100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
64 tayangan6 halaman

Penyakit yang Disembuhkan Hipnoterapi

Hipnoterapi adalah salah satu cabang ilmu psikologi yang mempelajari manfaat sugesti untuk mengatasi masalah pikiran, perasaan dan perilaku melalui teknik hipnosis. Proses hipnoterapi terdiri dari beberapa tahapan seperti induksi, pendalaman trance, sugesti, dan terminasi untuk membawa pasien ke kondisi relaksasi dan menerima sugesti guna mengubah pandangan dan perilaku. Hipnoterapi efektif menangani berbagai mas

Diunggah oleh

Fikar Darwis
Hak Cipta
© Attribution Non-Commercial (BY-NC)
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
64 tayangan6 halaman

Penyakit yang Disembuhkan Hipnoterapi

Hipnoterapi adalah salah satu cabang ilmu psikologi yang mempelajari manfaat sugesti untuk mengatasi masalah pikiran, perasaan dan perilaku melalui teknik hipnosis. Proses hipnoterapi terdiri dari beberapa tahapan seperti induksi, pendalaman trance, sugesti, dan terminasi untuk membawa pasien ke kondisi relaksasi dan menerima sugesti guna mengubah pandangan dan perilaku. Hipnoterapi efektif menangani berbagai mas

Diunggah oleh

Fikar Darwis
Hak Cipta
© Attribution Non-Commercial (BY-NC)
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Hipnoterapi

Kata hipnosis berasal dari kata hypnos, yaitu dewa tidur pada mitologi Yunani. Hipnosis adalah ilmunya, hipnotis adalah orang yang melakukan hipnosis. Hipnosis didefinisikan sebagai suatu kondisi pikiran dimana fungsi logis pikiran direduksi sehingga memungkinkan individu masuk ke dalam kondisi bawah sadar (sub-conscious/unconcious), dimana tersimpan beragam potensi internal yang dapat dimanfaatkan untuk lebih meningkatkan kualitas hidup. Terapi hipnosis (hipnoterapi) kini merupakan fenomena ilmiah, namun hingga kini masih belum terdapat definisi yang jelas, bagaimana sebenarnya mekanisme kerja hipnoterapi. Beberapa ilmuwan berpendapat bahwa hipnoterapi menstimulir otak untuk melepaskan neurotransmiter, zat kimia yang terdapat di otak, yaitu encephalin dan endorphin yang berfungsi untuk meningkatkan mood sehingga dapat merubah penerimaan individu terhadap sakit atau gejala fisik lainnya. Jadi Hipnoterapi adalah salah satu cabang ilmu psikologi yang mempelajari manfaat sugesti untuk mengatasi masalah pikiran, perasaan dan perilaku. Hipnoterapi dapat juga dikatakan sebagai suatu teknik terapi pikiran menggunakan hipnotis. Hipnotis bisa diartikan sebagai ilmu untuk memberi sugesti atau perintah kepada pikiran bawah sadar. Orang yang ahli dalam menggunakan hipnotis untuk terapi disebut hypnotherapist. Konsep dasar hipnosis Proses hipnosis adalah suatu proses untuk merubah kondisi stadium normal ke kondisi stadium hipnosis. Stadium hipnosis adalah suatu kondisi dimana manusia lebih sugestif, sehingga dapat menerima saransaran yang dapat berubah menjadi nilai baru. Stadium hipnosis bervariasi untuk setiap situasi dan kondisi, mulai dari tingkatan sugestif ringan sampai dengan sugestif ekstrim. Proses hipnosis dilakukan dengan cara merubah konsentrasi, dari fokus eksternal ke fokus internal. Proses hipnosis dapat dilakukan sendiri maupun dengan bantuan orang lain. Orang yang mempunyai jiwa yang relatif tenang atau terbiasa berkonsentrasi (meditasi) cenderung lebih mudah memasuki stadium hipnosis. Secara umum, setiap orang normal, jika ia tidak menolak (secara sadar), rata-rata dapat memasuki stadium hipnosis dengan mudah. Orang yang susah masuk dalam stadium hipnosis adalah orang yang tidak memiliki kemampuan berkonsentrasi (stres berat, psikosis, paranoid, pengaruh drugs), dan yang tidak memahami komunikasi (gangguan panca indera, IQ rendah). Hipnoterapi menggunakan sugesti atau pengaruh kata - kata yang disampaikan dengan teknik - teknik tertentu. Satu - satunya kekuatan dalam hipnoterapi adalah komunikasi. Setiap perawat sudah cukup akrab dengan namanya komunikasi karena pekerjaannya adalah langsung berinteraksi dengan orang banyak, termasuk klien dan keluarga. Oleh karena itu tak akan banyak makan waktu jika dibutuhkan latihan, sebab hampir setiap hari kita berkomunikasi dengan orang asing. Perawat mampu menghipnotis pasien jika dia memahami bahasa yang perawat gunakan.

Tahapan Proses Hipnoterapi

Pada saat proses hipnoterapi berlangsung, klien hanya diam. Duduk atau berbaring, yang sibuk justru terapisnya, yang bertindak sebagai fasilitator. Akan tetapi, pada proses selanjutnya, klien lah yang menghipnosis dirinya sendiri (Otohipnotis), berikut proses sebuah tahapan hipnoterapi :

1. Pre - Induction (Interview)


Pada tahap awal ini hipnoterapis dan klien untuk pertama kalinya bertemu. Setelah klien mengisi formulir mengenai data dirinya, hipnoterapis membuka percakapan untuk membangun kepercayaan klien, menghilangkan rasa takut terhadap hipnotis / hipnoterapi dan menjelaskan mengenai hipnoterapi dan menjawab semua pertanyaan klien. Sebelumnya hipnoterapis harus dapat mengenali aspek - aspek psikologis dari klien, antara lain hal yang diminati dan tidak diminati, apa yang diketahui klien terhadap hipnotis, dan seterusnya. Pre - Induction merupakan tahapan yang sangat penting. Seringkali kegagalan proses hipnoterapi diawali dari proses Pre - Induction yang tidak tepat.

2. Suggestibility Test
Maksud dari uji sugestibilitas adalah untuk menentukan apakah klien masuk ke dalam orang yang mudah menerima sugesti atau tidak. Selain itu, uji sugestibilitas juga berfungsi sebagai pemanasan dan juga untuk menghilangkan rasa takut terhadap proses hipnoterapi. Uji sugestibilitas juga membantu hipnoterapis untuk menentukan teknik induksi yang terbaik bagi sang klien.

3. Induction
Induksi adalah cara yang digunakan oleh seorang hipnoterapis untuk membawa pikiran klien berpindah dari pikiran sadar (conscious) ke pikiran bawah sadar (sub conscious), dengan menembus apa yang dikenal dengan Critical Area. Saat tubuh rileks, pikiran juga menjadi rileks. maka frekuensi gelombang otak dari klien akan turun dari Beta, Alfa, kemudian Theta. Semakin turun gelombang otak, klien akan semakin rileks, sehingga berada dalam kondisi trance. Inilah yang dinamakan dengan kondisi ter -hipnotis. Hipnoterapis akan mengetahui kedalaman trance klien dengan melakukan Depth Level Test (tingkat kedalaman trance klien).

4. Deepening (Pendalaman Trance)


Jika dianggap perlu, hipnoterapis akan membawa klien ke trance yang lebih dalam. Proses ini dinamakan deepening.

5. Suggestions / Sugesti
Pada saat klien masih berada dalam trance, hipnoterapis juga akan memberi Post Hypnotic Suggestion, sugesti yang diberikan kepada klien pada saat proses hipnotis masih berlangsung dan diharapkan terekam terus oleh pikiran bawah sadar klien meskipun klien telah keluar dari proses hipnotis. Post Hypnotic Suggestion adalah salah satu unsur terpenting dalam proses hipnoterapi.

6. Termination
Akhirnya dengan teknik yang tepat, hipnoterapis secara perlahan lahan akan membangunkan klien dari tidur hipnotisnya dan membawanya ke keadaan yang sepenuhnya sadar. Cara kerja otak dipengaruhi oleh kondisi otak yang disebut fase Beta, Alfa, Theta, dan Delta.

Pada kondisi Beta, gelombang otak adalah 12-25Hz. Ini adalah kondisi konsentrasi yang muncul ketika seseorang sedang mengerjakan sesuatu yang sulit dan perlu berpikir keras. Pada saat ini otak hanya mempunyai kemampuan fokus tunggal. Kondisi beta cocok untuk tujuan menyelesaikan suatu pekerjaan secara serius, seperti mengerjakan soal, ngebut, mengerjakan tugas kritis dan serius. Musik yang riang dan cepat dapat membantu mencapai kondisi otak ini. Kondisi Alfa mempunyai gelombang otak dengan frekuensi 8-12Hz. Kondisi tenang ini memungkinkan otak untuk multifokus, memperhatikan beberapa hal sekaligus. Kondisi Alfa sangat tepat untuk belajar yang bersifat menyerap, memahami, menghafalkan pengetahuan, karena pada kondisi ini otak menjadi siap belajar. Musik yang sedang dan ringan dapat membantu tercapainya kondisi Alfa. Gelombang otak Theta adalah 4-8Hz, yang merupakan keadaan setengah sadar. Pada kondisi ini ide kreatif banyak muncul karena peran otak bawah sadar menjadi lebih dominan. Kabarnya, otak bawah sadar mempunyai kemampuan lebih besar 7:1 dibanding otak sadar. Itulah mengapa seringkali penyelesaian masalah muncul saat hampir tidur atau saat bangun tidur. Kondisi Theta juga merupakan kondisi untuk mengakses alam bawah sadar. Hipnotis dan hipnoterapi menggunakan kondisi ini untuk memberikan perintah-perintah ke alam bawah sadar pasien, misalnya perintah untuk merasakan bahwa rokok itu sangat memualkan pada terapi terhadap pecandu rokok. Dengan perintah-perintah yang telah disusun sedemikian rupa, seorang hipnoterapi memandu pasien untuk memasukkan gambarangambaran baru ke dalam alam bawah sadar. Karena alam bawah sadar tidak mampu membedakan gambaran imajinasi terhadap kondisi nyata, maka gambaran imajinasi tersebut akan ditangkap sebagai kondisi nyata. Ketika kemudian pasien telah sadar sepenuhnya (kondisi Beta dan Alfa) maka alam bawah sadar telah mempunyai gambaran lain terhadap kondisi nyata, misalnya terhadap rokok yang semula dipandang nikmat tiba-tiba dipandang memualkan. self hipnoterapi, yaitu dengan menyatakan kalimat-kalimat positif kepada diri sendiri. Salah satu cara adalah dengan tiduran, atau duduk rileks memejamkan mata, kemudian menenangkan diri tidur-tiduran, lalu menyatakan kalimat positif , Khairul -ganti nama Anda-, kamu bisa, kamu baik, kamu sukses Sambil menepuk dada atas kiri, bahu belakang kanan, atau paha kanan. Mengapa di daerah itu? Itu

adalah daerah yang hanya orang terdekat yang menyentuhnya, seperti ibu, sahabat, dan keluarga. Pada saat daerah tersebut disentuh maka alam bawah sadar akan mengatakan ini pesan dari orang yang dekat denganku dan dia menjadi terbuka untuk menerima pesan tersebut. Dengan demikian apapun yang disampaikan tadi menjadi bagian alam bawah sadar dan diingat olehnya. Hipnoterapi kini dianggap sebagai salah satu cara yang efektif terkemuka yang kita miliki saat ini untuk menyelesaikan penyakit psikosomatis dan karena sejumlah besar penyakit dan penyakit yang psikosomatik di alam, dapat menyelesaikan berbagai macam isu aman dan cepat. Di bawah ini adalah beberapa masalah yang biasa ditangani dengan hipnoterapi: 1. Amnesia, tidak tahu jati dirinya, tidak mengenal anggota keluarga atau orang dalam lingkungan terdekat. 2. Bangkit dari kesedihan ditinggal oleh orang yang dicintai / sayangi hingga berlarut-larut dalam kesedihan. 3. Berhenti merokok selamanya. 4. Berlebihan dalam kebersihan atau bersuci dari najis. 5. Bisa khusyuk (merasakan kedamaian ke iklasan) dalam ibadah. 6. Bisa mengendalikan diri dan mengontrol emosi. 7. Bolak-balik memeriksa kunci pintu rumah, mobil atau sesuatu yang perlu dikunci. 8. Dan masih banyak lagi.... Semua penyakit "aneh" yang berhubungan dengan pikiran bisa disembuhkan dengan hipnoterapi. 9. Depresi, tidak bahagia padahal punya segalanya. 10. Fobia atau rasa takut yang tidak wajar. 11. Insomnia, sulit tidur, mimpi buruk, imajinasi menyeramkan. 12. Kecanduan belanja, perjudian, seks, alkohol, coklat, dsb. 13. Kecemasan, tegang, grogi, atau tidak bisa konsentrasi saat ujian. 14. Kesulitan melupakan mantan kekasih. 15. Kurang percaya diri dalam mendekati lawan jenis. 16. Lesbianism, perempuan menyukai perempuan. 17. Mampu fokus dalam belajar atau pekerjaan. 18. Melahirkan normal tanpa rasa sakit, mengatasi rasa takut melahirkan.

19. Melupakan masa lalu / pengalaman buruk. 20. Membangkitkan gairah cinta antar pasangan. 21. Membangun kepribadian seperti yang Anda inginkan. 22. Membongkar memori yang terlupakan. 23. Menambah nafsu makan tanpa obat, menambah berat badan. 24. Menemukan barang hilang karena lupa atau terjatuh. 25. Mengatasi frigiditas dan kesulitan orgasme. 26. Mengatasi impotensi dan ejakulasi dini non-organis. 27. Mengatasi rasa bosan dalam pernikahan (terapi suami-istri). 28. Menghancurkan mental block, meningkatkan penghasilan. 29. Menghilangkan berbagai kebiasaan buruk. 30. Menghilangkan gagap dan grogi ketika bicara. 31. Menghilangkan kebiasaan menunda-nunda. 32. Menghilangkan latah (bicara ngawur ketika kaget). 33. Menghilangkan nyeri menstruasi yang berlebihan. 34. Menghilangkan pikiran negatif. 35. Menghilangkan rasa marah, dendam, sebel, kecewa terhadap seseorang. 36. Menghilangkan sakit kepala dan migren yang sering kambuh. 37. Mengobati Psikosomatis, yaitu penyakit fisik yang disebabkan oleh perasaan. 38. Meningkatkan kemampuan menghafal. 39. Meningkatkan kemampuan public speaking. 40. Meningkatkan konsentrasi, daya ingat, dan kreativitas. 41. Menurunkan berat badan tanpa diet dan tanpa olah raga. 42. Menyembuhkan alergi dan asma untuk selamanya. 43. Menyembuhkan sakit hati.

44. Merasa cemas atau ketakutan tanpa alasan. 45. Minder, kurang percaya diri. 46. Motivasi untuk meningkatkan prestasi belajar atau kerja. 47. Mudah tersinggung atau sangat sensitif terhadap kata-kata atau sikap orang lain. 48. Panic Attack, Tiba-tiba merasa ketakutan, cemas dan panik tanpa sebab. 49. Paranoid. Suatu ketakutan atau kecurigaan bahwa orang lain berencana untuk mencelakakan dirinya. Merasa dirinya selalu dalam bahaya. 50. Pengendalian diri, mengendalikan rasa marah yang mudah meluap. 51. Perasaan yang datar, tidak mampu merasa senang ataupun sedih. Tidak bisa mengekspresikan perasaan dengan menangis ataupun tertawa. 52. Perilaku obsessive compulsive. 53. Pikiran tiba-tiba kosong, tidak tahu apa yang harus dilakukan. 54. Sakit maag karena banyak pikiran, stress, kecemasan atau ketakutan. 55. Sariawan (gusi dan bibir luka) yang sering kambuh atau sulit disembuhkan. 56. Schizophrenia, apapun gejalanya. Selama penderita masih bisa diajak komunikasi dengan lancar, semua gangguan mental bisa disembuhkan total. 57. Selalu gagal walaupun sudah mencoba segala cara. 58. Sering melihat, mendengar atau merasakan sesuatu yang tidak nyata. 59. Sering pingsan, berteriak-teriak tanpa sadar, dan pergi tanpa arah. 60. Stress, terlalu banyak beban pikiran. 61. Suka menggigit kuku atau mencabuti bulu dan rambut sendiri. 62. Takut jatuh cinta lagi karena takut disakiti. 63. Takut terkena penyakit, selalu terbayang penyakit atau kematian. 64. Tidak mampu menahan kencing atau mengompol di waktu tidur. 65. Trauma, selalu terbayang pengalaman buruk. 66. dll

Anda mungkin juga menyukai