100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
208 tayangan5 halaman

Kontrol Halusinasi Melalui Obat

Perawat melakukan interaksi dengan klien untuk mengajarkan cara minum obat secara teratur guna mengontrol gejala halusinasi. Klien mampu mempraktekkan dan memahami cara minum obat sesuai jadwal serta menyatakan dirinya merasa lebih lega setelah berdiskusi tentang hal tersebut.
Hak Cipta
© Attribution Non-Commercial (BY-NC)
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
208 tayangan5 halaman

Kontrol Halusinasi Melalui Obat

Perawat melakukan interaksi dengan klien untuk mengajarkan cara minum obat secara teratur guna mengontrol gejala halusinasi. Klien mampu mempraktekkan dan memahami cara minum obat sesuai jadwal serta menyatakan dirinya merasa lebih lega setelah berdiskusi tentang hal tersebut.
Hak Cipta
© Attribution Non-Commercial (BY-NC)
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

ANALISA PROSES INTERAKSI

Nama Usia Hari/tanggal Waktu Status interaksi Lingkungan Deskripsi klien Tujuan komunikasi : Tn. A S : 50 tahun : senin, 8-07-2013 : 13.00 WIB : 2 (tahap kerja) : duduk berhadapan di bangku ruang makan bangsal Nakula RSJ GHRASIA : penampilan klien bersih,rapi : mengajari klien untuk mengontrol halusinasi SP 4 (patuh minum obat.

Komunikasi verbal P: assalamualai kum bapak ? selamat pagi ? K: waalaikum salam sus , pagi juga

P : bapak perkenalkan saya praktikan A dari stikes aisyiyah yogyakarta.

K : oh ya..

Komunikasi non verbal P : tersenyum , mengulurkan tangan . K: mengangguk , menatap kearah perawat K : menjawab salam , mata memandang perawat dengan intens P : tersenyum , dan menganggukka n kepala . P : tersenyum , memberikan sentuhan di pundak , duduk dihadapan klien K: memandang perawat dengan intens , agak sedikit bingung K : berusaha mengingat dengan raut muka bingung P : tersenyum, mengangguk P : tersenyum sambil berantusias memberi semangat pada klien K : menatap perawat K : berusaha

Analisa berpusat pada perawat Ingin memulai interaksi dengan klien

Analisa berpusat pada pasien Bersiap untuk memulai interaksi dengan perawat

Rasionalisasi Dengan mengucapkan salam, perawat berusaha menciptakan rasa nyaman dan membangun rasa saling percaya antara klien dengan perawat Dengan menjawab salam , menunjukkan bahwa klien sudah terbiasa dengan kehadiran perawat dan siap untuk berinteraksi dengan perawat

Bersiap melakukan interaksi yang lebih lanjut

Klien siap untuk memulai interaksi dengan perawat

Perawat melakukan tahap orientasi dengan memperkenalka n diri .

Klien menerima kedatangan perawat

Dengan interaksi fisik, membantu klien lebih merasa nyaman dan tidak takut pada kehadiran perawat

P : iya sudah pak , coba nama saya tadi siapa pak ?

Perawat melakukan validasi untuk mengetahui ingatan klien terhadap perawat memastikan bahwa klien sudah mengenal perawat

Klien memberikan tanggapan yang baik terhadap perawat, walaupun belum mampu untuk mengingat nama perawat Klien sudah mampu mengingat perawat yang sedang melakukan tindakan

Dengan memperkenalkan diri akan membuat klien lebih nyaman dan tidak merasa terancam

Untuk memastikan bahwa klien mendengarkan dan memahami apa yang dikatakan oleh perawat

K : mbak A .

Perawat

Klien bertindak kooperatif

Klien membuka diri untuk

K : berwarna orange diminum 3 kali sehari, jam 7 pagi, jam 1 siang dan 7 malam. yang putih diminum 3 kali sehari juga. yang merah jambu ini 3 kali sehari juga sama minumnya dengan yang putih dan orange. P: ya bapak bagus sekali ya. bapak sudah memahami bagaimana cara patuh minum obat untuk mengusir halusinasi bapak. Kalau suaranya sudah hilang, minum obatnya tidak boleh dihentikan yaa, harus diminum sampai benar-benar habis, biar suara-suaranya tidak muncul lagi. Kalau obatnya habis bisa minta ke dokter lagi. Bisa juga dikonsultasikan kalau berhenti minum obat, apa akibatnya pada mbak. Begitu yaa.. Pastikan juga kalau obat yang diminum benar punya mbak, jangan sampai keliru dengan orang lain. Bagaimana perasaan bapak setelah berbincang-bincang tentang obat tadi? K: saya merasa senang. Dan juga lebih lega.

K: mempraktekka nny P: mendengarkan dengan sungguhsungguh P: tersenyum. K: tersenyum.

Perawat mengevaluasi kemampuan klien dalam mempraktekkan cara patuh minum obat

Klien bersedia dan mampu untuk mempraktekkan metode patuh minum obat

Klien telah memahami dan mampu mempraktekkan cara patuh minum obat

Perawat member reinforcement kepada klien, dan mengevaluasi perasaan klien terhadap metode yang baru saja dipelajari

Klien telah mampu mempraktekkan metode patuh minum obat yang telah diajarkan

Untuk mengetahui apakah klien mampu menerima dengan baik metode yang baru saja diajarkan

K: tersenyum, menganggukka n kepala p: tersenyum

P: wah bagus sekali ya

P: tersenyum,

Perawat mengevaluasi perasaan klien setelah diajarkan metode untuk mengontrol halusinasi Perawat

Klien mengungkapkan perasaannya terhadap metode patuh minum obat yang baru saja diajarkan

Menunjukkan bahwa klien mampu menerima metode patuh minum obat untuk mengontrol halusinasi

Klien bertindak kooperatif

Untuk mengetahui apakah klien

Anda mungkin juga menyukai