0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
42 tayangan27 halaman

Sifat Umum dan Karakteristik Polimer

Dokumen tersebut memberikan informasi mengenai sifat-sifat umum polimer dan aplikasinya. Polimer digunakan untuk berbagai aplikasi seperti kemasan, tekstil, peralatan rumah tangga, dan komponen otomotif karena sifatnya yang tahan korosi, rendahnya konduktivitas panas dan listrik, rasio kekuatan berat yang tinggi, serta harganya yang relatif murah. Dokumen ini juga menjelaskan proses polimerisasi, str
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
42 tayangan27 halaman

Sifat Umum dan Karakteristik Polimer

Dokumen tersebut memberikan informasi mengenai sifat-sifat umum polimer dan aplikasinya. Polimer digunakan untuk berbagai aplikasi seperti kemasan, tekstil, peralatan rumah tangga, dan komponen otomotif karena sifatnya yang tahan korosi, rendahnya konduktivitas panas dan listrik, rasio kekuatan berat yang tinggi, serta harganya yang relatif murah. Dokumen ini juga menjelaskan proses polimerisasi, str
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai PDF, TXT atau baca online di Scribd

Polimer: Sifat-sifat Umum

dan Aplikasinya
Ir. Tri Prakosa, M. Eng.
Proses Manufaktur I, September 2011.
Karakteristik Polimer
Walaupun plastik merupakan salah satu jenis polimer (polimer yang
mempunyai molekul yang sangat besar), akan tetapi kata plastik
seringkali digunakan untuk menyebut polimer.
P Penggunaan polimer antara lain untuk wadah makanan dan minuman,
pengepakan, peralatan rumah tangga, tekstil, peralatan medis, busa, cat,
mainan anak-anak, lensa, roda gigi, produk elektronik, perlatan kantor,
komponen pesawat militer dan sipil, peralatan olah raga serta komponen
mobil.
P Karakteristik polimer:
< Tahan korosi dan bahan kimiawi.
< Konduktivitas elektrik dan termal yang rendah.
< Kerapatan massa rendah.
< Rasio kekuatan - berat tinggi, terutama untuk polimer yang diperkuat
< Reduksi kebisingan.
< Pilihan warna yang banyak serta tembus pandang.
< Mudah untuk dimanufaktur dan mungkin untuk membentuk produk yang
kompleks.
< Mempunyai ongkos yang relatif murah.
Daerah Sifat-sifat Mekanik untuk Berbagai Plastik
Pendahuluan
Struktur Polimer
Struktur dasar dari
molekul polimer: (a)
molekul ethylene; (b)
polyethylene, rantai
panjang dari banyak
molekul ethylene; c)
Struktur molekul dari
berbagai polimer. Ini
merupkakan contoh-
contoh dari blok
pembangun dasar bagi
plastik.
Struktur Polimer
(Lanjutan)
P Polimer adalah rangkaian panjang molekul yang terbentuk
karena proses polimerisasi. Monomer adalah penyusun
dasar polimer yang menyusun polimer secara link dan cross-
link.
P Kebanyakan monomer adalah material organik yang atom
karbonnya berikatan secara kovalen dengan unsur lain
(hidrogen, oksigen, nitrogen, fluor, khlor, silikon dan fosfor).
Polimerisasi
Contoh polimerisasi (a) Polimerisasi-kondensasi nylon 6,6 dan (b) Polimerisasi
penambahan molekul polyethylene dari mers ethylene.
Condensation
Polymerization
Addition
Polymerization
Berat Molekul dan Derajat Polimerisasi
Pengaruh berat molekul
dan derajat polimerisasi
pada kekuatan dan
viskositas dari polimer
P Polimerisasi adalah proses kimiawi yang digunakan
untuk merangkai monomer menjadi polimer dalam
unit yang berulang, sehingga molekulnya menjadi
lebih panjang dan lebih besar.
P Jenis proses polimerisasi:
< Condensation (step-growth, step-reaction):
pertumbuhan molekul polimer dilakukan secara bertahap
sampai seluruh reaktan habis.
< Addition (chain-growth, chain-reaction):
pertumbuhan molekul polimer dilakukan secara simultan
sehingga prosesnya lebih cepat dibandingkan proses
addition.
P Berat molekular dan distribusi berat molekular
mempengaruhi sifat-sifat polimer.
P Derajat polimerisasi adalah perbandingan antara
berat molekul polimer dengan berat molekul dari unit
perulangannya.
P Ikatan dalam proses polimerisasi: ikatan kovalen
(ikatan utama) dan ikatan kedua seperti ikatan Van
der Waals, ikatan hidrogen dan ikatan ionik
Rantai Polimer
Ilustrasi rantai polimer: (a) Struktrul linier-
thermoplastics seperti acrylics, nylons,
polyethylene, polyvinyl chloride mempunyai
struktur. (b) Struktur bercabang, seperti pada
polyethylene. (c) Struktur silang (Cross-linked) -
-kebanyakan karet atau elastomer mempunyai
struktur jenis ini, dan vulkanisasi dari karet akan
menghasilkan struktur ini. (d) Struktur jaringan
(Network), yang sebenarnya merupakan struktur
dengan persilangan banyak/tinggi sebagai
contoh thermosetting plastics, seperti epoksi dan
phenolics.
Sifat Polimer
Sifat polimer sebagai fungsi temperatur dan (a) derajat kristalisasi dan (b) struktur
silang. Kombinasi sifat elastis dan viskous pada polimer dikenal sebagai
viskouselastisitas.
Kristalisasi
Daerah amorphous dan
crystalline di dalam
polimer. Daerah
crystalline (crystallite)
mempunyai susunan
molekul yang teratur.
Semakin tinggi kristalisasi,
polimer akan semakin
keras, kaku, dan menurun
keuletannya.
Volume Spesifik sebagai Fungsi
dari Temperatur
Volume spesifik polimer sebagai fungsi
dari temperatur. Polimer amorphous,
seperti acrylic dan polycarbonate,
mempunyai temperatur transisi kaca,
Tg, tetapi tidak mempunyai titik leleh
spesifik, Tm. Sebagian polimer kristal,
seperti polyethylene dan nylons, akan
menyusut dengan tajam saat melalui
temperatur lelehnya pada waktu
pendinginan.
Temperatur Cair dan Transisi-
Kaca pada Beberapa Polimer
Kegetasan polimer amorphous pada temperatur di bawah temperatur
glass-transition dapat dikurangi dengan mencampurkan (pada
umumya) sejumlah kecil elastomer. Polimer jenis ini biasa disebut
sebagai rubber modified polymers.
Sifat Plastik
Termoplastik: bersifat lunak dan
mudah dibentuk pada temperatur
tinggi, kembali ke sifat-sifat asal
setelah dipanaskan.
Termoset: mempunyai rantai
polimer berbentuk cross-link,
bersifat tidak menjadi lunak
walaupun temperatur dinaikkan,
lebih rigid dan keras dibandingkan
termoplastik serta hanya
mempunyai pilihan warna yang
sedikit.
Terminologi umum untuk
mendeskripsikan 3 jenis
sifat plastik. PTFE
(polytetrafluoroethylene)
mempunyai nama dagang
Teflon. Source: R. L. E.
Brown.
Pengaruh Temperatur
Pengaruh temperatur terhadap kekuatan impak
pada berbagai plastik. Perubahan temperatur
yang kecil mempunyai pengaruh yang significant
pada kekuatan impak. Source: P. C. Powell.
Pengaruh temperatur pada kurva stress-
strain pada cellulose acetate, suatu
thermoplastic. Perhatikan adanya
penurunan kekuatan yang besar dan
kenaikan ductility dengan kenaikan
temperatur yang relatif kecil. Source:
After T. S. Carswell and H. K. Nason.
Perpanjangan
(a) Kurva Beban-
Perpanjangan untuk
polycarbonate, suatu
thermoplastic. Sumber:
R. P. Kambour and R.
E. Robertson. (b)
Spesimen uji tarik High-
density polyethylene,
memperlihatkan
perpanjangan yang
seragam (bagian yang
panjang dan diameter
kecil pada spesimen).
Bahan Aditif
P Agar didapatkan polimer yang mempunyai karakteristik tertentu, kadangkala
ditambahkan bahan aditif pada polimer. Bahan tersebut antara lain:
< Plasticizers: ditambahkan untuk mendapatkan fleksibilitas dan kelunakan polimer
dengan cara menurunkan temperatur glass-transition. Contoh penggunaan adalah
pada PVC.
< Carbon black: ditambahkan pada polimer untuk menyerap sinar ultraviolet yang
dapat menyebabkan polimer mengalami degradasi dan menjadi kaku serta getas.
< Antioxidants: ditambahkan untuk melindungi polimer dari terdegradasi karena
oksigen.
< Filler: sebagai elemen pengisi pada polimer yang dapat menurunkan ongkos
polimer secara keseluruhan selain dapat menambah antara lain kekuatan,
kekerasan, ketangguhan, ketahanan terhadap abrasi, penyestabil dimensi polimer.
Serbuk gergaj, tepung mika, tanah liat, talk, kalsium karbonat dan selulosa adalah
filler yang biasa digunakan.
< Colorants: ditambahkan untuk mendapatkan berbagai macam warna bagi polimer.
< Flame retardants: digunakan untuk mengurangi sifat mudah terbakar polimer.
< Lubricant: ditambahkan pada polimer untuk mengurangi gesekan selama polimer
diproses menjadi sebuah produk atau mencegah bahan polimer melekat pada
cetakan. Bahan yang biasanya digunakan sebagai pelumas adalah minyak biji rami,
minyak mineral dan likin (alami atau sintetik).
Rekomendasi Umum Produk Plastik
Sifat-sifat Umum Termoplastik
P Acetals (acetic - alcohol): mempunyai kekuatan, kekakuan serta ketahanan terhadap
creep, abrasi, uap, panas dan bahan kimia yang baik.
P Acrylics (polymethylmethacrylate, PMMA): mempunyai kekuatan yang cukup, sifat
optik yang baik, tahan terhadap cuaca, bersifat transparan dan secara umum tahan
terhadap bahan kimia dan mempunyai tahanan elektrik yang baik.
P Acrylonitrile-Butadiene-Styrene (ABS): mempunyai dimensi yang stabil dan rigid,
mempunyai kekuatan, ketangguhan dan ketahanan impak, abrasi dan kimia yang
baik. Mempunyai sifat-sifat yang baik pada temperatur rendah dan tahanan elektrik
yang tinggi.
P Cellulosics: mempunyai sifat mekanik yang tergantung pada komposisinya. Dapat
dibuat menjadi rigid, kuat dan tangguh, akan tetapi tidak tahan cuaca serta
terpengaruh panas dan bahan kimia.
P Fluorocarbons: mempunyai ketahanan terhadap temperatur tinggi, bahan kimia,
cuaca dan elektrik yang baik, selain mempunyai sifat nonadesif yang unik dan
gesekan yang rendah.
P Polyamides:
< Nylons: mempunyai sifat mekanik dan ketahanan abrasi yang baik, self-lubricating dan tahan terhapad
hampir semua bahan kimia. Keburukannya adalah menyerap air (hydroscopic) yang dapat mengurangi
sifat-sifat mekanik dan meningkatkan ukuran produk.
< Aramids: mempunyai kekuatan tarik dan kekakuan yang sangat tinggi.
Sifat Umum Termoplastik
(Lanjutan)
P Polycarbonates: mempunyai sifat mekanik dan elektrik yang baik,
katahanan terhadap impak yang tinggi serta dapat dibuat tahan terhadap
bahan kimia.
P Polyesters: mempunyai sifat mekanik, listrik, dan kimia yang baik;
ketahanan abrasif baik, dan koefisien gesek rendah. Untuk rodagigi, cam,
roller, elemen bantalan, pompa, dan komp. Elektromekanik.
P Polyethylene: mempunyai sifat elektrik dan kimia yang baik. Sifat mekanik
plastik ini tergantung pada komposisi dan struktur. Jenisnya adalah Low
Density (LDPE), High Density (HDPE) dan ultra-high-molecular weight
(UHMWPE).
P Polyimides: plastik yang mempunyai struktur termoplastik akan tetapi
mempunyai karakteristik non-melting seperti termoset.
P Polyvinyl chloride (PVC): mempunyai sifat-sifat yang luas, murah dan
tahan terhadap air, serta dapat dibuat menjadi rigid atau fleksibel. Tidak
sesuai digunakan untuk produk yang membutuhkan kekuatan dan ketahan
terhadap panas.
Sifat-sifat Umum Termoset
P Alkyds (alcohol - acid): mempunyai sifat isolator listrik,
ketahanan impak, stabilitas dimensi yang baik dan
penyerapan air yang rendah.
P Aminos (urea - melanine): mempunyai sifat-sifat yang
tergantung pada [Link] umum bersifat keras,
rigid dan tahan terhadap abrasi, creep dan bunga api listrik.
P Epoxies: mempunyai sifat-sifat mekanik dan elektrik yang
sangat baik, mempunyai stabilitas dimensi yang baik,
mempunyai daya rekat yang kuat dan tahan terhadap panas
dan bahan kimia.
P Phenolics: meskipun bersifat getas akan tetapi mempunyai
kesatabilan dimensi dan kerigidan yang baik, mempunyai
ketahan terhadap panas, air, listrik dan bahan kimia yang
baik.
Sifat Umum Termoset
P Polyesters: mempunyai sifat-sifat mekanik dan elektrik
yang baik. Pada umumnya digunakan bersama-sama
dengan serat gelas atau lainnya untuk memperkuat.
P Polyiimides: mempunyai sifat-sifat mekanik, fisik dan
elektrik yang baik pada temperatur tinggi. Mempunyai
ketahanan terhadap creep yang baik, mempunyai tingkat
gesekan keausan yang rendah. Mempunyai karakeristik
non-melting sperti termoset akan tetapi mempunyai
struktur seperti termoplastik.
P Silicons: mempunyai sifat-sifat yang tergantung pada
komposisinya. Secara umum mempunyai ketahan
terhadap cuaca yang baik, tahan terhadap bahan kimia
dan panas.
PLASTIK BIODEGRADABLE
Pada umumnya produk plastik terbuat dari polimer sintetik yang
berasal dari sumber alam yang tidak dapat diperbaharui. Akibatnya
produk plastik yang dihasilkan tidak dapat diolah oleh mikroba dan
sulit untuk didaur ulang setelah produk plastik tidak berguna lagi.
P Jenis-jenis plastik biodegradable:
< Sistem berbasis zat tepung (starch-based): butir-butir zat tepung yang berasal
dari kentang, beras, jagung dan gandum diproses menjadi bubuk, kemudian
dipanaskan dan diubah menjadi cairan yang lengket. Cairan ini kemudian
didinginkan dan dibentuk menjadi pelet untuk selanjutnya diproses seperti
proses pada plastik. Beberapa bahan aditif dan perekat juga ditambahkan untuk
memberikan karakteristik khusus terhadap bahan ini.
< Sistem berbasis laktat (lactic-based): fermentasi bahan makanan akan
menghasilkan asam laktat yang dipolimerisasikan menjadi resin polyester.
< Fermentasi gula: asam organik ditambahkan pada gula dan dengan
menggunakan proses khusus, akan dihasilkan polimer dengan kristal yang tinggi
dan sangat kaku. Bila polimer ini diproses lebih lanjut akan didapatkan polimer
yang serupa dengan polimer yang dibuat dari minyak bumi.
Kurva Beban - Perpanjangan
untuk Karet
Contoh kurva beban-perpanjangan untuk
karet. Lop searah jarum jam, menyatakan
lintasan saat pembebanan dan
penguranan beban, memperlihatkan
hysteresis loss. Hysteresis
memungkinkan karet mempunyai
kemampuan disipasi energi, meredam
getaran, dan menyerap beban kejut,
seperti diperlukan di ban mobil dan di
peredam getaran yang diletakkan di
bawah mesin-mesin.
Elastomer (Karet)
Elastomer (karet) adalah polimer amorphous yang
mempunyai termperatur glass-transition yang rendah.
Bersifat lunak, mempunyai modulus elastisitas yang
rendah dan dapat mengalami deformasi elastis yang
besar tanpa mengalami rupture.
P Jenis-jenis elastomer:
< Karet alam: berasal dari pohon karet yang diambil getahnya (lateks).
Mempunyai ketahanan abrasi, fatik dan gesekan yang baik serta ketahanan
terhadap minyak, panas, ozone dan cahaya matahari yang rendah. Biasa
digunakan untuk ban, seal, tumit sepatu atau kopling.
< Karet sintetik: mempunyai sifat-sifat yang lebih baik dibandingkan dengan karet
alam, yaitu ketahanan terhadap panas, bensin dan bahan kimia yang lebih baik
serta dapat digunakan untuk berbagai macam temperatur.
< Silikon: dapat digunakan pada temperatur tinggi (di atas 315
0
C) akan tetapi
mempunyai kekuatan dan ketahanan terhadap keausan dan minyak lebih
rendah dibandingkan dengan elastomer yang lain.
< Polyurethane: mempunyai kekuatan, kekakuan dan kekerasan yang tinggi serta
ketahanan terhadap abrasi, pemotongan dan sobekan yang sangat baik.
Sekian!

Anda mungkin juga menyukai