0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
23 tayangan17 halaman

Asuhan Keperawatan Cedera Kepala Berat

Laporan pendahuluan asuhan keperawatan pada klien cedera kepala berat mendiskusikan definisi dan klasifikasi cedera kepala berdasarkan Skala Koma Glasgow serta mekanisme patofisiologis kerusakan otak akibat trauma kepala yang terjadi secara primer dan sekunder. Dilaporkan pula gejala klinis dan komplikasi yang mungkin timbul akibat cedera kepala.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
23 tayangan17 halaman

Asuhan Keperawatan Cedera Kepala Berat

Laporan pendahuluan asuhan keperawatan pada klien cedera kepala berat mendiskusikan definisi dan klasifikasi cedera kepala berdasarkan Skala Koma Glasgow serta mekanisme patofisiologis kerusakan otak akibat trauma kepala yang terjadi secara primer dan sekunder. Dilaporkan pula gejala klinis dan komplikasi yang mungkin timbul akibat cedera kepala.
Hak Cipta
© All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

LAPORAN PENDAHULUAN ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN CEDERA KEPALA BERAT (CKB) DI CENDANA 3 RSUP Dr.

SARDJITO YOGYAKARTA

Tugas Mandiri Stase Keperawatan Medikal Bedah Tahap Profesi Program Studi Ilmu Keperawatan

Disusun Oleh: Norma Juwita Puspita ini !"#$%$&"!#K'#&($)*

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN FAKULTAS KEDOKTERAN UGM YOGYAKARTA 201

A. C!"!r# K!$#%#

TINJAUAN TEORI

Tengkorak se+agai pelindung ,aringan otak mepun-ai da-a elastisitas untuk mengatasi trauma +ila dipukul atau ter+entur +enda tumpul. Namun pada +enturan/ +e+erapa mili detik akan ter,adi depresi maksimal dan diikuti osilasi. Trauma pada kepala dapat men-e+a+kan fraktur pada tengkorak dan trauma ,aringan lunak#otak atau kulit seperti kontusio#memar otak/ oedem otak/ perdarahan dengan dera,at -ang +er0ariasi tergantung pada luas daerah trauma. K%#&'(')#&' C!"!r# K!$#%# Berat ringann-a 1edera kepala +ukan didasarkan +erat ringan-a ge,ala -ang mun1ul setelah 1edera kepala 23le4ander PM/ &""56. 3da +er+agai klasifikasi -ang dipakai dalam penentuan dera,at 1edera kepala. The Traumatic Coma Data Bank mendifinisikan +erdasarkan skor Skala Koma 7lasgow 2Glasgow coma scale6 T#*!% 1. K#+!,-r' P!.!.+/#. K!$#r#0#. 1!"!r# K!$#%# *!r"#&#r)#. N'%#' S)#%# K-2# G%#&,-3 (SKG) P!.!.+/#. D!&)r'$&' )!$#r#0#. Minor# ingan SK7 &( 8 &5 Dapat ter,adi kehilangan kesadaran atau amnesia tetapi kurang dari (! menit. Tidak ada fraktur tengkorak/ tidak ada kontusia 1ere+ral/ hematoma Sedang SK7 " 8 &$ Kehilangan kesadaran dan atau amnesia le+ih dari (! menit tetapi kurang dari $) ,am. Dapat mengalami fraktur tengkorak. Berat SK7 ( 8 % Kehilangan kesadaran dan atau ter,adi amnesia le+ih dari $) ,am. Juga meliputi kontusia sere+ral/ laserasi atau hematoma intra1ranial sum+er :keperawatan kritis/ pendekatan holostik 0ol/ II tahun &""5/ hal:$$9 T#*!% 2. S)#%# K-2# G%#&,-3 (B%#)4 1556) 1. M!2*/)# M#+# Spontan Terhadap rangsang suara Terhadap n-eri Tidak ada R!&$-. 7!r*#% Orientasi +aik orientasi terganggu Kata:kata tidak ,elas Suara Tidak ,elas Tidak ada respon R!&$-. M-+-r') Mampu +ergerak Melokalisasi n-eri ) ( $ & 5 ) ( $ & 9 5

2.

3.

;leksi menarik ;leksi a+normal <kstensi Tidak ada respon Total lama amnesis pas1a trauma -ang di+agi men,adi:

) ( $ & ( : &5

3nnegers et al 2&""%6 mem+agi trauma kepala +erdasarkan lama tak sadar dan &. =edera kepala ringan/ apa+ila kehilangan kesadaran dan amnesia +erlangsung kurang dari (! menit. $. =edera kepala sedang/ apa+ila kehilangan kesadaran atau amnesia ter,adi (! menit sampai $) ,am atau adan-a fraktur tengkorak. (. =edera kepala +erat/ apa+ila kehilangan kesadaran atau amnesia le+ih dari $) ,am/ perdarahan su+dural dan kontusio sere+ri. Penggolongan 1edera kepala +erdasarkan periode kehilangan kesadaran ataupun amnesia saat ini masih kontro0ersional dan tidak dipakai se1ara luas. Klasifikasi 1edera kepala +erdasarkan ,umlah Skala Koma 7lasgow 2SK76 saat masuk rumah sakit merupakan definisi -ang paling umum dipakai 2>offman/ dkk/ &""96. P#+-('&'-%-,' Patofisiologis dari 1edera kepala traumati1 di+agi dalam proses primer dan proses sekunder. Kerusakan -ang ter,adi dianggap karena ga-a fisika -ang +erkaitan dengan suatu trauma -ang relati0e +aru ter,adi dan +ersifat irre0ersi+le untuk se+agian +esar daerah otak. ?alaupun kontusio dan laserasi -ang ter,adi pada permukaan otak/ terutama pada kutu+ temporal dan permukaan or+ital dari lo+us frontalis/ mem+erikan tanda:tanda ,elas tetapi selama le+ih dari (! tahun telah dianggap ,e,as akson difus pada su+stasi al+a su+korte4 adalah pen-e+a+ utama kehilangan kesadaran +erkepan,angan/ gangguan respon motorik dan pemulihan -ang tidak komplit -ang merupakan penanda pasien -ang menderita 1edera kepala traumatik +erat. Pr-&!& Pr'2!r Proses primer tim+ul langsung pada saat trauma ter,adi. =edera primer +iasan-a fokal 2perdarahan/ konusi6 dan difus 2,e,as akson [Link] ini adalah kerusakan otak tahap awal -ang diaki+atkan oleh +enturan mekanik pada kepala/ dera,at kerusakan tergantung pada kuat dan arah +enturan/ kondisi kepala -ang +ergerak diam/ per1epatan dan perlam+atan gerak kepala. Proses primer men-e+a+kan fraktur tengkorak/ perdarahan segera intrakranial/ ro+ekan regangan sera+u saraf dan kematian langsung pada daerah -ang terkena.

Pr-&!& S!)/."!r Kerusakan sekunder tim+ul +e+erapa waktu setelah trauma men-usul kerusakan primer. Dapat di+agi men,adi pen-e+a+ sistemik dari intrakranial. Dari +er+agai gangguan sistemik/ hipoksia dan hipotensi merupakan gangguan -ang paling +erarti. >ipotensi menurunn-a tekanan perfusi otak sehingga mengaki+atkan ter,adin-a iskemi dan infark otak. Perluasan kerusakan ,aringan otak sekunder dise+a+kan +er+agai faktor seperti kerusakan sawar darah otak/ gangguan aliran darah otak meta+olisme otak/ gangguan hormonal/ pengeluaran +ahan:+ahan neurotrasmiter dan radikal +e+as. Trauma saraf proses primer atau sekunder akan menim+ulkan ge,ala:ge,ala neurologis -ang tergantung lokasi kerusakan. Kerusakan sistem saraf motorik -ang +erpusat di+agian +elakang lo+us frontalis akan mengaki+atkan kelumpuhan pada sisi lain. 7e,ala:ge,ala kerusakan lo+us:lo+us lainn-a +aru akan ditemui setelah penderita sadar. Pada kerusakan lo+us oksipital akan du,umpai ganguan sensi+ilitas kulit pada sisi -ang +erlawanan. Pada lo+us frontalis mengaki+atkan tim+uln-a seperti di,umpai pada epilepsi lo+us temporalis. Kelainan meta+olisme -ang di,umpai pada penderita 1edera kepala dise+a+kan adan-a kerusakan di daerah hipotalamus. Kerusakan di+agian depan hipotalamus akan ter,adi hepertermi. @esi di regio optika +eraki+at tim+uln-a edema paru karena kontraksi sistem 0ena. etensi air/ natrium dan klor -ang ter,adi pada hari pertama setelah trauma tampakn-a dise+a+kan oleh terlepasn-a hormon 3D> dari daerah +elakang hipotalamus -ang +erhu+ungan dengan hipofisis. Setelah kurang le+ih 5 hari natrium dan klor akan dikeluarkan melalui urine dalam ,umlah +erle+ihan sehingga keseim+angann-a men,adi negatif. >iperglikemi dan glikosuria -ang tim+ul ,uga dise+a+kan keadaan perangsangan pusat:pusat -ang mempengaruhi meta+olisme kar+ohidrat didalam +atang otak. Batang otak dapat mengalami kerusakan langsung karena +enturan atau sekunder aki+at fleksi atau torsi akut pada sam+ungan ser0iks medulla/ karena kerusakan pem+uluh darah atau karena penekanan oleh herniasi unkus. 7e,ala:ge,ala -ang dapat tim+ul ialah fleksiditas umum -ang ter,adi pada lesi tran0ersal di+awah nukleus ner0us statoakustikus/ regiditas desere+rasi pada lesi tran0ersal setinggi nukleus ru++er/ lengan dan tungkai kaku dalam sikap ekstensi dan kedua lengan kaku dalam fleksi pada siku ter,adi +ila hu+ungan +atang otak dengan korteks sere+ri terputus. 7e,ala:ge,ala Parkinson tim+ul pada kerusakan ganglion +asal. Kerusakan: kerusakan saraf:saraf kranial dan traktus:traktus pan,ang menim+ulkan ge,ala neurologis khas. Nafas dangkal tak teratur -ang di,umpai pada kerusakan medula o+longata akan

menim+ulkan tim+uln-a 3sidesil. Nafas -ang 1epat dan dalam -ang ter,adi pada gangguan setinggi diensefalon akan mengaki+atkan alkalosisi respiratorik. =edera otak sekunder te,adi setiap saat setelah ter,adi +enturan. ;a1tor:faktor -ang men-e+a+kan 1edera otak sekunder adalah: &. >ematoma intrakranial a. <pidural +. Su+dural 1. Intrasere+ral d. Su+arahnoid $. Pem+engkakan otak Mungkin ter,adi dengan atau tanpa hematoma intrakranial. >al ini diaki+atkan tim+unan 1airan intra atau ekstrasekuler atau +endung 0askuler. (. >erniasi : tentorial dan tonsiler ). Iskhemi sere+ral/ aki+at dari: >ipoksia # hiperkar+i >ipotensi Peninggian tekanan intrakranial

5. Infeksi : Meningitis/ a+ses sere+ri T'$! +r#/2# )!$#%# #. Tr#/2# )!$#%# +!r*/)# &6 Trauma ini dapat men-e+a+kan fraktur tulang tengkorak dan laserasi durameter. Kerusakan otak dapat ter,adi +ila tulang tengkorak menusuk otak/ misaln-a aki+at +enda ta,am atau tem+akan. $6 ;raktur linier di daerah temporal/ dimana arteri meningeal media +erada dalam ,alur tulang temporal/ sering men-e+a+kan perdarahan epidural. ;raktur linier -ang melintang garis tengah/ sering men-e+a+kan perdarahan sinus dan ro+ekn-a sinus sagitalis superior. (6 ;raktur di daerah +asis/ dise+a+kan karena trauma dari atas atau kepala +agian atas -ang mem+entur ,alan atau +enda diam. ;raktur di fosa anterior/ sering ter,adi keluarn-a liAuor melalui hidung (rhinorhoe) dan adan-a +rill hematom (raccon eye). )6 ;raktur pada os petrosus/ +er+entuk longitudinal dan trans0ersal 2le+ih ,arang6. ;raktur longitudinal di+agi men,adi anterior dan posterior. ;raktur anterior +iasan-a karena

trauma di daerah temporal/ sedang -ang posterior dise+a+kan trauma di daerah oksipital. 56 ;raktur longitudinal sering men-e+a+kan kerusakan pada meatus akustikus interna/ foramen ,ugularis dan tu+a eustakhius. Setelah $ 8 ( hari akan nampak battle sign 2warna +iru di +elakang telinga di atas os mastoid6 dan otorrhoe 2liAuor keluar dari telinga6. perdarahan dari telinga dengan trauma kepala hampir selalu dise+a+kan oleh retak tulang dasar tengkorak. Pada dasarn-a fraktur tulang tengkorak itu sendiri tidaklah menim+ulkan hal -ang emergensi/ namun -ang sering menim+ulkan masalah adalah fragmen tulang itu men-e+a+kan ro+ekan pada durameter/ pem+uluh darah atau ,aringan otak. >al ini dapat men-e+a+kan kerusakan pusat 0ital/ saraf kranial dan saluran saraf (nerve pathway). *. Tr#/2# )!$#%# +!r+/+/$ 1) K-2-+'- &!r!*r' (,!,#r -+#)) Pen-e+a+ ge,ala komotio sere+ri +elum ,elas. 3kselerasi:akselerasi -ang meregangkan otak dan menekan formotio retikularis merupakan hipotesis -ang +an-ak dianut. Setelah penurunan kesadaran +e+erapa saat pasien mulai +ergerak/ mem+uka matan-a tetapi tidak terarah/ reflek kornea/ reflek menelan dan respon terhadap rasa sakit -ang semula hilang mulai tim+ul kem+ali. Kehilangan memori -ang +erhu+ungan dengan waktu se+elum trauma dise+ut amnesia retrograde. 3mnesia post traumati1 ialah kehilangan ingatan setelah trauma/ sedangkan amnesia traumati1 terdiri dari amnesia retrograde dan post traumati1. 2) E"!2# &!r!*r' +r#/2#+'1 Otak dapat men,adi sem+a+ tanpa disertai perdarahan pada trauma kapitis terutama pada anak:anak. Pingsan dapat +erlangsung le+ih dari &! menit/ tidak di,umpai tanda: tanda kerusakan ,aringan otak. Pasien mengeluh n-eri kepala/ 0ertigo/ mungkin muntah. Pemeriksaan 1airan otak mungkin han-a di,umpai tekanan -ang agak meningkat. 3) K-.+/&'- &!r!*r' Kerusakan ,aringan otak disertai perdarahan -ang se1ara makroskopis tidak mengganggu ,aringan. Kontosio sendiri +iasan-a menim+ulkan defisit neurologis ,ika mengenai daerah motorik atau sensorik otak. Kontusio sere+ri murni +iasan-a ,arang ter,adi. Diagnosa kontusio sere+ri meningkat se,alan dengan meningkatn-a penggunaan =T s1an dalam pemeriksaan 1edera kepala. Kontusio sere+ri sangat sering ter,adi difrontal dan la+us temporal/ walaupun dapat

ter,adi ,uga pada setiap +agian otak/ termasuk +atang otak dan sere+elum. Batas per+edaan antara kontusio dan perdarahan intra sere+ral traumatika memang tidak ,elas. Kontusio sere+ri dapat sa,a dalam waktu +e+erapa ,am atau hari mengalami e0olusi mem+entuk pedarahan intra sere+ral 23T@S &""*6. . P!r"#r#0#. I.+r#)r#.'#% #) P!r"#r#0#. E$'"/r#% Perdarahan epidural terletak diantara dura dan 1al0aria. 'mumn-a ter,adi pada regon temporal atau temporopariental aki+at pe1ahn-a anteri meningea media 2Sudiharto &""%6. Manifestasi klinik +erupa gangguan kesadaran se+entar dan dengan +ekas ge,ala 2inter0al lu1id6 +e+erapa ,am. Keadaan ini disusul oleh gangguan kesadaran progesif disertai kelainan neurologis unilateral. Kemudian ge,ala neurologis tim+ul se1ara progesif +erupa pupil anisokor/ hemiparese/ papiledema dan ga,ala herniasi trans1entorial. Perdarahan epidural di fossa posterior dengan perdarahan +erasal dari sinus lateral/ ,ika ter,adi di oksiput akan menim+ulkan gangguan kesadaran/ n-eri kepala/ muntah ataksia sere+elar dan paresis ner0i kranialis. =iri perdarahan epidural +er+entuk +ikon0eks atau men-erupai lensa 1em+ung. *) P!r"#r#0#. S/*"/r#% Ter,adi antara duramater dan ara1hnoid. Perdarahan su+dural le+ih +iasa ter,asi perdarahan epidural 2(! B dari 1edera kepala +erat6. 'mumn-a perdarahan aki+at pe1ahn-a#ro+ekn-a 0ena:0ena ,em+atan -ang terletak antara kortek sere+ri dan sinus 0enosa tempat 0ena tadi +ermuara/ namun dapat pula ter,adi aki+at laserasi pem+uluh arteri pada permukaaan otak. 7e,ala -ang su+ akut tidak se,elas -ang ge,ala akut. Perdarahan su+dural men,adi simptomatik dalam ( hari dise+ut akut/ ,ika ge,ala tim+ul antarAa ( sampai $& hari dise+ut su+akut/ sedangkan le+ih dari $& hari dise+ut kronik. 7e,ala -ang paling sering pada akut adalah n-eri kepala/ mengantuk/ agitasi 1ara +erpikir -ang lam+at dan +ingung. 7e,ala -ang paling sering pada kronik adalah n-eri kepala -ang semakin +erat/ 1ara +erpikir -ang lam+at/ +ingung/ mngantuk. Pupil edema dapat ter,adi dan pupilipsilateral dilatasi dan refleka 1aha-a menurun/ >emiparese se+agai tanda akhir +iasa ipsilateral atau kontralateral tergantung pada aCakah lo+us temporal mengalami herniasi melalui 1elah tentorum dan menekan pendukulus sere+ri kontralateral.

Perdarahan su+dural +iasan-a menutupi seluruh permukaan hemisfer otak dan kerusakan otak di+awahn-a le+ih +erat dan prognosin-apun ,auh le+ih +uruk daripada perdarahan epidural. 1) P!r"#r#0#. &/*#r#0.-'" Perdarahan su+aranoid sering ter,adi pada trauma kapitis. Se1ara klinis mudah dikenali -aitu ditemukann-a kaku kuduk/ n-eri kepala/ gelisah/ suhu +adan su+fe+ril. 7e,alan-a men-erupai meningitis. Perdarahan -ang +esar dapat disertai koma. Pedarahan ter,adi didalam ruang su+arahnoid karena ro+ekn-a pem+uluh darah -ang +er,alan didalamn-a. darah ter1ampur dengan 1airan otak. 3dan-a darah didalam liAuor sere+ri spinal akan merangsang meningia sehingga ter,adi kaku kuduk. M#.'(!&+#&' K%'.'& &. 7angguan kesadaran $. Konfusi (. 3+normalitas pupil ). 3witan ti+a:ti+a defisit neurologik 5. Peru+ahan tanda 0ital 9. 7angguan penglihatan dan pendengaran *. Disfungsi sensor%. Ke,ang otot ". Sakit kepala &!. Dertigo &&. 7angguan pergerakan &$. Ke,ang E8#%/#&' D'#,.-&+') &. =T s1an $. M I (. 3ngiografi 1ere+ral P!.#+#%#)&#.##. &. Tindakan terhadap peningkatan TIK a. pemantauan TIK dengan ketat +. oksigenasi adekuat 1. pem+erian mannitol d. penggunaan steroid

e. peningkatan kepala tempat tidur f. +edah neuro $. Tindakan pendukung lain a. dukungan 0entilasi +. pen1egahan ke,ang 1. pemeliharan 1airan/ elektrolit/ dan keseim+angan nutrisi d. terapi antikon0ulsan e. klorpromaEin menenangkan pasien f. selang nasogastrik Pr-&!& P!.#+#%#)&#.##. $#"# Tr#/2# K!$#%# 9#., M!2!r%/)#. T'."#)#. B!"#0 S#r#(: Penatalaksanaan trauma kepala -ang memerlukan tindakan +edah saraf/ merupakan proses -ang terdiri dari serangkaian tahapan -ang saling +erkaitan satu sama lain/ sehingga sampai pada pengam+ilan putusan untuk melakukan tindakan pem+edahan. Dalam hal ini meliputi ) tahapan/ tahapan:tahapan terse+ut meliputi: &. Tahap I a. Penilaian awal dan Pertolongan pertama Penilaian awal/ prioritas penilaian : 3irwaBreathing =ir1ulation Periksa adan-a kemungkinan kelainan atau perdarahan Tentukan hal:hal se+agai +erikut: F F F F @aman-a tak sadar @aman-a amnesia post:trauma Se+a+:se+a+ 1edera 3dan-a n-eri kepala/ muntah

Pemeriksaan fisik umum dan neurologik

Pertolongan pertama -ang segera dilakukan +ila ter,adi gangguan pernafasan/ sirkulasi dan atau gangguan kesadaran: Mem+e+askan ,alan nafas agar tetap ter+uka dan +e+as Mengontrol atau mengendalikan perdarahan

Menanggulangi ren,atan 2sho1k6 Monitor <K7

+. Diagnosis Pemeriksaan @a+oratorium >+/ hematokrit/ eritrosit/ lekosit/ trom+osit/ elektrolit/ gula darah/ B'N/ ureum/ kreatinin/ masa perdarahan dan pen,endalan/ golongan darah dan 37D. Pemeriksaan penun,ang -ang khusus F F F F F F ;oto kepala ;oto ser0ikal Pada trauma multiple perlu dilakukan foto abdomen dan ekstremitas 3ngiografi Sere+ral =T s1an Burr holes#trepanasi eksplorasi

1. Indikasi Konsultasi Bedah Saraf 2Tedd- G 3nslew/ &"%"6 =oma -ang +erlangsung le+ih dari 9 ,am Penurunan kesadaran atau gangguan neurologik progresif Penderita +elum sadar kem+ali setelah dirawat $) ,am 3dan-a tanda:tanda neurologik fokal/ termasuk -ang sudah ada se,ak saat ter,adin-a 1edera kepala. 3dan-a ke,ang fokal atau umum setelah trauma. ;raktur impresi ter+uka # tertutup Perdarahan intrakranial

$. Tahap II: O+ser0asi per,alanan klinis dan Perawatan suportif (. Tahap III a. Indikasi pem+edahan Perlukaan pada kulit kepala ;raktur tulang kepala >ematoma intrakranial Kontusio ,aringan otak -ang mempun-ai diameter H & 1m dan atau laserasi otak Su+dural higroma Ke+o1oran 1airan sere+rospinal

+. Kontaindikasi 3dan-a tanda:tanda ren,atan 2Sho1k6/ ini +iasan-a +ukan karena trauma kepalan-a tetapi karena se+a+:se+a+ lain/ misaln-a ruptur alat 0is1era 2>epar/ lien/ gin,al6 atau fraktur +erat pada ekstremitas. Penderita dengan trauma kepala -ang pada waktu masuk rumah sakit pupil sudah dilatasi maksimal dan reaksi 1aha-a negatif/ den-ut nadi dan respirasi irregular. 1. Tu,uan Pem+edahan 'ntuk mengeluarkan +ekuan darah dan atau ,aringan otak -ang nekrotik 'ntuk mengangkat +agian tulang -ang menekan atau masuk ke ,aringan otak 'ntuk mengurangi tekanan intrakranial 'ntuk mengontrol perdarahan 'ntuk menutup durameter atau memper+aiki durameter -ang rusak Menutup defek pada kulit kepala untuk men1egah infeksi atau untuk kepentingan segi kosmetik. d. Persiapan Pem+edahan Mempertahankan ,alan nafas agar tetap +e+as Pasang infus O+ser0asi tanda:tanda 0ital Pemeriksaan la+oratorium Pem+erian anti+iotik profilaksi Pasang kateter Pasang N7T Terapi untuk menurunkan TIK Pem+erian antikon0ulsan

). Tahap ID a. Pem+edahan spesifik Perlukaan pada kulit prinsipn-a dilakukan Ide+ridemenJ

Pada lesi desak ruang intrakranial traumati1 pada prinsipn-a dilakukan kraniotomi -ang 1ukup luasn-a. F Pada >ematom <pidural +iasan-a dilakukan. : : Trepanasi Kraniotomi -ang diperluas dengan kraniektomi

Bila diagnosa dengan =T s1an -ang menun,ukkan lesi dengan ,elas/ 1ukup dengan kraniotomi -ang ter+atas. Pada epidural hematom -ang le+ih te+al K&/5 8 & 1m/ +elum perlu tindakan operasi. F Pada >ematom Su+dural Pada >ematom Su+dural akut senantiasa diperlukan kraniotomi -ang luas. Tindakan kraniektomi atau mem+uat lu+ang +ur tidak dianggap 1ukup/ ini han-a hematom su+dural -ang kronis. F Pada >ematom intrasere+ral dan kontusio sere+ri dengan efek massa -ang ,elas Dilakukan tindakan kraniotomi -ang 1ukup luas. : : : : : Bila terdapat kontusio dengan diameter H & 1m/ dipermukaan korteks hendakn-a diisap sampai +atas ,aringan otak -ang sehat. Menim+ulkan efek massa -ang ,elas Men-e+a+kan pen-impangan garis tengah H ):5 mm Dolume diperkirakan H (! 11 atau diameter H ( 1m Menun,ukkan peninggian tekanan intrakarnial H (! mm>g dan atau +erkaitan dengan gangguan neurologik -ang progresif. Pada hematoma intrasere+ral -ang kronis dapat dilakukan dengan trepanasi se1ara kon0ensional dan aspirasi. F Pada intra0entrikuler hematoma : : : Kraniotomi 8 aspirasi hematom Trepanasi 8 drenase 0entrikuler Bila tim+ul tanda:tanda hidrosefalus/ dilakukan 0entrikulo:peri:toneal shunt. Prognosis +uruk +ila 7=S K % pada saat masuk dirawat. Bila 7=S H % prognosis le+ih +aik kira:kira %9 B hidupn-a tidak tergantung orang lain. F F F Pada su+dural higroma Pada hinorrhea Pada @aserasi otak

F F

Pada fraktur tulang kepala ter+uka Pada fraktur -ang menekan tertutup

+. <0aluasi: komplikasi -ang perlu diperhatikan: Perdarahan ulang Ke+o1oran 1airan otak Infeksi pada luka atau sepsis Tim+uln-a edema sere+ri Tim+uln-a edema pulmonum neurogenik/ aki+at peninggian TIK N-eri kepala setelah penderita sadar Kon0ulsi

1. Out1ome Out1ome aki+at trauma kepala/ walaupun sudah dilakukan tindakan operasi tergantung +e+erapa fa1tor diantaran-a: Saat dilakukan operasi Tergantung pada penilaian tingkat kesadaran ;aktor usia Tergantung tanda:tanda 0ital waktu masuk Tergantung pada peninggian intrakranial Tergantung pada fa1tor hematom: ,enis/ sifatn-a/ 0olume dan lokalisasin-a/ misaln-a: F F Out1ome epidural hematom dengan kontusio sere+ri le+ih +uruk daripada kalau han-a ada epidural hematomn-a 27uillermann/ &""96 Dolume hematom epidural 2<D>6 <D> K 5! 11 mortalitasn-a &$ B

<D> 5! 8 &!! 11 mortalitasn-a (( B <D> H &!! 11 mortalitasn-a 99 B A&/0#. K!$!r#3#+#. Diagnosa keperawatan -ang sering mun1ul pada klien dengan 1idera kepala : &. $. esiko Perfusi Jarigan Sere+ral tidak efektif +#d trauma kepala esiko peningkatan tekanan intrakranial +#d adan-a proses desak ruang aki+at penumpukan 1airan #darah di dalam otak

(. N-eri akut +#d kerusakan ,aringan otak dan peningkatan tekanan intrakranial ). =emas +#d ketidakpastian terhadap pengo+atan dan perawatan serta adan-a peru+ahan situasi dan krisis 5. Defisit Self:=are +#d gangguan neurologis

Diagnosa dan Peren1anaan Keperawatan &. esiko Perfusi Jarigan Sere+ral tidak efektif +#d trauma kepala NIC M-.'+-r T!)#.#. I.+r# Kr#.'#% &. =atat peru+ahan respon klien terhadap stimulus#rangsangan $. Monitor TIK klien dan respon neurologis terhadap akti0itas (. Monitor intake dan output ). Pasang restrain/ ,ika perlu 5. Monitor suhu dan angka leukosit 9. Ka,i adan-a kaku kuduk *. Kelola pem+erian anti+iotik %. Berikan posisi dengan kepala ele0asi (!: )5! dengan leher dalam posisi netral ". Minimalkan stimulus dari lingkungan &!. Beri ,arak antar tindakan keperawatan untuk meminimalkan peningkatan TIK &&. Kelola o+at o+at untuk mempertahankan TIK dalam +atas spesifik M-.'+-r'., N!/r-%-,'& (2;20) &. Monitor ukuran/ kesimetrisan/ reaksi dan +entuk pupil $. Monitor tingkat kesadaran klien (. Monitor tanda:tanda 0ital ). Monitor keluhan n-eri kepala/ mual/ dan muntah 5. Monitor respon klien terhadap pengo+atan 9. >indari akti0itas ,ika TIK meningkat *. O+ser0asi kondisi fisik klien T!r#$' O)&',!. (3320) &. Bersihkan ,alan nafas dari se1ret $. Pertahankan ,alan nafas tetap efektif (. Berikan oksigen sesuai instruksi ). Monitor aliran oksigen/ kanul oksigen/ dan humidifier 5. Beri pen,elasan kepada klien tentang pentingn-a pem+erian oksigen 9. O+ser0asi tanda:tanda hipo0entilasi *. Monitor respon klien terhadap pem+erian NOC &. Status sirkulasi $. Perfusi ,aringan sere+ral Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama ( 4 $) ,am/ klien mampu men1apai: &. Status sirkulasi dengan indikator: $. Tekanan darah sistolik dan diastolik dalam rentang -ang diharapkan (. Tidak ada ortostatik hipotensi ). Tidak ada tanda tanda PTIK Perfusi ,aringan sere+ral/ dengan indikator : &. Klien mampu +erkomunikasi dengan ,elas dan sesuai kemampuan $. Klien menun,ukkan perhatian/ konsentrasi/ dan orientasi (. Klien mampu memproses informasi ). Klien mampu mem:+uat keputusan dengan +enar 5. Tingkat kesadaran klien mem+aik

oksigen %. 3n,urkan klien untuk tetap memakai oksigen selama akti0itas dan tidur $. N-eri akut +#d kerusakan ,aringan otak dan peningkatan tekanan intrakranial NIC M#.#<!2!. .9!r' (1 00) &. Ka,i keluhan n-eri/ lokasi/ karakteristik/ onset#durasi/ frekuensi/ kualitas/ dan +eratn-a n-eri. $. O+ser0asi respon ketidakn-amanan se1ara 0er+al dan non 0er+al. (. Pastikan klien menerima perawatan analgetik dg tepat. ). 7unakan strategi komunikasi -ang efektif untuk mengetahui respon penerimaan klien terhadap n-eri. 5. <0aluasi keefektifan penggunaan kontrol n-eri 9. Monitoring peru+ahan n-eri +aik aktual maupun potensial. *. Sediakan lingkungan -ang n-aman. %. Kurangi faktor:faktor -ang dapat menam+ah ungkapan n-eri. ". 3,arkan penggunaan tehnik relaksasi se+elum atau sesudah n-eri +erlangsung. &!. Kola+orasi dengan tim kesehatan lain untuk memilih tindakan selain o+at untuk meringankan n-eri. &&. Tingkatkan istirahat -ang adekuat untuk meringankan n-eri. M#.#<!2!. $!.,-*#+#. (23=0) &. Tentukan o+at -ang di+utuhkan klien dan 1ara mengelola sesuai dengan an,uran# dosis. $. Monitor efek teraupetik dari pengo+atan. (. Monitor tanda/ ge,ala dan efek samping o+at. ). Monitor interaksi o+at. 5. 3,arkan pada klien#keluarga 1ara mengatasi efek samping pengo+atan. 9. Jelaskan manfaat pengo+atan -g dapat mempengaruhi ga-a hidup klien. P!.,!%-%##. #.#%,!+') (2210) &. Periksa perintah medis tentang o+at/ dosis G frekuensi o+at analgetik. $. Periksa riwa-at alergi klien. (. Pilih o+at +erdasarkan tipe dan +eratn-a n-eri. ). Pilih 1ara pem+erian ID atau IM untuk

NOC &. N-eri terkontrol $. Tingkat N-eri (. Tingkat ken-amanan Setelah dilakukan asuhan keperawatan selama ( 4 $) ,am/ klien dapat: &. Mengontrol n-eri/ dengan indikator: a. Mengenal faktor:faktor pen-e+a+ +. Mengenal onset n-eri 1. Tindakan pertolongan non farmakologi d. Menggunakan analgetik e. Melaporkan ge,ala:ge,ala n-eri kepada tim kesehatan. f. N-eri terkontrol $. Menun,ukkan tingkat n-eri/ dengan indikator: a. Melaporkan n-eri +. ;rekuensi n-eri 1. @aman-a episode n-eri d. <kspresi n-eri: wa,ah e. Peru+ahan respirasi rate f. Peru+ahan tekanan darah g. Kehilangan nafsu makan (. Tingkat ken-amanan/ dengan indikator : Klien melaporkan ke+utuhan tidur dan istirahat ter1ukupi

pengo+atan/ ,ika mungkin. 5. Monitor 0ital sign se+elum dan sesudah pem+erian analgetik. 9. Kelola ,adwal pem+erian analgetik -ang sesuai. *. <0aluasi efektifitas dosis analgetik/ o+ser0asi tanda dan ge,ala efek samping/ misal depresi pernafasan/ mual dan muntah/ mulut kering/ dan konstipasi. %. Kola+orasi dgn dokter untuk o+at/ dosis dan 1ara pem+erian -g diindikasikan. ". Tentukan lokasi n-eri/ karakteristik/ kualitas/ dan keparahan se+elum pengo+atan. &!. Berikan o+at dengan prinsip &! +enar &&. Dokumentasikan respon dari analgetik dan efek -ang tidak diinginkan (. Defisit Self:=are +#d gangguan neurologis NIC Mem+antu perawatan diri klien Mandi dan toiletting 3ktifitas: &. Tempatkan alat:alat mandi di tempat -ang mudah dikenali dan mudah di,angkau klien $. @i+atkan klien dan dampingi (. Berikan +antuan selama klien masih mampu menger,akan sendiri ADL B!r$#)#'#. 3ktifitas: &. Informasikan pada klien dalam memilih pakaian selama perawatan $. Sediakan pakaian di tempat -ang mudah di,angkau (. Bantu +erpakaian -ang sesuai ). Jaga pri0a1- klien 5. Berikan pakaian pri+adi -g digemari dan sesuai ADL M#)#. &. Dampingi saat makan $. Bantu ,ika klien +elum mampu dan +eri 1ontoh (. Beri rasa n-aman saat makan

NOC Self 1are : 2mandi/ makan toiletting/ +erpakaian6 &. Setelah di+eri moti0asi perawatan selama (4$) ,am/ klien mengerti 1ara memenuhi 3D@ se1ara +ertahap sesuai kemampuan/ dengan kriteria: $. Mengerti se1ara seder:hana 1ara mandi/ makan/ toileting/ dan +erpakaian serta mau men1o+a se1ara aman tanpa 1emas (. Klien mau +erpartisipasi dalam memenuhi 3D@

DAFTAR PUSTAKA North 3meri1an Nursing Diagnosis 3sso1iation. $!!&. ursing Diagnosis ! Definition and Classification "##$%"##". N3ND3 International. Philadelphia.

Johnson/ M. Maas/ M and Moorhead/ S. &""". M1=loske-/ J.= and Bule1hek/ 7.M. &""9. Missouri.

ursing &utcomes Classifications ( &C). ursing 'ntervention Classifications ( 'C).

Se1ond <dition. IO?3 Out1omes Pro,e1t. Mos+-:Lear Book/ In1. St.@ouis/ Missouri. Se1ond <dition. IO?3 Inter0entions Pro,e1t. Mos+-:Lear Book/ In1. St.@ouis/ Brunner dan Suddarth. $!!&. Buku ()ar *eperawatan +edikal Bedah. Dolume II. <disi %. Jakarta: Pener+it Buku Kedokteran <7=.

Anda mungkin juga menyukai