Musa Law
515130016
i
LAPORAN PRAKTIKUM
METALURGI FISIK
Percobaan
Bending Test
Nama : Musa Law
NIM : 515130016
Semester : 3
Tahun Akademik : 2014/2015
Kelompok : IV
Asisten : Teguh
FAKULTAS TEKNIK JURUSAN MESIN
UNIVERSITAS TARUMANAGARA
JAKARTA
Musa Law
515130016
ii
Kata Pengantar
Puji syukur saya panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena berkat
rahmat-Nya laporan ini dapat diselesaikan dengan baik dan tepat pada waktunya.
Laporan Bending Test ini disusun sebagai hasil dari praktikum metalurgi fisik
yang dilakukan pada semester III di jurusan Teknik Mesin Universitas
Tarumanagara. Dalam laporan ini dijelaskan langkah langkah kerja praktikum,
hasil praktikum, hingga analisis serta jawaban atas pertanyaan pertanyaan yang
diajukan.
Praktikum metalurgi fisik ini pada dasarnya merupakan sebuah keharusan
dalam proses pembelajaran ini karena melalui praktikum ini segala pengetahuan
berupa teori teori yang diperoleh dari pembelajaran di dalam kelas sehingga
mahasiswa dapat mendapatkan penjelasan yang lebih nyata dan konkrit di
lapangan yang dalam hal ini adalah laboratorium. Sehingga diharapkan melalui
praktikum ini, mahasiswa dapat mengerti dengan jelas dan memahami apa yang
sebenarnya dipelajari dari dalam kelas dan dapat menerapkannya dalam
kehidupan sehari hari.
Penyelesaian laporan ini juga tidak lepas dari dukungan serta berbagai
bantuan dan masukan dari rekan rekan dalam memberi kritikan dan saran yang
bersifat membangun. Oleh karena itu semoga laporan ini dapat menjadi manfaat
dan turut membantu semua orang yang membacanya. Terima kasih.
Jakarta, 20 September 2014
Penulis
Musa Law
515130016
iii
DAFTAR ISI
Halaman
KATA PENGANTAR ................................................................................... ii
DAFTAR ISI .................................................................................................. iii
DAFTAR GAMBAR ..................................................................................... v
DAFTAR GRAFIK ........................................................................................ vi
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang .................................................................................. 1
1.2 Tujuan ............................................................................................... 1
1.3 Batasan .............................................................................................. 2
1.4 Metode .............................................................................................. 2
BAB II LANDASAN TEORI
2.1 Dasar Teori ........................................................................................ 3
2.2 Alat dan Bahan .................................................................................. 4
2.3 Jalannya Percobaan ........................................................................... 4
BAB III HASIL PRAKTIKUM ..................................................................... 6
BAB IV PEMBAHASAN DAN ANALISIS
4.1 Pembahasan ....................................................................................... 8
BAB V PENUTUP
Musa Law
515130016
iv
5.1 Faktor Kesalahan .............................................................................. 10
5.2 Kesimpulan ....................................................................................... 10
LAMPIRAN ................................................................................................... 11
Musa Law
515130016
v
Daftar Gambar
Gambar 2.1 ..................................................................................................... 3
Gambar 2.2 ..................................................................................................... 5
Gambar 3.1 ..................................................................................................... 6
Gambar 3.2 ..................................................................................................... 7
Gambar 4.1 ..................................................................................................... 9
Musa Law
515130016
1
Bab I
Pendahuluan
1.1. Latar Belakang
Dalam membangun suatu konstruksi, pemilihan bahan yang akan digunakan
memgang sebuah peranan penting. Pemilihan bahan yang sesuai akan mendukung
keberhasilan dari konstruksi tersebut.
Salah satu sifat bahan yang harus diperhatikan adalah sifat mekanis bahan.
Sifat mekanis bahan adalah kemampuan bahan menerima beban beban mekanis
dalam besar tertentu. Kemampuan bending atau tekuk juga merupakan salah satu
sifat mekanis, dan dapat diuji melalui uji tekuk atau bending test.
Uji bending adalah suatu percobaan yang menguji sejauh mana specimen
dapat ditekuk ketika menerima beban secara vertical pada titik tertentu. Uji tekuk
berkaitan dengan keuletan dari suatu bahan. Dalam praktek ini akan dapat dilihat
langsung proses pembebanan yang diberikan ke specimen dan melihat seberapa jauh
specimen tersebut dapat ditekuk.
1.2. Tujuan
1. Mempelajari defleksi pada batang
2. Mempelajari pengaruh momen inersia
3. Mempelajari pengaruh pembebanan dan letak tumpuan
4. Menghitung modulus elastisitas bahan
5. Membuat diagram pembebanan dengan defleksi
Musa Law
515130016
2
1.3. Batasan
Karena percobaan ini memiliki luang lingkup yang luas, masalah yang akan
dibahas akan dibatasi. Hal yang dibahas meliputi cara pengujiannya dan cara
melakukan percobaan tersebut. Dalam batasan ini terdapat 5 bab yaitu Pendahuluan,
Dasar teori, Hasil praktikum, Pembahasan dan analisis, dan Kesimpulan.
1.4. Metode
Metode yang digunakan dalam praktikum ini adalah pengujian langsung
menggunakan alat serta perhitungan menggunakan formula formula tertentu untuk
menghitung data yang diperlukan.
Musa Law
515130016
3
Bab II
Landasan Teori
2.1. Dasar Teori
Ketika sebuah benda dibengkokkan, akan terjadi perubahan bentuk pada
bagian yang dibengkokkan atau bagian yang menerima gaya. Pengujian lengkung
merupakan salah satu pengujian sifat mekanik bahan dengan memberikan
pembebanan terhadap suatu bahan pada titik tengah dari bahan tersebut sementara
kedua ujungnya diberi tumpuan. Dengan begitu maka benda akan mengalami
deformasi akibat dari adanya 2 gaya dengan arah yang berlawanan dan bekerja
secara bersamaan.
Gambar 2.1. Ilustrasi Bending Test
Sebagaimana prilaku bahan terhadap pembebanan, semua bahan akan
mengalami perubahan bentuk (deformasi) secara bertahap dari elastis menjadi plastis
hingga akhirnya mengalami kerusakan (patah). Dalam proses pembebanan lengkung
dimana dua gaya bekerja dengan jarak tertentu (1/2L) serta arah yang berlawanan
bekerja secara bersamaan, maka Momen lengkung (Mb) itu akan bekerja dan ditahan
oleh sumbu batang tersebut atau sebagai momen tahanan lengkung (Wb). Dalam
proses pengujian lengkung yang dilakukan terhadap material sebagai bahan teknik
memilki tujuan pengujian yang berbeda tergantung kebutuhannya.
Di mana: Y = Defleksi
Musa Law
515130016
4
F = Besar beban
l = Jarak antar titik tumpuan
E = Modulus elastisitas
I = Momen Inersia
Dalam persamaan di atas terdapat momen Inersia, di mana persamaan
momen inersia untuk benda berpenampang persegi adalah:
2.2. Alat dan Bahan
1. Spesimen
2. Universal Test Machine
3. Jangka Sorong
4. Mistar
5. Kertas Milimeter Block
2.3. Jalannya Percobaan
1. Siapkan specimen, ukur dimensi specimen serta dimensi dimensi lainnya
yang tertera pada table percobaan.
2. Setelah itu, letakkan specimen pada tumpuan dan pastikan bagian tengah
specimen sejajar dengan beban secara vertical.
3. Jika sudah yakin, mulai lakukan pembebanan dan amati perubahan yang
terjadi pada specimen.
F
h
x
y
b
I
x
= 1/12 b.h
3
W
x
= 1/6 b.h
2
Musa Law
515130016
5
4. Kemudian jika specimen sudah melengkung cukup jauh, hentikan
pembebanan dan catat besar nilai pembebanan maksimum yang diberikan
kepada specimen.
2.4. Pertanyaan pertanyaan
Gambar 2.2. Universal Test Machine
Keterangan gambar:
1. Glass Panel
2. Skala
3. Figure plate
4. Jarum beban
5. Knop jarum beban maksimum
6. Jarum beban maksimum
7. Puli
8. Tutup recorder
9. Meja recorder
10. Handle pengatur beban
11. Switch lower cross head
12. Switch pompa
13. Auxiliarly pointer
14. Zero adjusting knop
15. Knop set beban
16. Panel
17. Panel pengontrol
18. Switch lampu
Musa Law
515130016
6
1 2
3 4 5
A
B
h
b
L
Bab III
Hasil Praktikum
3.1. Sebelum Ditekuk
Gambar 3.1. Spesimen Sebelum Ditekuk
L (mm) Lo (mm) b (mm) a (mm) D (mm) Penumpu
(mm)
200 100 15.8 16.3 50 30.2
Daerah Lo (mm) Lo rata rata
1 20
20
2 20
3 20
4 20
5 20
Daerah b (mm) h (mm) A (mm)
1 15.8 16.3
257.5
2 15.8 16.3
3 15.8 16.3
Musa Law
515130016
7
4 15.8 16.3
5 15.8 16.3
3.2. Setelah Ditekuk
Gambar 3.2. Spesimen Setelah Ditekuk
(
o
) P
max
(kgf) f (mm) E T
1
(kg/mm
2
)
90 2250 71 6.98 15.57
Daerah L
1
(mm) L
1
rata rata (mm)
1 20
18.2
2 17
3 17
4 17
5 20
Musa Law
515130016
8
Bab IV
Pembahasan dan Analisis
4.1. Pembahasan
Momen Lengkung
Momen Tahanan
Tegangan Lengkung
Momen Inersia
Musa Law
515130016
9
Modulus Elastisitas
Gambar 4.1. Grafik Panjang Daerah Setelah Ditekuk
Musa Law
515130016
10
Bab V
Penutup
5.1. Faktor Kesalahan
1. Kesalahan dalam pengukuran dimensi specimen sebelum ditekuk
2. Kesalahan menetukan ketepatan waktu dalam mengamati skala selama
proses bending
3. Kesalahan dalam pembacaan jarum skala universal test machine
4. Kesalahan dalam menentukan posisi specimen pada universal test machine
5. Kesalahan dalam mengukur sudut defleksi dari specimen setelah ditekuk
6. Kesalahan dalam perhitungan meliputi pembulatan bilangan decimal
7. Kesalahan pengukuran saat memberikan tanda bagian bagian pada
specimen
5.2. Kesimpulan
1. Material yang semakin ulet akan mempunyai nilai modulus elastisitas
yang lebih besar.
2. Ukuran dari specimen akan mempengaruhi besar sudut defleksi yang
terbentuk.
3. Setelah melengkung, besar daerah yang berubah hanya daerah 2,3, dan 4
sementara sisanya tidak berubah.
4. Setelah ditekuk, specimen mengalami deformasi plastis yang
mengakibatkan perubahan dimensi.
5. Besar defleksi yang terjadi bergantung pada jenis bahan, dimensi bahan,
dan beban yang bekerja
6. Besar dari sudut defleksi dipengaruhi oleh besar penampang dari specimen
7. Besar tegangan lengkung yang dialami dipengaruhi oleh momen lengkung
Musa Law
515130016
11
Lampiran
Gambar 1 dan 2. Proses Uji Tekuk
Gambar 3. Spesimen setelah ditekuk
Gambar 4. Spesimen sebelum ditekuk
Gambar 5. Grafik hasil percobaan