Diah Media Rizki
(G1A113142)
1. IBUPROFEN
Mekanisme Kerja : Menginhibisi sintesa prostaglandin dan menghambat siklooksigenase-I
(COX I) dan siklooksigenase-II (COX II)
Farmakodinamik : Bersifat analgesik dengan daya anti-inflamasi yang tidak terlalu kuat. Dalam
pengobatan dengan ibuprofen, terjadi penurunan pelepasan mediator dari
granulosit, basofil dan sel mast, terjadi penurunan kepekaan terhadap
bradikinin dan histamin, mempengaruhi produksi limfokin dan limfosit T,
melawan vasodilatasi dan menghambat agregasi platelet.
Farmakokinetik : Dimetabolisme secara luas di hati, diabsorbsi dengan cepat melalui saluran
pencernaan (lambung) , 90% ibuprofen terikat dalam protein plasma. Waktu
paruh dalam plasma berkisar antara 2-4 jam. Ekskresinya berlangsung
dengan cepat dan lengkap, 90% dari dosis yang di absorbsi akan di
ekskresikan melalui urin sebagai metabolit atau konjugatnya.
Indikasi : Ibuprofen dapat digunakan untuk mengurangi nyeri yang ringan hingga
sedang. Khususnya nyeri karena inflamasi.
Efek samping : Efek sampingnya terhadap saluran cerna adalah iritasi saluran cerna dan
perdarahan, tetapi lebih ringan dibandingkan aspirin, indometasin, dan
naproksen. Adanya rash, pruritus, tinitus, pusing. Efek samping lain yang
jarang ialah eritema kulit, sakit kepala trombosipenia, ambliopia toksik
yang reversible.
Interaksi obat : Jika diberikan bersama warfarin tidak akan terjadi pergeseran, tapi harus
waspada karena adanya gangguan fungsi trombosit yang memperpanjang
masa perdarahan. Pemberian bersamaan dengan aspirin mengantagonis
efek aspirin terhadap trombosis sehingga meniadakan sifat kardioprotektif
aspirin, penggunaan ibuprofer bersama aspirin dapat menurunkan efek
total anti-inflamasi. Interaksi dengan antikoagulan jarang terjadi.
Sediaan : Tablet dan suspensi
Dosis : Dosis sebagai analgesik 4 kali 400mg sehari tetapi sebaiknya dosis optimal
pada tiap orang ditentukan secara individual. Untuk nyeri ringan hingga
sedang dosis dewasa penggunaan ibuprofen per oral adalah 200-400 mg.
Untuk nyeri haid 400 mg per oral. Untuk arthritis rheumatoid 400-800 mg.
Untuk demam pada anak-anak 5 mg/kg berat badan/hari
Cara pemberian : Melalui oral
Indeks keamanan kehamilan dan menyusui : Iboprofen tidak dianjurkan diminum oleh ibu
hamil dan menyusui.
2. PIROKSIKAM
Mekanisme Kerja : Menghambat sintesa prostaglandin dengan cara menghambat kerja enzim
cyclooxygenase (COX), COX-1 & COX-2 pada jalur arachidonat.
Farmakodinamik : Memiliki efek anti-inflamasi. Prostaglandin merangsang histamin dan
bradikinin sehingga terjadi migrasi sel leukosit ke jaringan radang. Dari situ
timbul gejala-gejala inflamasi seperti kalor, rubor, tumor, dolor, dan
funtiolesa. Piroksikam akan menghambat produksi prostaglandin sehingga
gejala-gejala inflamasi dapat ditekan. Memiliki efek analgesik dan juga efek
antipiretik.
Farmakokinetik : Absorbsi berlangsung cepat dilambung, terikat 99% dengan protein
plasma. Obat ini menjalani siklus enterohepatik
Indikasi : Piroksikam hanya untuk penyakit inflamasi sendi misalnya artritis
reumatoid, osteoartritis, spondilitisankilosa
Efek samping : Efek samping tersering adalah gangguan saluran cerna, seperti tukak
lambung. Efek samping lain adalah pusing, tinitus, nyeri kepala dan eritema
kulit. Pada hati menyebabkan kerusakan hati, gangguan fungsi trombosit.
Interaksi obat : Interaksi dengan makanan dapat mengurangi kontak langsung dengan
mukosa lambung. Jika diberikan bersamaan dengan obat yang terikat protein
plasma seperti salisilat akan meningkat kan efek samping. Jika diberikan
bersamaan dengan obat satu golongan (AINS) dapat meningkatkan
konsentrasi plasma sehingga meningkatkan efek samping. Jika digunakan
bersamaan dengan aspirin dapat menimbulkan hipersensitivitas silang.
Sediaan : Tablet, Kapsul 10 mg, 20 mg, tablet terdispersi, tablet flash 20 mg.
Dosis : Dosis 10-20 mg sehari diberikan pada pasien yang tidak memberi respon
cukup dengan AINS yang lebih aman. Untuk dewasa, rematoid artritis,
osteoartritis, ankilosing spondilitis dosis awal 20 mg. Goat akut 40 mg per
hari. Gangguan muskuloskeletal akut 40 mg per hari.
Cara pemberian : Melalui oral
Indexs keamanaan kehamilan dan menyusui : Tidak dianjurkan untuk diberikan pada wanita
hamil karena efeknya pada sistem kardiovaskular
fetus dan kontraksi uterus. Tidak dianjurkan untuk
diberikan pada ibu menyusui karena akan
terdistribusi melalui air susu ibu.
3. ASAM MAFENAMAT
Mekanisme kerja : Menghambat sintesa prostaglandin dengan cara menghambat kerja enzim
cyclooxygenase (COX), COX-1 & COX-2
Farmakodinamik : Digunakan sebagai analgesik dan sebagai anti inflamasi.
Farmakokinetik : Asam mafenamat terikat sangat kuat pada protein plasma. Diberikan
melalui mulut dan di absorbsi pertama kali dari lambung dan usus
selanjutnya obat akan melalui hati diserap darah dan dibawa oleh darah
sampai ke tempat kerjanya. Konsentrasi puncak asam mafenamat dalam
plasma tercapai dalam 2 sampai 4 jam. Sekitar 50 % dosis asam mafenamat
dieksresikan melalui urin dan 20 % ditemukan di dalam feses.
Indikasi : Dapat menghilangkan nyeri akut dan kronik, ringan sampai sedang
sehubungan dengan sakit kepala, sakit gigi, disminore primer, termasuk nyeri
karena trauma, nyeri sendi, nyeri otot, nyeri sehabis operasi, nyeri pada
persalinan.
Efek samping : Efeksamping pada saluran cerna sering timbul seperti dispepsia, diare
sampai diare berdarah, dan gejala iritasi lain terhadap mukosa lambung. Efek
samping lain seperti eritema kulit dan bronkokonstriksi. Efeksamping pada
darah yang sering timbul seperti anemia, penurunan hematokrit (pemakaian
jangka lama). Efek pada sistem syaraf yang sering timbul pusing, sakit
kepala, sulit tidur, cemas, dan gemetaran.
Interaksi obat : Interaksi dengan makanan dapat mengurangi kecepatan absorbsi tetapi
tidak mengurangi jumlah yang diabsorbsi. Jika diberikan bersama dengan
obat yang terikat pada protein plasma seperti sulfonylurea dapat meningkat
kan efek samping.
Sediaan : Tablet, kaplet
Dosis : 2-3 kali 250-500 mg sehari untuk dewasa dan anak di atas 14 tahun.
Cara pemberian : Melalui oral
Indexs keamanan kehamilan dan menyusui : Tidak dianjurkan untuk diberikan pada ibu hamil