0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
59 tayangan13 halaman

Panduan Penggunaan SGeMS Software

1. Dokumen menjelaskan format penulisan data dalam aplikasi SGeMS dan basis data assay, termasuk judul basis data, jumlah variabel, nama variabel, dan nilai variabel yang dikelompokkan berdasarkan kolom. 2. Beberapa analisis statistik deskriptif dan inferensial dijelaskan seperti histogram untuk melihat distribusi data, scatter plot untuk menganalisis korelasi antar variabel, variogram untuk menganalisis variabilitas antar data, dan kriging untuk estim

Diunggah oleh

Beth Williams
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
59 tayangan13 halaman

Panduan Penggunaan SGeMS Software

1. Dokumen menjelaskan format penulisan data dalam aplikasi SGeMS dan basis data assay, termasuk judul basis data, jumlah variabel, nama variabel, dan nilai variabel yang dikelompokkan berdasarkan kolom. 2. Beberapa analisis statistik deskriptif dan inferensial dijelaskan seperti histogram untuk melihat distribusi data, scatter plot untuk menganalisis korelasi antar variabel, variogram untuk menganalisis variabilitas antar data, dan kriging untuk estim

Diunggah oleh

Beth Williams
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

1.

Penyusunan Format Data Dalam SGeMS dan Basis Data


Assay
Adapun susunan penulisan data pada pada aplikasi notepad
ditunjukkan pada sebagai berikut :
Pada baris pertama menyatakan judul basis data.
Baris kedua menyatakan jumlah variabel data yang akan
diproses, dapat dinyatakan dengan angka.
Baris ketiga, keempat dan seterusnya ke bawah menyatakan
nama variabel data yang akan diproses.
Baris selanjutnya merupakan nilai dari masing-masing variabel
tersebut, dimana tiap variabel dikelompokkan berdasarkan
kolom.
Gambar 1.1
Format Data Dalam NotePad
1
2. Tampilan Lubang Bor D
Gambar 2.1
Tampilan Lubang Bor D
. Analisis Statisti! "ni#arians
1. Histogram
Histogram sangat berguna untuk mengetahui bentuk seara gra!k
dari sebaran atau distribusi suatu data. Apakah data tersebut
terdistribusi seara merata dari kadar rendah sampai kadar tinggi,
atau hanya mengelompok pada kadar rendah dan kadar tinggi saja.
"elain itu, dapat juga mengelompok pada kadar rendah dan kadar
tingi seara bersamaan. "ehingga berdasarkan analisis terhadap
kurva histogram, dapat diketahui mengenai karakteristik
penyebaran data dan berguna sebagai in#ormasi awal untuk
kegiatan pengolahan data tersebut.
2
Gambar .1
$istogram Al
2
%

$istogram data !adar Al


2
%

pada Batugamping
Berdasarkan histogram kadar Al
$
%
&
untuk batugamping maka kita
dapat mengetahui in#ormasi sebagai berikut:
Histogram kadar Al
$
%
&
menunjukan bahwa data kadar "i%
$
pada
batugamping memiliki distribusi taksimetri 'skewness( positi#
artinya bahwa data kadar "i%
$
pada batugamping enderung
mengelompok pada kadar relati# rendah
3
Gambar .2
$istogram &a%
$istogram data !adar Al
2
%

pada Batugamping
Histogram kadar )a% pada batugamping seperti yang terlihat
menunjukkan bahwa data kadar )a% pada batugamping memiliki
distribusi taksimetri 'skewness( negati# yang berarti bahwa data
kadar )a% tersebut enderung mengelompok pada kadar relati#
tinggi.
'. Analisis Statisti! Bi#arians
1. "atter Plot
Analisis statistik bivarian berupa diagram penar 'scatter plot(
digunakan untuk mengetahui korelasi statistik dan nilai
koe!sien dari $ 'dua( kelompok data variabel yang berbeda
dan terletak pada lokasi yang sama
Perhitungan koefsien korelasi pada dasarnya dapat dikelompokkan
menjadi & 'tiga( kelompok besar yaitu:
a. *orelasi positi# kuat
*orelasi positi# kuat apabila hasil perhitungan korelasi mendekati
+1 atau sama dengan +1. ,ni berarti bahwa setiap kenaikan nilai
4
pada variabel - akan diikuti dengan kenaikan nilai variabel ..
"ebaliknya, jika variabel - mengalami penurunan, maka akan
diikuti dengan penurunan variabel ..
b. *orelasi negati# kuat
*orelasi negati# kuat apabila hasil perhitungan korelasi
mendekati -1 atau sama dengan -1. ,ni berarti bahwa setiap
kenaikan nilai pada variabel - akan diikuti dengan penurunan
skor/nilai variabel .. "ebaliknya, jika variabel - turun, maka nilai
variabel . akan naik.
. 0idak ada korelasi
0idak ada korelasi, apabila hasil perhitungan korelasi mendekati
1 atau sama dengan 1. Hal ini berarti bahwa naik turunnya nilai
satu variabel tidak mempunyai kaitan dengan naik turunnya
nilai variabel yang lainnya. Apabila nilai variabel - naik tidak
selalu diikuti dengan naik atau turunnya nilai variabel .,
demikian juga sebaliknya.
Gambar '.1
S(atter Plot &a%)Si%
2
5
Gambar '.2
S(atter Plot &a%)$
2
%
2ari scatter plot pada 3ambar 4.1 di atas dapat dilihat bahwa
kadar )a%-"i%
$
mempunyai nilai korelasi sebesar -1,5$ termasuk
dalam kelompok korelasi negati# kuat yang berarti setiap kenaikan
nilai pada kadar )a% akan diikuti dengan penurunan nilai pada
kadar "i%
$
, begitupun sebaliknya jika kadar )a% turun maka kadar
"i%
$
akan naik. "edangkan scatter plot pada 3ambar 4.$ terhadap
kadar )a%-H
$
% tidak ada korelasi yang berarti naik turunnya suatu
kadar tidak mempunyai hubungan dengan naik turunnya kadar yang
lain, hal ini dapat dilihat dari nilai korelasi mendekati atau sama
dengan 1.
*. +ariogram
6
6ariogram dapat digunakan untuk menganalisis tingkat
kemiripan atau variabilitas antar masing-masing data kadar,
ketebalan dll.
7
- Parameter ,nput 6ariogram
- 7itting 6ariogram
8
- 7itting 6ariogram
Gambar *.1
Fitting +ariogram
,. -artesian Grid
9
10
'884&84 9 88&:5;(/111<'.. = '4;:-$14(/1;<1,./
Gambar ,.1
-artesian Grid
11
0. 1stimasi -riging
- Hasil >un ?stimasi 2engan *riging Blok & 2imensi
12
Gambar 0.1
Blo! D
13

Anda mungkin juga menyukai