pada tangal ($ Eei #,(, pukul ,C.$(.
[Link]#,(,D,([Link]. <ikses pada tangal ($ Eei
#,(, pukul ,C.$'
[Link]. <ikses pada tangal ($ Eei #,(, pukul ,C.'#
[Link]. <ikses pada tangal ($ Eei #,(, pukul ,*.,(
[Link]#,/*%:C(Dpemanfaatan.<ikses pada tangal ($ Eei #,(,
pukul ,*.(%
[Link]#,,C,C('(C'(#:==:l9R&.
<ikses pada tangal ($ Eei #,(, pukul ,*.(/
TUGAS RADIOKIMIA
APLIKASI RADIO ISOTOP DALAM BIDANG BIOLOGI
<osen Pengampu =gung Nugroho &S, [Link],[Link]
<i susun oleh
+stiBomah -;%%,/,%(.
Susanto -;%%,/,$/.
<evinta Riza N -I%%,/,(#.
2rni ermawati -I%%,/,(*.
3kty +hwanti -I%%,/,#*.
Jariha +fada -I%%,/,,(.
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SEBELAS MARET
SURAKARTA
2010

Anda mungkin juga menyukai