Nama : Anugrah Fadhlan Kasyifi NIM Plug : 113120034 :B
Problem Produ si dan Penanganannya
Di dalam memproduksikan fluida reservoir, selalu diusahakan agar sumur tetap berproduksi secara optimum. Menurunnya kapasitas produksi dan laju produksi minyak secara drastis dari suatu sumur minyak merupakan problem produksi. Problem produksi ini harus diidentifikasi secara dini untuk dapat ditangani sebelum problem terjadi maupun setelah terjadi. Penanganan problem produksi yang tepat akan mengembalikan sumur berproduksi dengan kapasitas yang optimum. Pada prinsipnya problem produksi yang mengakibatkan tidak optimumnya produksi minyak di suatu sumur dapat dikelompokkan menjadi dua kelompok : A. Menurunnya produktivitas formasi Problem kepasiran Problem coning baik gas maupun air . Menurunnya laju produksi Problem emulsi Problem scale Problem korosi Problem parafin
!ebab " sebab Problem Produksi Problem produksi yang terjadi sangat bergantung pada karakteristik batuan reservoir, karakteristik fluida reservoir, dan kondisi reservoir itu sendiri. #leh karena itu faktor-faktor diatas manjadi acuan untuk mengetahui sebab-sebab terjadinya problem produksi. 1! Ke"asiran !ebab " sebab dari terproduksinya pasir berhubungan dengan : - $enaga pengerukan (drag force), yaitu tenaga yang terjadi oleh aliran fluida dimana laju aliran dan visositasnya meningkat menjadi lebih tinggi. - Pengurangan kekuatan formasinya, hal ini sering dihubungkan dengan produksi air, karena melarutkan material penyemen atau pengurangan gaya kapiler dengan meningkatnya saturasi air.
- Penurunan tekanan reservoir, penyemenan antar batuan.
dengan
penurunan
ini
akan mengganggu
sifat
%kut terproduksinya pasir pada operasi produksi menimbulkan problem produksi. Problem produksi ini biasanya berhubungan dengan formasi dangkal berumur tersier yang umumnya batupasir berjenis lepas-lepas &unconsolidated sand' dengan sementasi antar butiran kurang kuat. (al ini berarti pekerjaan komplesi sumur menjadi perhatian kritis dalam )ona)ona kepasiran. erdasarkan kemudahan pasir ikut terproduksi maka formasi batupasir dibedakan ke dalam tiga jenis sebagai berikut : *. +uicksand Pada formasi jenis ini ikatan antar butiran pasir lemah sehingga mudah bergerak bersamasama fluida produksi &tersuspensi oleh fluida'. Pasir ini ikut terproduksi secara kontinyu dengan kapasitas kepasiran tetap selama kapasitas produksi fluida juga tetap. %kut terproduksinya pasir jenis ini tidak menyebabkan terjadinya pembesaran lubang di sekitar sumur karena rongga-rongga yang semula ditempati pasir yang ikut terproduksi selalu diisi oleh pasir yang tersuspensi fluida produksi. ,. Packed !and -ormasi pasir jenis ini mempunyai bahan penyemen yang sangat sedikit sehingga kekuatan sementasinya sangat lemah dan pasir mudah terproduksi bersama-sama fluida pada kapasitas produksi yang tertentu. %kut terproduksinya pasir ini menyebabkan rongga-rongga di sekitar lubang perforasi yang semula ditempati oleh pasir yang ikut terproduksi. Pembentukan rongga-rongga ini tidak berlangsung terus karena pada suatu saat terbentuknya lengkungan ketsatbilan pasir &sand arch' di sekitar lubang perforasi yang mampu menahan terproduksinya butiran pasir. Problem lengkungan kestabilan pasir ini dapat runtuh dalam jumlah yang besar akibat adanya lempung atau lanau yang hampir tidak punya kekuatan rekat sama sekali terhadap butiran pasir. .. -riable !and Pada formasi pasir jenis ini ikatan antar butirnya nampak cukup kuat tetapi pada kenyataannya butiran pasair dapat tererosi oleh fluida yang terproduksi. !ama halnya packed sand, jenis friable sand bisa menyebabkan terbentuknya rongga-rongga di sekeliling lubang perforasi. /epasiran berkurang dengan terbentuknya lengkungan pasir dengan kestabilan lemah. 0untuhnya lengkungan pasir menyebabkan kepasiran dalam jumlah besar. !elain kekuatan formasi &kemampuan formasi untuk menahan butiran pasir untuk tetap pada tempatnya' maka faktor lain yang menyebabkan kepasiran adalahsebagai berikut : *. $ingginya kapasitas produksi fluida gaya seret fluida yang bekerja pada lengkungan kestabilan pasir juga tinggi. 1ika penurunan tekanan telah mele2ati batas kestabilan lengkungan pasir, maka lengkungan kestabilan menjadi runtuh. 3engkungan kestabilan yang lebih kecil umumnya lebih kuat ,. Pertambahan saturasi air menyebabkan gaya kapileritas yang menahan butiran pasir pada lengkungan kestabilan menjadi berkurang atau hilang sama sekali, sehingga lengkungan kestabilan pasir mudah runtuh.
-aktor "faktor yang mempengaruhi rusaknya kestabilan formasi pasir tercakup dalam sifat batuan itu sendiri disamping pengaruh fluida, faktor " faktor tersebut adalah: *. /ecepatan aliran4 adalah fungsi penurunan tekanan aliran formasi. !emakin besar aliran fluda, semakin besar pula gaya seret fluida yang bekerja pada busur kestabilan. Dengan membesarnya kecepatan fluida, kestabilan formasi semakin berkurang dan dapat menyebabkan runtuhnya formasi ,. !ementasi batuan4 faktor sementasi tergantung pada tingkat konsolidasi batuan. -ormasi dengan faktor sementasi lebih kecil dari *,5 merupakan formasi yang tidak stabil dan sering terjadi problem kepasiran pada formasi ini. .. /andungan lempung formasi4 Pada umumnya formasi pasir mengandung lempung sebagai matrik atau semen batuan dan kadar clay lining akan bertambah besar jika diameter pori " pori mengecil. iasanya lempung mempunyai sifat yang basah air atau 2ater 2et, sehingga apabila air bebas mele2ati formasi yang mengandung lempung akan menimbulkan dua akibat4 lempung menjadi lembek dan gaya adhesi dari fluida yang mengalir terhadap material yang dilaluinya akan naik. Akibatnya , butiran pasir cenderung bergerak ke lubang sumur, apabila air formasi mulai terproduksi. Pembengkakan (swelling) lempung menyebabkan ruang pori semakin mengecil, sehingga porositas batuan berkurang. Dengan begitu, permeabilitas akan mengalami penurunan pula. 6. Migrasi butir " butir halus4 butir " butir halus formasi didefinisikan oleh Muecke adalah butir " butir halus yang dapat mele2ati saringan mesh terkecil, yaitu 677 mesh atau .8 m, diendapkan se2aktu terbentuknya batuan dan masuk ke dalam formasi pada 2aktu operasi pemboran dan komplesi sumur. Material padat yang sangat halus ini terdapat di dalam ruang pori " pori sebagai indiidu partikel yang bebas bermigrasi bersama aliran fluida. Dengan ikut terproduksinya partikel ke lubang sumur kemudian ke permukaan dan dianggap sebagai pasir, sedangkan sisanya akan menyumbat pori " pori disekitar lubang sumur. /arena tertutupnya pori " pori akan menyebabkan penurunan permeabilitas dan naiknya gradien tekanan pada busur kestabilan, sehingga gaya akibat aliran semakin tinggi. Penambahan gaya ini menjadi penyebab runtuhnya kestabilan formasi.. /epasiran dapat menghambat kelangsungan operasi produksi, baik pada sumur atau di permukaan. /epasiran menimbulkan problem sebagai berikut : *. /apasitas produksi turun dratis akibat naiknya butiran pasir tersuspensi dalam fluida produksi. -aktor lainnya antara lain : tersumbatnya lubang perforasi dan pipa salur di permukaan. ,. Pembengkokan selubung atau liner akibat terbentuknya rongga-rongga di sekitar lubang perforasi karena pasir terproduksi terus-menerus ke permukaan. .. Pengikisan atau erosi pada peralatan produksi di ba2ah permukaan dan di permukaan pada choke atau di persimpangan pipa salur. - Penanggulangan problem kepasiran *. !and 9lean :p
Dikerjakan dan dilaksanakan untuk sumur-sumur yang mengalami problem kepasiran dengan ;-ield :p 0ate< &kecepatan pasir menutupi lubang sumur' yang paling rendah dan hanya mengganggu laju produksi secara berkala, karena lubang perforasi tertutup oleh pasir atau lempung. $eknik dan peralatan yang dapat diaplikasikan untuk !and 9lean :p adalah : a. !and ailer = !and Pump Dimana alat ini berbentuk barrel yang dirangkai dengan tubing dan dimasukkan ke dalam lubang sumur dengan rangkaian tubing atau 2ire line dan sampai kedalaman yang diinginkan dan setelah barrel penuh berisi pasir, rangkaian tubing = 2ire line diangkat ke permukaan, selanjutnya pasir dibersihkan di permukaan, begitu seterusnya sampai tinggi pasir diba2ah lubang perforasi. !emua operasi cabut masuk rangkaian tubing dan 2ire line menggunakan 2ork over rig. b. 9lean :p !and Membersihkan pasir dengan menggunakan rangkaian tubing atau coil tubing, dimana 2ater gel di pompakan = disirkulasikan ke dalam lubang sumur sampai tinggi pasir diba2ah tinggi lubang perforasi. #perasi tersebut menggunakan 2ork over rig atau tubing unit. c. >acum 9lean !and Dikerjakan dengan menggunakan 9oil $ubing :nit &9$:' yang diujung coil tubing dipasang ;>acum $ool< yang dikoneksikan dengan Dual !tring 9oil $ubing &diameter ,..8?< dan *.,?<', dimasukkan kedalam sumur dan dipompakan fluida 2ater gel = fresh 2ater melalui coil tubing menghasilkan efek jetting di ;>acum $ool< yang menghisap pasir dan mengalir ke permukaan melalui anmulus 9$ " 9$.
,. !and 9onsolidation Dikerjakan untuk sumur-sumur yang mengalami kepasiran dengan ;-ill :p 0ate< yang cepat = tinggi dan dapat merusak peralatan produksi &obrasive'. !eperti pompa, tubing, drifice dll, sehingga laju produksi tidak optimum bahkan sumur tersebut tidak dapat berproduksi lagi. Peralatan yang digunakan untuk sand consolidation adalah : a. !creen = !lotted 3iner, menggunakan screen yang ditempatkan % depan perforasi untuk mencegah dan manyaring pasir dari lubang perforasi. :kuran lubang dari screen ditentukan oleh analisa butiran &sleve analisis' dari pasir produksi. b. @ravel Pack, menggunakan gravel &pasir' yang ditempatkan di anmulus antara screen dan perforated casing, dengan cara dicampur dengan 2ater gel dan dipompakan melalui gravel pack tool. :kuran butiran dari butiran gravel tersebut ditentukan oleh analisa butiran &!ieve Analisis' dari pasir yang terproduksi. c. !and 0esin 9oated, menggunakan pasir = gravel yang ditempatkan di formasi dengan cara dicampur dengan 2ater gel dan dipompakan masuk ke dalam formasi dan di aktifkan resinnya dengan menggunakan activator.
.. !and -racturing Dilakukan untuk mengatasi sumur-sumur yang mengalami problem selain kepasiran juga mengalami problem kerusakan formasi &-ormastion Damage' mis scale, filtrate lumpur=bonding semen jelek atau dikarenakan permeabilitas batuan yang rendah. $eknik dan peralatan yang dibutuhkan untuk sand frac adalah : a. -rac Pack Menggunakan fracturing unit yang digunakan untuk menempatkan pasir = gravel di formasi dan di screen-screen casing perforated anmulus, dengan cara memompakan pasir yang dicampur dengan 2ater gel mele2ati gravel pack tool &!Auare Position' pada tekanan diatas tekanan rekam formasi, setelah jumlah pasir sesuai dengan fracturing program atau mengalami screen out. @ravel Pack $ool di set pada posisi &9irculated' dan di lanjutkan dengan memompakan pasir sampai kondisi pack di anmulus screen-casing tercapai. b. Damage -rac Menggunakan pasir = gravel yang ditempatkan di formasi dengan cara dicampur dengan 2ater gel dan dipompakan dengan fracturing unit pada tekanan diatas tekanan formasi. Dengan terisinya formasi dengan pasir yang butirannya lebih homogen dan permeabilitasnya diharapkan formasi mengalami kenaikan permeabilitas dan mengalami stabilitas formasi yang lebih baik sehingga pasir tidak terproduksi ke lubang sumur. 2! #oning $erproduksinya air atau gas yang berlebihan tidak hanya menurunkan produksi minyak, tetapi juga dapat mengakibatkan sumur ditutup atau ditinggalkan sebelum 2aktunya. !elain itu terproduksinya air atau gas yang berlebihan akan menyebabkan proses pengolahan selanjutnya menjadi lebih sulit. $erproduksinya air atau gas berlebihan dapat disebabkan karena: *. Pergerakan air atau posisi batas air " minyak telah mencapai lubang perforasi. ,. Pergerakan gas atau batas gas " minyak telah mencapai lubang perforasi. .. $erjadinya water fingering atau gas fingering *. Bater 9oning Bater coning didefinisikan sebagi gerakan vertikal dari air yang memotong bidang perlapisan formasi produktif seperti terlihat dalam @ambar ..,. Bater coning tidak akan memotong penghalang permeabilitas vertikal kecuali pada rekahan alami atau buatan. Bater coning yang tinggi sering terjadi pada reservoir terumbu karang atau reservoir lain yang memiliki permeabilitas relatif air yang tinggi. Bater coning terjadi karena produksi sumur melebihi kondisi aliran kritis sehingga air yang berada di aAuifer terikut aliran fluida produksi dan menghambat aliran hidrokarbon ke permukaan. ,. @as 9oning
@as coning atau terproduksinya gas secara berlebihan yang berasal dari gas terlarut dalam minyak, tudung gas primer atau sekunder dan aliran gas dari )ona gas di atas atau di ba2ah )ona minyak. @ambar .... memperlihatkan kelakuan rasio gas=minyak &@#0' dari reservoir minyak berhubungan dengan jenis mekanisme pendorong. Pada reservoir bertenaga dorong gas terlarut terjadi kenaikkan saturasi gas &!g' akibat penurunan tekanan selama pengambilan minyak. 1ika gas terlarut dalam minyak terbebaskan, maka gas mengalir menuju sumur dan menjadi fluida yang paling mobil karena tekanan yang terus-menerus. 1ika tidak ada penghalang permeabilitas vertikal, maka gas mengembang ke dalam interval produktif. Adanya beda tekanan yang tinggi di sumur, maka gas coning terjadi pada sumur yang memiliki perubahan permeabilitas vertikal secara kontinyu. Dalam reservoir berlapislapis, aliran gas di atas atau di ba2ah )ona minyak terjadi karena adanya selubung yang pecah, pecahnya semen dan rekahan-rekahan yang berhubungan dengan )ona gas. 3! $mulsi Cmulsi adalah campuran dua jenis cairan yang tidak dapat campur. Dalam emulsi salah satu cairan dihamburkan dalam cairan lain berupa butiran-butiran yang sangat kecil. /ondisi-kondisi yang menyebabkan terbentuknya emulsi adalah sebagai berikut : *. Adanya dua macam )at cair yang tidak saling campur pada kondisi tertentu. ,. Adanya )at koloid yang membantu terbentuknya emulsi &emulsifying agent'. .. Adanya agitasi &pengadukan' yang mampu menghamburkan salah satu cairan menjadi tetes-tetes &droplet' dalam cairan yang lainnya. Cmulsi kental memiliki jumlah oksigen droplet yang dihamburkan dalam cairan lebih banyak dan emulsi encer adalah sebaliknya. Cmulsi semacam itu ditinjau dari viskositasnya. !edang berdasarkan fasanya maka emulsi dibagi menjadi dua yaitu : *. Air dalam emulsi minyak &water in oil emulsion' jika minyak sebagai fasa eksternal dan air menjadi fasa internal. ,. Minyak dalam emulsi air &oil in water emulsion' jika sebaliknya. /estabilan emulsi merupakan ketahanan emulsi terhadap tenaga yang memecahkan emulsi. /estabilan emulsi tergantung pada faktor-faktor berikut ini : *. Cmulsifying agent yang merupakan faktor penentu kestabilan emulsi. $anpa emulsifying agent tidak akan terjadi emulsi yang stabil karena tenaga emulsifying agent berpengaruh pada kestabilan emulsi. ,. >iskositas yang merupakan sifat keengganan fluida untuk mengalir. Minyak bervikositas tinggi cenderung menahan butiran air dalam jumlah besar. Minyak bervikositas tinggi membutuhkan 2aktu yang lebih lama untuk melepaskan droplet air. .. !pecific gravity &!@' yang merupakan berat )at dalam cairan per satuan volume tertentu. Perbedaan !@ yang besar menyebabkan 2aktu pemisahan emulsi lebih cepat sehingga minyak berat &!@ besar, 7AP% kecil' cenderung menyimpan droplet air lebih lama.
6. Prosentase air yang besar cenderung membentuk emulsi tidak stabil karena droplet per satuan volumenya lebih besar sehingga bisa bergabung menjadi droplet yang lebih besar dan mudah terpisah dari minyak dengan gaya berat sendiri. :mur emulsi sejalan dengan 2aktu dimana masih terdapat prosentase air dalam minyak maka emulsi lebih stabil dan sukar diperlakukan. - 9ara Mengatasi Cmulsi Inversi
%alah suatu peristi2a pecahnya emulsi dengan tiba-tiba dari satu tipe ke tipe yang lain. Proses dari Inversi Emulsi dibagi menjadi ,, yaitu: Mekanisme -isika Pada mekanisme fisika ini terjadi pembentukan emulsion inversion dengan cara: *. Creaming yaitu terpisahnya emulsi menjadi dua lapisan, dimana yang satu mengandung fase dispers lebih banyak daripada lapisan yang lain. Creaming bersifat reversibel artinya bila dikocok perlahan-lahan akan terdispersi kembali. ,. /oalesen dan cracking &breaking' yaitu pecahnya emulsi karena film yang meliputi partikel rusak dan butir minyak akan koalesen &menyatu'. !ifatnya irreversibel &tidak bisa diperbaiki'. (al ini dapat terjadi karena:
Peristi2a kimia, seperti penambahan alkohol, perubahan P(, penambahan 9a# =
9a9l,
Peristi2a fisika, seperti pemanasan, penyaringan, pendinginan dan pengadukan. %nversi
Emulsion inversion atau pemecahan emulsi dapat dilakukan dengan cara: Creaming, /oalesen dan cracking &breaking', -lokulasi atau penggumpalan. Mekanisme /imia -Demulsifikasi /estabilan emulsi cair dapat rusak apabila terjadi pemansan, proses sentrifugasi, pendinginan, penambahan elektrolit, dan perusakan )at pengemulsi. /rim atau creaming atau sedimentasi dapat terbentuk pada proses ini. Pembentukan krim dapat kita jumpai pada emulsi minyak dalam air, apabila kestabilan emulsi ini rusak,maka pertikel-partikel minyak akan naik ke atas membentuk krim. !edangkan sedimentasi yang terjadi pada emulsi air dalam minyak4 apabila kestabilan emulsi ini rusak, maka partikel-partikel air akan turun ke ba2ah. 9ontoh penggunaan proses ini adalah: penggunaan proses demulsifikasi dengan penmabahan elektrolit untukmemisahkan karet dalam lateks yang dilakukan dengan penambahan asam format &9(##(' atau asam asetat &9(.9##('. -Pengenceran Dengan menambahkan sejumlah medium pendispersinya, emulsi dapat diencerkan.
!ebaliknya, fase terdispersi yang dicampurkan akan dengan spontan membentuk lapisan terpisah. !ifat ini dapat dimanfaatkan untuk menentukan jenis emulsi. eberapa teknik telah dikenal untuk memecah emulsi, diantaranya menggunakan )at kimia pemecah emulsi &demulsifier'. Damun hingga saat ini pemilihan demulsifiers masih dipasarkan pada metode trial and error. :ntuk mendapatkan metode yang lebih baik diperlukan pengetahuan yang menyeluruh tentang kestabilan emulsi &emulsion stability' minyak mentah dan pengetahuan tentang mekanisme pemecahan emulsi secara kimia. !ehubungan dengan hal tersebut studi ini mengkaji kestabilan emulsi secara fundamental melalui penganalisaan terhadap sejumlah sample minyak mentah yang berbeda, dan melakukan proses pemecahan emulsi secara kimia untuk mengembangkan metode pencirian dan pemilihan demulsifiers secara sistematik. (asilnya menunjukkan bah2a sifatsifat fisik dan kimia minyak mentah sangat mempengaruhi kestabilan emulsi, sedang beberapa karakteristik demulsifiers dan parameter unjuk kerjanya dapat digunakan untuk penjaringan dan pemilihan demulsifier.
4! Pengenda"an %&ale Cndapan scale adalah endapan mineral yang terbentuk pada bidang permukaan yang bersentuhan dengan air formasi se2aktu minyak diproduksikan ke permukaan. $imbulnya endapan scale tergantung dari komposisi air yang diproduksikan. :ntuk lebih jelasnya dapat dilihat reaksi pembentukan scale di ba2ah ini : *. a9l, E Da,!#6 ,. !r9l, E Mg!#6 .. 9a9l, E Da,!#6 supersaturasi. 6. , Da(9#. E 9a9l, tak kompatibel. a!#6 E , Da9l scale barium sulfat dengan air tak kompatibel. !r!#6 E Mg9l, scale strontium sulfat dengan air tak kompatibel. 9a9#6 E , Da9l scale gipsum dengan air tak kompatibel dan 9a9#. E , Da9l E 9#, E (,# scale kalsium karbonat dengan air
?. 9a&(9#.', 9a9#. E 9#, E (,# scale kalsium karbonat dengan supersaturasi sampai terjadi penurunan tekanan, panas dan adanya agitasi. Air mempunyai kemampuan yang terbatas untuk mempertahankan komponennya yang terdiri dari ion-ion agar tetap dalam larutan air. 1ika kelarutan ion terlampaui maka komponen menjadiu terpisah dari larutan sebagai padatan, dan membentuk endapan scale. - !ebab-sebab terjadinya endapan scale antara lain : *. Air tak kompatibel Air tak kompatibel adalah bercampurnya dua jenis air yang tak dapat campur akibat adanya kandungan dan sifat kimia ion-ion air formasi yang berbeda. 1ika dua macam air ini
bercampur maka terjadi ion-ion yang berlainan sifat tersebut sehingga menyebabkan terbentuknya )at baru tersusun atas kristal-kristal atau endapan scale. ,. Penurunan tekanan !elama produksi terjadi penurunan tekanan reservoir akibat fluida diproduksikan ke permukaan. Penurunan tekanan ini terjadi pada formasi ke dasar sumur, ke permukaan dan dari kepala sumur ke tangki penimbun. Adanya penurunan tekanan ini, maka gas 9# , jadi terlepas dari ion-ion bikarbonat. Pelepasan 9#,menyebabkan berubahnya kelarutan ion yang terkandung dalam air formasi sehingga mempercepat terjadinya endapan scale. .. Perubahan temperatur !ejalan dengan berubahnya temperatur &ada kenaikkan temperatur ' terjadi penguapan, sehingga terjadi perubahan kelarutan ion yang menyebabkan terbentuknya endapan scale. Perubahan temperatur ini disebabkan oleh penurunan tekanan . 6. -aktor-faktor lainnya Agitasi menyebabkan terjadinya turbulensi aliran, sehingga endapan scale lebih cepat terbentuk. !emakin lama 2aktu kontak semakin besar pula endapan scale yang terbentuk. !emakin besar p( larutan mempercepat terbentuknya endapan scale. - Pencegahan !cale dengan !cale %nhibitor !cale inhibitor adalah bahan kimia yang menghentikan atau mencegah terbentuknya scale bila ditambahkan pada konsentrasi yang kecil pada air. Penggunaan bah2a kimia ini sangat menarik, karena dengan dosis yang sangat rendah dapat mencukupi untuk mencegah scale dalam periode 2aktu yang lama. Mekanisme kerja scale inhibitor ada dua, yaitu: *. !cale inhibitor dapat teradsorpsi pada permukaan kristal scale pada saat mulai terbentuk. %nhibitor merupakan kristal yang besar yang dapat menutupi kristal yang kecil dan menghalangi pertumbuhan selanjutnya. ,. Dalam banyak hal bahan kimia dapat dengan mudah mencegah menempelnya suatu partikel-partikel pada permukaan padatan. -$ipe !cale %nhibitor /elompok scale inhibitor antara lain: inorganik poliphospat, %nhibitor organik, Phosponat, ester phospat, dan polimer. %norganik poliphospat adalah padatan inorganik non-kristalin. !enya2a ini jarang digunakan dalam operasi perminyakan. /erugiannya adalah merupakan padatan dan bahan kimia ini mudah terdegradasi dengan cepat pada p( rendah atau pada temperatur-tinggi. %nhibitor organik biasanya dikemas sebagai cairan konsentrat dan tidak dapat dipisahkan sebagai bahan kimia stabil. Cster phospat merupakan scale inhibitor yang sangat efektif tetapi pada temperatur diatas *8?F9 dapat menyebabkan proses hidrolisa dalam 2aktu singkat. Phosponat merupakan scale inhibitor yang baik untuk penggunaan pada temperatur diatas .?77-. !edangkan polimer seperti akrilat dapat digunakan pada temperatur diatas .?7F9. - eberapa 1enis !cale %nhibitor *. (idrokarbon (idrokarbon diperlukan sebagai pelarut hidrokarbon digunakan untuk menghilangkan minyak, parafin, atau asphaltic materials yang menutupi scale yang terbentuk, karena
apabila digunaka asam sebagai penghilang scale maka asam ini tidak akan bereaksi dengan scale yang tertutupi oleh minyak &oil coated scale', oleh sebab itu minyak harus dihilangkan terlebih dahulu dari scale dengan menggunakan hidrokarbon. ,. Asam klorida Asam klorida adalah bahan yang banya digunakan untuk membersihkan scale yang telah terbentuk. ahan ini dapat digunakan pada berbagai kondisi. Asam klorida digunakan dengan konsentrasi ?G, *7G, atau *?G (cl. 0eaksi yang terjadi: 9a9#. E , (9% (,# E 9#, E 9a9l,
9orrotion inhibitor harus ditambahkan dalam (cl untuk menghindari efek keasaman pada pipa yang dapat menyebabkan korosi. .. %norganic 9onverters %norganic converters biasanya merupakan suatu karbonat atau hidroksida yang akan bereaksi dengan kalsium sulfat dan membentuk acid soluble calcium carbonate. /emudian diikuti dengan penambahan asam klorida untuk melarutkan karbonat atau kalsium hidroksida yang terbentuk. 9a!#6 E &D(6',9#. &D(6',!76 E 9a9#. 9a9#. E , (9l (,# E 9#, E 9a9l, 9#, yang terbentuk dari reaksi dengan asam ini akan membantu mengeluarkan secara mekanis scale yang mungkin tersisa. %norganic converters sebaiknya tidak digunakan pada scale yang keras. 6. #rganic 9onverters #rganic converters seperti natrium sitrat, potassium asetat sering digunakan. 0eaktan ini akan bereaksi dengan scale kalsium sulfat, sehingga scale akan menjadi lebih lunak dan mudah dibersihkan dengan mele2atkan air. ?. Datrium (idroksida 3arutan *7G natrium hidroksida dapat melarutkan hingga *,,?G berat dari scale kalsium karbonat. '! Pengenda"an Parafin dan As"al $erbentuknya endapan parafin dan aspal disebabkan oleh perubahan kesetimbangan fluida reservoir akibat menurunnya kelarutan lilin dalam minyak mentah. Pengendapan yang terjadi pada sumur produksi dipengaruhi oleh kelarutan minyak mentah dan kandungan lilin dalam minyak. /ristal-kristal lilin yang menjarum berhamburan dalam minyak mentah saat berbentuk kristal-kristal tunggal. ahan penginti &nucleating agent' yang terdapat bersama-sama dengan kristal lilin dapat memisahkan diri dari larutan minyak mentah dan membentuk endapan dalam sumur produksi. Penyebab utama terbentuknya endapan parafin dan aspal adalah penurunan tekanan karena kelarutan lilin dalam minyak mentah menurun saat menurunnya temperatur. Adanya gerakan ekspansi gas pada lubang perforasi dan di dasar sumur dapat menyebabkan terjadinya pendinginan atau penurunan temperatur sampai di ba2ah titik cair parafin, sehingga timbul parafin dan aspal. $erlepasnya gas dan hidrokarbon ringan dari minyak mentah bisa menyebabkan penurunnan kelarutan lilin, sehingga terbentuk endapan
parafin dan aspal. @#0 yang tinggi dapat mempercepat terbentuknya endapan parafin dan aspal. - 9ara mengatasi masalah pengendapan paraffin :mumnya dilakukan dengan empat cara yaitu mekanik, termal, kimia dan gabungan dari ketiganya. Pada lubang sumur, cara mekanik biasanya dilakukan dengan menurunkan scrapper untuk membersihkan endapan paraffin yang menempel pada dinding dalam tubing maupun casing. 9ara termal dilakukan dengan menaikkan temperatur minyak sehingga solubilitas minyak terhadap paraffin meningkatkan. !emakin tinggi temperatur minyak semakin tinggi pula solubilitasnyaterhadap paraffin. !edangkan cara kimia dilakukan dengan mereaksikan bahan kimia tertentu sesuai keperluannya. 9ara kimia memiliki beberapa tipe yang berbeda, secara umun dibagi menjadi empat katagori diantaranya: *. !olvent " Paraffin solvent umumnya digunakan untuk melarutkan endapan dan biasanya memiliki kandungan aromatik yang tinggi. erat tertentu dari paraffin akan terlarut berdasarkan berat molekul dari 2aHnya, temperatur dan tekanan. ,. Dispersant " Dispersant tidak melarutkan endapan paraffin tetapi memutuskan partikel 2aH menjadi ukuran yang lebih kecil sehingga dapat kembali diserap oleh minyak. .. Paraffin Detergents " Merupakan surfactant yang memecah endapan paraffin= 2aH dan mencegah untuk kembali mengendap 6. 9rystal Modifiers " Polymer mengubah perkembangan kristal 2aH dan mencegah pengendapan paraffin. Dalam hal ini, paraffin solvent sangat baik digunakan pada sumur yang memiliki ketinggian kolom minyak di casing yang rendah diatas posisi pompa. Dengan demikian daya melarutkan paraffinnya dapat terjaga karena konsentrasi paraffin solvent tidak banyak berubah akibat bercampur dengan minyak yang ada dalam anulus casing (! Korosi Problem korosi timbul akibat adanya air yang berasosiasi dengan minyak dan gas pada saat diproduksikan ke permukaan. Air bersifat asam atau garam, atau keduanya dan kecenderungan mengkorosi logam yang disentuhnya. esi umumnya mudah bersenya2a dengan sulfida dan oksigen, sehingga korosi yang dihasilkan berupa feri oksida. :ntuk itu adanya anggapan bah2a korosi merupakan reaksi antara besi dengan oksigen atau hidrogen sulfida sebagai berikut : 6 -eEEE E . #, -eEE E (,! , -e,#. &karat'
-e! E (, &karat'
esi tidak bisa bereaksi dengan oksigen kering atau hidrogen sulfida kering pada temperatur biasa karena korosi hanya dapat terjadi jika ada air. /orosi sebenarnya merupakan proses elektrokimia yaitu proses listrik yang terjadi setelah reaksi kimia dan disebabkan oleh kandungan garam dan asam dalam air. 1ika ada dua permukaan logam berbeda muatan listrik maka terjadi aliran listrik melalui air. /orosi pada logam dapat dapat disebabkan oleh beberapa hal, yaitu :
*. Pengaruh komposisi logam, dimana setiap logam yang berbeda mempunyai kecenderungan yang berbeda terhadap korosi. ,. Pengaruh komposisi air, dimana pengkaratan oleh air akan meningkat dengan naiknya konduktivitas. Disamping itu pengkaratan oleh air juga akan meningkat dengan menurunnya p( air. .. /elarutan gas, dimana oksigen, karbon dioksida atau hidrogen sulfida yang terlarut didalam air akan menaikkan korosivitas secara drastis. @as yang terlarut adalah sebab utama problem korosi. - Pencegahan /orosi Dengan dasar pengetahuan tentang elektrokimia proses korosi yang dapat menjelaskan mekanisme dari korosi, dapat dilakukan usaha-usaha untuk pencegahan terbentuknya korosi. anyak cara sudah ditemukan untuk pencegahan terjadinya korosi diantaranya adalah dengan cara proteksi katodik, coating, dan pengg chemical inhibitor. a. Proteksi /atiodik :ntuk mencegah terjadinya proses korosi atau setidak-tidaknya untuk memperlambat proses korosi tersebut, maka dipasanglah suatu anoda buatan di luar logam yang akan diproteksi. Daerah anoda adalah suatu bagian logam yang kehilangan elektron. %on positifnya meninggalkan logam tersebut dan masuk ke dalam larutan yang ada sehingga logaml tersebut berkarat. $erlihat disini karena perbedaan potensial maka arus elektron akan mengalir dari anoda yangdipasang dan akan menahan mela2an arus elektron dari logam yang didekatnya, sehingga logam tersebut berubah menjadi daerah katoda. %nilah yang disebut 9athodic Protection. Dalam hal diatas elektron disuplai kepada logam yang diproteksi oleh anoda buatan sehingga elektron yang hilang dari daerah anoda tersebut selalu diganti, sehingga akan mengurangi proses korosi dari logam yang diproteksi. Anoda buatan tersebut ditanam dalam suatu elektrolit yang sama &dalam hal ini tanah lembab' dengan logam &dalam hal ini pipa' yang akan diprotekasi dan antara dan pipa dihubungkan dengan kabel yang sesuai agar proses listrik diantara anoda dan pipa tersebut dapat mengalir terus menerus. b. 9oating 9ara ini sering dilakukan dengan melapisi logam &coating' dengan suatu bahan agar logam tersebut terhindar dari korosi. c. Pemakaian ahan- ahan /imia &9hemical %nhibitor' :ntuk memperlambat reaksi korosi digunakan bahan kimia yang disebut inhibitor corrosion yang bekerja dengan cara membentuk lapisan pelindung pada permukaan metal. 3apisan molekul pertama yang tebentuk mempunyai ikatan yang sangat kuat yang disebut chemis option. 9orrosion inhibitor umumnya berbentuk fluid atau cairan yang diinjeksikan pada production line. /arena inhibitor tersebut merupakan masalah yang penting dalam menangani kororsi maka perlu dilakukan pemilihan inhibitor yang sesuai dengan kondisinya. Material corrosion inhibitor terbagi ,, yaitu : *. #rganik %nhibitor %nhibitor yang diperoleh dari he2an dan tumbuhan yang mengandung unsur karbon dalam senya2anya. Material dasar dari organik inhibitor antara lain: $urunan asam lemak alifatik, yaitu: monoamine, diamine, amida, asetat, oleat, senya2a-senya2a amfoter. %mda)olines dan derivativnya ,. %norganik %nhibitor
%nhibitor yang diperoleh dari mineral-mineral yang tidak mengandung unsur karbon dalamsenya2anya. Material dasar dari inorganik inhibitor antara lain kromat, nitrit, silikat, dan pospat.