Gambar dan Klasifikasi Bearings
Gambar dan Klasifikasi Bearings
BEARINGS
[Link]. 2. Klasifikasi bearings. 3. Hubungan slide bearings. 4. Hidrodinamika Pelumas bearings. 5. Jurnal film Irisan bearings. 6. Jurnal film tekanan bearing. 7. Properti material-material sorong bearing. 8. material-material yang digunakan untuk soronge bearings. 9. Minyak pelumas. 10. Properti minyak pelumas. 11. Nomor karakteristik bearing dan pengaturan bearing untuk jurnal bearings. 12. koefesien pergeseran untuk jurnal bearing. 13. Panas generator pada sebuah jurnal bearing. 14. Prosedur design untuk jurnal bearing. 15. Kepadatan jurnal bearing. 16. Paking bearing. 17. keretakan bearing atau bandulan pengukur tegak lurus blok. 18. Design sumbatan dan baut-baut bearing. 19. Alur minyak. 20. Daya dorong bearings. 21. Kaki step or poros bearings. 22. Kerah/leher Bearings. 23. Hubungan gulungan bearings. 24. Tipe-tipe hubungan gulungan bearings. 25. Type-type jari-jari lingkaran bola bearings. 26. Ukuran standard dan penunjukan bola bearings. 27. Daya dorong bola bearings. 28. Type-type bingkai penggulung bearings. 29. Tingkatan beban gangguan udara gulungan elemen bearings. 30. beban equivalent untuk beban dengan gangguan udara bearings. 31. Tingkatan beban dinamika gulungan elemen bearings. 32. Beban equivalent untuk sebuah beban dengan dinamika bearings. 33. Pilihan gulungan elemen bearings. 34. Material-material dan manufaktur bola dan bingkai penggulung bearings. 35. pelumasan bola dan bingkai penggulung bearings.
22.1 Pendahuluan Sebuah bearing adalah elemen mesin yang mendukung gerakan yang lain elemen mesin (berdasarkan jurnal). Ini merupakan izin sebuah gerakan relatif antara hubungan permukaan-permukaan bagian, saat membawa beban. Sebuah pertimbangan kecil yang akan menunjukkan hak untuk gerakan relatif antara hubungan permukaanpermukaannya, pasti jumlah tenaga boros yang masuk mengatasi pergeseran yang berlawanan dan kalau permukaan-permukaannya bergesekan maka ada hubungan langsung, maka disana pemakaian akan menjadi cepat. Ketika selesai menurunkan pergeseran yang berlawanan dan pemakaiannya dan dalam beberapa kasus menyebabkan generator semakin panas, sebuah lapisan zat cair (pelumas) mungkin asal saja. Pelumas yang digunakan untuk salinan jurnal dan bearing biasanya
menyuling sebuah mineral minyak dari minyak tanah, tetapi minyak-minyak nabati, minyak-minyak silicon, lemak-lemak dan sebagainya mungkin bisa digunakan.
21.2 Penggolongan bearing Lebih dahulu mungkin menggolongkan bearing kedalam beberapa jalan, penting untuk masih mengikuti dari titik subjek yang dilihat. 1. Bergantung langsung pada petunjuk beban yang menjadi sokongan. Penggolongan bearings dibawah ini dalam kelompok sebagai : Jari-jari lingkaran bearing Daya dorong bearing
Pada jari-jari lingkaran bearing, yang ditunjukan dalam gambar. 22.1 (a) dan (b), beban bertindak tegak lurus untuk gerakan langsung elemen yang bergerak.
Pada daya dorong bearing, yang ditunjukan dalam gambar. 22.1 (e) beban bertindak sepanjang poros / sumbu rotasi. Note, salah satu bearing ini boleh bergerak secara langsung seperti ditunjukkan dalam gambar 22.1. 2. bergantung pada petunjuk hubungan alam Penggolongan bearings dibawah ini dalam kelompok sebagai : (a) Sliding contact bearings (b) Rolling contact bearings Sliding contact bearings juga dikenal sebagai plain bearings
22.3 Sliding contact bearings Tipe bearing ini banyak ditemukan pada kepala silang mesin uap.
Sliding bearing, menurut ketebalan lapisan pelumas antara bearing dan jurnal terbagi menjadi : Bearing lapisan tebal, dimana permukaan kerja secara keseluruhan dipisahkan oleh pelumas. Disebut juga bearing pelumas hidrodinamik. Bearing lapisan tipis, dimana tidak seluruh permukaan kerja dilapisi pelumas. Disebut juga bearing pelumas bundar. Bearing tanpa lapisan, dimana seluruh permukaan kerja tidak dilapisi pelumas. Bearing pelumas hidrostatik, dapat menanggung beban tanpa gerakan relatif antara jurnal dan bearing.
22.4 Bearing pelumas hidrodinamik Pertimbangan kecil akan muncul ketika bearing disiapkan dengan pelumas yang cukup., tekanannya akan naik di ruang kosong. Beban dapat didorong oleh tekanan cairan tanpa kontak langsung antara jurnal dan bearing. Tekanan dorongan beban pada bearing hidrodinamik naik pada : Aliran cairan kental pada jaringan terkumpul. Ketahanan kekentalan cairan dikuras dari permukaan.
22.5 Bearing jurnal lapisan irisan Kemampuan membawa beban terlihat ketika jurnal dan atau bearing berputar relatif terhadap beban.
22.6 Bearing jurnal lapisan squeeze Jika beban seragam atau bervariasi sementara gerakan berada pada arah yang tetap, lapisan akan menjadi tipis atau mungkin akan habis lapisannya. Tetapi, jika arahnya dibalik lapisannya kan mampu membawa kapasitas beban dinamiktanpa kontak antara jurnal dan bearing. 22.7 Sifat sliding bearing material Ketika jurnal dan bearing memiliki pelumas yang sesuai, dimana lapisannya bersih, pelumas non korosi, memisahkan kontak antara dua permukaan.
22.8 Material yang digunakan untuk sorong bearing Material-material yang biasa digunakan untuk bearing akan dibahas bawah ini. 1. Logam Babbit Timah murni dan timbal murni babbit digunakan secara luas sebagai material bearing, karena memenuhi syarat bagi sebagian besar untuk permintaan umum. Babbit direkomendasikan untuk tekanan maksimum bearing (dalam area proyek) tidak lebih dari 70 kg/cm sampai 140 kg/cm. ketika digunakan dalam bidang automotif, babbit secara umum digunakan sebagai sebuah lapisan tipis antara 0,05mm 0,15mm ditengahtengah, mengikat untuk sebagai sisipan atau pelindung baja. Komposisi dari logam babbit adalah sebagai berikut : Timah murni babbit : Timah 90% ; Tembaga 4,5% ; Antimony 5% ; Timbale 0,5%. Timbal murni babbit : Timbal 84% ; Timah 6% ; Antimony 9,5% ; Tembaga 0,5%. 2. Perunggu Perunggu (campuran dari Tembaga, Timah, Seng) pada umumnya digunakan dalam bentuk mesin aus tekan ke dalam pelindung. Aus mungkin ada satu atau dua potong. Perunggu biasanya digunakan untuk material bearing seperti logam senjata dan perunggu fosfor. Logam senjata (Tembaga 88% ; Timah 10% ; Seng 2%) digunakan untuk angka tinggi subjek bearings sampai tekanan tinggi (tidak lebih dari 100 kg/cm area proyek) dan kecepatan tinggi. Perunggu fosfor (Tembaga 80% ; Timah 10% ; Timbal 9% ; fosforus 1%) digunakan untuk subjek bearing sampai tekanan sangat tinggi (tidak lebih dari 140 kg/cm area proyek) dan kecepatan. 3. Cast Iron Cast iron bearing biasanya digunakan dengan jurnal-jurnal baja. Seperti type bearings berhasil agak baik dimana pelumasan cukup dan tekanannya terbatas sampai 35 kg/cm dan kecepatan sampai 40 meter per menit. 4. Perak Perak dan timbal perak bearing sebagian besar digunakan dalam mesin pesawat terbang dimana kekuatan fatiqnya sangat penting untuk pertimbangan.
5. Non-logam bearing Bearing non-logam bervariasi yang terbuat dari karbon-graphit, karet, kayu, dan plastik. Karbon-graphit bearing melumasi sendiri, dengan ukuran stabil melebihi sebuah jarak lebar kondisi operasi, dengan kimia lembam dan bisa beroperasi pada suhu tinggi dari pada bearing lain. Seperti tipe bearing yang digunakan dalam pemrosessan makanan dan alat lain dimana kontaminasi oleh minyak atau lemak harus dihalangi. Bearing ini juga digunakan dalam pemakaian-pemakaian dimana tangkai kecepatan yang terlalu rendah untuk memelihara sebuah selaput minyak hidrodinamika. Bearing karet lembut digunakan dengan air atau pelumas yang mempunyai kekentalan rendah lain, terutama sekali dimana pasir atau butiran / partikel besar lain yang hadir / datang. Pada penjumlahan sampai derajat yang tinggi dari perekatan dan penyesuaian, bearing karet disunakan terutama pada kapal selam, turbin dan pompa hidrolik. Bearing kayu sering digunakan pada banyak aplikasi yang mana murah, lebih bersih, kurang pelumas, dan anti tekanan sangat diperlukan. Bearing plastik yang sering digunakan adalah nilon dan teflon. Nilon ini lebih kuat, lebih keras, dan lebih tahan karat. Bahan ini digunakan pada bearing elevator, hubungan antar dial telepon, dan lain-lain. Teflon dengan cepat menggantikan nilon sebagai pelapis permukaan karena sifatnya : Koefisien gesekan yang lebih rendah Dapat digunakan pada temperatur tinggi Dimensi yang stabil karena tidak menyerap kelembaban Kelembaman kimiawi praktis
22.9 Pelumas Pelumas sering digunakan untuk mengurangi gesekan dan membantu bearing mengatasi [Link] pelumas diklasifikasikan ke dalam 3 kelompok : cairan, semi cairan, padat. Pelumas cair biasanya digunakan pada oli mineral dan oli sintetis. Oli mineral sering digunakan karena harga yang murah dan kestabilannya.
Pelumas semi cair memiliki kekentalan yang lebih tinggi dari oli. Pelumas padat berguna untuk mengurangi gesekan dan harus lebih lunak dari material yang dilumasi.
22.10 Sifat pelumas Banyak sifat pelumas yang harus diamati : 1. Viskositas Merupakan penentu derajat fluiditas dari zat cair. Ini merupakan sifat fisik dari dasar dimana minyak sebagai bentuk umumnya, menahan dan memberikan perlindungan terhadap keausan lapisan di bawah panas dan tekanan. Semakin besar panas dan tekanan, maka semakin besar juga viskositas pelumas yang dibutuhkan untuk melindungi pengikisan dan tekanan karena habisnya lapisan. Viskositas dari pelumas ditentukan oleh viskometer universal saybolt. Ditentukan dari waktu yang dibutuhkan untuk volume standar dari minyak pada temperatur tertentu untuk aliran tertentu yang melewati pipa dengan diameter standar dan panjang. Waktu yang ditentukan dari detik adalah viskositas universal saybolt. Pada tata cara untuk mengkonversi viskositas universal saybolt dalam detik menjadi viskositas mutlak (centipoise), mengikuti rumusan sebagai berikut
180 Z = t 0,22 S Dimana, Z = viskositas mutlak pada temperatur t (centipoise) S = viskositas universal saybolt (detik)
2. Pe-minyakan Merupakan bagian lengan dari pelumas dan kontak permukaan bearing. Ini menentukan kualitas pelumasan pada batasan kondisi dimana dasar logam ke logam dilindungi hanya oleh lapisan penyerap. Tidak ada ketentuan mutlak untuk pe-minyakan. 3. Gravitasi spesifik Bagian yang tidak memiliki hubungan untuk nilai pelumasan tapi berguna dalam merubah viskositas kinematis menjadi viskositas mutlak. Secara matematis Viskositas mutlak = kinematis viskositas (centistokes) Dimana,
Gravitasi spesifik dari kebanyakan minyak pada 15,5 oC beragam mulai dari 0,86 sampai 0,95. Gravitasi spesifik pada temperatur lain (t) akan didapatkan dengan mengikuti rumusan
22.11. Angka karakteristik bearing dan bearing modulus untuk journal bearing
Koefisien gesek dalam pembuatan bearing merupakan hal yang sangat penting, karena mampu berupaya untuk menentukan kehilangan kekuatan sesuai gesekan bearing. Hal tersebut telah diperagakan dalam penelitian dimana koefisien gesek untuk pelumasan penuh journal bearing adalah fungsi dari tiga variabel.
(i)
=
Dimana,
ZN d l , , p c d
= koefisien gesek
= fungsi penghubung
Z = viskositas mutlak dari pelumas (centipoise) N = kecepatan dari journal (rpm) p = tekanan bearing pada perhitungan area bearing (kg/cm2) = muatan pada journal l d d l c = diameter journal (cm) = panjang bearing (cm) = perbedaan antara diameter ring dan diameter journal (cm)
p
Kuantitas ZN adalah terbatas sebagai angka karakteristik bearing dan tidak memiliki dimensi. Variasi koefisien gesek terhadap operasi bernilai ZN tampak pada
p
gambar berikut.
Bagian kurva PQ menggambarkan wilayah dari lapisan cair pelumasan. Antara Q dan R, viskositas (Z) atau kecepatan (N) adalah rendah, atau tekanan (p) adalah besar dimana kombinasi ZN akan mengurangi ketebalan lapisan menjadikan bagian p
logam menyentuh logam kontak. Batas pelumas atau ketidaksempurnaan pelumasan muncul antara R dan S pada kurva. Ini adalah daerah dimana viskositas dari pelumas berhenti untuk menentukan karakteristik gesekan tapi pe-minyakan dari pelumas efektif dalam melindungi logam ke logam kontak dan mengikis komponen.
Itu dapat tercatat dimana bagian PQ pada kurva menggambarkan kondisi operasi yang stabil, sejak dari titik stabilitas, mengecil dalam viskositas (Z) akan mengurangi ZN . Ini akan menghasilkan penurunan pada koefisien gesek mengikuti p
berkurangnya temperatur bearing dimana akan meningkatkan viskositas (Z). Jumlah gesekan minimum terjadi pada A, untuk mana nilai dari K = ZN yang p
diketahui sebagai bearing modulus. Bearing tidak boleh beroperasi pada titik bearing modulus, karena akan dengan cepat mengurangi kecepatan atau dengan cepat meningkatkan tekanan yang akan membuat journal beroperasi terhadap logam ke logam kontak. Ini akan menghasilkan gesekan yang tinggi, pemakaian dan pemanasan. Dalam tata cara untuk mencegah kondisi tersebut, bearing harus di desain untuk nilai ZN setidaknya tiga kali dari nilai K. Apabila bearing tergantungpada p ZN =15K akan digunakan. p
33 1010
ZN d p c + k
l dengan rasio 0,75 sampai 2,8 d
memastikan margin aman antara kondisi operasi dan titik habisnya lapisan. Dalam mendesain, diasumsikan bahwa tekanan berdistribusi seragam pada seluruh permukaan bearing. Gunakan, W = perpindahan muatan di atas permukaan bearing. R = radius permukaan bearing (atau shaft/pasak)
A = area persilangan bagian pada permukaan bearing p = tekanan bearing per unit area pada permukaan bearing antara permukaan gesekan
= koefisien gesek
N = kecepatan dari shaft (rpm) Ketika tekanan terdistribusi seragam di atas area bearing, maka p=
W W = 2 A R
2 T = WR 3
+ Horsepower yang hilang dalam gesekan,
P=
2NT 4.500
(T dalam kg-m)
Catatan 1. Ketika lawan putaran dari shaft ditentukan, lalu tekanan pada bearing P= Dimana,
W R2 r 2
R3 r 3 2 W R2 r 2 3
Tekanan bearing yang diizinkan (p) untuk pijakan kaki bearing didapatkan dengan mengikuti : a. Untuk kecepatan gesek dari 15 sampai 60 m/menit, tekanan bearing harus mengikuti p.V < 420 dimana, b. c. d. p = tekanan bearing (kg/cm2) V = kecepatan gesekan (m/menit) Untuk kecepatan gesekan lebih dari 60 m/menit, tekanan tidak lebih dari 7 kg/cm2. Untuk pekerjaan yang terputus-putus, tekanan bearing yang digunakan adalah 105 kg/cm2. Untuk kecepatan sangat lambat, tekanan bearing yang digunakan sebesar 140 kg/cm2.
3.
Tekanan dimana dapat membuat lapisan oli menurun, hubungan antar logam dimulai. Ini adalah tekanan kritikal atau tekanan minimum. Itu akan mengakibatkan hubungan nyata :
p= ZN d 1 475 10 6 c d + 1
2
Untuk desain :
ZN d 9 = 1.43 10 p c ZN d Hasil dinamakan nomor summerfeld. p c Untuk diameter yang kecil cukup untuk memproduksi kebutuhan gradient velocity, jadi tekanan itu dapat meningkatkan beban. Akan tetapi pemberian harus sesuai dengan toleransi manufakturcdi jurnal dan bushing. Nilai terendah oli film diasumsikan c . 4
2
Apabila panjang dari jurnal adalah luas untuk diameter dari jurnal, maka sifatnya dikatakan luas sifat. Dalam lain kata sifatnya dinamakan sifat pendek dan jika 1 > 1 sifat diketahui adalah sifat panjang. d Karena sisi lekungan adalah berminyak dari sifatnya, maka tekanan di permukaan bersifat mulus. Tekanan rata-rata akan membuat sifat memanjang dimana untuk luas dari sifat. Akan tetapi untuk berdiri di sisi lekukan, sifatnya adalah adalah nyata. 1 rasio d
WV
J
.dN
100
N = kecepatan ( rpm ) J = Equivalen mekanik dari panas ( 427 Kg-m / kkal ) Setelah panas sudah stabil, panas akan keluar secara merata dari sifat di dalam oli film. Keluarnya panas dengan sifat : Hd = CA ( tb ta ) Kcal / min C = koefisien keluarnya panas ( Kcal / min / cm2 / 0C ) A = area projek ( Cm2 ) = d x l tb = temperatur hubungan ta = temperatur sekitar Ini sudah sesuai dengan experimen yang telah dilakukan bahwa temperatur bearing adalah sesuai dengan berada antara temperatur oil film dan ttemperatur diudara. Dengan kata lain : ( tb ta ) = ( to ta ) Kita mengetahui bahwa panas dari oil : Ht = m . s . t Kcal / min Dimana m = massa dari oil ( Kg / min ) S = panas spesifik oil = 0.44 0.49 kcal / kg / 0 C. t = selisih antara luar dan dalam dari oil ( 0C )
3. Asumsi pelicin dari tabel dan dioperasikan temperatur (t0). Temperatur ini seharusnya diantara 26.5 0C dan 60 0C dengan 82 0C adalah sebagai maksimum untuk temperatur tinggi dari instalasi seperti steam turbin. 4. Determinan dari hasil operasi dimana
dan periksa hasil hubungan dalam tabel hasil. 5. Asumsikan sebuah rasio clearence
c darii tabel. d
6. Determinan koefisien dari pergeseran menggunakan hubungan seni diskusi. 7. Determinan panas generator dengan menggunakan hubungan seni diskusi. 8. Determinan panas yang keluar dengan menggunakan seni diskusi. 9. Determinan panas keseimbangan untuk melihat panas yang keluar menjadi akhir luas dari panas generator didalam kasus panas generator adalah lebih dari panas yang keluar, daripada salah satu bearing adalah redensign atau artifacally colled by water. Contoh : Beban dari jurnal = 4000 Kg Diameter jurnal = 15 Cm Kecepatan = 900 rpm Temperatur ambient = 15.5 0C Tipe oil = SAE 10 Jawab = L = 1.6 x d = 1.6 x 15 = 24 cm P= 4000 W = = 11.1 Kg/cm2 ld 24 x15
Z = 17 centipoise 17 x900 ZN = = 1.378 p 11.1 Kita dapat melihat hasil operasi yaitu :
ZN = 2800 p
3K= K=
ZN p
1 ZN 1 = x 2800 = 933.3 3 p 3
c = 0.0013 d
33 1010
ZN d p c + K
Hg = =
WV
J
Kcal / min
Panas yang keluar : = CA ( tb - ta ) kcal / min =C x l x d ( tb - ta ) kcal / min Kita mengetahui bahwa : ( tb - ta ) = ( tb - ta ) = ( 550 15.50 ) = 19.75 0C Ventilasi bearing : C = 0.00176 kcal / min / cm2 / 0C Hd = 0.00176 x 24 x 15 x 19.75 = 12.51 kcal / min Kita dapat melihat bahwa panas generator adalah baik daripada panas yang keluar, dimana indikasi bahwa bearing memanas. Akan tetapi, salah satu dari bearing harus di desain ulang dengan menggunakan t0 = 65 0C atau bearing harus disesuaikan dengan dinginnya artifac dengan air. Contoh 22.2 Beban pada suatu blok bantalan dukung adalah 15.000 kg dimana batang turbin 30 cm dari diameter pada putaran 1.800 r.p.m. Tentukan : a) Panjang dari bantalan jika tekanan yang diijinkan pada bantalan 16 kg/cm2 . b) Jumlah dari panas yang akan dipindahkan melalui pelumas per menit jika temperatur bantalan tersebut adalah 600 C, dan sifat rekat dari oli pada 600 C adalah 20 sentipoise dan pemeriksaan pada bantalan adalah 0.025 cm. (A.M.I.E, Winter 1975) Jawaban : Diketahui. Beban pada bantalan W = 15.000 kg Diameter dari batang turbine i.e. dukung
D = 30 cm Kecepatan batang N = 1.800 r.p.m a) Panjang dari bantalan Let l = Panjang dari bantalan dalam cm P = Tekanan bantalan yang diijinkan = 16 kg/ cm2 (Diketahui) Kita mengetahui lokasi bantalan yang diproyeksikan. A = l x d = 1 x 30 = 30 l cm2 Menggunakan hubungan P= 16 = = W dengan notasi umum A 15.000 30 l 15.000 = 31.25 cm 30 x 16 H = Jika panas yang akan dipindahkan oleh pelumas, = 600 Sifat rekat dari oli pada 600 C, Z = 20 sentipoise Pemeriksaan bantalan, c = 0.025 cm. Pertama-tama mari kita mencari koefisien dari geseran () untuk bantalan. Menggunakan persamaan =
33 ZN d ( )( ) + k 1010 p c dengan notasi umum = 33 20 x 1.800 30 ( )( ) + 0.002 16 0.025 1010
b) Jika panas yang akan dipindahkan oleh pelumas Let Diketahui. Temperatur bantalan
= 0.011 Bantalan
Kecepatan pegas, V =
dN
100 =x
m/menit
30 x1.800 100
WV
J
= 655.8 k cal/menit Ans. Contoh 22.3. Sebuah jurnal penuh bantalan diameter 5 cm dan panjang 10 cm memiliki sebuah tekanan bantalan 14 kg/ cm2. kecepatan dari jurnal adalah 900 r.p.m dan rasio dari diameter jurnal terhadap diameter pemeriksaan adalah 1.000. Pelumasan pada bantalan dengan oli mempunyai kemutlakan rekat pada temperatur pengoperasian 750 C kemungkinan yang diambil 11 sentipoise. Temperatur ruangan adalah 350. Temukan 1. Jumlah penurunan pendingin yang diperlukan, dan 2. Massa dari oli pelumas yang diperlukan, jika perbedaan temperatur antara saluran keluar dan saluran masuk dari oli adalah 100 C. Ambil spesifik panas dari oli 0.45 (London University) Jawaban : Diketahui. Diameter dari bantalan jurnal, d = 5 cm Panjang dari jurnal, l = 10 cm Tekanan bantalan, Kecepatan dari jurnal, N = 900 r.p.m. p = 14 kg/ cm2
d = 1.000 c
Kemutlakan kerekatan dari oli, Z = 11 sentipoise Temperatur pengopreasian dari oli, t0 = 750 C Temperatur ruangan, t = 350 C Kita mengetahui koefisien dari geseran, = = 33 ZN d ( )( ) + k 1010 p c 33 d (14)( )(1.000) + 0.002 10 c 10
= 0.00233 + 0.002 = 0.00433 Beban pada bantalan W = p x d.l = 14 x 5 x 10 = 700 kg jadi Panas yang dihasilkan, H0 = =
WV
J
kcal/menit
W dN
J ( 100
) jadi v =
dN
100
m / menit
= 1.003 kcal/menit Let tb = Temperatur dari permukaan bantalan = (75 35) = 200 C. Jadi panas yang dikeluarkan, Hd = C . A (tb t ) kcal/menit = C . l . d (tb t ) Sehingga harga dari C untuk bantalan yang tidak mendapatkan hawa semu antara 0.0002 sampai 0.0006 kcal/menit/ cm2/0 C, oleh karena iti dapat kita ambil C = 0.0004 kcal/menit/ cm2/0 C jadi Hd = 0.0004 x 10 x 5 x 20 = 0.4 kcal/menit Kita mengetahui bahwa, tb t = (t0 t )
1. Jumlah dari turunan kedinginan yang dibutuhkan = Panas yang dihasilkan Panas yang dikeluarkan = Hb Hd = 1.003 0.4 = 0.603 kcal/menit Ans 2. Pelumasan oli yang dibutuhkan Let m = Massa dari pelumasan oli yang dibutuhkan t = Perbedaan antara temperatur saluran keluar dan saluran masuk dari oli = 100 C (Diketahui) S = Panas spesifik dari oli = 0.45 Kita mengetahui bahwa panas akan dibawa pergi oleh oli, Ht = m S t kcal/menit = m x 0.45 x 10 = 4.5 kcal/menit Jika panas yang dihasilkan pada bantalan dibawa pergi oleh oli pelumasan, oleh karena itu persamaan Ht = H0 m = 1.003 m= 1.003 = 0.228 kg/menit Ans 4.5
Contoh 22.4. Batang berdiameter 15 cm mendukung beban 1000 kg dengan kecepatan 1.500 r.p.m. Batang berputar pada sebuah bantalan yang memiliki panjang 15 kali dari diameter batang. Jika diameter pemeriksaan dari bantalan adalah 0.015 cm dan perekatan mutlakdari oli pada temperatur operasi adalah 11 sentipoise, temukan kekuatan kuda yang dibuang dalam geseran. Jawaban : Diketahui. Diameter dari nbatang jurnal, d = 15 cm Pendukung beban, W = 1.000 kg Kecepatan, N = 1.500 r.p.m. l = 1.5 = 1.5 x 15 = 22.5 cm Pemeriksaan diameter, Panjang dari bantalan,
c = 0.0015 cm Perekatan mutlak dari oli, Z = 11 sentipose Kita mengetahui bahwa tekanan bantalan, p= W 1.000 = = 2.96 kg/ cm2 lxd 22.5 x 15 33 ZN d )( ) + k ( 1010 p c 33 11 x 1500 15 ) + 0.002 )( ( 0.015 2.96 1010
dN
100
x 15 x 1.500
100 m/menit.
= 707 m/menit
Gunakan persamaan H = W V dengan notasi umum = 0.02 x 1.000 x 707 = 14.140 kg-m/menit Jadi tenaga kuda yang dibuang oleh gesekan = 14.140 = 3.14 h.p. Ans. 4.500
Contoh 22.5. Sebuah bantalan jurnal dengan diameter dalam 6 cm dan 9 cm dengan jauh putaran 450 r.p.m. Oli yang digunakan untuk pelumasan hidrodinamik mempunyai perekatan mutlak 60 sentipoise. Jika diameter periksa adalah 0.01 cm, temukan beban yang aman untuk bantalan. ( Jadavpur University, 1976) Jawaban : Diketahui. Diameter dari bantalan, d = 6 cm Panjang dari bantalan,
l = 9 cm Speed, N = 450 r.p.m. Z = 60 sentipoise Diameter pemeriksaan, c = 0.01 cm Pertama-tama mari kita temukan tekanan bantalan (p) dengan menggunakan nomor sommerfeld. Kita mengetahuinya ZN d 2 ( ) = 1.43 x 109 P c 60 x 450 6 2 ( ) = 1.43 x 109 P 0.01 972 x10 7 = 1.43 x 109 P p= 972 x10 7 = 6.8 kg/ cm2 9 1.43 x 10 Perekatan mutlak dari oli,
Atau Jadi
Beban aman dalam bantalan Let W = Beban aman dalam bantalan. W=pxA=pxdxl = 6.8 x 6 x 9 = 367.2 kg Ans. Kita mengetahui bahwa
Pada bantalan padat, yang ditunjukkan dalam gambar 22.7, merupakan suatu format dari bantalan jurnal yang paling sederhana. Blok yang sederhana dari besi yang dicetak dengan lubang untuk menyediakan tempat mengalir batang. Bagian paling bawah dari blok yang diperluas dari plat dasar atau tapak dengan dua lubang untuk menerima palang sebagai pengikat ke bingkai. Lubang oli dibor pada pelumasan bagian atas. Kerugian utama dari bantalan yaitu : 1) Tidak terdapat ketepatan untuk penyesuaian pada pengausan, dan 2) Batang harus pas / cocok ke dalam bantalan secara membujur.
Sejak tidak ada ketetapan pada penyesuaian keausan, dengan demikian tipe dari bantalan yang digunakan ketika kecepatan batang tidak terlalu tinggi dan batang tersebut membawa cukup beban.
Bantalan dengan gigi banyak, lihat gambar 22.8, sudah ditingkatkan dari bantalan padat dalam pemilihan banyak gigi dari kuningan atau besi yang disajikan. Saluran keluar dari gigi yang banyak merupakan pengendalian dalam lubang cetakan, sedangkan bagian dalam berputar untuk batang. Terkadang gigi yang banyak mengambil worn out,
hal ini dapat memudahkan dalam pelepasan. Dalam bantalan yang kecil, kuat gesekan pada pegangan gigi yang banyak pada posisi, tetapi pada batang transmisi besar tenaga dudukan baut yaitu digunakan untuk pencegahan dari putaran atau geseran dari gigi yang banyak.
Bantalan pisah yaitu digunakan untuk batang yang memiliki putaran tinggi dam membawa beban yang berat. Bantalan pisah, lihat gambar 22.9, konsisten pada sebuah dasar cetakan baja. (selalu dinamakan blok atau alas tumpuan), baja besi atau pospor kuningan perunggu, semak atau langkah pembelah duaan dan tutup cetakan besi. Pembelah duaan dari kuningan yang dipegang selalu oleh tutup oleh alat dari baut baja lunak nut. Terkadang terlihat kecil
Ketika menggunakan bagian bawah dari bearing, satu dari dua shims dipindahkan dan baut dikencangkan. Bearing berfungsi untuk mendukung atau menyangga poros berputar atau memindahkan daya, dengan tujuan :