100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
2K tayangan13 halaman

CDI Programmable

Makalah ini membahas tentang CDI (Capacitive Discharge Ignition) Programmable yang merupakan perangkat pengatur pengapian dan kelistrikan pada sepeda motor. CDI Programmable memungkinkan pengguna untuk mengatur parameter kelistrikan sehingga mesin dapat menghasilkan kinerja yang optimal sesuai dengan kondisi.

Diunggah oleh

adi pamungkas
Hak Cipta
© Attribution Non-Commercial (BY-NC)
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd
100% menganggap dokumen ini bermanfaat (1 suara)
2K tayangan13 halaman

CDI Programmable

Makalah ini membahas tentang CDI (Capacitive Discharge Ignition) Programmable yang merupakan perangkat pengatur pengapian dan kelistrikan pada sepeda motor. CDI Programmable memungkinkan pengguna untuk mengatur parameter kelistrikan sehingga mesin dapat menghasilkan kinerja yang optimal sesuai dengan kondisi.

Diunggah oleh

adi pamungkas
Hak Cipta
© Attribution Non-Commercial (BY-NC)
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOCX, PDF, TXT atau baca online di Scribd

MAKALAH TEKNOLOGI SEPEDA MOTOR CDI (CAPASITIVE DISCHARGE IGITION) PROGRAMMABLE

PENDIDIKAN TEKNIK OTOMOTIF FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITASNEGERI YOGYAKARTA 2009 / 2010

KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas segala limpahan nikmat-Nya, makalah mengenai teknologi sepeda motor ini dapat tersusun dengan sebaik-baiknya. Dalam materi makalah yang kami susun berikut adalah memuat mengenai perkembangan teknologi di bidang kendaraan bermotor terutama sepeda motor yang semakin hari kian menunjukkan perkembangan teknologi yang sangat pesat. Dari berbagai perkembangan teknologi sepeda motor, dalam makalah yang kami susun lebih mempersempit cakupan materi, yaitu membahas tentang perkembangan teknologi kelistrikan atau electrical engine sepeda motor. CDI (Capasitive Discharge Ignition) Programmable adalah topic bahasan yang kita ambil dimana menjelaskan tentang prinsipprinsip kerja dari komponen tersebut dan juga aplikasinya pada sepeda motor. Akhirnya, kami menyadari banyak kelemahan dan kekurangan kami dalam menyusun makalah ini. Kritik dan saran yang membangun dari semua pihak sangat kami harapkan demi penyempurnaan pada penyusunan makalah ini.

Yogyakarta, 03 Mei 2010 Penyusun

ii

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL i KATA PENGANTAR .. ii DAFTAR ISI . iii

PEMBAHASAN ... 01 A. CDI (CAPASITIVE DISCHARGE IGNITION) .... 01 B. CDI PROGRAMMABLE ... 04 C. PAKET PROGRAMMABLE CDI . 07

KOMENTAR .... 09 DAFTAR SUMBER . 10

iii

PEMBAHASAN
A. CDI (CAPASITIVE DISCHARGE IGNITION) CDI (Capasitive Discharge Ignition) merupakan sebuah perangkat pengatur pengapian (ignition) dan kelistrikan (electricity) yang terdapat pada sebuah sepeda motor. Sepeda motor produksi sekarang telah dijejali berbagai perangkat elektronik yang mendukung kinerja mesin dan kelistrikan membutuhkan sebuah unit pengatur yang compact dan simple, dimana semua input dari berbagai sensor diolah dalam sebuah processing unit. Disinilah peran sebuah CDI dalam mengatur berbagai perangkat kelistrikan yang terdapat pada sebuah sepeda motor. CDI menggantikan fungsi platina yang terdapat pada sepeda motor produksi awal hingga tahun 1990-an. Platina menerima input informasi dari sensor yang mengatur waktu pengapian pada bagian mesin dan akan menjalankan perangkat pengapian untuk melakukan pembakaran di dalam ruang bakar mesin sehingga menghasikan tenaga untuk menggerakkan sepeda motor. Peran CDI adalah membaca sensor yang mengatur waktu pengapian yang terdapat pada mesin lalu diolah secara digital dalam CDI. Hasil pemrosesan CDI berupa output yang akan mengatur perangkat pengapian untuk melakukan pembakaran (combustion) bahan bakar di dalam ruang bakar (combustion chamber) sebuah mesin sepeda motor. Sensor pengatur timing pengapian terdapat pada bagian ruang magnet sebuah mesin. Sensor berupa pulser (pick-up coil) akan membaca tonjolan (pulse) yang terdapat pada sisi luar pelat dudukan (sitting) magnet. Magnet yang terhubung dengan crankshaft akan berputar sesuai dengan putaran mesin, semakin tinggi putaran mesin maka semakin tinggi pula putaran magnet yang akan berpengaruh terhadap pembacaan pulser terhadap tonjolan sisi luar sitting plate magnet.

Gambar sebelah kiri menunjukkan konfigurasi penempatan pulser (pick-up coil) yang terdapat pada bagian liar lingkar plat sitting magnet. Pada skema diatas pulser diidentifikasikan dengan huruf B. Pulser akan membaca tonjolan (pulse) yang digambarkan dengan warna abu-abu. Gambar sebelah kanan merupakan sinyal yang terbaca menggunakan oscilloscope pada output pulser setelah satu putaran magnet (3600) yang akan dibaca oleh CDI. 1

SKEMA CDI SECARA UMUM

Dalam skema diatas dapat dilihat terdapat sebuah microcontroller berupa MicroChip PIC16F84. MicroChip ini memiliki FLASH memory yang berisi pembacaan dari sensor pulser yang dapat diolah dan disimpan menggunakan program yang dibuat secara khusus untuk membaca FLASH memory tersebut. 2

Gambar diatas merupakan contoh pengolahan data yang terdapat pada FLASH memory MicroChip PIC16F84 pada skema sebelumnya. Program akan membaca kapan titik pengapian dimulai berdasarkan input sensor pulser. Program akan menghasilkan output berupa perintah yang mengatur perangkat pengapian untuk memulai proses pembakaran. Pada perkembangannya, program tersebut tidak hanya membaca data yang terdapat pada FLASH memory pada MicroChip, namun memungkinkan user pengguna program untuk dapat memanipulasi data tersebut. Contohnya, jika user menginginkan pengapian yang lebih advance (maju), maka user tinggal mengeser titik-titik pengatur yang terdapat dalam tabel sehingga PIC akan memerintahkan perangkat pengapian untuk memulai proses pembakaran lebih dulu daripada sebelumnya. Begitu pula sebaliknya jika user menginginkan pengapian yang lebih retard (mundur) dari sebelumnya. Pengaturan ini tentunya akan berpengaruh besar terhadap performa mesin bakar itu sendiri, sehingga mesin bakar akan menghasikan performa yang selalu optimal meskipun parameter input telah berubah, misalnya bahan bakar yang memiliki oktan lebih rendah / tinggi, perangkat pengapian seperti koil dan busi (spark plug) yang memiliki spesifikasi lebih tinggi, dan lain-lain.

B. CDI PROGRAMMABLE
Spesifikasi perangkat pendukung performa mesin sepeda motor yang telah diubah, contohnya pada motor balap, akan menuntut penyesuaian pada perangkat pendukung performa mesin tersebut agar menghasilkan performa yang optimal pada setiap saat. Parameter input dari perangkat pendukung mesin, bahkan yang bersifat eksternal seperti perubahan suhu, cuaca dan kelembaban akan mengubah performa mesin. Agar pengaturan dapat dilakukan setiap saat dan lebih mudah, maka lahirlah sebuah produk yang dinamakan Programmable CDI. Programmable CDI memungkinkan pengguna mengatur perangkat pendukung mesin secara mudah agar menghasilkan performa mesin yang optimal.

Contoh produk CDI Programmable buatan REXTOR

Secara garis besar, jenis CDI programmable tergantung pada sistem kelistrikan sepeda motor terbagi menjadi 2, yaitu AC Programmable CDI dan DC Programmable CDI.

1. AC (Alternate Current) Programmable CDI Sistem kelistrikan AC pada sepeda motor berarti kelistrikan yang dihasilkan oleh sepul semuanya akan digunakan untuk perangkat kelistrikan dan pengapian pada sepeda motor. Sistem kelistrikan AC akan menghasilkan tegangan yang naik turun tergantung putaran mesin. Tegangan yang dihasilkan akan melalui filter berupa regulator yang akan membatasi tegangan jika melebihi tegangan yang seharusnya. Akumulator hanya menjadi penyimpan tegangan sementara jika sistem kelistrikan kekurangan tegangan untuk menghidupkan perangkat kelistrikan yang terdapat pada sepeda motor, sehingga sepeda motor dapat dihidupkan meski tanpa menggunakan akumulator (battery). Berdasarkan dari sistem kelistrikan ini, maka CDI Programmable tipe AC memiliki diagram kelistrikan sebagai berikut : 4

Contoh diagram kelistrikan pada CDI Rextor tipe AC

Penjelasan gambar diatas : 1. High Voltage Source Coil : kumparan / sepul pengapian yang menghasilkan tegangan tinggi. 2. Power Source Coil : kumparan / sepul pembangkit tegangan rendah untuk catu daya sistem computer dalam CDI AC. 3. Pulser Signal Coil : kumparan pulser. 4. Ignition Coil : kumparan pembangkit api busi. 5. Spark Plug : busi 6. Blok kuning menyatakan rangkaian internal dalam CDI. 7. Blok Nomer 1 : Rectifier and High Voltage Regulator Area; merupakan rangkaian penyearah dan pengatur tegangan tinggi. Berisi rangkaian pembatas tegangan untuk diumpan ke kumparan pembangkit api busi. 8. Blok Nomer 2 : Firing Area; Rangkaian Pengapian, digunakan untuk menyalakan kumparan pembangkit api busi. Komponen utama adalah thyristor dan capacitor, sistem penyalaannya dikendalikan oleh blok nomer 3. 9. Blok Nomer 3 : Thyristor Driver, rangkaian pengendali thyristor. 10. Blok Nomer 4 : Central Processor Unit / CPU. Sistem computer utama pengendali CDI, mengatur segala fungsi CDI mulai dari pengendalian sistem pengapian hingga komunikasi dengan PC (Personal Computer) untuk keperluan tuning data. 11. Blok Nomer 5 : Pulse Signal Digitizer; rangkaian untuk mengubah level sinyal analog ke level sinyal digital supaya bisa dibaca oleh CPU. 12. Blok Nomer 6 : Data Communication Interface, rangkaian komunikasi dengan PC. 13. Blok Nomer 7 : Data Storage Unit, rangkaian berisi IC Memori/ EEPROM untuk menyimpan data setting. 14. Blok Nomer 8 : Power supply khusus untuk CPU. 5

CDI Programmable tipe AC memiliki perbedaan dibandingkan yang bertipe DC. CDI AC tidak membutuhkan perhatian lebih terutama masalah tegangan battery jika digunakan untuk keperluan penggunaan kelistrikan yang tidak tergantung pada battery, sangat sesuai untuk sepeda motor dengan karakter lingkungan yang sangat buruk (kotor, panas, lumpur) dan tidak memerlukan perawatan battery. Disisi lain CDI AC memiliki kelemahan, karena sistem pembangkitan daya menggunakan kumparan yang dibangkitkan medan magnet yang diputar crankshaft maka dalam pengukuran di laboratorium menunjukkan gejala pengereman atau pembebanan. Contohnya percobaan dengan motor listrik simulasi (300 watt / 0.40 Hp) untuk kumparan pembangkit terbuka dengan 6000 rpm begitu dibebani CDI AC maka putaran mesin menurun hingga 5800 rpm (round per minute).

2. DC (Direct Current) Programmable CDI Sistem kelistrikan DC pada sepeda motor berarti kelistrikan yang dihasilkan oleh sepul akan melalui filter berupa kiprok yang akan membatasi tegangan jika melebihi tegangan yang seharusnya dan mengubah tegangan yang dihasilkan sepul yang berupa AC menjadi DC agar bisa digunakan untuk sistem pengisian tegangan untuk akumulator (battery). Akumulator menjadi perangkat yang penting dalam sistem kelistrikan DC karena digunakan untuk menghidupkan perangkat kelistrikan yang terdapat pada sepeda motor, sehingga sepeda motor tidak akan dapat dihidupkan jika akumulator (battery) dalam keadaan tidak baik / optimal. Berdasarkan dari sistem kelistrikan ini, maka CDI Programmable tipe DC memiliki diagram kelistrikan sebagai berikut :

Contoh diagram kelistrikan pada CDI Rextor tipe DC

Diagram blok CDI DC diatas memiliki persamaan dengan CDI AC, perbedaan utamanya dapat diamati dengan penjelasan sebagai berikut . 1. High Voltage Source Coil digantikan dengan 12 volts battery, otomatis ini tidak akan membebani mesin. 2. Blok Nomer 1 : Voltage inverter 12 volts to 350 volts, rangkaian ini yang bertugas menaikkan tegangan dari 12 volts ke 350 volts dan ini merupakan pembeda utama dibandingkan CDI AC. High Voltage Source Coil yang digantikan oleh akumulator (battery) 12 volt akan menuntut pemeliharaan pada kondisi battery agar selalu optimal. Jika battery dalam keadaan kurang baik, maka system kelistrikan akan terganggu dan akan merusak CDI dan sistem kelistrikan lainnya.

C. PAKET PROGRAMMABLE CDI


Dalam diagram-diagram kelistrikan CDI Programmable sebelumnya ditunjukkan bahwa sebuah CDI dapat diprogram menggunakan komputer. Sebuah paket CDI Programmable akan menyertakan unit penghubung antara perangkat CDI dan komputer dan juga software untuk pengolahan data. Komunikasi data dari CDI menuju komputer umumnya ditunjang oleh beberapa komponen berikut ini : microprocessor pada unit CDI programmable kabel koneksi komunikasi data kabel converter software pendukung koneksi software pemrograman untuk PC

Contoh spesifikasi dan paket yang terdapat pada CDI Programmable produk REXTOR : Microprocessor Koneksi Komunikasi Data PC Operating System USB to RS 232 Converter Koneksi Yang Tersedia Isi Dalam Kemasan : Motorola 8 Kbyte MC908KX8 : Serial Communication Port DB 9 (RS 232) : Microsoft Windows 2000 / XP; Linux all Distro : Ver. 2.0 : 3 (Main Connector, RS 232 Data, Gear Position Sensor) : Programmable CDI Unit, Instruction Manual, CD Software Installation, Gear Position Sensor Wire Harness Connector

Isi Software : Flexible Ignition Map Adjustment | Akurasi setiap titik kurva pengapian tiap 500 rpm mesin dan limiter di 20.000 rpm, dengan menyesuaikan setting kurva yang sesuai akan diperoleh kemampuan optimum. Optimum data storage memory | Mampu menyimpan 14 macam setting kurva pengapian dalam satu unit CDI. Kurva pengapian disesuaikan dengan bermacam kondisi sirkuit, bahan bakar, rasio gigi, temperature udara, kelembaban dan apapun setting optimum mekanik terhadap mesin. Non Licensed Interface and Free Software | Bekerja minimal PC Pentium 2 - 300 MHz, RAM 64 MB dengan system operasi minimum Windows 2000 atau Linux. Dengan CD (compact disk) software gratis berplatform Java (Sun Microsystem) tidak memerlukan lisensi untuk instalasi.

KOMENTAR
Sistem pengapian pada sepeda motor mgngalami beberapa perkembangan teknlogi. Sistem pengapian konvensional dengan menggunakan platina berkembang menjadi system pengapian dengan menggunakan CDI. Kemudian pengapian CDI dikembangkan lagi menjadi Programmable CDI untuk menyempurnakan kinerja sistem pengapian. CDI mempunyai seperangkat pengatur sistem pengapian di dalamnya, dimana ketika terjadi perbedaan putaran mesin, timing pengapian akan di ajukan atau di mundurkan sesuai program yang ada pada sebuah microchip PIC16F854 di dalam CDI. Akan tetapi program yang ada dalam microchip tersebut adalah program permanen yang tidak dapat di ubah oleh pengguna, sehingga menjadi kekurangan pada CDI biasa. Untuk menutup kelemahan tersebut perkembangan CDI, program yang ada dalam microchip tersebut dapat diubah-ubah sesuai dengan kebutuhan pengguna. Timing pengapian dapat di atur secara digital melalui perangkat komputer sesuai kondisi dan kebutuhan. Untuk mengajukan atau memundurkan waktu pengapian, tinggal mengubah diagrap pengapiannya. Dengan demikian, pengaturan atau mapping program akan sangat berpengaruh pada performa mesin. Untuk mendapatkan performa maksimal, kepiawaian dan ketepatan dalam mengatur program pada Programmable CDI adalah merupakan kunci utamanya.

DAFTAR PUSTAKA

[Link] [Link] [Link] [Link] [Link]

10

Common questions

Didukung oleh AI

AC programmable CDI systems can increase the electrical load on motorcycle engines because the power is directly generated by the engine's magnetic flywheel, which can lead to a drop in engine RPM as observed under lab conditions . Conversely, DC programmable CDI systems reduce the immediate electrical load on the engine, as they rely on a dedicated battery supply, meaning the engine's mechanical energy doesn’t need to be converted directly into electrical energy for ignition, thus not affecting the engine speed in the same manner .

AC Programmable CDI systems rely on the sepul (coil) to generate electricity directly from the rotation of the magnet linked to the crankshaft, which causes fluctuations in voltage depending on engine speed, and do not require a battery. This makes them suitable for harsh environments as no battery maintenance is needed. However, they do put a load on the engine, resulting in lower RPMs under lab conditions . In contrast, DC Programmable CDI systems require a consistent DC power source often provided by a battery, which then needs maintenance to remain in optimal condition to prevent CDI and electrical system damage. Furthermore, DC systems utilize a voltage inverter to transform 12 volts from the battery to a higher voltage needed, which is a key differentiation from AC systems .

The main challenge associated with maintaining a DC programmable CDI system is ensuring the battery is always in optimal condition. Unlike AC systems that do not rely on batteries, DC systems depend on a stable power supply from the battery to function correctly. A faulty or insufficiently charged battery can lead to reduced ignition performance, potential CDI damage, and overall malfunction of the motorcycle’s electrical system .

The integration of a CPU in a CDI system enhances functionality by enabling advanced processing capabilities which allow for the precise control of ignition timing based on real-time sensor data. It replaces the need for manual adjustments and a fixed ignition curve, facilitating communication with external devices such as PCs for setting adjustments and data analysis. This integration supports more complex and responsive ignition strategies, improving efficiency and adaptability .

The pulser plays a crucial role in the CDI system by detecting the position of the crankshaft through magnetic pulses. It reads the protrusions on the outside of the magnetic plate's sitting and sends signals to the CDI unit, which processes this timing information digitally to manage ignition timing. This allows the CDI to control the ignition to ensure the optimal timing for fuel combustion, which in turn influences engine performance .

Programmable CDI units from companies like REXTOR offer benefits such as customization of ignition timing to adapt to different racing conditions, ability to store multiple ignition maps for varied scenarios, and enhanced tuning precision. These features allow users to optimize engine performance under different circuit conditions and fuel types, and they provide an interface for full control over ignition settings, offering increased flexibility and maximizing engine potential .

Programmable CDI systems improve motorcycle performance by allowing users to adjust the ignition timing based on engine speed and other operational parameters using software. Conventional ignition systems with static programs cannot be altered by users, which limits optimization of engine performance under varying conditions. With programmable systems, users can advance or retard ignition timing to match external conditions or specific engine modifications, thus maintaining optimal performance and accommodating diverse fuel types and engine configurations .

Programmable CDI systems consider environmental factors such as temperature, humidity, and atmospheric conditions by allowing users to adjust the ignition map settings to maintain optimal engine performance. For instance, as these external conditions change, they can affect fuel combustion efficiency, which is why user-tunable features in programmable CDI enable adjustments to be made to achieve the best possible engine response. This includes advancing or retarding the ignition timing depending on the specific climate conditions in which the motorcycle operates .

Advancements in microprocessor technology have enabled programmable CDI systems to utilize chips like the MicroChip PIC16F84, which possess FLASH memory to store ignition mapping programs that users can manipulate via software. These newer microprocessors support the ability to customize ignition timing across various conditions, enhancing the adaptability and performance efficiency of the system. Furthermore, this capability allows the CDI to interface with computers for user-driven tuning and data analysis .

Digital adjustment of ignition timing is critical in modern motorcycle systems because it allows for precise control over the combustion process, which is necessary to optimize engine efficiency and performance amidst varying operational conditions, such as different fuel octane ratings and engine modifications. It also facilitates rapid responsiveness to environmental changes, thus improving overall engine adaptability, fuel efficiency, and longevity. This capability helps ensure that modern motorcycles meet both performance demands and regulatory standards for emissions .

Anda mungkin juga menyukai