0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
37 tayangan4 halaman

Konfigurasi Load Balancing Mikrotik

Menggunakan Mikrotik untuk load balancing dan failover antara dua jalur internet (ADSL dan wireless) dengan cara mengatur tiga interface Mikrotik, membagikan alamat IP, menentukan gateway utama dan cadangan, serta membagi lalu lintas berdasarkan mark routing.

Diunggah oleh

Fadil
Hak Cipta
© Attribution Non-Commercial (BY-NC)
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
37 tayangan4 halaman

Konfigurasi Load Balancing Mikrotik

Menggunakan Mikrotik untuk load balancing dan failover antara dua jalur internet (ADSL dan wireless) dengan cara mengatur tiga interface Mikrotik, membagikan alamat IP, menentukan gateway utama dan cadangan, serta membagi lalu lintas berdasarkan mark routing.

Diunggah oleh

Fadil
Hak Cipta
© Attribution Non-Commercial (BY-NC)
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Load Balancing mikrotik

Kondisi : ISP dimana kita bekerja sebagai Administrator menggunakan lebih dari satu gateway untuk terhubung ke Internet. Semuanya harus dapat melayani layanan upstream & downstream. Karena akan beda kasusnya apabila salah satunya hanya dapat melayani downstream, contohnya jika menggunakan VSAT DVB One-way. Untuk kasus ini dimisalkan ISP memiliki 2 jalur ke Internet. Satu menggunakan akses DSL (256 Kbps) dan lainnya menggunakan Wireless (512 Kbps). Dengan rasio pemakaian DSL:Wireless = 1:2 . Yang akan dilakukan : 1. Menggunakan semua jalur gateway yang tersedia dengan teknik load-balancing. 2. Menjadikan salah satunya sebagai back-up dengan teknik fail-over. OK, mari saja kita mulai eksperimennya : 1. IP address untuk akses ke LAN : > /ip address add address=[Link]/28 interface=LAN IP address untuk akses ke jalur DSL : > /ip address add address=[Link]/29 interface=DSL IP address untuk akses ke jalur Wireless : > /ip address add address=[Link]/29 interface=WIRELESS Tentukan gateway dengan rasionya masing-masing : > /ip route add gateway=[Link],[Link],[Link] 2. Pada kasus untuk teknik fail-over. Diasumsikan jalur utama melalui Wireless dengan jalur DSL sebagai back-up apabila jalur utama tidak dapat dilalui. Untuk mengecek apakah jalur utama dapat dilalui atau tidak, digunakan command ping. > /ip firewall mangle add chain=prerouting src-address=[Link]/28 action=markrouting new-routing-mark=SUBNET1-RM > /ip route add gateway=[Link] routing-mark=SUBNET1-RM check-gateway=ping > /ip route add gateway=[Link] 3. Good Luck!!

============================================================= ========================== sepertinya menggunakan mikrotik jg bisa untuk "load balancing" tinggal pasang 3 interface, interface A untuk Speedy1 , misal IP [Link] interface B untuk Speedy2 , misal IP [Link] Interface C untuk LAN , misal IP [Link]/24

config di mikrotik sperti ini : > /ip address add address=[Link]/24 interface=LAN IP address untuk SpeedyA : > /ip address add address=[Link]/32 interface=SpeedyA IP address untuk SpeedyB : > /ip address add address=[Link]/32 interface=SpeedyB Selanjutnya kita tentukan gateway dengan prioritas : > /ip route add gateway=[Link],[Link],[Link] Bisa juga ditambahi config untuk failover, jd misal salahsatu speedy ada yg mati bisa langsung menggunakan speedy jalur satunya, > /ip firewall mangle add chain=prerouting src-address=[Link]/24 action=markrouting new-routing-mark=RM-SPEEDY > /ip route add gateway=[Link] routing-mark=rm-speedyB check-gateway=ping > /ip route add gateway=[Link]

Atau dg alternatif lainnya yakni, kita membagi traffik ke dua jalur speedy tersebut berdasarkan group network di LAN kita, Kita setting IP di masing" interface mikrotik, /ip address add address [Link]/32 interface speedyA /ip address add address [Link]/32 interface speedyB /ip address add address [Link]/24 interface LAN Selanjutnya kita coba bagi network kedalam 2 Group add chain=prerouting action=mark-connection src-address [Link]/25 new-routingmark= Group-A add chain=prerouting action=mark-connection src-address [Link]/25 newrouting-mark=Group-B selanjutnya kita set default gateway masing-masing group /ip route add gateway=[Link] routing-mark=Group-A /ip route add gateway=[Link] routing-mark=Group-B Pastikan juga kita udah setting NAT pada network kita /ip firewall nat add chain=srcnat src-address [Link]/24 action=masquerade

============================================================= =================== Menggunakan 3 etrernet card ether1 ==> wireless ether2 ==> speedy ethet3 ==> Lan mikrotik command: /ip address add address [Link]/32 interface ether1 /ip address add address [Link]/32 interface ether2 /ip address add address [Link]/24 interface ether3 Membagi Ip menjadi 2 Group add chain=prerouting action=mark-connection src-address [Link]/25 newrouting-mark= Group-A add chain=prerouting action=mark-connection src-address [Link]/25 newrouting-mark=Group-B Default gw masing-masing Group Group-A=[Link]/25 default gw [Link] Group-B=[Link]/25 default gw [Link] mikrotik command: /ip route add gateway=[Link] routing-mark=Group-A /ip route add gateway=[Link] routing-mark=Group-B Nat ip local [Link]/24 ==>masquerade mikrotik command: /ip firewall nat add chain=srcnat src-address [Link]/24 action=masquerade ============================================================= ===================== ip route add dst-address=[Link]/0 gateway=[Link] check-gateway=ping ip route add dst-address=[Link]/0 gateway=[Link] check-gateway=ping Dimana [Link] router ADSL & [Link] gateway RT/RW-net pake 2.4ghz dah cuma gitu aja sih .. cek gateway pake ping jadi kalau gateway down

langsung switch. Kalau gak down ya langsung on 2 sekaligus, kayanya sih load balancing cuma kebetulan saya tambah parameter distance=2 di gateway RT/RW-net jadi dapet prioritas lebih rendah .. Firewall / NAT bikin dua biji untuk masing-masing gateway untuk client sih gampang add route default gw IP-ether-mikrotik PC / Router mikrotik yang saya operasikan ada 3 LAN card 2 ke arah modem ADSL, 1 ke arah LAN client di arahkan gatewaynya ke ethernet LAN mikrotik aja

Anda mungkin juga menyukai